PENGGERAK BISNIS

Ada 2 hal yang membuat orang mau bergerak:

1. Ingin mendapat kesenangan

2. Takut mengalami penderitaan

Karyawan juga seperti itu, Mak. Untuk membuat mereka menjalankan SOP, kita berikan reward jika KPI-nya tercapai dengan nilai bagus. Tapi, jika melanggar SOP, akan ada hukuman yang pedih.

Reward & Punishment disampaikan kepada karyawan. Menjadi akad yang disepakati bersama.

Kalau masih mau kerja di sini, begini aturan main di tempat kami. Jika gak berkenan, ya gak apa-apa, cari tempat kerja yang lain aja.

Pemimpin itu, untuk bisa menertibkan timnya ya kudu pakai logika (ketegasan). Jangan cuma pakai perasaan (gak enak, gak tega, kasihan). Kita kasihan sama dia, tapi dia gak kasihan kepada kita, Mak. Buktinya dia gak bekerja dengan baik. Itu kan artinya dia gak kasihan sama kita.

Kita membiarkan orang zalim ke kita. Emak pernah ngalamin ‘drama’ apa sama karyawan?

Nasib kita ditentukan oleh kita sendiri. Masa sih? Ya!

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11)

Masa depan kita ditentukan oleh keputusan kita hari ini dan besok. Sebab yang sudah terjadi kan emang gak bisa kita ubah ya, Mak.

Namun masa depan masih bisa kita perjuangkan dan Allah memberikan kebebasan kepada kita mau seperti apa. Mau hanya menjadi penonton kesuksesan orang lain?

Atau mau jadi orang yang juga memperjuangkan kesuksesan agar bisa memberikan kebermanfaatan lebih banyak untuk kehidupan?

Memang duit kalau dicari gak ada ujungnya. Tapi kalau yang kita fokuskan adalah memperbesar kebermanfaatan hidup, harus kita kejar terus. Niatkan gedein tabungan kebaikan.

Ketika bisnis kita besar, yang kecipratan rezekinya makin banyak.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

CARA MENGOBATI DIRI DARI KEKECEWAAN HIDUP

Semua orang pasti pernah mengalami kecewa dalam berbagai hal. Kecewa karena kegagalan terus menerus atau harapan yang tidak pernah terwujud. Bisnis, rumah tangga, karier, pertemanan, sosial, dll. So, tenang. Emak bukan satu-satunya orang di dunia kok yang mengalami momen kecewa.

Tapi masalahnya, ada orang yang gampang bangkit dari rasa kecewa, dan ada orang yang dibawa tuh kecewanya sampe mati. Iya, saking digenggam terus.

Hari ini aku baca buku Morning Briefing @work karya Freddy Liong. Ya ampun belum aja tuntas ini buku aku garap hihiii… Soalnya, acap kali dapet yang bagus, aku langsung praktek.

Ada di halaman 128.

Sebesar apa kesuksesan kita ditentukan oleh seberapa kuat keinginan kita dan seberapa besar kemampuan kita mengatasi kekecewaan akibat kegagalan.

Kekecewaan akan menyeret kita kepada keputusasaan. Kekecewaan akan mematahkan semangat kita, bahkan melumpuhkan daya juang kita. Hati-hati saat sedang kecewa, jangan biarkan kekecewaan berlanjut berlarut-larut.

RESPONS CERDAS dalam menghadapi kekecewaan dan patah semangat yang bisa Mak coba nih:

1. Berprasangka baik ke Allah.

Allah sesuai prasangka hambaNya kan ya. Ketika sesuatu terjadi diluar harapan kita yang sebenarnya, maka pastikan dulu kita yakin bahwa ini memang kehendak Allah. Berpikir positif, bawa santuy, dan selalu ambil hikmahnya. Apapun yang terjadi, ucapkan “Alhamdulillah Yaaa…. (sambung dengan kejadian Mak saat ini dengan kalimat positif)”

Contoh, ketika ada karyawan yang mendadak minta resign hari ini juga. Aku berucap “Alhamdulillah yaaaa, biaya operasional kita jadi berkurang dan ada ruang untuk orang yang lebih baik datang membantu kita.”

2. Pengalaman adalah guru terbaik.

Ya belajar dari berbagai kesalahan yang kita lakukan. Biaya belajar yang terkadang tidak murah. Seperti ketika aku rugi 40 juta saat produksi RAZHA.

Jika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, pikirkan letak kesalahan yang kita lakukan. Yes, wajib menunjuk diri sendiri, bukan orang lain atau keadaan. Karena orang lain dan keadaan gak bisa kita ubah. Yang bisa kita ubah hanya diri kita sendiri. Ketika kita berubah, keadaan bisa berubah.

3. Lepasin aja.

Yang disimpen itu emas, bukan kekecewaan hihihiii… Ceritain kekecewaan kita ke orang yang bisa Mak percaya, tentu orang yang Mak yakin dia memiliki mindset positif ya. Ketika kita mulai terbuka, bikin beban di hati lebih ringan.

4. Tuangkan dalam tulisan.

Untuk Mak yang gak bisa terbuka sama orang lain, coba bersahabat dengan pena dan kertas. Tulis semua yang ada di hati dan pikiran Mak terhadap kekecewaan tersebut. Semakin detil dan lengkap, semakin lega hati Mak. Kalau Mak gak mau orang lain tahu, setelah tuntas, bakar kertasnya. Biarkan dia pergi bersama abu yang tertiup angin. Tssaaaaahhhh…

5. Me Time dulu.

Hibur hati dan pikiran Mak dengan melakukan hal yang Mak suka. Lepaskan dari kegiatan rutinitas. Kalau aku ke swalayan juga udah seneng wakwak… Atau main sama kucing, menyapa tanaman, main ke rumah temen dll.

6. Maafin deh!

Memaafkan dapat melegakan dan menenangkan perasaan karena berarti kita bisa menerima kekurangan orang lain sekaligus mematikan potensi dendam. Kalau ternyata dia yang menzolimi Mak, tenang.. Allah kan gak tidur. Allah akan balas dia kok, tanpa kita mengotori tangan kita sendiri.

Begitu juga misalnya Mak udah kerja atau jualan, lalu gak dibayar. Tenang, Allah akan bayar Mak kok nanti. Itu yang aku tahu dari salah satu guruku. Maafin aja dia, lalu kita minta bayaran sama Allah dalam doa. Dengan cara apapun kan Allah bisa.

7. Jangan Maksa loh…

Kita pengen banget hal itu terjadi, eh gak terkabul. Makin ngotot pengen, makin berat kecewanya. Maka dari awal kita bikin cita-cita, tambahin doa.. Ya Allah jika memang ini baik untukku dunia akhirat, maka bantu ya Allah. Jika tidak, berikan penggantinya yang terbaik dan lapangkan hatiku menerimanya.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

TIPS SEMANGAT MELANJUTKAN PERJUANGAN BISNIS

Untuk memotivasi diri, sering kali kita mencari akun orang-orang yang sudah sukses. Lalu melihat pencapaiannya, dan ikut bangga serta bahagia dengan itu. Tapi sayangnya, selang beberapa waktu, kenapa ada yang aneh di hati ini. Dari rasa bahagia kok tiba-tiba jadi kaya sedih tanpa sebab. Malah gak semangat, makin drop, jadi pesimis apakah bisa tercapai impian kita.

Ternyata, tanpa disadari pikiran kita melakukan riset. Membandingkan diri kita saat ini dengan objek yang tadi diamati.

Dia masih muda, tapi udah jauh lebih sukses dari aku yang cuma segini.

Dia pendidikan hanya SMA, tapi hasilnya tinggi banget, aku gak ada apa-apanya.

Dia dulunya susah banget, tapi sekarang tajir melintir. Aku gini-gini aja.

Teruuuuus aja pikiran seperti itu menggerogoti hati, yang tanpa wujud nyata. Tak tampak, tapi menyakitkan rasanya. SEMAKIN MERENDAHKAN DIRI, SEMAKIN SULIT DIRI INI MELANGKAH.

Ternyata itu salah satu sumber dari sulitnya kita move-on Mak. Depresi yang disebabkan kurangnya apresiasi diri. Ya, kita terlalu sering apresiasi pencapaian orang lain. Tapi kita lupa mengapresiasi diri sendiri. Sehingga rasa syukur dikalahkan oleh kufur.

Terima kasih diriku yang telah berulang kali bangkit dan mau mencoba lagi, lagi, dan lagi.

Terima kasih diriku yang sudah sabar menutup telinga dari berbagai cemoohan, nyinyiran, dan cacian.

Terima kasih diriku yang mampu memberikan berbagai ide cemerlang, walau ada yang berhasil dan tidak. Namun tanpa ide itu, tak akan bisa sampai di titik ini.

Terima kasih diriku yang kuat menahan lelah, kantuk, sakit ketika berjuang mengejar impian.

Terima kasih diriku yang mengerti bahwa menjalani proses itu harus dinikmati.

Terima kasih diriku yang setiap hari belajar hal baru, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Maa syaa Allah… Jika kita melihat ke belakang. Sungguh diri kita masing-masing ini sudah berjuang dan berkorban luar biasa ya Mak. Pencapaiannya pun ada progres, dan itu amat sangat perlu kita apresiasi.

I Love Me. Aku bangga dengan diriku.

Ayo bangkit, kita mulai lagi petualangan mengejar impian hari ini Mak. Allah mampukan Emak menggapainya, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

OMZETNYA SAMA, TAPI UNTUNG LEBIH BANYAK

Itu yang paling kena banget di aku dari hasil mempelajari buku rekomendasi guruku ini. Ternyata banyak kebocoran uang di bisnis yang tidak kita sadari, ataupun sadar sih tapi mengabaikan.

Ujungnya, cuma dapet capek aja.

Barang habis, kok uang ikut habis. Pernah ngalamin gitu gak Mak?

Instant Cashflow by Bradley J. Sugars

Buku ini terbit pertama di April 2011. Terdiri dari 4 bagian besar, lalu ditambah 5 hal yang sayang untuk dilewatkan.

Sebelum bahas berbagai hal teknis cara dapetin diut lebih banyak, di bagian awal membahas dulu tentang MEMPERSIAPKAN PIKIRAN.

Kita harus belajar CARA BERPIKIR YANG BARU, SEBELUM BELAJAR CARA MELAKUKAN YANG BARU.

Hanya Anda sendiri yang dapat melakukan perbedaan dalam hidup Anda. Tidak perlu lagi menyalahkan orang lain, membuat alasan.

Yang bisa mengubah keadaan bisnis ya Anda sendiri. Jangan menyalahkan anggota tim, kompetitor, pemerintah, keadaan atau apa pun.

Jangan pernah memposisikan diri sebagai korban. Jangan menyalahkan semua orang atas kesulitan hidup yang kita rasakan.

Jika mau berbisnis, ikuti 3 hal ini:

1. Pelajari aturannya

2. Perhatikan nilai

3. Bersenang-senang, yes dibawa enjoy aja

Point 1 & 2 dibahas di buku ini.

Jim Rohn berkata “Jangan pernah harapkan pekerjaan Anda lebih mudah, harapkan diri Anda lebih baik.”

Jika Anda mandeg dan berhenti berkembang, maka bisnis Anda pun demikian. Ketika Anda terus belajar dan karenanya berkembang, begitu pula bisnis Anda. Dan semakin baik Anda memainkan bisnis, semakin banyak uang yang Anda dapatkan.

Anda harus berhenti bekerja lebih keras, dan mulai bekerja lebih cerdas. Orang yang memiliki pekerjaan mendapatkan uang, orang yang memiliki bisnis menghasilkan uang, dan pengusaha membuat uang.

Pada bab selanjutnya dalam buku ini sangat ditekankan mengenai pengurangan biaya, fokus pada cashflow, menguji dan mengukur setiap kegiatan pemasaran. Tugas utama bukan jualan produk, tapi membeli pelanggan. Dari buku ini aku baru mudeng apa itu maksud dari membeli pelanggan

Aku rekomen banget nih Mak cari buku ini, gak tau masih ada gak. Aku beli di Gramed beberapa tahun lalu.

Mak sudah lihat foto bukunya? Di belakangnya itu adalah tanah tetangga samping rumah. Luas banget Mak, seru kayanya kalau dibikin tempat yang lebih produktif untuk dunia pendidikan ya. Doain dong, Mak.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

CARA SEDERHANA JALANI HARI DENGAN BAHAGIA

Saking banyaknya kerjaan, jadi bingung mau ngerjain yang mana dulu? Malah ujungnya gak ada yang dikerjain ya, Mak. Target belum aja tercapai, makin hari malah makin kendor. Ada yang sedang berada di posisi itu? Atau pernah ngalamin, Mak?

Sama, aku juga pernah. It’s ok, kita manusia biasa, bukan Wonder Woman. Justru karena kita manusia, seharusnya kita bangga. Sebab manusia diciptakan Allah sepaket dengan akal. Masalahnya, mau dipakai gak akalnya?

Tapi, sering kali AKAL itu kalah dengan emosi. Benar? Jadi yang menggangu kita, membuat kita kehilangan akal adalah emosi yang berlebihan.

Di antaranya:

1. Dikit-dikit baper.

2. Sering ngeluh.

3. Kebanyakan lebay.

Tiga hal di atas itu toxic banget loh kalau dipelihara. Ngerusak jiwa, bikin kita jadi manusia gak berakal. Mending kita ganti jadi:

1. Dikit-dikit istighfar.

2. Sering ucap syukur.

3. Banyakin santuy, jangan overthinking.

Dengan cara itu, kita bisa menjaga tingkat kewarasan jiwa, sehingga membuat akal bisa tetap digunakan. Akal yang mengatur kita untuk tetap berada di posisi bahagia.

Betapa sering kita mengambil keputusan karena emosi, dan akhirnya menyesali. Ngebentak anak misalnya. Dia cuma melakukan kesalahan kecil, kita udah ngamuknya mirip singa ya, Mak.

Kayak kita gak pernah salah aja dalam hidup. Iya kan? Kalem. Anak lagi proses belajar. Mending jelaskan hikmahnya. Minta anak memperbaiki diri. Beres. Kalau ngulang lagi?

Ya dia bukan robot, yang sekali dikasih program, langsung jalan lurus. Eh, walau kadang ada errornya juga, sih.

Pengen suami sempurna seperti impian kita? Lah, kita udah jadi istri yang sempurna belum? Kalemlah jalanin hidup itu. Hidup udah berat. Jangan ditambah berat dengan emosi berlebihan yang bikin kita hilang akal.

Mau kita ngeluh atau nggak, hidup kita yang kemarin gak akan berubah. Yang terjadi, ya sudah terjadi. Tapi, sikap kita terhadap hari ini yang menentukan masa depan kita.

Perbanyak deh silaturahim. Kenalan dengan beraneka ragam orang. Dengarkan kisah mereka. Ujian kita akan nampak cuma seujung kuku.

Ini beberapa kisah hidup karyawanku yang bikin aku malu kalau masih suka ngeluh.

1. Dari kecil gak tahu siapa bapaknya.

2. Sering dipukulin bapaknya.

3. Yatim piatu dari kecil.

4. Sekarang lagi di RSHS kena penyakit langka.

5. Tinggal di kontrakan, jadi tulang punggung keluarga.

6. Punya adik ABK.

7. Menikah bertahun-tahun belum dikaruniai anak.

8. Usia pernikahan 3 bulan, suami meninggal, kondisi istri (karyawanku) hamil muda.

9. Korban bully dari kecil.

10. Gak pernah dianggap sama orang tua, selalu dibandingkan dengan saudara lainnya.

Daaaan masih banyak kisah lainnya.

Janganlah pernah merasa menjadi orang paling sengsara di dunia, Mak. Justru kita harus merasa menjadi orang paling beruntung di dunia. Jangan sibuk cari kesedihan kita, karena sesungguhnya kebahagiaan jauh lebih banyak jika kita melihatnya pakai akal.

So, tetap jaga kewarasan, biar akal tetap mendominasi untuk membuat kita selalu bersyukur. Rasa syukur yang membuat hidup terasa bahagia.

Aku bersyukur masih bisa membuat tulisan ini dan mempersembahkannya spesial untukmu, Emak kesayangan.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

AKU CINTA DEADLINE

Kalau dibilang rajin, aku gak serajin nampaknya kok, Mak. Aku juga masih suka menunda. Karena aku tahu kelemahanku suka menunda. Maka aku harus mencari solusi, yaitu dengan deadline. Batas waktu yang gak bisa ditawar.

Kalau masih bisa ditawar, ya ini sama aja bohong. Supaya gak bisa ditawar gimana caranya?

1. Ada amanah/kewajiban yang harus dibayar sesuai jatuh tempo. Gak mesti utang. Tapi tabungan pendidikan, tabungan haji, tabungan rumah, janji donasi masjid, janji donasi rumah tahfidz dll.

2. Libatkan pihak ketiga, untuk nagih kita. Jika perlu, ada kontrak kerja tertulis.

3. Miliki impian besar yang nilainya fantastis dan kebermanfaatannya gede. Bikin kita ngiler untuk mewujudkannya.

4. Inget batas umur. Kalau ditunda, rugi banget belum bisa wujudkan impian membahagiakan keluarga.

5. Sadar amalan sedikit. Maka butuh percepatan produksi amal. Dalam bentuk apa pun.

Deadline ada yang jangka panjang, menengah, pendek, bahkan super pendek juga ada. Kayak timnya Kang Dewa Eka Prayoga yang selalu super sadis kalau ngasih deadline untuk aku beresin naskah buku #ups. Tahun ini aku diminta untuk produktif launching 5 buku. Gemeteeerrrr!

Gemetar deg-degan takut gak kekejar. Tapi degdegan happy karena udah mengkhayalkan royalti yang besar. Lumayan bisa bikin istana di surga, aamiin…

Terus nanti akan kebanjiran testimoni dari kebermanfaatan bukunya. Amal jariyah kata Kang Dewa mah. Maa syaa Allah.

Berbuat baik jangan ditunda! Buruan bikin deadline, Mak!

Karena aku paham kesibukan aku gak bisa dikurangi, jadinya aku rekrut lulusan Sastra Unpad untuk bantu nulis bukunya. Jadi inget zaman lulus SMA, gak diterima masuk negeri, eh sekarang kita bisa menggaji anak lulusan universitas negeri, ya.

Nah, itulah tugas kita para Emak Olshop. Bantuin buka lapangan kerja untuk wadah berkarya para anak bangsa.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BIAR GAK LELAH JALANI BISNIS

Ngerasa capek banget ngurus bisnis? Penat tak kunjung hilang? Bosen sampai ke sumsum rasanya ngurus jualan?

Tenang. Emak gak sendirian, kok. Beginilah rasanya berjuang. Ya, bisnis adalah perjuangan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Mengubah standar hidup lebih baik. Mengubah kebahagiaan keluarga menjadi lebih baik. Mengubah jalan hidup menjadi lebih baik.

Semuuuaaaa… Ingin kita ubah menjadi lebih baik.

Yang namanya perubahan itu gak enak. Dari biji, tunas, hingga menjadi pohon yang berbuah lebat. Prosesnya penuh dengan rasa lelah dan menyakitkan.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya: “Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?” Beliau jawab: “(istirahat yg sesungguhnya ialah) Pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

Kalau Emak lagi merasa lelah, gak apa-apa rehat sejenak. Lihat ke belakang. Betapa banyak hal yang sudah kita lakukan. Berterimakasihlah kepada diri sendiri. Sanjung dan beri apresiasi. Ketika kita mengejar impian, jangan lupa bersyukur terhadap apa yang sudah kita dapat.

Dengan melakukan ini minimal 5 menit sehari, penuhi dadamu dengan rasa syukur. Lelah seakan menjadi luluh.

Dan yang paling penting, sadari betapa banyak pahala yang kita dapatkan dari berlelah-lelah mencari nafkah. Walau berapa pun omzet yang kita dapat, pahala mah gak dihitung dari omzet. Pahala mulai dihitung dari niat, proses, hingga selesainya pekerjaan itu.

Maa syaa Allah, bukankan itu (pahala) sesungguhnya yang ingin kita kumpulkan di dunia?

Wahai sahabat seperjuanganku, ayo bangkit. Kuatkan kembali kakimu untuk memberikan jejak kebaikan di bumi. Mari kita panen pahala dari menjalankan bisnis. Biar Allah yang atur rezeki kita.

Tugas kita ikhtiar seperti Siti Hajar. Allah akan beri petunjuk dari mana sang rezeki datang.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

SARJANA PENGANGGURAN BANYAK PENGHASILAN

“Cuma di rumah aja, ngapain sekolah tinggi-tinggi?”

“Kasian orang tua udah biayain kuliah, masa gak dipake.”

“Gak sayang udah gaji segini resign?”

“Bego lo! Orang berebuatan jadi PNS, lo malah resign.”

“Yang jelas ajalah pilih jalan hidup, yang jelas masa depannya.”

Itu adalah contoh dari kalimat para penganut aliran jadul. Sedangkan yang di bawah ini adalah aliran gak punya Tuhan.

“Kalau resign dari kantor, bayar cicilan, biaya hidup dan untuk anak sekolah gimana?”

“Mereka mah bisa sukses, saya mah ga bisa.”

“Saya bukan keturunan orang kaya. Hidup gak usah pengen macem-macem.”

“Beli rumah gak pake cicilan, gak akan punya rumah.”

Katanya 9 dari 10 pintu rezeki ada di bidang perniagaan. Lebih banyak 1 atau 9? Yah, saya mah pilih yang jelas banyak peluangnya.

Lebih seru dapet rezeki buat diri sendiri atau ketiban rezeki gede dan buka peluang rezeki untuk banyak orang? Yah, saya mah pilih yang bisa rame-rame. Makanya rekrut karyawan dan open reseller. Karena saya zaman sekolah cupu, gak punya banyak teman, pendiam, tipe penyendiri.

Mau kena macet + polusi pagi dan sore setiap Senin-Jumat atau pilih dasteran dengan jam kerja suka-suka? Yah, saya senengnya yang jam kerjanya santuy bisa kapan aja. Jadi lebih seneng kalau kerja subuh sebelum anak bangun, pagi setelah anak berangkat sekolah, siang saat si kecil tidur dan malam di saat pasukan sudah terlelap.

Bisa nengokin orang tua kapan aja. Jagain keluarga yang sakit tanpa harus minta izin, dan bisa ke mall bukan di waktu weekend itu rasanya bahagia banget. Satu hal lagi, transfer ke orang tua suka-suka, sebanyak-banyaknya, ga pakai nunggu sisa. Itu rasanya amazing!

Mereka yang mencemooh, “Sarjana kok di rumah aja”, kalian ke sini, dong. Pengen aku cium, ahahhahaa… Terima kasih, ya. Gara-gara kamu, kami jadi SEEETROOOONG! Kibas jilbab, puter gamis!

Percaya deh, Allah itu baik banget. Allah adil, rezekinya disebar ke seluruh penjuru bumi. “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.”

(QS Al-Jumah: 10)

Bahkan Allah mengatakan urusan dunia itu MUDAH.

Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS Al-Mulk: 15)

Semua yang ada di bumi ini bisa jadi jalan rezeki. Artinya, nyari duit itu bukan satu-satunya dari kantor.

Kami telah menjadikan untukmu semua di dalam bumi itu sebagai lapangan mengusahakan kehidupan (bekerja); Tetapi sedikit sekali di antaramu yang bersyukur.” (QS A’raf: 10)

Wahai Emak yang lagi baca tulisan ini, Allah selalu ada untukmu. Allah sudah siapkan banyak pintu rezeki untukmu. Allah menunggumu bergerak dan menjemput rezeki dari-Nya. Bismillah ikhtiar dunia, demi jumput surga.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BISNIS GAK BERKEMBANG, KENAPA?

Kita coba golongkan, cara mendapatkan uang:

1. Karyawan

2. Self Employed/Profesional

3. Pebisnis

4. Investor

Di manakah posisi kita sekarang?

Menjalankan online shop berada di posisi yang mana, Mak Muri?

Ya tergantung, seperti apa menjalankan bisnisnya. Bisa di poin 2, 3 atau bahkan 4. Jika kita menjalankan online shop sendirian (tanpa karyawan), maka kita masuk pada kategori Self Employed. Dari A – Z, sendirian mengelolanya.

Di tahapan ini, hasil yang didapatkan 100% tergantung dari kinerja kita. Kalau lagi semangat, ya hasilnya bagus. Tapi kalau lagi sibuk, sakit, bad mood, gak bisa disangkal hasilnya akan turun, bahkan sampai nyungsep.

Pada kategori 3, bisnis, belum tentu juga hasilnya lebih bagus dari poin 2. Jika… (nah ini penting bangeeeeeet untuk dipahami) tidak ada ORGANISASI & SISTEM yang baik dalam bisnisnya.

Bedanya bisnis dengan self employed adalah ketika bisnis bisa ditinggal pemiliknya, tetapi penghasilan terus masuk. Tidak harus ditinggal total dan dalam waktu yang sangat lama. Bisa bertahap dan terus ada progres.

Jadi goal yang juga harus kita masukkan dalam target pertumbuhan bisnis (selain peningkatan profit) adalah perkembangan organisasi dan sistem dalam bisnis. Selain karyawan mampu menghasilkan karya dengan baik, mereka juga harus bisa menentramkan hati kita. Banyak banget yang curhat ke aku, kesal sama karyawan yang susah diatur. Karyawan yang gak nurut. Bahkan sampai ada karyawan yang mencuri/menggelapkan uang olshop hingga puluhan juta. Hiiiksss…

Organisasi bisnis ada, namun sistem tidak ada. Itu yang juga menyebabkan bisnis sulit berkembang. Sistem ini yang akan mengatur mulai dari cara perekrutan, kurikulum pembinaan karyawan, teknologi untuk mempermudah pekerjaan, alur proses bisnis, SOP + KPI, hingga sistem keuangan, dll.

Makin dipelajari, makin banyak ternyata sistem yang harus ada dalam bisnis kita. Namun juga yang gak kalah penting adalah monitoring terhadap terlaksananya sistem tersebut. Sistem tidak abadi. Harus mengikuti perkembangan zaman. Sistem juga masih terus harus di-upgrade, terutama jika ada kebocoran yang terjadi.

Gimana? Tmpaknya memusingkan dan melelahkan, ya? Ya memang begitu kalau mau bisnis yang autopilot. Kecuali kalau kita mau jualan (mengelola olshop) sampai tua. Sepanjang kita bernapas, sepanjang itu juga kita jadi pedagang online.

Kalau aku sih gak mau. Aku rela investasikan waktu, tenaga, dan uang untuk membangun sistem. Sehingga aku bisa punya semakin banyak waktu untuk keluarga, ibadah, dan menjalankan hal-hal yang aku impikan.

Ibaratnya rezeki adalah air di danau. Aku gak mau setiap hari, sampai tua, ngangkutin air pakai ember dari danau ke rumah. Aku lebih baik membangun sistem aliran air dengan pipa, yang terhubung dari danau ke rumah. Jadi di rumah tinggal buka keran, ngucur deh airnya. Maka sekarang harus belajar cara membuat saluran airnya. Investasi teknologi dan berbagai peralatan pendukungnya. Secara berkala harus kontrol apakah ada pipa yang bocor, ada saluran yang mampet, dll.

Hingga suatu hari, kita bisa belajar untuk mencapai tingkatan investor. Baik investor di bisnis sendiri dengan tingkat keterlibatan yang kecil hingga tidak perlu mengelola sama sekali, atau investasi di bisnis orang lain yang tanpa harus ikut campur.

Ayo yang mau punya bisnis autopilot, mulailah kita bangun organisasi & sistem dalam bisnis, ya. Semangat belajar bareng terus, okay? Aku doakan olshop kamu jadi perusahaan besar yang autopilot. Mengucurkan penghasilan terus menerus, berlimpah, dan berkah. Aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

PENGHAMBAT SUKSES YANG TIDAK DISADARI

Sudah 2 tahun jalanin bisnis kok gini-gini aja? Mereka baru mulai, kok bisa hasilnya melebihi aku? Anaknya banyak, tapi bisnis tetap bisa berjalan mulus. Sebenarnya salahku di mana, sih?

Hmmm…. Ada yang pernah terbersit pertanyaan itu? Yuk, kita coba cari tahu. Hari ini aku baca lagi buku Gue Ogah Ribet karya Sunil Tolani, mulai di halaman 101.

“When you set your goal, you have to understand your capacity.”

Mak, saat kita setting goal atau mencanangkan impian, saat itu juga kita harus menyadari kemampuan diri kita seberapa. Bukan berarti kita kecilin impiannya. Tapi kita gedein kapasitas diri kita biar selaras. Ya, menyelaraskan antara kemampuan, tujuan, dan tindakan.

Kalau gak selaras, maka semua impian Emak hanya akan jadi mimpi di siang bolong. Cuma jadi angan-angan. Lalu muncul kata yang aku udah mulai hapus, yaitu, “Seandainya…”

Seandainya punya rumah, gak perlu ngontrak pindah-pindah.

Seandainya gak punya utang, hidup bisa lebih tenang.

Seandainya punya uang banyak, bisa ngirimin orang tua/mertua tiap bulan.

Seandainya suamiku mau couplepreneur, aku gak akan secapek ini ngurus bisnis sendirian.

Seandainya….

Heeeey, STOOOPP!

Berhenti gunakan kata ‘seandainya’ yang hanya akan menjauhkan kita dari rasa syukur. Tapi malah bikin down aja. Ganti dengan kata, “Okey Allah…”

Okey Allah, aku mau punya rumah cash, kemampuan apa yang harus aku tambah agar pantas mendapatkannya?

Okey Allah, aku akan segera lunasin semua utang sebelum ajal menjemput. Biar gak ditagih di akhirat. Ikhtiar apa yang harus aku lakukan dan ilmu apa yang mesti aku pelajari sekarang?

Okey Allah, aku mau bisa sedekah banyak, aku mau besarkan bisnis, bimbing ya Allah. Mana dulu yang harus diperbaiki?

Nah, beda banget kan, Mak auranya? Kalau yang sebelumnya negatif, sekarang jadi positif banget dan penuh energi. Kemudian yang juga bikin kita gampang down saat menjalani bisnis adalah ‘loncat’. Kalau kesuksesan itu ada di tangga 100, dan Emak sekarang berada di tangga 1, jangan langsung loncat ke tangga 10.

Pinjem modal gede, langsung buka cabang banyak. Rekrut karyawan tanpa ilmu. Target 100 juta per bulan, padahal baru mau buka.

Kalem, Mak. Enjoy the process.

Kita juga dari kelas 1 SD gak langsung naik ke kelas 2 SMP kan. Harus baik ke kelas 2 SD dululah.

Sadari bahwa sukses itu ada prosesnya. Kudu kuat dan sabaaaaarrr sama prosesnya. Syukuri dan rayakan setiap kemenangan kecil agar kita punya jiwa pemenang. Ya, jiwa pemenang itu masalah mental, loh. Kalau kita gak mensyukuri pencapaian kecil, kita berasa hidup sial terus, gak beruntung, gak bakat bisnis, dll. Lah, padahal sudah banyak progres yang terjadi.

Emak sudah paham fitur Instagram lebih baik, makin sabar ngadepin konsumen, database rapi, kenal lebih banyak supplier, dll. Kejarlah mimpi, dengan rute perjalanan kita masing-masing. Gak usah bandingin dirimu dengan orang lain. Karena start dan finish kita beda.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”