TUTUP TELINGA MERINGANKAN PERJALANAN HIDUP

Hati-hati, lidahmu harimaumu.

Jempolmu juga harimaumu.

Sering kali kita sudah merasa baik-baik saja dengan apa yang Allah sedang pinjamkan kepada kita. Lalu seketika diluluh-lantakkan oleh komentar seseorang. Baik yang diucapkan secara lisan atau dalam bentuk komentar di media sosial. Dalam sekejap dunia terasa runtuh.

“Iiiiiih sarjana kok di rumah aja? Gak kasian sama orang tua udah nyekolahin tinggi-tinggi? Gak bersyukur banget. Padahal banyak orang gak seberuntung itu.”

Padahal sebelumnya, hati telah tentram untuk rela meredupkan mimpi berkarier demi bisa memberikan pengasuhan terbaik untuk anak dan menjaga hati suami. Kini ia kembali goyah.

“Kok mau sih istri yang ngoyo nyari duit? Itu kan tugas suami.”

Padahal sebelumnya, hatinya telah ridha mengarungi rumah tangga dengan badai sekalipun. Saling menguatkan dan melengkapi. Kini mulai mundur perlahan.

“Ya ampun jualan camilan? Harga diri kamu ditaruh di mana?”

Padahal sebelumnya, hatinya telah berbunga dikala bisa mengumpulkan rupiah dengan cara menyenangkan. Kini mulai timbul rasa gengsi.

“Kenapa sih jarang banget keluar rumah? Aneh ih, gak bersosialisasi kayak ibu-ibu yang lain.”

Padahal sebelumnya, hatinya telah ikhlas mengurangi waktu main demi menjaga kehormatan suami. Belajar menjadi ibu yang lebih baik dan berkarya dari dalam rumah tanpa menelantarkan tugas lainnya. Kini mulai meyakini bahwa dirinya tidak normal, berbeda dengan banyak perempuan lainnya.

Wahai hati, kita tidak bisa menutup semua mulut orang lain. Tangan kita cuma dua. Gunakan saja untuk menutup telinga kita dari celotehan mereka. Tutup mata kita dari komentar mereka di media sosial.

Gak dosa kok unfriend Facebook, unfollow Instagram, bahkan block Whatsapp. Kita gak musuhin mereka. Kita hanya ikhtiar menjaga diri agar tidak kena racun ular berbisa. Menjaga diri sifatnya wajib. Islam mengajarkan itu. Menjauh dari daerah wabah, memilih pertemanan, menjaga pandangan, dll.

Bahkan jika kita tidak goyah karena ucapan mereka sekalipun, kita bisa jadi memberi perlawanan, komentar balik atau ngedumelin mereka dalam hati. Wah ini juga bahaya, malah merusak diri sendiri. Nambahin dosa! Udah unfriend aja.

Cukup kamu lantunkan doa terindah untuk mereka dalam keheningan. Jika waktunya tiba, semua akan kembali saling follow. Jaga hatimu, karena cuma kamu yang bertugas menjaganya. Minta Allah selalu bersamai, dan hadirkan orang-orang salihah penyejuk hati.

Jika dirasa aku memberikan dampak buruk bagimu, jangan sungkan unfollow aja. I’m okay. Tapi kalau kamu merasakan sebaliknya, maka aku akan tetap semangat memberikan cinta untukmu #eeeaaaa

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Diterbitkan oleh murihandayani

Tips Bisnis Ibu Rumah Tangga #KeluargaKeurusBisnisJalanTerus #TipsBisnisOnline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: