UBAH DIRI KITA, MAKA KEADAAN AKAN IKUT BERUBAH

Siapa yang samaan, lebaran tahun ini gak beli baju baru?

Gak apa-apa, sabar aja ya, Mak. Baju lama masih bagus dan bersih. Yang lebih penting juga hati bersih, gak banyak kepo sama hidup orang lain. Mending kepo sama kapasitas diri kita. Kenapa hidup gini-gini aja?

Jangan salahin keadaan. Mau kita nyerocos tujuh hari tujuh malam tentang corona, politik, cuaca, dll, gak ngaruh! Gak akan bisa berubah gara-gara ngedumelnya kita.

UBAH DIRI KITA, MAKA KEADAAN AKAN IKUT BERUBAH.

Aku meyakini itu dalam hal apa pun. Rezeki, ketentraman hidup, pasangan, anak, karyawan, dll. Kalau mau punya anak soleh, jangan cuma kita omelin mereka untuk rajin ibadah. Cerewetin diri kita sendiri lebih banyak untuk meningkatkan ibadahnya dan menjadi teladan bagi anak-anak. Kan anak-anak mah gimana contohnya.

Pengen punya karyawan yang bagus, pinter, loyal, inisiatif, cekatan, problem solving, dll. Diri kita sebagai pemimpin, kapasitas bisnis dan tempat kerja yang kita hadirkan sudah mampu menarik orang-orang hebat belum?

Pengen rezeki meningkat banyak? Sudah seberapa banyak peningkatan kapasitas diri yang kita lakukan? Masih lebih banyak nonton drakor atau baca buku? Lebih sering gosipin orang atau diskusi bisnis? Banyak ngeluh atau sibuk cari solusi? Intens nongkrong di cafe atau silaturahim ke rumah senior bisnis?

Begitu omzet turun, jangan salahin corona. Itu mah takdir Allah, yang jauh dari jangkauan kita. Gak usah pusingin yang tidak bisa kita ubah. Fokus aja kepada semua hal yang bisa kita perbaiki.

Satu hal yang yang diperbaiki, gak usah banyak-banyak. Iya aku paham kita Emak Rempong. Makanya cukup satu aja, gak apa-apa. Tapi yang penting konsisten setiap hari ada satu perbaikan. Begitu terus setiap hari.

Ternyata capek ya jalanin bisnis. Emang, hahaha…

Makanya jangan lihat kesuksesan orang lain hanya dari media sosialnya aja. Itu semua hanya yang manis. Karena yang pahit itu hujatan netizen.

Tahu gak, ada brand fasion muslimah, yang ownernya sampai harus ke psikiater karena depresi ngurus bisnisnya? Dari urusan karyawan, vendor, mitra, sampai hal keuangan. Tahu gak, ada produsen baju anak yang sampai gak mandi berhari-hari dan gak tidur demi menyelesaikan amanahnya? Tahu gak, ada orang yang sampai jual berbagai asetnya demi menyelamatkan keuangan bisnis, supaya karyawan tetap gajian?

Bukan aku nakutin, tapi aku gak mau jual mimpi. Mau dapetin manisnya bisnis, ya harus siap dengan pahitnya perjuangan. Tapi tenang, Mak, kemenangan seorang pebisnis itu bukan hanya saat usahanya profit. Namun setiap rangkaian proses belajar yang dilakukan dan setiap progres kecil yang dihasilkan, itu sudah sebuah kemenangan. Kemenangan meraih pahala dari Allah.

Allah suka dengan orang-orang berilmu. Allah tinggikan derajatnya. Allah sayang orang-orang yang gak putus asa terhadap rahmat-Nya. Allah cinta dengan mereka yang berjuang demi menafkahi keluarga dan ingin membantu orang lain.

Ya, Allah selalu menemani setiap langkah kita dari perencanaan bisnis hingga proses memperjuangkannya. Maka tentramkanlah hatimu, Mak. Allah akan selalu membantu. Hanya, terkadang kita terlalu baper untuk bisa melihat bantuan Allah. Sering kali bantuan dibungkus dengan “koran jelek”.

Simpan ini dalam hati hingga meresap: “Takdir Allah selalu yang terbaik untukku.”

Aku gak ada impian nulis buku. Aku benci pelajaran Bahasa Indonesia waktu sekolah. Eh ternyata sekarang disuruh nulis buku terus sama penerbit. Udah ada tiga penerbit yang minta. Maa syaa Allah.

Ya sudah jalani saja takdir Allah. Ternyata bukunya memberi dampak positif kepada banyak orang, izin Allah. Padahal menurutku biasa aja, tapi bagi mereka luar biasa katanya. Kalau bukan Allah yang bukakan pemahaman mereka, kalau bukan Allah yang lembutkan hati mereka, buku ini gak ada gunanya.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: