PENTINGNYA MELACAK KEMAJUAN

Merasa sudah bertahun-tahun jalanin bisnis tapi gak ada hasilnya?

Jangan-jangan perasaan kita salah, dan itu yang menyebabkan kufur nikmat. Astaghfirullah… Sebenarnya ada kemajuan, namun gak disadari. Sebab kita terlalu fokus mencari yang tidak ada.

Hari ini aku lanjut lagi baca buku Self-Coaching, halaman 184. Yuk yang sudah punya, baca bukunya, jangan cuma jadi pajangan.

Ada enam alasan pentingnya melakukan pelacakan:

1. Menyadari Pola

Tracking/pelacakan membantu kita mengetahui posisi saat ini. Juga membantu kita sadar dengan pola kita saat ini. Melacak ke mana uang pergi menyadarkan kita bagaimana kita menggunakan uangnya. Melacak untuk apa waktu kita digunakan menyadarkan kita bagaimana cara menggunakan waktu.

Dengan tracking, kita mendapat data. Kita jadi tahu di mana pemborosan dan kebocoran terjadi. Kita jadi tahu mana yang bisa dioptimasi. Tanpa data, kita buta.Mengetahui patokan awal membantu kita dalam menetapkan tujun yang realistis.

2. Membangun Akuntabilitas dan Konsistensi

Kita jadi lebih bertanggung jawab terhadap rencana. Tanpa tracking berkelanjutan, tujuan dan rencana tindakan akan mudah terlupakan.

Tracking membantu kita memfokuskan perhatian pada hal yang tepat. Pada hal yang memang perlu kita beri perhatian. Hal-hal yang membantu kita dalam mencapai tujuan.

Tracking membantu kita lebih konsisten!

3. Menciptakan Siklus Kesuksesan

Tracking membantu kita melacak kemajuan. Jika tidak ada data valid, sulit menyadari kemajuan.

Kita jadi mudah mengetahui kemenangan-kemenangan kecil yang memicu kepuasan dan emosi positif. Hal tersebut meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri.Sehingga mendorong kita melakukan kemenangan kecil berikutnya. Sehingga tercipta siklus kesuksesan dalam diri kita.

4. Menyesuaikan Strategi

Sulit mengambil keputusan jika kita tidak punya data. Data lah yang digunakan untuk menentukan langkah/strategi berikutnya. Tracking juga membantu mengidentifikasi masalah. Kita akan mudah mengenali kapan dan mengapa masalah terjadi. Kita jadi bisa mengantisipasi.

5. Menciptakan The Measurement Effect

Mengukur aktivitas dapat mendorong kita melakukan lebih banyak atau lebih sedikit (tergantung tujuan) apa yang kita lacak. Melacak uang, membuat kita lebih hemat. Mengukur langkah, membuat kita melangkah lebih banyak.

HASIL YANG KITA DAPATKAN DALAM HIDUP ADALAH AKUMULASI DARI PILIHAN YANG KITA AMBIL DARI MOMEN KE MOMEN.

6. Mencapai Tujuan

Riset menyimpulkan mereka yang melakukan progress tracking (melacak kemajuan) lebih mungkin mencapai goal-nya daripada mereka yang tidak.

Benjamin Harkin mengatakan, “Memantau kemajuan akan tujuan adalah proses penting yang menjadi jembatan antara proses penetapan dan pencapaian tujuan. Proses ini memastikan bahwa tujuan diterjemahkan ke dalam tindakan. Hasil kajian ini menyimpulan bahwa proses memantau kemajuan meningkatkan kinerja perilaku dan kemungkinan pencapaian tujuan seseorang.”

Hmmm… Mak Muri makin paham, yang ngerasa bisnisnya jalan ditempat, gak ada kemajuan, gini-gini aja, salah satu penyebabnya mereka tidak melakukan pelacakan kemajuan.

Di antaranya pelacakan 3 hal ini:

1. Gak punya pencatatan keuangan (Neraca, Laba/Rugi, Arus Kas, dll)

2. Gak punya database pelanggan (data diri lengkap, produk yang disuka, beserta tracking pembeliannya)

3. Gak punya alat ukur kinerja timnya (tidak ada standar kerja dan tolok ukur pencapaiannya)

Dari 3 poin itu, mana yang Mak gak punya?

Udah mau 2022 Marimar, masih mau gini-gini aja bisnisnya?

Beri kami hidayah untuk bisa menjalankan bisnis lebih baik ya Allah. Gak cuma ngomong doang mau sukses tapi actionnya gak selaras.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

JUMLAH CHAT SEDIKIT TAPI PENJUALAN BANYAK

Hari ini aku baca lagi buku The Business Coach karya Bradley J Sugars. Di halaman 96 ditegaskan kembali mengenai Average Dollar Sale. Bahasa Emak-Emaknya “rata-rata penjualan”. Setiap hari ada 2 hal yang selalu kita perjuangkan, yaitu Pemasaran dan Penjualan. Bagi yang belum paham hal tersebut berbeda, silahkan baca lagi buku BOAP-nya ya Mak.

Selagi proses pemasaran dilakukan, yang belum tentu langsung ada penjualan, kita gak bisa hanya bengong menunggu hasil dari pemasaran yang salah satu indikasinya adalah chat yang berudul.

Berapa pun chat yang ada, kita harus optimasikan. Misalnya sehari baru ada 5 chat, jangan lemes Mak. Walaupun cuma 5 chat, tapi kita bisa buat angka penjualannya seakan kaya ada 10 orang yang beli. Atau bahkan lebih.

Ada beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan:

Sediakan jenis produk lebih banyak.

Seperti yang dilakukan Mak Titin Kustini, owner Tin’s Kitchen. Waktu aku main ke rumahnya, produknya makin berragam. Aku niatnya mau beli bumbu spagheti, eh jadi nambah beli bumbu nasi kebuli. Aku baru tau kalo ada variant tersebut. Jika ada jenis produk yang lebih banyak, kita bisa melakukan teknik Cross Selling.

Produk dalam banyak ukuran kemasan memungkinkan kita melakukan teknik Up Selling.

Bawang goreng yang dijual Mak Titin misalnya, ada ukuran kecil dan besar. Kita bisa menawarkan ukuran besar agar dia gak repot bolak-balik beli atau gak cepet habis.

Berikan value tambahan agar harga lebih tinggi.

Jika Mak biasanya menjual roti dengan isi coklat, coba bikin roti isi coklat + kayu manis + oreo. Harga lebih tinggi, margin yang didapat bisa lebih tinggi.

Selain mengulik dari segi produknya, bisa juga value pada pelayanannya. Jika belanja lebih dari 10pcs bisa dapat subsidi ongkir.Atau Mak berikan bonus berupa merchandise atau produk   yang tidak dijual bebas dan hanya bisa didapatkan secara gratis jika membeli produk dengan jumlah tertentu.

Yuk Mak, kita tuangkan berbagai ide untuk menaikkan jumlah rata-rata penjualan dari tiap konsumen yang Allah hadirkan hari ini. Tapi jangan sebatas menuangkan ide ya, kudu dipraktekin donk. Dan yang juga penting adalah melakukan Uji & Ukur.

Setelah eksekusi ide A, hasilnya bagaimana.

Ide B, berdampak signifikan atau gak ngaruh.

Ide C, mendapat feedback bagus kah dari pelanggan?

Yes, Uji & Ukur menggunakan data akurat membuat kita gak tebak-tebakan dalam bisnis. Karena bisnis adalah MENGOLAH DATA, ilmu matematika yang terukur.

Setelah mempraktekkan cara ini dan omzet Mak naik, jangan lupa kabarin aku ya.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BAGAIMANA AGAR BISNIS ONLINE BISA AUTOPILOT?

Kenapa harus autopilot?

Ya biar kita gak kerja sampai tua dan uang tetap mengalir walau kita gak ngurus olshop, sebab ita lagi asyik main sama anak atau lagi bucin sama suami. Okey, sepakat nih ya pengen bisnisnya autopilot. Jadi kita harus mengusahakan gimana caranya bisnis online kita ini bisa berjalan tanpa kehadiran kita. Bukan kita lagi yang bikin konten, gak kita lagi yang jawab chat, udah gak pegang packing, dll.

Berproses, sabar…

Tapi yang paling penting, dari awal kita harus kasih deadline kapan target bisa autopilotnya? Sehingga berbagai hal yang kita lakukan menuju ke target tersebut.

1. Cari keilmuan bagaimana membangun tim yang bisa menjalankan bisnis kita ini sesuai dengan apa yang kita mau.

2. Rekrut karyawan dan bimbing agar bisa kita serahkan bisnis ini untuk mereka jalankan.

3. Delegasikan semua pekerjaan teknis. Sehingga kita bisa mengelola bagian manajerial.

4. Cetak para leader yang nanti akan kita serahkan jabatan manager, ketika kita naik jadi direktur.

5. Beranikan diri merekrut atau menunjuk seseorang untuk jadi direktur yang tentunya punya kompetensi sesuai standar kita.

Jika 5 tahapan itu Mak lakukan, maka kita bisa sepenuhnya sebagai Business Owner alias pemilik bisnis yang gak lagi merangkap sebagai staff, supervisor, manager dan direktur.

Ya pelan-pelan berproses gakpapa. Tapi ingat, BERPROSES yang menuju pada target yang telah Mak canangkan.

Kalo Mak gak punya target, maka wajar kita ngerasa jalan di tempat.

Kalo sekarang masih jadi WonderWoman, yuk bikin impian punya WonderTeam. Nantinya di Tim kita ada CEO, COO, CFO, CTO dan CMO, duuuuh asik banget.

1. CEO (Chief Executive Officer), pemegang kuasa tertinggi dalam perusahaan dan memiliki tanggung jawab untuk menetapkan suatu kebijakan berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan.

2. COO (Chief Operating Officer), pimpinan yang memiliki tugas mengurus dan membuat kebijakan perusahaan pada bagian operasional, Chief Operating Officer (COO) sering juga disebut tangan kedua dari CEO.

3. CFO (Chief Financial Officer), bagian dari pimpinan yang mengurus bagian keuangan perusahaan.

4. CTO (Chief Technology Officer), mengatur segala kegiatan yang berhubungan dengan teknologi dan informasi dalam perusahaan.

5. CMO (Chief Marketing Officer), posisi eksekutif atau pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab dalam urusan marketing atau pemasaran.

Dari masing-masing Chief itu akan punya bawahannya lagi (Manager, Supervisor & Staff).

Nah tugas suamiku tuh Mak yang ngurus pertumbuhan tim agar dari staff bisa naik kemampuannya jadi supervisor dan terus bertumbuh jadi manager, bahkan direktur. Walaupun produk yang dijual untuk perempuan, tapi di dalam pembentukan Tim tetap diperlukan sosok laki-laki kok. Coba rayu lagi yang suaminya belum mau couplepreneur. Ajak kenalan sama suamiku heheheee… (korban disuruh resign sama istri)

Bismillahirrahmanirrahim… Yuk bisa yuk. Jadi Business Owner yang sebenarnya. Tanpa kehadiran kita, perusahaan tetap bisa berjalan.

Mampukan ya Allah, aku dan semua teman onlineku ini bisa punya bisnis yang autopilot aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

6 KUNCI MEMBANGUN TIM PEMENANG

Setelah ngerasain sekali rafting/arung jeram, aku ngerasa bisnis itu seperti berada di perahu karet ini. Sensasinya tiada henti 😆Jujur awalnya aku hampir gak mau ikutan, takut kecemplung wakwak.. soalnya aku gak terlalu jago berenang. Tapi justru anak-anakku yang semangat banget pengen. Dan katanya rute yang ini untuk tingkat pemula, jadi aman. Yo wis bismillah..

Sebelum naik perahu, panitia menjelaskan berbagai hal ke semua peserta. Waktu itu kami ber 32 orang. Anggota kelompok dibagi dalam 6 regu. Nah aku kebagian tim bocil 😅 Aku maunya sama anak-anak, karena ingin menikmati moment seru ini dengan mereka. Sekaligus ngejagain mereka kalo ada apa-apa. Regu kami ada 6 orang, aku, suami, 2 anakku dan 2 anak Pak Yuga (HRD BLG). Oh iya, ini acara Tim BLG, liburan bareng karyawan 🥰

Setelah dibagi kelompok, panitia menjelaskan berapa panjang rute yang akan kami lewati, seperti apa kondisi arung jeramnya. Mereka juga kasih tau bahwa ini aman dan berada di level pemula. Namun, mereka juga menjelaskan dengan sangat detil apabila nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, apa yang harus kami lakukan.Teknik menyelamatkan diri, menyelamatkan orang lain, meminta bantuan, dll. Sebenarnya ketika dijelaskan ini, malah jadi makin degdegan sih wakwakwak…Namun panitia bisa membawa suasana jadi fun banget. Mereka paham bahwa orang liburan itu mau seneng-seneng, bukan setres 😆

Ketika antri menunggu giliran, kami melihat orang-orang yang berangkat lebih dulu langsung dihadapi dengan arus yang cukup deras dan pada heboh teriak-teriak 🤣 Jantungku makin berdegub kencang. Tapi gak mungkin bisa mundur, udah pake pelampung dan helm, malu atuh kalo gak jadi hahahaaa…

Bismillah giliran kami tiba, aku diminta duduk di paling depan (dalam hati pengen nolak, oh no… kalo paling depan, nanti nyungsep paling duluan nih 😅 udah parno). Ya udah deh nerima nasib, eh Zhafran semangat banget mau nemenin bunda di depan.1…2…3… byuuuurrr langsung seruuu kecipratan air dingiiin. Eh bukan kecipratan, keguyur sebadan-badan Mak 😆 brrrr… dingiiin… Yang paling depan lah yang paling banyak kesiram.

Ada saatnya ketemu patahan, adrenalin memuncak, pegangan makin erat… huuwaaaa… dagdigdug.. byuuurr….Dijeda juga dengan medan yang tenang, secara berkala aku nengok ke belakang, meriksa anak-anak apakah baik-baik saja. Alhamdulillah mereka menikmati banget, walau di foto ini membuktikan muka mereka tegang hahaha… Dan kayanya yang teriak paling kenceng ya aku 😅

Sepanjang perjalanan, aku dibuat takjub oleh pemandangan alamnya yang maa syaa Allah.. keren banget. Dengan posisi kita yang rendah, di sungai, kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Tak henti-hentinya aku memuji Allah atas karyanya yang luar biasa. Dan aku juga jadi tau, banyak lokasi wisata baru di sepanjang pinggir sungainya. Tempat penginapan kecil yang kekinian banget. Gemesin desain pondoknya, ada juga yang pake tenda.

Gak berapa lama menikmati ketenangan, lagi-lagi kami dihadapi jalur yang curam. Bersiap teriak lagiiii 🤣Sang pemandunya juga baik banget, gangguin kami, jadi makin fun suasananya. Anakku sampe ketagihan, minta sekali lagi. Ya gak bisa dadakan, itu harus booking jauh hari 😁

Setelah dipikir-pikir, menjalani bisnis kok mirip ya seperti suasana rafting. Ada kalanya ketakutan, penuh hiruk pikuk kepeningan ngurus bisnis, dan ada saatnya santuy… bersyukur menikmati hasil. Bangga dengan diri sendiri yang sudah berhasil melewati badai. Eh baru sebentar istirahat, ada darama lagi di depan yang harus dihadapi 😅 Pada akhirnya kitapun gak mau turun di tengah jalan, tetap terus melaju hingga akhir rute yang sudah ditetapkan. Walau basah kuyup, kedinginan, adrenalin berkecamuk, tapi ketika dibawa fun, semua akan baik-baik saja dan terasa bahagia meski melewati berbagai tantangan.

Dari buku The Business Coach, halaman 182, ada 6 kunci fundamental untuk membangun tim pemenang.

1. Kepemimpinan yang kuat.

Kalo aku udah takut duluan, dan memunculkan rasa kecemasan berlebih, kayanya anak-anakku pun akan gak jadi main arung jeram.Sebagai pemimpin bisnis, kita harus yang paling tegar, tangguh, kuat, berani, semangat, optimis. Sehingga timpun akan merasa aman dan mau ikut berjuang bersama kita membesarkan bisnis ini. Tim memerlukan seorang pemimpin yang dapat menentukan dengan tegas, sehingga tim dapat memiliki kepercayaan dalam arahan pimpinan.

2. Tujuan umum.

Pemandu menjelaskan rute yang akan ditempuh, berapa jaraknya, dan seperti apa kondisinya.Pemimpin bisnis harus memiliki tujuan yang tidak hanya setiap orang mengetahui dan meyakini, tapi setiap orang akan memenangkannya. Setiap orang perlu memiliki tujuan yang secara kolektif membantu kemajuan bisnis dalam pengarahan visi utamanya.

3. Aturan permainan.

Sebelum nyemplung, pemandu sudah memberikan aturan bagaimana posisi duduk, jika terjal harus merunduk, ketika dikatakan “kanan” maka semua penumpang bergeser ke kanan, begitu juga dengan “kiri” harus ke kiri, dll.Disaat kita membuat aturan yang jelas untuk Tim mengenai peraturan pengarahan, akan lebih mudah bagi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Apa yang bisa mereka lakukan dan yang tidak, ini harus benar-benar jelas.

4. Rencana tindakan.

Apa yang harus dilakukan jika dalam kondisi darurat kecemplung, bagaimana jika A, apa yang harus dilakukan saat B, cara memegang tali penyelamatpun dijelaskan dengan detil, dan berbagai instruksi lainnya.Saat kita memberikan rencana yang jelas pada Tim, mengenai siapa yang melakukan apa dan kapan, lebih mudah bagi mereka untuk memulai dan menjalankan semua pekerjaannya.

5. Dukungan pengambilan resiko.

Pemandu membuat para peserta tetap nyaman walau ada berbagai resiko yang bisa saja terjadi. Namun mereka memotivasi peserta untuk tetap mau mencoba wahana ini.Beberapa tim kita akan membuat kesalahan karena mereka sedang mencoba hal baru. Dukung mereka, aku gak pernah marah kalo mereka gagal mencapai hasil yang ditetapkan. Tapi justru aku akan marah ketika mereka gak mau mencoba.

6. 100 persen keterlibatan dan penyertaan.

Jangan sampe ada orang yang gak ikut bersenang-senang, gak kompak ketika dikatakan “kanan”, gak merunduk, dll. Pemandu memastikan semua penumpangnya ikut terlibat dan menikmati semua moment yang ada.Tiap anggota tim bertanggung jawab untuk terlibat, dan kita sebagai pemimpin berperan untuk memastikan bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak ikut berperan.

Pemimpin memastikan setiap orang dalam tim memberikan semua perhatiannya, usaha dan komitmen pada perusahaan. Cocok kan Mak, Bisnis vs Arung Jeram? 😍 Securam apapun jalan di depan, sebesar apapun tantangan yang dihadapi, jangan lupa menikmati hal-hal disekitarnya yang kadang luput kita syukuri. Dan yang paling penting JANGAN LUPA BAHAGIA 🥰

Mak sudah pernah coba arung jeram kah?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BISNIS JALAN, OWNER JALAN-JALAN. MITOS/FAKTA?

Siapa yang tergiur resign dan nyemplung ke bisnis gegara kalimat itu? Bisnis jalan, owner jalan-jalan 😊

Mungkin gak sih?
Kok bisnis makin gede, rasanya makin repot banget deh.
Dulu ribet ngurusin barang dan konsumen. Sekarang ribetnya nambah 😔 ngurus barang, konsumen dan karyawan 😅

Apakah semua pengusaha begitu?
Coba kita lihat Pak Chairul Tanjung, emang dia ribet gitu ngurus barang, konsumen dan karyawan? Kayanya nggak deh 😁

“Jadi yang ribet itu, yang masih belum ngerti jalanin bisnis yang sebenarnya.”

Iya juga ya 😝

Kekacauan ini dimulai dari “salah mempersepsikan makna Business Owner”. Ketika kita memulai bisnis, memilikinya, menjalankannya, bukan berarti kita sebagai Business Owner.

Bingung gak? 🤔
Kan ini bisnis kita, kok kita bukan Business Owner?

Tenang Mak… kita luruskan dulu.

Aku mulai tersadarkan setelah baca berulang kali bukunya Coach Armala. Dalam organisasi bisnis, ada berberapa tingkatan:
1. Staff
2. Supervisor
3. Manager
4. Senior Manager
5. Direktur
6. Business Owner

Kita lepaskan dulu titel kita sebagai pemilik bisnis. Dari 1-6 point di atas, jika Mak masih jawabin chat, wajib bikin konten buat iklan, maka Mak posisinya sebagai staff. Sehingga wajar ketika Mak gak bisa tinggalin bisnis lama-lama. Kalo Mak gak kerja, ya Mak gak dapet duit 😊

Lalu disaat Mak mulai rekrut karyawan, ada pekerjaan yang karyawan pegang, dan Mak juga pegang sebagian, serta Mak berkewajiban melakukan supervisi/pengawasan ke karyawan, maka jabatan Mak adalah supervisor.

Di tingkatan ini, Mak gak hanya paham dunia teknis (cara jualan, teknik pemasaran, pencatatan keuangan, dll), Mak juga wajib belajar ilmu leadership untuk posisi supervisor.

Kalo Mak jalan-jalan, karyawan gak ada yang kontrol, ya bisnis bubar jalan 🤣 Seperti aku dulu 2013, ketika cuti melahirkan 3 bulan, omzet nyungsep wakwak.. Karena disaat bisnis hanya diserahkan ke staff tanpa adanya supervisor (yang kompeten) maka berantakan.

Nah setelah Mak makin banyak Timnya, sudah mulai ada beberapa orang pada tiap divisi, maka Mak bisa naik menjadi manager. Dengan membawahi beberapa supervisor yang menaungi divisi tertentu. Misalnya Pemasaran, Penjualan, Produksi.

Boleh jika masih ada beberapa hal teknis yang Mak pegang, misalnya keuangan & HR. Sedangkan 3 divisi lainnya tugas Mak memantau hasil kerja para supervisornya. Kalo ada Tim yang gak membuahkan performa baik, maka yang diomelin supervisornya wakwak…

Tugas Mak berikutnya, mendidik calon manager. Sehingga Mak bisa naik jabatan sebagai senior manager atau direktur. Terus lakukan regenerasi, kalo di Bumi Langit Grup kami menyebutnya “mencetak Mak Muri KW” 😁

Supervisor – Mak Muri KW3
Manager – Mak Muri KW2
Senior Manager – Mak Muri KW1
Direkrut – Mak Muri KW Super

Nah kalo sudah banyak orang-orang dengan kompetensi dan kinerja seperti yang Mak harapkan, baru deh Mak bisa sebagai Business Owner yang sebenarnya 😍 Akhirnya merasakan jalan-jalan tanpa mengkhawatirkan omzet, margin maupun profit.

Jadi, sadari diri kita ini berada di level mana nih sekarang Mak 😊 Manager, Supervisor atau Staff? 😉
Gakpapa, nikmati saya prosesnya. Jalani setiap tahapannya dengan rasa syukur. Akupun 2011 memulai RAZHA sebagai staff kok.

Biar cepet kita bisa naik jabatan, maka perbesar kompetensi diri dan perbaiki kinerja terus menerus. Sehingga setiap tahunnya kita bisa naik jabatan secara jujur adil dan benar, gak pake nyogok 🤣

Kemarin alhamdulillah kumpul bareng teteh-teteh TDA Perempuan Bandung. Mohon maaf ya yang bisa ikut terbatas, maklum belum boleh banyakan. Gak berasa dari jam 13, tau-tau azan magrib hihiiii…

Salah satu ikhtiar kami meningkatkan kompetensi diri ya dengan kelompok belajar seperti ini Mak. Ilmunya nyata, gak teori. Seneng denger cerita para teteh yang bisnisnya beda-beda, perjuangan membesarkan dan mempertahankan bisnisnya seru banget.

Ada Teh Rosi, yang sehari itu biaya iklan berbayar (Ads)nya 6juta. Maa syaa Allah.. sehari itu Mak 6 juta. Aku terperangah. Aku 100ribu aja rasanya takut zonk wakwakwak..

Teh Rosi cerita, ada temannya yang bisnis suatu produk (rahasia), sehari 80 juta iklannya 😱 Penjualan 2.000 – 3.000 pcs per hari. Makin tercengang aku tuh. Ya ampun aku mainnya kurang jauh ya 🤣

Tetiba hatiku tergerak. Teh Rosi yang juga emak-emak kaya aku, dia aja bisa belajar dan praktekin jadi advertaiser handal iiiiiiih aku jadi pengen belajar deh.

Aku lagi pengen ngerayu nih, Teh Rosi mau gak ya ngajar di SBO buka kelas FB/IG Ads? 😍 Lembutkan hatinya Teh Rosi ya Allah 🥰

Dulu di SBO pernah kelas Ads juga, tapi pematerinya bapak-bapak. Mungkin kalo emak-emak gurunya, bisa lebih mudah dipahami oleh kita yang para kaum emak ya..

Setujukah kalo kita belajar FB/IG Ads Mak?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia
Muri Handayani
“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

SEBENARNYA APA SIH TUJUAN BISNIS?

Secara lantang, sebagian besar akan mengucapkan PROFIT atau LABA alias KEUNTUNGAN. Tinggal masalahnya, bagaimana cara mendapatkan keuntungan tersebut. Apakah dengan kerja 20 jam sehari? Ngelapak 30 hari sebulan dengan sedikit libur? Tergopoh-gopoh ngurus orderan sampe urusan rumah tangga keteteran?

Aku pernah berada di titik seperti ini:

“Kok aku hidup untuk bisnis, bukan bisnis untuk hidup?”

Seakan berjalan di treadmill. Berhenti salah, gak berhenti lebih salah.

Gak ngurus bisnis, risiko kebutuhan hidup gak cukup. Ngurus bisnis, tapi udah gak sanggup. Rasanya remuk jiwa raga. Ketika Emak kini berada di posisi itu, saran aku, berhenti. Stop!

Terkadang “berdiam diri” diperlukan untuk kita menyembuhkan jiwa raga yang sedang lirih. Bener-bener lepasin semua kepenatan urusan bisnis. Allah yang bikin kita mumet, Allah juga yang bisa membuat hati tentram. Aku lantunkan doa minta ketentraman hati, dengan syahdu sampai berasa di hati. Teruuuusss diulang-ulang.

Ibu adalah jantung rumah. Bener gak sih? Kalau ibu mumet, seisi rumah kecipratan. Kalau ibu bahagia, rumah bagai surga dunia. Home sweet home.

Aku cerewet banget ke Emak untuk bangun tim, rekrut karyawan. Karena kita gak boleh selamanya mumet oleh hal teknis.

Seperti yang dijabarkan di buku Leadership Mastery karya Dale Carnegie, halaman 23.

PEMIMPIN YANG BAIK MENDELEGASIKAN TUGAS.

Banyak pemimpin yang menunggu terlalu lama sebelum mendelegasikan kekuasaan. Ini tidak hanya menurunkan efisiensi organisasi, tapi juga menghambat kesempatan bertumbuh bagi mereka yang sudah siap berkontribusi lebih besar.

Aku lupa ini foto tahun berapa, yang pasti ini di atas tahun 2013 setelah terjadi tragedi aku PHK semua karyawan.

Dari sana aku bangkit, rekrut lagi dan lagi dan lagi. Pekan ini pun aku terima 7 karyawan baru lagi. Bismillah jika baik maka panjang jodoh. Jika tidak, maka pisahkan dengan baik ya Allah.

Aku doakan Emak dimampukan Allah menjadi pemimpin yang berilmu dan tangguh, yang bisa membawa bisnisnya terus bertumbuh. Besar manfaatnya untuk umat, aamiin.

Btw, Emak tahu gak aku yang mana di foto itu?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

PENTINGNYA MELACAK KEMAJUAN BISNIS ONLINE

Pengen sukses, tapi gak tahu indikator sukses itu apa. Ingin omzet naik, tapi gak tau udah naik belum. Kayaknya sih naik, kayaknya sih untung, kayaknya sih ada progres.

Kayaknya = Halu

Aku mau ajak Emak intip buku Self Coaching halaman 183.

Darren Hardy dalam buku The Compound Effect mengatakan, jika kita ingin melakukan perubahan di satu area maka kita perlu melacak segala sesuatu di area tersebut. Misalnya jika ingin bebas utang, maka kita perlu melacak setiap rupiah yang keluar dari dompet/rekening kita. Jika ingin menurunkan berat badan, kita perlu melacak setiap makanan yang masuk ke mulut kita. Jika ingin lebih produktif, kita perlu melacak penggunaan waktu setiap menitnya.

Mengapa seorang pelatih Olimpiade dibayar mahal? Karena mereka melacak setiap latihan, kalori, dan nutrisi atlet. “All winners are trackers.”

Inilah sebabnya, para entrepreneur punya metrik-ukuran yang mereka jadikan patokan. Mereka punya metrik untuk mengukur kondisi bisnisnya. Mulai dari convertion rate, ROI, NPS, BEP, dsb. Tanpa metrik semacam ini, mereka akan kebingungan untuk mengukur apakah bisnisnya maju atau malah mundur.

Jika tidak diukur, maka tidak akan bisa dikelola dengan baik. Hasil pengukuran ini mereka gunakan sebagai insight untuk strategi bisnisnya.

STOOOOOP!

Baca sampai kalimat di atas, kok Mak Muri kayak keselek. Convertion Rate, ROI, NPS, BEP. Aku dan Emak bertanya dalam hati, “Apaan tuuuuh??” 😂

Boro-boro punya begituan, laporan keuangan aja gak bikin (ada yang keselek baca ini?).

So… Wajar ya Mak kalau memang bisnisnya gini-gini aja. Jalaninnya mengalir ngikutin arus lah. Seperti sesuatu yang ngambang-ngambang pergi menuju kemana air mengalir.

Okey lanjut aku baca bukunya…

6 alasan kenapa melakukan tracking alias melacak itu PENTING!

1. Menyadari pola

Tracking membantu kita mengetahui posisi saat ini. Melacak kemana uang pergi, menyadarkan kita bagaimana kita menggunakan uang. Melacak untuk apa waktu kita digunakan, menyadarkan kita bagaimana cara kita menggunakan waktu.

Dengan tracking kita mendapatkan data. Kita jadi tahu di mana pemborosan dan kebocoran terjadi. Kita jadi tahu mana yang bisa dioptimasi. Tanpa data, kita buta.

2. Membangun akuntabilitas dan konsistensi

Dengan tracking, kita akan lebih bertanggung jawab terhadap rencana kita. Tanpa tracking berkelanjutan, tujuan dan rencana tindakan akan mudah terlupakan. Mengapa? Karena dalam hidup ada banyak hal yang bisa mendistraksi kita dari tujuan kita. Melakukan tracking adalah upaya untuk menjaga kita agar tetap ingat dengan tujuan dan rencana kita.

Tindakan yang dilakukan sesekali tidak akan berdampak pada pencapaian hasil. Hanya tindakan yang dilakukan secara konsistenlah yang berdampak pada hasil.

3. Menciptakan siklus kesuksesan

Sulit rasanya menyadari kemajuan yang terjadi tanpa data yang valid. Dengan catatan kemajuan, kita jadi lebih menyadari kemenangan-kemenangan kecil. Kemenangan kecil akan memicu kepuasan dan emosi positif. Kepuasan dan emosi positif meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri kita.

Peningkatan motivasi dan kepercayaan diri membuat kita terdorong untuk melakukan kemenangan kecil berikutnya. Demikian seterusnya hingga tercipta siklus kesuksesan dalam diri kita.

4. Menyesuaikan strategi

Tracking memberikan kita umpan balik berupa data. Data ini dapat kita gunakan untuk menetapkan langkah/strategi berikutnya.

Tracking juga bisa mengidentifikasi masalah. Kita akan mudah mengenali kapan dan mengapa masalah terjadi. Jika masalah berulang, kita pun akan mudah mengenali polanya. Dengan demikian lebih mudah bagi kita untuk mengantisipasi dan memperbaikinya.

5. Menciptakan The Mere – Measurement Effect

Mengukur aktivitas dapat mendorong kita melakukan lebih banyak atau lebih sedikit (tergantung tujuan) apa yang kita lacak. Melacak membuat kita tetap sadar akan pilihan-pilihan yang kita ambil.

Hasil yang kita dapatkan dalam hidup adalah akumulasi dari pilihan yang kita ambil dari momen ke momen bukan?

6. Mencapai tujuan

Riset menyimpulkan, mereka yang melakukan progress tracking (melacak kemajuan) lebih mungkin mencapai goal-nya daripada mereka yang tidak.

Benjamin Harkin mengatakan:

Memantau kemajuan akan tujuan adalah proses penting yang menjadi jembatan antara proses penetapan dan pencapaian tujuan. Proses ini memastikan bahwa tujuan diterjemahkan ke dalam tindakan. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa proses memantau kemajuan meningkatkan kinerja perilaku dan kemungkinan pencapaian tujuan seseorang.

Gimana Mak, makin terbuka pikirannya untuk mau membuat pencatatan berbagai hal? Terutama tentu dimulai dari laporan keuangan ya. Mak. Kalau kami saat ini pakainya aplikasi Jurnal. Enaknya di Jurnal kita bisa coba dulu pake gratis 14 hari. Kalo cocok pake, kalo gak ga gakpapa.

Ke sini untuk bisa dapetin GRATIS, pilih mau gratisan yang mana bebas 👍

https://forms.gle/QJHFPyi7qe272TpY9

Bersyukur banget aku baca buku Self Coaching ini, baru dikit yang dibaca tapi udah dapet banyak manfaat 🥰Yang beli bukunya pada chat ke sini http://wa.me/6287848261039

Dulu aku gak mudeng kalo para mastah pada ngomongin dashboard. “Tugas kita mantau dashboard.”

Oalah.. jadi semua hal itu memang kudu pake data ya Mak. Biar bisa kita tracking. Aku tuh tiap hari sekarang tugasnya mantengin dashboard kaya di gambar ini. Bahkan sehari bisa beberapa kali. Ngecekin setiap progres yang terjadi di Tim.

Sehingga kita gak cuma berprasangka aja ke Tim. Berprasangka “terlalu baik” juga bisa jadi boomerang. Begitu juga berprasangka buruk, ah bikin mumet aja.

Ini pada kerja gak sih?

Berapa sih hasil kinerja mereka?

Bener gak nih kerjanya?

Udah tanggal 11 nih, naik apa turun ya?

Kira-kira akhir bulan tercapai gak?

Sekarang harus ngapain lagi ya?

Asli puyeeeeeeng banget kalo kita cuma berprasangka. Gak bisa ambil keputusan yang tepat.

BISMILLAH JALANI BISNIS ONLINE DENGAN LEBIH BENAR. Mampukan ya Allah

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Versi Terbaik

Jadilah terbaik dengan versi masing-masing. Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain.Aku sayang diriku.Aku bangga dengan diriku.Aku bersyukur atas diriku.Aku akan menjadi istri terbaik dengan versiku.Aku akan menjadi ibu terbaik dengan caraku.Aku akan menjadi anak terbaik dengan jalanku.Aku akan menjadi pebisnis terbaik dengan pilihanku.Aku yang menjalani hidupku, inilah aku apa adanya.I Love Me 🥰

2 SUMBER UANG DALAM BISNIS ONLINE

Makin banyak yang curhat ke Mak Muri karena penjualannya menurun. Pandemi bikin sepi, PPKM diperpanjang lagi dan lagi udah kayak iklan coki-coki zaman dulu. “Paaaanjaaaang dan laaaamaaaa….” Cuma yang seangkatan Mak Muri yang tahu iklannya. Berasa tua aku nih, wkwk…

Setelah aku analisis, aku tanya lebih dalam kepada mereka, ketemu benang merahnya. Mereka yang dulunya punya penjualan banyak, ketika pandemi/PPKM jadi nyungsep omzetnya. Itu disebabkan KETIDAKSEIMBANGAN antara dua sumber uang dalam bisnis onlinenya.

Terutama untuk mereka yang menggunakan penjualan sistem jaringan.

Produsen – Distributor – Agen – Reseller

Aku udah ngalamin drama ini tahun 2016 kayaknya. Hmmmm… Aku lupa tepatnya. Tapi rasa menohoknya itu masih inget.

Ketika salah satu distributor besar RAZHA tiba-tiba gak order lagi. Membuat penghasilan langsung pincang. Ya sebab dia gede banget kalau order tiap bulannya.

Apa alasannya?

Bukan karena produk RAZHA jelek, tapi karena dia sudah ‘hijrah’ bisnisnya. Secara personal, dia hijrah dalam menjalani hidup. Salah satunya adalah cara berpakaian. Dulu pada zamannya pakai pashmina yang dililit-lilit, tentu pasangan wajibnya adalah Inner Ninja.

Suatu hari dia hijrah, menggunakan bergo syar’i. Dan dia pun menutup/mengganti semua bisnisnya yang tidak syar’i. Termasuk toko fashionnya yang selama ini jualan produk RAZHA, Dian Pelangi, dll.

Itu hak dia dong sebagai individu memilah jalan hidup dan bisnisnya. Aku sebagai supplier yang selama ini nerima orderan ya harus legowo dan menghargai pilihannya.

Dari situ aku belajar, bahwa faktor luar bisa sangat dinamis berubah. Kita gak bisa maksa orang jualin produk kita selamanya. Kita gak bisa kontrol keadaan untuk gak pandemi. Kita gak bisa gedor-gedor rumah pak presiden untuk berhentikan PPKM.

Yang bisa kita kontrol ya hanya diri kita!

Memiliki banyak cadangan rencana adalah sebuah kewajiban bagi pebisnis.

Dan sudah harus disiapkan sebelum terjadinya colaps.

Nah di Bisnis Online, kami fokus menjaga 2 sumber uang.

1. Mencari pelanggan baru sebanyak-banyaknya.

2. Menjaga pelanggan lama sebaik-baiknya.

Harus seimbang kinerja dalam mengelola 2 hal tersebut. Ketika “jaringan rontok”, alias reseller gak aktif, ya santuy aja, karena ada sumber uang di poin pertama.

Hak reseller mau jualan atau tidak. Ikhtiar kita sediakan produk, bina semampunya, setelah itu lepas dan ikhlaskan hasilnya.

Nah banyak yang kondisi pandemi ini shock dengan jaringan rontok, dan hanya meratapi kenapa orderan menurun gak kaya dulu lagi.

Banyak “faktor luar” yang gak bisa kita kontrol. Ya gak usah dipikirin. Bikin overthinking, stres!!

Merasa aman dengan banyaknya orderan dari Mitra yang ada, itu sebenarnya halu. Gak ada yang abadi di dunia ini Marimar.

Yang udah ikut kelas Mak Muri tentang CRM udah paham nih..

Terdapat tiga tahap dalam sistem CRM yang harus dilakukan:

1. Memperoleh Pelanggan yang Baru (Acquired)

Kuncinya: memberikan kesan pertama yang baik kepada pelanggan.

2. Menambah Nilai dari Pelanggan (Enhanced)

Terdapat dua cara dalam meningkatkan hubungan dengan pelanggan, yaitu dengan cara up selling dan cross selling.

3. Mempertahankan Pelanggan (Retain)

Rahasianya: harus menyediakan waktu untuk mendengarkan pendapat atau masukan dari pelanggan.

Hayu Mak, luangkan waktu untuk belajar. Kaya aku nih, suka dengan keheningan pagi, enak untuk baca buku.

Sudah pada delegasikan tugas teknis ke karyawan kan? Praktekin atuh isi buku BOAP (Bisnis Online AutoPilot) – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan.

Jadi Mak ada waktu untuk upgrade diri. Nanti kita lah yang ajarin karyawan untuk teknis strategi bisnisnya. Selanjutnya tugas Mak kontrol kinerja dan analisa strategi bisnis yang sudah diterapkan apakah harus diperbaiki atau bahkan diganti.

Belajar – praktek – evaluasi – perbaiki – belajar – praktek – evaluasi – perbaiki -….

Aku doain bisnis Mak terus bertumbuh kebermanfaatannya untuk umat.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Jangan Berhenti Bermimpi

2 tahun lalu…

Sebuah perwujudan atas keberanian bermimpi. Kantor Bumi Langit Grup lantai dua.

Mak Muri anak sopir angkot, berani-beraninya punya mimpi bangun rumah dengan desain sesuai keinginan dan tanpa riba. Eh Allah kasih…

Nikah modal nol, pindah kontrakan sana-sini udah lupa berapa kali, saking banyaknya.

Eh sama Allah dikasih tempat usaha tetap, tanpa harus bayar sewa bulanan, dan adanya di halaman rumah pula. Jadi bisa tetap dekat keluarga.

Begitulah Allah. Kalau kita pakai logika, seringnya otak kita gak nyampe. Gak sanggup kita mikir apa yang belum terjadi.

Tapi kita diberi sesuatu sama Allah yang namanya “bermimpi” dan itu gratis.

Mimpi + doa + memantaskan diri + izin Allah = kenyataan

Ayo Mak, jangan takut bermimpi besar.

Bagi kita besar, tapi bagi Allah itumah keciiiil banget.

Sesungguhnya yang mewujudkan bukanlah kita, tapi Allah.

Sepakat Mak?