BISNIS JALAN, OWNER JALAN-JALAN. MITOS/FAKTA?

Siapa yang tergiur resign dan nyemplung ke bisnis gegara kalimat itu? Bisnis jalan, owner jalan-jalan πŸ˜Š

Mungkin gak sih?
Kok bisnis makin gede, rasanya makin repot banget deh.
Dulu ribet ngurusin barang dan konsumen. Sekarang ribetnya nambah πŸ˜” ngurus barang, konsumen dan karyawan πŸ˜…

Apakah semua pengusaha begitu?
Coba kita lihat Pak Chairul Tanjung, emang dia ribet gitu ngurus barang, konsumen dan karyawan? Kayanya nggak deh πŸ˜

“Jadi yang ribet itu, yang masih belum ngerti jalanin bisnis yang sebenarnya.”

Iya juga ya πŸ˜

Kekacauan ini dimulai dari “salah mempersepsikan makna Business Owner”. Ketika kita memulai bisnis, memilikinya, menjalankannya, bukan berarti kita sebagai Business Owner.

Bingung gak? πŸ€”
Kan ini bisnis kita, kok kita bukan Business Owner?

Tenang Mak… kita luruskan dulu.

Aku mulai tersadarkan setelah baca berulang kali bukunya Coach Armala. Dalam organisasi bisnis, ada berberapa tingkatan:
1. Staff
2. Supervisor
3. Manager
4. Senior Manager
5. Direktur
6. Business Owner

Kita lepaskan dulu titel kita sebagai pemilik bisnis. Dari 1-6 point di atas, jika Mak masih jawabin chat, wajib bikin konten buat iklan, maka Mak posisinya sebagai staff. Sehingga wajar ketika Mak gak bisa tinggalin bisnis lama-lama. Kalo Mak gak kerja, ya Mak gak dapet duit πŸ˜Š

Lalu disaat Mak mulai rekrut karyawan, ada pekerjaan yang karyawan pegang, dan Mak juga pegang sebagian, serta Mak berkewajiban melakukan supervisi/pengawasan ke karyawan, maka jabatan Mak adalah supervisor.

Di tingkatan ini, Mak gak hanya paham dunia teknis (cara jualan, teknik pemasaran, pencatatan keuangan, dll), Mak juga wajib belajar ilmu leadership untuk posisi supervisor.

Kalo Mak jalan-jalan, karyawan gak ada yang kontrol, ya bisnis bubar jalan πŸ€£ Seperti aku dulu 2013, ketika cuti melahirkan 3 bulan, omzet nyungsep wakwak.. Karena disaat bisnis hanya diserahkan ke staff tanpa adanya supervisor (yang kompeten) maka berantakan.

Nah setelah Mak makin banyak Timnya, sudah mulai ada beberapa orang pada tiap divisi, maka Mak bisa naik menjadi manager. Dengan membawahi beberapa supervisor yang menaungi divisi tertentu. Misalnya Pemasaran, Penjualan, Produksi.

Boleh jika masih ada beberapa hal teknis yang Mak pegang, misalnya keuangan & HR. Sedangkan 3 divisi lainnya tugas Mak memantau hasil kerja para supervisornya. Kalo ada Tim yang gak membuahkan performa baik, maka yang diomelin supervisornya wakwak…

Tugas Mak berikutnya, mendidik calon manager. Sehingga Mak bisa naik jabatan sebagai senior manager atau direktur. Terus lakukan regenerasi, kalo di Bumi Langit Grup kami menyebutnya “mencetak Mak Muri KW” πŸ˜

Supervisor – Mak Muri KW3
Manager – Mak Muri KW2
Senior Manager – Mak Muri KW1
Direkrut – Mak Muri KW Super

Nah kalo sudah banyak orang-orang dengan kompetensi dan kinerja seperti yang Mak harapkan, baru deh Mak bisa sebagai Business Owner yang sebenarnya πŸ˜ Akhirnya merasakan jalan-jalan tanpa mengkhawatirkan omzet, margin maupun profit.

Jadi, sadari diri kita ini berada di level mana nih sekarang Mak πŸ˜Š Manager, Supervisor atau Staff? πŸ˜‰
Gakpapa, nikmati saya prosesnya. Jalani setiap tahapannya dengan rasa syukur. Akupun 2011 memulai RAZHA sebagai staff kok.

Biar cepet kita bisa naik jabatan, maka perbesar kompetensi diri dan perbaiki kinerja terus menerus. Sehingga setiap tahunnya kita bisa naik jabatan secara jujur adil dan benar, gak pake nyogok πŸ€£

Kemarin alhamdulillah kumpul bareng teteh-teteh TDA Perempuan Bandung. Mohon maaf ya yang bisa ikut terbatas, maklum belum boleh banyakan. Gak berasa dari jam 13, tau-tau azan magrib hihiiii…

Salah satu ikhtiar kami meningkatkan kompetensi diri ya dengan kelompok belajar seperti ini Mak. Ilmunya nyata, gak teori. Seneng denger cerita para teteh yang bisnisnya beda-beda, perjuangan membesarkan dan mempertahankan bisnisnya seru banget.

Ada Teh Rosi, yang sehari itu biaya iklan berbayar (Ads)nya 6juta. Maa syaa Allah.. sehari itu Mak 6 juta. Aku terperangah. Aku 100ribu aja rasanya takut zonk wakwakwak..

Teh Rosi cerita, ada temannya yang bisnis suatu produk (rahasia), sehari 80 juta iklannya πŸ˜± Penjualan 2.000 – 3.000 pcs per hari. Makin tercengang aku tuh. Ya ampun aku mainnya kurang jauh ya πŸ€£

Tetiba hatiku tergerak. Teh Rosi yang juga emak-emak kaya aku, dia aja bisa belajar dan praktekin jadi advertaiser handal iiiiiiih aku jadi pengen belajar deh.

Aku lagi pengen ngerayu nih, Teh Rosi mau gak ya ngajar di SBO buka kelas FB/IG Ads? πŸ˜ Lembutkan hatinya Teh Rosi ya Allah πŸ₯°

Dulu di SBO pernah kelas Ads juga, tapi pematerinya bapak-bapak. Mungkin kalo emak-emak gurunya, bisa lebih mudah dipahami oleh kita yang para kaum emak ya..

Setujukah kalo kita belajar FB/IG Ads Mak?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia
Muri Handayani
“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: