BAHAGIA ITU KITA YANG ATUR

muri handayani (2)

Nemu foto ini, kok aku jadi senyum-senyum liat ekspresi muka diri sendiri hihiii.. Ini saat lagi shooting bikin konten YouTube, entah jd posting atau nggak hohoo.. Liat deh lirikan maut matanya Mak Muri. Seperti lirikan Emak-Emak kalo lagi liat Emak yang lain lewat di sampingnya. Dari atas sampe bawah diintip itu merk apa.

Jilbabnya lah dikomentarin dalam hati, tasnya dianggap gak matching, sepatunya mahal amat, jamnya kw kali tuh ya gak cocok kalo pake asli dia mah muka orang susah.

Ataupun terkadang ketika kita lihat Emak lain, terbersit dalam hati, enak ya dia mah bisa cantik pasti perawatannya mahal, aku mah uang dari mana atuh.

Uuuh belanjaanya banyak banget, suaminya kaya. Andaikan suamiku juga kaya, aku gak usah capek online shop.

Nah begitulah manusia, selalu menilai rumput tetangga lebih hijau. Padahal dia gak tau, itu rumputnya sintetis Kaya rumput di Rumah Mak Muri.

Dari Abū Hurairah ia berkata, Rasūlullāh bersabda, “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allāh yang Allāh berikan kepada kalian.” (HR Muslim No. 2963)

Sebanyak-banyaknya nikmat yg Allah berikan, seakan sirna ketika kita iri dengan kehidupan orang lain. Padahal banyak orang yg ingin tukeran nasib dengan kita.

Anak rewel banget, kita ngiri sama yg anaknya kalem. Padahal ada orang yg rela ngurus anak rewel karena dia udah belasan tahun nikah blom dikasih anak.

Suami kita gak romantis kaya di drama Korea. Padahal ada yg baru nikah trus ditinggal dinas keluar kota berbulan-bulan.

Ngeluh capek Bisnis Online. Padahal diluar sana banyak Emak yg kerja di 2 tempat. Pagi-sore dan sore-tengah malem. Ada juga yg harus jadi TKW dan berjauhan dengan anaknya sejak bayi ah gak sanggup kalo bayangin aku dikasih ujian seberat mereka.

Mau jalani hidup bahagia atau nggak, itu bukan tergantung berapa banyak rupiah yg kau miliki. Tapi BERAPA BANYAK RASA SYUKUR YG KAU UCAPKAN TIAP HARINYA.

Sudah bersyukur hari ini?

Salam Emak Setrooong!
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
SAO (Sekolah Admin Online)
RAZHA (Produsen Inner Hijab)
YUUKa Indonesia (Jasa Desain Grafis)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

CARA MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS

muri handayani“Jadikan kompetitor kamu tidak relevan.” Itu kalimat yang terus terngiang dari Worskhop Brand Disruption by Pak @subiakto

Semenjak ikut kelas itu, aku semakin fokus mencari X Factor ketika menciptakan suatu produk/jasa.

Misalnya bikin gamis, kita gak boleh bersaing di kwalitas kain, jahitan, motif, desain ataupun harga. Itu sih udah biasa banget. Semua pemain fashion rata-rata menjadikan hal tersebut kompetensinya.

Kalo kita melakukan hal yang sama, ya susah bersaing, atau kalah karena orang lain bisa bikin dengan kapasitas lebih besar sehingga menekan HPP.

So, apa yang kita tawarkan itu harus yang beda. Bahkan tidak perlu berkaitan dengan “fungsi dasar” produk/jasanya.

Nah bingung kan?

Dijamin gak bingung kalo udah punya ilmunya ^_^ Itulah kenapa setiap hari Mak harus terus mencari ilmu baru lagi dan lagi. Tanpa henti Mak.

BTW.. kalo Mak cari aku di foto ini, akan sulit nemuin aku wakakaakaaa.. Itu jaman belum pake hitam hihiii…

Di kelas ini aku bukan peserta, tapi penyelenggaranya sebagai EO.

Dulu sebelum aku bisnis fashion @gerairazha aku pernah juga Mak bikin EO bareng pacar (calon suami hihihiii) cari uang buat modal nikah. Jatuh bangun bareng suami, gagal berkali-kali aaaah gurih sedap rasanya kaya nano-nano.

Sekarang kami makin cinta di dunia pendidikan. Ada rasa bahagia melebihi nilai omset, yaitu kepuasan batin ketika peserta mendapat berkah dari ilmu yang disampaikan oleh pemateri. Peserta mampu mengaplikasikannya dan berbuah manis pada kehidupan mereka yang semakin bertumbuh.

2020 salah satu impian baruku adalah membuat bisnis pendidikan untuk anak-anak. Doain ya Mak. Aku pengen menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini. :heart_eyes:

Aku doain juga semua impian Mak 2020 Allah kabulkan. aamiin…

Salam Emak Setrooong!
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
SAO (Sekolah Admin Online)
RAZHA (Produsen Inner Hijab)
YUUKa Indonesia (Jasa Desain Grafis)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

CARA DAPATKAN SOLUSI

muri handayani

Kenapa ya kadang mentok, ini itu masih aja salah, belum berhasil?

Siapa yang pernah ngalamin kaya gitu Mak?
Aku sih kadang masih aja mentok. Nah disaat mentok itu artinya “nutrisi otak”ku sudah habis. Sudah semua ilmu, inspirasi, ide dan kreativitas dituangkan.

Ibaratnya botol air mineral tuh Mak. Udah semua dituang isinya, botolnya kosong. Ya udah gak ada lagi yang bisa kita keluarkan dari botol yang kosong kan Mak.

Maka supaya kita bisa mendapakan SOLUSI, harus kita kasih “nutrisi” dulu nih otak kita. Dengan acara memberikan input, bisa dari bentuk video, tulisan atau gambar (infografis).

Video – aku suka pantengin channel YouTube Santara, Bang Jaya Setiabudi, Kang Dewa, Bossman Mardigu, UYM dll.

Tulisan – bisa dari buku yang udah menumpuk di meja kerjaku, artikel para guruku di web/sosmed, grup WA belajar dll.

Gambar – aku biasanya cari di Pinterest untuk infografis. Dari data bisa memberikan banyak pertimbangan dalam membuat keputusan.

Gak perlu nonton atau baca buku sampe habis kok. Bisa cukup 5 menit atau 1 halaman, itu udah bisa kasih kita AHA MOMENT. Aku jujur aja jarang khatam baca buku, karena aku bacanya loncat-loncat sesuai kebutuhan.

Cobain deh Mak cara ini untuk menambah “nutrisi otak” kita

Salam Emak Setrooong!
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
SAO (Sekolah Admin Online)
RAZHA (Produsen Inner Hijab)
YUUKa Indonesia (Jasa Desain Grafis)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

TIPS SUKSES dari Mak Muri

Muri Handayani, bisnis online, tips suksesSering kali kita meniru kesuksesan orang lain dari sisi PRODUK YANG MEREKA JUAL. Menurutku itu kurang tepat. Aku pernah kok ikut jualan produk A, tapi gak sesukses mereka. Aku tiru lagi barang B, sama aja tidak sehebat mereka.

Ternyata, ya itu dia AKAR DARI MASALAH kita Mak. Kita nih niru dari produk dagangannya, bukan MENIRU CARA MENJALANKAN BISNISNYA.

Harusnya yang kita contek itu 2 hal:
1. Stretagi Teknis
2. Kekuatan Non Teknis

Untuk Strategi teknis ini bisa lebih kasat mata kita lihat. Tinggal kepoin berbagai media pemasarannya misalnya. Cek akun IG nya, gimana konsep kontennya, alur posting storynya, gaya bahasanya, kuis, endorse, PP, foto dll.

Nah yang paling MAHAL itu sebenarnya justru yang NON TEKNIS Mak. Itu yang sulit kita riset. Sehingga banyak yang baru mau mulai bisnis, mereka gak kelola hal NON TEKNISnya.

Apa aja itu?

1. Bagaimana manajemen waktunya sehingga bisa seproduktif itu.
2. Pengelolaan hatinya agar bisa jaga GOOD MOOD untuk tetap bisa bahagia sehingga mampu mengeluarkan berbagai ide kreatif.
3. Kekuatan tekadnya dengan cara apa? Sehingga setiap kali gagal selalu bisa bangkit.
4. Kok bisa karyawannya kompak, solid, pinter dan aktif banget padahal gajinya kecil?
5. Tidurnya sedikit, karena selalu dipake untuk kerja dan belajar tanpa henti, tapi kok tetap sehat?
6. Ada aja inovasi baru dan hasilnya wow, gimana sih caranya biar sebriliant itu? Bacanya buku apa? Ikut seminar dan workshop apa? Atau bahkan makanannya apa?

Masih banyak lagi sederet PERTANYAAN yang berasal dari rasa PENASARAN kita kan ya Mak.

Selama ini rasa keponya itu salah tempat, kita malah kepoin hal lain yang gak bernilai wakakakaka… misalnya kepoin selebgram, artis, tetangga, sodara, temen yang ujungnya bikin kita iri hati, nyinyir, komentar yang gak berfaedah :joy: hadeeeeh tobaaat…

Mari kita kepoin orang hebat yang soleh, dan kita temukan “rahasia non teknisnya” untuk kita duplikasi agar juga bisa sukses dunia akhirat. aamiin..

Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
SAO (Sekolah Admin Online)
RAZHA (Produsen Inner Hijab)
YUUKa Indonesia (Jasa Desain Grafis)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[IDE BISNIS] Bisnis yang satu ini cuma modal silaturahim

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Jasa IklanThe Power of Kepepet sering kali bisa memaksa saya untuk melakukan sesuatu lebih giat  Entah ini bisa berhasil atau tidak bagi Mak. Kalo saya sih berhasil ahahaa…

Tahun 2008 Saya dan calon suami kala itu sedang merencanakan pernikahan. Kami tidak punya tabungan sama sekali, tidak punya penghasilan yang jelas dan malu untuk minta ke orang tua.

Namun saya berkeras hati untuk mau menikah di tahun 2008.

Diawali dengan membuat konsep pernikahan yang sederhana, dengan kata lain, yang penggunaan dananya sedikit  Maklum gak punya duit.

Okey kami sepakat tidak ada resepsi, hanya pernikahan di pelataran rumah saya dan makan-makan. Kami pun tidak mencetak undangan. Hanya keluarga dan sabahat. Jadi jangan baper jika saat itu Mak gak diundang, bingung kasih makan apa 

Hitung…hitung.. Tetap perlu sewa tenda kecil seukuran halaman yang kira-kira 5 x 5m, konsumsi, mas kawin, urusan KUA, hantaran dll. Dari kita untuk kita 

Hanya tersisa beberapa bulan saja untuk memenuhi semua biaya itu. Sebagai pengangguran, kami punya banyak waktu luang (ya iyalah ) sehingga punya kebebasan waktu untuk eksplorasi ide. Kami perlu uang besar dalam waktu singkat. Terwujudlah:
1. Dance competition  Maaf waktu itu sayapun mengalami masa jahiliah.
2. Kids Fashion Show competition  Masih belum insyaf
3. Lomba Tari TK
4. Penyewaan stand mall untuk promosi. Saya sewa ke mall, lalu saya cari perusahaan/bisnis yang mau pameran di mall tersebut.
5. Jasa Foto Prewedding, spesialis outdoor. Karena calon suami saya punya ilmu fotografi namun tidak punya studio. Jadi kami tutupi kelemahan dengan menjadikannya kelebihan. Ya kami spesialis foto outdoor  Sayapun menjadi makeup artist dan pengarah gaya dadakan.

Semua bisnis tersebut tanpa modal, ya ada sih tentunya. Biaya transport, pulsa, cetak proposal, makeup dll. Kalo camera memang sudah punya. Jadi kami mengoptimasikan yang ada saja.

Lalu bagaimana semua bisnis tersebut bisa berjalan?
Eh saya sudah bahas “Bisnis Modal Silaturahim” di buku CREATIVEPRENEUR bab 11.

Yang saya lakukan untuk mempersiapkan acara:
1. Membuat konsep acara.
2. Mencari lokasi acara.
3. Menghitung hadiah yang menggiurkan agar banyak yang daftar.
4. Membuat proposal dan mencari sponsor.
5. Mencari peserta.
6. Pelaksanaan

Apakah semua berhasil, dalam artian untung? Ya gak juga, ada yang rugi dan ada juga yang impas  Namanya juga ikhtiar Mak.

Tapi saya gak kapok. Setelah alhamdulillah akhirnya berhasil menikah dengan dana dadakan dan seadanya. Kamipun melanjutkan profesi Event Organizer ini, dulu kami menamakannya HIKARU Event Organizer. Gak ada yang kenal kan? 

Sekitar tahun 2012 kami kembali menggeluti profesi ini. Namun dengan konsep yang berbeda. Ketika sebelum menikah, kami melakukan promo, mencari sponosor dan peserta secara offline. Pada tahun 2012 kami full online. Karena saat itu sudah kenal dunia Multiply dan Facebook. Bisnis RAZHA pun sudah berjalan.

Hijab Photo Contest!

Wiiiih booming banget nih. Saya paling males bikin proposal, jadi untuk mengajukan ke sponsor cukup menggunakan media chatting BBM kala itu.

– Sponsor untuk hadiah dari para produsen fashion, kuliner dll.
– Keuntungan kami dari biaya pendaftaran peserta.
– Pemotretan dilakukan di kantor RAZHA yang ukuran studionya cuma 4 x 3m.
– Pemilihan pemenang dilakukan secara online.

Alhamdulillah selama beberpa bulan kami bisa menyelenggarakan acara ini berturut-turut. Dengan keuntungan yang lumayan. Suami sebagai fotografer dan editor. Saya promosi, pendaftaran, makeup artist dan pengarah gaya.

Kemudian akhirnya bosen  dan makin sibuk ngurus RAZHA yang alhamdulillah terus bertumbuh, izin Allah.

Nah sekarang kami mulai aktif lagi bikin acara namun dengan konsep dan cara yang berbeda. Dibawah bendera SBO kami fokus menyelenggarakan acara dengan konsep edukasi. Kegiatannya secara online dan offline.

Langkah sederhananya seperti ini:
1. Cari Target Market.
2. Pelajari apa kebutuhan mereka.
3. Cari narasumber yang bisa memenuhi kebutuhan mereka.
4. Buat konsep acara.
5. Cari sponsor.
6. Cari peserta.
7. Pelaksanaan 

Kalo kita jualan produk, kita fokus kepada kepuasan konsumen terhadap produk yang mereka beli. Nah begitu juga dengan “jualan acara”. Fokus kita kepada kepuasan peserta terhadap manfaat yang mereka dapatkan. Samalah dengan bisnis produk, di bisnis jasapun ada aja yang komplen Bagus loh ada yang komplen, disitulah tugas kita untuk evaluasi diri agar bisa naik kelas 

Kalo produknya Sylla Hijab Store dari Mak Siti Rosi sih aku gak pernah komplen. Gamis yang saya pake ini dari bahan kaos, tau gak mak, ini gamis cuci kering pake Kirain aku aja yang suka, produk ini ternyata bestsellernya SYLLA, sampe relaunch berkali-kali ckckck…

BTW… Catet ya, 31 Maret ada Pak Subiakto, pakar branding tingkat nasional, yang pengalamannya sudah puluhan tahun, akan dateng ke Bandung. Mak yang mau barengan sama aku untuk diskusi dan belajar dengan Pak Bi, boleh japri WA 087824468185. Maaf aku gak terima banyak, soalnya ini aku mau sesi lebih private biar bisa puas curhatin branding bisnisku ke Pak Bi 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Creativity as a Problem Solver

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram MarketingSaya lupa kapan beli buku “Oh My Goodness buku pintar seorang Creative Junkies” by Yoris Sebastian. Saya cari buku ini ketika melihat Yoris di salah satu TV nasional. Saat itu membahas tentang kreativitas untuk bisnis atau apa gitu, saya lupa 😀
 
Buku ini sudah bolak balik saya baca. Segeerrr.. bikin saya merenung lagi, lagi dan lagi. Banyak sekali di dunia ini, orang yang menjalankan bisnis serupa (mirip-mirip) dan berhasil. Tidak jarang dari kita ikutan pengen juga, karena melihat kesuksesan mereka.
 
Tetapi ketika kita jalanin, kenapa hasilnya tidak sindah taman mereka ya ^_^ Kok kita tamannya kering kerontang ahahahaaa…
 
Ternyata ada 1 hal yang kita lupa Mak. Kreativitas!
 
Ya kita, gak bisa ATP (Amati, Tiru, Plek) bisnis orang lain. Ketika kita muncul dengan produk/konsep yang sama, tentunya konsumen tetap memilih produk yang “senior”. Sudah teruji dan terbukti. Sedangkan kita anak baru, yang masih diragukan karyanya.
 
Oh iya saya baru ngeh, anehnya ini buku, gak ada halamannya ahahahaaa.. Bertahun-tahun saya punya, baru sekarang sadar. Cuma ada Chapter. Nah yang sekarang saya mau bagikan ke Mak adalah Chapter 8. Creativity is a Problem Solver.
 
Dalam menentukan jenis bisnis yang akan Mak geluti, satu hal mendasar yang harus kita pikirkan pertama adalah Produk kita harus menjadi Problem Solver.
 
Ya jadi bukan bikin/jualan produk yang sekedar Mak suka.
 
Yoris Sebastian mengibaratkan, seorang yang kreatif harus seperti Doraemon. Mampu menjadi Problem Solver bagi setiap masalah yang ada di sekelilingnya.
 
Sebuah hasil kreativitas belum dianggap sukses bila belum mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar kita.
 
Sebenarnya sangat banyak masalah di sekeliling kita. Yang penting adalah bagaimana kita sensitif saja. Jadi saat ingin melakukan suatu inovasi, terkadang kita perlu keliling dan melihat masyarakat di sekitar kita.
 
Bisa loh bisnis disangkutkan dengan HOBI. Hobi + Permasalahan Masyarakat + Kreativitas, jadi deh tambah uang ^_^ Ayo kita jalan-jalan cari inspirasi Mak, boleh deh browsing dulu di internet kalo diluar lagi hujan terus sepanjang hari.
 
Saya kalo jalan-jalan sekarang lebih seneng pake backpack. Maklum bawa anak-anak, tangan harus siaga pegangin mereka setiap saat. Jadi lebih praktis pake backpack. Eh rejeki ya Mak, aku dapet Ganci Unyu dari Mak Nofia Putri Fatimah. Ya Allah disainnya super duper unyu. Sesuai banget dengan karakter aku. Love it so much! Jazakallah Mak Nofia Putri Fatimah. Aku mau pasang di backpack ah…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading