Ini Dia 4D yang Membuat Bisnis Tidak Berkembang

Muri Handayani SBO Sekolah Bisnis Online Meningatkan Penjualan Omset Pembicara Perempuan Inspirasi Motivator Pengusaha Muda Pengajar Marketing Online Bandung
Coba Mak inget, sudah berapa banyak bisnis yang Mak jalani? Kalo saya sudah 7 bisnis Mak. Alhamdulillah 6 diantaranya sudah gulung tikar ahahahaaa…
 
Sudah berapa lama bisnisnya bertahan? Dari 6 bisnis yang saya jalani itu ada yang kurang dari 3 bulan, 6 bulanan, 10 bulan, hmmm saya ragu apakah ada yang lebih dari setahun. Saking sering gonta ganti bisnis sampe gak inget lagi ^_^
 
Sudah sejauh mana perkembangannya sebelum tutup? Ada yang baru sampe tahap bikin produk, trus gak tau jual kemana, bahkan belum satupun yang terjual wakakakakaaa.. langsung tutup toko sebelum buka. Parah!! Ada juga yang berhasil sampe jual produk di bisnis rok batik. Namun saat itu gak ngerti cara perhitungan harga jual, sistem keagenan, foto juga culun banget ahahhahaaa…
 
Bagaimana dengan bisnis Mak? Jangan-jangan baru percobaan bikin produk, gagal terus, eh nyerah. Atau saat ketipu konsumen, trus baper akut, langsung tutup.
 
Alhamdulillah kalo ternyata bisnis Mak bertahan hingga saat ini. Nah pertanyaan berikutnya.. Sudah sejauh mana pertumbuhannya Mak? Apakah OnlineShop Mak gitu-gitu aja? Ngerasa mandek?
 
Awal memulai OnlineShop nya sih barengan, dia sudah jauh kedepan, tetapi kenapa kita segini aja ya Mak? Padahal produknya sama, harga juga bersaing kok. Mungkin bukan salah produknya Mak, tapi gara-gara si 4D ini yang bikin bisnis jalan ditempat.
 
Yuk kita analisa, apakah si 4D ini ada dalam diri Mak?
 
1. DUH RIBET… Untuk nambah follower kok ya harus kaya gitu langkahnya, RIBET amat. Ngetik jawabin orderan ga usah rapi-rapi amatlah, yang penting mereka paham, ga usah pake RIBET. Harus terus tingkatin interaksi dengan calon konsumen, hadeeeeh RIBET.
 
2. DUH REPOT… Harus teliti catetin semua pengeluaran, membuat laporan penjualan, hitung berkala stock, analisa laba rugi.. REPOOOT.. Lagi banyak orderan nih, yang kaya gitu nanti aja lah.
 
3. DUH GA SEMPET.. Dari pagi udah ngurusin orderan, malem rekap, cek ke supplier, ini itu…GA SEMPET lah kalo harus ikut pelatihan, apalagi yang ada PR nya.
 
4. DUH CAPEK… Gini aja udah untung kok, ga usah pake inovasi segala, kerjaan saya banyak, CAPEK.. Lebih penting ngurusin orderan yang ada, jelas duitnya. Kalo harus ngurusin perintilan yang terus-terusan dan butuh ketelitian, itu bikin CAPEK.
 
Jadi.. ketika suatu hari nanti ada kompetitor yang nyalip Mak dengan inovasi baru, jangan protes ya. Pada saat Mak terlena dengan kenyamanan banjir order, namun keuangan Mak kacau, tahu siapa penyebabnya?
 
Besok, mungkin lahir ratusan kompetitor yang bisa membuat konsumen loyalmu berkhianat, karena mereka ditawari cinta yang lebih indah. Siapkan hatimu ya Mak…
 
Ya Allah jauhkan lah kami dari penyakit 4D ^_^ Mampukanlah kami menyelesaikan segala ujianMu dengan baik dan benar, serta lulus dengan nilai yang memuaskan. aamiin…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

PARAAAAH banget! Jangan sampe kamu ngalamin kaya gini ya Mak :(

SBO Sekolah Bisnis Online Muri Handayani Pelatihan Bisnis Workshop Jualan Mengenal Ciri Kriteria Investor Modal Butuh Cari Ada salah satu sahabatku, bisnis fashion, Kita sebut dia Tari.
Tari kerjasama dengan temannya dalam bisnis tersebut. Temannya kita sebut saja Joko.

Sebenarnya Tari ini sudah berjalan bisnisnya sebelum bertemu Joko. Dengan keinginan membesarkan usahanya, Tari mengajak Jogo sebagai penanam modal/investor. Setelah konsultasi sana sini, akhirnya terbentuklah perjanjian kerjasama.

Berjalan hampir 3 tahun kerjasama mereka.

Mulailah disini terkuak keanehan yang bikin nangis dipojokan sambil makan Cheese Cake satu loyang, gak peduli berat badan.

Saya bertanya ke Tari..
Muri : Tari..tugas kamu apa aja di bisnismu?
Tari : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..
Muri : Okey…banyak juga ya.. Dapet GAJI berapa dari bisnismu?
Tari : Gak ada
Muri : WHAAAATTTT!!! Kerjaan sebanyak itu kamu gak digaji?
Tari : Kan ada dari sistem bagi hasil
Muri : Bagi hasilnya setiap bulan?
Tari : Iya
Muri : Gimana sistem bagi hasilnya?
Tari : Dari penjualan, dikurang HPP, lalu dibagi 2
Muri : (SHOCK…!) Penjualan dikurangi HPP, dibagi 2??? Untuk biaya karyawan, packing, internet, listrik, sewa tempat, tenaga kamu, biaya promosi dll itu siapa yang tanggung?
Tari : Aku
Muri : (gak bisa ngomong, langsung lemes)..

Coba kita bedah kasus Tari ini ya Mak. Anggap omset 100 juta. HPP (harga pokok produksi) 70 juta. Tari ada yang ambil dari produsen dan ada yang bikin sendiri. Dia jualnya grosiran, jadi margin tidak terlalu besar.

100 juta – 70 juta = 30 juta
30 juta dibagi 2 ke investor. 15 juta yang didapat Joko Sang Investor.
Apakah yang didapat Tari sama 15 juta? TIDAK!

Karena dia harus menanggung semua biaya pengeluaran.
– Karyawan 1 juta x 3 = 3 juta
– Listrik, Air, Internet, sewa tempat (masih di rumah Tari sebenarnya, tapi menurut saya harus masuk biaya sewa) = 2 juta
– Biaya packing = 500.000
– Promosi = 500.000
– ATK, Penyusutan Alat Kerja (Laptop, HP, Printer) = 1 juta
– THR Karyawan, Biaya Karyawan Sakit = 500.000
– lainnya

Kita asumsikan totalnya 7.5 juta
15 juta uang yang diterima Tari, dikurang biaya pengeluaran 7.5 juta. Maka Tari mendapat sisa 7.5 juta. Apakah ini keuntungan? BUKAN!

Bagaimana jika Tari sakit? Lalu siapa yang mengerjakan pekerjaan ini : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, konsep promosi, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..

Seharusnya Tari digaji, karena mengurus banyak pekerjaan. Dan sistem bagi hasil bukan dari margin (Penjualan dikurang HPP). Bagi hasil dari Penjualan – HPP – Pengeluaran – Profit ditahan, baru bisa dibagi hasil sisanya. Dan pembagian hasil tidak harus 50%.

Aaaahhhh… kemana saja saya selama ini, kenapa baru tahu sekarang kasus Tari

Saya di RAZHA itu digaji Mak. Karena saya kan kerja di RAZHA. Tugas saya Marketing, Branding, HRD. Jika saya nantinya merekrut orang HRD, maka gaji saya berkurang, karena pekerjaan saya berkurang.

Jadi.. selama hampir 3 tahun ini bisa dikatakan Tari kerja rodi Mak  Dia menjadi sapi perah Joko Sang Investor. Kabar terbaru, Tari sudah memperbaiki perhitungan kerjasama, namun Joko tidak terima, dia kadung keenakan dengan perjanjian yang pertama. Karena Tari sudah sadar, dia memutus kerjasama. Tapi sayangnya mereka juga jadi putus silaturahim

Amit amit Mak.. jangan sampe kamu ngalamin kaya gitu ya. Soal INVESTOR itu ada ilmunya juga Mak, sama halnya kita pengen laris jualan kan ada ilmunya. Nah untuk membesarkan bisnis dengan jalan terima investor, kita WAJIB tau ilmunya, biar gak sengsara.

Saya yakin betul dari kisah ini kita bisa petik banyak pelajaran. Alhamdulillah guru saya Pak Hernawan Adi Wibowo mau meluangkan waktunya untuk saya ajak berdiskusi soal INVESTOR, 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung.

Setelah Mak baca kisah ini, saya percaya Mak gak mau ngalamin kaya gini ya Mak. Tapi kita gak boleh parno juga Mak, jadi anti investor. Kita kan ingin membesarkan bisnis. Itu yang dilakukan Hijup.com makanya Mba Diajeng sekarang bisnisnya gedeeee banget. Jadi investor Mba Diajeng itu bukan hanya kasih modal Mak, tapi kasih coaching untuk pengembangan bisnisnya.

Ternyata ada cara cerdas untuk memilih investor, dan bagaimana caranya supaya kita dilirik investor ini juga ada ilmunya. Nah yang juga sangat penting adalah kita belajar membuat SURAT PERJANJIAN KERJASAMA yang “benar”, biar gak sengsara.

Aaaah saya gak sabar mau ajak Mak semua NAIK KELAS. Kita belajar bareng yuuk Mak sama Pak Guru Hernawan Adi Wibowo. Inget ya Mak 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Saya doain bisnis Mak semakin tumbuh besaaarrr sehingga SEMAKIN BANYAK MANFAAT bagi masyarakat. Biar bisa cepet berangkatin HAJI bareng orang tua ya Mak. aamiin..
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

NB: Ada harga Early Bird untuk ikut acaranya. Lebih murah daftar hari ini Mak, dijawab Admin SBO Senin sesuai urutan masuk chat di inbox ke Admin SBO

Continue Reading

BAHAYA Salah Menentukan Potensi Anak Berakibat Depresi.

TDA Perempuan Bandung
TDA Perempuan Bandung

Gemes ya bu disaat kita ngajarin anak tapi susaaah banget dia paham. Lamaaa banget disuruh menghapal. Rumah kaya kapal pecah kalo anak udah main. Kok susah banget ya disuruh beresin mainannya? Ngomooooong aja sepanjang hari, tanya ini itu hadeeeh :joy:

Jangan terlalu cepat menyimpulkan anak kita BODOH, Tidak Berbakat, Nakal, Rusuh, Cerewet, Pemalas, Lemot… Saya yakin kita semua tahu bahwa Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaanNya. Saya juga yakin Anda menginginkan yang terbaik bagi masa depan anak-anak Anda. Maka segala daya upaya akan kita lakukan untuk mencapainya.

Ketika sang anak belum berhasil meraih apa yang kita harapkan, apanya yang salah ya? Apakah sang anak yang kurang cukup keras mencapainya atau sang ibu yang salah cara memotivasinya? Atau bahkan sebenarnya kita salah memilih bidang yang ditekuninya?

Temukan jawabannya di acara kopdar WWC (TDA Perempuan Bandung):
Hari : Selasa, 29 November 2016
Jam : 11.00 – 14.00
Lokasi : Warung Twogether, Jl. Lodaya No.63
Pemateri : Esa Puspita

Acaranya GRATIS bunda, kita patungan biaya konsumsi dan kas WWC ya Rp. 60.000,-

Konfirmasi pendaftaran silahkan ke Vitri Andriane 0815-7375-5351
Rek Mandiri : 1300014129889 an Eva Herliyanti

Peserta terbatas hanya untuk 40 orang. Panitia hanya memproses yang sudah melakukan transfer dan tidak menerima pembayaran ditempat.

Continue Reading