TERLALU FOKUS DENGAN TUJUAN UTAMA, BIKIN FRUSTRASI

Kok bisa?

Pada tulisan saya sebelumnya memang mengajak Emak untuk memiliki tujuan hidup. Namun, kita juga harus memahami sistem agar tujuan utama tercapai dengan tanpa stres tinggi. Realistis kan ya, mau pencapaian tinggi dan cepat (sifat dasar manusia maunya cepet-cepet), tingkat stres yang ditimbulkan juga tinggi.

Maka solusinya bagaimana Mak Muri?

Boleh fokus pada tujuan, tapi kita harus punya perencanaan untuk memotong-motong tujuan besar itu menjadi bagian-bagian kecil. Kayak kita makan Mak, kan gak langsung sepiring masuk mulut, ya. Sesendok-sesendok dan jangan langsung telen, kunyah dulu yang bener. Makan terburu-buru bisa menyebabkan tersedak yang berakibat cedera ringan hingga fatal.

Tujuan: punya rumah tunai 1 Miliar.

Jika kita saat ini memiliki omzet olshop 10 juta sebulan, ngelihat tujuan/impian punya rumah cash sebesar itu, rasanya pesimis gak, sih? Malah jadi down.

Nah, solusinya… inget, potong-potong jadi kecil.

Satu Miliar dibagi menjadi 3 tahun. Maka setiap tahun harus nabung 334 juta. Dibagi 12 bulan untuk menemukan target bulanan, ketemu angka 28 juta. Potong lagi menjadi tabungan harian. Kalau kamu kerja 22 hari sebulan (Senin-Jumat). Dapet angka 1.263.000 yang harus ditabung. Kalau nilai segitu adalah tabungan, tentu juga harus ada alokasi dana biaya operasional, kebutuhan harian, profit perusahaan, dll.

So, hitung serealistis mungkin! Jangan halu.

Misalnya total jadi 4 juta margin yang harus didapat setiap hari. Lalu jabarkan harus berapa produk terjual, berapa jumlah chat masuk, berapa jangkauan iklan, berapa karyawan yang diperlukan.

Selanjutnya, mulailah membuat target-target kecil sebagai rangkaian pencapaian untuk mewujudkan tujuan utama. Dan selebrasikan setiap goal yang didapat. Seperti yang sedang dikejar timku saat ini, membuat 100 grup WA x 250 member. Ini sebuah pencapaian yang harus diapresiasi.

Kemudian tahap selanjutnya apa?

Step by step seperti itu bisa meredakan tingkat stres. Karena ada kebahagiaan kecil setiap waktu. Dibanding kita hanya terlalu fokus pada tujuan utama. Berasa kok gak sampai-sampai. Takutnya membuat kita jadi kufur nikmat. Sebab Allah sudah kasih banyak, tapi kita gak bersyukur. Hanya sibuk melihat yang belum dicapai.

Yuk siapkan alat tulis, tentukan tujuan utama, lalu potong-potong (bayangin aja kayak lagi motong terong, Mak), buat perencanaan realistis.

In syaa Allah dengan begini, kita paham apa yang harus dilakukan, mana yang mesti didelegasikan kepada karyawan, butuh berapa karyawan dan skillnya apa aja, dll. Hidup terasa lebih terarah, Mak.

Karena aku punya impian yang gede, dengan rangkaian perencanaan yang super banyak, itulah sebabnya karyawanku juga banyak. Aku realistis, gak mungkin semua jobdesc itu dikerjakan dengan dua tanganku aja.

Inget, REALISTIS!

Jika belum paham cara kelola karyawan banyak, ya mulai cari ilmunya, latihan interview, nyobain punya karyawan 1 orang. Belajar komunikasi mendelegasikan tugasnya. Konsisten evaluasi kinerja mereka, dll.

Plis jangan NATO (No Action, Talk Only)

Gak paham Mak Muri cara nentuin gaji, bonus, pembagian jobdes, dll.

Tenang, aku sudah siapin buku panduannya. “Cara Rekrut & Kelola Karyawan Online Shop”.

Ini foto jadul, sekarang WFH. Jadi kangen suasana rame-rame gini. Mereka lebih seneng lesehan, padahal udah dibeliin meja kursi banyak, untung bisa dilipet.

Aku doain Emak juga dimampukan Allah buka lapangan kerja yang banyak, jauh lebih banyak dari yang aku bisa, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: