JUALANNYA SAMA, KENAPA DIA LEBIH LARIS?




Foto bersama sebagian Tim Mak Muri setelah digembleng 2 hari BoothCamp

Siapa yang pernah mengucapkan kalimat seperti di judul, walau hanya dalam hati sekalipun? Kayaknya bakal banyak yang ngaku ya, Mak.

Percayalah, faktor penentu kesuksesan itu bukan hanya terletak pada jenis barang yang dijual, bukan juga pada pilihan strategi marketing yang dilakukan. Tapi… bagaimana cara kita MENYIKAPI FEEDBACK-lah yang menjadi kunci utama.

Yuk pahami “Growth Mindset vs Fixed Mindset“. Aku dapet dari buku Belajar Cara Belajar, halaman 75.

Growth Mindset adalah pola pikir yang menganggap tantangan, rintangan, kritik, dan kesuksesan orang lain bukanlah halangan untuk menjadi sukses. Malah itu semua dianggap sebagai kesempatan, pelajaran, dan motivasi untuk berkembang.

Fixed Mindset adalah pola pikir yang cenderung menghindari tantangan, mudah menyerah ketika berhadapan dengan rintangan, tidak mau berusaha, tidak peduli dengan kritik, dan merasa terancam atas kesuksesan orang lain.

Nah… Emak sudah berada di Growth Mindset atau masih nyangkut di Fixed Mindset nih?

Produk kita dibilang jelek, itu adalah feedback yang harus kita hadapi dengan senyuman. Tanyakan kepada dia, bagian mana yang menurut dia harus diperbaiki. Minta pendapat ke lebih banyak orang, sehingga penilaiannya objektif.

Aku inget banget waktu tahun 2011 launching produk RAZHA, udah gak kehitung berapa kali revisi. Tahun 2020 kehujanan berbagai kritik pedeeesss dari klien YUUKA (jasa kelola media sosial). Feedback yang menusuk-nusuk rasanya kala itu. Tapi karena kami paham harus Growth Mindset, maka diterima dengan lapang dada.

Lalu perbaiki berbagai hal yang memang masih belum memuaskan konsumen. Alhamdulillah sekarang sudah lebih 700 jumlah klien YUUKA yang mempercayakan pengelolaan akun media sosialnya ke Tim Mak Muri.

Bisnis itu ajang kuat-kuatan mental. Kalau gak tahan banting, ya berguguran. Gak sedikit pebisnis yang sampai harus perawatan medis (tahu kan, bahwa penyakit itu banyak disebabkan oleh stres?) bahkan ada juga yang harus ke psikiater. Wiiih ngeri ya jalanin bisnis sampai kayak gitu? Faktanya ya begitu.

Maka solusinya:

1. Miliki Growth Mindset.

2. Perkuat tauhid dan wajib tawakal.

3. Ikut komunitas pebisnis, biar sevibrasi.

4. Seimbang antara bisnis dan keluarga.

5. Jaga kewarasan dengan mendengarkan respon tubuh, jika butuh istirahat badan ataupun pikiran, ya ikuti. Jangan sampe kelelahan berlebih.

6. Miliki tim yang sevisi, biar jalanin bisnis gak sendirian. Sendiri memang lebih cepat, tapi jika bersama karyawan yang menjadi Tim solid, kita bisa lebih kokoh dan mencapai tempat yang jauh.

Karyawanku masih imut-imut, karena memang dari segi kebutuhan kinerja diperlukan Generasi Milenial dan Gen Z yang paham digital marketing. Emak juga bisa kok punya karyawan yang solid, asalkan Emak punya growth mindset ya.

Gak mudah memang bisa terbentuk tim seperti ini. Aku pun belajar dan super sabar merintisnya dari satu karyawan di tahun 2011. Sudah ratusan orang yang kami interview, datang dan pergi puluhan karyawan terdidik, its ok. Aku tetap move on! Itu juga salah satu kunci mempertahankan bisnis, kudu bisa Move On, Mak!

Aku akan ceritain bagaimana pengalamanku merekrut karyawan. Berbagai kesalahan yang pernah aku lakukan hingga strategi biar karyawan loyal. Aku bahas dalam buku berikutnya yang launching akhir bulan Juli 2021. Minta doanya ya, Mak.

Emak akan belajar Cara Rekrut dan Kelola Karyawan Online Shop. Aku doakan, bisnis Emak semakin bertumbuh dan bertambah berkah berlimpah, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: