JANGAN DILAWAN, LEPASKANLAH

Kenapa Allah ciptakan beraneka rasa dalam dada? Kenapa gak hanya bahagia saja, sih?

Karena jika semua hanya bahagia, lama-lama akan terasa hambar dan mati rasa.

Kenapa harus puasa? Agar kita merasakan lapar dan mensyukuri rezeki walau sedikit. Mencicipi pedihnya perut kosong, walau hanya beberapa jam. Padahal faktanya di luar sana ada yang beberapa hari tidak bisa makan.

Omzet lagi turun, bahkan terjun bebas. Pedihnya… Mungkin Allah sedang mengingatkan, rasa bahagiamu sudah hambar saat dapat omzet banyak. Lisan dan dada syukurmu tak lagi ada.

Ujian silih berganti datang. Kesehatan, pendidikan anak-anak, manajemen waktu, hubungan dengan suami, urusan keluarga besar. Aaaaahhhh… Rasanya ingin teriak, bukan? Its ok, lepaskan… Jangan ditahan.

Tumpahkan saja, itulah alasan kenapa Allah menciptakan air mata. Bukan hanya untuk sinetron Ikatan Cinta. Itu real untuk kamu tuangkan demi menyejukkan hati yang sedang panas. Jika belum bisa di atas sajadah, its ok. Tumpahkan di atas bantal, tutup rapat pintu kamar. Atau bahkan lebih privasi di kamar mandi. Samarkan dengan suara air, biar makin lepas semua yang terpendam.

Semua ujian itu bukan untuk kamu pikul, maka lepaskanlah. Keluarkan dari dadamu satu per satu. Biarkan ia mengalir bersama air mata dan teriakanmu. Kita sedang tidak menyerah. Kita hanya sedang mengakui bahwa memang manusia itu lemah, yang Mahahebat cuma Allah.

Kita ini manusia biasa, bukan wonderwoman seperti karangan fiksi. Jangan dipaksa untuk selalu tegar. Biarkan tak lagi rasa pura-pura. Kita wanita yang punya hati. Hati kita bukan terbuat dari baja.

Ujian hidup, jangan kalungkan di pundakmu, Sayang. Tapi taruhlah di tanganmu. Lalu buka kedua tanganmu, dan angkat. Kembalikan ke Sang Pemberi.

Ya Allah, berbagai ujian ini Engkau berikan kepadaku, maka mampukan aku menghadapinya. Mampukan aku menjalaninya. Mampukan aku lulus ujian dengan nilai terbaik. Aku tak kuasa, hanya Engkau sebaik-baik penolong. Ya, aku lemah tanpa-Mu.

Tutup sejenak dirimu dari hiruk pikuk dunia. Bahkan dunia maya sekalipun. Mereka akan baik-baik saja tanpa status, jempol, atau komentarmu. Dengarkan apa kata hatimu dan coba untuk lebih peka pada apa pesan Tuhanmu. Pesan yang sering kali tak tampak, tertutup bisingnya dunia.

“Cukup raga, jiwa, dan Tuhanku. Yang lainnya minggir dulu, ya.”

Beri dirimu ruang, agar esok bisa kembali menang. Cintai dirimu untuk kembali bisa memberi cinta kepada sekelilingmu.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: