CARA BALAS DENDAM!

Huuuft! Tunggu… aku atur nafas dulu untuk bisa gak netesin air mata. Baru lihat foto ini aja udah bikin berat napasnya.

Setahun yang lalu, aku dikasih kejutan sama kesayangan-kesayanganku Widji Handayani, Reni Jaya, Ike Meillina Putri, Merry Sasmita, Mala Kutus Kutus, dan Dewi Sri. Ini bukan dalam rangka hari lahirku, tapi Miladnya SBO (Sekolah Bisnis Online) yang ke-6. Dan ini bukan acara milad, tapi di tengah berlangsungnya acara Workshop Leadership SBO mereka bikin surprise.

Merasa istimewa ketika bisnis kita dihargai dan mendapat support sama teman-teman kesayangan. Langsung hilang semua beban yang ada di pundak. Capek, mumet, bingung, kecewa, seakan terempaskan seketika di saat bisa kumpul dan berbagi cerita.

Kejutannya gak cuma kue, backsound, puisi, pelukan, dan tepukan tangan (karena ini pernah kami lakukan saat Miladnya Labella) Mereka naikin lebih tinggi lagi level keterkejutannya kali ini. Keponakan, Kakak, Adik, Ibu, dan Bapakku diboyong semua ke lokasi acara. Ini adalah kejutan utamanya.

Bisnis yang bukan hanya disupport teman-teman, tapi juga mendapat dukungan dari keluarga itu rasanya bahagia tak ternilai ya, Mak.

Di foto ini, yang potong kue adalah Bapak & Ibuku. Bapakku yang pernah jadi sopir angkot demi menghidupi keluarga. Ibuku yang rela berangkat pagi, pulang malam untuk jualan gado-gado, hingga kreditin barang ke tetangga. Demi menuhin biaya sekolah kami anak-anaknya.

Betapa aku bukan apa-apa tanpa perjuangan Bapak Ibu ketika mengurus kami dari kecil. Sungguh gak mudah membesarkan aku yang jauh dari karakter anak baik.  Berjibaku mengais receh demi bisa hidupin 5 anak dan semuanya sampai ke jenjang universitas. Berangkat gelap, pulang pun gelap.

Capek miskin. Itu yang pernah terucap dari mulut ibuku, yang memang masa kecilnya gak seindah anak-anak lain. Pernah ngalamin makan nasi dicampur minyak jelantah. Udah itu aja menunya. Ibuku dendam, ingin anak-anaknya punya kehidupan yang lebih baik. Maka, tak kenal waktu, tak kenal lelah, tak kenal nyerah.

Namun sayang, dengan kesibukannya, anak-anak jadi dititipkan ke pembantu. Kami gak bisa mengeluh, karena paham Ibu Bapak berjuang demi anak-anaknya.

Tapi kali ini dendam itu yang menghampiriku. Aku gak mau anak-anakku kelak dibesarkan oleh pembantu. Menahan rindu seharian ingin bertemu dan main bersama bapak ibu. Tak bisa menceritakan apa yang aku alami di sekolah.

Aku gak mau anakku merasakan itu. AKU DENDAM!

Itulah alasan kenapa aku bersikeras untuk selalu ingin di rumah. Bekerja dari rumah, berkarya dari rumah, meeting dengan berbagai klien pun di rumah.

Ini hidupku, ini caraku, ini jalan yang aku pilih untuk mewujudkan dendamku.

Ketika dendam itu sudah terpuaskan… Maa syaa Allah… Bahagianya… Terima kasih Allah telah mewujudkan. Betapa aku bahagia dengan jalan hidup yang aku pilih. Betapa orang tua bangga dengan kesabaran mereka mendidikku dan melihat pencapaianku adalah pencapaian mereka.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?

Salah satu caraku bersyukur adalah dengan membagikan kisah ini, menanamkan keyakinan dalam hati Emak. Jika aku bisa, Mak juga bisa mewujudkan impian dengan berbekal dendam masa lalu. Dendam yang diolah menjadi energi positif untuk menggapai kebaikan dunia akhirat. Dendam yang di dalamnya mengharapkan Ridho Allah. Dendam yang bisa mengabaikan semua cibiran orang.

Aku yang bertanggung jawab atas hidupku. Maka aku yang pilih jalan hidupku. Dan aku perjuangkan!

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: