SOLUSI SAAT MENTAL SEDANG DOWN JALANI BISNIS

“Mak Muri pernah gak sih sedih, down, terpuruk ketika jalanin bisnis?”

Sering.

Sudah gak kehitung berapa kali terucap kata “aku ingin menyerah”. Namun lagi-lagi keluarga adalah penguat diri ini. Walau kadang gak semujarab itu untuk langsung bangkit.

Saat pandemi ini pun pernah menjadi salah satu titik terendah mentalku. Sampai gak mau berjuang sama sekali. Cuma bisa meratapi diri beberapa hari di kamar. Berasa The End of The World. Ngapain harus berjuang lagi? Hidup sudah mau selesai tampaknya.

Alhamdulillah, izin Allah, badai kegalauan sudah bisa terlewati (lagi). Banyak sekali hikmah yang aku dapat.

Ini beberapa hal yang aku lakukan untuk menyembuhkan diri:

1. Berhenti kepo pada kehidupan orang lain, terutama di media sosial. Faktanya, media sosial itu hanya menampakkan sisi manis, iye kan? Jadi berasa seakan hidup kita doang yang paling gak indah.

2. Lihat kehidupan orang di dunia nyata, terutama yang berada di bawah kita. Alhamdulillah aku tinggal di Desa Cihanjuang. Samping rumahku ada kebun sayur dan bunga. Jadi setiap hari aku bisa melihat para petani yang dengan rajinnya menggarap lahan. Ternyata itu bukan tanah mereka. Cuma sistem bagi hasil dengan juragan tanahnya. Mereka tetap tegar merawat dari bibit hingga panen. Kalau dibandingkan masa perawatan dengan hasil yang didapat, jauh banget dengan olshop yang cuma beberapa kali posting mungkin bisa dapet profitnya seperti mereka kerja berbulan-bulan.

3. Nangis sepuasnya. Lepasin aja. Biarkan air mata itu yang mendinginkan hati ini. Suara isak tangis pun jangan ditahan. Luapkan jika itu bisa membuat hati lebih ringan.

4. Pelukan hangat orang terkasih bisa menghasilkan energi positif. Jangan nunggu dipeluk, tapi minta aja secara lantang. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari, sambil dielus-elus punggungnya. Makin sering, makin bagus.

5. Baca Al-Qur’an dengan suara lantang, hingga lirih pun tak mengapa. Al-Mulk bisa menentramkan hati. Surat apa pun bolehlah, terserah maunya apa. Kadang, aku buka Al-Qur’annya ngacak, random gitu, Mak. Seakan Allah kasih petunjuk, milihin untuk kita baca yang mana. Tapi saranku, baca yang ada tafsirnya. Sehingga kita juga paham isi pesannya.

6. Sedekah membuat hati penuh syukur. Gak punya uang, barang pun bisa. Tak mesti barang baru, bekas juga boleh, yang penting layak pakai. Cek lemari pakaian Emak, suami, dan anak-anak. Keluarin minimal 1/3 dari isinya. Perabotan dapur, bantal, sprei, kursi, meja, kasur, dll. Aku pernah sampai sedekahin kasur, gantungan baju, karpet. Saking udah gak ada uang untuk disedekahkan. Ya udah ambil yang ada aja. Minta petunjuk sama Allah agar dipertemukan dengan orang yang pas untuk menerima sedekah kita.

7. Keluarin stok dagangan yang numpuk lama. Bikin mumet ya kalau lihat stok gak berkurang. Udah sekian purnama masih aja duduk manis dia di pojokan rak. Toh salah satu tujuan kita bisnis kan untuk kebermanfaatan hidup. Mau ngasih uang atau barang, sama-sama memberi manfaat. Jangan lupa minta petunjuk Allah, kepada siapa stok ini akan diberikan.

8. Lantunkan doa di berbagai waktu mustajab, termasuk setelah kita ngaji dan sedekah. Salah satu doa yang terus-menerus aku ucapkan saat sedih adalah minta diberikan kesabaran, kelapangan dada menerima takdir, ketentraman hati, pandai bersyukur, bahagia, dan keceriaan selalu tertanam dalam diri.

Allah-lah sang pemilik hati ini. Cuma Allah yang bisa membolak-balikkan rasa dalam dada. Bahagia, sedih, ceria, dll.

Mungkin Allah lagi cemburu. Kita terlalu sibuk dengan urusan dunia. Mungkin Allah marah karena kita sombong, ngerasa seakan semua pencapain ini adalah hasil kinerja kita, padahal itu semua karena kebaikan Allah.

Semua yang kita dapat ini, cuma fasilitas sementara. Allah cuma pinjemin. Jangan terlalu erat menggenggamnya. Jangan ragu juga melepaskan jika memang perlu untuk menyelamatkan bisnis kita. Aku pernah jual mobil satu-satunya demi bisa nutupin biaya operasional kantor.

Gak tahu kan, Mak? Makanya jangan lihat manisnya aja. Toh dulu aku gak punya mobil baik-baik saja. Masa udah punya, terus akan sakit kalau gak punya. Nggaklah. Semua akan baik-baik saja, dalam hatiku terucap.

Alhamdulillah sekarang udah banyak taksi online. Jadi memudahkan, praktis, dan lebih murah. Naik angkot pun aku gak masalah. Dalam foto ini cuma pencitraan, aslinya aku gak bisa bawa motor. Jadi, kalau suami lagi gak bisa anter, ya udah tinggal panggil suami orang (sopir taksi online atau sopir angkot)

“Hidup ini indah, cuma kitanya aja yang bikin ribet.” Sunil Taulani – Penulis buku Gue Ogah Ribet

Iya juga ya, bener banget! Bismillah, hayu kita bangkit, Mak. Hidup dibawa simpel aja. Jangan terlalu ribet, gak boleh overthinking.

Ya Allah, jaga hati kami agar selalu dipenuhi rasa syukur, bahagia, dan ceria. Karena Ibu adalah pusat energi utama dalam keluarga. Kalau ibu bahagia, ibu bisa memancarkan kebahagiaan untuk seisi rumah.

Keep strong & happy, Mak! Luv u.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: