MOTIVASI VS IMAJINASI

(Negara Membutuhkan Emak Olshop)

“Tidak ada perasaan buruk dan kesialan, dan yang lebih baik dari itu adalah rasa optimistis.” Maka ditanyakanlah kepada beliau, “Apa yang dimaksud dengan rasa optimistis?”

Beliau bersabda, “Yaitu kalimat baik yang sering didengar oleh salah seorang dari kalian.

(HR Ahmad)

Maa syaa Allah.. jadi MOTIVASI (mengajak optimis) itu bukan IMAJINASI.

Ayo saling menguatkan TAUHID. Betapa Allah super baiiiiik banget.

Apapun yang Allah berikan untuk kita saat ini ya sudah takdirNya. Kita lahir di Indonesia, dengan pemerintah yang begini, dengan alam yang sangat indah, suku budaya beraneka ragam.

Sungguh tugas kita adalah doa, sabar, syukur dan ikhtiar. Ikhtiarlah sesuai porsinya.  Apa yang bisa kita kerjakan untuk memaksimalkan amanah dari Nya. Bukan cuma celoteh nyinyiran.

Allah amanahi Smartphone, ya pake lah dengan smart untuk mendulang pahala. Bukan untuk berdebat kusir.

Kenapa Allah hadirkan orang jahat di sekitar kita?

Untuk kita mendulang pahala juga. Sabar, ambil hikmah dan peluang syiar.

Jadi kalo ada yang belum baik, bukan dibenci, tapi disyiarkan kebaikan kepadanya. Kita sekedar mendoakan pun dapet pahala.

Seperti kita mendoakan para pemimpin negri menjadi Soleh 🥰👍

Kita jadikan hikmah ke anak cucu agar tidak mencontoh hal buruk seperti mengambil yang bukan haknya. Yang kuat membantu yang lemah.

Semua orang ada porsinya. Pada jaman peperangan, ada yang bertugas angkat senjata, ada yang di dapur umum, ada yang bagian pendidikan demi melahirkan generasi penerus yang unggul, serta ada yang di bagian medis, dll.

Sekarang kita tanyakan masing-masing, mau pegang porsi yang mana? Mau ambil peran apa dalam perubahan ini?

Tidak ada peran yang tidak berdampak.

Misalnya ketika ada orang yang senang dengan laut, dia fokus pelestarian terumbu karang. Seakan sepele ya. Tapi tahukah Mak, jika terumbu karang rusak, sebagian makluk laut punah, keseimbangan alam terganggu, bencana besar pun datang.

Peran kita saat ini sebagai Emak Olshop, jangan dipandang sebelah mata. Coba bayangkan.. Jika ada 1 juta Emak Olshop, masing-masing buka 3 lowongan kerja. Maka sudah terbantu 3 juta pengangguran di Indonesia loh.

The Power of Emak Olshop.

Belum lagi para pengrajin yang akhirnya dapet orderan, tukang angkut bahan, kurir, bahkan sampe asisten rumah tangga jadi banyak diperlukan, sebab Emak Olshop sibuk ngurus bisnis

Keren apa keren banget ini peran Emak Olshop? Maa syaa Allah…

Sungguh setiap orang adalah Khalifah di muka bumi. Maka ambillah peranmu, dan mainkan dengan baik.

Gak ada orang yang gak penting, semua orang penting.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

FOKUS PADA KEBUTUHAN KONSUMEN, BISNIS BERTUMBUH

Palugada: Apa Lo Mau, Gue Ada.

Sudah sangat familier dengan kalimat itu ya, Emak Olshop?

Ada mazhab berbeda nih, yang membolehkan dan yang tidak. Bagi yang tidak, menjual satu produk akan jauh lebih fokus, katanya. Ya betul, setuju.

Aku sih orangnya santuy, gak menyalahkan dan gak terlalu fanatik dengan satu konsep bisnis. Fanatiknya sama profit. Ngapain jalanin bisnis yang gak ada profit, iya kan? Mending ngurus cucian, nemenin anak belajar, dan pijetin suami. Pahalanya gede banget.

Ini hanya tentang sudut pandang. Benar bagi saya, namun kalau bagi Emak gak nyaman, ya gak apa-apa. Gak usah diikutin.

Jadi gini…

Tahun 2011 mulai RAZHA, produsen Inner Hijab. Targetnya cari Distributor dan Agen. Alhamdulillah laris, aku sampai jadi OKB. Terus ngalamin fase boros, keuangan kacau. Jangan ditiru!

Tahun 2013, banyak yang melihat pertumbuhan RAZHA, namun gak mau ikut gabung jadi Mitra. Maunya gedein bisnis sendiri. Yo wis, aku ajarin caranya. Lalu makin diserbu nih. Lah aku keteteran kalau ngajarin semua orang. Bisnisku gimana?

Akhirnya lahirlah SBO (Sekolah Bisnis Online), bantu para Emak Olshop gedein bisnis masing-masing. Alhamdulillah banyak yang udah jadi miliarder, bahkan melebihi RAZHA. Gak apa-apa, aku ikut bahagia. Udah punya mental guru. Kesuksesan murid adalah kebahagiaan guru.

Paham kenapa berdiri SBO?

Ya permintaan pasar. Dengan dibuat terorganisir, ada karyawan yang terlibat, Mentor banyak, SBO jadi berbayar. Alhamdulillah sudah lebih dari 25.000 Alumni SBO yang tersebar di 16 negara.

Tahun 2017, aku makin komporin Emak Olshop bangun organisasi bisnis (rekrut karyawan) supaya gak keteteran dan gak sekadar ‘sesempetnya’ (ya itu yang bikin bisnis lama berkembang). Lahir buku #RAMSBO Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online.

Tapi akhirnya mereka bingung cari karyawan yang sudah kompeten dengan ilmu Digital Marketing. Sebab sekolah zaman sekarang (kala itu) gak ada pelajaran yang relevan.

Nah tahun 2018, berdirilah SAO (Sekolah Admin Online) yang tujuannya mendidik lulusan SMK dengan ilmu Digital Marketing selama 2-3 bulan. Nanti lulusannya aku salurin untuk alumni SBO yang butuh karyawan.

Namun kenyataannya yang daftar 99% Owner Olshop, bukan target market yang aku tuju. Rezeki gak boleh ditolak, hitungan hari soldout tiketnya. Akhirnya kami geser Target Market. SAO ini belajarnya offline, jadi untuk market yang gak mau belajar online di SBO, ada SAO.

Pandemi menghantam keras di Maret 2020. Hampir seluruh orang di dunia gak siap. Termasuk pengusaha di Indonesia. Yang offline paling kelabakan. Mau hijrah ke online, masih gagap. Butuh ada yang bantu.

Aku hidupin lagi deh YUUKA (Jasa Pengelolaan Sosial Media) yang 2 tahun lalu pernah aku rintis. Ternyata booming! Saat ini sudah lebih dari 1.200 transaksi jasa dari klien YUUKA.

Banyak yang punya akun Instagram, tapi gak bisa datengin traffic. Aku hadirkan MH Management di tahun 2021 untuk bantu mereka datengin pengunjung hingga follower.

Pengen bisnis tapi gak punya modal. Yowis belajar jualan dulu aja, tanpa modal di TOKORAME x SBO.

Punya stok numpuk tapi gak tau gimana cara larisinnya? Hayu belajar di Pendampingan Bisnis MuslimahPreneur SBO x JNE.

Abis ini apa lagi? Coming soon…

Nah kesimpulannya apa, Mak?

Dengan kita peka terhadap kebutuhan konsumen, kita boleh menghadirkan banyak produk/jasa/bisnis. Usahakan dari tanggal 1 sampai tanggal 30, uang mereka ngalir terus ke rekening, Mak. Kalau gak ke Emak, dijamin tetep keluar kok uang mereka, tapi ya ke orang lain.

Nah kunci dari jualan/bisnis Palugada adalah FOKUS SATU TARGET MARKET!

Kenali lebih deket lagi, apa kebutuhan mereka. Apa permasalahan mereka. Kita hadir bagaikan “Pahlawan Bertopeng” yang memberikan jawaban atas kebutuhan mereka dan memberikan solusi dari permasalahan mereka.

Misalnya Emak jualan gamis, skincare, buku anak, perabot, pembersih mobil, makanan, dll. Boleh… inget kuncinya, fokus satu target market.

Jangan sampai jualan gamis 150 ribu, tapi jualan tas harga 1 juta. Ini udah beda target market dari segi tingkat ekonomi. Atau casing HP gaya ABG, tapi skincare Emak-Emak. Ini juga beda target market dari kategori usia.

Paham sampai sini, Mak?

Paham juga dong Mak Muri gak akan bisa ngurus semua bisnis itu sendirian. Alhamdulillah yang bantuin banyak. Biar aku tetap bisa punya waktu untuk keluarga. Hayu Emak juga bisa kok, aku pun merintis dari nol. Tuh lihat sambil gendong bocah.

Hancurkan dulu mental block. Beraniin rekrut karyawan, selanjutnya akan mengalir aja proses belajarnya kita ngurus karyawan. Learning by doing, Mak. Kan maunya bisnis makin besar dan banyak, kerepotan juga akan banyak. Biar gak repot ya kudu ada yang bantu. Jangan jadi Super Woman, tapi harus Super Team.

Untuk panduannya, Emak bisa manfaatkan Buku “Bisnis Online Autopilot, Jilid 1 – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online Shop”

https://bit.ly/InfoBukuBOAP

Kalau ada kendala saat praktiknya, nanti bisa diskusi sama aku dan Tim di grup WA khusus. Tapi ini hanya untuk yang order selama periode Booking List 22-27 Juli 2021.

Aku bisa, Emak juga bisa. Kita menebar manfaat di dunia, demi ngumpulin bekal untuk akhirat. Minta ridhomu ya Allah.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KUNCI MEMPERTAHANKAN BISNIS ONLINE

 + “6 kali ganti usaha, kenapa gak kapok ya?”

– “Maklum kepepet. Butuh makan.”

+ “Kenapa gak kerja kantoran aja? Kan sarjana?”

– “Maklum kepepet juga.”

+ “Maksudnya?”

– “Aku pengen hasil yang jauh lebih banyak dari nilai gaji. Karena kebanyakan mau ini itu. Aku juga memosisikan diri kepepet untuk bisa selalu deket sama keluarga. Mungkin bagi yang belum pernah kehilangan (anakku meninggal di usia 2,5 bulan) gak tahu rasanya. Betapa umur sebenarnya begitu singkat.”

Syarat pertama ketika ingin mempertahankan bisnis online, walau berbagai badai harus diterjang, adalah memiliki ALASAN YANG KUAT. Saat merasa down, goyah untuk ngelamar kerja kantoran lagi, aku ingat-ingat kembali betapa gak enaknya berpisah sama anak. Alhamdulillah bisa kembali teguh memegang jalan hidup jadi Emak Olshop.

Tantangan terbesar (lagi) seorang Emak Olshop adalah kegalauan membagi peran antara ngurus bisnis vs ngurus keluarga. Pengen semuanya keurus, pengen keduanya berhasil dengan nilai bagus, berharap sempurna dan adil.

Sayangnya, saat impian makin besar, kerjaan jadi makin banyak. Udah ngurangin jam tidur, sampai gak punya waktu istirahat, 24 jam sehari rasanya gak cukup.

Maka, jangan malu meminta bantuan. Karena kita memang makhluk sosial. Delegasikan urusan domestic. Alhamdulillah jadi ladang pahala kasih pintu rezeki untuk Bibi.

Bagi tugas bertahap pada 5 divisi dalam bisnis:

1. Produk

2. Pemasaran

3. Penjualan

4. Keuangan

5. SDM

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, hihiii… Nyambung gak sih istilahnya?

Memang kalau semua kita yang ngerjain sendiri, seakan terasa lebih cepet. Dan hasilnya sesuai dengan keinginan. Namun, mau sampai kapan kita keteteran ngurus keluarga dan bisnis? Memasuki tahun ke-11 menyelami dunia bisnis, makin banyak belajar. Ternyata makin nyadar kalau banyak yang belum dipelajari.

Namun kalau waktu Emak tersita untuk jawabin chat terus, ngurusin lakban terus, satu-satu follow-jawab comment-bales inbox, lah kapan ada waktu untuk belajarnya? Sebab ilmu akan memudahkan banyak hal, kita tahu itu. IQRO!

Belum lagi tiba-tiba pandemi. Gak ada persiapan apa-apa baik finansial maupun perencanaan daruratnya. Eh Tiba-tiba TikTok dating. Tiba-tiba di Instagram ada Reels, besok apa lagi perubahannya…

Memperhatikan perubahan-perubahan kecil sejak awal, membantu kita beradaptasi dengan perubahan-perubahan besar yang akan muncul. Begitu juga dengan keinginan pasar. Kudu peka permasalahan mereka apa. Jangan gengsi “pindah haluan”.

Jangan ngejar idealisme, yang kita kejar mah profit. Di mana ada profit, di situ kita hadir. Betul apa betul banget Mak? Karena dengan profit, kita bisa membiayai banyak hal. Bisa bantu menyelesaikan urusan orang lain juga.

Nah, Emak yang lagi cari tambahan profit tanpa ninggalin bisnis yang sudah ada, boleh gabung jadi RESELLER buku Mak Muri yang in syaa Allah launching pekan depan. “Bisnis Online AutoPilot – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online Shop”.

Syarat daftarnya gampang, chat ke

https://bit.ly/InfoBukuBOAP aja.

Oh iya, ada rewardnya juga, total 6 juta rupiah.

Inget, fokus kejar profit. Nanti profitnya bisa untuk modalin usaha yang Emak inginkan, penuhi kebutuhan hidup, bantu sodara, dll.

Miliki asalan kuat kenapa menjalankan bisnis online + fokus kejar profit (gak idealis) + jalankan bisnis dengan ilmu + rekrut karyawan. In syaa Allah terwujud “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

THE POWER OF LOVE

Begitu besarnya kasih sayang seorang ibu demi keluarganya. Apa pun dilakukan dengan sepenuh hati, bahkan melebihi kekuatan raganya. Sampai ada istilah “Kepala jadi kaki, kaki jadi kepala.”

Tiba-tiba jadi mewek inget Mamaku…

Dengan tinggi tubuhnya yang gak lebih dari 150 cm, Mamaku pergi ke pasar sedari gelap untuk keperluan jualan gado-gado dan makanan lainnya. Tenteng, pikul, gendong, seret… begitulah Mama membawa barang belanjaannya. Naik angkot, becak, kadang ojek. Dengan jumlah total belanjaan melebihi ukuran tubuhnya.

Sakit, lelah… gak dirasa! Tutup warung jam 9 malam. Sampai rumah ngurus cucian. Hanya bisa istirahat beberapa jam, harus berjibaku kembali sebelum matahari terbit.

Badan mungilnya acap kali gemetar, saking lelahnya. Sel-sel tubuhnya meronta. Pingsan di pasar pun pernah ketika sedang hamil besar.Namun cinta mengalahkan rasa sakit itu. Tetap tegap berdiri, demi buah hati bisa mendapat kehidupan yang lebih baik.

Tak ada cuti melahirkan dalam hidupnya. Baru lewat beberapa hari mempertaruhkan nyawa saat melahirkan, Mama sudah kembali melanjutkan perjuangannya demi keluarga. Seorang ibu gak menginginkan yang terbaik bagi dirinya. Tapi yang terbaik bagi anak-anaknya adalah sebuah keharusan.

Dengan perjuangan ibu yang sebesar itu, apa pantas kini kita menyia-nyiakan hidup?

Ibu memang tidak meminta balasan. Tapi dengan menjadi manusia yang Salih/Salihah, taat kepada Tuhannya, bermanfaat untuk umat, menjaga alam semesta, pahala untuk Ibu dan Bapak akan mengalir terus, in syaa Allah…

Ayo bangkit dari rebahanmu. Waktunya kita lanjutkan perjuangan Ibu Bapak kita. Amalan kita adalah tanda bakti untuk orangtua. Bismillah… Allahuakbar!

*Mohon doa untuk Mama Papaku yang kini sedang sakit.

*Tulisan ini aku dedikasikan untuk Mama Papa. Aku siap mengabdikan diri untuk membantu para ibu menjadi kuat dan tangguh seperti Mamaku. Cinta & energimu tidak akan putus, Ma. Luv u…

CARA MEMPERTAHANKAN & MENUMBUHKAN BISNIS DI KALA PANDEMI

Banyak bisnis berguguran dihantam badai kopit. Dampaknya puluhan, ratusan, bahkan ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan. Berapa banyak anak yang akhirnya putus sekolah. Dampaknya jangka panjang. Bagaimana generasi Indonesia di masa depan?

Naluri Emak-emak memberontak. Gak bisa diam melihat keadaan ini. Kudu gotong royong semua anggota keluarga. Gak cuma ayah yang berjibaku, ibu dan anak ikut mikirin solusi. Dan menengadahkan tangan serta meneteskan air mata untuk tetap punya asa.

Itu satu dari banyak alasan, kenapa Mak Muri bersikukuh mengampanyekan MuslimahPreneur. Walau ada yang kontra, jadi nyuruh ibu-ibu cari nafkah. Padahal bukan fitrahnya, kata mereka.

Wahai Marimar & Rudolfo, sesungguhnya keluarga adalah Teamwork, di saat ada satu yang down, anggota lainnya menguatkan hati. Di kala yang satu tertatih, anggota lainnya menopang agar tiang rumah tangga tetap utuh.

Wahai Marimar & Rudolfo, kalian baiknya cek, angka perceraian kian tumbuh. Sebagian besar disebabkan ekonomi keluarga. Anak pun menjadi korban kekerasan rumah tangga, secara langsung maupun tidak.

Kriminalitas kelas bawah terjadi, salah satunya karena mereka lapar. Kalau kriminalitas kelas atas, itu sebab mereka serakah. Beda Marimar, rakyat hanya butuh makan, susu untuk bayi, bayar token listrik, tempat berteduh, dan biaya pendidikan agar generasi bangsa ini menjadi lebih baik.

Mari kita abaikan Marimar & Rudolfo yang suka nyinyirin Emak Olshop. Kita doain aja mereka order ke kita ya, Mak. Sekarang tugas kita adalah tutup telinga, buka mata. Kemudian cari tahu apa penyebab bisnis kita jalan di tempat.

“Penyakit yang sering kali menghinggapi orang-orang hebat dan perusahaan-perusahaan besar adalah menganggap dirinya sudah hebat dan tidak perlu melakukan perubahan atau inovasi.”

-Buku Rise Above the Crowd

Gak ada strategi bisnis yang abadi. Gak ada teknik marketing yang berjalan sepanjang waktu. Semua ada masanya akan menjadi tak relevan dengan zaman. Sepanjang bisnis berdiri, sepanjang itu kita gak boleh berhenti belajar. Belajar mencari hal baru dan belajar memperbaiki yang ada.

Minimal 5 divisi ini harus eksis dalam Olshop:

1. Produksi

2. Pemasaran

3. Penjualan

4. Keunangan

5. HRD

Jika belum punya banyak karyawan, maka beberapa divisi memang masih kita pegang. Dulu ya aku sendirian yang mengelola 5 divisi itu, Mak. Bagi yang belum paham “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop”, tungguin akhir bulan ini ya. Aku tuangin ilmunya dalam buku biar Emak bisa pelajari kapan aja dan di mana saja.

Nah tugas kita, rekrut dan delegasikan beberapa tugas. Sehingga kita bisa punya banyak waktu dan tenaga untuk mempelajari hal baru demi melakukan perbaikan dan memunculkan inovasi. Pemilik Olshop itu, gak boleh terjebak hal teknis. Suatu saat kita harus lebih banyak mikirin taktis dan hal strategis. Biar orderan makin laris manis.

Langkahnya gini, 5 divisi itu Emak pilah mana yang paling berdampak mendatangkan cash. Serta yang sesuai dengan SDM dan kemampuan yang dimiliki.

Jika belum punya ilmu pemasaran, jangan ngurusin produksi. Nanti udah coba bikin, terus bingung jualnya di mana. Kondisi PPKM kayak gini, terlalu berisiko jika uang adanya di barang. Apalagi barang yang belum teruji laris atau nggak.

Divisi produksi, Emak jadikan tugasnya adalah sebagai buyer. Jadi riset keinginan pasar, cari supplier, kemudian mendatangkan. Nah gitu aja.

Bagi yang sudah berada di posisi produsen, namun pasar tidak meminati barang Emak saat ini, maka jangan gengsi untuk jadi Distributor/Agen/Reseller barang orang lain. Ingat, yang utama saat ini adalah CASH alias UANG TUNAI.

Ambil Jurnal (kalau belum punya, pesen aja di CS Maya wa.me/6287836552238) lalu tulis apa saja yang harus Emak lakukan dalam satu hari. Setidaknya 4 hal ini Mak lakukan setiap hari:

1. Pelajari ilmu teknis yang lebih efisien. Sehingga bisa mengurangi biaya atau mengoptimalkan hasil.

2. Mencari ilmu taktis baru.

3. Menggali strategi terupdate, bisa dari kepoin kompetitor atau baca buku terkini, misalnya buku Emak-Emak Jago Jualan #EEJJ

4. Evaluasi kinerja karyawan, mana yang harus dikurangi, ditambah, dipoles, di-update dll. Percaya deh, evaluasi setiap hari, akan membuahkan hasil jauh lebih baik.

Makanya bangun lebih pagi, stop dulu nonton drakornya, berhenti kepoin artis. Gak mudah untuk mengerjakan itu semua. Pasti tetap akan digelendotin sama anak, ya. Seperti fotoku di atas, lagi ngisi seminar di kopdar Alumni SBO, anak ikut eksis. Aku gak marah, aku gak malu. Justru itu yang disyukuri bisa kerja tapi tetap dekat sama anak.

Sebelum mereka keburu gede, udah gak mau sering main sama Emaknya, ye kan. Jadikan saja warna dalam hidup. Jadi kitanya gak BT, hati tetap ceria, otak encer, ide cespleng.

Aku doain, kita semua bisa mewujudkan tagline “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

LANGKAH SEDERHANA INI BISA MENYELAMATKAN BISNIS

Hampir tidak ada orang yang tidak terdampak oleh drama pandemi. Sekalipun sultan, bisa stres juga kelamaan di rumah, kan? Apalagi kita rakyat jelata. Keluar salah, di rumah salah. Terutama yang ikhtiarnya kudu offline.

Namun, harapan harus tetap kita genggam. Sebab Allah yang mendatangkan pandemi ini. Pasti Allah juga yang bisa membantu kita melewati pandemi ini dengan baik. Belajar dari awal pandemi, tentunya kita bisa melihat, siapa yang bisa mempertahankan bisnisnya adalah mereka yang melakukan ADAPTASI & INOVASI.

Hal itu berat dilakukan jika kita mager dan gak mau keluar dari zona nyaman. Terus mengeluarkan kalimat ini, “Dulu cara ini berhasil, dulu bisa kok gini. Dulu juga gini bisa rame penjualan.”

Hey Marimar, itu duluuuuu. Kamu mau pakai mesin waktu untuk bisa kembali ke masa lalu? Hayu atuh move on, Mak!

Aku jadi teringat ketika ikut workshop Coach Indrawan Nugroho beberapa tahun lalu, yang berjudul Rise Above the Crowd. Ada bukunya juga kalam Emak mau cari, dengan judul yang sama.

Jika bisnis kita ingin menonjol di antara kerumunan, atau minimal bertahan di masa pandemi ini, salah satu ikhtiar kita adalah melakukan INOVASI. Ada 10 tipe inovasi dalam bisnis.

1. Profit Model

Emak dapetin uang di bisnis itu dari mana saja? Bukan hanya sekadar jual produk. Jika ternyata bisa jual jasa penunjang, kemasan, after sales service, dll.

Contohnya di Informa, ketika kita beli sofa, karpet, atau springbed, Emak akan ditawarkan cairan pembersih noda, jasa pembersihan berkala, hingga asuransi produknya.

Ayo pikirkan inovasi apa yang bisa Emak munculkan di profit model dalam olshop.

2. Network

Kolaborasi dengan pihak eksternal dalam menciptakan nilai bagi pelanggan. Misalnya beli gamis, gratis kaos kaki. Nah, kaos kakinya berkolaborasi dengan merk lain. Beli tas kulit, gratis perawatan. Kolaborasi dengan penyedia jasa perawatan tas.

Atau seperti yang kami lakukan, berkolaborasi dengan Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif untuk melakukan pembinaan 200 UMKM. Walaupun ketika dalam perjalanan prosesnya butuh perjuangan keras. Lembur 32 jam nonstop untuk beresin revisi laporan. Seperti yang tampak dalam foto di atas, My Wonder Team yang tangguh. Kami foto buat kenang-kenangan perjuangan. Muka pada kucel.

Tingkatkan silaturahim, semangat berkolaborasi.

Oh iya, seperti program Pendampingan Bisnis 6 Bulan MuslimahPreneur SBO x JNE juga buah dari network dengan Kang Dewa Eka Prayoga.

3. Structure

Berinovasi pada cara mengorganisasikan dan menyelaraskan talenta dan aset. Contohnya Southwest Airlines yang hanya mengoperasikan satu jenis pesawat saja, yaitu Boeing 737, sehingga mengurangi biaya servis dan menyederhanakan operasi.

Yang kami lakukan di RAZHA, selama 10 tahun ini hanya fokus di Inner Hijab. Untuk produk Hijab dan lainnya, kolaborasi dengan brand teman. Sehingga aku gak perlu banyak orang untuk ngurus produksi dan gak perlu sedia modal untuk bahan baku produksinya. Serta yang paling penting, gak pusing ngurus produksi. Ngurus produksi pusing pemirsa.

4. Process

5. Product Performance

6. Product System

7. Service

8. Channel

9. Brand

10. Customer Engagement

Nanti kapan-kapan kita bahas sisanya, ya. Tapi gak janji, hihiiii… Lebih puas kalau Emak beli bukunya aja Rise Above the Crowd karya Indrawan Nugroho. Cari di toko buku masing-masing, ya.

Bukan sekadar INOVASI yang menghasilkan perubahan, namun harus juga ADAPTASI yang relevan dengan keadaan terkini. Inovasi yang adaptif, nah itu kuncinya.

Dari 10 poin di atas, mana dulu yang mau Emak coba? Hmmm… Apakah ada yang mau coba strategi network dengan Mak Muri? Kita kolaborasi.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

CARA MEMILIKI KARYAWAN YANG BANYAK NYUMBANG IDE

Salah satu yang bikin kita baper (sebagai Emak Olshop) ketika memiliki karyawan adalah merasa percuma punya karyawan tapi kita semua yang mikir. Karyawan direkrut itu untuk membantu membesarkan olshop kita, ye kan, Mak? Tapi kenapa semua ide, kreativitas, dan konsep masih dari kita semua. Mereka seakan gak mikirin.

Jadi hal ini disebabkan:

1. salah karyawan,

2. salah cara pengelolaan karyawan, atau

3. kita yang salah rekrut karyawan.

Paling enak memang nyalahin orang lain. Salah dia, salah mereka, bukan salah saya.

Namun jika kita berpikir seperti itu, dijamin hidup kita gak akan bisa bertumbuh menjadi lebih baik. Karena yang bertumbuh adalah orang lain yang kita salahkan/kritik. Kita gak mengevaluasi diri sendiri. Ya gak akan ada perbaikan dalam diri kita.

Gak ada perbaikan dalam diri, gak ada perbaikan nasib hidup. Akan gini-gini aja atau bahkan malah semakin terpuruk. Berdasarkan pengalamanku ketika mem-PHK semua karyawan pada tahun 2013, pangkal masalahnya adalah poin 3 ternyata, Mak. Aku salah rekrut karyawan.

Karyawan yang diterima tidak sesuai dengan kompetensi, gak tersaring secara karakter diri, berbeda dari yang dibutuhkan. Emak jangan ulangi kesalahan aku, ya. Makanya kalau mau rekrut karyawan harus ada persiapan dulu.

Gimana persiapannya?

Tenang, aku tuangin semua dalam buku “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop” yang in syaa Allah launching akhir bulan Juli ini, ya. Minta doanya.

Sebagus-bagusnya karyawan yang diterima, kalau kita gak kelola dengan baik, kurang optimal hasilnya. Ada gak yang ngalamin “disetir karyawan”?

Kok jadi karyawan yang ngatur saya? Gak nurut dengan apa yang saya perintahkan. Ngerjain kerjaan suka-suka dia. Peraturan kantor gak ada yang peduli. Berasa direndahkan, gak dihargai. Lah, padahal kita yang bayar gajinya.

Hal itu disebabkan oleh poin 2, Mak. Salah cara kelola karyawannya. Ya wajar, kita belum pengalaman. Gak punya ilmunya. Dulu aku juga gitu kok. Alhamdulilah sekarang jauh lebih baik. Mereka gercep melakukan apa yang aku tugaskan. Nanti Emak juga akan belajar hal itu dalam buku yang akan Emak dapatkan di akhir bulan ini.

Lalu yang gak kalah penting, gimana cara agar karyawan BANTU MIKIR. Bukan cuma bantu tenaga aja. Apalagi di kondisi pandemi kayak sekarang, banyak bisnis berguguran. Bisa bertahan saja sudah bagus ya, Mak. Walau di luar sana banyak juga yang omzetnya meningkat drastis. Kok bisa?

Mereka yang omzetnya naik, perhatikan deh. Mereka adalah sekumpulan orang yang memiliki pola pikir kritis. Mampu berpikir kritis itu menjadi skill yang penting banget. Makin ke sini, makin penting. Banget…nget…nget!

Dari buku Belajar Cara Belajar, ada 3 langkah belajar menggunakan Berpikir Kritis.

1. Bangun fondasi pengetahuan.

Sebelum mulai mencari informasi dari luar (pelatihan, les atau komunitas), coba perkuat sumber informasi sendiri (melalui jurnal, buku atau artikel).

Itulah sebabnya di tempat kami, karyawan Mak Muri diwajibkan baca buku. Buku kami sediakan. Mereka akan direkomendasikan atau pilih sendiri yang temanya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka, baik untuk menunjang soft skill maupun hard skill. Terkadang kami juga referensikan video atau jurnal untuk mereka pelajari. Baca/mempelajarinya di rumah.

2. Biasakan diri untuk berani bertanya.

Bertanya membantu memperdalam pemahaman sekaligus memeriksa kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari langkah 1.

Mengapresiasi orang yang bertanya dan gak mencemooh apa pun pertanyaan mereka, menjadi budaya di kantor Mak Muri. Kami senang dengan yang rajin bertanya. Justru yang diam, akan kami paksa untuk bertanya. Ini proses untuk pembiasaan dan menghancurkan mentalblock takut bertanya.

3. Sering-sering berdiskusi.

Melalui diskusi, kita bisa mendapatkan informasi lebih dari yang diperoleh dari langkah 1 dan langkah 2.

Minimal ada 1 kali diskusi setiap hari (yes, setiap hari loh, Mak). Saat kami briefing pagi. Bisa jadi 2-3 kali ketika memang sedang genting. Duh buang-buang waktu gak sih? Tergantung sudut pandang dan cara berdiskusinya.

Kami memahami karyawan butuh dibimbing dan dipancing untuk mengeluarkan berbagai ide kreatif dan potensi diri yang masih terpendam.

Saya sering kali menasihati mereka dengan analogi teko. Teko jika isinya air putih, maka akan keluar air putih. Apabila isinya madu, maka madulah yang keluar. Ketika kosong maka tidak ada apa pun yang bisa dikeluarkan.

Itulah otak kita. Kalau gak ditambah ilmu, wawasan, pengalaman, gak akan ada ide, strategi dan kreativitas yang bisa dihasilkan

Jadi, Emak sudah membantu karyawan menambah kapasitas ilmu, wawasan, dan pengalaman mereka? Jika tidak, maka sekaranglah saatnya. Jangan menunda lagi, ya!

Dulu, saat semua baik-baik saja tanpa pandemi seperti sekarang, kami asyik bisa belajar bareng seperti foto di atas. Pukul 18.15 – 19.30 di foto di atas kami mengupgrade skill para tim content creator mengenai ilmu desain grafis.

Lalu gimana jika sudah diajari kemudian mereka resign?

Alhamdulillah kita akan kebanjiran amal jariah loh, Mak. Setiap ilmu yang kita fasilitasi, mereka gunakan di tempat lain. In syaa Allah pahalanya mengalir untuk Emak. Keberkahan ada dalam hidup Emak. Kemudahan pun berdatangan dalam setiap urusan Emak, aamiin…

Yuk semangat tanam benih dan merawatnya supaya bisa panen lebat. Aku doakan Mak dimampukan buka lapangan kerja yang banyak aamiin

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

TERLALU FOKUS DENGAN TUJUAN UTAMA, BIKIN FRUSTRASI

Kok bisa?

Pada tulisan saya sebelumnya memang mengajak Emak untuk memiliki tujuan hidup. Namun, kita juga harus memahami sistem agar tujuan utama tercapai dengan tanpa stres tinggi. Realistis kan ya, mau pencapaian tinggi dan cepat (sifat dasar manusia maunya cepet-cepet), tingkat stres yang ditimbulkan juga tinggi.

Maka solusinya bagaimana Mak Muri?

Boleh fokus pada tujuan, tapi kita harus punya perencanaan untuk memotong-motong tujuan besar itu menjadi bagian-bagian kecil. Kayak kita makan Mak, kan gak langsung sepiring masuk mulut, ya. Sesendok-sesendok dan jangan langsung telen, kunyah dulu yang bener. Makan terburu-buru bisa menyebabkan tersedak yang berakibat cedera ringan hingga fatal.

Tujuan: punya rumah tunai 1 Miliar.

Jika kita saat ini memiliki omzet olshop 10 juta sebulan, ngelihat tujuan/impian punya rumah cash sebesar itu, rasanya pesimis gak, sih? Malah jadi down.

Nah, solusinya… inget, potong-potong jadi kecil.

Satu Miliar dibagi menjadi 3 tahun. Maka setiap tahun harus nabung 334 juta. Dibagi 12 bulan untuk menemukan target bulanan, ketemu angka 28 juta. Potong lagi menjadi tabungan harian. Kalau kamu kerja 22 hari sebulan (Senin-Jumat). Dapet angka 1.263.000 yang harus ditabung. Kalau nilai segitu adalah tabungan, tentu juga harus ada alokasi dana biaya operasional, kebutuhan harian, profit perusahaan, dll.

So, hitung serealistis mungkin! Jangan halu.

Misalnya total jadi 4 juta margin yang harus didapat setiap hari. Lalu jabarkan harus berapa produk terjual, berapa jumlah chat masuk, berapa jangkauan iklan, berapa karyawan yang diperlukan.

Selanjutnya, mulailah membuat target-target kecil sebagai rangkaian pencapaian untuk mewujudkan tujuan utama. Dan selebrasikan setiap goal yang didapat. Seperti yang sedang dikejar timku saat ini, membuat 100 grup WA x 250 member. Ini sebuah pencapaian yang harus diapresiasi.

Kemudian tahap selanjutnya apa?

Step by step seperti itu bisa meredakan tingkat stres. Karena ada kebahagiaan kecil setiap waktu. Dibanding kita hanya terlalu fokus pada tujuan utama. Berasa kok gak sampai-sampai. Takutnya membuat kita jadi kufur nikmat. Sebab Allah sudah kasih banyak, tapi kita gak bersyukur. Hanya sibuk melihat yang belum dicapai.

Yuk siapkan alat tulis, tentukan tujuan utama, lalu potong-potong (bayangin aja kayak lagi motong terong, Mak), buat perencanaan realistis.

In syaa Allah dengan begini, kita paham apa yang harus dilakukan, mana yang mesti didelegasikan kepada karyawan, butuh berapa karyawan dan skillnya apa aja, dll. Hidup terasa lebih terarah, Mak.

Karena aku punya impian yang gede, dengan rangkaian perencanaan yang super banyak, itulah sebabnya karyawanku juga banyak. Aku realistis, gak mungkin semua jobdesc itu dikerjakan dengan dua tanganku aja.

Inget, REALISTIS!

Jika belum paham cara kelola karyawan banyak, ya mulai cari ilmunya, latihan interview, nyobain punya karyawan 1 orang. Belajar komunikasi mendelegasikan tugasnya. Konsisten evaluasi kinerja mereka, dll.

Plis jangan NATO (No Action, Talk Only)

Gak paham Mak Muri cara nentuin gaji, bonus, pembagian jobdes, dll.

Tenang, aku sudah siapin buku panduannya. “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop”.

Ini foto jadul, sekarang WFH. Jadi kangen suasana rame-rame gini. Mereka lebih seneng lesehan, padahal udah dibeliin meja kursi banyak, untung bisa dilipet.

Aku doain Emak juga dimampukan Allah buka lapangan kerja yang banyak, jauh lebih banyak dari yang aku bisa, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

IKIGAI SOLUSI BIAR GAK LEMES JALANIN OLSHOP WALAU NAIK TURUN

Apa alasan Emak jalanin olshop?

– Iseng aja, buat ngisi waktu.

– Bantu ekonomi keluarga.

– Seneng jualan, hobi.

Percayalah, jika jawaban kita berbeda, maka hasil yang kita dapat dari olshop juga akan berbeda. Ketika alasan tidak cukup kuat, maka saat ada tantangan di depan mata, kita gampang lemes dan akhirnya menyerah.

Emak harus punya TUJUAN yang kokoh supaya gak gampang goyah walau badai mewarnai perjalanan olshop kita. Orang yang tangguh adalah orang yang terdampak hasil terpaan, bukan yang rebahan. Iya kan?

“Tanpa adanya tujuan, orang akan lebih mudah merasa bosan bahkan gampang panik dan mengalami depresi.” (Steve Taylor, Psikolog)

Punya tujuan dapat membuat hidup lebih bahagia, pikiran semakin positif dan fokus saat bekerja maupun belajar.

Orang Jepang mengenal suatu konsep mencari tujuan hidup yang bernama IKIGAI. Empat aspek dalam IKIGAI:

1. Love: apa yang kita suka (hobi atau minat).

2. Good at: apa yang kita bisa (bakat).

3. Needs: apa yang kita butuhkan.

4. Paid for: apakah kita bisa mendapat imbalan.

Love + good at = passion

Love + needs = mission

Needs + Paid for = vocation

Paid for + good at = profession

Love + Good at + Needs + Paid for = IKIGAI

Contoh musisi yang pandai main gitar.

Love: Suka musik

Good at: Jago Gitar

Needs: Menghibur banyak orang

Paid for: Jadi musisi

(Sumber: Buku Belajar Cara Belajar)

Sekarang tinggal Emak jabarkan untuk menemukan IKIGAI Emak apa. Kalau Mak Muri seperti ini:

Love: Membuat orang pinter & bertumbuh

Good at: Marketing

Needs: Berbagi kepada banyak orang

Paid for: Emak Olshop, Penulis, Pengajar

Tujuan hidup harus punya skala, angka, nilai, kapasitas. Sebesar apa yang ingin Emak raih. Saat ini program Pendampingan Bisnis 6 Bulan MuslimahPreneur SBO x JNE, sudah berjalan 1.000 peserta yang lolos. Lalu kami memberanikan diri buka batch 2 untuk memberi kesempatan kepada 1.000 orang lagi.

Beberapa hari lalu, guru saya Coach Imam Muhajirin Elfahmi chat mengenai program ini, bahagianya di chat guru itu tak terkira. Lalu saya jadi semangat untuk naikin skala, doakan bisa 10.000 ya Coach, ucap saya.

Tapi… Coach Fahmi malah menantang saya untuk bisa memberdayakan 100.000 Muslimah Antara bahagia didoain guru, dan degdegan dengan kapasitasnya

Cuma satu doa saya, Ya Allah mampukan kami untuk layak mendampingi 100.000 MuslimahPreneur

Gak mungkin kalau 2 tangan aku bisa ngurus orang sebanyak itu sendirian. Maka sadar diri, mengukur kemampuan proses adalah bagian dari cara kita realistis menggapai tujuan.

Mak pengen Olshopnya sebesar apa?

Sudah realistis belum?

Ngurus anak, rumah, keluarga, olshop. Kebagian berapa jam untuk ngurus jualan, tenaga sisa berapa, pikiran masih sanggup waras kelola semua dan pengen hasilnya setinggi gunung?

Hayu..realistis

Bikin perencanaan, goalnya apa, bagaimana cara mewujudkannya. Inget ya realistis, bukan sekedar optimis.

Karena aku tau gak akan sanggup ngurus 5 bisnis yang sedang Allah amanahi sekarang (RAZHA, SBO, SAO, YUUKA & MH Management) maka akupun rekrut karyawan. Foto ini suasana kantor sebelum C19 merebak dahsyat kaya sekarang, saat ini kosong melompong pada WFH.

Doain ya, akhir bulan ini launching buku baru bertema “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop”. Biar makin banyak Olshop tumbuh besar dan buka lapangan kerja. Kasian banyak yg di PHK dan anak baru lulus susah cari kerja.

Bismillah apapun kondisinya, bagaimanapun situasinya, kalau Allah bantu pasti semua beres Yang penting Mak kerjain PR tentuin IKIGAI dan buat perencanaan realistis.

Aku doain bisnis Emak bertumbuh dan bertambah berkah berlimpah, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

JUALANNYA SAMA, KENAPA DIA LEBIH LARIS?




Foto bersama sebagian Tim Mak Muri setelah digembleng 2 hari BoothCamp

Siapa yang pernah mengucapkan kalimat seperti di judul, walau hanya dalam hati sekalipun? Kayaknya bakal banyak yang ngaku ya, Mak.

Percayalah, faktor penentu kesuksesan itu bukan hanya terletak pada jenis barang yang dijual, bukan juga pada pilihan strategi marketing yang dilakukan. Tapi… bagaimana cara kita MENYIKAPI FEEDBACK-lah yang menjadi kunci utama.

Yuk pahami “Growth Mindset vs Fixed Mindset“. Aku dapet dari buku Belajar Cara Belajar, halaman 75.

Growth Mindset adalah pola pikir yang menganggap tantangan, rintangan, kritik, dan kesuksesan orang lain bukanlah halangan untuk menjadi sukses. Malah itu semua dianggap sebagai kesempatan, pelajaran, dan motivasi untuk berkembang.

Fixed Mindset adalah pola pikir yang cenderung menghindari tantangan, mudah menyerah ketika berhadapan dengan rintangan, tidak mau berusaha, tidak peduli dengan kritik, dan merasa terancam atas kesuksesan orang lain.

Nah… Emak sudah berada di Growth Mindset atau masih nyangkut di Fixed Mindset nih?

Produk kita dibilang jelek, itu adalah feedback yang harus kita hadapi dengan senyuman. Tanyakan kepada dia, bagian mana yang menurut dia harus diperbaiki. Minta pendapat ke lebih banyak orang, sehingga penilaiannya objektif.

Aku inget banget waktu tahun 2011 launching produk RAZHA, udah gak kehitung berapa kali revisi. Tahun 2020 kehujanan berbagai kritik pedeeesss dari klien YUUKA (jasa kelola media sosial). Feedback yang menusuk-nusuk rasanya kala itu. Tapi karena kami paham harus Growth Mindset, maka diterima dengan lapang dada.

Lalu perbaiki berbagai hal yang memang masih belum memuaskan konsumen. Alhamdulillah sekarang sudah lebih 700 jumlah klien YUUKA yang mempercayakan pengelolaan akun media sosialnya ke Tim Mak Muri.

Bisnis itu ajang kuat-kuatan mental. Kalau gak tahan banting, ya berguguran. Gak sedikit pebisnis yang sampai harus perawatan medis (tahu kan, bahwa penyakit itu banyak disebabkan oleh stres?) bahkan ada juga yang harus ke psikiater. Wiiih ngeri ya jalanin bisnis sampai kayak gitu? Faktanya ya begitu.

Maka solusinya:

1. Miliki Growth Mindset.

2. Perkuat tauhid dan wajib tawakal.

3. Ikut komunitas pebisnis, biar sevibrasi.

4. Seimbang antara bisnis dan keluarga.

5. Jaga kewarasan dengan mendengarkan respon tubuh, jika butuh istirahat badan ataupun pikiran, ya ikuti. Jangan sampe kelelahan berlebih.

6. Miliki tim yang sevisi, biar jalanin bisnis gak sendirian. Sendiri memang lebih cepat, tapi jika bersama karyawan yang menjadi Tim solid, kita bisa lebih kokoh dan mencapai tempat yang jauh.

Karyawanku masih imut-imut, karena memang dari segi kebutuhan kinerja diperlukan Generasi Milenial dan Gen Z yang paham digital marketing. Emak juga bisa kok punya karyawan yang solid, asalkan Emak punya growth mindset ya.

Gak mudah memang bisa terbentuk tim seperti ini. Aku pun belajar dan super sabar merintisnya dari satu karyawan di tahun 2011. Sudah ratusan orang yang kami interview, datang dan pergi puluhan karyawan terdidik, its ok. Aku tetap move on! Itu juga salah satu kunci mempertahankan bisnis, kudu bisa Move On, Mak!

Aku akan ceritain bagaimana pengalamanku merekrut karyawan. Berbagai kesalahan yang pernah aku lakukan hingga strategi biar karyawan loyal. Aku bahas dalam buku berikutnya yang launching akhir bulan Juli 2021. Minta doanya ya, Mak.

Emak akan belajar Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online Shop. Aku doakan, bisnis Emak semakin bertumbuh dan bertambah berkah berlimpah, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”