PENGHAMBAT SUKSES YANG TIDAK DISADARI

Sudah 2 tahun jalanin bisnis kok gini-gini aja? Mereka baru mulai, kok bisa hasilnya melebihi aku? Anaknya banyak, tapi bisnis tetap bisa berjalan mulus. Sebenarnya salahku di mana, sih?

Hmmm…. Ada yang pernah terbersit pertanyaan itu? Yuk, kita coba cari tahu. Hari ini aku baca lagi buku Gue Ogah Ribet karya Sunil Tolani, mulai di halaman 101.

“When you set your goal, you have to understand your capacity.”

Mak, saat kita setting goal atau mencanangkan impian, saat itu juga kita harus menyadari kemampuan diri kita seberapa. Bukan berarti kita kecilin impiannya. Tapi kita gedein kapasitas diri kita biar selaras. Ya, menyelaraskan antara kemampuan, tujuan, dan tindakan.

Kalau gak selaras, maka semua impian Emak hanya akan jadi mimpi di siang bolong. Cuma jadi angan-angan. Lalu muncul kata yang aku udah mulai hapus, yaitu, “Seandainya…”

Seandainya punya rumah, gak perlu ngontrak pindah-pindah.

Seandainya gak punya utang, hidup bisa lebih tenang.

Seandainya punya uang banyak, bisa ngirimin orang tua/mertua tiap bulan.

Seandainya suamiku mau couplepreneur, aku gak akan secapek ini ngurus bisnis sendirian.

Seandainya….

Heeeey, STOOOPP!

Berhenti gunakan kata ‘seandainya’ yang hanya akan menjauhkan kita dari rasa syukur. Tapi malah bikin down aja. Ganti dengan kata, “Okey Allah…”

Okey Allah, aku mau punya rumah cash, kemampuan apa yang harus aku tambah agar pantas mendapatkannya?

Okey Allah, aku akan segera lunasin semua utang sebelum ajal menjemput. Biar gak ditagih di akhirat. Ikhtiar apa yang harus aku lakukan dan ilmu apa yang mesti aku pelajari sekarang?

Okey Allah, aku mau bisa sedekah banyak, aku mau besarkan bisnis, bimbing ya Allah. Mana dulu yang harus diperbaiki?

Nah, beda banget kan, Mak auranya? Kalau yang sebelumnya negatif, sekarang jadi positif banget dan penuh energi. Kemudian yang juga bikin kita gampang down saat menjalani bisnis adalah ‘loncat’. Kalau kesuksesan itu ada di tangga 100, dan Emak sekarang berada di tangga 1, jangan langsung loncat ke tangga 10.

Pinjem modal gede, langsung buka cabang banyak. Rekrut karyawan tanpa ilmu. Target 100 juta per bulan, padahal baru mau buka.

Kalem, Mak. Enjoy the process.

Kita juga dari kelas 1 SD gak langsung naik ke kelas 2 SMP kan. Harus baik ke kelas 2 SD dululah.

Sadari bahwa sukses itu ada prosesnya. Kudu kuat dan sabaaaaarrr sama prosesnya. Syukuri dan rayakan setiap kemenangan kecil agar kita punya jiwa pemenang. Ya, jiwa pemenang itu masalah mental, loh. Kalau kita gak mensyukuri pencapaian kecil, kita berasa hidup sial terus, gak beruntung, gak bakat bisnis, dll. Lah, padahal sudah banyak progres yang terjadi.

Emak sudah paham fitur Instagram lebih baik, makin sabar ngadepin konsumen, database rapi, kenal lebih banyak supplier, dll. Kejarlah mimpi, dengan rute perjalanan kita masing-masing. Gak usah bandingin dirimu dengan orang lain. Karena start dan finish kita beda.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: