CARA MEMPERTAHANKAN & MENUMBUHKAN BISNIS DI KALA PANDEMI

Banyak bisnis berguguran dihantam badai kopit. Dampaknya puluhan, ratusan, bahkan ribuan keluarga kehilangan sumber penghasilan. Berapa banyak anak yang akhirnya putus sekolah. Dampaknya jangka panjang. Bagaimana generasi Indonesia di masa depan?

Naluri Emak-emak memberontak. Gak bisa diam melihat keadaan ini. Kudu gotong royong semua anggota keluarga. Gak cuma ayah yang berjibaku, ibu dan anak ikut mikirin solusi. Dan menengadahkan tangan serta meneteskan air mata untuk tetap punya asa.

Itu satu dari banyak alasan, kenapa Mak Muri bersikukuh mengampanyekan MuslimahPreneur. Walau ada yang kontra, jadi nyuruh ibu-ibu cari nafkah. Padahal bukan fitrahnya, kata mereka.

Wahai Marimar & Rudolfo, sesungguhnya keluarga adalah Teamwork, di saat ada satu yang down, anggota lainnya menguatkan hati. Di kala yang satu tertatih, anggota lainnya menopang agar tiang rumah tangga tetap utuh.

Wahai Marimar & Rudolfo, kalian baiknya cek, angka perceraian kian tumbuh. Sebagian besar disebabkan ekonomi keluarga. Anak pun menjadi korban kekerasan rumah tangga, secara langsung maupun tidak.

Kriminalitas kelas bawah terjadi, salah satunya karena mereka lapar. Kalau kriminalitas kelas atas, itu sebab mereka serakah. Beda Marimar, rakyat hanya butuh makan, susu untuk bayi, bayar token listrik, tempat berteduh, dan biaya pendidikan agar generasi bangsa ini menjadi lebih baik.

Mari kita abaikan Marimar & Rudolfo yang suka nyinyirin Emak Olshop. Kita doain aja mereka order ke kita ya, Mak. Sekarang tugas kita adalah tutup telinga, buka mata. Kemudian cari tahu apa penyebab bisnis kita jalan di tempat.

“Penyakit yang sering kali menghinggapi orang-orang hebat dan perusahaan-perusahaan besar adalah menganggap dirinya sudah hebat dan tidak perlu melakukan perubahan atau inovasi.”

-Buku Rise Above the Crowd

Gak ada strategi bisnis yang abadi. Gak ada teknik marketing yang berjalan sepanjang waktu. Semua ada masanya akan menjadi tak relevan dengan zaman. Sepanjang bisnis berdiri, sepanjang itu kita gak boleh berhenti belajar. Belajar mencari hal baru dan belajar memperbaiki yang ada.

Minimal 5 divisi ini harus eksis dalam Olshop:

1. Produksi

2. Pemasaran

3. Penjualan

4. Keunangan

5. HRD

Jika belum punya banyak karyawan, maka beberapa divisi memang masih kita pegang. Dulu ya aku sendirian yang mengelola 5 divisi itu, Mak. Bagi yang belum paham “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop”, tungguin akhir bulan ini ya. Aku tuangin ilmunya dalam buku biar Emak bisa pelajari kapan aja dan di mana saja.

Nah tugas kita, rekrut dan delegasikan beberapa tugas. Sehingga kita bisa punya banyak waktu dan tenaga untuk mempelajari hal baru demi melakukan perbaikan dan memunculkan inovasi. Pemilik Olshop itu, gak boleh terjebak hal teknis. Suatu saat kita harus lebih banyak mikirin taktis dan hal strategis. Biar orderan makin laris manis.

Langkahnya gini, 5 divisi itu Emak pilah mana yang paling berdampak mendatangkan cash. Serta yang sesuai dengan SDM dan kemampuan yang dimiliki.

Jika belum punya ilmu pemasaran, jangan ngurusin produksi. Nanti udah coba bikin, terus bingung jualnya di mana. Kondisi PPKM kayak gini, terlalu berisiko jika uang adanya di barang. Apalagi barang yang belum teruji laris atau nggak.

Divisi produksi, Emak jadikan tugasnya adalah sebagai buyer. Jadi riset keinginan pasar, cari supplier, kemudian mendatangkan. Nah gitu aja.

Bagi yang sudah berada di posisi produsen, namun pasar tidak meminati barang Emak saat ini, maka jangan gengsi untuk jadi Distributor/Agen/Reseller barang orang lain. Ingat, yang utama saat ini adalah CASH alias UANG TUNAI.

Ambil Jurnal (kalau belum punya, pesen aja di CS Maya wa.me/6287836552238) lalu tulis apa saja yang harus Emak lakukan dalam satu hari. Setidaknya 4 hal ini Mak lakukan setiap hari:

1. Pelajari ilmu teknis yang lebih efisien. Sehingga bisa mengurangi biaya atau mengoptimalkan hasil.

2. Mencari ilmu taktis baru.

3. Menggali strategi terupdate, bisa dari kepoin kompetitor atau baca buku terkini, misalnya buku Emak-Emak Jago Jualan #EEJJ

4. Evaluasi kinerja karyawan, mana yang harus dikurangi, ditambah, dipoles, di-update dll. Percaya deh, evaluasi setiap hari, akan membuahkan hasil jauh lebih baik.

Makanya bangun lebih pagi, stop dulu nonton drakornya, berhenti kepoin artis. Gak mudah untuk mengerjakan itu semua. Pasti tetap akan digelendotin sama anak, ya. Seperti fotoku di atas, lagi ngisi seminar di kopdar Alumni SBO, anak ikut eksis. Aku gak marah, aku gak malu. Justru itu yang disyukuri bisa kerja tapi tetap dekat sama anak.

Sebelum mereka keburu gede, udah gak mau sering main sama Emaknya, ye kan. Jadikan saja warna dalam hidup. Jadi kitanya gak BT, hati tetap ceria, otak encer, ide cespleng.

Aku doain, kita semua bisa mewujudkan tagline “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: