CARA MENILAI KEBERHASILAN BISNIS ONLINE

Merasa sudah bertahun-tahun jalanin bisnis tapi kayak gak ada hasilnya?

Sudah pake cara ini itu, namun bisnis tetap gak bertumbuh?

Dan sekarang merasa bingung, ini salahnya di sebelah mana?

Cuuung yang sedang mengalami kegundahan di atas!

Gagal bisnis, gak berhasil mencapai target, jalan di tempat. Tenang, itu bukan aib kok. Gak perlu ditutupi. Justru malah gak boleh ditutupin, nanti makin bobrok. Sebaliknya, wajib dibuka, dibedah, ditelaah sampe ke sumsum terdalam.

Ya memang begitu, kan mau diselamatkan. Makanya dibongkar. Cari akar masalahnya. Jangan cuma menyelesaikan dampak dari masalah, tapi akar masalahnya gak dituntaskan.

Ibaratnya rumah bocor saat hujan. Bukan hanya ambil ember untuk nampung airnya, lalu dianggap selesai. Tapi temukan di sebelah mana titik bocornya. Cari tahu apakah genteng pecah, asbes geser, atau ada retakan di tembok, dll. Ketemu nih penyebabnya genteng pecah. Beli genteng pengganti dan pasang. Selesai deh.

Eeeiit.. tunggu dulu. Belum beres, Apa penyebab genteng pecah? Jangan sampe masalah yang sama terulang. Oh, ternyata karena ada pohon besar di atas rumah. Ketika hujan angin, dahan besar jatuh dan menimpa genteng. Nah, wajib dipapras sedikit pohonnya dan cek bagian yang sudah mulai lapuk.

Begitu juga dengan bisnis kita. Apa sih yang menyebabkan bisnis gak bertumbuh? Bahkan rasanya kayak nyungsep nih kondisinya sekarang. Lakukan pengujian dan pengukuran pada tiap divisi untuk general check up.

Dari buku karya Bradley J. Sugars, The Business Coach, halaman 32:

“Pengujian dan pengukuran merupakan hal vital untuk bisnis apa pun. Jika kau tidak melakukan pengujian dan pengukuran terhadap segala sesuatu yang dilakukan, kau tidak akan mengetahui mana yang berhasil dan mana yang tidak. Kau tidak akan mengetahui strategi pemasaran mana yang harus tetap dijalankan, mana yang harus dihentikan, dan mana yang memerlukan waktu lebih karena tengah menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan.”

Dengan pengujian dan pengukuran, kita dapat memperbaiki, fokus, mengarahkan, ataupun membatalkan strategi sebelum nantinya banyak menghabiskan uang dan memiliki efek yang bertentangan dengan apa yang sebenarnya diinginkan.

Sudah mau akhir tahun nih Mak. Apakah target dari awal tahun ini sudah banyak yang tercapai atau melenceng jauh dari dugaan?

Yuk lakukan pengujian dan pengukuran lebih detail lagi mulai sekarang. Tentunya harus ada DATA AKURAT agar Mak bisa melakukan sederet analisis. Data sebelum dan sesudah pengujian.

Jangan pake “kayaknya, sepertinya, mungkin, kira-kira”

Kayaknya sih untung, eh ternyata buntung hehehee…

Yuk ah, kasian umur kita sudah terus berkurang, tapi gak serius nih jalanin bisnisnya.

Tapi kalau emang cuma iseng aja jalanin bisnisnya, ya gak apa-apa. Kita bebas memilih kan ya. Namun jangan samakan hasilnya, orang yang jalanin bisnis serius dengan yang iseng.

Salah satu yang juga lagi aku lakukan pengujian dan pengukuran adalah tentang liburan karyawan  Kalo dikasih liburannya tiap bulan, tingkat kebahagiaan mereka naik, apakah juga berbanding lurus dengan naiknya profit perusahaan?

Lihat semangatnya mereka saat voting lokasi liburan kami bulan ini hihiiiii… Kinerja mereka juga harus sesemangat itu ngejar margin, karena kan biaya liburannya diambil dari margin Yang sudah ikut kelasnya Mak Muri pasti paham kan.

Uji – Ukur – Uji – Ukur – Uji – Ukur…

Lakukan itu terus ya Mak, dan ingat, PAKE DATA!

Bismillah kebermanfaat dari bisnis Mak semakin besar . aamiin..

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Di Bawah Pohon Rindang

Kalo tanggal segini, HRD dan Akunting lagi sibuk ngurusin data gajian. Dicari di ruang kerjanya gak ada. Ternyata lagi ngumpet di DPR (Di bawah Pohon Rindang). DPR ini area kerja yang paling diperebutkan sama Tim. Apalagi abis ujan gini, makin adem maa syaa Allah…

#BahagianyaHidupDiDesa

Mak kalo kerja di rumah paling seneng di mana?

Kamar?

Ruang tamu?

Dapur?

Teras ???

Cinta yang Tulus

Nyalain komputer tiba-tiba nemu ini

Emang anak yang satu ini paling romantis. Sering banget mengungkapkan kata-kata cintanya. Beda sama ayahnya, hihihi.

Gegara sering lihat bundanya kerja pake PowerPoint, dia jadi ikutan mau ngulik juga. Tapi dipake untuk gambar

Setiap anak punya potensi dirinya masing-masing. Tapi lingkungan juga menjadi faktor pembentuknya. Jadi takut ya kita melakukan kesalahan, karena mereka meniru dari apa yang kita lakukan.

Ya Allah mampukan kami para Emak Olshop ini menjadi tauladan yang baik bagi anak-anaknya. Seperti ini pengennya ya Allah…

Semangat belajarnya, semoga dicontoh.

Gak pernah nundanya, semoga ditiru.

Tidak mudah menyerah, semoga tertanam.

Bersikap hemat dan dermawan, semoga terbawa.

Bermanfaat untuk ummat, semoga menjadi tujuannya juga.

Dan berbagai hal baik lainnya pengen banget tertanam di diri anak-anak kita ya Mak.

Bismillahirrahmanirrahim.. kita perbaiki diri dulu menjadi orang yang layak dicontoh oleh anak-anak kita, semoga mereka kelak bisa seperti kita dan jauh lebih baik aamiin.. Pantaskan kami ya Allah…

TIPS MENJADI ORANG YANG SELALU BERUNTUNG

Pernahkah Mak merasa sering kali gagal?

Jadi bikin lemes dan gak mau nyoba lagi?

Gara-gara karyawan pertama gak sesuai harapan, rekrut karyawan kok tetep gak naik omzetnya, jadinya kapok gak berani rekrut lagi.

Sudah nawarin barang dagangan ke sana-sini, yang ada penolakan terus menerus, bikin drop mental.

+ “Hmmm… gimana nih Mak Muri untuk bangkitnya?”

– Jadikan kehidupan ini bagaikan sebuah Games. Ya hanya permainan saja.

Jadi gini… Berhasil atau gagal, itu bukan tujuan. Tapi keseruan dalam prosesnya yang kita kejar. Dan pahami tujuan kita di dunia ini untuk apa?

Apakah untuk sukses?

Jadi kaya?

Harus terkenal?

No!

Cuma satu tujuan kita, yaitu IBADAH.

Dan baiknya Allah itu, ibadah dalam bekerja bukan dinilai dari berapa hasil yang dicapai. Setiap lelahnya kita berproses itu sudah banjir pahala.

Kesalahan menetapkan TUJUAN tersebutlah yang bikin kita merasa selalu gagal.

Seperti main Games, tujuannya bersenang-senang seseruan heboh. Menang atau kalah, tetep happy.

Dalam hidup juga harusnya kita begitu. Terutama untuk bisnis Mak. Ada closingan atau enggak, udah dapet pahala.

Tapi teteeeep lah manusiawi mau dapet omzet gede ya kan? Maka tugas kita belajar dari kegagalan kemarin, apa yang harus diperbaiki. Lalu lanjut mulai lagi. Bahkan dengan energi yang lebih besar dari sebelumnya.

Karena hari ini kita lebih beruntung, sebab sudah mengetahui kesalahan kemarin dan sekarang mencoba strategi baru biar hasilnya lebih bagus.

Semua akan JAGO pada waktunya kok. Orang yang main Games baru 1x, dibanding dengan yang sudah 1.000 kali, ya akan beda level pencapaiannya.

Yes, hanya butuh kesabaran untuk mengulang dengan cara yang sedikit lebih baik dari sebelumnya.

Ada gak orang yang kalah main Games, lalu nyalahin pembuat gamesnya karena bikinnya terlalu sulit? Nyalahin tetangga yang kenceng banget pasang lagu dangdutnya. Atau ngomelin hujan yang bikin dia kalah main Games heheee…

Nah di dunia nyata, kita sering banget nyalahin keadaan, orang lain, kompetitor, orang tua atau bahkan nyalahin Tuhan.

Gak pernah Allah menzalimi kita sekali pun. Yang menzaimi kita, ya perbuatan kita sendiri. Mager, sering nunda, gak mau evaluasi diri…

Pasanglah mental BERUNTUNG, maka kita gak akan pernah melihat situasi apa pun selain KEBERUNTUNGAN yang sedang kita jalani.

Aku beruntung lahir dari ayah sopir angkot.

Aku beruntung punya ibu tukang gado-gado.

Dari orang tua aku belajar kesabaran, kerja keras dan tak putus asa.

Aku beruntung anak pertamaku meninggal usia 2,5 bulan. Aku jadi semakin berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anakku yang lainnya.

Aku beruntung gagal bisnis 6 kali, di bisnis ke-7 aku jadi sudah banyak pelajaran berharga untuk menjalankannya, membesarkan dan mempertahankan.

Aku beruntung pernah dibully, membuat aku menjaga sikap untuk tidak panen dosa dari menyakiti orang lain.

Ya aku beruntung apa pun keadaanku, begitu juga dengan kamu Mak. Kamu sangat beruntung…

Aku beruntung banget kemaren Mak Nurul owner CoolBee mempercayakan aku untuk Private Class. Mak Nurul bawa Timnya untuk belajar Marketing, Branding, Selling dan juga Manajemen Bisnis. Maa syaa Allah…

Adakah yang beruntung berteman denganku?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KAPAN HARUS PECAT KARYAWAN OLSHOP?

Siapa di antara Mak yang banyak gak enakannya? Mau negur karyawan, gak enak. Mau kasih punishment ke karyawan, gak enak. Mau pecat karyawan yang menyebabkan masalah, gak enak.

Kalau kita terus-terusan gak enakan ke orang lain, sesungguhnya kita lagi “enak-enak aja” tuh ke diri sendiri.

Kita gak tega ke orang lain, tapi faktanya kita tega dengan diri sendiri dan anak yang sudah berkorban (kehilangan waktu dengan ibunya karena ngurus olshop). Gak tega ke orang lain yang ternyata merusak kita, menyebabkan bisnis gak berkembang, stagnan hingga bangkrut.

Demi “gak tega” ke 1 orang, kita mengorbankan banyak orang.

Bisnis adalah olah raga tim. Mencari tim ibarat mencari orang-orang yang siap naik gunung. Cari orang yang bisa memikul beban hingga sampai ke puncak gunung. Jangan malah dia menjadi sumber beban.

Jika setelah dicoba beberapa waktu, sudah diajarkan dan diberikan kesempatan bertumbuh, namun dia malah menjadi sumber beban, bukan pemikul beban, maka segeralah keluarkan dia dari tim kita Mak.

Mak juga perlu evaluasi diri, apakah kita sudah memahami dan menjalani dengan baik:

1. Cara perekrutan harus lebih selektif dan bisa menggali karakter aslinya serta mengetahui kompetensi.

2. Cara mendelegasikan tugas yang bisa dipahami dengan jelas dan memiliki tolok ukur yang tegas.

3. Cara mengontrol kinerja karyawan dan evaluasi.

4. Cara melatih keterampilan dan kepemimpinan diri.

5. Cara mengapresiasi/menghargai hasil.

5 poin di atas sudah dibahas detil di buku #BOAP Bisnis Online AutoPilot – Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop. Yang lupa, hayu baca lagi bukunya.

Jika kita merasa sudah menjalankan 5 poin dengan baik, tetapi karyawan masih juga menjadi “penambah beban” bukan “pemikul beban” maka lepaskanlah dia. Biar dia belajar dari perjalanan hidupnya. Dan jangan risaukan rejekinya dia. Sebab Allah lah satu-satunya penjaga rejeki setiap makhluk.

Buatlah bisnis kita bertumbuh besar, sebab disitulah letak kebermanfaatannya untuk ummat. Besarkan dengan ilmu dan kepemimpinan yang baik.

Maa syaa Allah aku dapet banyak banget ilmu dari Mak Merry Sasmita sejak dulu kami dekat di 2017 kalo gak salah. Bukan cuma belajar cara besarkan bisnis dari segi ikhtiar bumi, tapi ikhtiar langitnya keren banget maa syaa Allah…

Suami Mak Merr pun sudah banyak makan asam garam dunia bisnis. Kesabaran, gak gengsi dan pandai kelola uangnya jadi inspirasi kami. Makasi Mak Merr & Uda nyempetin mampir ke desa kami.

Kalo Mak, siapa yang menjadi sumber inspirasi? Boleh colekin semua orang yang Mak jadikan panutan dalam bisnis dan kehidupan.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KESALAHAN YANG PALING SERING DILAKUKAN PEBISNIS

Mak merasa sudah bertahun-tahun jalanin bisnis tapi rasanya jalan di tempat? Tenang… Mak gak sendirian, banyak temennya.

Aku pun dulu gitu Mak. Rasanya iri lihat temanku yang sudah melejit bisnisnya dan dalam waktu 3 tahun sudah autopilot. Termasuk Teh Dinii Fitriyah alumni SBO Sekolah Bisnis Online angkatan jadul ini jarang ke kantor MOUZA, asyik main sama 5 anak di rumah, sebab urusan bisnis sudah dipegang oleh Tim.

Aku pernah baca salah satu buku yang mengatakan bahwa “Bisnis adalah olahraga scientific.”

Selalu tulis yang akan kita lakukan dan juga tulis apa yang sudah kita lakukan. Ini membuat kita lebih detil melihat data.

Yes, DATA OH DATA.

Seperti kita dulu waktu sekolah ada rapotnya. Kalo mau naik kelas ya ada syarat dan standar nilai minimumnya. Ketika sang murid mengalami kemunduran, itu pasti ada penyebabnya. Tugas guru memberikan penjelasan berupa catatan di rapotnya.

Di dalam bisnis, kita pun harus punya rapot. Dan rapotnya itu banyak. Tergantung dari kebutuhan analisis yang kita inginkan.

1. Laporan keuangan

2. Laporan kinerja karyawan

3. Laporan pertumbuhan pelanggan

4. Laporan produksi

Dll

Dari masing-masing laporan itu, ada beberapa “anak laporannya” dan tentu membutuhkan banyak data untuk diolah. Nah pertanyaannya, seberapa rajin Mak mencatat datanya?

Membentuk TIM MANAJEMEN sama pentingnya dengan membangun tim pemasaran dan penjualan.

Siapa masih inget pembahasan pilar bisnis di buku BOAP? Bagian ‘atap’ yang menaungi 4 pilar bisnis lah yang dikatakan manajemen Mak. Apa saja tugasnya?

Baca ulang lagi kalau lupa.

Jadi kalo bisnisnya mau AUTOPILOT harus mulai belajar ilmu manajemen bisnisnya. Investasikan waktu dan tenaga Mak untuk belajar dan mengurus hal tersebut.

2021 sudah mau habis nih. Yuk kita wujudkan impian 2022 bisnis online kita bisa autopilot ya Mak. Saling mendoakan ya Mak, Allah mampukan kita bangun bisnis yang semakin besar manfaatnya untuk ummat, aamiin

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga keurus, bisnis jalan terus.”

Assalamu’alaikum Mak Sholehah

I Love U karena Allah

Saling mengingatkan, menguatkan, dan mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan dunia akhirat.

Overthinking menjadi salah satu perusak diri.

Pikiran udah lebay kemana-mana. Padahal keadaan ternyata baik-baik saja.

Berprasangka baik terhadap Allah, menjadi pencegahku biar gak overthinking. Sibuk mencari sisi baik semua orang, semua keadaan dan semua kejadian.

Bismillah hati lebih tenang.

setuju mak?

CARA MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN BISNIS ONLINE

Sudah 2 tahun, 5 tahun atau sudah 7 tahun Mak jalanin bisnis online? Ngerasa gini-gini aja? Gak bertumbuh? Atau malah modal habis terus?

Aku pun mengalami itu pada 6 bisnisku sebelumnya. Modal seberapa pun kok rasanya kurang.

Alhamdulillah, atas izin Allah ketika mulai merintis RAZHA tahun 2011, Allah jodohkan ketemu komunitas keren, TDA Bandung.

Di sana aku serasa menemukan jawaban atas semua kepusingan jalanin bisnis. Lingkungan mempengaruhi banget, menjadi seperti apa diri kita. Dulu aku gak pernah rekrut karyawan. Ngerasa semua bisa aku kerjain sendiri. Buat apa bayar orang kalo kita bisa kerjain?

Ternyata kalimat itu setelah dibalik jadi gini:

Kenapa harus dikerjain sendiri kalo bisa bayar orang?

Ada 2 hal positifnya:

1. Ladang pahala sebab membuka pintu rejeki untuk orang lain. Hidup kita bermanfaat gak hanya untuk diri sendiri.

2. Bisa mengerjakan hal lainnya yang bernilai lebih tinggi.

Bayangkan kalo Pak Choirul Tanjung jadi Teller Bank Mega?

Gimana kalo Pak Sandiaga Uno megang marketing di bisnisnya?

Boleh ketika kita merintis usaha, masih ngerjain A sampai Z. Namun harus kasih batas waktu kapan mulai mendelegasikan satu persatu pekerjaannya kepada tim.

Jadi sebenarnya pebisnis itu bukan seberapa jago ngurusin produksi atau pemasaran. Tapi seberapa jago ngebangun Tim yang bisa menjalankan produksi, pemasaran, penjualan hingga urusan pengelolaan keuangan.

Bisnis Online kita bisa cepat bertumbuh, jika pertumbuhan diri kita dalam hal manajemen bagus.

Kenapa aku gak paham dari dulu ya. Yo wis, memang sekarang lah waktu yang tepat.

Makanya kalau ada Mak yang minta Private Class kaya Mak Nurul owner CoolBee ini, aku selalu utamakan bahas manajemen. Lalu aku minta Mak Nurul juga ajak timnya biar belajar konsep, strategi hingga teknis pemasaran penjualan.

Yuk Mak kita imbangi pembagian waktu kerja kita, untuk sebagian belajar pemasaran dan sebagian lagi belajar manajemen bisnis.

Dari mana mulainya Mak Muri belajar manajemen bisnis?

Mulai dari baca buku BOAP (Bisnis Online Autopilot – Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop) yang sudah mulai berdebu tuh kayaknya di rak buku Mak.

Jago jualan boleh, tapi gak mau kan jualan sampe tua?

Maka delegasikan tugas jualan ke karyawan.

Aku doain Mak dijodohkan tim yang solid, pinter, loyal dan produktif sesuai keinginan Mak, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

“Jagalah Allah, Maka Allah Akan Menjagamu.”

Sepenggal nasihat yang aku baca pagi ini dari sebuah buku karya anak usia 11 tahun. Malu rasanya. Anak sekecil itu sudah tertanam kuat akan kecintaannya kepada Allah.

“Itu adalah nasihat Abi yang terus-menerus diucapkan.”

Semakin tertampar aku bacanya. Nasihat apa yang sudah aku lantunkan ke anak-anakku setiap harinya? Apakah hanya urusan dunia? Apakah cuma omelan terhadap hal-hal kecil lainnya namun jarang menasehati untuk “menjaga Allah” dalam hati mereka?

Jadi pengusaha sukses ya Nak.

Semangat belajar biar pinter ya, Nak.

Beresin mainannya Nak.

Makan sayurnya yang banyak, Nak.

Mana “jaga Allah” dalam nasihatku?

Beberapa hari lalu, Mak Danar setelah ikut workshop offline SAO 2 hari, aku ajak main ke kantor BLG di hari Seninnya. Mumpung di Bandung, ucapku.

Ajak timnya untuk belajar langsung kepada timku. Studi banding dan tambah wawasan baru. Siapa tau ada insight yang bisa dibawa ke Jakarta nanti untuk eksekusi.

Dari pukul 8 pagi hingga zuhur, kami sibuk berdiskusi. Tapi lepas itu, aku udah gak kuat, kepala rasanya berat. Aku minta Manager HRD untuk temani Mak Danar diskusi bahas tentang menghitung gaji dan bonus karyawan.

Aku pun tidur. Maapin ya Mak ditinggal tidur.

Ternyata Mak Danar pulang sekitar pukul 2 siang.

Sore harinya dapat kabar, ada paket datang yang isinya 60 pcs Al-Qur’an dari Mak Danar untuk dibagikan ke semua Tim BLG. Baik yang WFO maupun WFH.

Maa syaa Allah.

Sebelum karyawan pulang, Manager HRD ajak kumpul semua Tim yang hadir. Memberikan nasihat bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Inilah cara Allah meminta kita untuk kembali pada Al-Qur’an yang sudah rindu dibersamai. Bukan hanya sekedar dibaca namun dikaji dan diamalkan.

Sebaik-baik teman adalah yang mengajak kita selalu ingat Allah. Mak Danar, luv u so much!

Allah jaga selalu dirimu, bahagia dunia akhirat. Keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Bisnis berkah berlimpah dibersamai tim yang solid dan saling mencintai karena Allah. Jadilah teman baikku hingga ke surga.

PEMASARAN JANGAN SERAKAH

Produk kami bisa digunakan untuk semua orang.

Produk kami cocok bagi siapa saja.

Produk kami untuk segala umur.

Produk kami dibeli oleh semua kelas ekonomi bisa.

Itu menurut penjual. Sekarang kita lihat dari sisi pembeli.

Gak semua orang mau pake produk Anda.

Gak semua orang cocok dengan produk Anda.

Gak semua umur tertarik beli produk Anda.

Gak semua tingkatan ekonomi mau beli produk Anda.

Nah kan jadi bingung. Pantesan produk sudah ditawarin ke sana sini, yang beli sedikit atau jarang. Akhirnya ganti produk, eh nasibnya sama saja. Gulung tiker deh. Ngerasa gak bakat jualan, akhirnya menyerah.

Itu adalah kisah Marimar yang kecewa dengan realita. Bisnis gak seindah postingan orang di sosmed.

“Kayaknya enak, jualan pada laris gampang banget,” ucapnya lirih.

Kisah tersebut adalah fiktif belaka. Eh jangan-jangan kisah Marimar ini pernah dialami Mak? Maaf jika ada kesamaan jalan cerita, gak disengaja, kebetulan.

Penyebab yang paling mendasar dari gagalnya penjualan adalah gagalnya perencanaan (gak ada perencanaan bahkan). Ada produk, hajaaarrr tawarin ke semua orang.

Kalo mau jago pemasaran dan penjualan, yuk ah pake ilmunya, biar gak lelah jiwa raga terus.

Siapakah sasaran pasar Mak?

Orang-orang yang paling tertarik untuk menukar uangnya dengan produk yang Mak jual. Kata kuncinya adalah TERTARIK. Nah apa hal-hal MENARIK yang membuat calon konsumen melirik produk Mak?

Ada orang tertarik karena murah, gengsi, fungsi, darurat, praktis, kekinian, happy, dll. Semua itu atas dasar permasalahan yang mereka miliki.

Orang makan enak, gak semuanya karena laper. Dia punya masalah “bad mood”, makan enak bikin happy.

Konsumen beli jaket bukan karena dingin, tapi biar fotonya cakep kaya Mak Muri ini.

Sepatu dibeli bukan karena murah, tapi nyaman biar gak lecet kakinya.

Setiap kategori pasar, memiliki permasalahan masing-masing. Tugas Mak sebelum memilih produk, tentukan dulu siapa target marketnya. Gali permasalahan mereka.

Ambil diantara permasalahan tersebut yang ingin Mak selesaikan.

Sepatu yang cakep, nyaman, gak susah dibersihinnya (karena males nyuci sepatu, kaya Mak Muri), dan bisa dipake segala acara.

Nah kalo mau mewujudkan keinginan konsumen seperti itu, maka tipe sepatu apa yang cocok nih? Gak bisa dari benang rajut karena susah dibersihinnya. Gak cocok sport shoes sebab gak bisa dipake kondangan.

Jika sudah terlanjur punya barang numpuk gimana Mak Muri?

Yo wis dilanjut saja. Sekarang fokusnya menggali produk yang ada, temukan atau tambahkan USP (Unique Selling Proposition).

Dengan produk yang ada saat ini, cocoknya untuk menyelesaikan permasalahan pada konsumen di segmen apa?

Yuk mikir yuk.

Begitulah bisnis, kalo mau laris ya kudu banyak mikir.

Aku doain jualan Mak laris manis terus ya, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”