MAU PUNYA KANTOR OLSHOP YANG GAK NYAMPUR SAMA RUMAH?

Bisa banget… caranya:

1. Sabar ngumpulin untung walau recehan 5.000 perak dari tiap produk yang dijual.

2. Punya banyak stok air mata ketika dikomplain konsumen. Kalau emang sedih, ya nangis aja. Gak usah ditahan, yang penting bisa lega jadi tetap waras.

3. Lapang dada ketika “makan hati” ngurus karyawan. Ekspektasi tak sesuai realita. Jangan ketinggian halunya. Tetap hadapi kenyataan bahwa karyawan perlu dikelola dengan ilmu dan kesabaran.

4. Perbesar kapasitas diri setiap hari tanpa nanti. Ya kalau diundur belajarnya, pencapaian juga ikut mundur. Doanya pengen cepet sukses, tapi gak mau cepet-cepet baca buku yang udah dibeli. Emak lagi halu namanya.

Gak kehitung berapa kali pindah kontrakan petakan dari awal nikah. Balik lagi nyampur sama orang tua, biar bisa hemat biaya hidup. Sekitar 2 tahunan antara tinggal di rumah orang tuaku + ngontrak petakan.

Tahum 2011 pindah ke Bandung. Tinggal di pondok mertua indah 7 tahun. Baru di tahun 2017 bisa bangun rumah sendiri. Tapi kantor masih nyampur di rumah. Berasa gak punya privasi. Kehidupan bisnis dan rumah tangga gabung jadi satu.

Tahun 2019 baru bisa ngerasain indahnya memisahkan kehidupan bisnis dan keluarga. Walau masih berada di halaman yang sama. Perjalanan panjang, gak instan, kadang profit, kadang nombok. Itulah realita bisnis. Jangan cuma mau denger manisnya aja. Karena semua itu sepaket. Enaknya + Gak Enaknya.

Orang lain bisa ngumpul sama temen. Saya berjibaku hingga lelah menderu.

Orang lain liburan, saya masih harus hadapin lemburan.

Orang lain rebahan, saya jumpalitan belajar ini itu.

Hingga akhirnya, satu per satu pencapaian Allah kabulkan. Dengan mengharap semua ini Allah ridho. Cuma itu yang kita kejar ya kan, Mak?

Di awal merintis, sabar… Hemat… Hemat… Hemat… Tunda kesenangan, namun bukan berarti gak bahagia. Sebab bahagia itu tergantung standar. Sampai sekarang aja aku masih hemat. Ada yang sadar gak kaos kaki aku bolong? Antara hemat atau pelit ya ini. Baru sadar pas dipakai, ini celamis wudhu RAZHA. Terus males ganti.

Semangat berjuang, Mak. Naik turunnya bisnis ya hadapi saja… Memang begini lika-likunya. Selow dulu gak apa-apa, untuk jaga kewarasan jiwa. Yang penting jangan berhenti. Lambat lebih baik dari berhenti!

Karena kura-kura bisa bertahan hidup walau dia lambat. Nanti ketika sudah full lagi semangatnya, baru kita gaaassss! Berpacu bagai kuda perang Rasulullah yang gagah perkasa mengejar ridho Allah.

Saat ini, Emak lagi jadi kura-kura atau kuda?

Its ok, aku tetap sayang kamu. Keep strong, Mak!

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: