BEGINI CARA RISET DALAM BISNIS

Hidup ini ada 2 pilihan:

1. Susah sekarang

2. Susah masa depan

Aku meyakini, kegagalan itu sebenarnya gak ada. Jika kita memiliki sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang yang sudah menyatakan menyerah.

Calon pelanggan menolak penawaran, justru harusnya dibawa senang aja. Artinya kita bisa tahu apa yang membuat dia menolak dengan cara bertanya. Sehingga kepada calon pelanggan berikutnya, kita bisa melakukan strategi yang berbeda.

“Mba Nia, boleh tahu kenapa belum tertarik dengan produk yang saya tawarkan?”

“Gak ada uangnya, Mba.”

“Jika ada produk yang sama, berapa harga yang Mba Nia sediakan dan rela untuk membeli produknya?”

“Ya setengahnya kali ya.”

“Okey, Mba Nia, terima kasih jawabannya. Boleh tanya lagi ya, apa yang diharapkan Mba Nia dari produk tersebut?”

“…”

Terus tanya, Mak. Ini bagian dari riset kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan dan diinginkan calon konsumen. Dari riset tersebut, kita bisa mendapatkan jawaban:

1. Produk yang harus diperbaiki.

2. Menggeser Target Market.

3. Memperbaiki cara pemasaran.

Terlihat cuma tiga poin. Tapi dari tiap poin tersebut, bisa jadi ada puluhan hal yang harus kita kerjakan. Riset itu penting banget. Lebih baik capek riset, daripada capek mengganti bisnis karena terus-terusan belum berhasil, sebab mengulang kesalahan yang sama.

Investasikan waktu, tenaga, dan dana Emak untuk melakukan riset lebih mendalam ketika memulai bisnis atau memperbaiki bisnis yang sudah ada. Agar hasilnya menjadi lebih baik. Riset itu bukan bertanya hasilnya kepada guru, mentor, bahkan coach. Tapi riset itu dilakukan di lapangan, langsung terjun ke market yang dituju.

Guru, mentor, atau coach hanya memberikan arahan, bukan jawaban. Jawaban yang akurat ada di lapangan! Jangan buru-buru ganti bisnis yang saat ini tengah digeluti. Bahkan jangan ditutup dulu, Mak. Berhentilah sejenak, boleh kok. Waraskan pikiran, lalu… (perhatikan kalimat ini baik-baik) … TAMBAHKAN ‘INPUT’ KE KEPALA, AGAR BISA MENGHASILKAN ‘OUTPUT’ YANG LEBIH BAIK.

Kenapa tanaman layu? Karena gak ada input air untuk menghidrasinya. Kenapa bisnis kita menurun? Karena gak ada input ilmu untuk menjalankannya lebih baik.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: