JANGAN TIRU ORANG SUKSES, SALAH!

Ada yang sudah merasa ikutin para mastah, tapi tetap nasib gak berubah? Guru A ngajarin jualan itu harus fokus. Guru B bilang boleh kok palugada. Guru C kasih tahu wajib hemat, gak perlu banyak karyawan, tapi omzet bisa gede. Guru D fokus jualan retail dapet penjualan banyak. Guru F nasihatin untuk melakukan sistem kemitraan, biar cepet laku.

Waduuuuh, jadi harus ngikutin yang mana nih?

Pernah gak Mak, merasa di titik itu? Bingung sebenarnya cara SUKSES itu seperti apa, sih? Kalau disuruh bikin daftar seminar, workshop, kelas, buku, hingga video apa aja yang aku telan dalam perjalanan belajar bisnis 10 tahun, gak akan sanggup. Saking udah banyak (untuk versi aku ya, mungkin sedikit bagi orang lain). Bikin pusing gak, dapat inputan sebanyak itu?

YES! Mabok! Apalagi kalau telan mentah-mentah, atau gede-gede, bikin keselek. Jadi bingung mau ngerjain apa dulu.

Walaupun begitu, sampai saat ini aku gak berhenti untuk belajar dari berbagai mastah, baik secara langsung personal, workshop/kelas, dan buku karya mereka. Bahkan saat ini aku pun sodorin karyawanku untuk ikut berbagai kelas dan baca banyak buku.

“Kok gak kapok belajar dari orang sukses yang belum tentu bisa bikin kita sukses?”

Jadi gini Mak…

Aku sudah menemukan di mana letak “akar masalah” orang-orang yang sudah banyak belajar, namun gak kunjung menikmati suksesnya. Di antaranya:

1. Setelah belajar, melakukan ATP (amati tiru plek), bukan ATM (amati tiru modifikasi). Percaya deh, ATP belum tentu bisa berhasil. Terutama jika guru dan Emak memiliki banyak perbedaan. Misalnya: usia, tingkat bisnis, pengalaman, produk, finansial, hingga gender.

Cara bisnis bapak-bapak, belum tentu bisa di-ATP sama emak-emak. Seperti ilmunya salah satu guruku yang mengajarkan untuk kita punya puluhan bahkan ratusan akun di media sosial dan MP. Lah, emak-emak yang rempong dan modal seadanya ini gak akan bisa nerapin, kan.

Pada akhirnya, banyak cara sukses yang orang lain gunakan. Itu semua tidak akan berguna jika tidak sesuai dengan diri Emak dan Emak gak nyaman jalanin itu. Pilih yang bisa Emak jalani dan bikin bahagia.

2. Mengharapkan bisa langsung banjir order seperti guru. Wah ini yang juga bikin kita merasa gagal. Orang yang sekarang bisa mendapatkan penjualan 1.000 pcs per hari, dulu juga ngalamin gak laku, kok. Mungkin di bisnis dia yang sekarang langsung booming, tapi coba lihat perjalanan bisnisnya, dia sudah gulung tikar berapa kali, dan dulu juga gak laku.

Jadi memahami dan menerima bahwa semua ada prosesnya. Nah ini yang suka kelewat. Pengennya langsung laris.

3. Sudah menerapkan ilmunya, tapi merasa selalu ada masalah dalam bisnis. Dulu aku pun merasa gitu, kok. Bisnis gak ada habisnya datang masalah. Percaya deh, sebenarnya yang bermasalah itu bukan bisnisnya. Tapi permasalahan itu adalah diri kita sendiri!

Kenapa ada komplain? Karena pelayanan kita belum baik.

Kenapa keuangan kacau? Karena kita sendri yang gak mengelola uang dengan benar.

Kenapa kompetitor lebih laris, padahal barangnya sama? Karena kompetitor melakukan ikhtiar lebih baik dan lebih banyak dari kita.

Kenapa karyawan susah diatur? Karena kita belum paham gimana cara ngatur karyawan.

Lihat kan? Sumber masalah itu ada di diri kita sebenarnya. Jadi kalau belajar sama orang sukses, bukan hanya belajar cara bisnisnya. Tapi pelajarilah “cara dia memperbaiki dirinya terus menerus.”

Sekali lagi, bisnis itu bukan masalah, gak bermasalah. Yang bermasalah yaitu diri kita sendiri.

Bisnis itu gak ribet, yang ribet diri kita sendiri. STOP FOKUS PADA MASALAH.

Mulai hari ini, fokusnya adalah MENCARI SOLUSI, yang jawabannya pasti “memperbaiki diri sendiri.”

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: