INI DIA PENYEBAB JALANIN BISNIS BERASA BERAT BANGET!

Emang ada bisnis yang ringan?

Hmmm… coba aku cerna ya. Kayaknya emang gak ada sih. Katanya perjalanan bisnis itu seperti roller coaster. Naik turun, terjal, ekstrim, mengerikanlah pokoknya. Ya, faktanya memang kayak gitu sih. Maka sebelum naik wahana roller coaster, tanya dulu sama diri sendiri, cukup punya nyali untuk mencoba sensasinya?

Jika iya, maka siap menghadapi apa pun risikonya. Muntah, pingsan, sampai nyawa taruhannya karena serangan jantung atau risiko kecelakaan. Namun gak boleh lupa, tujuannya adalah bersenang-senang. Kan ini wahana liburan. Maka ketika beli tiket, antre, naik hingga selesai, harus sambil bersenang-senang.

Supaya minim risiko, sang pemilik wahana sudah memberikan berbagai syarat. Dari tinggi badan, kesehatan, wahana yang sudah diuji coba dan diperiksa berkala, pengunjung wajib mengikuti peraturan, termasuk memasang sabuk pengaman, dll.

Begitu juga dengan BISNIS. Supaya minim risiko, Islam sudah menyiapkan berbagai peraturan. Satu-satunya tujuan adalah untuk menyelamatkan diri kita dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tapi, ada aja yang kadang melanggar aturan. Begitu mendapatkan akibatnya, pusing deh. Merasa sengsara. Merasa Allah gak sayang, dll. Lah, padahal diri sendiri kok yang melanggar aturan.

Sayangnya, kita lebih memilih aturan manusia dibanding aturan Allah. Misalnya, modal bisnis itu kalau kurang, ya pinjam di bank. Ujungnya ada bunga yang harus dibayar. Padahal menurut aturan Allah, itu namanya riba. Tapi kita tetep kekeh maunya ikut aturan manusia, bukan aturan Allah. Maka bersiaplah terima konsekuensinya: Diperangi Allah.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya.” (QS Al-Baqarah [2]: 278-279)

Lalu ada yang berkata, “Tapi kalau modal kurang, itu jadi masalah.”

Percaya gak, kalau aku bilang bisnisku gak pernah ada masalah? Serius… Sudah 10 tahun loh. Sekarang masuk tahun ke-11. Kalau aku lihat saat ini, dengan diri Mak Muri yang sekarang, dari awal merintis sampai masuk tahun ke-11, bisnisku gak pernah ada masalah.

Pasti Emak yang baca akan bilang, “Ah mana mungkin Mak Muri. Buktinya dulu pernah posting curhat.” Wakwakwak…

Bener kok, bisnisku gak ada masalah. Tapi bisnisku penuh dengan TANTANGAN! Bahkan hampir setiap hari, selalu ada TANTANGAN! Ada karyawan berhenti mendadak. Kita jadi punya tantangan, gimana cara membagi-bagi jobdesc si A ini kepada karyawan lain. Namun dengan tidak mengganggu jobdesc karyawan lain dan tetap hasilnya bagus.

Konsumen komplain, sampai marah-marah. Yes, aku dapat tantangan gimana bisa menjadi orang yang lebih sabar, bijak, cerdas, dan mampu menjadi problem solver. Setelah berhasil, buatlah dalam bentuk SOP. Sehingga kita bisa duplikasikan ilmunya agar semua karyawan mampu menjadi seorang problem solver yang andal.

Gagal produksi 40 juta. Wow mantep nih, tantangan seru yang akan melatih kita gimana caranya membuat SOP produksi lebih baik. Agar pantas dapat produksi ratusan juta sampai milyaran. Kemudian tantangan berikutnya, produk yang gak gagal, harus bisa dapat margin yang cukup besar agar mampu menutupi yang gagal dan harus terjual cepat. Biar modal cepat muter untuk produksi berikutnya. Pasti seru nih jalanin tantangannya.

Stok yang numpuk seharga 1,25 milyar menjadi tantangan seru ketika diberikan deadline pendek, namun harus mencairkan stok numpuk sebanyak itu. Deadline akan membuat kita mengeluarkan potensi yang selama ini terpendam gara-gara kebanyakan rebahan.

Ribut mulu sama suami sebab urusan bisnis. Tantangan yang akan mengasah kemampuan komunikasi tingkat tinggi dan berbuah manis romantisme keluarga bertambah.

Yes, itu semua kejadian real dalam bisnisku. Beda ya, rasanya ketika kita menyebutkan itu adalah TANTANGAN. Bawaannya fun, excited, seru ngulik tantangannya, hingga timbul rasa penasaran kalau belum sampai finish.

Beda banget kalau kita menyebutnya MASALAH. Bawaannya pengen curhat, nangis di pojokan, merasa sial dan menganggap diri gak pantas bergelut di bisnis. Ada yang merasa gitu?

Its okay. Dulu aku juga masih menganggap masalah, kok. Tapi seiring perjalanan waktu, Allah kasih hidayah dari berbagai arah.

Ternyata mengubah satu kata saja bisa sangat powerful mengubah sudut pandang kita. Juga mengubah tindakan kita! Tentu dengan tindakan yang berubah, hasil yang didapat juga berubah. Kalau masalah menyebabkan keterpurukan, tantangan menghasilkan adrenalin untuk menghadapinya.

Gimana? Mau menghapus kosakata MASALAH? Mulai hari ini, janji ya sama aku, diri sendiri, dan di hadapan Allah, kita akan selalu menggunakan kata TANTANGAN dalam hidup. Gak cuma urusan bisnis saja. Urusan rumah tangga juga. Punya tantangan gimana caranya agar anak mau makan sayur. Dihadapi tantangan gimana caranya agar utang segera lunas. Diberi tantangan untuk beli rumah cash tanpa kredit.

Bismillah… Tantangan kita memang besar. Tapi kita punya Allah yang jauh lebih besar. Minta Allah pinjamkan ilmunya, suntikkan semangatnya, dan mampukan menyelesaikan tantangan dengan hasil terbaik, bintang lima!

Apa pun tantangan Emak dalam bisnis dan kehidupan, aku doakan Emak menang dan mendapat hasil terbaik, aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: