INI DIA PENYEBAB JALANIN BISNIS BERASA BERAT BANGET!

Emang ada bisnis yang ringan?

Hmmm… coba aku cerna ya. Kayaknya emang gak ada sih. Katanya perjalanan bisnis itu seperti roller coaster. Naik turun, terjal, ekstrim, mengerikanlah pokoknya. Ya, faktanya memang kayak gitu sih. Maka sebelum naik wahana roller coaster, tanya dulu sama diri sendiri, cukup punya nyali untuk mencoba sensasinya?

Jika iya, maka siap menghadapi apa pun risikonya. Muntah, pingsan, sampai nyawa taruhannya karena serangan jantung atau risiko kecelakaan. Namun gak boleh lupa, tujuannya adalah bersenang-senang. Kan ini wahana liburan. Maka ketika beli tiket, antre, naik hingga selesai, harus sambil bersenang-senang.

Supaya minim risiko, sang pemilik wahana sudah memberikan berbagai syarat. Dari tinggi badan, kesehatan, wahana yang sudah diuji coba dan diperiksa berkala, pengunjung wajib mengikuti peraturan, termasuk memasang sabuk pengaman, dll.

Begitu juga dengan BISNIS. Supaya minim risiko, Islam sudah menyiapkan berbagai peraturan. Satu-satunya tujuan adalah untuk menyelamatkan diri kita dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tapi, ada aja yang kadang melanggar aturan. Begitu mendapatkan akibatnya, pusing deh. Merasa sengsara. Merasa Allah gak sayang, dll. Lah, padahal diri sendiri kok yang melanggar aturan.

Sayangnya, kita lebih memilih aturan manusia dibanding aturan Allah. Misalnya, modal bisnis itu kalau kurang, ya pinjam di bank. Ujungnya ada bunga yang harus dibayar. Padahal menurut aturan Allah, itu namanya riba. Tapi kita tetep kekeh maunya ikut aturan manusia, bukan aturan Allah. Maka bersiaplah terima konsekuensinya: Diperangi Allah.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya.” (QS Al-Baqarah [2]: 278-279)

Lalu ada yang berkata, “Tapi kalau modal kurang, itu jadi masalah.”

Percaya gak, kalau aku bilang bisnisku gak pernah ada masalah? Serius… Sudah 10 tahun loh. Sekarang masuk tahun ke-11. Kalau aku lihat saat ini, dengan diri Mak Muri yang sekarang, dari awal merintis sampai masuk tahun ke-11, bisnisku gak pernah ada masalah.

Pasti Emak yang baca akan bilang, “Ah mana mungkin Mak Muri. Buktinya dulu pernah posting curhat.” Wakwakwak…

Bener kok, bisnisku gak ada masalah. Tapi bisnisku penuh dengan TANTANGAN! Bahkan hampir setiap hari, selalu ada TANTANGAN! Ada karyawan berhenti mendadak. Kita jadi punya tantangan, gimana cara membagi-bagi jobdesc si A ini kepada karyawan lain. Namun dengan tidak mengganggu jobdesc karyawan lain dan tetap hasilnya bagus.

Konsumen komplain, sampai marah-marah. Yes, aku dapat tantangan gimana bisa menjadi orang yang lebih sabar, bijak, cerdas, dan mampu menjadi problem solver. Setelah berhasil, buatlah dalam bentuk SOP. Sehingga kita bisa duplikasikan ilmunya agar semua karyawan mampu menjadi seorang problem solver yang andal.

Gagal produksi 40 juta. Wow mantep nih, tantangan seru yang akan melatih kita gimana caranya membuat SOP produksi lebih baik. Agar pantas dapat produksi ratusan juta sampai milyaran. Kemudian tantangan berikutnya, produk yang gak gagal, harus bisa dapat margin yang cukup besar agar mampu menutupi yang gagal dan harus terjual cepat. Biar modal cepat muter untuk produksi berikutnya. Pasti seru nih jalanin tantangannya.

Stok yang numpuk seharga 1,25 milyar menjadi tantangan seru ketika diberikan deadline pendek, namun harus mencairkan stok numpuk sebanyak itu. Deadline akan membuat kita mengeluarkan potensi yang selama ini terpendam gara-gara kebanyakan rebahan.

Ribut mulu sama suami sebab urusan bisnis. Tantangan yang akan mengasah kemampuan komunikasi tingkat tinggi dan berbuah manis romantisme keluarga bertambah.

Yes, itu semua kejadian real dalam bisnisku. Beda ya, rasanya ketika kita menyebutkan itu adalah TANTANGAN. Bawaannya fun, excited, seru ngulik tantangannya, hingga timbul rasa penasaran kalau belum sampai finish.

Beda banget kalau kita menyebutnya MASALAH. Bawaannya pengen curhat, nangis di pojokan, merasa sial dan menganggap diri gak pantas bergelut di bisnis. Ada yang merasa gitu?

Its okay. Dulu aku juga masih menganggap masalah, kok. Tapi seiring perjalanan waktu, Allah kasih hidayah dari berbagai arah.

Ternyata mengubah satu kata saja bisa sangat powerful mengubah sudut pandang kita. Juga mengubah tindakan kita! Tentu dengan tindakan yang berubah, hasil yang didapat juga berubah. Kalau masalah menyebabkan keterpurukan, tantangan menghasilkan adrenalin untuk menghadapinya.

Gimana? Mau menghapus kosakata MASALAH? Mulai hari ini, janji ya sama aku, diri sendiri, dan di hadapan Allah, kita akan selalu menggunakan kata TANTANGAN dalam hidup. Gak cuma urusan bisnis saja. Urusan rumah tangga juga. Punya tantangan gimana caranya agar anak mau makan sayur. Dihadapi tantangan gimana caranya agar utang segera lunas. Diberi tantangan untuk beli rumah cash tanpa kredit.

Bismillah… Tantangan kita memang besar. Tapi kita punya Allah yang jauh lebih besar. Minta Allah pinjamkan ilmunya, suntikkan semangatnya, dan mampukan menyelesaikan tantangan dengan hasil terbaik, bintang lima!

Apa pun tantangan Emak dalam bisnis dan kehidupan, aku doakan Emak menang dan mendapat hasil terbaik, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

JANGAN DILAWAN, LEPASKANLAH

Kenapa Allah ciptakan beraneka rasa dalam dada? Kenapa gak hanya bahagia saja, sih?

Karena jika semua hanya bahagia, lama-lama akan terasa hambar dan mati rasa.

Kenapa harus puasa? Agar kita merasakan lapar dan mensyukuri rezeki walau sedikit. Mencicipi pedihnya perut kosong, walau hanya beberapa jam. Padahal faktanya di luar sana ada yang beberapa hari tidak bisa makan.

Omzet lagi turun, bahkan terjun bebas. Pedihnya… Mungkin Allah sedang mengingatkan, rasa bahagiamu sudah hambar saat dapat omzet banyak. Lisan dan dada syukurmu tak lagi ada.

Ujian silih berganti datang. Kesehatan, pendidikan anak-anak, manajemen waktu, hubungan dengan suami, urusan keluarga besar. Aaaaahhhh… Rasanya ingin teriak, bukan? Its ok, lepaskan… Jangan ditahan.

Tumpahkan saja, itulah alasan kenapa Allah menciptakan air mata. Bukan hanya untuk sinetron Ikatan Cinta. Itu real untuk kamu tuangkan demi menyejukkan hati yang sedang panas. Jika belum bisa di atas sajadah, its ok. Tumpahkan di atas bantal, tutup rapat pintu kamar. Atau bahkan lebih privasi di kamar mandi. Samarkan dengan suara air, biar makin lepas semua yang terpendam.

Semua ujian itu bukan untuk kamu pikul, maka lepaskanlah. Keluarkan dari dadamu satu per satu. Biarkan ia mengalir bersama air mata dan teriakanmu. Kita sedang tidak menyerah. Kita hanya sedang mengakui bahwa memang manusia itu lemah, yang Mahahebat cuma Allah.

Kita ini manusia biasa, bukan wonderwoman seperti karangan fiksi. Jangan dipaksa untuk selalu tegar. Biarkan tak lagi rasa pura-pura. Kita wanita yang punya hati. Hati kita bukan terbuat dari baja.

Ujian hidup, jangan kalungkan di pundakmu, Sayang. Tapi taruhlah di tanganmu. Lalu buka kedua tanganmu, dan angkat. Kembalikan ke Sang Pemberi.

Ya Allah, berbagai ujian ini Engkau berikan kepadaku, maka mampukan aku menghadapinya. Mampukan aku menjalaninya. Mampukan aku lulus ujian dengan nilai terbaik. Aku tak kuasa, hanya Engkau sebaik-baik penolong. Ya, aku lemah tanpa-Mu.

Tutup sejenak dirimu dari hiruk pikuk dunia. Bahkan dunia maya sekalipun. Mereka akan baik-baik saja tanpa status, jempol, atau komentarmu. Dengarkan apa kata hatimu dan coba untuk lebih peka pada apa pesan Tuhanmu. Pesan yang sering kali tak tampak, tertutup bisingnya dunia.

“Cukup raga, jiwa, dan Tuhanku. Yang lainnya minggir dulu, ya.”

Beri dirimu ruang, agar esok bisa kembali menang. Cintai dirimu untuk kembali bisa memberi cinta kepada sekelilingmu.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

MENYERAH BUKAN BERARTI KALAH

photo by Pixabay.com

Katanya, “Dunia gak seindah celotehan motivator.” Lalu ada yang menghujat pekerjaan motivator.

Well, kalau gak ada dokter yang nasihatin untuk kita menjaga gaya hidup sehat, ya banyak orang yang juga suka-suka pola hidupnya. Kalau gak ada guru yang nasihatin kita untuk rajin belajar, mungkin kita jadi orang yang madesu (masa depan suram). Cuma hidup untuk hari ini, besok ya gimana besok. Egois memikirkan diri sendiri, padahal kita diciptakan untuk menjadi Khalifah.

Hewan semakin banyak yang punah karena ulah manusia. Manusia yang Allah titipkan hatinya untuk jaga kelestarian lingkungan ya harus bergerak. Kelaparan masih selalu ada, harus hadir orang yang memiliki harta lebih banyak untuk membantunya. Makanya jangan hujat orang kaya. Jangan anti jadi orang kaya. Jangan ragu untuk kumpulin banyak harta.

Aku tahu harta di tangan orang baik seperti Emak, akan bisa digunakan untuk menyelamatkan dunia. So, setiap orang punya perannya masing-masing. Begitu juga motivator yang ditakdirkan Allah untuk membangkitkan semangat juang. Gak menyerah atas Rahmat Allah.

Namun yang menjadi pertanyaan, beneran gak boleh menyerah sama sekali? Gas terus tanpa rem? Kadang-kadang aku juga give up, kok. Tapi hanya boleh nyerah setelah kita bener-bener all out. Totalitas berjuangnya!

Berjuang semaksimal mungkin. Menyerah untuk berhenti sejenak mengevaluasi kinerja dan menjaga kewarasan jiwa. Lalu pasrahkan hasilnya ke Allah.

Berjuang-Menyerah-Pasrah

Kerja gila-gilaan membuat kesehatan mental kita terganggu. Diri sendiri menjadi korban tanpa disadari. Di mana batasan kerja keras dan di titik apa kita menyerah? Memang batasan ini gak baku. Kembali lagi di mana kita merasa puas dengan kinerja diri sendiri.

Kalau patokanku, selagi masih muda dan sehat, jangan sampai punya pikiran “yang penting cukup untuk diri sendiri dan hari ini.”

Membuat diri merasa berguna untuk sebanyak-banyaknya orang adalah kebahagiaan tak terkira. Merasa dibutuhkan, dititipkan amanah yang banyak, dan gak nyusahin orang.

Kerja sebulan untuk setara dengan penghasilan setahun. Gak perlu KPR 15 tahun. Cukup kerja cerdas 3 tahun untuk punya rumah impian.

Bisa ngenyangin perut 50 orang setiap hari. Kuncinya, naikin standar kepuasan atas pencapaian kita. Sekali lagi, manusia diciptakan dengan peran pentingnya masing-masing.

1. Temukan peranmu.

2. Perbesar jangkauan kebermanfaatanmu.

3. Kerja keras dengan cerdas mendapatkan hasil banyak dan cepat.

Boleh menyerah untuk menjaga kewarasan jiwa. Lalu pasrahkan hasilnya kepada Allah. Kemudian bangkit lagi, lihat poin 1 dan lanjutkan perjuanganmu. Selamat memainkan peranmu, Mak. Allah selalu siap membantu.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

STRATEGI GAPAI SUKSES DI ERA DIGITAL DENGAN PERSONAL BRANDING!

photo by Pixabay.com

Tahukah Emak, strategi personal branding sudah banyak diterapkan oleh berbagai kalangan, terutama oleh para pengelola bisnis kayak kita. Hal ini bukan tanpa alasan ya Mak, karena dengan personal branding, bisa membuat penjualan kita semakin meningkat. Sesuai pengalamanku dalam bisnis.

Tapi sebelum itu, Emak harus memahami dulu apa yang dimaksud dengan Personal Branding serta bagaimana cara membangunnya. Karena untuk menghidupkan personal branding pun perlu ilmu Mak, biar hasilnya maksimal. Setuju?

Emang apa sih pengaruh dari Personal Branding itu, Mak? Dari sinilah kita akan bisa memperbesar jangkauan pasar, menaikkan tingkat kepercayaan calon konsumen, serta menumbuhkan branding agar bisnis kita makin berkembang. Lebih dahsyatnya lagi, cuma dari personal branding saja, omzet bisnis bisa terus meningkat setiap pekannya.

Kebanyakan orang menganggap personal branding itu terlalu makan waktu. Bahkan sebagian orang bilang, personal branding itu tidak penting. Memang benar, untuk menaikkan personal branding ini tidaklah mudah dan instan, Mak. Perlu waktu, kesabaran, komitmen, dan kerja keras dari diri kita. Tapi hasilnya akan berdampak dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga Emak bisa memanfaatkannya kapan pun.

Jika Emak mau hasil yang maksimal, maka usaha pun harus optimal. Betul, Mak? Jangan pernah berhenti untuk berjuang, Mak. Upgrade terus ilmu dan buat bisnismu semakin maju.

Mak Muri doakan, semoga Allah mudahkan segala urusanmu. Aamiin.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

INI PENYEBAB IMPIAN GAK TERWUJUD

Setengah tahun 2021 sudah lewat nih. Apakah sudah ada tanda-tanda resolusi awal tahun akan terwujud? Atau belum tampak sama sekali ujung hidungnya? Jangan-jangan resolusi awal tahun 2021 masih sama dengan tahun 2020 dan tahun-tahun sebelumnya?

Jadi, ini adalah impian yang tertunda (lagi). Mau sampai kapan impiannya hanya jadi lamunan? Yuk ah bismillah sekarang waktunya wujudkan. Coba kita telaah, apa sih PENYEBAB DASAR impian kita belum juga terwujud?

“Belum takdirnya dari Allah Mak Muri.”

Itu jawaban benar atau pembenaran? Memang Allah tahu yang terbaik untuk kita. Kadang apa yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita, ya. Tapi Allah juga kan mengizinkan kita untuk mengubah nasib, betul?

QS. Ar-Rad ayat 11: ” … Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri….”

“Sudah ikhtiar kok, Mak Muri.”

Okey, aku percaya. Tapi sekarang kita coba telaah, apa penyebab impian kita gak tercapai.

photo by Pixabay.com

IMPIAN >> TERWUJUD

Dari Impian menuju Terwujud, itu ada jarak di antara keduanya. Nah, jarak ini adalah proses. Kita harus bedah lagi prosesnya apa aja.

1. Bermimpi

2. Tulis Impian

3. Buat Perencaaan

4. Lakukan Tindakan

5.Terwujud

Di antara poin 1 dan 5, ada 3 poin yang harus dilakukan. Itu harus kita tanyakan kepada diri sendiri dengan jujur, apakah sudah dilakukan? Jangan-jangan cuma ada di benak kita, tanpa berani menuliskan dan mengucapkannya dengan lantang.

Sayangnya kalo cuma ngomong, sering kali omdo (omong doang). Di sinilah titik krisis banyak impian yang berguguran. Gak menuju ke tahap berikutnya, yaitu MEMBUAT PERENCANAAN.

Padahal cara membuat perencanaan ini diawali dengan hal sederhana.

a. Pahami kondisi saat ini serealistis mungkin. Terima diri apa adanya.

b. Temukan jarak antara impian dan realita.

c. Jarak tersebut dijabarkan sedetail mungkin. Mulai dari jarak jumlah uang, kapasitas ilmu, jangkauan networking, waktu dan tenaga yang dimiliki, dll.

d. Lalu mulailah membuat perencanaan, bagaimana memperpendek jarak diri kita saat ini dengan impian.

Tahapan berikutnya LAKUKAN TINDAKAN yang tidak boleh melenceng dari perencanaan dan tidak boleh berhenti sebelum terwujud. Nah di sini uji nyali yang sebenarnya. Bisa bikin perencanaan canggih, tapi gak semua bertahan dengan lelahnya belajar, pedihnya penolakan, getirnya kegagalan. Coba lagi, lagi dan lagi.

Ya memang begitu realitanya. Gak ada yang bisa sukses tanpa ilmu. Gak ada yang tanpa mencoba berulang kali bisa mewujudkan impian. Maka ketika kita belum berhasil, bukan berarti kita sial atau gak hoki. Itu hanya sebuah fakta bahwa cara yang kita lakukan harus diperbaiki.

Udah gitu aja. Maka perbaikilah, dan lakukan lagi, perbaiki lagi, lakukan lagi. Siap berlelah-lelah menggapai impian dan menikmati manisnya pencapaian? Usahakan manisnya jangan hanya di dunia, tapi juga di akhirat ya, Mak.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

3 Hal Ini Mengubah Takaran Rezeki Saya

“Kalo udah urat miskin, ya miskin aja. Gak usah mimpi jadi kaya.”

Ada yang pernah mendapatkan umpatan seperti itu? Semoga Allah beri dia hidayah untuk belajar bahwa nasib itu sesuatu yang Allah berikan hak istimewa kepada kita untuk memilihnya. Dari bangun tidur, kita memilih, mau penuh rasa syukur karena masih diberikan umur dan kesehatan atau mengeluh, “Yah, udah jam segini aja, harus rutinitas lagi.”

Ketika kita bisa bangun dari tidur, di luar sana ada keluarga yang menangis karena anaknya sudah berhari-hari koma di rumah sakit. Ketika kita mengeluh dengan rutinitas, dia yang kini hanya bisa terbaring lemah sebab penyakit leukimia yang diderita, sangat merindukan rutinitasnya.

Bagaimana sikap kita dalam memulai pagi, sangat memberikan dampak terhadap apa yang terjadi sepanjang hari ini. Kamu sendirilah yang menentukan, mau bahagia atau tidak. Aku doakan Allah jaga selalu hatimu untuk senantiasa dipenuhi syukur.

Hidup sama 24 jam/hari, usia setara, sekolah barengan, nilai prestasi akademik ya mirip-mirip, tingkat ekonomi keluarga nyaris sama. Namun kenapa kehidupan berikutnya jauh berbeda, yaitu takaran rezeki?

Di luar 8 jalan rezeki dalam Al-Qur’an, 3 hal di bawah ini juga menjadi penyebab takaran rezeki kita berbeda.

1. Pola Pikir

Klasik memang, tapi ini sangat-sangat mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup. Bahkan satu keluarga, bisa jadi memiliki pola pikir alias mindset yang tak sama. Apa penyebabnya?

Input yang diberikan ke otaklah yang menentukan seperti apa mindset yang kita miliki. Pada saat kita lahir, masih polos ya kan. Lalu mendapat input dari orangtua, keluarga besar, lingkungan, tontonan, buku, pengalaman hidup, dll.

Maka berhati-hati lah memberikan input kepada diri kita, sebab bisa membuahkan mindset yang bagus atau jelek.

“Kamu adalah siapa 5 temanmu.”

“Buku yang kamu baca adalah gambaran dirimu.”

Pernah lihat kalimat itu?

Yuk mulai pilah lagi, seperti apa input yang kita suguhkan bagi otak kita, sang alat proses yang sudah Allah anugerahkan.

3 Hal Ini Mengubah Takaran Rezeki Saya
photo by Pixabay.com

2. Sikap

Apa yang hadir dalam hidup kita, tidak bisa kita tepis. Kita hanya bisa menjalani. Tetapi, sikap kita dalam meresponsnya itulah penentu hasil akhirnya.

Konsumen komplain, terima dengan baik. Alhamdulillah dapat perhatian dari konsumen, mau ceritakan langsung, gak nyebar di media sosial. Allah lagi berikan nasihat kepadaku untuk memperbaiki produk/pelayanan.

Sudah bikin proposal, presentasi, eh gak jadi. Sedih sih saat mendengar hasilnya. Menghancurkan semua angan dan perencanaan yang telah dibuat. Tapi, kok tiba-tiba jadi merasa bersyukur gak jadi? Ternyata karena mengetahui sumber dananya mungkin dari riba. Kayaknya Allah lagi jagain supaya diri ini gak kecebur jurang.

Dengan membuat proposal ini juga, persiapan saya jadi lebih matang untuk project berikutnya. Oh Allah memberikan kesempatan ini untuk belajar presentasi lebih baik juga.

Anak rewel, suami cemberut, mertua negur, karyawan berulah… Semua itu akan baik-baik saja jika kita bisa memberikan sikap yang kalem aja. Respons kita tetap harus baik.

Karena direspons baik atau tidak, hal itu sudah terjadi. Sikap kitalah yang menentukan kita bisa mendapat kebaikan dari semua yang terjadi, atau memposisikan diri sebagai korban dan orang sial.

Bener ya, kebahagiaan itu kita yang atur. Diawali dengan cara kita memberikan respons terhadap apa yang Allah kirim.

3 Hal Ini Mengubah Takaran Rezeki Saya
photo by Pixabay.com

3. Tindakan

Mengharap punya rezeki lebih banyak, tapi tindakan hari ini masih sama dengan kemarin. Pengennya duit banyak, tapi rebahannya banyak. Nanti, kalau duit udah banyak, kita bisa banyak rebahan kok. Tapi nanti… Sabar… Sekarang mah, belajarnya satu kali, actionnya 100 kali.

Misalnya baca buku Emak-Emak Jago Jualan cukup 1 kali, tapi praktiknya 100 kali.

“Menunda tindakan, sama dengan menunda datangnya rezeki.” Tuh catet ya…

Terakhir, ketika sudah datang rezeki, jangan tunda untuk habiskan dalam kebaikan. Berikan yang terbaik untuk orang tua dan mertua. Beri makan para perut yang lapar, investasi dalam wakaf bangunan, dll.

Hidup cuma sebentar, pastikan kualitasnya terus meningkat. Saya doakan kamu bahagia dunia akhirat.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

TUTUP TELINGA MERINGANKAN PERJALANAN HIDUP

Hati-hati, lidahmu harimaumu.

Jempolmu juga harimaumu.

Sering kali kita sudah merasa baik-baik saja dengan apa yang Allah sedang pinjamkan kepada kita. Lalu seketika diluluh-lantakkan oleh komentar seseorang. Baik yang diucapkan secara lisan atau dalam bentuk komentar di media sosial. Dalam sekejap dunia terasa runtuh.

“Iiiiiih sarjana kok di rumah aja? Gak kasian sama orang tua udah nyekolahin tinggi-tinggi? Gak bersyukur banget. Padahal banyak orang gak seberuntung itu.”

Padahal sebelumnya, hati telah tentram untuk rela meredupkan mimpi berkarier demi bisa memberikan pengasuhan terbaik untuk anak dan menjaga hati suami. Kini ia kembali goyah.

“Kok mau sih istri yang ngoyo nyari duit? Itu kan tugas suami.”

Padahal sebelumnya, hatinya telah ridha mengarungi rumah tangga dengan badai sekalipun. Saling menguatkan dan melengkapi. Kini mulai mundur perlahan.

“Ya ampun jualan camilan? Harga diri kamu ditaruh di mana?”

Padahal sebelumnya, hatinya telah berbunga dikala bisa mengumpulkan rupiah dengan cara menyenangkan. Kini mulai timbul rasa gengsi.

“Kenapa sih jarang banget keluar rumah? Aneh ih, gak bersosialisasi kayak ibu-ibu yang lain.”

Padahal sebelumnya, hatinya telah ikhlas mengurangi waktu main demi menjaga kehormatan suami. Belajar menjadi ibu yang lebih baik dan berkarya dari dalam rumah tanpa menelantarkan tugas lainnya. Kini mulai meyakini bahwa dirinya tidak normal, berbeda dengan banyak perempuan lainnya.

Wahai hati, kita tidak bisa menutup semua mulut orang lain. Tangan kita cuma dua. Gunakan saja untuk menutup telinga kita dari celotehan mereka. Tutup mata kita dari komentar mereka di media sosial.

Gak dosa kok unfriend Facebook, unfollow Instagram, bahkan block Whatsapp. Kita gak musuhin mereka. Kita hanya ikhtiar menjaga diri agar tidak kena racun ular berbisa. Menjaga diri sifatnya wajib. Islam mengajarkan itu. Menjauh dari daerah wabah, memilih pertemanan, menjaga pandangan, dll.

Bahkan jika kita tidak goyah karena ucapan mereka sekalipun, kita bisa jadi memberi perlawanan, komentar balik atau ngedumelin mereka dalam hati. Wah ini juga bahaya, malah merusak diri sendiri. Nambahin dosa! Udah unfriend aja.

Cukup kamu lantunkan doa terindah untuk mereka dalam keheningan. Jika waktunya tiba, semua akan kembali saling follow. Jaga hatimu, karena cuma kamu yang bertugas menjaganya. Minta Allah selalu bersamai, dan hadirkan orang-orang salihah penyejuk hati.

Jika dirasa aku memberikan dampak buruk bagimu, jangan sungkan unfollow aja. I’m okay. Tapi kalau kamu merasakan sebaliknya, maka aku akan tetap semangat memberikan cinta untukmu #eeeaaaa

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

COPYWRITING BIKIN GENDUT REKENING

Pernahkah kamu jumpai seorang Sales dengan karir terbaik tapi dia pendiam?

Nah, sama halnya dengan kita yang profesinya sebagai Sales di Online Shop yang saat ini kita kelola. Gak boleh pendiem, harus cerewet di dunia maya.

Kalau kamu kenal aku 10 tahun yang lalu, pasti aneh deh ngeliat aku tuh orangnya pendiem, pemalu, minderan, dll. Teman-teman sekolah aku aja kaget loh. Kok si Muri bisa kayak gini? Dulu kan…

Aku anaknya gak gaul, penyendiri, temennya cuma sedikit, kudet istilah pada zamannya. Tapi kok bisa jadi kayak sekarang? Cerewet banget baik dalam postingan maupun live? Ya… The Power of Kepepet. Kalau gak bikin konten, omzet sepi. Iya kan pemirsa? wakwakwak…

Bahkan sampai sekarang, aku tuh masih pemalu loh. Terutama kalau disuruh jualan offline. Makanya aku tuh salut sama teman-teman yang bisa jualan offline. Aku kalau nawarin produk di depan muka orang pasti malu.

Itulah kenapa aku cinta banget sama dunia online. Toh mereka gak lihat wajahku saat aku menuangkan copywriting. Dan yang terpenting harus delegasikan skill kita itu. Sehingga semakin banyak yang bantuin bikin copywriting. Jadi gak selamanya aku bikin sendiri.

Nih aku bisikin beberapa tips copywriting:

1. Story Copy

Kita bikin copywriting dalam bentuk cerita. Mengalir aja… Bisa dengan menulis cerita kita sendiri ataupun kisah orang lain. Triknya, bayangkan seakan kita nulis untuk satu orang teman kita. Sehingga kita jadi lebih rileks.

2. Fortright Copy

Buatlah tulisan yang mengungkapkan kelebihan dan kekurangan. Jadi dibuat pembanding. Juga seperti kita melakukan review, sehingga tampak jujur. Namun tidak menjatuhkan, malah mengungkit keunggulannya.

Catatan: dilarang menjatuhkan merek orang lain, ya. Bandingkan dengan produk sendiri.

3. Hiperbolic Copy

Tulisan yang agak lebay, melebih-lebihkan, dianggap paling/terbaik dibandingkan yang lain. Namun hal ini boleh dilakukan asalkan sesuai fakta dan bisa dipertanggungjawabkan. Kembali lagi ke kaidah Islam: dilarang berbohong.

4. Teaser Copy

Copywriting yang seakan mengejek, menantang, meragukan, atau menyepelekan audience.

Misalnya:

“Mak gak sanggup deh jawab chat sebanyak ini!”

“Gara-gara kemarin posting si Ciput Melody RAZHA warna baru, oalaaah chat langsung brudul. Kasian adminku diteror para reseller. Sabar ya, Mak. Timku masih berjuang jawabin semua chatnya.”

“Nah, Emak siap gak nih kebanjiran order? Kalau ngerasa sanggup, boleh daftar jadi Reseller RAZHA di wa.me/6289999999.”

Udah segitu dulu ya. Kita praktik hari ini. Ilmu mah banyak. Di mana-mana ada. Jangan dikoleksi saja, tapi praktik atuh.

Bisa jago bikin copywriting itu kayak kita main sepeda waktu kecil, gak bisa cuma teori secara lisan. Ya, harus naik sepedanya, walaupu di awal badan harus lecet, benjol, bahkan lebam. Tapi gak kapok kan?

Kita harus punya jiwa pemberani kayak anak-anak. Walaupun copywriting kita masih sedikit yang respons, terus aja bikin. Jangan lupa sambil selalu perbaiki.

Kalau Emak kenal aku yang dulu, konten aku paling 2 kalimat. Itu pun garing banget, wkwk…

Tapi karena aku mau dapat omzet banyak, ya aku latih terus. Upgrade skill, perbesar kapasitas, memantaskan diri di hadapan Allah. Tunjukkan ikhtiar kita.

Copywriting juga sama seperti berenang, gak akan bisa kalau cuma teori. Kudu nyemplung ke kolam. Namun sadar diri, kolamnya yang cetek dulu, jangan langsung yang 2 meter.

Nah, mulailah latih skill bikin tulisan 5 kalimat, besok 8, lalu 10. Hingga akhirnya bisa panjang kayak tulisanku. Bahkan ketika menulis, aku terkadang susah ngerem, gas terus.

Kemampuan menyusun kata-kata itu menjadi skill dasar yang harus dimiliki semua orang. Apa pun profesinya. Kemampuan menuturkan isi hati, mengungkapkan gagasan, menyuarakan aspirasi. Bisa disampaikan melalui tulisan maupun lisan.

Copywriting gak hanya berguna untuk meningkatkan omzet online Shop. Tapi berpengaruh banget terhadap kualitas komunikasiku ke anak, suami, orang tua, dll. Memperbaiki komunikasi mampu memperbaiki kehidupanku. Sekarang giliran kamu.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”