7 TAHUN WAKTU YANG SINGKAT JIKA KITA SIA-SIAKAN

Gak berasa, kerutan di wajah mulai tampak.

Rambut putih mulai eksis.

Bagian tubuh kesayangan mulai kendor.

Anak-anak tiba-tiba besar. Padahal kita cuma menunda, “nanti ya, Nak”, “besok ya, Nak”, “tunggu ya, Nak.” Sebab kesibukan ngurus online shop, anak tidak lagi menjadi prioritas utama.

Meninggalkan dunia karier, katanya demi anak. Online shop malah mengacaukan misi tersebut. Tapi tak bisa dipungkiri, ekonomi keluarga harus tetap dikuatkan. Jadi galau kan, mana prioritas. Terutama bagi single parent yang harus memainkan lebih banyak peran.

Adil membagi peran adalah kunci. Tak mudah, beraaat Marimar. Maka memohon pertolongan Allah adalah senjata utama kita. Yang membuat hidup kita susah, mudah, ribet, lancar, ya Allah.

Islam sudah menegaskan, kalau hidup mau mudah, salah satu yang harus kita lakukan adalah IQRO. Bukan cuma koar-koar: Gak bisa, gaptek, bingung.

Ya jelas gak bisa, gaptek, dan bingung, sebab memang gak punya ilmunya. Sama kayak masak ya, Mak. Kalau gak tahu ilmu masak (resep) dan belum ada jam terbang, gak akan jadi tuh rendang. Sekalipun resep (ilmu) sudah ada, tapi gak praktik masak, ya rendang gak akan simsalabim nongol di meja makan.

Secanggih-canggihnya resep, belum tentu percobaan pertama berhasil. Bisa gosong, keras, kurang gurih, atau bahkan keasinan. Mempraktikkannya berulang kali adalah bagian dari ikhtiar membuahkan hasil yang semakin bagus.

Sama halnya dalam bisnis, Mak. IQRO dari berbagai sumber. Kalau mau jadi chef bintang lima, latihannya harus lebih giat dari abang nasi goreng. Kalau mau bisnis sukses, jadi miliarder, ikhtiarnya harus kayak chef profesional. Latihan berulang kali dengan tekun, gigih, konsisten, dan penuh gairah.

Hari ini Emak udah belajar apa untuk meningkatkan perkembangan bisnis?

Bulan ini sudah ada strategi baru apa agar pemasaran lebih baik?

Tahun ini keilmuan bisnis apa yang membuat manajemen perusahaan Emak lebih efisien, produktif, dan profitable?

Stop mengeluh. Terima aja, selama ini bisnis gak bertumbuh sebab keilmuan dan kinerja kita gak bertambah. Pengorbanan kita belum cukup banyak untuk membayar kesuksesan.

Ikutin cara ini:

1. Berhenti kepoin hidup orang lain.

2. Fokus evaluasi diri, apa yang harus diperbaiki.

3. Tambah ilmu baru setiap hari.

4. Cerdas memilah prioritas hidup.

5. Berusaha profesional dalam setiap peran yang Allah amanahi.

6. Rekrut karyawan untuk bantu ngurus bisnis. Bikin kita lebih serius dan gak jadi sampingan lagi.

Kalau Emak belum paham “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop”, doain ya bukunya terbit akhir bulan ini. Insyaa Allah jadi wasilah ilmu untuk Emak gedein bisnis.

Selain 6 poin di atas, cobain deh, Emak tulis 20 hal buruk yang ada dalam diri Emak, yang mau Emak hilangkan. Lalu tulis juga 20 hal yang ingin Emak tingkatkan/tambah dari diri Emak.

Ingat ya, TULIS!

Lalu mulai coret, setiap kali Emak sudah hilangkan hal buruk, dan ceklis ketika hal baik sudah ditambah/ditingkatkan.

Bismillah, ini ikhtiar kita untuk memantaskan diri memperbesar daya tampung kebaikan (uang, kemudahan, kebahagiaan, mendatangkan peluang, networking, dll). Ketika kita memiliki kapasitas diri yang besar, semakin besar juga daya tampung kebaikan kita.

Siap menjadi pribadi yang lebih baik, Mak?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

SOLUSI SAAT MENTAL SEDANG DOWN JALANI BISNIS

“Mak Muri pernah gak sih sedih, down, terpuruk ketika jalanin bisnis?”

Sering.

Sudah gak kehitung berapa kali terucap kata “aku ingin menyerah”. Namun lagi-lagi keluarga adalah penguat diri ini. Walau kadang gak semujarab itu untuk langsung bangkit.

Saat pandemi ini pun pernah menjadi salah satu titik terendah mentalku. Sampai gak mau berjuang sama sekali. Cuma bisa meratapi diri beberapa hari di kamar. Berasa The End of The World. Ngapain harus berjuang lagi? Hidup sudah mau selesai tampaknya.

Alhamdulillah, izin Allah, badai kegalauan sudah bisa terlewati (lagi). Banyak sekali hikmah yang aku dapat.

Ini beberapa hal yang aku lakukan untuk menyembuhkan diri:

1. Berhenti kepo pada kehidupan orang lain, terutama di media sosial. Faktanya, media sosial itu hanya menampakkan sisi manis, iye kan? Jadi berasa seakan hidup kita doang yang paling gak indah.

2. Lihat kehidupan orang di dunia nyata, terutama yang berada di bawah kita. Alhamdulillah aku tinggal di Desa Cihanjuang. Samping rumahku ada kebun sayur dan bunga. Jadi setiap hari aku bisa melihat para petani yang dengan rajinnya menggarap lahan. Ternyata itu bukan tanah mereka. Cuma sistem bagi hasil dengan juragan tanahnya. Mereka tetap tegar merawat dari bibit hingga panen. Kalau dibandingkan masa perawatan dengan hasil yang didapat, jauh banget dengan olshop yang cuma beberapa kali posting mungkin bisa dapet profitnya seperti mereka kerja berbulan-bulan.

3. Nangis sepuasnya. Lepasin aja. Biarkan air mata itu yang mendinginkan hati ini. Suara isak tangis pun jangan ditahan. Luapkan jika itu bisa membuat hati lebih ringan.

4. Pelukan hangat orang terkasih bisa menghasilkan energi positif. Jangan nunggu dipeluk, tapi minta aja secara lantang. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari, sambil dielus-elus punggungnya. Makin sering, makin bagus.

5. Baca Al-Qur’an dengan suara lantang, hingga lirih pun tak mengapa. Al-Mulk bisa menentramkan hati. Surat apa pun bolehlah, terserah maunya apa. Kadang, aku buka Al-Qur’annya ngacak, random gitu, Mak. Seakan Allah kasih petunjuk, milihin untuk kita baca yang mana. Tapi saranku, baca yang ada tafsirnya. Sehingga kita juga paham isi pesannya.

6. Sedekah membuat hati penuh syukur. Gak punya uang, barang pun bisa. Tak mesti barang baru, bekas juga boleh, yang penting layak pakai. Cek lemari pakaian Emak, suami, dan anak-anak. Keluarin minimal 1/3 dari isinya. Perabotan dapur, bantal, sprei, kursi, meja, kasur, dll. Aku pernah sampai sedekahin kasur, gantungan baju, karpet. Saking udah gak ada uang untuk disedekahkan. Ya udah ambil yang ada aja. Minta petunjuk sama Allah agar dipertemukan dengan orang yang pas untuk menerima sedekah kita.

7. Keluarin stok dagangan yang numpuk lama. Bikin mumet ya kalau lihat stok gak berkurang. Udah sekian purnama masih aja duduk manis dia di pojokan rak. Toh salah satu tujuan kita bisnis kan untuk kebermanfaatan hidup. Mau ngasih uang atau barang, sama-sama memberi manfaat. Jangan lupa minta petunjuk Allah, kepada siapa stok ini akan diberikan.

8. Lantunkan doa di berbagai waktu mustajab, termasuk setelah kita ngaji dan sedekah. Salah satu doa yang terus-menerus aku ucapkan saat sedih adalah minta diberikan kesabaran, kelapangan dada menerima takdir, ketentraman hati, pandai bersyukur, bahagia, dan keceriaan selalu tertanam dalam diri.

Allah-lah sang pemilik hati ini. Cuma Allah yang bisa membolak-balikkan rasa dalam dada. Bahagia, sedih, ceria, dll.

Mungkin Allah lagi cemburu. Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia. Mungkin Allah marah karena kita sombong, ngerasa seakan semua pencapain ini adalah hasil kinerja kita, padahal itu semua karena kebaikan Allah.

Semua yang kita dapat ini, cuma fasilitas sementara. Allah cuma pinjemin. Jangan terlalu erat menggenggamnya. Jangan ragu juga melepaskan jika memang perlu untuk menyelamatkan bisnis kita. Aku pernah jual mobil satu-satunya demi bisa nutupin biaya operasional kantor.

Gak tahu kan, Mak? Makanya jangan lihat manisnya aja. Toh dulu aku gak punya mobil baik-baik saja. Masa udah punya, terus akan sakit kalau gak punya. Nggaklah. Semua akan baik-baik saja, dalam hatiku terucap.

Alhamdulillah sekarang udah banyak taksi online. Jadi memudahkan, praktis, dan lebih murah. Naik angkot pun aku gak masalah. Dalam foto ini cuma pencitraan, aslinya aku gak bisa bawa motor. Jadi, kalau suami lagi gak bisa anter, ya udah tinggal panggil suami orang (sopir taksi online atau sopir angkot)

“Hidup ini indah, cuma kitanya aja yang bikin ribet.” Sunil Taulani – Penulis buku Gue Ogah Ribet

Iya juga ya, bener banget! Bismillah, hayu kita bangkit, Mak. Hidup dibawa simpel aja. Jangan terlalu ribet, gak boleh overthinking.

Ya Allah, jaga hati kami agar selalu dipenuhi rasa syukur, bahagia, dan ceria. Karena Ibu adalah pusat energi utama dalam keluarga. Kalau ibu bahagia, ibu bisa memancarkan kebahagiaan untuk seisi rumah.

Keep strong & happy, Mak! Luv u.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

SIAPA SEBENARNYA ORANG DI BELAKANG MAK MURI?

Bener gak sih ibu rumah tangga bisa sukses bisnis? Gimana ngurusnya tuh antara keluarga dan usaha? Bener gak pakai pengasuh, tanpa pembantu, tapi bisa ngurus keluarga dan jalanin bisnis juga?

Okey, aku akan buka-bukaan nih sekarang. Ambil baiknya aja kalau ternyata cocok, hempaskan yang jeleknya kalau Emak ngerasa gak sesuai.

Aku jarang posting kehidupan pribadi jika itu gak berkaitan dengan bisnis atau motivasi. Aslinya aku bukan tipe orang yang narsis. Bahkan bermedia sosial pun gak terlalu hobi.

Kalau gak posting, cuma mikirin nanti nilai engagement turun. Berat lagi naikinnya. Branding belum mencapai goalnya, harus terus maintenance. Marketing masih harus dibantu, biar selling juga naik.

Yes, media sosial bukan aku banget sebenarnya. Aku pribadi baik-baik saja kalau gak posting beberapa hari. Bahkan pernah uninstall aplikasinya.

Cuma ada dua tujuanku dari penggunaan media sosial:

1. Bisnis

2. Pahala

Kalau postingan gak naikin bisnis dan gak ada nilai pahalanya, ngapain main media sosial? Kepoin kehidupan orang lain, gak aku banget. Takut cuma ngotorin hati.

Jadi, bagi Emak yang ngerasa gak hobi media sosial, ya sabar-sabarin aja. Paksa diri untuk suka demi gedein bisnis dan banyakin pahala. Bisa kok dipaksa. Aku udah jalanin ini lebih dari 10 tahun dengan konsisten. Alhamdulillah hasilnya mantul.

Nah, untuk membantu agar menjaga konsistensi kelola media sosial, yang mana ini adalah “Kantor Emak Olshop”, maka kita butuh ada yang back up.

Pertama, REKRUT KARYAWAN. Tanpa jeda, pengelolaan media sosial terus berjalan selama jam kerja. Akun personal (asli maupun kloningan), fanpage, grup, dan inbox dibantu penggarapannya oleh karyawan. Jangan bayangin aku semua yang ngerjain itu. Bisa-bisa aku jadi kurus.

Kedua MINTA SUAMI RESIGN. Alhamdulillah Allah lembutkan suami untuk melepaskan kariernya di bidang yang sangat disuka, yaitu fotografi. Saat bergabung ke RAZHA, tugas suami jadi fotografer. Alhamdulillah masih nyambung dengan passionnya.

Selain itu, suami juga jadi sopir, tukang angkut, kebersihan, seksi sibuklah. Maklum, dulu karyawan baru dikit. Jadi sisa kerjaan dipegang berdua oleh aku dan suami. Namun memang, tidak dipublikasikan. Jadi seakan yang ngurus bisnis ini Mak Muri seorang.

Tahun 2013 mulai berdiri SBO (Sekolah Bisnis Online). Tahukah Emak, gak semua kelas yang ngajar itu aku.

Jadi, dulu tuh SBO kelasnya di grup Facebook ya, dan jamnya malam. Ada masanya anakku rewel. Jadi yang ngajar ya suamiku. Pakai akun Facebook aku. Ya kayak di foto ini. Suami rela dipanggil Emak saat ngajar online. Demi kenyamanan para peserta yang maunya diajarin sama perempuan juga.

Suami juga yang nyusun kurikulum di SBO, yang bikin slide materi, juga yang upload ke grup Facebook kala itu.

Couplepreneur bisa berjalan, jika bisa satu visi. Berbagai ‘pengorbanan’ dilakukan bersama. Turunin ego, yang penting visi tercapai. Toh hasilnya dinikmati berdua, kan? Suami yang paling tegas. Gak boleh rekrut pengasuh. Anak harus sama ayah bundanya.

Lalu bagaimana dengan bisnis yang ingin dibesarkan? Tentu harus lebih banyak waktu, tenaga dan pikiran untuk ngurusnya. Ya tambah karyawannya. Delegasikan lebih banyak pekerjaan. Sehingga kita sebagai pemilik bisnis, tetap punya banyak waktu untuk keluarga.

Kalau dibandingkan dengan pebisnis lain, jumlah omzet sama, tapi karyawan kami jauh lebih banyak jumlahnya. Kata suami gak apa-apa, yang penting kami punya banyak waktu untuk keluarga. Sehingga prinsip “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus” bisa terwujud. Gitu Mak, kata suamiku.

Sudah kejawab rasa penasarannya?

Jadi bisa kok Ibu Rumah Tangga punya bisnis. Asalkan harus punya tim yang support bisnisnya. Gak bisa wonderwoman, harus wonderteam.

Siap rekrut karyawan?

Doain ya. Akhir bulan ini launching buku baru tentang “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Olshop”. In syaa Allah jadi ilmu yang bermanfaat untuk banyak orang. Supaya makin banyak pengusaha sukses namun keluarga tetap dapat perhatian penuh.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

MAU PUNYA KANTOR OLSHOP YANG GAK NYAMPUR SAMA RUMAH?

Bisa banget… caranya:

1. Sabar ngumpulin untung walau recehan 5.000 perak dari tiap produk yang dijual.

2. Punya banyak stok air mata ketika dikomplain konsumen. Kalau emang sedih, ya nangis aja. Gak usah ditahan, yang penting bisa lega jadi tetap waras.

3. Lapang dada ketika “makan hati” ngurus karyawan. Ekspektasi tak sesuai realita. Jangan ketinggian halunya. Tetap hadapi kenyataan bahwa karyawan perlu dikelola dengan ilmu dan kesabaran.

4. Perbesar kapasitas diri setiap hari tanpa nanti. Ya kalau diundur belajarnya, pencapaian juga ikut mundur. Doanya pengen cepet sukses, tapi gak mau cepet-cepet baca buku yang udah dibeli. Emak lagi halu namanya.

Gak kehitung berapa kali pindah kontrakan petakan dari awal nikah. Balik lagi nyampur sama orang tua, biar bisa hemat biaya hidup. Sekitar 2 tahunan antara tinggal di rumah orang tuaku + ngontrak petakan.

Tahum 2011 pindah ke Bandung. Tinggal di pondok mertua indah 7 tahun. Baru di tahun 2017 bisa bangun rumah sendiri. Tapi kantor masih nyampur di rumah. Berasa gak punya privasi. Kehidupan bisnis dan rumah tangga gabung jadi satu.

Tahun 2019 baru bisa ngerasain indahnya memisahkan kehidupan bisnis dan keluarga. Walau masih berada di halaman yang sama. Perjalanan panjang, gak instan, kadang profit, kadang nombok. Itulah realita bisnis. Jangan cuma mau denger manisnya aja. Karena semua itu sepaket. Enaknya + Gak Enaknya.

Orang lain bisa ngumpul sama temen. Saya berjibaku hingga lelah menderu.

Orang lain liburan, saya masih harus hadapin lemburan.

Orang lain rebahan, saya jumpalitan belajar ini itu.

Hingga akhirnya, satu per satu pencapaian Allah kabulkan. Dengan mengharap semua ini Allah ridho. Cuma itu yang kita kejar ya kan, Mak?

Di awal merintis, sabar… Hemat… Hemat… Hemat… Tunda kesenangan, namun bukan berarti gak bahagia. Sebab bahagia itu tergantung standar. Sampai sekarang aja aku masih hemat. Ada yang sadar gak kaos kaki aku bolong? Antara hemat atau pelit ya ini. Baru sadar pas dipakai, ini celamis wudhu RAZHA. Terus males ganti.

Semangat berjuang, Mak. Naik turunnya bisnis ya hadapi saja… Memang begini lika-likunya. Selow dulu gak apa-apa, untuk jaga kewarasan jiwa. Yang penting jangan berhenti. Lambat lebih baik dari berhenti!

Karena kura-kura bisa bertahan hidup walau dia lambat. Nanti ketika sudah full lagi semangatnya, baru kita gaaassss! Berpacu bagai kuda perang Rasulullah yang gagah perkasa mengejar ridho Allah.

Saat ini, Emak lagi jadi kura-kura atau kuda?

Its ok, aku tetap sayang kamu. Keep strong, Mak!

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

TIPS GAMPANG BIAR KONSUMEN CEPET TRANSFER

“Mak Muri gimana sih cara jawab chat konsumen yang bener?”

“Aku sering nih dapet php-an dari konsumen. Katanya mau beli, udah aku totalin, Tapi kagak jadi.”

Waduuh, apakah Emak yang lain sedang merasakannya juga?  Oke, oke nih aku kasih beberapa tips, agar konsumen Mak cepet closing alias transfer!

1. Pakai sapaan, jangan tiba-tiba langsung nawarin produk atau ngasihin harga. Misalkan:

Assalamualaikum Mak, perkenalkan saya Tari Admin dari RAZHA, boleh tau ini dengan Mba siapa?

Nah, ketika mereka sudah memperkenalkan namanya, lalu kita sapa dengan… Oiya salam kenal ya Mak Novi.

2. Tanya kabar dan gali kebutuhan.

Bagaimana kabarnya hari ini Mak Novi? Semoga Allah selau sehatkan Mak Novi dan keluarga selau ya.

Ada yang bisa saya bantu Mak Novi?

3. Akhiri dengan pertanyaan. Misalnya…

Mak konsumen: Kalo khimar yang ini, harganya berapa Mak?

Mak olshop: Khimar series ini, harganya 100.000 Mak Novi, saat ini sedang ada promo buy 1 get 1 warna basic. Kira-kira Mak Novi mau pilih yang warna black, white, marron atau navy untuk promo gratisnya?

4. Gunakan emot ketika sedang chat. Contohnya:

Baik Mak Novi, batas transfernya hingga jam 5 sore ini ya untuk dapatkan promo buy 1 get 1 freenya. Jika sudah transfer bisa langsung konfirmasi di sini.

Membuat diri merasa berguna untuk sebanyak-banyaknya orang, adalah kebahagiaan tak terkira. Merasa dibutuhkan, dititipkan amanah yang banyak dan gak nyusahin orang.

Kerja sebulan untuk setara dengan penghasilan setahun.

Gak perlu KPR 15 tahun, cukup kerja cerdas 3 tahun untuk punya rumah impian.

Bisa ngenyangin perut 50 orang setiap hari.

Kuncinya, naikin standar kepuasan atas pencapaian kita. Sekali lagi, manusia diciptakan dengan peran pentingnya masing-masing.

1. Temukan peranmu.

2. Perbesar jangkauan kebermanfaatanmu.

3. Kerja keras dengan cerdas mendapatkan hasil banyak dan cepat.

Boleh menyerah, untuk menjaga kewarasan jiwa. Lalu pasrahkan hasilnya ke Allah.

Kemudian bangkit lagi, lihat ke poin satu dan lanjutkan perjuanganmu.

Selamat memainkan peranmu Mak, Allah selalu siap membantu.

SELAMATKAN MASA DEPAN ANAK KITA

Bagi saya, untuk membuat anak senang membaca buku, gemar mempelajari hal baru, tekun mencari solusi, gigih menyelesaikan masalah. Bukan sekadar dengan ocehan/nasihat. Namun harus dengan TELADAN.

Anak akan melihat, apakah kita sang ibu ini.

Pesimis

Penggerutu terhadap keadaan

Menyalahkan situasi

Gampang menyerah

Kabur dari masalah

Maka seperti itulah mereka kelak. Karena anak-anak itu seperti spons, menyerap apa yang mereka lihat di sekitarnya. Dan tentu kita lah yang paling sering mereka lihat.

Pelajaran tentang MINDSET jarang hadir di sekolah. Dan soal si MINDSET ini yang paling penting dalam “menjadi pemenang atau pecundang di masa depan.” Betapa kita selama ini memiliki mindset yang salah. Dari hal besar, kecil hingga yang paling mendasar mengenai keimanan sekali pun. Dan itu sudah membuat kita selama ini susah. Masa iya mau anak-anak kita nanti mengulang kesalahan kita yang sama.

Contoh sederhana:

Salah: Kalau gak kerja kantoran, gak dapet uang.

Benar: Padahal uang itu dari Allah, dan Allah menyebarkannya di muka bumi dengan banyak cara. Sehingga ketika lowongan kerja tidak berpihak padanya, mereka harus mampu mencari solusi lain dan yakin Allah kasih rezeki dari banyak pintu.

Salah: Kalau keturunan miskin, ya miskin aja, gak usah mimpi kaya.

Benar: Padahal Allah sudah tuangkan di Al-Qur’an. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d:11) Apa pun kondisi saat ini, jika mau berubah, maka harus mengubah diri sendiri. Dan Allah telah mengizinkan itu, maka untuk menjadi makmur sejahtera adalah hak semua orang.

Salah: Kalau gak laku, itu bukan bidangmu. Ganti jualannya.

Benar: Setiap penolakan adalah pembelajaran. Bukan akhir permainan. Lakukan evaluasi dan pembenahan serta perbaikan terus menerus. Maka hasil terbaik akan didapat. Bukan barangnya yang diganti, tapi cara menjalankannya yang diganti dulu.

Hayu Mak, itu tugas kita. Jangan harap MINDSET POSITIF TENTANG KEHIDUPAN didapat dari sekolah sepenuhnya. Maklum, satu guru, harus ngurus banyak murid. Pahami kesibukan guru. Guru di sekolah hanya pendamping, guru utama ya kita.

Ngerasa gak sih, teman-teman sekolah kita yang lain, suksesnya beda-beda. Padahal guru sama, materi sama, masa sekolah sama. Tapi hasil yang didapat beda. Itu karena MINDSET YANG DIMILIKI MASING-MASING ORANG BEDA, SEBAB MEREKA DIBESARKAN DI KELUARGA YANG BEDA.

ENAM HAL INI, JADI JALAN MUDAH MENUJU KESUKSESAN

Beberapa orang bilang, “sukses” jadi hal yang gak mungkin untuk dia. Padahal, tiap orang punya waktu “suksesnya” masing-masing.

Nah, waktu ini gak bisa kita tunggu tanpa melaukan apa-apa. Bener kan, Mak?

Jadi, yuk biar makin deket menuju kesuksesan. Kita coba lakukan 6 hal ini:

1. Kerja keras. Karena berdoa aja gak akan cukup! Kalau gak ada action alias tindakan. Setuju Mak? Allah pun sudah berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (TQS. Ar-Ra’d [13]: 11).

2. Sedikit komplain. Belum juga mulai bisnisnya, udah kebanyakan ngeluh.

“Ah susah deh jualan di Instagram, aku gak bisa melulu.”

“Kok dia jualannya laris manis, aku gini-gini aja ya?”

“Kenapa orang lain kayaknya gampang. Aku mah mumet.”

Kurangin ngeluh, banyakin bersyukur, besarin ikhtiar. Siap Mak?

3. Mendengar lebih banyak. Gak semua komplenan, kritikan dari orang itu buruk. Malahan, ini jadi bahan introspeksi diri, biar Mak maupun bisnis Mak makin baik lagi kedepannya.

4. Gagal? Coba lagi, belajar, dan bertumbuh. Jadikan kegagalan sebagai sebuah perjalan menuju kesuksesan. Beberapa tahun lalu, 6 bisnisku gulung tikar Jika aku menyerah saat itu dan tidak membangun RAZHA. Mungkin Mak gak akan kenal dengan “Mak Muri” sampai saat ini.

Jadi, jangan patah semangat. Teruslah berjuang ya Mak.

5. Ketika ada masalah, jangan kebanyakan curhat di sosmed hihihihi. Lebih baik minta dimudahkan sama Allah. Betuuul?

6. Gak usah banyak alasan!

Pengen mulai bisnis, tapi gak ada laptop, terus jadinya gak mulai-mulai. Padahal, sekarang mah bisnis bisa pake apa aja. Salah satunya smartphone yang Mak pegang sekarang.

ENAM BISNISKU YANG SUKSES DITUTUP

Ada orang di bisnis pertama langsung sukses. kata orang yang seperti ini namanya hoki. Kenapa? Karena baru pertama kali langsung sukses. Yah, terlepas dari hoki atau bukan, kalau boleh milih, mending seperti itu ya Mak. Hehehe, gak perlu capek.

Tapi lebih banyak lagi orang yang setelah berbisnis ini itu, bangkrut yang pertama. Nggak kapok, bangun bisnis lagi. lalu napas sebentar. dan mulai bisnis kembali. Terus seperti ini sampai akhirnya di bisnis yang kesekianlah ia akhirnya sukses dan bisa menikmati bisnisnya.

Nah, cerita yang kedua ini lebih banyak yang meraskannya. aku pun seperti itu.

– Buka bisnis kuliner ayam bakar, hanya kuat beberapa bulan dan sukses ditutup

– Bisnis aksesoris perempuan, dengan model-model yang keren. Lalu bingung menjualnya gimana. Sukses juga ditutup.

– Garage sale, ngumpulin barang-barang bekas lalu dijual offline dan sisanya dijual online, sukses ditutup juga.

– Jualan buku, karena suppliernya bangkrut, akhirnya aku juga terkena imbasnya. Sukses ditutup.

– Jualan perlengkapan anak dan bayi, ternyata gak betah juga main disini, tutup deh.

Apa Mak Muri KAPOK JUALAN?

Tentu tidak donk Mak, kalau aku kapok. Gak mungkin Mak ketemu aku yang sekarang hihihi.

Jadi, ketika GAGAL, ya BANGKIT lagi.

Dan tiap kegagalan itu jadikan pelajaran. Ohh, ternyata aku salah sistemnya disini.

Seharusnya aku punya ilmunya dulu, baru mulai.

Kerasa deh Mak, jika disetiap kegagalan. Kita ubah jadi pengalam dan pelajaran. Buanyaak banget yang bisa kita dapatkan disitu.

KUNCI BISA BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Selama 10 tahun jalanin bisnis, berasa kaya naik rollercoaster. Kadang happy, kadang nangis, kadang naik pitam, kadang melongo gak jelas. Gak semua project berjalan dan membuahkan hasil. Gak semua perencanaan berjalan mulus.

Lalu bagaimana menata hati agar bisa bangkit dikala roda sedang berputar ke bawah?

Ini yang aku lakukan Mak…

1. Banyak mengenal sosok pengusaha lainnya yang sudah bangkrut lebih banyak. Tapi yang juga telah berhasil bangkit kembali. Membuatku tegar ketika menyadari bahwa ujianku cuma 10% dari beban yang telah dia hadapi. Dia aja bisa, masa aku yang cuma receh gini nangis bombay kelamaan.

Bisa tatap muka langsung, nonton video di YouTube, nyimak FB/IG nya atau baca buku yang mereka luncurkan.

2. Korban vs Pemain. Bagi yang masih mengucapkan “kenapa aku yang harus begini?” itu berarti Mak memposisikan sebagai korban. Sang korban meratapi nasibnya, merasa bahwa dirinya korban keadaan, korban suami atau korban lingkungan dll.

Lain halnya dengan mindset PEMAIN. Dia merasa apa yang dihadirkan dalam hidupnya adalah untuk membuatnya menjadi lebih tangguh, lebih kuat, lebih baik, lebih hebat dan lebih disayang Allah.

Penghasilan suami gak cukup, atau kecil atau bahkan tidak berpenghasilan. Maa syaa Allah… Pintu pahala untuk istri yang membantu penghidupan untuk keluarga. Dapet konsumen bawel, maa syaa Allah pintu pahala dari kesabaran.

Kritikan konsumen pedes banget, maa syaa Allah dapet banyak pelajaran berharga untuk perbaikan bisnis. Ketipu supplier, maa syaa Allah jadi tahu bagaimana lebih waspada, harus belajar menilai karakter orang, bikin sistem yang lebih baik, dll.

Gagal produksi, maa syaa Allah ternyata makin tau ini itunya seputar dunia produksi. Bagi PEMAIN, semua takdir Allah itu baik. Allah sedang mempersiapkan kita untuk pantas mendapatkan apa yang kita impikan.

Impiannya besar, kan? Masalahnya kapasitas diri kita belum cukup besar untuk meraihnya. Maka Allah siapkan kita. Allah sayang banget sama kamu, Mak. Iya kamu…

3. Lihat ke bawah, mereka yang jauh lebih berat kondisinya. Mereka yang tidak seberuntung Mak. Anak kita rewel, mereka ada yang harus bolak-balik masuk RS karena anaknya ada kelainan medis.

Bisnis kita sedikit omzetnya, mereka belum tentu bisa makan hari ini. Suami kita penghasilan kecil, mereka harus merawat suami yang lumpuh namun tetap juga harus mikirin cari makan untuk suami dan anak-anak.

Ya, bersyukur membuat hati kita lebih lapang. Kita bukan orang yang paling menderita di dunia. Jangan lebay. Seburuk apa pun kondisi negara kita, jauh lebih baik dibanding Emak harus berada di medan perang yang tak kunjung usai seperti di Palestina.

Mundur sejenak, keluar dari hiruk pikuk dunia, menyatu dengan alam. Maa syaa Allah… Jika dilihat dengan hati yang lapang, tahun 2020 penuh dengan kebaikan berlimpah yang bahkan tidak cukup jika semua dituliskan.

KARYAWAN PRODUKTIF VS KARYAWAN SIBUK

“Mak Muri, kenapa ya penjualanku akhir-akhir ini merosot? Perasaan, aku udah banyak yang bantuin sekarang. Ada karyawan bagian CS, Pakcing, dll.”

Coba lihat kembali, karyawanmu kerjanya produktif atau sibuk? Jangan sampai, kesalahanku beberapa tahun kemarin, malah kejadian di Emak. Yaitu, gak controlling kerja karyawan. Lalu karyawan malah kerja yang tidak menghasilkan. Nah, ini BAHAYA MAK!

“Mak Muri, karyawan produktif sama sibuk tuh bedanya apa sih, Mak?”

Misalnya nih Mak…

Karyawan 1: Yang dikerjain banyak. Dari bikin caption, posting, sampai buat desain. Tapi hasil yang dia buat kagak ada Alias cuma posting doang. Gak ngaruh apa-apa.

Ini udah jelas, ia cuma sibuk doang. Belum mikirin, gimana konten yang dia buat bisa naikin penjualan.

Karyawan 2: Yang ia kerjain banyak juga. Dari desain, bikin caption, sampai posting. Tapi, sebelum buat semuanya. Si Karyawan 2 ini mengkonsepkan dulu, biar konten yang ia buat bisa menghasilkan. Ini termasuk karyawan yang produktif.

Contoh lainnya:

Karyawan 1: Ia kerja di bagian CS, atau tim sales. Karyawan 1 ini, hanya mengandalkan leads yang masuk. Nah, ketika leadsnya lagi sepi. Ia gak melakukan apa-apa, gak mau bergerak, gak ada ide lainnya. Ini termasuk sibuk, yang tak menghasilkan.

Karyawan 2: Yang ini pun sama, bekerja di bagian CS/tim sales. Ketika leadsnya sudah habis. Maka ia melakukan follow up, ternyata dari sinilah terjadinya banyak penjualan. Nah, kalau ini masuk ke karyawan produktif. Alias tidak hanya menunggu, tapi memancing hasil

Sudah mulai paham sampai di sini, Mak?

Sekarang, tugasnya Emak untuk bikin semua karyawan Emak bekerja dengan produktif!