CARA BALAS DENDAM!

Huuuft! Tunggu… aku atur nafas dulu untuk bisa gak netesin air mata. Baru lihat foto ini aja udah bikin berat napasnya.

Setahun yang lalu, aku dikasih kejutan sama kesayangan-kesayanganku Widji Handayani, Reni Jaya, Ike Meillina Putri, Merry Sasmita, Mala Kutus Kutus, dan Dewi Sri. Ini bukan dalam rangka hari lahirku, tapi Miladnya SBO (Sekolah Bisnis Online) yang ke-6. Dan ini bukan acara milad, tapi di tengah berlangsungnya acara Workshop Leadership SBO mereka bikin surprise.

Merasa istimewa ketika bisnis kita dihargai dan mendapat support sama teman-teman kesayangan. Langsung hilang semua beban yang ada di pundak. Capek, mumet, bingung, kecewa, seakan terempaskan seketika di saat bisa kumpul dan berbagi cerita.

Kejutannya gak cuma kue, backsound, puisi, pelukan, dan tepukan tangan (karena ini pernah kami lakukan saat Miladnya Labella) Mereka naikin lebih tinggi lagi level keterkejutannya kali ini. Keponakan, Kakak, Adik, Ibu, dan Bapakku diboyong semua ke lokasi acara. Ini adalah kejutan utamanya.

Bisnis yang bukan hanya disupport teman-teman, tapi juga mendapat dukungan dari keluarga itu rasanya bahagia tak ternilai ya, Mak.

Di foto ini, yang potong kue adalah Bapak & Ibuku. Bapakku yang pernah jadi sopir angkot demi menghidupi keluarga. Ibuku yang rela berangkat pagi, pulang malam untuk jualan gado-gado, hingga kreditin barang ke tetangga. Demi menuhin biaya sekolah kami anak-anaknya.

Betapa aku bukan apa-apa tanpa perjuangan Bapak Ibu ketika mengurus kami dari kecil. Sungguh gak mudah membesarkan aku yang jauh dari karakter anak baik.  Berjibaku mengais receh demi bisa hidupin 5 anak dan semuanya sampai ke jenjang universitas. Berangkat gelap, pulang pun gelap.

Capek miskin. Itu yang pernah terucap dari mulut ibuku, yang memang masa kecilnya gak seindah anak-anak lain. Pernah ngalamin makan nasi dicampur minyak jelantah. Udah itu aja menunya. Ibuku dendam, ingin anak-anaknya punya kehidupan yang lebih baik. Maka, tak kenal waktu, tak kenal lelah, tak kenal nyerah.

Namun sayang, dengan kesibukannya, anak-anak jadi dititipkan ke pembantu. Kami gak bisa mengeluh, karena paham Ibu Bapak berjuang demi anak-anaknya.

Tapi kali ini dendam itu yang menghampiriku. Aku gak mau anak-anakku kelak dibesarkan oleh pembantu. Menahan rindu seharian ingin bertemu dan main bersama bapak ibu. Tak bisa menceritakan apa yang aku alami di sekolah.

Aku gak mau anakku merasakan itu. AKU DENDAM!

Itulah alasan kenapa aku bersikeras untuk selalu ingin di rumah. Bekerja dari rumah, berkarya dari rumah, meeting dengan berbagai klien pun di rumah.

Ini hidupku, ini caraku, ini jalan yang aku pilih untuk mewujudkan dendamku.

Ketika dendam itu sudah terpuaskan… Maa syaa Allah… Bahagianya… Terima kasih Allah telah mewujudkan. Betapa aku bahagia dengan jalan hidup yang aku pilih. Betapa orang tua bangga dengan kesabaran mereka mendidikku dan melihat pencapaianku adalah pencapaian mereka.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Salah satu caraku bersyukur adalah dengan membagikan kisah ini, menanamkan keyakinan dalam hati Emak. Jika aku bisa, Mak juga bisa mewujudkan impian dengan berbekal dendam masa lalu. Dendam yang diolah menjadi energi positif untuk menggapai kebaikan dunia akhirat. Dendam yang di dalamnya mengharapkan Ridho Allah. Dendam yang bisa mengabaikan semua cibiran orang.

Aku yang bertanggung jawab atas hidupku. Maka aku yang pilih jalan hidupku. Dan aku perjuangkan!

HATI-HATI JANGAN SAMPAI KAMU MENYESAL!

Adakah di antara Emak yang tidak ingin sukses? Pasti gak ada ya.

Tapi, apakah semua orang benar-benar berjuang untuk sukses? Sebagian orang mungkin akan berusaha mati-matian untuk menjadikan dirinya sukses. Namun sebagian lainya malah bermalas-malasan. Betul, Mak?

Semua kerja keras pasti akan ada hasilnya, Mak. Tentu hasilnya akan jauh jika kamu terus berusaha.

Contohnya gini, Mak:

1. Si A ingin sukses dengan cara membangun bisnis lalu dia mulai berjualan dibidang Fashion, bidang yang dia sukai. Ditahun pertama penjualannya biasa saja, masuk ke tahun kedua dia mulai belajar mengembangkan bisnisnya dan Omzetnya pun meningkat dratis hingga ratusan juta. Namun ditahun ketiga di bangkrut Mak.

Lantas apa yang dilakukan si A setelah bangrut Mak Muri apakah menyerah?

Tentu tidak Mak, si A ini Bangkit dari kesalahannya dan mulai memperbaiki semuanya dengan terus belajar dan belajar lagi.

2. Si B juga ingin sukses Mak. ia pun sama memulai bisnis dibidang fashion, tahun pertama omzet yang dia dapat pun biasa saja, Ditahun kedua dia malas dan ga mau belajar untuk mengembangkan bisnisnya. Ehh akhirnya ditahun ketiga dia bangkrut. dan tahukah Mak apa yang Si B ini lakukan ditahun selanjutnya? Tahun ke empat dia menyerah karena katanya bisnis itu ribet, susah dan masih banyak keluhan lainnya.

Nah, inilah Emak yang membedakan 2 orang yang ini sukses terus menerus dan hanya ingin sukses sesaat.

Kalau Emak tipe orang yang mana?

Mak Muri doakan, semoga Emak bisa SUKSES dunia dan akhirat.

SUKSES ITU BUKAN LOMPAT JAUH, TAPI LARI MARATHON

Misalnya IMPIAN itu bagaikan satu loyang kue. Kita potong jadi 12 bagian, Mak. Kemudian kecilkan lagi dengan garpu hingga bisa dilahap.

Tiap yang masuk mulut Emak, itu progres dari pencapaian impian. Kuncinya konsisten, in syaa Allah sampai, kok.

Hal yang bikin gak sampai itu, munculnya kata MENYERAH. Baru juga tiba di progres 20%, eh Emak berhenti di tengah jalan. Nah ini yang bikin impian gak tercapai. Mungkin bukan salah produknya, tapi proses pengerjaannya yang harus dievaluasi dan dibenahi.

Memperbaiki kinerja kemarin untuk mendapatkan hasil yang lebih baik hari ini. Begitu prosesnya, Mak. Gak ada pengusaha sukses yang gak melakukan perbaikan kinerja. Mencapai TUJUAN itu bagaikan mengayuh sepeda. Terus konsisten, jangan berhenti di tengah jalan.

SUKSES pun gak bisa disamaratakan kapan bisa terwujud. Biarlah kita nikmati perjalanan masing-masing. Jangan bandingin dia cuma 2 tahun udah sukses, dia masih muda udah sukses, dia cuma nyoba 2x bisnis udah sukses.

Ya udah biarin, gak usah mikirin pencapaian orang lain. Fokus aja sama diri sendiri, Mak. Sudah sampai mana progres hari ini? Apa yang harus dibenahi dan diperbaiki lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik?

Lihat orang lain boleh, tapi untuk ambil semangat juangnya. Pertempuran itu urusan masing-masing. Dengan medan perang masing-masing dan menggunakan cara masing-masing.

Maju terus pantang mundur ya, Mak. Luv u.

BAHAGIA ITU BISA DIATUR

Entahlah ini berlaku sama laki-laki atau tidak. Tapi aku sebagai perempuan, kok ya bisa cepet banget berubah moodnya dari BAHAGIA, seketika SEDIH, MELOW, BADMOOD. Iya gak sih, Mak?

Sedangkan jelas kita sebagai Ibu itu jantungnya rumah. Kalau Ibu marah-marah, bikin seisi rumahnya gak betah. Sedangkan jika Ibunya membawa keceriaan, semua yang ada di rumah ikut suasana gembira.

Mau dong setiap hari riang gembira di rumah bersama keluarga. Capeklah drama mulu ya. Nanti cepet keriput kita darah tinggi pula. Ada beberapa hal yang aku lakukan untuk bisa kontrol jiwa ini agar bisa selalu bahagia.

1. Jangan terlalu ingin sempurna dalam hal apapun. Memang kita harus terus berproses menjadi lebih baik, tapi gak terlalu memaksa diri untuk dapat nilai sempurna. Terkadang nilai 7 it’s ok kok. TERIMA DIRIMU APA ADANYA.

2. JANGAN BANDINGKAN DIRIMU DENGAN ORANG LAIN. Pencapaian setiap orang beda-beda. Gak perlu bersaing dengan mereka, jika kamu gak punya jiwa kompetitif kaya aku Aku bertarung dengan diri sendiri aja. Yang penting hari ini lebih baik dari kemarin. Itu udah suatu kemenangan. 1 hari bertumbuh 1%, namun harus konsisten, sehingga dalam 100 hari, kita sudah 100% loh. Alias sudah 2x lipat dibanding diri kita sebelumnya. Keren, kan?

3. Hidup jangan semrawut. Jalanin aja kaya air mengalir, lah kalau airnya ke got gimana Mak? HIDUPKU ADALAH TANGGUNG JAWABKU. Maka mengatur apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan penuh tanggung jawab adalah cara kita mencintai diri sendiri. Tulis setiap malam sebelum tidur atau pagi sebelum memulai hari. Apa aja yang harus dilakukan hari ini. Tuangkan di Journal (Udah pada punya belum? Kalau belum, inbox aku ya atau langsung ke CS SBO kalau mau dapet diskon) lalu pilih berdasarkan skala prioritas. Mana yang harus dikerjakan dulu. Sehingga hidup kita lebih produktif

4. KENALI APA SAJA YANG BISA NGERUSAK MOOD. Lalu hindari atau temukan solusi. Misalnya, aku terkadang jadi badmood kalau keseringan lihat sosmed kompetitor ya gak sih Mak? Dia udah begini begitu pencapaiannya. Bikin jiper. Solusinya Unfollow aja. Nanti kalau kita perlu riset, baru deh intip lagi. Kan gak perlu tiap hari juga kita pantengin.

Berikutnya yang gampang ngerusak suasana adalah soal komunikasi dengan suami. Sama-sama keras, sama-sama susah dinasehatin, sama-sama sok tahu, maka yang perlu kita lakukan adalah saling perbaiki cara komunikasi. Betul-betul harus lihat moment dan waktu yang tepat. Jika ada diantara kita gak nyaman, ya ngomong aja baik-baik, jangan dipendam.

Anak terkadang bikin jengkel. Tapi oh tapi.. anak kan gimana ortunya, anak ya buah dari didikan ortunya. Jadi kalau anak berulah, jangan dimarahin, tanya sama diri sendiri dulu, apa yang kita lakukan sampe anak jadi berkarakter seperti itu, Ketika fokus kita adalah muhasabah diri, maka ke anak jadi gak ngomel. Karena ngomel bukanlah cara mendidik, menasehati dengan baik adalah kunci, kata Pak Ustad Kepala Sekolah.

5. APRESIASI DIRI BIKIN GOOD MOOD. Itulah kenapa di Journal (cek foto) ada aku masukkan Achievement. Pencapaian-pencapaian kecil, yang merupakan progres dari kegiatan kita setiap hari, perlu dicantumkan. Pencapaian besar adalah rangkaian dari banyak pencapaian kecil. Salah satu cara untuk bersyukur atas apa yang sudah kita perjuangkan hari ini. Cobain deh, lebih sering apresiasi diri, Bikin happy

Masih banyak cara untuk kita secara sadar mengatur kebahagiaan diri. Kalau aku minimal 5 hal di atas yang aku terapkan.

LARANGAN BERPUTUS ASA

Dari Habah dan Sawa bin Khalid, keduanya berkata, “Kami masuk bertemu dengan Rasulullah saw sedangkan beliau sedang menyelesaikan suatu perkara. Kemudian kami berdua membantunya maka Rasulullah saw bersabda, ‘Janganlah kamu berdua berputus asa dari rezeki selama kepalamu masih bergerak. Karena manusia dilahirkan ibunya dalam keadaan merah tidak mempunyai baju, kemudian Allah memberikan rezeki kepadanya.’”

(HR Ahmad, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban)

Kondisi bisnis naik dan turun, ya sudah hadapi saja. Toh sebelum naik, kita pernah di bawah. Bukan suatu yang baru kan. Sabar.

Tapi sayangnya, kalau sudah terlanjur di atas, gaya hidupnya berubah. Lalu suatu kondisi memaksa keadaan kembali ke bawah. Apa yang terjadi? Gak siap gaya hidupnya kembali seperti dulu lagi. Itu tantangan yang sebenarnya.

Mau naik atau turun, gaya hidup tetap harus biasa aja. Atau, jadi orang yang super fleksibel. Apa pun kondisinya, bisa dengan cepat beradaptasi. Kalau uang lagi gak banyak, pandai bersyukur, cerdas mengolah yang ada.

Ilmu sabar memang mahal.  Itulah kenapa Allah kasih pahalanya super istimewa untuk orang-orang yang sabar.

Selama masih dikasih kesempatan hidup, selama itu juga harus panjang asa. Selalu ada harapan kondisi besok akan lebih baik. Allah menjamin rezeki kita semua, kan? Belajar deh semangat juangnya dari Mak Anna Mahnan, owner Adeeva Group yang produk snack favorit anakku. Mak Anna ini pejuang ilmu banget. Belajar dari banyak guru. Ke sana kemari cari solusi untuk mempertahankan dan membesarkan bisnisnya. Maa syaa Allah…

CARA MEMOTIVASI DIRI SAAT MALAS

Dikerjain salah, gak dikerjain makin salah.

Banyak yang harus diberesin, tapi kok kayak males gitu? Gak semangat, jenuh, merasa terpaksa, gak mood. Ah, pokoknya lagi mager banget, deh. Tapi… Cicilan tetap harus dibayar sesuai temponya. Skincare udah mau habis, kudu beli lagi biar tetep glowing. Dapur kudu ngebul, token listrik wajib diisi.

Pernah gak, Emak ngerasa mager gitu ngurus olshop? Lagi gak semangat aja. Terutama kalau saat sepi. Hiiiksss… Pengen rebahan, tapi mana mungkin.

Ya udahlah, emang kita ditakdirkan untuk punya banyak pahala, kok. Dikasih kesempatan jemput pahala dari jalan olshop. Yo wiiiis kita nikmati aja. Gak semua orang seberuntung kita, loh. Maka, jangan kabur dari masalah. Tapi hadapi saja. Minta bantuan Allah.

Nah, yang bisa kita lakukan sekarang adalah dapetin Good Mood! Cara-cara ini bisa Emak coba. Aku sih udah, dan alhamdulillah berhasil. Sekarang giliran Emak.

1. Ubah suasana ruang kerja.

Kalau awalnya di pojok kanan rumah, coba geser deket dapur, dalem kamar atau bahkan di teras. Tambahin dengan beberapa pot tanaman, kasih hiasan unyu, bantal yang empuk, bisa juga geser perabot. Pokoknya biar berasa suasana baru aja gitu. Manfaatkan yang ada, gak usah beli barang baru.

2. Tulis semua daftar pekerjaan.

Emak-emak itu segala dipikirin, bikin mumet. Jadi bingung mau ngerjain yang mana dulu, saking buanyak kerjaannya. Gak cuma kerjaan olshop, tapi tugas IRT juga catet.

3. Mulai dari kerjaan ringan.

Setelah dicatat, lalu lihat, mana yang paling kecil tugasnya. Small Winning, lebih cocok bagi yang lagi mager. Inget gak waktu kita ujian sekolah? Kerjain dulu soal yang paling gampang. Jadi gak keburu stres duluan kalau dapet soal yang susah hihihiii…

4. Temukan alasan kenapa harus mengerjakannya.

Untuk membuat kita bangkit dari mager, Mak bisa cari-cari alasan/motivasi terkuat, kenapa kerjaan itu harus diselesaikan. Misalnya, kenapa harus beresin lemari, milah barang lama. Alasan: agar tidak dihisab di akhirat karena kebanyakan nimbun barang gak dipake. Atau, biar lebih rapi lemarinya dan makin disayang suami #uhuk

Begitu juga dengan alasan untuk ngurus olshop. Pengen cepet lunasin utang, biar gak malu kalau ditagih terus. Mau wujudin impian Mama umroh, mumpung masih ada umur, jangan sampe terlambat nanti nyesel.

5. Pecah kerjaan besar jadi tugas kecil.

Terkadang udah keburu males duluan ketika ada pekerjaan besar. Kita juga gak bisa makan kue langsung satu Loyang. Potong dulu kuenya, lalu gigit dikit-dikit. Nah gunakan cara itu untuk menyelesaikan project besar Mak. Kaya aku nih sekarang, udah mulai mager nyelesain project buku berikutnya hihii… Ya udah bikin dulu aja per 1 bab. Bahkan aku bisa loncat dari penutup dulu, bab akhir kemudian, lalu lanjut bab awal.

6. Sebentar aja boleh.

Yang bikin jenuh itu ketika pengerjaan tugasnya butuh banyak waktu. Kita udah mental block duluan, males ngerjain. Coba gunakan batas waktu sedikit-sedikit Mak. Misalnya mulai dari 5 menit, depan laptop untuk bikin konten desain grafis IG. Lalu break, ke dapur dulu sebentar. Lanjut lagi poles desainnya lagi, kali ini 7 menit. Kemudian break lagi, angkat jemuran. Manfaatkan timer di HP. Seiring waktu, akhirnya kita bisa ningkatin jumlah waktu kerjanya.

7. Kasih hadiah dong.

Pada dasarnya manusia itu seneng kan dikasih hadiah. Yuk kita kasih diri kita reward Mak setelah berhasil mengerjakan tiap pekerjaan. Tentu hadiahnya sesuaikan dengan besarnya tugas dan kemampuan kita juga. Hal receh aja. Misalnya, kalau udah beres bikin konten, seduh kopi. Jika beres menuntaskan segunung strikaan, makan eskrim. Udah selesai packing paket, ngerujak. Kenali apa yang bikin Emak happy.

In syaa Allah, yang awalnya mager, alhamdulillah akhiranya beres juga tuh kerjaan dengan 7 cara di atas. Dan selalu minta bantuan Allah untuk segala urusan kita. Allah mampukan, aamiin…

Semangat panen pahala dan panen rezeki ya, Mak. Aku doain laris manis jualannya. aamiin.

LIPATGANDAKAN PROFIT OLSHOP DENGAN CARA INVESTASI

murihandayani.com

Sebanyak apa pun uang yang dimiliki, jika hanya untuk pengeluaran konsumtif atau kebutuhan lainnya, ujungnya hilang tanpa jejak. Ya kan, Mak? Jangan biarkan perjuangan kita mengurus online shop hanya habis dalam sekejap mata. Transferan masuk, langsung jadi transferan keluar atau tarik tunai, lalu dadah, goodbye.

Memang kebutuhan hidup kita banyak. Tapi kita sama-sama tahu, bahwa kebutuhan masa depan jauh lebih banyak. Kok bisa?

1. Anak-anak makin gede, makin banyak biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan dll.

2. Inflasi terus terjadi.

3. Keinginan semakin terus berubah seakan menjadi kebutuhan.

4. Harga properti naik lagi dan lagi… Untuk yang belum punya rumah, akan makin berat jika gak segera beli.

5. Menjalankan Rukun Islam Berhaji adalah hal yang harus diperjuangkan.

6. Tanggungan yang diemban semakin banyak. Kebutuhan hidup orang tua/mertua, kakak adik, ipar, ponakan atau bahkan nanti ada cucu. Kita gak pernah tau amanah apa yang akan Allah titipkan kelak. Kan enak kalau Allah titipkan aman banyak tapi secara finansial kita siap. Jadi gak pusing-pusing amat.

Tiga aspek bagi seorang muslim yang harus selalu diperhatikan: Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Ketiganya dapat menjadikan seorang Muslim pribadi yang tangguh apabila memilikinya. Oleh karena itu, Rasulullah saw. pun bersabda: “Al-mukminu al-qawiyyu khairun wa ahabbu ilallahi minal-Mukmini ad-daifi.” Artinya: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibandingkan dengan Muslim yang lemah.”

Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan ekonomi keluarga kita adalah dengan berinvestasi. Mulai dari yang gampang dulu deh, nabung emas. Aku lebih memilih logam mulia dibanding perhiasan. Karena aku pun pada dasarnya gak suka pakai perhiasan.

Kedua, investasikan keuntungan menjadi tambahan modal dalam bisnis sendiri. Nah, ini juga sudah dianggap investasi loh. Dulu aku memulai RAZHA tahun 2011 dengan uang pribadi sebesar 6 juta. Alhamdulillah sekarang bertumbuh menjadi nilai aset yang bahkan mencapai 1.000 kali lipat jika dikonversikan. maa syaa Allah…

Ketiga, investasikan pada properti. Katanya harga properti gak pernah turun, ya. Untuk hal ini ilmuku belum cukup, jadi aku baru mau main ke sini rencana tahun depan. Doain ya.

Keempat, menjadi investor di bisnis orang lain. Nah ini baru mau aku mulai bulan depan. Masih harus belajar banyak lagi.

Kelima, orang menyebutnya investasi leher ke atas. Ya, meningkatkan kapasitas diri juga bagian dari investasi. Dengan begitu, karya yang bisa kita hasilkan dapat membuahkan nilai yang lebih tinggi. Ini bisa digunakan untuk mengelola bisnis, jadi investor, meninggikan karier, atau menjadi profesional di bidangnya.

Tengok aja para YouTuber profesional, mereka bisa kebanjiran cuan dari konten yang dihadirkan. Itu berkat investasi leher ke atas yang mereka lakukan. Baik dari keilmuan ngulik fitur YouTube, mendalami tema konten, mempelajari ilmu videografi, dll.

Keenam, beli saham. Untuk hal ini aku pun belum ada ilmunya sama sekali. Pengen banget deh belajar. Katanya ada yang syariah, ya?

Semangat kuatkan ekonomi keluarga, demi masa depan generasi bangsa dan pejuang agama yang lebih baik.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KISAH PAHIT MAK MURI

Kok aku meleleh lihat ini? Jadi inget berjuang bareng suamiku dari nol. Eh, bahkan minus. Ngerasain susah, tinggal di kontrakan petakan, entah udah berapa kali pindah. Makan bihun instan sebungkus berdua. Bahkan beli sendal jepit aja gak mampu. Nangis sesenggukan pulang dari toko sandal karena uang gak cukup. Boncengan sama suami naik motor kreditan.

Bingung cari duit gimana., pernah!

Putus asa, pernah!

Mau cerita ke orang tua atau mertua, gak mungkin. Gak tega nambahin beban hidup mereka, dan malu…

Lalu gimana Mak Muri bisa bangkit?

Silaturahim, nambah wawasan, jualan apa aja yang penting halal, hilangin gengsi, belajar, belajar, dan belajar! Pada zamannya gak ada pelatihan online. Berbagai kelas aku ikut, bahkan dengan kondisi hamil gede, naik motor, jauh.

Pas anak udah lahir, kalau ikut pelatihan, bawa stroller. Karena aku gak bisa pompa asi, jadi anak dibawa ke mana-mana. Tengah kelas berjalan, aku izin untuk menyusui di luar, karena anak udah rewel.

Aku iri sama Emak, yang sekarang udah banyak kelas di SBO (Sekolah Bisnis Online) yang semua bisa diakses online. Buku bisnis yang teknis, gampang dimengerti dan mudah dipraktikkan, udah banyak banget beredar. Dulu mah jarang… Banyakan teori aja.

Makin paham kan, kenapa aku bikin Buku #EEJJ Emak-Emak Jago Jualan?

Yes, supaya Emak gampang belajarnya, mudah praktiknya, langsung aksi, dan bisa segera memperbaiki nasib keluarga. Aku udah pernah hidup susah. Gak enak, gak bisa bantu orang lain, gak bisa bantu keluarga, bahkan kebutuhan diri sendiri aja gak terpenuhi.

Aku bisa mengubah nasibku atas pertolongan Allah. Emak juga pasti bisa. Karena Allah gak pilih kasih. Allah Mahaadil, Allah Mahakaya.

Aku yakin Allah sudah siap mengubah nasib Emak. Allah hanya sedang menunggu Emak bergerak menjemputnya. Seperti Siti Hajar yang berlari untuk mencari air, memang tidak tahu dimana sumbernya, tapi terus saja bergerak, biar Allah yang tunjukkan kekuasaan-Nya.

I Luv u, Mak.

JANGAN TIRU ORANG SUKSES, SALAH!

Ada yang sudah merasa ikutin para mastah, tapi tetap nasib gak berubah? Guru A ngajarin jualan itu harus fokus. Guru B bilang boleh kok palugada. Guru C kasih tahu wajib hemat, gak perlu banyak karyawan, tapi omzet bisa gede. Guru D fokus jualan retail dapet penjualan banyak. Guru F nasihatin untuk melakukan sistem kemitraan, biar cepet laku.

Waduuuuh, jadi harus ngikutin yang mana nih?

Pernah gak Mak, merasa di titik itu? Bingung sebenarnya cara SUKSES itu seperti apa, sih? Kalau disuruh bikin daftar seminar, workshop, kelas, buku, hingga video apa aja yang aku telan dalam perjalanan belajar bisnis 10 tahun, gak akan sanggup. Saking udah banyak (untuk versi aku ya, mungkin sedikit bagi orang lain). Bikin pusing gak, dapat inputan sebanyak itu?

YES! Mabok! Apalagi kalau telan mentah-mentah, atau gede-gede, bikin keselek. Jadi bingung mau ngerjain apa dulu.

Walaupun begitu, sampai saat ini aku gak berhenti untuk belajar dari berbagai mastah, baik secara langsung personal, workshop/kelas, dan buku karya mereka. Bahkan saat ini aku pun sodorin karyawanku untuk ikut berbagai kelas dan baca banyak buku.

“Kok gak kapok belajar dari orang sukses yang belum tentu bisa bikin kita sukses?”

Jadi gini Mak…

Aku sudah menemukan di mana letak “akar masalah” orang-orang yang sudah banyak belajar, namun gak kunjung menikmati suksesnya. Di antaranya:

1. Setelah belajar, melakukan ATP (amati tiru plek), bukan ATM (amati tiru modifikasi). Percaya deh, ATP belum tentu bisa berhasil. Terutama jika guru dan Emak memiliki banyak perbedaan. Misalnya: usia, tingkat bisnis, pengalaman, produk, finansial, hingga gender.

Cara bisnis bapak-bapak, belum tentu bisa di-ATP sama emak-emak. Seperti ilmunya salah satu guruku yang mengajarkan untuk kita punya puluhan bahkan ratusan akun di media sosial dan MP. Lah, emak-emak yang rempong dan modal seadanya ini gak akan bisa nerapin, kan.

Pada akhirnya, banyak cara sukses yang orang lain gunakan. Itu semua tidak akan berguna jika tidak sesuai dengan diri Emak dan Emak gak nyaman jalanin itu. Pilih yang bisa Emak jalani dan bikin bahagia.

2. Mengharapkan bisa langsung banjir order seperti guru. Wah ini yang juga bikin kita merasa gagal. Orang yang sekarang bisa mendapatkan penjualan 1.000 pcs per hari, dulu juga ngalamin gak laku, kok. Mungkin di bisnis dia yang sekarang langsung booming, tapi coba lihat perjalanan bisnisnya, dia sudah gulung tikar berapa kali, dan dulu juga gak laku.

Jadi memahami dan menerima bahwa semua ada prosesnya. Nah ini yang suka kelewat. Pengennya langsung laris.

3. Sudah menerapkan ilmunya, tapi merasa selalu ada masalah dalam bisnis. Dulu aku pun merasa gitu, kok. Bisnis gak ada habisnya datang masalah. Percaya deh, sebenarnya yang bermasalah itu bukan bisnisnya. Tapi permasalahan itu adalah diri kita sendiri!

Kenapa ada komplain? Karena pelayanan kita belum baik.

Kenapa keuangan kacau? Karena kita sendri yang gak mengelola uang dengan benar.

Kenapa kompetitor lebih laris, padahal barangnya sama? Karena kompetitor melakukan ikhtiar lebih baik dan lebih banyak dari kita.

Kenapa karyawan susah diatur? Karena kita belum paham gimana cara ngatur karyawan.

Lihat kan? Sumber masalah itu ada di diri kita sebenarnya. Jadi kalau belajar sama orang sukses, bukan hanya belajar cara bisnisnya. Tapi pelajarilah “cara dia memperbaiki dirinya terus menerus.”

Sekali lagi, bisnis itu bukan masalah, gak bermasalah. Yang bermasalah yaitu diri kita sendiri.

Bisnis itu gak ribet, yang ribet diri kita sendiri. STOP FOKUS PADA MASALAH.

Mulai hari ini, fokusnya adalah MENCARI SOLUSI, yang jawabannya pasti “memperbaiki diri sendiri.”

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

CARA HITUNG THR UNTUK KARYAWAN OLSHOP

Wajib gak sih ngasih THR? Berapa besarannya? Kapan bayarnya? Ada kriteria karyawan yang dikasih?

Yuk kita bahas, Mak.

Kalau mengacu pada Undang-undang Tenaga Kerja, THR wajib diberikan kepada karyawan. Kita bahas dulu mulai dari kategori karyawan seperti apa yang mendapatkan THR.

Di tempat kami, karyawan terbagi ke dalam 3 kategori:

1. Freelance

2. Training

3. Karyawan Tetap

Nah, yang diberikan tunjangan hanya karyawan tetap. Freelance dan Training hanya dapat gaji, gak dapat tunjangan apa pun. Tunjangan di tempat kami ada beberapa jenis, salah satunya THR. Nah, THR ini bisa didapatkan oleh Karyawan Tetap walau baru 1 bulan.

Nilai THR adalah 1 kali dari besarnya gaji pokok yang mereka terima setiap bulannya. Namun ini berlaku untuk karyawan yang sudah bekerja minimal 1 tahun.

Lalu gimana bagi yang baru beberapa bulan? Tenang, kita bahas sekarang.

Misalnya gaji pokok 1,2 juta (biar gampang hitungnya), dibagi 12 bulan (karena minimal 1 tahun untuk bisa dapat THR full).

Maka ketemu nilai THR adalah 100.000/bulan.

Jika karyawan Emak baru kerja 3 bulan, maka THR yang akan dia dapatkan 3 x 100.000 = 300.000, Mak.

Jika sudah kerja 2 tahun?

Ya THR nya tetap sama dengan nilai gaji pokok 1 bulan, bukan berarti jadi 2x lipat kok.

Mohon koreksi jika aku salah, ya. Berdasarkan informasi yang beredar, pemerintah kasih keringanan untuk pengusaha membayarkan hingga rentang waktu H-1 lebaran. Yang penting dibayar katanya. IMHO.

Sedangkan untuk bingkisan/parcel/hadiah lebaran, ini aku berikan kepada semua kategori karyawan. Kalau ini gak wajib, tapi sedekah kita saja untuk mereka. Aku dapat ide untuk kasih peralatan dapur biar penggunaannya bisa jangka panjang. Yang namanya sedekah, boleh dong ya, kita pilih-pilih mau kasih apa. Aku inget nasihat Papaku, cari yang bisa berguna untuk jangka panjang. Mudah-mudahan sang panci bisa kepakai dalam jangka panjang, ya.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”