KENALI 8 JENIS INCOME, HIDUP TERASA LEBIH MUDAH

“Kalau gak kredit, mana bisa kebeli?”

Tolong, kalau kamu ketemu sama orang yang mengatakan itu, kenalin ke aku, ya. Mau aku cubit. Atau jangan-jangan kamu yang masih memiliki pemahaman seperti itu?

Zaman dulu, sebelum ada KPR-an, orang tua pada bisa membangun rumah. Pada masanya, gak ada Pinjaman online, orang tua kita yang hidup pas-pasan tetap bisa menafkahi keluarganya tanpa dikejar rentenir. Utang itu soal mental. Jiwa Missqueen yang mendarah daging, sampai bisa bikin lupa Tuhan.

Kalau aku lebih senang dengan menyebutnya ke-TAUHID-an. Kalimat yang sering aku gunakan ini untuk nyemangatin diri sendiri atau pun orang-orang yang aku kenal:

“Allah aja bisa bikin gunung dan semua alam semesta, masa ngasih kita rumah secuil gak bisa? Allah pasti bisa ngasih kita rumah cash. Masalahnya, kita yang duluan gak yakin sama Allah.”

“Ah, mana mungkin punya rumah cash?” Ini artinya kita menyatakan: Allah gak mampu kasih kita rumah cash.

“Ah, mana mungkin bisa punya mobil tanpa kredit?” Ini juga sama, dikiranya Allah itu uangnya sedikit.

Sebenarnya, yang gak mampu itu bukan Allah, tapi hal ini yang bikin kita ngaco:

1. Kitanya yang gak mau memampukan diri sesuai dengan apa yang diinginkan.

2. Pengen langsung loncat derajat, padahal hidup itu bagaikan anak tangga.

3. Gak melihat esensinya, fokus pada bungkusnya.

Karena belum punya uang, aku sabar hidup ngontrak sana sini. Lalu bertahan tujuh tahun di rumah mertua. Setelahnya baru tinggal di rumah sendiri, CASH.

Karena belum punya uang, sabar aja sana sini naik angkot. Mulai punya motor, lalu sabar dengan mobil butut yang sering mogok.

Ujungnya kan fungsi transportasi, ya. Esensinya adalah untuk memindahkan kita dari satu tempat ke tempat lain. Namun karena gede gengsi, pengen loncat cepat-cepat. Mau status juragan kayak orang-orang, kredit jadi alasan.

Padahal kalau mau cepat-cepat, kita harus ke poin 1 di atas. Meningkatkan kemampuan diri.

Yes, meningkatkan kemampuan, bukan meningkatkan jumlah utang.

Udah tahu belum, ada 8 JENIS PENDAPATAN?

1. Earned Income

Didapatkan setelah kita kerja, alias gaji. Dalam mengelola Olshop, aku juga mendapat gaji bulanan loh. Hal ini efektif untuk mencegah kita memakai uang olshop tanpa batas.

2. Profit Income

Alias keuntungan, yang diperoleh dari jual beli. Tentu ini yang jadi income utama kita di Olshop ya. Namun gak boleh sesuka hati ya ngambilnya, harus ada perhitungan yang baik. Supaya bisnis dalam kondisi keuangan yang sehat dan cepat bertumbuh.

3. Interest Income

Tapi hati-hati dengan ini, biasanya dari bunga bank, deposito, dll. Cek dulu tentang ribanya, ya. Kita bisa cari sumber Interest Income yang gak riba.

4. Residual Income

Kita mendapat bayaran setelah project selesai. Di point ini, kita bisa menjual ide, pemikiran, pengalaman, kreatifitas, dst. Yang pengerjaan projectnya sekali, tapi dapet incomenya terus menerus. Misalnya nulis buku/eBook, video tutorial, template desain, rekaman webinar dll.

5. Devidend Income

Dengan menginvestasikan uang kita dalam bentuk saham, kita bisa mendapatkan income. Mulai dari investasi ke bisnis sendiri, bisnis temen yg amanah dan prospektif, hingga ke bursa saham. Namun harus siap dengan resikonya dan paham halal haramnya ya.

6. Rental Income

Dengan memiliki aset yang bisa disewakan, kita bisa mendapat income. Jangan lupa hitung juga biaya penyusutan, pajak, maintenance, dll, sebelum menentukan harga sewa. Gak harus sewa rumah/apartemen kalau aset kita belum sampai sana. Mulai dari yang modal kecil, misalnya sewa mainan anak, tanaman untuk dekor lokasi acara, pojokan rumah untuk tempat foto, bahkan sewa fashion juga ada, loh.

7. Capital Gains

Mendapatkan income dari pertumbuhan nilai. Beli properti 200 juta, sekian tahun kemudian jadi 500 juta. Beli saham murah, jual saat mahal. Kita bisa mulai main di beli Logam Mulia (Emas) sesuai uang yang ada aja dulu. Tapi gak bisa cepet jual, hitungan tahun, untuk bisa berasa untungnya. Dulu aku beli 400rb-an per gram, sekarang udah 900rb lebih ya.

8. Royalty Income

Kita dibayar dari ide, produk atau hak cipta. Tahu Mickey Mouse, Hello Kitty, Doraemon? Itu karakter kartun yang dilindungi Hak Cipta. Sepanjang karakter itu digunakan untuk berbagai hal, maka sang pemilik Hak Ciptanya dapet uang terus. Kecuali yg pakai ngebajak. Pemilik Franchise juga ada yang sistem royalti. Begitu juga nulis buku, jika kontrak kerja samanya sistem royalti, maka sebanyak buku yang terjual, sebanyak itu juga royalti yang didapat. Nilainya kecil sih, ada yang 5-15% dari omzet yang didapat penerbit. Tapi kalau dikali dalam jumlah banyak, ya lumayan. Seperti buku #EEJJ Emak-Emak Jago Jualan, total royaltinya sudah lebih dari 200 juta, alhamdulillah.

Nah sekarang giliran kamu untuk mulai pikirkan 8 Income Streams-nya apa aja. Tentu jika ingin income tinggi, kapasitas diri kita juga harus tinggi. Ilmu & pengalaman yang mumpuni untuk bisa menjamah 8 bidang tersebut.

Stop menunda (lagi)! Mulailah dari sekarang untuk belajar, lebih rajin silaturahim, dan mencoba hal baru untuk menambah pengalaman serta wawasan. Aku doakan kamu SUKSES dunia akhirat.  Jangan lupa sedekahnya juga berlimpah.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

4 MODAL UTAMA BISNIS

Ada yang merasa bisnisnya mentok, gak bisa dibesarin karena gak ada modal. Dengan persepsi bahwa modal adalah uang. Betul? Padahal, ada 4 modal utama untuk memulai dan membesarkan bisnis. Ini menurutku, ya. It’s okay kalau gak setuju.

Memasuki tahun ke-11 seriusin bisnis, makin aku berusaha untuk lebih bijak mengelola 4 hal tersebut. Karena jika ada salah satunya yang diabaikan, bisa jadi pincang atau bahkan menyebabkan kehancuran bisnis.

Dari kecil kita sekolah, setelah lulus kerja (walau ada yang gak melalui tahap ini dulu), resign untuk coba self-employed, kemudian berkembang jadi entrepreneur, ujungnya bertumbuh sebagai investor. Asyik nih bisa dapet passive income.

Enak kan ya, kalau siklusnya kayak gitu. Tinggal tanya diri sendiri, kita sedang mentok di posisi mana?

Ketika mentok, bisa jadi salah satu atau beberapa modal utama bisnis ini ada yang kelewat.

1. Iman

2. Waktu

3. Tenaga

4. Uang

Nah, uang ada di urutan terakhir. Padahal selama ini, poin 4 yang paling dipusingin.

1. IMAN

Hidup kita susah, mumet, merasa banyak masalah terus, gak pantes sukses, menganggap diri korban bully dan berbagai pandangan negatif lainnya tentang diri sendiri maupun kehidupan. Itu semua disebabkan oleh keimanan kita yang belum sempurna.

Iman, bukan hanya soal ibadah, percaya surga neraka. Dengan iman, kita bisa melihat bahwa segala hal yang terjadi dalam hidup adalah hal yang baik. Yakin Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita?

Ayo, masih ada yang ragu gak jawabnya?

Tapi jangan cuma yakin (mengimani) di lisan aja, dong. Ketika hujan, ngedumel. Saat panas, resah. Kehilangan sesuatu, marah. Gagal diterima kerja, kecewa. Konsumen komplain, gak nerima.

Katanya beriman? Tapi menyalahkan takdir Allah. Yuk coba kita benahi satu per satu.

Ketika konsumen komplain. Alhamdulillah ya, ada yang bantu kasih masukan untuk perbaikan bisnisku.

Karyawan udah pinter, terus keluar. Semua ilmu yang aku berikan kepada dia, bisa jadi amal jariahku. Alhamdulillah ya, jadi bisa ada kesempatan menerima karyawan yang lebih baik.

Kenapa suami pendapatannya kecil? Aku jadi harus ikut cari uang. Alhamdulillah ya, ada kesempatan mendapat pahala besar ikut menafkahi keluarga. Dosaku bisa berguguran dan tabungan pahalaku bertambah.

Pahala… pahala… pahala… Selain itu, apalagi sih yang kita kejar di dunia? Gak ada! Tugas kita cuma mungutin pahala yang berserakan.

Kembali lagi ke bisnis, jangan berharap cuma dapet manisnya. Karena manis bisnis itu hanya bisa didapat setelah lulus menghadapi tantangan. Tantangan menjadi sebuah keseruan berbuah pahala banyak, atau rentetan kesialan, itu tergantung iman yang kita genggam.

Banyak yang menyerah jalanin bisnis di tahun kedua. Bukan karena modal uang, tapi karena imannya gak kuat. Menganggap dirinya gak bisa hadapin berbagai tantangan bisnis. Memang benar kita gak sanggup, tapi ada Allah yang akan memampukan kita kok.

Dari zaman baru lahir, kita bayi, kita juga gak bisa jalan. Tapi Allah memampukan kita untuk bisa jalan, bahkan lari. Jangan anggap semua kesuksesan kita ini karena diri kita. Semua itu bantuan Allah.

2. WAKTU

Kenapa dia lebih sukses dari aku, ya? Karena dia bekerja lebih banyak. Bangun jam 3 pagi. Acuhkan TV, gak ngerumpi tanpa makna, merelakan lepas hobi sementara. Fokus. Optimasikan waktunya untuk mengeelola bisnis.

Ya wajar, yang masih kerja kantoran, dengan yang full bisnis, hasilnya beda. Orang yang mengelola bisnis 3 jam sehari, dengan yang 200 jam beda hasilnya. Kok bisa 200 jam? Sebab dia dibantu oleh banyak karyawannya.

3. TENAGA

Mau luasin jangkauan pemasaran, tapi gak punya uang untuk pasang Instagram Ads. Ya udah manual aja kayak aku. Optimasikan cara organik. Masih ampuh kok sampai sekarang. Asalkan mau capek. Mau hasil banyak, ya kudu siap capek banyak.

Bahkan terkadang yang nguras tenaga itu bukan cuma kerja fisik, kerja otak lebih cepat bikin capek, ya. Mikirin strategi, evaluasi sistem, benahi pelayanan, modifikasi produk, dll. Asli capek jalanin bisnis tuh! Siap gak?

4. UANG

Nah yang ini modal terakhir. Kalau gak ada poin 4 ini, gak masalah kok tetap bisa jalan bisnis dengan 3 poin sebelumnya. Namun kalau gak punya banyak waktu, ya beli waktu. Rekrut karyawan, bayar pakai uang.

Jika gak mau capek, bayar sistem dengan uang. Gak mau capek manual iklan, pasang Ads. Gak mau capek pencatatan keuangan, beli software. Gak mau capek packing, bayar orang. Gak mau capek mikirin desain produk, cari desainer. Bahkan jika gak mau capek ngurus bisnis, rekrut CEO.

Yes, modal uang memang bisa mempermudah banyak hal. Namun jika kita mampu mengelolanya dengan ilmu.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BIAR GIAT, HARUS PUNYA OWNERSHIP

Berharap punya karyawan yang rajin, pinter, jujur, inisiatif tinggi?

Sebaiknya tutup saja harapan itu Mak, kalau kita sendiri belum mengajarkan ownership. Bukan untuk meminta mereka jadi owner bisnis, kok. Jiwa ownership harus dimiliki oleh sang owner bisnis itu sendiri, juga karyawan. Bahkan pada setiap mitra (Distributor, Agen, dan Reseller) pun harus ditumbuhkan rasa itu.

Salah satu karakteristik orang-orang yang sukses adalah mereka mempunyai rasa memiliki yang tinggi. Apa pun yang mereka kerjakan, mereka akan melakukannya seolah-olah itu adalah milik mereka sendiri. Sehingga mengerjakannya dengan hasil yang maksimal.

Nah, sebelum mengajarkan, tentu kita yang mempraktikkan sendiri. Apakah sudah cukup tinggi kita merasa memiliki online shop yang sedang dijalani saat ini? Apakah masih kadang-kadang aja ngurusnya, Mak?

Memang, aku paham kita ini emak rempong. Tapi dengan memiliki ownership, kita pasti rela bangun lebih awal agar memiliki waktu lebih banyak untuk mendedikasikan diri di olshop. Atau merelakan dulu untuk gak nonton Ikatan Cinta, Drakor, Turkish, dll.

Ada pengorbanan untuk bisa mewujudkan ownership terhadap olshop yang sedang dibangun. Hidup ini hanya tentang pemilihan prioritas. Misalnya udah beli buku EEJJ (Emak-Emak Jago Jualan), tapi gak sempet baca katanya. Eh, nonton Ikatan Cinta malah sempet. Sudah jelas artinya prioritas hidupnya tidak untuk mengembangkan olshop yang sedang dirintis.

Setiap menit yang kita dedikasikan, kesungguhan hati, fokus dan pengorbanan itu mengindikasikan seberapa tinggi ownership yang sudah terbentuk.

Nah, jika kita sendiri sudah oke nih, baru mulai ajarkan kepada karyawan untuk juga berdedikasi tinggi terhadap perusahaan. Bikin mereka cinta sama perusahaan ini. Emang bisa? in syaa Allah bisa.

Coba sekarang mulai tulis, selain mengurus keluarga, hal apa lagi yang kita lakukan sepanjang hari ini? Lalu cantumkan juga durasi waktunya. Nah, hal-hal yang di luar mengurus keluarga, kita alihkan untuk mengurus bisnis. Percaya deh, setiap menit tambahan waktu untuk mengurus olshop, akan membuahkan hasil yang berbeda.

Terutama juga pikiran. Jangan habiskan pikiran kita untuk meratapi masa lalu. Mikirin hidup orang, mengkhayal kenapa aku gak kayak mereka, dan berbagai pikiran lainnya yang merusak.

Yuk ah, udah pertengahan 2021 nih, Mak, masa masih gini-gini aja semangat juang kita. Harus lebih cinta dong sama olshop kita sendiri.

Seperti tanaman yang dirawat pakai cinta, dengan yang dibiarkan begitu aja. Pasti hasilnya beda, kan? Begitu juga dengan bisnis kita.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

UBAH DIRI KITA, MAKA KEADAAN AKAN IKUT BERUBAH

Siapa yang samaan, lebaran tahun ini gak beli baju baru?

Gak apa-apa, sabar aja ya, Mak. Baju lama masih bagus dan bersih. Yang lebih penting juga hati bersih, gak banyak kepo sama hidup orang lain. Mending kepo sama kapasitas diri kita. Kenapa hidup gini-gini aja?

Jangan salahin keadaan. Mau kita nyerocos tujuh hari tujuh malam tentang corona, politik, cuaca, dll, gak ngaruh! Gak akan bisa berubah gara-gara ngedumelnya kita.

UBAH DIRI KITA, MAKA KEADAAN AKAN IKUT BERUBAH.

Aku meyakini itu dalam hal apa pun. Rezeki, ketentraman hidup, pasangan, anak, karyawan, dll. Kalau mau punya anak soleh, jangan cuma kita omelin mereka untuk rajin ibadah. Cerewetin diri kita sendiri lebih banyak untuk meningkatkan ibadahnya dan menjadi teladan bagi anak-anak. Kan anak-anak mah gimana contohnya.

Pengen punya karyawan yang bagus, pinter, loyal, inisiatif, cekatan, problem solving, dll. Diri kita sebagai pemimpin, kapasitas bisnis dan tempat kerja yang kita hadirkan sudah mampu menarik orang-orang hebat belum?

Pengen rezeki meningkat banyak? Sudah seberapa banyak peningkatan kapasitas diri yang kita lakukan? Masih lebih banyak nonton drakor atau baca buku? Lebih sering gosipin orang atau diskusi bisnis? Banyak ngeluh atau sibuk cari solusi? Intens nongkrong di cafe atau silaturahim ke rumah senior bisnis?

Begitu omzet turun, jangan salahin corona. Itu mah takdir Allah, yang jauh dari jangkauan kita. Gak usah pusingin yang tidak bisa kita ubah. Fokus aja kepada semua hal yang bisa kita perbaiki.

Satu hal yang yang diperbaiki, gak usah banyak-banyak. Iya aku paham kita Emak Rempong. Makanya cukup satu aja, gak apa-apa. Tapi yang penting konsisten setiap hari ada satu perbaikan. Begitu terus setiap hari.

Ternyata capek ya jalanin bisnis. Emang, hahaha…

Makanya jangan lihat kesuksesan orang lain hanya dari media sosialnya aja. Itu semua hanya yang manis. Karena yang pahit itu hujatan netizen.

Tahu gak, ada brand fasion muslimah, yang ownernya sampai harus ke psikiater karena depresi ngurus bisnisnya? Dari urusan karyawan, vendor, mitra, sampai hal keuangan. Tahu gak, ada produsen baju anak yang sampai gak mandi berhari-hari dan gak tidur demi menyelesaikan amanahnya? Tahu gak, ada orang yang sampai jual berbagai asetnya demi menyelamatkan keuangan bisnis, supaya karyawan tetap gajian?

Bukan aku nakutin, tapi aku gak mau jual mimpi. Mau dapetin manisnya bisnis, ya harus siap dengan pahitnya perjuangan. Tapi tenang, Mak, kemenangan seorang pebisnis itu bukan hanya saat usahanya profit. Namun setiap rangkaian proses belajar yang dilakukan dan setiap progres kecil yang dihasilkan, itu sudah sebuah kemenangan. Kemenangan meraih pahala dari Allah.

Allah suka dengan orang-orang berilmu. Allah tinggikan derajatnya. Allah sayang orang-orang yang gak putus asa terhadap rahmat-Nya. Allah cinta dengan mereka yang berjuang demi menafkahi keluarga dan ingin membantu orang lain.

Ya, Allah selalu menemani setiap langkah kita dari perencanaan bisnis hingga proses memperjuangkannya. Maka tentramkanlah hatimu, Mak. Allah akan selalu membantu. Hanya, terkadang kita terlalu baper untuk bisa melihat bantuan Allah. Sering kali bantuan dibungkus dengan “koran jelek”.

Simpan ini dalam hati hingga meresap: “Takdir Allah selalu yang terbaik untukku.”

Aku gak ada impian nulis buku. Aku benci pelajaran Bahasa Indonesia waktu sekolah. Eh ternyata sekarang disuruh nulis buku terus sama penerbit. Udah ada tiga penerbit yang minta. Maa syaa Allah.

Ya sudah jalani saja takdir Allah. Ternyata bukunya memberi dampak positif kepada banyak orang, izin Allah. Padahal menurutku biasa aja, tapi bagi mereka luar biasa katanya. Kalau bukan Allah yang bukakan pemahaman mereka, kalau bukan Allah yang lembutkan hati mereka, buku ini gak ada gunanya.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

TIPS MELAKUKAN PERUBAHAN EFEKTIF

Aku tuh paling gak betah antre. Daripada bengong, mending lahap buku, Mak. Makanya kalau pergi, bekal buku terus ya, Mak.

Hari ini aku baca lagi buku Begini Rasul Berbisnis karya Ha Halim Ibnu Hafidz. Aku comot di halaman 201 untuk Emak nih.

Dunia selalu berubah, selalu terjadi perubahan dalam hidup kita. Pada kenyataannya, bila faktor perubahan itu kita biarkan membanjiri pikiran kita, maka unsur perubahan akan dirasakan sebagai sesuatu yang membuat stres berat, bahkan depresi.

Akan tetapi, bila kita cerdik, kita dapat belajar bagaimana mengelola respons kita terhadap perubahan itu. Meskipun kita tak dapat melawan kenyataan terjadinya perubahan.

1. Terimalah sebagai kenyataan hidup

Sebagai manusia, kita selalu ada dalam suatu proses. Dunia selalu berubah tanpa kita ketahui sampai mana dan kapan akan berhenti. Perubahan selalu terjadi secara konstan. Maka terimalah, kenyataan itu.

2. Belajar sepanjang masa

Jika perubahan selalu terjadi maka belajar harus dilakukan tanpa henti. Kita harus selalu menjadi manusia pembelajar. Dengan belajar, membuat kita merasa bergerak bersama dunia. Menghilangkan rasa cemas karena merasa tertinggal di belakang.

3. Selalu hidup sehat

Perubahan, meskipun ke arah yang positif, selalu menimbulkan stres. Untuk itu imbangi dengan hidup sehat.

4. Pandanglah perubahan sebagai peluang

Carilah peluang yang muncul di sekitar perubahan yang terjadi. Cermati ke mana arah perubahan sambil mengamati peluang baik.

5. Kembangkan dan jaga kerja sama tim yang kuat

Kita perlu saling belajar dengan yang lain dalam hal dukungan emosi dan nasihat.

6. Kembangkan spiritualitas Anda

Tuhan adalah satu aspek dalam hidup kita yang selalu konstan. Dia selalu sama pada hari ini, esok, dan sampai waktu tak terbatas. Dia akan membuat pikiran tenang, senang dan stabil di dunia yang bergemuruh.

7. Menerapkan ritual

Melakukan tugas atau suatu perayaan pada hari yang sama dari Minggu ke Minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Memberikan kepada kita perasaan stabil, nyaman dan rasa aman. Seperti menulis buku harian setelah shalat subuh, acara makan malam bersama setelah isya, briefing pagi setiap Senin dll.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

I LOVE ME

Adil membagi peran itu gak mudah. Bisnis, rumah, anak, suami, orang tua, sosial, dll.  Kenapa harus kita yang mengemban itu semua? Tahu kenapa?

Karena menurut Allah, kita mampu. Bayangkan, Allah gituloh yang yakin kepada kita bahwa kita bisa. Harus bangga dong dikasih banyak amanah. Allah gak pernah salah kasih takaran. Maka tenangkan hatimu, semua akan baik-baik saja, Mak.

Setelah menjalani semua peran, terkadang (bahkan sering, atau selalu) diri sendiri menjadi prioritas terakhir. Tapi coba deh kita balik. Justru diri kita ini jangan dikasih sisa. Harus berikan yang terbaik. Sebab tangan ini sangat berjasa menghantarkan cinta untuk semua. Wajah ini mampu menahan raut pedih di hadapan orang-orang tercinta. Kaki ini mampu menopang beratnya beban hidup. Lisan ini menentramkan kegundahan dan ketidakpastian hidup.

Untuk itu semua, Emak pantas mendapatkan cinta terbaik dari diri sendiri. Dengan jiwamu yang dicintai, maka Emak akan bisa lebih banyak memberikan cinta.

Love your self.

Berterimakasih kepada diri sendiri. Penting banget. Bagian dari mengapresiasi diri. Gak usah ngarep apresiasi dari manusia. Cukup diri sendiri dan Allah Swt.

Semakin mengharap balik dari kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain, hanya akan menyakiti diri sendiri. Allah sebaik-baik pemberi balasan.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

HATI-HATI DENGAN HATIMU

“Katanya ucapan adalah doa. Tapi kenapa belum terucap, eh sudah terwujud?”

Ada yang pernah ngalamin? Kok aku sering ya?

Suatu hari, saat mau pergi ke rumah mertua, aku ngelewatin tukang jambu air yang tampak montok merona. Anganku melambung. Duh enaknya itu jambu dicocol pakai sambel rujak. Suara anak-anak ribut di dalam taksi online memecah lamunanku. Babay abang jambu, aku cuma bisa mengalihkan pandangan ke tempat lain untuk menahan air liur yang mulai terbentuk.

Dua hari kemudian, kakak ipar mengirim kurir untuk mengantar sebungkus jambu air yang sama persis dengan yang saat itu aku lihat di jalan. Padahal tak sepatah kata pun aku ceritakan loh waktu itu. Tapi Allah kabulkan apa yang ada dalam hatiku. Alhamdulillah… Maa syaa Allah…

Namun sialnya, tidak hanya hal bagus yang bisa terwujud. Hal buruk pun bisa terjadi, walau hanya ada dalam hati.

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berkata: ‘Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.’” (HR Muslim)

Ketika kita menganggap hari ini adalah hari baik, banyak orderan di olshop, maka kita sudah berprasangka bahwa Allah akan memberikan kebaikan. Begitu juga sebaliknya, apabila sudah terbesit dalam hati, “Ah, hari ini bakal sepi lagi nih kayaknya.” Itu artinya kita sudah berprasangka bahwa Allah tidak akan mendatangkan calon konsumen kepada olshop kita. Nah loh…

Kemarin sore, hari yang begitu semarak di kantorku. Kami menyebutnya Tim Cuan. Mereka yang berjuang setiap menitnya untuk mencapai target perusahaan. Ada yang lucu ketika aku mampir untuk ikut selebrasi (merayakan) kesuksesan mereka mencapai target. Salah satu tim diminta untuk koprol. Ternyata dia sendiri yang mengucapkan, “Jika hari ini sampai target, aku koprol.”

Teman-teman pun menagihnya untuk dia (perempuan) menunaikan janji. Dan janji pun dibayarkan. Membuat suasana kantor semakin riuh ketika melihat cara dia koprolnya kocak banget. Maa syaa Allah…

Di sini yang mau aku bahas bukan tentang koprolnya. Tapi mengenai MENGISI HATI DENGAN PRASANGKA BAIK. Ada salah satu budaya di perusahaan kami yang mewajibkan semua karyawan harus melakukan afirmasi positif di pagi hari. Ditambah lagi dengan visualisasi, membayangkan secara visual di benak kita tentang berbagai kejadian baik yang akan terwujud hari ini. Dampaknya…WOW!!!

Maa syaa Allah… Satu per satu afirmasi positif tersebut terwujud. Mulai dari hal kecil hingga yang bikin merinding. Karyawan pun dengan melakukan hal positif ini, membuat mereka menjadi orang-orang yang selalu berprasangka baik kepada Allah. Itu yang terpenting.

Ketika ada satu orang yang tertangkap berprasangka negatif, kami saling menegur. Dan itu menjadi salah satu budaya perusahaan yang mampu menjaga vibrasi kerja terus positif. Maa syaa Allah…

Bagaimana denganmu hari ini? Sudah berprasangka baik kepada Allah? Jangan lupa visualkan ya. Berbagai closingan yang terjadi, bungkusan paket bejibun, nominal rekening bank terus bertambah. Maa syaa Allah… Bisa transfer mertua dan orangtua dengan nilai yang semakin banyak, sedekah sepuasnya. Maa syaa Allah.

Aku doakan bisnismu berkah berlimpah. Aamiin… Ingat, jaga hati kita untuk tetap berprasangka baik terhadap Allah. Allah bisa kabulkan semua impianmu. Aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

OLSHOP EMANG PERLU PUNYA VISI MISI PERUSAHAAN?

Setiap mentorku pasti nanyain apa visi dan misi kami menjalani bisnis? Setiap kali itu juga aku gak bisa jawab.

“Aku bukan tipe orang yang visioner.” Aku berdalih dengan kalimat itu.

Namun, beberapa tahun kemudian kami baru merasakan penyesalan. Kenapa gak dari dulu sih kami punya visi misi? Emang apa kerugiannya?

Berasa, Mak. Misalnya ketika punya karyawan, sudut pandang dan tujuan hidup orang beda-beda. Si A mau ke kanan, Si B mau ke kiri, Si C mau jalan di tempat aja, Si D pengennya lompat.

Akhirnya menyebabkan perpecahan tujuan. Ujungnya bisnis berantakan. Bahkan owner bingung gak bisa jawab ketika ada anggota timnya yang tanya, “Ini bisnisnya mau ke mana sih, Bu?”

Jedeeeerrr! Gak bisa jawab kan?

Itu juga yang menyebabkan karyawan bagus tapi gak betah. Karyawan bagus itu mereka mau ada kejelasan masa depan, dimulai dari mengetahui kemana arah tujuan perusahaan berjalan.

Ada yang ngerasa Olshop udah berjalan sekian tahun tapi gini-gini aja?

Nah itu salah satu penyebabnya karena memang gak tau bisnisnya mau dibawa ke mana. Ibaratnya udah masuk mobil, tapi jalan seadanya rute di depan mata. Kalau ada belokan ke kanan, ya ke kanan. Kalau pertigaan pakai kira-kira aja ambil kiri atau kanan. Pas nemu perempatan, tebak-tebakan deh mau kanan, kiri, atau lurus. Eh, pas udah jalan jauh ternyata itu rutenya balik ke rumah lagi.

Lain halnya kalau dari awal Emak udah tau pengen ke rumah Mak Muri di Bandung. Pas naik mobil udah siapin bekal, cek bensin, nentuin lewat tol mana, setting GMaps. Kalau ada rintangan di jalan, cari jalur alternatif, yang penting kudu sampai karena udah janjian sama Mak Muri. Maka berhasil deh sampai di rumah Mak Muri. Izin Allah.

Nah, begitu juga dengan bisnis, Mak. Emak harus tahu mau dibawa ke mana ini. Lebih asyik tentuin deadline, sehingga kinerja bisa lebih produktif dan jelas kapan sampainya. Speed tim bisa disesuaikan seirama. Jangan sampai ada yang ngebut, tapi sebagian santuy.

Visi misi boleh berubah, kok. Seiring pertumbuhan bisnis dan bertambahnya ilmu serta wawasan Emak. Aku juga sudah beberapa kali ganti. Tapi ini semua kan demi hasil yang lebih baik.

Seperti dulu ketika aku masih nol banget jalanin bisnis. Ya udah visi seadanya. Eh, sekarang setelah mentoring ke beberapa guru, ikut beberapa workshop dan baca beberapa buku, aku update visi misinya jadi lebih keren lagi.

Seperti hari ini, aku merelakan jadwal liburan untuk mendekam di rumah meramu ulang visi misi Bumi Langit Grup, SBO, SAO, YUUKA serta RAZHA & Co. Sebab besok mau dipresentasikan ke tim yang baru aja diubah struktur organisasinya.

Minta doanya ya, Mak. Kami lagi banyak berbenah nih. Demi memberikan kebermanfaatan lebih baik untuk negeri tercinta. Aku doakan juga Emak semakin sukses bisnisnya, berkah berlimpah.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KENAPA BEDA HASILNYA KALAU DIKERJAKAN OWNER DENGAN KARYAWAN?

Ini sering banget jadi curhatan para Emak yang sudah mulai merekrut karyawan untuk bantu ngerjain sebagian jobdesc di olshop-nya. Apakah Emak termasuk di dalamnya? Tenang, gak sendirian kok.

Jadi gini, sering kali kita itu menjadi ‘dukun’. Dengan artian, kita ngerasa karyawan itu sudah paham apa yang kita tugaskan. Kita memerintahkan mereka bikin kue enak, lalu ketika karyawan menyuguhkan kue enak, kita protes.

“Loh kok kayak gini?”

“Begini kamu bilang enak?”

Terus karyawan cuma bisa melongo. Dalam hatinya, “Lah, kan tadi Ibu minta dibikinin kue enak. Ini udah saya buatin. Kok protes?”

Di mana letak akar masalahnya? Udah mulai bisa nebak, Mak?

Kalau menurutku, ini disebabkan sang owner merasa karyawan bisa telepati atau mampu membaca isi pikiran bosnya. Kemudian diperparah dengan karyawan yang juga jago tebak-tebakan. Dia merasa bosnya akan suka jika pekerjaan dia sesuai yang dia lakukan.

Yes, KEDUANYA SALING BERASUMSI! Nah, itu akar masalanya. Tidak adanya kesepakatan yang jelas antara apa yang aku mau, dan apa yang kamu suka.

Tugas: Membuat Kue Enak.

Kue Enak yang seperti apa yang sesuai dengan standar owner? Jelaskan dengan sedetail mungkin, ada tolok ukur visual, tertakar, dan memiliki standar yang jelas. Sehingga kue enak versi bos akan mudah diduplikasi oleh karyawannya.

Bayangkan, jika owner pusat Dunkin Donuts memberikan tugas kepada karyawan di ribuan cabang tanpa ada standar dan tolok ukur yang jelas. Kita akan merasakan donat yang berbeda jauh di setiap cabangnya. Nah begitu juga dengan karyawan olshop kita, Mak. Kita buat informasi sejelas-jelasnya mengenai standar desain grafis yang kita mau. Mulai dari warna yang menggunakan angka/kode warna, jenis font, konsep, anatomi, dll.

Begitu juga copywriting yang harus dibuat seperti apa, mulai dari judul, isinya, penutup, tema, ciri khas/karakter, value, dll. Akan ribet memang di awal untuk membuat standar ini. Tapiiiiii akan nyaman bagi kedua belah pihak untuk ke depannya.

Nah, bahasa bisnisnya adalah SOP (Standard Operating Procedure). Ini juga masih jadi PR besar kami di Bumi Langit Grup untuk terus dibenahi supaya aku gak ngomel-ngomel mulu karena protes dengan hasil kerja karyawan.

Ampuuun, Mak. Makin sering ngomel, makin cepet menimbulkan kerut-kerut di wajah. Rugi kan udah skincare-an mahal tapi hancur gara-gara keseringan marah. Belum lagi menyebabkan naiknya berat badan, karena bawaannya pengen ngebakso yang pedes.

Bismillah, bertahap benahi lagi bisnis kita dari berbagai sisi ya, Mak. Mampukan kami ya Allah. Pinjam ilmu-Mu ya Allah.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BEGINI CARA RISET DALAM BISNIS

Hidup ini ada 2 pilihan:

1. Susah sekarang

2. Susah masa depan

Aku meyakini, kegagalan itu sebenarnya gak ada. Jika kita memiliki sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang yang sudah menyatakan menyerah.

Calon pelanggan menolak penawaran, justru harusnya dibawa senang aja. Artinya kita bisa tahu apa yang membuat dia menolak dengan cara bertanya. Sehingga kepada calon pelanggan berikutnya, kita bisa melakukan strategi yang berbeda.

“Mba Nia, boleh tahu kenapa belum tertarik dengan produk yang saya tawarkan?”

“Gak ada uangnya, Mba.”

“Jika ada produk yang sama, berapa harga yang Mba Nia sediakan dan rela untuk membeli produknya?”

“Ya setengahnya kali ya.”

“Okey, Mba Nia, terima kasih jawabannya. Boleh tanya lagi ya, apa yang diharapkan Mba Nia dari produk tersebut?”

“…”

Terus tanya, Mak. Ini bagian dari riset kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan dan diinginkan calon konsumen. Dari riset tersebut, kita bisa mendapatkan jawaban:

1. Produk yang harus diperbaiki.

2. Menggeser Target Market.

3. Memperbaiki cara pemasaran.

Terlihat cuma tiga poin. Tapi dari tiap poin tersebut, bisa jadi ada puluhan hal yang harus kita kerjakan. Riset itu penting banget. Lebih baik capek riset, daripada capek mengganti bisnis karena terus-terusan belum berhasil, sebab mengulang kesalahan yang sama.

Investasikan waktu, tenaga, dan dana Emak untuk melakukan riset lebih mendalam ketika memulai bisnis atau memperbaiki bisnis yang sudah ada. Agar hasilnya menjadi lebih baik. Riset itu bukan bertanya hasilnya kepada guru, mentor, bahkan coach. Tapi riset itu dilakukan di lapangan, langsung terjun ke market yang dituju.

Guru, mentor, atau coach hanya memberikan arahan, bukan jawaban. Jawaban yang akurat ada di lapangan! Jangan buru-buru ganti bisnis yang saat ini tengah digeluti. Bahkan jangan ditutup dulu, Mak. Berhentilah sejenak, boleh kok. Waraskan pikiran, lalu… (perhatikan kalimat ini baik-baik) … TAMBAHKAN ‘INPUT’ KE KEPALA, AGAR BISA MENGHASILKAN ‘OUTPUT’ YANG LEBIH BAIK.

Kenapa tanaman layu? Karena gak ada input air untuk menghidrasinya. Kenapa bisnis kita menurun? Karena gak ada input ilmu untuk menjalankannya lebih baik.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”