6 KUNCI MEMBANGUN TIM PEMENANG

Setelah ngerasain sekali rafting/arung jeram, aku ngerasa bisnis itu seperti berada di perahu karet ini. Sensasinya tiada henti πŸ˜†Jujur awalnya aku hampir gak mau ikutan, takut kecemplung wakwak.. soalnya aku gak terlalu jago berenang. Tapi justru anak-anakku yang semangat banget pengen. Dan katanya rute yang ini untuk tingkat pemula, jadi aman. Yo wis bismillah..

Sebelum naik perahu, panitia menjelaskan berbagai hal ke semua peserta. Waktu itu kami ber 32 orang. Anggota kelompok dibagi dalam 6 regu. Nah aku kebagian tim bocil πŸ˜… Aku maunya sama anak-anak, karena ingin menikmati moment seru ini dengan mereka. Sekaligus ngejagain mereka kalo ada apa-apa. Regu kami ada 6 orang, aku, suami, 2 anakku dan 2 anak Pak Yuga (HRD BLG). Oh iya, ini acara Tim BLG, liburan bareng karyawan πŸ₯°

Setelah dibagi kelompok, panitia menjelaskan berapa panjang rute yang akan kami lewati, seperti apa kondisi arung jeramnya. Mereka juga kasih tau bahwa ini aman dan berada di level pemula. Namun, mereka juga menjelaskan dengan sangat detil apabila nanti terjadi hal yang tidak diinginkan, apa yang harus kami lakukan.Teknik menyelamatkan diri, menyelamatkan orang lain, meminta bantuan, dll. Sebenarnya ketika dijelaskan ini, malah jadi makin degdegan sih wakwakwak…Namun panitia bisa membawa suasana jadi fun banget. Mereka paham bahwa orang liburan itu mau seneng-seneng, bukan setres πŸ˜†

Ketika antri menunggu giliran, kami melihat orang-orang yang berangkat lebih dulu langsung dihadapi dengan arus yang cukup deras dan pada heboh teriak-teriak 🀣 Jantungku makin berdegub kencang. Tapi gak mungkin bisa mundur, udah pake pelampung dan helm, malu atuh kalo gak jadi hahahaaa…

Bismillah giliran kami tiba, aku diminta duduk di paling depan (dalam hati pengen nolak, oh no… kalo paling depan, nanti nyungsep paling duluan nih πŸ˜… udah parno). Ya udah deh nerima nasib, eh Zhafran semangat banget mau nemenin bunda di depan.1…2…3… byuuuurrr langsung seruuu kecipratan air dingiiin. Eh bukan kecipratan, keguyur sebadan-badan Mak πŸ˜† brrrr… dingiiin… Yang paling depan lah yang paling banyak kesiram.

Ada saatnya ketemu patahan, adrenalin memuncak, pegangan makin erat… huuwaaaa… dagdigdug.. byuuurr….Dijeda juga dengan medan yang tenang, secara berkala aku nengok ke belakang, meriksa anak-anak apakah baik-baik saja. Alhamdulillah mereka menikmati banget, walau di foto ini membuktikan muka mereka tegang hahaha… Dan kayanya yang teriak paling kenceng ya aku πŸ˜…

Sepanjang perjalanan, aku dibuat takjub oleh pemandangan alamnya yang maa syaa Allah.. keren banget. Dengan posisi kita yang rendah, di sungai, kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Tak henti-hentinya aku memuji Allah atas karyanya yang luar biasa. Dan aku juga jadi tau, banyak lokasi wisata baru di sepanjang pinggir sungainya. Tempat penginapan kecil yang kekinian banget. Gemesin desain pondoknya, ada juga yang pake tenda.

Gak berapa lama menikmati ketenangan, lagi-lagi kami dihadapi jalur yang curam. Bersiap teriak lagiiii 🀣Sang pemandunya juga baik banget, gangguin kami, jadi makin fun suasananya. Anakku sampe ketagihan, minta sekali lagi. Ya gak bisa dadakan, itu harus booking jauh hari 😁

Setelah dipikir-pikir, menjalani bisnis kok mirip ya seperti suasana rafting. Ada kalanya ketakutan, penuh hiruk pikuk kepeningan ngurus bisnis, dan ada saatnya santuy… bersyukur menikmati hasil. Bangga dengan diri sendiri yang sudah berhasil melewati badai. Eh baru sebentar istirahat, ada darama lagi di depan yang harus dihadapi πŸ˜… Pada akhirnya kitapun gak mau turun di tengah jalan, tetap terus melaju hingga akhir rute yang sudah ditetapkan. Walau basah kuyup, kedinginan, adrenalin berkecamuk, tapi ketika dibawa fun, semua akan baik-baik saja dan terasa bahagia meski melewati berbagai tantangan.

Dari buku The Business Coach, halaman 182, ada 6 kunci fundamental untuk membangun tim pemenang.

1. Kepemimpinan yang kuat.

Kalo aku udah takut duluan, dan memunculkan rasa kecemasan berlebih, kayanya anak-anakku pun akan gak jadi main arung jeram.Sebagai pemimpin bisnis, kita harus yang paling tegar, tangguh, kuat, berani, semangat, optimis. Sehingga timpun akan merasa aman dan mau ikut berjuang bersama kita membesarkan bisnis ini. Tim memerlukan seorang pemimpin yang dapat menentukan dengan tegas, sehingga tim dapat memiliki kepercayaan dalam arahan pimpinan.

2. Tujuan umum.

Pemandu menjelaskan rute yang akan ditempuh, berapa jaraknya, dan seperti apa kondisinya.Pemimpin bisnis harus memiliki tujuan yang tidak hanya setiap orang mengetahui dan meyakini, tapi setiap orang akan memenangkannya. Setiap orang perlu memiliki tujuan yang secara kolektif membantu kemajuan bisnis dalam pengarahan visi utamanya.

3. Aturan permainan.

Sebelum nyemplung, pemandu sudah memberikan aturan bagaimana posisi duduk, jika terjal harus merunduk, ketika dikatakan “kanan” maka semua penumpang bergeser ke kanan, begitu juga dengan “kiri” harus ke kiri, dll.Disaat kita membuat aturan yang jelas untuk Tim mengenai peraturan pengarahan, akan lebih mudah bagi mereka untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Apa yang bisa mereka lakukan dan yang tidak, ini harus benar-benar jelas.

4. Rencana tindakan.

Apa yang harus dilakukan jika dalam kondisi darurat kecemplung, bagaimana jika A, apa yang harus dilakukan saat B, cara memegang tali penyelamatpun dijelaskan dengan detil, dan berbagai instruksi lainnya.Saat kita memberikan rencana yang jelas pada Tim, mengenai siapa yang melakukan apa dan kapan, lebih mudah bagi mereka untuk memulai dan menjalankan semua pekerjaannya.

5. Dukungan pengambilan resiko.

Pemandu membuat para peserta tetap nyaman walau ada berbagai resiko yang bisa saja terjadi. Namun mereka memotivasi peserta untuk tetap mau mencoba wahana ini.Beberapa tim kita akan membuat kesalahan karena mereka sedang mencoba hal baru. Dukung mereka, aku gak pernah marah kalo mereka gagal mencapai hasil yang ditetapkan. Tapi justru aku akan marah ketika mereka gak mau mencoba.

6. 100 persen keterlibatan dan penyertaan.

Jangan sampe ada orang yang gak ikut bersenang-senang, gak kompak ketika dikatakan “kanan”, gak merunduk, dll. Pemandu memastikan semua penumpangnya ikut terlibat dan menikmati semua moment yang ada.Tiap anggota tim bertanggung jawab untuk terlibat, dan kita sebagai pemimpin berperan untuk memastikan bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak ikut berperan.

Pemimpin memastikan setiap orang dalam tim memberikan semua perhatiannya, usaha dan komitmen pada perusahaan. Cocok kan Mak, Bisnis vs Arung Jeram? 😍 Securam apapun jalan di depan, sebesar apapun tantangan yang dihadapi, jangan lupa menikmati hal-hal disekitarnya yang kadang luput kita syukuri. Dan yang paling penting JANGAN LUPA BAHAGIA πŸ₯°

Mak sudah pernah coba arung jeram kah?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BISNIS JALAN, OWNER JALAN-JALAN. MITOS/FAKTA?

Siapa yang tergiur resign dan nyemplung ke bisnis gegara kalimat itu? Bisnis jalan, owner jalan-jalan πŸ˜Š

Mungkin gak sih?
Kok bisnis makin gede, rasanya makin repot banget deh.
Dulu ribet ngurusin barang dan konsumen. Sekarang ribetnya nambah πŸ˜” ngurus barang, konsumen dan karyawan πŸ˜…

Apakah semua pengusaha begitu?
Coba kita lihat Pak Chairul Tanjung, emang dia ribet gitu ngurus barang, konsumen dan karyawan? Kayanya nggak deh πŸ˜

“Jadi yang ribet itu, yang masih belum ngerti jalanin bisnis yang sebenarnya.”

Iya juga ya πŸ˜

Kekacauan ini dimulai dari “salah mempersepsikan makna Business Owner”. Ketika kita memulai bisnis, memilikinya, menjalankannya, bukan berarti kita sebagai Business Owner.

Bingung gak? πŸ€”
Kan ini bisnis kita, kok kita bukan Business Owner?

Tenang Mak… kita luruskan dulu.

Aku mulai tersadarkan setelah baca berulang kali bukunya Coach Armala. Dalam organisasi bisnis, ada berberapa tingkatan:
1. Staff
2. Supervisor
3. Manager
4. Senior Manager
5. Direktur
6. Business Owner

Kita lepaskan dulu titel kita sebagai pemilik bisnis. Dari 1-6 point di atas, jika Mak masih jawabin chat, wajib bikin konten buat iklan, maka Mak posisinya sebagai staff. Sehingga wajar ketika Mak gak bisa tinggalin bisnis lama-lama. Kalo Mak gak kerja, ya Mak gak dapet duit πŸ˜Š

Lalu disaat Mak mulai rekrut karyawan, ada pekerjaan yang karyawan pegang, dan Mak juga pegang sebagian, serta Mak berkewajiban melakukan supervisi/pengawasan ke karyawan, maka jabatan Mak adalah supervisor.

Di tingkatan ini, Mak gak hanya paham dunia teknis (cara jualan, teknik pemasaran, pencatatan keuangan, dll), Mak juga wajib belajar ilmu leadership untuk posisi supervisor.

Kalo Mak jalan-jalan, karyawan gak ada yang kontrol, ya bisnis bubar jalan πŸ€£ Seperti aku dulu 2013, ketika cuti melahirkan 3 bulan, omzet nyungsep wakwak.. Karena disaat bisnis hanya diserahkan ke staff tanpa adanya supervisor (yang kompeten) maka berantakan.

Nah setelah Mak makin banyak Timnya, sudah mulai ada beberapa orang pada tiap divisi, maka Mak bisa naik menjadi manager. Dengan membawahi beberapa supervisor yang menaungi divisi tertentu. Misalnya Pemasaran, Penjualan, Produksi.

Boleh jika masih ada beberapa hal teknis yang Mak pegang, misalnya keuangan & HR. Sedangkan 3 divisi lainnya tugas Mak memantau hasil kerja para supervisornya. Kalo ada Tim yang gak membuahkan performa baik, maka yang diomelin supervisornya wakwak…

Tugas Mak berikutnya, mendidik calon manager. Sehingga Mak bisa naik jabatan sebagai senior manager atau direktur. Terus lakukan regenerasi, kalo di Bumi Langit Grup kami menyebutnya “mencetak Mak Muri KW” πŸ˜

Supervisor – Mak Muri KW3
Manager – Mak Muri KW2
Senior Manager – Mak Muri KW1
Direkrut – Mak Muri KW Super

Nah kalo sudah banyak orang-orang dengan kompetensi dan kinerja seperti yang Mak harapkan, baru deh Mak bisa sebagai Business Owner yang sebenarnya πŸ˜ Akhirnya merasakan jalan-jalan tanpa mengkhawatirkan omzet, margin maupun profit.

Jadi, sadari diri kita ini berada di level mana nih sekarang Mak πŸ˜Š Manager, Supervisor atau Staff? πŸ˜‰
Gakpapa, nikmati saya prosesnya. Jalani setiap tahapannya dengan rasa syukur. Akupun 2011 memulai RAZHA sebagai staff kok.

Biar cepet kita bisa naik jabatan, maka perbesar kompetensi diri dan perbaiki kinerja terus menerus. Sehingga setiap tahunnya kita bisa naik jabatan secara jujur adil dan benar, gak pake nyogok πŸ€£

Kemarin alhamdulillah kumpul bareng teteh-teteh TDA Perempuan Bandung. Mohon maaf ya yang bisa ikut terbatas, maklum belum boleh banyakan. Gak berasa dari jam 13, tau-tau azan magrib hihiiii…

Salah satu ikhtiar kami meningkatkan kompetensi diri ya dengan kelompok belajar seperti ini Mak. Ilmunya nyata, gak teori. Seneng denger cerita para teteh yang bisnisnya beda-beda, perjuangan membesarkan dan mempertahankan bisnisnya seru banget.

Ada Teh Rosi, yang sehari itu biaya iklan berbayar (Ads)nya 6juta. Maa syaa Allah.. sehari itu Mak 6 juta. Aku terperangah. Aku 100ribu aja rasanya takut zonk wakwakwak..

Teh Rosi cerita, ada temannya yang bisnis suatu produk (rahasia), sehari 80 juta iklannya πŸ˜± Penjualan 2.000 – 3.000 pcs per hari. Makin tercengang aku tuh. Ya ampun aku mainnya kurang jauh ya πŸ€£

Tetiba hatiku tergerak. Teh Rosi yang juga emak-emak kaya aku, dia aja bisa belajar dan praktekin jadi advertaiser handal iiiiiiih aku jadi pengen belajar deh.

Aku lagi pengen ngerayu nih, Teh Rosi mau gak ya ngajar di SBO buka kelas FB/IG Ads? πŸ˜ Lembutkan hatinya Teh Rosi ya Allah πŸ₯°

Dulu di SBO pernah kelas Ads juga, tapi pematerinya bapak-bapak. Mungkin kalo emak-emak gurunya, bisa lebih mudah dipahami oleh kita yang para kaum emak ya..

Setujukah kalo kita belajar FB/IG Ads Mak?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia
Muri Handayani
“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

SEBENARNYA APA SIH TUJUAN BISNIS?

Secara lantang, sebagian besar akan mengucapkan PROFIT atau LABA alias KEUNTUNGAN. Tinggal masalahnya, bagaimana cara mendapatkan keuntungan tersebut. Apakah dengan kerja 20 jam sehari? Ngelapak 30 hari sebulan dengan sedikit libur? Tergopoh-gopoh ngurus orderan sampe urusan rumah tangga keteteran?

Aku pernah berada di titik seperti ini:

“Kok aku hidup untuk bisnis, bukan bisnis untuk hidup?”

Seakan berjalan di treadmill. Berhenti salah, gak berhenti lebih salah.

Gak ngurus bisnis, risiko kebutuhan hidup gak cukup. Ngurus bisnis, tapi udah gak sanggup. Rasanya remuk jiwa raga. Ketika Emak kini berada di posisi itu, saran aku, berhenti. Stop!

Terkadang “berdiam diri” diperlukan untuk kita menyembuhkan jiwa raga yang sedang lirih. Bener-bener lepasin semua kepenatan urusan bisnis. Allah yang bikin kita mumet, Allah juga yang bisa membuat hati tentram. Aku lantunkan doa minta ketentraman hati, dengan syahdu sampai berasa di hati. Teruuuusss diulang-ulang.

Ibu adalah jantung rumah. Bener gak sih? Kalau ibu mumet, seisi rumah kecipratan. Kalau ibu bahagia, rumah bagai surga dunia. Home sweet home.

Aku cerewet banget ke Emak untuk bangun tim, rekrut karyawan. Karena kita gak boleh selamanya mumet oleh hal teknis.

Seperti yang dijabarkan di buku Leadership Mastery karya Dale Carnegie, halaman 23.

PEMIMPIN YANG BAIK MENDELEGASIKAN TUGAS.

Banyak pemimpin yang menunggu terlalu lama sebelum mendelegasikan kekuasaan. Ini tidak hanya menurunkan efisiensi organisasi, tapi juga menghambat kesempatan bertumbuh bagi mereka yang sudah siap berkontribusi lebih besar.

Aku lupa ini foto tahun berapa, yang pasti ini di atas tahun 2013 setelah terjadi tragedi aku PHK semua karyawan.

Dari sana aku bangkit, rekrut lagi dan lagi dan lagi. Pekan ini pun aku terima 7 karyawan baru lagi. Bismillah jika baik maka panjang jodoh. Jika tidak, maka pisahkan dengan baik ya Allah.

Aku doakan Emak dimampukan Allah menjadi pemimpin yang berilmu dan tangguh, yang bisa membawa bisnisnya terus bertumbuh. Besar manfaatnya untuk umat, aamiin.

Btw, Emak tahu gak aku yang mana di foto itu?

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

PENTINGNYA MELACAK KEMAJUAN BISNIS ONLINE

Pengen sukses, tapi gak tahu indikator sukses itu apa. Ingin omzet naik, tapi gak tau udah naik belum. Kayaknya sih naik, kayaknya sih untung, kayaknya sih ada progres.

Kayaknya = Halu

Aku mau ajak Emak intip buku Self Coaching halaman 183.

Darren Hardy dalam buku The Compound Effect mengatakan, jika kita ingin melakukan perubahan di satu area maka kita perlu melacak segala sesuatu di area tersebut. Misalnya jika ingin bebas utang, maka kita perlu melacak setiap rupiah yang keluar dari dompet/rekening kita. Jika ingin menurunkan berat badan, kita perlu melacak setiap makanan yang masuk ke mulut kita. Jika ingin lebih produktif, kita perlu melacak penggunaan waktu setiap menitnya.

Mengapa seorang pelatih Olimpiade dibayar mahal? Karena mereka melacak setiap latihan, kalori, dan nutrisi atlet. “All winners are trackers.”

Inilah sebabnya, para entrepreneur punya metrik-ukuran yang mereka jadikan patokan. Mereka punya metrik untuk mengukur kondisi bisnisnya. Mulai dari convertion rate, ROI, NPS, BEP, dsb. Tanpa metrik semacam ini, mereka akan kebingungan untuk mengukur apakah bisnisnya maju atau malah mundur.

Jika tidak diukur, maka tidak akan bisa dikelola dengan baik. Hasil pengukuran ini mereka gunakan sebagai insight untuk strategi bisnisnya.

STOOOOOP!

Baca sampai kalimat di atas, kok Mak Muri kayak keselek. Convertion Rate, ROI, NPS, BEP. Aku dan Emak bertanya dalam hati, “Apaan tuuuuh??” πŸ˜‚

Boro-boro punya begituan, laporan keuangan aja gak bikin (ada yang keselek baca ini?).

So… Wajar ya Mak kalau memang bisnisnya gini-gini aja. Jalaninnya mengalir ngikutin arus lah. Seperti sesuatu yang ngambang-ngambang pergi menuju kemana air mengalir.

Okey lanjut aku baca bukunya…

6 alasan kenapa melakukan tracking alias melacak itu PENTING!

1. Menyadari pola

Tracking membantu kita mengetahui posisi saat ini. Melacak kemana uang pergi, menyadarkan kita bagaimana kita menggunakan uang. Melacak untuk apa waktu kita digunakan, menyadarkan kita bagaimana cara kita menggunakan waktu.

Dengan tracking kita mendapatkan data. Kita jadi tahu di mana pemborosan dan kebocoran terjadi. Kita jadi tahu mana yang bisa dioptimasi. Tanpa data, kita buta.

2. Membangun akuntabilitas dan konsistensi

Dengan tracking, kita akan lebih bertanggung jawab terhadap rencana kita. Tanpa tracking berkelanjutan, tujuan dan rencana tindakan akan mudah terlupakan. Mengapa? Karena dalam hidup ada banyak hal yang bisa mendistraksi kita dari tujuan kita. Melakukan tracking adalah upaya untuk menjaga kita agar tetap ingat dengan tujuan dan rencana kita.

Tindakan yang dilakukan sesekali tidak akan berdampak pada pencapaian hasil. Hanya tindakan yang dilakukan secara konsistenlah yang berdampak pada hasil.

3. Menciptakan siklus kesuksesan

Sulit rasanya menyadari kemajuan yang terjadi tanpa data yang valid. Dengan catatan kemajuan, kita jadi lebih menyadari kemenangan-kemenangan kecil. Kemenangan kecil akan memicu kepuasan dan emosi positif. Kepuasan dan emosi positif meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri kita.

Peningkatan motivasi dan kepercayaan diri membuat kita terdorong untuk melakukan kemenangan kecil berikutnya. Demikian seterusnya hingga tercipta siklus kesuksesan dalam diri kita.

4. Menyesuaikan strategi

Tracking memberikan kita umpan balik berupa data. Data ini dapat kita gunakan untuk menetapkan langkah/strategi berikutnya.

Tracking juga bisa mengidentifikasi masalah. Kita akan mudah mengenali kapan dan mengapa masalah terjadi. Jika masalah berulang, kita pun akan mudah mengenali polanya. Dengan demikian lebih mudah bagi kita untuk mengantisipasi dan memperbaikinya.

5. Menciptakan The Mere – Measurement Effect

Mengukur aktivitas dapat mendorong kita melakukan lebih banyak atau lebih sedikit (tergantung tujuan) apa yang kita lacak. Melacak membuat kita tetap sadar akan pilihan-pilihan yang kita ambil.

Hasil yang kita dapatkan dalam hidup adalah akumulasi dari pilihan yang kita ambil dari momen ke momen bukan?

6. Mencapai tujuan

Riset menyimpulkan, mereka yang melakukan progress tracking (melacak kemajuan) lebih mungkin mencapai goal-nya daripada mereka yang tidak.

Benjamin Harkin mengatakan:

Memantau kemajuan akan tujuan adalah proses penting yang menjadi jembatan antara proses penetapan dan pencapaian tujuan. Proses ini memastikan bahwa tujuan diterjemahkan ke dalam tindakan. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa proses memantau kemajuan meningkatkan kinerja perilaku dan kemungkinan pencapaian tujuan seseorang.

Gimana Mak, makin terbuka pikirannya untuk mau membuat pencatatan berbagai hal? Terutama tentu dimulai dari laporan keuangan ya. Mak. Kalau kami saat ini pakainya aplikasi Jurnal. Enaknya di Jurnal kita bisa coba dulu pake gratis 14 hari. Kalo cocok pake, kalo gak ga gakpapa.

Ke sini untuk bisa dapetin GRATIS, pilih mau gratisan yang mana bebas πŸ‘

https://forms.gle/QJHFPyi7qe272TpY9

Bersyukur banget aku baca buku Self Coaching ini, baru dikit yang dibaca tapi udah dapet banyak manfaat πŸ₯°Yang beli bukunya pada chat ke sini http://wa.me/6287848261039

Dulu aku gak mudeng kalo para mastah pada ngomongin dashboard. “Tugas kita mantau dashboard.”

Oalah.. jadi semua hal itu memang kudu pake data ya Mak. Biar bisa kita tracking. Aku tuh tiap hari sekarang tugasnya mantengin dashboard kaya di gambar ini. Bahkan sehari bisa beberapa kali. Ngecekin setiap progres yang terjadi di Tim.

Sehingga kita gak cuma berprasangka aja ke Tim. Berprasangka “terlalu baik” juga bisa jadi boomerang. Begitu juga berprasangka buruk, ah bikin mumet aja.

Ini pada kerja gak sih?

Berapa sih hasil kinerja mereka?

Bener gak nih kerjanya?

Udah tanggal 11 nih, naik apa turun ya?

Kira-kira akhir bulan tercapai gak?

Sekarang harus ngapain lagi ya?

Asli puyeeeeeeng banget kalo kita cuma berprasangka. Gak bisa ambil keputusan yang tepat.

BISMILLAH JALANI BISNIS ONLINE DENGAN LEBIH BENAR. Mampukan ya Allah

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Versi Terbaik

Jadilah terbaik dengan versi masing-masing. Jangan bandingkan diri kita dengan orang lain.Aku sayang diriku.Aku bangga dengan diriku.Aku bersyukur atas diriku.Aku akan menjadi istri terbaik dengan versiku.Aku akan menjadi ibu terbaik dengan caraku.Aku akan menjadi anak terbaik dengan jalanku.Aku akan menjadi pebisnis terbaik dengan pilihanku.Aku yang menjalani hidupku, inilah aku apa adanya.I Love Me πŸ₯°

2 SUMBER UANG DALAM BISNIS ONLINE

Makin banyak yang curhat ke Mak Muri karena penjualannya menurun. Pandemi bikin sepi, PPKM diperpanjang lagi dan lagi udah kayak iklan coki-coki zaman dulu. “Paaaanjaaaang dan laaaamaaaa….” Cuma yang seangkatan Mak Muri yang tahu iklannya. Berasa tua aku nih, wkwk…

Setelah aku analisis, aku tanya lebih dalam kepada mereka, ketemu benang merahnya. Mereka yang dulunya punya penjualan banyak, ketika pandemi/PPKM jadi nyungsep omzetnya. Itu disebabkan KETIDAKSEIMBANGAN antara dua sumber uang dalam bisnis onlinenya.

Terutama untuk mereka yang menggunakan penjualan sistem jaringan.

Produsen – Distributor – Agen – Reseller

Aku udah ngalamin drama ini tahun 2016 kayaknya. Hmmmm… Aku lupa tepatnya. Tapi rasa menohoknya itu masih inget.

Ketika salah satu distributor besar RAZHA tiba-tiba gak order lagi. Membuat penghasilan langsung pincang. Ya sebab dia gede banget kalau order tiap bulannya.

Apa alasannya?

Bukan karena produk RAZHA jelek, tapi karena dia sudah ‘hijrah’ bisnisnya. Secara personal, dia hijrah dalam menjalani hidup. Salah satunya adalah cara berpakaian. Dulu pada zamannya pakai pashmina yang dililit-lilit, tentu pasangan wajibnya adalah Inner Ninja.

Suatu hari dia hijrah, menggunakan bergo syar’i. Dan dia pun menutup/mengganti semua bisnisnya yang tidak syar’i. Termasuk toko fashionnya yang selama ini jualan produk RAZHA, Dian Pelangi, dll.

Itu hak dia dong sebagai individu memilah jalan hidup dan bisnisnya. Aku sebagai supplier yang selama ini nerima orderan ya harus legowo dan menghargai pilihannya.

Dari situ aku belajar, bahwa faktor luar bisa sangat dinamis berubah. Kita gak bisa maksa orang jualin produk kita selamanya. Kita gak bisa kontrol keadaan untuk gak pandemi. Kita gak bisa gedor-gedor rumah pak presiden untuk berhentikan PPKM.

Yang bisa kita kontrol ya hanya diri kita!

Memiliki banyak cadangan rencana adalah sebuah kewajiban bagi pebisnis.

Dan sudah harus disiapkan sebelum terjadinya colaps.

Nah di Bisnis Online, kami fokus menjaga 2 sumber uang.

1. Mencari pelanggan baru sebanyak-banyaknya.

2. Menjaga pelanggan lama sebaik-baiknya.

Harus seimbang kinerja dalam mengelola 2 hal tersebut. Ketika “jaringan rontok”, alias reseller gak aktif, ya santuy aja, karena ada sumber uang di poin pertama.

Hak reseller mau jualan atau tidak. Ikhtiar kita sediakan produk, bina semampunya, setelah itu lepas dan ikhlaskan hasilnya.

Nah banyak yang kondisi pandemi ini shock dengan jaringan rontok, dan hanya meratapi kenapa orderan menurun gak kaya dulu lagi.

Banyak “faktor luar” yang gak bisa kita kontrol. Ya gak usah dipikirin. Bikin overthinking, stres!!

Merasa aman dengan banyaknya orderan dari Mitra yang ada, itu sebenarnya halu. Gak ada yang abadi di dunia ini Marimar.

Yang udah ikut kelas Mak Muri tentang CRM udah paham nih..

Terdapat tiga tahap dalam sistem CRM yang harus dilakukan:

1. Memperoleh Pelanggan yang Baru (Acquired)

Kuncinya: memberikan kesan pertama yang baik kepada pelanggan.

2. Menambah Nilai dari Pelanggan (Enhanced)

Terdapat dua cara dalam meningkatkan hubungan dengan pelanggan, yaitu dengan cara up selling dan cross selling.

3. Mempertahankan Pelanggan (Retain)

Rahasianya: harus menyediakan waktu untuk mendengarkan pendapat atau masukan dari pelanggan.

Hayu Mak, luangkan waktu untuk belajar. Kaya aku nih, suka dengan keheningan pagi, enak untuk baca buku.

Sudah pada delegasikan tugas teknis ke karyawan kan? Praktekin atuh isi buku BOAP (Bisnis Online AutoPilot) – Cara Rekrut dan Kelola Karyawan.

Jadi Mak ada waktu untuk upgrade diri. Nanti kita lah yang ajarin karyawan untuk teknis strategi bisnisnya. Selanjutnya tugas Mak kontrol kinerja dan analisa strategi bisnis yang sudah diterapkan apakah harus diperbaiki atau bahkan diganti.

Belajar – praktek – evaluasi – perbaiki – belajar – praktek – evaluasi – perbaiki -….

Aku doain bisnis Mak terus bertumbuh kebermanfaatannya untuk umat.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

Jangan Berhenti Bermimpi

2 tahun lalu…

Sebuah perwujudan atas keberanian bermimpi. Kantor Bumi Langit Grup lantai dua.

Mak Muri anak sopir angkot, berani-beraninya punya mimpi bangun rumah dengan desain sesuai keinginan dan tanpa riba. Eh Allah kasih…

Nikah modal nol, pindah kontrakan sana-sini udah lupa berapa kali, saking banyaknya.

Eh sama Allah dikasih tempat usaha tetap, tanpa harus bayar sewa bulanan, dan adanya di halaman rumah pula. Jadi bisa tetap dekat keluarga.

Begitulah Allah. Kalau kita pakai logika, seringnya otak kita gak nyampe. Gak sanggup kita mikir apa yang belum terjadi.

Tapi kita diberi sesuatu sama Allah yang namanya “bermimpi” dan itu gratis.

Mimpi + doa + memantaskan diri + izin Allah = kenyataan

Ayo Mak, jangan takut bermimpi besar.

Bagi kita besar, tapi bagi Allah itumah keciiiil banget.

Sesungguhnya yang mewujudkan bukanlah kita, tapi Allah.

Sepakat Mak?

PENJUALAN BELUM LARIS, MUNGKIN LUPA INI

If you want to change your life, you have to raise your standards.” (Tony Robbins)

Apa hubungannya “jualan laris” dengan kalimat Tony Robbins?

Jualan laris adalah salah satu wasilah untuk membuat kehidupan kita menjadi lebih baik. Bahkan gak cuma untuk diri pribadi, keluarga besar, karyawan, mitra, vendor, dll. Mereka juga pada akhirnya akan kecipratan dari hasil larisnya olshop kita.

Salah satu yang kadang lupa disadari oleh kita adalah, “Apa yang kita dapat saat ini memang sudah sesuai takarannya.” Faktor SEBAB – AKIBAT. Apa yang kita dapat, adalah apa yang kita usahakan. Baik berupa kinerja dalam bisnis, amalan, ketakwaan, dst.

Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih banyak, maka RAISE YOUR STANDARDS dong! Sehingga hasilnya bisa di atas standar yang sudah kita dapatkan kemarin. Ya patokannya adalah kemarin (satu hari sebelum hari ini), bukan pekan lalu, bulan lalu atau pun tahun lalu.

Kenapa?

Bisa jadi bulan lalu hasil kita bagus, namun bulan ini menurun drastis. Maka standar yang dinaikkan oleh kita adalah standar kerja yang hari ini dibanding hari kemarin, bukan bulan lalu.

Apa saja yang kita lakukan kemarin, hari ini standarnya harus naik! Kalau biasanya jawab chat sehari 50, maka hari ini harus 100.

Sampai sini paham kenapa Tim Mak Muri chatnya bisa diatas 2.000 sehari? Yes, karena kami menggunakan prinsip RAISE YOUR STANDARDS.

Hal tersebut didukung oleh KAIZEN yang masuk dalam budaya perusahaan kami. Yang sudah baca buku #BOAP Bisnis Onlie AutoPilot, pasti paham.

Di semua divisi, setiap hari harus KAIZEN untuk mewujudkan RAISE YOUR STANDARDS, agar realistis dalam mewujudkan impian SAMPAI TARGET (yang targetnya juga naik terus).

Kalau saat ini cuma pakai Facebook dan Instagram saja untuk pemasaran, RAISE YOUR STANDARDS dong, pakai TikTok dan YouTube juga.

Jika baru satu “pintu masuk” dari corporate branding, RAISE YOUR STANDARDS dong, optimalkan juga Personal Branding dan bangun komunitas.

Ketika hanya 1 produk yang dijual, RAISE YOUR STANDARDS dong, jual 10 produk biar bisa cross/up selling.

Yuk mundur sejenak, lihat diri kita dari jauh. Apakah target yang ingin kita capai, bisa terwujud dengan “standar diri dan kinerja” yang apa adanya saat ini?

Jika belum, maka apa saja yang harus ditingkatkan?

– Strategi Pemasaran

– Teknik Penjualan

– Efisiensi Kinerja

– Networking Vendor/Supplier

– Pengelolaan SDM

atau apa?

Jangan tanya aku ya, Mak. Tanya sama diri sendiri. Kan Emak yang tahu kondisi diri dan bisnis Emak saat ini.

RAISE YOUR STANDARDS dalam kebermanfaatan hidup juga boleh banget ya, Mak. Jika standar Emak dapet margin 10 juta sebulan sudah cukup, coba naikin jadi 100 juta sebulan. Yang bisa Emak bantu jadi gak cuma keluarga dekat, tapi sampai keluarga jauh, tetangga sekampung, panti, pesantren, masjid, cagar alam, dll. Maa syaa Allah tabarakallah…

Hayu RAISE YOUR STANDARDS dalam hidup yang cuma sementara ini. Mumpung masih ada kesempatan mengumpulkan bekal akhirat.

Aku doain Emak jadi orang paling dermawan di kampung halaman. aamiin…

Doain aku juga ya, Timku kuat dengan standar yang baru. Untuk memastikan kami sudah berada di jalur yang benar, setiap saat data selalu terupdate di tembok. Jadi aku dan tim bisa pantau pencapaian setiap waktu.

Deg-deg ser rasanya tuh… Gak pernah berada di zona nyaman. Naikin standar terus. Proses bertumbuh memang gak enak. Tapi manis buahnya. In syaa Allah…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

KEADAAN BISNISNYA SAMA, KENAPA HASIL DIA LEBIH BANYAK?

Membandingkan diri kita dengan orang lain, itu kadang bikin sedih, sakit hati, dan kecewa. Apalagi kalau ternyata hasil kita dibawah mereka.

Sekolahnya barengan, tapi dia sekarang sukses banget.

Dulu ngantor bareng, tapi dia sekarang lebih sejahtera.

Mulai bisnisnya samaan, tapi kenapa hasilnya beda? Dia udah kemana-mana, kita gini-gini aja.

Kadang gak habis pikir, kenapa bisa beda banget hasilnya. Ngerasa apa yang kita lakukan udah sama atau sebanding dengan kinerja dia juga. Lalu apa yang membedakan?

Yes, ada yang membedakan. Dan itu gak kasat mata. Ghoib. Bukan jaga lilin kayak fotonya Lesti yang lagi viral.

Pagi ini aku baca lagi buku Self Coaching, halaman 62. Yang selama ini aku kerjakan ternyata ada secara teorinya. Nama teorinya adalah COGNITIVE-BEHAVIOUR MODEL.

Model ini membuat kita lebih sadar dengan pikiran kita. Kita akan menemukan sebab di balik emosi negatif. Kita pun tahu cara agar merasa lebih baik serta memunculkan tindakan yang diperlukan agar kita dapat mencapai hal-hal yang diinginkan.

Model ini dapat mengubah kehidupan Emak selamanya.

Situasi – Pikiran – Perasaan – Tindakan – Hasil

Situasi: apa yang terjadi di luar diri kita, kita tidak dapat mengendalikan.

Pikiran: apa yang terjadi di dalam benak kita, ada dalam kendali kita.

Perasaan: apa yang kita rasakan dalam tubuh kita disebabkan oleh apa yang kita pikirkan bukan oleh situasi kita.

Tindakan: apa yang kita lakukan didorong oleh perasaan, dipicu oleh pikiran.

Hasil: apa yang kita dapatkan sebagai konsekuensi dari tindakan kita.

Akar dari tindakan kita adalah pikiran dan perasaan kita. Sulit mengubah tindakan jika kita tidak mengubah sebabnya. Lebih sulit lagi mengubah hasil bila kita tidak mengubah cara berpikir kita.

Kita memiliki kebebasan memilih apa yang akan kita pikirkan, apa yang akan kita rasakan, apa yang akan kita lakukan. Situasi yang sama, dapat memicu perasaan yang berbeda dan kita bebas memilih emosi yang akan kita rasakan.

Marimar

– Suami lupa dititipin belanjaan saat pulang kerja.

– Mak jadi sedih dan marah.

– Mak dan suami jadi berantem.

– Hubungan suami istri jadi renggang.

Esmeralda

– Suami lupa dititipin belanjaan saat pulang kerja.

– Mak memaklumi suami capek dan ruwet kerjaan.

– Mak minta tolong lagi atau pesen online.

– Hubungan suami istri baik-baik aja.

Nah, Emak mau jadi yang kayak Marimar atau Esmeralda?

Rudolfo-nya sama, tapi bagaimana Emak mengendalikan pikiran itulah yang akan menyebabkan hasil yang berbeda.

Jadi kalau nerima komplenan konsumen, ya senyumin aja. Dengerin baik-baik, lalu lakukan evaluasi. Beda hasilnya kalau kita ngomel, lalu blokir konsumen.

Karyawan nyebelin, senyumin aja, perbaiki SOP nya supaya dia kerja sesuai dengan standar yang Emak harapkan. Kalau perlu, berhentiin dan rekrut lagi. Santuy, pengangguran masih banyak kok, bukan dia doang yang mau kerja.

Gagal produksi jutaan, senyumin aja. Emang sadar masih belajar, banyak gak ngertinya. Jadikan pelajaran, catat apa yang harus diperbaiki, lalu mulai lagi.

Kompetitor bikin produk serupa, senyumin aja. Itu artinya kita harus terus berinovasi lagi, biar makin cetar membahana.

Kita nih kadang kalau gak ada yang nge-push, jadi mager. Kudu dikejar anjing galak biar bisa lari kenceng. Masih mau baperan terus ngadepin situasi sekarang? PPKM diperpanjang, senyumin aja. Cari solusi gimana supaya orderan tetep deras.

Orang nyinyirin kita jualan mulu, senyumin aja. Doain dia duitnya banyak lalu belanja ke kita.

Jika kita ingin mengubah hasil, maka kita perlu mengubah tindakan/perilaku kita. Untuk mengubah tindakan/perilaku, maka kita perlu mengubah perasaan kita. Untuk mengubah perasaan kita, ubah dulu pikiran kita.

Maa syaa Allah seger pagi-pagi baca buku Self-Coaching by Darmawan Aji. Aku dapetinnya di wa.me/6287848261039

Janganlah ngomel-ngomel dan grenengin situasi, nanti kayak muka aku tuh. Jelek kan kalau marah. Mending senyumin aja biar kita juga tetep cantiiik.

Bismillah… Apa pun situasinya, kita jaga terus pikiran kita ya, Mak. Biar menghasilkan perasaan yang baik, sehingga membuahkan tindakan yang cakep, dan terwujud hasil sesuai target pencapaian, aamiin…

Aku doain bisnis Emak terus bertumbuh.

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”

BIAR GREGET WUJUDKAN IMPIAN

Tipe orang yang takut merangkai mimpi:

“Ah masa iya aku bisa mencapai itu?”

Tipe orang yang bosen merangkai mimpi:

“Impianku tahun ini sama dengan resolusi tahun kemarin.”

Tipe orang overthinking:

“Nanti gimana cara memulainya, trus kalo ditengah jalan aku gak bisa gimana, apa nanti kata orang.”

Sini aku cubit kamu Mak kalo masih jadi orang-orang seperti itu.

Aku mau sharing nih isi buku Self Coaching karya Darmawan Aji. Pas aku baca halaman 146, ada kalimat “relasi dengan tujuan”.

Ternyata Mak, relasi kita dengan tujuan, akan mempengaruhi perasaan kita saat memikirkan tujuan yang kita rangkai. Bila kita memiliki relasi yang kurang baik, kita cenderung merasa hopeless, stres dan khawatir saat memikirkannya.

Sebaliknya jika relasi kita baik maka kita akan cenderung happy dan excited di sepanjang perjalanan kita.

Menurut Michael Neill, ada tiga macam relasi kita dengan tujuan, yaitu:

1. Goal Acquisition

Memposisikan tujuan sebagai sesuatu yang harus dikejar. Ini Mak Muri banget πŸ˜† Kita memposisikan tercapai dan tidak tercapainya goal dengan menang/kalah.

2. Goal Attraction

Memposisikan tujuan sebagai sesuatu yang bisa ditarik ke dalam hidup kita. Pikirkan tujuan, kirimkan keinginan pada semesta (tentu kita memahaminya sebagai Allah sang pemilik semesta) dan semesta (Allah) akan mewujudkannya menjadi nyata.

Ini aliran goal setting di buku The Secret, ada yang pernah baca Mak? Hati-hati menggoyang tauhid ya Mak kalo baca buku itu. Kita sebagai muslim persepsikan bahwa kita harus “berprasangka baik kepada Allah”. Nah prasangka baik kita itulah yang fokus menyatakan Allah mampu mewujudkannya.

Kudu fokus dan intens dalam berprasangka baik sama Allah, jangan ada keraguan sedikitpun. Kalo aku sering bilang “Allah aja bisa bikin gunung, pasti bikinin ruang kelas untuk SAO seperti yang aku inginkan juga bisa.”

Hanya tinggal kita berkaca untuk “pantas gak” dikasih? Pantaskah dengan ikhtiar dan ketakwaan, jangan mager.

3. Goal Creation

Memposisikan tujuan sebagai proses ko-kreasi antara kita dengan Tuhan. Manusia tidak seperti makhluk lainnya, diberi anugerah daya cipta dengan pikirannya.

Dengannya kita dapat menciptakan sesuatu, berinovasi, mendesain perwujudan tujuan dan sebagainya. Kita diberi ‘kebebasan’ berkreasi dalam hidup kita. Namun, dalam prosesnya, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Kita perlu ‘bekerjasama’ dengan Tuhan.

Tugas kita dalah menetapkan tujuan sebaik mungkin, mendesain rencana, dan menjalankan ikhtiarnya. Namun apakah tujuan itu akan terwujud atau tidak bukan hak kita. Perwujudan tujuan adalah hak Allah sepenuhnya.

Sebagai co-creator kita gak boleh kecewa. Terima apapun yang terjadi, gunakan sebagai bahan untuk kreasi berikutnya. Hasil ada di luar kendali kita, namun menyempurnakan proses ada dalam kendali kita sepenuhnya.

Wah rekomen ini bukunya Mak, “Self Coaching” bikin pikiran makin terbuka dan hati tenang. Keren emang coach Darmawan Aji bikinnya. Aku udah punya beberapa buku beliau, dapet di bit.ly/InfoBukuBaru

Tiga poin di atas kita terapkan dalam menjaga relasi kita dengan tujuan. Mengolah rasa dan asa, itu penting banget. Kadang ngotot pengen terwujud. Terus maksa maunya cepet-cepet.

Dengan memiliki tujuan yang jelas dalam menjalankan bisnis/hidup. Bikin kita gak gampang bosen, gak sempet galau, gak buang waktu menunda. Apalagi kalo pasang deadline yang kejam. Aku banget ini mah.

Alhamdulillah maa syaa Allah Tabarakallah izin Allah satu-satu impianku Allah wujudkan. Diantaranya ruang kelas di foto ini. Ketika awalnya merintis akhir 2018, SAO itu pelaksanaannya di ruang tamu rumahku Mak.

Ya dinikmati saja prosesnya. Sabar nabung, setting goal lagi, ikhtiar memantaskan diri. Alhamdulillah maa syaa Allah Tabarakallah, hitungan bulan ruang kelas SAO bisa digunakan. Ya walau gak 100% sesuai impian yang aku cari fotonya di Pinterest. Tapi Alhamdulillah udah happy banget dengan yang Allah kasih.

Kalau aku bisa, kamu juga bisa kok Mak.

Praktekin 3 poin di atas ya. Bismillah satu-satu impian Mak terwujud aamiin…

Salam SUKSES Online Shop Indonesia

Muri Handayani

“Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”