CARA MEMILIKI KARYAWAN YANG BANYAK NYUMBANG IDE

Salah satu yang bikin kita baper (sebagai Emak Olshop) ketika memiliki karyawan adalah merasa percuma punya karyawan tapi kita semua yang mikir. Karyawan direkrut itu untuk membantu membesarkan olshop kita, ye kan, Mak? Tapi kenapa semua ide, kreativitas, dan konsep masih dari kita semua. Mereka seakan gak mikirin.

Jadi hal ini disebabkan:

1. salah karyawan,

2. salah cara pengelolaan karyawan, atau

3. kita yang salah rekrut karyawan.

Paling enak memang nyalahin orang lain. Salah dia, salah mereka, bukan salah saya.

Namun jika kita berpikir seperti itu, dijamin hidup kita gak akan bisa bertumbuh menjadi lebih baik. Karena yang bertumbuh adalah orang lain yang kita salahkan/kritik. Kita gak mengevaluasi diri sendiri. Ya gak akan ada perbaikan dalam diri kita.

Gak ada perbaikan dalam diri, gak ada perbaikan nasib hidup. Akan gini-gini aja atau bahkan malah semakin terpuruk. Berdasarkan pengalamanku ketika mem-PHK semua karyawan pada tahun 2013, pangkal masalahnya adalah poin 3 ternyata, Mak. Aku salah rekrut karyawan.

Karyawan yang diterima tidak sesuai dengan kompetensi, gak tersaring secara karakter diri, berbeda dari yang dibutuhkan. Emak jangan ulangi kesalahan aku, ya. Makanya kalau mau rekrut karyawan harus ada persiapan dulu.

Gimana persiapannya?

Tenang, aku tuangin semua dalam buku “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop” yang in syaa Allah launching akhir bulan Juli ini, ya. Minta doanya.

Sebagus-bagusnya karyawan yang diterima, kalau kita gak kelola dengan baik, kurang optimal hasilnya. Ada gak yang ngalamin “disetir karyawan”?

Kok jadi karyawan yang ngatur saya? Gak nurut dengan apa yang saya perintahkan. Ngerjain kerjaan suka-suka dia. Peraturan kantor gak ada yang peduli. Berasa direndahkan, gak dihargai. Lah, padahal kita yang bayar gajinya.

Hal itu disebabkan oleh poin 2, Mak. Salah cara kelola karyawannya. Ya wajar, kita belum pengalaman. Gak punya ilmunya. Dulu aku juga gitu kok. Alhamdulilah sekarang jauh lebih baik. Mereka gercep melakukan apa yang aku tugaskan. Nanti Emak juga akan belajar hal itu dalam buku yang akan Emak dapatkan di akhir bulan ini.

Lalu yang gak kalah penting, gimana cara agar karyawan BANTU MIKIR. Bukan cuma bantu tenaga aja. Apalagi di kondisi pandemi kayak sekarang, banyak bisnis berguguran. Bisa bertahan saja sudah bagus ya, Mak. Walau di luar sana banyak juga yang omzetnya meningkat drastis. Kok bisa?

Mereka yang omzetnya naik, perhatikan deh. Mereka adalah sekumpulan orang yang memiliki pola pikir kritis. Mampu berpikir kritis itu menjadi skill yang penting banget. Makin ke sini, makin penting. Banget…nget…nget!

Dari buku Belajar Cara Belajar, ada 3 langkah belajar menggunakan Berpikir Kritis.

1. Bangun fondasi pengetahuan.

Sebelum mulai mencari informasi dari luar (pelatihan, les atau komunitas), coba perkuat sumber informasi sendiri (melalui jurnal, buku atau artikel).

Itulah sebabnya di tempat kami, karyawan Mak Muri diwajibkan baca buku. Buku kami sediakan. Mereka akan direkomendasikan atau pilih sendiri yang temanya sesuai dengan kebutuhan pekerjaan mereka, baik untuk menunjang soft skill maupun hard skill. Terkadang kami juga referensikan video atau jurnal untuk mereka pelajari. Baca/mempelajarinya di rumah.

2. Biasakan diri untuk berani bertanya.

Bertanya membantu memperdalam pemahaman sekaligus memeriksa kebenaran pengetahuan yang diperoleh dari langkah 1.

Mengapresiasi orang yang bertanya dan gak mencemooh apa pun pertanyaan mereka, menjadi budaya di kantor Mak Muri. Kami senang dengan yang rajin bertanya. Justru yang diam, akan kami paksa untuk bertanya. Ini proses untuk pembiasaan dan menghancurkan mentalblock takut bertanya.

3. Sering-sering berdiskusi.

Melalui diskusi, kita bisa mendapatkan informasi lebih dari yang diperoleh dari langkah 1 dan langkah 2.

Minimal ada 1 kali diskusi setiap hari (yes, setiap hari loh, Mak). Saat kami briefing pagi. Bisa jadi 2-3 kali ketika memang sedang genting. Duh buang-buang waktu gak sih? Tergantung sudut pandang dan cara berdiskusinya.

Kami memahami karyawan butuh dibimbing dan dipancing untuk mengeluarkan berbagai ide kreatif dan potensi diri yang masih terpendam.

Saya sering kali menasihati mereka dengan analogi teko. Teko jika isinya air putih, maka akan keluar air putih. Apabila isinya madu, maka madulah yang keluar. Ketika kosong maka tidak ada apa pun yang bisa dikeluarkan.

Itulah otak kita. Kalau gak ditambah ilmu, wawasan, pengalaman, gak akan ada ide, strategi dan kreativitas yang bisa dihasilkan

Jadi, Emak sudah membantu karyawan menambah kapasitas ilmu, wawasan, dan pengalaman mereka? Jika tidak, maka sekaranglah saatnya. Jangan menunda lagi, ya!

Dulu, saat semua baik-baik saja tanpa pandemi seperti sekarang, kami asyik bisa belajar bareng seperti foto di atas. Pukul 18.15 – 19.30 di foto di atas kami mengupgrade skill para tim content creator mengenai ilmu desain grafis.

Lalu gimana jika sudah diajari kemudian mereka resign?

Alhamdulillah kita akan kebanjiran amal jariah loh, Mak. Setiap ilmu yang kita fasilitasi, mereka gunakan di tempat lain. In syaa Allah pahalanya mengalir untuk Emak. Keberkahan ada dalam hidup Emak. Kemudahan pun berdatangan dalam setiap urusan Emak, aamiin…

Yuk semangat tanam benih dan merawatnya supaya bisa panen lebat. Aku doakan Mak dimampukan buka lapangan kerja yang banyak aamiin

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: