KUNCI BISA BANGKIT DARI KETERPURUKAN

Selama 10 tahun jalanin bisnis, berasa kaya naik rollercoaster. Kadang happy, kadang nangis, kadang naik pitam, kadang melongo gak jelas. Gak semua project berjalan dan membuahkan hasil. Gak semua perencanaan berjalan mulus.

Lalu bagaimana menata hati agar bisa bangkit dikala roda sedang berputar ke bawah?

Ini yang aku lakukan Mak…

1. Banyak mengenal sosok pengusaha lainnya yang sudah bangkrut lebih banyak. Tapi yang juga telah berhasil bangkit kembali. Membuatku tegar ketika menyadari bahwa ujianku cuma 10% dari beban yang telah dia hadapi. Dia aja bisa, masa aku yang cuma receh gini nangis bombay kelamaan.

Bisa tatap muka langsung, nonton video di YouTube, nyimak FB/IG nya atau baca buku yang mereka luncurkan.

2. Korban vs Pemain. Bagi yang masih mengucapkan “kenapa aku yang harus begini?” itu berarti Mak memposisikan sebagai korban. Sang korban meratapi nasibnya, merasa bahwa dirinya korban keadaan, korban suami atau korban lingkungan dll.

Lain halnya dengan mindset PEMAIN. Dia merasa apa yang dihadirkan dalam hidupnya adalah untuk membuatnya menjadi lebih tangguh, lebih kuat, lebih baik, lebih hebat dan lebih disayang Allah.

Penghasilan suami gak cukup, atau kecil atau bahkan tidak berpenghasilan. Maa syaa Allah… Pintu pahala untuk istri yang membantu penghidupan untuk keluarga. Dapet konsumen bawel, maa syaa Allah pintu pahala dari kesabaran.

Kritikan konsumen pedes banget, maa syaa Allah dapet banyak pelajaran berharga untuk perbaikan bisnis. Ketipu supplier, maa syaa Allah jadi tahu bagaimana lebih waspada, harus belajar menilai karakter orang, bikin sistem yang lebih baik, dll.

Gagal produksi, maa syaa Allah ternyata makin tau ini itunya seputar dunia produksi. Bagi PEMAIN, semua takdir Allah itu baik. Allah sedang mempersiapkan kita untuk pantas mendapatkan apa yang kita impikan.

Impiannya besar, kan? Masalahnya kapasitas diri kita belum cukup besar untuk meraihnya. Maka Allah siapkan kita. Allah sayang banget sama kamu, Mak. Iya kamu…

3. Lihat ke bawah, mereka yang jauh lebih berat kondisinya. Mereka yang tidak seberuntung Mak. Anak kita rewel, mereka ada yang harus bolak-balik masuk RS karena anaknya ada kelainan medis.

Bisnis kita sedikit omzetnya, mereka belum tentu bisa makan hari ini. Suami kita penghasilan kecil, mereka harus merawat suami yang lumpuh namun tetap juga harus mikirin cari makan untuk suami dan anak-anak.

Ya, bersyukur membuat hati kita lebih lapang. Kita bukan orang yang paling menderita di dunia. Jangan lebay. Seburuk apa pun kondisi negara kita, jauh lebih baik dibanding Emak harus berada di medan perang yang tak kunjung usai seperti di Palestina.

Mundur sejenak, keluar dari hiruk pikuk dunia, menyatu dengan alam. Maa syaa Allah… Jika dilihat dengan hati yang lapang, tahun 2020 penuh dengan kebaikan berlimpah yang bahkan tidak cukup jika semua dituliskan.

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: