HATI-HATI DENGAN HATIMU

“Katanya ucapan adalah doa. Tapi kenapa belum terucap, eh sudah terwujud?”

Ada yang pernah ngalamin? Kok aku sering ya?

Suatu hari, saat mau pergi ke rumah mertua, aku ngelewatin tukang jambu air yang tampak montok merona. Anganku melambung. Duh enaknya itu jambu dicocol pakai sambel rujak. Suara anak-anak ribut di dalam taksi online memecah lamunanku. Babay abang jambu, aku cuma bisa mengalihkan pandangan ke tempat lain untuk menahan air liur yang mulai terbentuk.

Dua hari kemudian, kakak ipar mengirim kurir untuk mengantar sebungkus jambu air yang sama persis dengan yang saat itu aku lihat di jalan. Padahal tak sepatah kata pun aku ceritakan loh waktu itu. Tapi Allah kabulkan apa yang ada dalam hatiku. Alhamdulillah… Maa syaa Allah…

Namun sialnya, tidak hanya hal bagus yang bisa terwujud. Hal buruk pun bisa terjadi, walau hanya ada dalam hati.

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berkata: ‘Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.’” (HR Muslim)

Ketika kita menganggap hari ini adalah hari baik, banyak orderan di olshop, maka kita sudah berprasangka bahwa Allah akan memberikan kebaikan. Begitu juga sebaliknya, apabila sudah terbesit dalam hati, “Ah, hari ini bakal sepi lagi nih kayaknya.” Itu artinya kita sudah berprasangka bahwa Allah tidak akan mendatangkan calon konsumen kepada olshop kita. Nah loh…

Kemarin sore, hari yang begitu semarak di kantorku. Kami menyebutnya Tim Cuan. Mereka yang berjuang setiap menitnya untuk mencapai target perusahaan. Ada yang lucu ketika aku mampir untuk ikut selebrasi (merayakan) kesuksesan mereka mencapai target. Salah satu tim diminta untuk koprol. Ternyata dia sendiri yang mengucapkan, “Jika hari ini sampai target, aku koprol.”

Teman-teman pun menagihnya untuk dia (perempuan) menunaikan janji. Dan janji pun dibayarkan. Membuat suasana kantor semakin riuh ketika melihat cara dia koprolnya kocak banget. Maa syaa Allah…

Di sini yang mau aku bahas bukan tentang koprolnya. Tapi mengenai MENGISI HATI DENGAN PRASANGKA BAIK. Ada salah satu budaya di perusahaan kami yang mewajibkan semua karyawan harus melakukan afirmasi positif di pagi hari. Ditambah lagi dengan visualisasi, membayangkan secara visual di benak kita tentang berbagai kejadian baik yang akan terwujud hari ini. Dampaknya…WOW!!!

Maa syaa Allah… Satu per satu afirmasi positif tersebut terwujud. Mulai dari hal kecil hingga yang bikin merinding. Karyawan pun dengan melakukan hal positif ini, membuat mereka menjadi orang-orang yang selalu berprasangka baik kepada Allah. Itu yang terpenting.

Ketika ada satu orang yang tertangkap berprasangka negatif, kami saling menegur. Dan itu menjadi salah satu budaya perusahaan yang mampu menjaga vibrasi kerja terus positif. Maa syaa Allah…

Bagaimana denganmu hari ini? Sudah berprasangka baik kepada Allah? Jangan lupa visualkan ya. Berbagai closingan yang terjadi, bungkusan paket bejibun, nominal rekening bank terus bertambah. Maa syaa Allah… Bisa transfer mertua dan orangtua dengan nilai yang semakin banyak, sedekah sepuasnya. Maa syaa Allah.

Aku doakan bisnismu berkah berlimpah. Aamiin… Ingat, jaga hati kita untuk tetap berprasangka baik terhadap Allah. Allah bisa kabulkan semua impianmu. Aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: