MANAJEMEN STRES NGURUS BISNIS VS KELUARGA

Naluri seorang ibu, pengennya semua hal diurusin dengan hasil yang sempurna. Kalau gak dipegang sendiri, kadang gemes, karena beda standar hasil. Ngerasa gitu gak sih, Mak? Ibu pengen kali ya kayak octopus, punya banyak tangan. Satu pegang wajan, cuci piring, nyetrika, nyuapin, luluran, baca buku, mijetin suami, dampingin anak belajar, dll.

Huuuussss… gak usah halu. Emangnya kita ini di dunia kartun? hihihiiii…

Pada akhirnya, idealisme itu harus aku luluhkan. Letak bahagiaku bukan lagi pada kesempurnaan hasil. Tapi “sudah dikerjakan dan ada hasil”. Nah hasilnya ini yang harus kita syukuri apa adanya. Karena kalau ngejar sempurna, asli bikin stres sendiri.

Urusan rumah, akhirnya aku delegasikan ke ART. Walau kadang cucian piring gak bersih. Ya udah sabar aja, lap aja dikit, atau cuci ulang. Dengan sambil ajarin ART untuk lebih teliti. Begitu juga dengan pojokan rumah yang kadang gak kena sapu. Sabar lagi deh ingetin untuk besok pojokannya dibersihkan.

Dalem rumah maupun luar rumah, itu ada yang bantu Emak. Jadi asistenku ada 3. Dengan pembagian shift. Yang paling pagi jam 5.30, sedangkan yang paling malam pulang tergantung karyawan terakhir yang pulang. Bisa di atas magrib. Gak ada yang nginep.

Idealisme aku dan suami maunya anak-anak kami Homeschooling. Pengen memastikan apa yang masuk ke kepala anak, kami tahu dan sesuai standar yang kami inginkan. Lagi-lagi kami mengubur idealisme itu di tengah jalan. Merasa keteteran, terutama soal ilmu agama yang kami sangat tidak mumpuni. Akhirnya ikut sekolah swasta. Harus sabar lagi, untuk tidak mengejar standar pendidikan yang kami inginkan.

Begitu juga dengan urusan bisnis, sangat jauh dari idealisme aku dan suami. Maunya packing super rapi. Tapi karena gak mungkin kami packing sendiri terus, ya delegasikan kepada karyawan. Dengan diberikan training terlebih dulu. Tapi gak bisa 100% samakan standarnya dengan yang kami mau. Sabar lagi… walau nilainya 75% misalnya.

Konten, pengelolaan pelanggan, merawat mitra, pencatatan keuangan dan semua hal dalam bisnis, sudah aku delegasikan kepada karyawan. Apakah hasilnya sudah sesuai keinginan?

Belum, Mak. Masih jauuuuh dari idealisme kesempurnaan kami.

Aku dan suami sudah berada di titik mengubur ‘kesempurnaan’. Sebab itu bikin stres sendiri. Ada konsumen komplain kenapa Buku BOAP-nya belum sampai padahal udah seminggu,. Pas aku cek, ternyata ada 25 data keselip belum terkirim. Sabar… Sekali lagi gak ada yang sempurna. Dari 1.300 buku terjual, ada 25 biji keselip, yo wiiiss… sabar…

Bukan berarti dibenarkan dan dibiarkan loh ya.

Tapi di awal, kita sebagai leader, jangan terlalu menampakkan stres duluan. Coba lihat, dari sekian banyak orderan, gak sampai 5% kan kesalahan mereka. Apresiasi dong kesuksesan mereka. Lalu kita bantu carikan solusi atas permasalahan yang terjadi dan evaluasi sistem kerja agar tidak terulang masalah serupa.

Begitu juga dengan anak kita. Ketika dia melakukan 1 kesalahan, jangan langsung diomelin. Itu cuma 1, padahal kebaikan dia udah mau nurut sama orang tua dalam banyak hal selama ini gak kehitung.

Kayak anakku yang mogok sekolah hari ini. Padahal awalnya baik-baik aja. Eh dijahilin sama abangnya sampai nangis. Jadilah drama pagi, wkwk… Naik darah, pastilah. Tapi tahan… tahan… atur napas… sabar…

Nada tingginya gak aku tumpahin ke anak. Tapi ke suami hihiii… Abis itu aku peluk cium suamiku, elus-elus, ah adem lagii.

Kenali bagaimana cara Emak membalikkan good mood. Kalau aku siapin minuman manis, camilan, bongkar-bongkar rumah ganti suasana, abis itu lanjut mulai kerja lagi deh. Kayak yang ada dalam foto ini. Pojokan tempat aku kerja hari ini, Mak. Lokasinya nyelip di deket tangga.

Mohon maaf, HP pribadi ada 3 bukan sombong, nasib Emak Olshop. Dari 3 HP itu, ada 4 nomor Whatsapp. Nah Emak yang udah pada masuk grup Mak Muri, tahu donk ya Whatsapp aku banyak wkwk… Maklum grupnya ratusan.

Pagi, aku cek jadwal hari ini agendanya apa, lalu tulis berbagai hal yang mau aku kerjain. Dari urusan rumah sampai bisnis. Kalau gak ditulis, semua masih bergelayut di kepala, ini yang bikin kita mumet, Mak. Makanya aku tuh sampai cetak Jurnal sendiri. Biar sesuai dengan apa yang aku butuhkan.

Mulai kerjain 1-1 yang paling urgent, mudah dan memungkinkan untuk dilakukan. Walau pada akhirnya gak semua tuntas ditunaikan, its ok. Lagi-lagi sudah gak boleh ada kesempurnaan dalam hidup.

Aku memaafkan diriku atas ketidaksempurnaanku. Aku memaafkan diriku atas target yang belum tercapai.

Aku menghargai dan mengapresiasi diriku karena telah mau berjuang mengerjakan deretan panjang pekerjaan. Dan aku berterima kasih kepada diriku atas semua itu.

Maka berbaikhatilah kepada diri sendiri, jangan tuntut diri untuk menjadi sempurna. Jadi pejuang boleh, mengharap sempurna jangan.

Sungguh kesempurnaan hanya milik Allah.

Aku cintai diriku, karena Allah

Makanya aku nulis Buku BOAP “Bisnis Online AutoPilot – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online” agar Emak juga bisa delegasikan urusan bisnis kepada karyawan. Supaya Emak bisa punya waktu untuk keluarga lebih banyak dan lebih berkualitas lagi.

Hari ini terakhir diskon 50% + Free Ongkir se-Indonesia. Tolong besok jangan ngerayu lagi ya. Biar dapet diskon bukunya, chat sekarang ke CS Diah

https://bit.ly/MauOrderBOAP

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: