SELAMATKAN MASA DEPAN ANAK KITA

Bagi saya, untuk membuat anak senang membaca buku, gemar mempelajari hal baru, tekun mencari solusi, gigih menyelesaikan masalah. Bukan sekadar dengan ocehan/nasihat. Namun harus dengan TELADAN.

Anak akan melihat, apakah kita sang ibu ini.

Pesimis

Penggerutu terhadap keadaan

Menyalahkan situasi

Gampang menyerah

Kabur dari masalah

Maka seperti itulah mereka kelak. Karena anak-anak itu seperti spons, menyerap apa yang mereka lihat di sekitarnya. Dan tentu kita lah yang paling sering mereka lihat.

Pelajaran tentang MINDSET jarang hadir di sekolah. Dan soal si MINDSET ini yang paling penting dalam “menjadi pemenang atau pecundang di masa depan.” Betapa kita selama ini memiliki mindset yang salah. Dari hal besar, kecil hingga yang paling mendasar mengenai keimanan sekali pun. Dan itu sudah membuat kita selama ini susah. Masa iya mau anak-anak kita nanti mengulang kesalahan kita yang sama.

Contoh sederhana:

Salah: Kalau gak kerja kantoran, gak dapet uang.

Benar: Padahal uang itu dari Allah, dan Allah menyebarkannya di muka bumi dengan banyak cara. Sehingga ketika lowongan kerja tidak berpihak padanya, mereka harus mampu mencari solusi lain dan yakin Allah kasih rezeki dari banyak pintu.

Salah: Kalau keturunan miskin, ya miskin aja, gak usah mimpi kaya.

Benar: Padahal Allah sudah tuangkan di Al-Qur’an. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’d:11) Apa pun kondisi saat ini, jika mau berubah, maka harus mengubah diri sendiri. Dan Allah telah mengizinkan itu, maka untuk menjadi makmur sejahtera adalah hak semua orang.

Salah: Kalau gak laku, itu bukan bidangmu. Ganti jualannya.

Benar: Setiap penolakan adalah pembelajaran. Bukan akhir permainan. Lakukan evaluasi dan pembenahan serta perbaikan terus menerus. Maka hasil terbaik akan didapat. Bukan barangnya yang diganti, tapi cara menjalankannya yang diganti dulu.

Hayu Mak, itu tugas kita. Jangan harap MINDSET POSITIF TENTANG KEHIDUPAN didapat dari sekolah sepenuhnya. Maklum, satu guru, harus ngurus banyak murid. Pahami kesibukan guru. Guru di sekolah hanya pendamping, guru utama ya kita.

Ngerasa gak sih, teman-teman sekolah kita yang lain, suksesnya beda-beda. Padahal guru sama, materi sama, masa sekolah sama. Tapi hasil yang didapat beda. Itu karena MINDSET YANG DIMILIKI MASING-MASING ORANG BEDA, SEBAB MEREKA DIBESARKAN DI KELUARGA YANG BEDA.

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: