KEJAR IMPIAN JANGAN PAKE EMOSI

Kata motivator, impian itu harus besar, biar semangat ngejarnya. Namun sering kali kita merasa kelelahan ketika berlari marathon untuk mewujudkan impian. Dan belum sampe setengah perjalanan, sudah tumbang. Bukan hanya fisik, tapi mental yang lebih terpukul.

Sayangnya pola ini terus berulang setiap awal tahun. Bikin impian lagi, kejar ngebut lagi, belum terwujud, sudah menyerah lagi.

Sampe akhirnya jadi kaya males punya mimpi rasanya. Ada yang pernah ngalamin seperti itu Mak?

Dulu akupun gitu, hingga suatu hari aku mendapat hidayah mengenai “batu loncatan”.

Ternyata impian besar tetap harus kita pegang. Itu menjadi visi utama yang kita tuju. Nah visi tersebut bisa dicapai dengan melakukan berbagai misi.

Misi-misi ini yang menjadi batu loncatan. Setiap misi juga merupakan sebuah impian yang harus dikejar dan diwujudkan. Misi tidak boleh melenceng dari visi yang dicanangkan.

Misalnya seperti visi kami yang ingin memiliki lembaga pendidikan dengan fasilitas seluas 3 hektar. aamiiin.. Maka kami mulai dengan membangun lembaga pendidikan kecil di halaman rumah dulu.

Bayangkan diri kita adalah seorang amatir, yang tiba-tiba harus ikut olimpiade angkat besi seberat 20kg. Wah langsung masuk rumah sakit.

Jangan kebawa emosi ketika ngejar impian. Lihat orang lain laris jualan produk A, kita langsung ikutan produksi A. Padahal belum paham ilmu jualan, tapi langsung nekat jadi produsen. Atau nyetok banyak sebagai distributor besar tanpa memiliki “kolam” yang sesuai.

Ketika kita ingin jadi dokter, kita juga harus masuk SD kelas 1 dulu, lalu naik kelas 2 hingga lulus SD. Tapi setelahnya tetep gak bisa loncat langsung kuliah, mesti ke SMP & SMA dulu. Maklum bukan jenius yang bisa akselerasi.

Sabar.. jangan minjem duit untuk memulai bisnis. Bencana!

Kita belum punya ilmu dan pengalaman untuk mengolah uang banyak. Bencana!

Allah baru amanahin 100rb, ya udah beliin kuota aja untuk modal jualan. Cari supplier yang pendaftaran resellernya gratis (kalo gak percaya ada, chat aku aja, nanti aku kasih tau). Lalu mulailah belajar WA Marketing. Belajar dulu selling, ramah dengan orang lain, percaya diri menawarkan, menggali kebutuhan konsumen, melakukan pencatatan.

Dari sana Mak sudah melewati batu loncatan pertama. Tambah suppliernya, beranikan jual produk berikutnya dan tawarkan ke pelanggan lama dulu. Kemudian beriringan Mak perluas market dan melakukan branding.

Personal Branding yang lebih dulu dilakukan, sebab orang belum kenal olshop Mak, tapi orang bisa jadi temen Mak karena Mak baik, ramah dan bisa membantu konsumen mendapatkan kebutuhannya.

Lanjutkan dengan Corporate Branding, gedein nama olshop Mak. Bikin pelanggan inget dan betah untuk selalu belanjanya di Mak. Perbanyak produk yang dijual. Hingga jadi kaya Carrefour atau Indomaret.

Hasil yang didapat terus diputar (laba ditahan), jangan dulu untuk mewujudkan impian besar. Perkuat pondasi keuangan bisnis. Hingga menjadi mesin uang yang terus mengalirkan keuntungan.

Batu loncatan satu persatu Mak lewati dengan penuh syukur, gak boleh kufur. Alhamdulillah sudah bisa rekrut 1 karyawan, ini batu loncatan untuk Mak dipantaskan Allah punya 100 karyawan.

Sekarang kantor olshop ada di ruang tamu kontrakan, ini persiapan untuk Mak punya kantor yang luas dan milik sendiri.

Pencatatan keuangan sudah mulai rutin, padahal omzet baru 500rb. Ini cara kita mempersiapkan diri untuk punya 5 milyar sebulan.

Yaaahh.. gimana Allah mau kasih amanah 5 milyar kalo sekarang 500rb aja gak diurus dengan benar.

Profesional menjalankan bisnis sejak dini adalah cara kita membuktikan ke Allah bahwa kita siap untuk diamanahi bisnis yang besar

Bismillah profit naik 100% per bulan konsisten dan berkelipatan aamiiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KUNCI JALANIN BISNIS SELALU HAPPY

Gak ada omzet, bikin mumet

Jadi gak semangat, males posting deh bawaannya, ya lama-lama tutup

Apakah Mak juga mengalami hal itu?

Cup..cup.. sini pelukaaaan

Its ok Mak gak sendirian, banyak kok yang mengalami masa itu..

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Michael E. Gerber, penulis buku bisnis top dunia, dari 100 bisnis yang didirikan hanya 4% yang berhasil dalam 10 tahun.

Dikit banget ya yang bertahan

Lantas apa sebenarnya penyebab utama bisnis gagal?

Menurut pengalamanku, ini akar masalahnya:

1. Hanya melihat omzet sebagai tolok ukur keberhasilan (indikatornya terjadi pertumbuhan).

Padahal faktanya, ketika sedang bebenah manajemen, sering kali menguras pikiran + waktu + tenaga, sehingga mengurangi kinerja di pemasaran penjualan. Belum autopilot kan, makanya banyak ketergantungannya sama owner.

Bisa jadi bulan ini memang omzet gak naik atau turun, tapi SOP & KPI sudah berhasil disusun

Harus HAPPY dan bersyukur, bisnis semakin tertata.

2. Jalanin bisnis sendirian, wonderwoman, pengen perfect jadi gak percaya kalo orang lain yang ngerjain.

Jangan ukur sepatu kita dengan sepatu orang lain. Bawaannya sewot aja, ngerasa orang lain salah mulu, bodoh, “kok gitu aja gak bisa”. Pahami orang lain gak sepinter, sedetil, sekuat, sekreatif kita.

Makanya tugas kita ya ngajarin supaya dia bisa sebagus kita, bahkan akhirnya melebihi. Kalo “ngajar”, mental kita mesti kaya guru sekolah. Kudu ikhlas tingkat tinggi.

Jangan ngambek ketika sudah diajarin trus resig. Harusnya tetap HAPPY, sebab kita akan dapat pahala ilmu bermanfaat.

3. Serakah dari hulu ke hilir digarap sendiri.

Boleh aja sih dari urusan membuat bahan baku, produksi hingga penjualan diurus sendiri. Tapi nanti… jika sudah punya tim yang mumpuni.

Untuk di awal fokus aja dulu satu “inti bisnis” Mak mau main di mana. Dan tentukan bidang yang Mak HAPPY jalaninnya. Kalo aku pilih di Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Aku seneng aja gitu bikin orang makin pinter, tambah hebat, jadi berhasil meraih mimpinya. Bisnis cuma wasilah untuk aku mewujudkan itu.

Kolaborasi adalah kuncinya, aku cari temen-temen yang punya passion di produksi, aku kumpulin emak-emak yang seneng jualan. Mak Muri cuma jembatannya aja untuk mereka. Dan aku HAPPY.

Kalo kita HAPPY akan jauh lebih mudah untuk bangkit, apapun kondisinya.

Jadi kita harus memperluas makna HAPPY dalam hidup. Gak melulu tentang uang, omzet, margin, cuan.

Minta doanya, aku mau kolaborasi sama Mak Devi Azhar owner Familia Kreativa. Maa syaa Allah tabarakallah.. in syaa Allah bisa jadi wasilah HAPPY banyak orang

Ini produknya bagus dan best seller. Bahkan ada produk yang sudah terjual lebih dari 20.000pcs. Target marketnya emak-emak yang punya anak dibawah 8 tahun.

Auto ngitung, pasti jutaan orang pasarnya

Pandemi, angka kelahiran kayanya meningkat ya

Jangan remehkan Personal Branding  karena bisa bantu:

1. Mempercepat pertumbuhan bisnis

2. Menunjang pelebaran bisnis

3. Memperbesar penghasilan

4. Menghemat biaya pemasaran

Dan masih banyak lagi sih keuntungannya, Maa syaa Allah tabarakallah…

Dulu.. siapa lah yang kenal Muri Handayani. Aku pun memulai dari nol. Proses menebar benih, menanam dan merawatnya memang gak instan.

Tapi ketika sudah bisa mulai panen, rasanya maniiis legit gurih dan bikin nagih

Dari pie chart ini Mak bisa lihat ada 4 sumber margin di Bumi Langit Grup. Yang paling besar dari Personal Branding ya alhamdulillah

Padahal aku merasa belum maximal banget garap personal brandingnya. Baru seadanya dan ala emak-emak aja. Bismillah 2022 mau makin di gas lagi

Mak yang juga mau mulai investasikan waktu dan tenaganya untuk Personal Branding, perlu perhatikan ini:

1. Menemukan & mengolah kompetensi diri.

2. Membangun, membesarkan & mempertahankan Personal Branding.

3. Membedah sumber income Personal Branding.

4. Personal Model Canvas.

Siap Diamanahi BISNIS MILYARAN?

Bagaikan anak SD yang dikasih soal ujian anak kuliahan, gak bisa jawab, cuma bengong heheheee..

Begitulah kiranya diri ini ketika mau bisnis milyaran tapi tak dilengkapi dengan ilmu yang mumpuni.

Mendatangkan 5 konsumen sehari aja berat.

Baru dapet komplenan satu aja bapernya lama.

Omzet baru 3 jutaan, laporan keuangan belepotan.

Aaaahhhh malu rasanya sama Allah. Pengennya banyak, tapi gak memantaskan diri.

Pada akhirnya diri kita lah yang menjadi magnet penarik rejeki. Sebab kesempatan selalu ada kapanpun dimanapun, masalahnya kita siap gak nerima peluang besar, cukup gak kemampuan diri mengelolanya?

Semangat terus bertumbuh besar, agar pantas mengelola rejeki besar.

3 TIPS SUPAYA GAK GAMPANG DOWN MENTALNYA NGURUS OLSHOP

Apakah Mak merasa stres ketika sang sukses gak kunjung datang? Kok rasanya, makin dikejar makin dia menjauh

Gimana sih Mak Muri biar sukses?

Sebelum membahas gimana caranya agar sukses, tentu kita harus menyamakan dulu persepsi apa itu sukses ya Mak. Walau aku sebenarnya gak mau memaksakan pendapat. Ya terserah Mak aja memaknainya masing-masing

SUKSES jika kita ukur dengan materi atau duit, maka pasti orang yang kaya lah yang sukses. Namun sebenarnya dalam kamus besar bahasa Indonesia, sukses berarti BERHASIL, BERUNTUNG.

Nah dalam bisnis online, sukses itu apa?

Nyampe target penjualan?

Gak boncos alias selalu profit?

Menurut pengalamanku selama 14 tahun jalanin bisnis, dari sebelum nikah, bahwa salah satu kunci sukses bisnis itu adalah MENJAGA MENTAL. Bukan seberapa besar kegagalannya, tetapi seberapa banyak bangkitnya.

Kayanya hampir gak ada pebisnis yang tanpa ada drama kegagalan ya Mak. Tapi gak semua orang mampu tetap melanjutkannya, sebagian mereka memilih untuk BERHENTI. Ya menyerah, memilih jalan penghidupan lainnya.

Its ok, itu hak semua orang untuk bebas menentukan.

Aku memilih untuk lanjut, lanjut lagi, lanjut lagi dan lagi…

Begini tips aku dalam menjaga mental untuk tetap tangguh:

1. Tentukan makna sukses dengan standar diri masing-masing.

Bagiku, sukses itu bukan seberapa besar nilai harta yang aku genggam. Aku dan suami memaknai sukses itu ketika kami bisa bahagia dunia akhirat. Bahagia di dunia untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat.

Jangan sampe kita kejar kebahagiaan di dunia tanpa ada dampak pada kebahagiaan akhirat. Misalnya mau bangun rumah, tentu ini untuk memayungi kita di dunia. Tapi kalo kita niatkan ibadah, rumah ini untuk melindungi keluarga, tempat banyak orang memperjuangkan nafkah, dijadikan wadah menuntut ilmu, dll, in syaa Allah ada kebahagiaan akhirat yang kita tuai nanti.

Makna bahagia apa?

– Allah ridho.

– Memiliki tabungan akhirat.

– Mendapatkan kebebasan waktu bersama keluarga.

– Dapat memilih jalan penghidupan yang disuka.

– Membahagiakan orang lain.

Bahkan tagline dari Bumi Langit Grup adalah BAHAGIA DENGAN MEMBAHAGIAKAN

Ini salah satu makna sukses bagi kami. Owner membahagiakan karyawan, karyawan membahagiakan konsumen. Pada akhirnya konsumen juga akan membahagiakan owner

2. Kesuksesan besar dipotong-potong menjadi kesuksesan kecil.

Sama halnya dalam mencapai target penjualan. Goal tahunan dibagi menjadi goal bulanan, lalu dipecah dalam pekanan hingga harian.

Tiap kali goal harian tercapai, kita sudah harus merayakan kesuksesan tersebut. Dengan hati yang penuh suka cita dan rasa syukur. Ini menandakan bahwa kita sudah berada di jalur yang sesuai menuju goal besar.

Bahkan kami gak menunggu goal harian tercapai, tiap kali ada closingan kami bersorak dengan membunyikan bel dan Tim mengucap hamdalah. Kami merayakan setiap rangkaian kesuksesan ini.

Kapan-kapan main deh Mak ke kantorku, berisik di sini Merayakan setiap kemenangan kecil dapat menjaga kami tetap good mood

3. Jangan ingin dinilai orang lain.

Aku tipe orang yang bodo amat Gak makeup, ke kantor kadang belom mandi pakaian gak matching… ah bodo amat, yang penting aku nyaman.

Jika dalam melakukan sesuatu, kita terlalu banyak mempertimbangkan “nanti apa kata orang” ini bikin hidup setres. Ya kan Mak?

Selama tidak melanggar norma agama dan norma sosial, aku akan menjalani hidup dengan caraku.

Termasuk untuk “tidak bersaing dengan orang lain”. Aku hanya bersaing pada diriku yang kemarin. Kalo kemarin nilaiku 6, hari ini aku harus naik jadi 7. Kalo mau dikebut ya jadi 8. Tapi dengan takaran diriku saja, gak usah bandingin diriku dengan orang lain.

Wah dia mulai bisnisnya bareng aku, kenapa dia 10x lipat omzetnya dibanding aku?

Ya jelas beda, dia lebih giat belajar, dia rela hemat makan pake tempe 2 tahun tanpa liburan, dia rajin bangun tahajud setiap hari, dia… dia… dia…

Jangan hanya lihat kesuksesan orang lain dari luarnya saja. Bikin kita ngiri. Justru lihat dalamnya, perjuangannya, pahitnya, rasa sakit jiwa raganya..

Jadi makin jelas, kenapa dia sukses, ya karena apa yang dilakukan oleh dirinya. Fokus memperbaiki diri.

Nah begitu juga denganku, gak mau membandingkan diriku dengan orang lain, gak mau bersaing kesuksesan dengan orang lain. Aku paham kinerjaku, takaran hidupku, budaya di keluargaku, prioritasku dan lainnya, tidak sama dengan dia. Jadi tidak relevan kalo aku bandingankan diriku dengan dia.

Aku bahagia dengan diriku, takaranku, jalanku..

3 poin di atas alhamdulillah membuatku tetap good mood selama 14 tahun bergelut di dunia bisnis. Walau kadang ada bad mood, tapi bisa kembali bangkit maa syaa Allah… izin Allah sang pemilik hati ini.

Takaranku saat ini cuma bisa jalan-jalan ke kebun teh, gak bisa ke luar negri kaya temen-temenku yang lain. Alhamdulillah disyukuri Maa syaa Allah tabaraklah..

Aku doakan Allah jaga selalu hatiku dan hati Mak untuk tetap penuh dengan rasa syukur

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BISNIS JALAN, OWNER JALAN-JALAN. MITOS/FAKTA?

Siapa yang tergiur resign dan nyemplung ke bisnis gegara kalimat itu? Bisnis jalan, owner jalan-jalan.

Mungkin gak sih?

Kok bisnis makin gede, rasanya makin repot banget deh.

Dulu ribet ngurusin barang dan konsumen. Sekarang ribetnya nambah. Ngurus barang, konsumen dan karyawan.

Apakah semua pengusaha begitu?

Coba kita lihat Pak Chairul Tanjung, emang dia ribet gitu ngurus barang, konsumen dan karyawan? Kayanya nggak deh.

“Jadi yang ribet itu, yang masih belum ngerti jalanin bisnis yang sebenarnya.”

Iya juga ya.

Kekacauan ini dimulai dari “salah mempersepsikan makna Business Owner”. Ketika kita memulai bisnis, memilikinya, menjalankannya, bukan berarti kita sebagai Business Owner.

Bingung gak?

Kan ini bisnis kita, kok kita bukan Business Owner?

Tenang Mak… kita luruskan dulu.

Aku mulai tersadarkan setelah baca berulang kali bukunya Coach Armala. Dalam organisasi bisnis, ada berberapa tingkatan:

1. Staff

2. Supervisor

3. Manager

4. Senior Manager

5. Direktur

6. Business Owner

Kita lepaskan dulu titel kita sebagai pemilik bisnis. Dari 1-6 point di atas, jika Mak masih jawabin chat, wajib bikin konten buat iklan, maka Mak posisinya sebagai staff. Sehingga wajar ketika Mak gak bisa tinggalin bisnis lama-lama. Kalo Mak gak kerja, ya Mak gak dapet duit.

Lalu disaat Mak mulai rekrut karyawan, ada pekerjaan yang karyawan pegang, dan Mak juga pegang sebagian, serta Mak berkewajiban melakukan supervisi/pengawasan ke karyawan, maka jabatan Mak adalah supervisor.

Di tingkatan ini, Mak gak hanya paham dunia teknis (cara jualan, teknik pemasaran, pencatatan keuangan, dll), Mak juga wajib belajar ilmu leadership untuk posisi supervisor.

Kalo Mak jalan-jalan, karyawan gak ada yang kontrol, ya bisnis bubar jalan. Seperti aku dulu 2013, ketika cuti melahirkan 3 bulan, omzet nyungsep wakwak.. Karena disaat bisnis hanya diserahkan ke staff tanpa adanya supervisor (yang kompeten) maka berantakan.

Nah setelah Mak makin banyak Timnya, sudah mulai ada beberapa orang pada tiap divisi, maka Mak bisa naik menjadi manager. Dengan membawahi beberapa supervisor yang menaungi divisi tertentu. Misalnya Pemasaran, Penjualan, Produksi.

Boleh jika masih ada beberapa hal teknis yang Mak pegang, misalnya keuangan & HR. Sedangkan 3 divisi lainnya tugas Mak memantau hasil kerja para supervisornya. Kalo ada Tim yang gak membuahkan performa baik, maka yang diomelin supervisornya wakwak…

Tugas Mak berikutnya, mendidik calon manager. Sehingga Mak bisa naik jabatan sebagai senior manager atau direktur. Terus lakukan regenerasi, kalo di Bumi Langit Grup kami menyebutnya “mencetak Mak Muri KW”

Supervisor – Mak Muri KW3

Manager – Mak Muri KW2

Senior Manager – Mak Muri KW1

Direkrut – Mak Muri KW Super

Nah kalo sudah banyak orang-orang dengan kompetensi dan kinerja seperti yang Mak harapkan, baru deh Mak bisa sebagai Business Owner yang sebenarnya. Akhirnya merasakan jalan-jalan tanpa mengkhawatirkan omzet, margin maupun profit.

Jadi, sadari diri kita ini berada di level mana nih sekarang Mak. Manager, Supervisor atau Staff?

Gakpapa, nikmati saya prosesnya. Jalani setiap tahapannya dengan rasa syukur. Akupun 2011 memulai RAZHA sebagai staff kok.

Biar cepet kita bisa naik jabatan, maka perbesar kompetensi diri dan perbaiki kinerja terus menerus. Sehingga setiap tahunnya kita bisa naik jabatan secara jujur adil dan benar, gak pake nyogok.

Kemarin alhamdulillah kumpul bareng teteh-teteh TDA Perempuan Bandung. Mohon maaf ya yang bisa ikut terbatas, maklum belum boleh banyakan. Gak berasa dari jam 13, tau-tau azan magrib hihiiii…

Salah satu ikhtiar kami meningkatkan kompetensi diri ya dengan kelompok belajar seperti ini Mak. Ilmunya nyata, gak teori. Seneng denger cerita para teteh yang bisnisnya beda-beda, perjuangan membesarkan dan mempertahankan bisnisnya seru banget.

Ada Teh Rosi, yang sehari itu biaya iklan berbayar (Ads)nya 6juta. Maa syaa Allah.. sehari itu Mak 6 juta. Aku terperangah. Aku 100ribu aja rasanya takut zonk wakwakwak..

Teh Rosi cerita, ada temannya yang bisnis suatu produk (rahasia), sehari 80 juta iklannya Penjualan 2.000 – 3.000 pcs per hari. Makin tercengang aku tuh. Ya ampun aku mainnya kurang jauh ya.

Tetiba hatiku tergerak. Teh Rosi yang juga emak-emak kaya aku, dia aja bisa belajar dan praktekin jadi advertaiser handal iiiiiiih aku jadi pengen belajar deh.

Aku lagi pengen ngerayu nih, Teh Rosi mau gak ya ngajar di SBO buka kelas FB/IG Ads? Lembutkan hatinya Teh Rosi ya Allah

Dulu di SBO pernah kelas Ads juga, tapi pematerinya bapak-bapak. Mungkin kalo emak-emak gurunya, bisa lebih mudah dipahami oleh kita yang para kaum emak ya..

Setujukah kalo kita belajar FB/IG Ads Mak?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

TERNYATA PENGETAHUAN TIDAK MEMBUAT KAYA. MAKA BERHENTILAH BELAJAR

Wow judul yang aneh. Gimana sih Mak Muri? Kok malah nyuruh orang berhenti belajar?

Sebab… ada banyak terjadi salah paham nih Mak. Katanya kalau ikut kelas Mak Muri di SBO, baca banyak buku, bisa bikin sukses. Tapi ternyata, tidak 100% Alumni SBO, yang sudah melebihi angka 26.000 orang, tidak semuanya sukses menjadi kaya.

Kira-kira apa penyebabnya?

Beneran mau tau, Mak? Nanti ngerasa ketampar gak nih?

Orang belum berhasil mencapai apa yang diimpikannya, jika dilihat dari sudut pandang ikhtiar, disebabkan oleh:

“Bukan karena tidak tahu caranya, tapi karena tidak mengerjakan apa yang mereka tahu.”

Ikut kelas Mak Muri

Ikut kelas guru-guru lainnya

Baca buku

Nyimakin video inspirasi orang sukses

Rajin baca konten tips bisnis

Tidak konsisten praktek

Tidak gigih menghadapi tantangan

Tidak kabur dari masalah

Banyak orang berhenti setelah merasa tahu. Padahal itu baru satu langkah dari ribuan langkah untuk mencapai garis finish.

“Mereka yang berpengetahuan, mampu menjelaskan, sedangkan yang memiliki keterampilan mampu melakukan. Terampil berarti mampu mengaplikasikan konsep-konsep ke dalam praktek.”

-Coach Armala-

Setelah pengetahuan diubah menjadi keterampilan, selanjutnya wajib mengajarkan keterampilan tersebut kepada tim (karyawan)nya. Agar bisa naik kelas dari pedagang menjadi pebisnis.

Kalo Emak Olshop yang mau bangun bisnis gak bisa naik kelas dari posisi staff menjadi manajer, maka sulit untuk bisa punya bisnis yang autopilot. Kalo bisnis mau cepet besar, maka cepet-cepet juga rekrut karyawan menggunakan ilmu (sudah baca buku #BOAP kan Mak) dan posisikan diri kita jadi Supervisor yang kemudian naik jadi Manajer.

Namun sayangnya, gak semua orang cocok jadi manajer kata Coach Armala

1. Mereka yang malas berpikir, tidak bisa menduduki posisi manajemen, karena bekerja dengan otak bukan otot.

2. Manajemen merupakan posisi yang banyak tuntutannya, jadi tidak cocok bagi kaum pemalas (sikap mental).

3. Manjer itu perlu memotivasi orang lain, mereka yang sering mengeluh tidak cocok jadi manajer.

4. Manajemen itu bekerja melalui orang lain. Mereka yang menyenangi bekerja seorang diri (melakukan semua pekerjaan sendiri) tidak cocok jadi manajer.

5. Mereka yang pelit untuk membagikan ilmu, mereka yang tidak bersedia melatih orang lain, mereka yang tidak menyukai dunia pelatihan, tidak cocok menjadi manajer.

Membesarkan bisnis itu bukan sebuah keharusan tapi pilihan. Jika memilih mau besarkan bisnis, maka jadilah sosok manajer terbaik.

Manajer yang baik akan bisa membentuk tim yang baik. Inget tugas kita kerja otak, bukan otot. Kerja otak bisa di mana saja, sambil mantau anak-anak main juga bisa banget ya Mak.

Kalo kita sudah bisa mengurangi kerja otot, gak terjebak 100% dengan rutinitas teknis Olshop, kita bisa mulai mewujudkan cita-cita “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”. aamiin..

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Tentang Meja Makan

Meja makan ini sering kali menjadi saksi bisu atas beragam diskusi aku dengan Tim. Meja serba guna hihihiiii…

Aku terinspirasi dari beragam tantangan yang sedang Mak hadapi saat ini. Yang paling bikin Emak Olshop pusing diantaranya urusan PEMASARAN. Iya apa iya banget?

Salah satu jobdesc dalam tim pemasaran adalah bikin konten untuk feed dan story instagram. Mau bikin sendiri gak sempet, rekrut karyawan belum memungkinkan tempat & fasilitas kerjanya (harus sedia laptop + HP).

Nah, Timku kan banyak yang jago bikin desain konten cantik ya Mak. Aku minta mereka bikinin juga untuk para Emak Olshop.

Bayangin kalo bikin konten IG sebulan (30 hari), Mak harus nyiapin:

1. Laptop yang mumpuni untuk desain grafis.

2. Tempat kerja beserta fasilitasnya.

3. Internet (untuk edit pake canva).

4. Gaji karyawan + berragam tunjangannya.

5. Mak harus ngajarin cara bikin konten yang sesuai keinginan Mak.

6. Kontrol kinerja mereka.

7. Mak juga harus bikin mereka betah kerja. Jangan sampe sudah jago desain, eh resign… nanti ngajarin lagi dari awal karyawan baru berikutnya.

8. Kalo gak rekrut karyawan, Mak bikin sendiri, tapi gak punya waktu. Belum lagi HP/Laptopnya rebutan sama anak.

Ternyata demi bisa konsisten posting konten yang cantik, perjuangannya banyak ya. Bismillah selalu ada solusi kok Mak, yuk kita kolborasi. Aku yang siapin karyawannya, Mak tinggal bilang mau konten Instagram yang seperti apa.

Mak cukup sediakan dana kurang dari 7% Gaji UMR Kab. Bandung Barat, untuk bisa punya konten pemasaran di Instagram 1 bulan. Murah apa murah bangeeeet?

Gak usah rekrut karyawan, cukup bayar gaji kurang dari 7% tim desain grafis.

Minta doanya ya berkah bermanfaat untuk ummat.

#DariOnlineShopUntukIndonesia

CARA MEMBANGUN TIM BISNIS ONLINE YANG HEBAT

Siapa sih yang gak mau punya tim (karyawan) bisnis online yang hebat? Pasti dong kita semua mau.

Aku pun masih terus berjuang, Mak. Belajar lagi dan lagi untuk bisa mewujudkan tim impian. Salah satu ikhtiarnya adalah dengan cari ilmunya di berbagai buku.

Hari ini aku baca buku coach Armala , How to be a Great Manager, halaman 177.

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa sebagai seorang pemimpin, kita mempunyai tanggung jawab untuk mengajar atau melatih. Pemimpin harus bersedia mengajarkan keahlian, berbagai wawasan dan pengalaman. Serta bekerja dalam hubungan yang erat dengan bawahan untuk membantu mereka menjadi matang dan kreatif.

Dengan mengajar, para pemimpin bisa memberikan ilham, motivasi dan mempengaruhi bawahan.

Kalau Tim yang kita pimpin ingin selalu menang, maka melatih tidak mungkin hanya merupakan kegiatan sementara atau sesekali. Melatih yang efektif adalah kegiatan setiap hari, bukan sekali setahun.

Makin banyak waktu yang dilewatkan para pemimpin untuk melatih bawahannya, akan semakin baik pula hasil yang didapat. Semakin mereka ahli, semakin baik pula mereka menyelesaikan tugas-tugas organisasi bisnis.

Tiga jenjang untuk memberdayakan bawahan:

1. Delegasi

Membuat delegasi berarti memberikan tanggung jawab dan wewenang kepada orang lain untuk melakukan sesuatu yang semestinya kita lakukan.

2. Training (Pelatihan)

Merupakan proses pengajaran yang merupakan perpaduan antara teori dan praktik kepada orang lain atau bawahan agar memiliki pemahaman dan keterampilan yang dibutuhkan.

Pelatihan dapat dilakukan secara formal maupun informal. Bisa diselenggarakan di dalam ruangan atau luar ruangan. Juga bisa bersifat on the job training (pelatihan langsung sambil bekerja).

3. Coaching (melatih)

Coaching adalah proses mendorong bawahan agar dapat bertindak secara benar, tepat dan akurat sesuai dengan standar keterampilan profesional (kompetensi).

Proses ini bukan lagi mengajarkan secara teori, namun melalui praktek di lapangan. Tugas kita sebagai coach bukanlah mengoreksi kesalahan, menemukan kesalahan atau menyalahkan. Namun untuk membimbing mereka agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan, sehingga mencapai puncak kinerjanya.

Maa syaa Allah… makin banyak ya Mak PR kita jalanin bisnis. Jadi bisnis itu bukan cuma urusan ada barang dan jualan

Btw.. Mak Muri kok tumben posting foto laki-laki?

Iya nih Mak, aku mau kenalin tim baru aku namanya A Bani, yang pake jaket abu. Dan A Ilham yang sebelahnya. Mereka itu yang paling ganteng di kantor hihihiiiii.. soalnya yang lain cewek semua, kecuali HRD dan tim divisi umum.

A Bani dan A Ilham ini masuk divisi Tim Produksi YUUKA. Walaupun mereka laki-laki, mereka tetap bisa bikin konten postingan Instagram yang cantik, sesuai selera klien yang produknya untuk perempuan.

Mereka sudah melewati masa pelatihan dan pembinaan serta evaluasi berulang kali agar bisa menghasilkan karya terbaik untuk memuaskan klien YUUKA. Harus memastikan klien yang minta dikelola akun Instagramnya di YUUKA merasa puas. Kami terbuka untuk berbagai kritik dan saran.

Alhamdulillah mereka sabar menghadapi kecerewetan emak-emak Karena SDM di YUUKA terbatas, jadi kami pun membatasi jumlah klien yang diterima untuk jasa pengelolaan instagramnya.

Yuk semangat bimbing karyawan kita Mak, biar mereka bisa terus bertumbuh secara personal dan tentunya akan berdampak juga pada pertumbuhan bisnis Mak.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”