KENAPA BEDA HASILNYA KALAU DIKERJAKAN OWNER DENGAN KARYAWAN?

Ini sering banget jadi curhatan para Emak yang sudah mulai merekrut karyawan untuk bantu ngerjain sebagian jobdesc di olshop-nya. Apakah Emak termasuk di dalamnya? Tenang, gak sendirian kok.

Jadi gini, sering kali kita itu menjadi ‘dukun’. Dengan artian, kita ngerasa karyawan itu sudah paham apa yang kita tugaskan. Kita memerintahkan mereka bikin kue enak, lalu ketika karyawan menyuguhkan kue enak, kita protes.

“Loh kok kayak gini?”

“Begini kamu bilang enak?”

Terus karyawan cuma bisa melongo. Dalam hatinya, “Lah, kan tadi Ibu minta dibikinin kue enak. Ini udah saya buatin. Kok protes?”

Di mana letak akar masalahnya? Udah mulai bisa nebak, Mak?

Kalau menurutku, ini disebabkan sang owner merasa karyawan bisa telepati atau mampu membaca isi pikiran bosnya. Kemudian diperparah dengan karyawan yang juga jago tebak-tebakan. Dia merasa bosnya akan suka jika pekerjaan dia sesuai yang dia lakukan.

Yes, KEDUANYA SALING BERASUMSI! Nah, itu akar masalanya. Tidak adanya kesepakatan yang jelas antara apa yang aku mau, dan apa yang kamu suka.

Tugas: Membuat Kue Enak.

Kue Enak yang seperti apa yang sesuai dengan standar owner? Jelaskan dengan sedetail mungkin, ada tolok ukur visual, tertakar, dan memiliki standar yang jelas. Sehingga kue enak versi bos akan mudah diduplikasi oleh karyawannya.

Bayangkan, jika owner pusat Dunkin Donuts memberikan tugas kepada karyawan di ribuan cabang tanpa ada standar dan tolok ukur yang jelas. Kita akan merasakan donat yang berbeda jauh di setiap cabangnya. Nah begitu juga dengan karyawan olshop kita, Mak. Kita buat informasi sejelas-jelasnya mengenai standar desain grafis yang kita mau. Mulai dari warna yang menggunakan angka/kode warna, jenis font, konsep, anatomi, dll.

Begitu juga copywriting yang harus dibuat seperti apa, mulai dari judul, isinya, penutup, tema, ciri khas/karakter, value, dll. Akan ribet memang di awal untuk membuat standar ini. Tapiiiiii akan nyaman bagi kedua belah pihak untuk ke depannya.

Nah, bahasa bisnisnya adalah SOP (Standard Operating Procedure). Ini juga masih jadi PR besar kami di Bumi Langit Grup untuk terus dibenahi supaya aku gak ngomel-ngomel mulu karena protes dengan hasil kerja karyawan.

Ampuuun, Mak. Makin sering ngomel, makin cepet menimbulkan kerut-kerut di wajah. Rugi kan udah skincare-an mahal tapi hancur gara-gara keseringan marah. Belum lagi menyebabkan naiknya berat badan, karena bawaannya pengen ngebakso yang pedes.

Bismillah, bertahap benahi lagi bisnis kita dari berbagai sisi ya, Mak. Mampukan kami ya Allah. Pinjam ilmu-Mu ya Allah.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: