Nah Ini yang Menyebabkan DAGANGAN SEPI

Muri Handayani SBO Sekolah Bisnis Online Jualan Laris Emak Emak Jago Jualan Pembicara Motivator Guru Pengajar
 
Berkali-kali ganti bisnis menurut saya bukan suatu keRUGIan. Awalnya sih ya gitu, baper abiiiss… nangis dipojokan lamaaa banget. Seiring waktu berjalan, saya siap KELUAR SANGKAR untuk coba bisnis baru. Dan teranyata eeeng iiing eeeng… terus mengalami kerugian lagi ahahaaa…
 
Hingga akhirnya saya bergabung ke komunitas TDA (TanganDiAtas.com) disitulah awal mula saya paham bahwa untuk menjalankan bisnis itu ya kudu BELAJAR. Saya kira segala kegagalan saya di bisnis sebelumnya adalah kerugian yang paling besar. Eeeeh ternyata teman-teman di TDA ada yang rugi puluhan juta, ratusan juta bahkan sampe milyaran. Waduuuuh ternyata saya hanya seujung kuku Mak.
 
Enaknya di TDA itu saya sering diskusi dengan para senior. Dan dalam percakapan santai itulah banyak ilmu penting yang bisa saya terapkan di bisnis dan juga kehidupan pribadi saya.
 
Hal yang paling lumrah ditanyakan oleh para pebisnis/pedagang pemula adalah.. kenapa sih dagangan sepi?
 
Ada banyak faktor Mak, ternyata bukan soal gejolak ekonomi dan politik yang sedang memanas 😀 Penyebab dagangan sepi justru ada di dalam diri kita sendiri. Waduuuuuh?
 
1. Evaluasi produk.
Yakin itu adalah produk yang diinginkan KONSUMEN. Jangan-jangan produknya bagus/enak menurut kita 😀 Bukan berdasarkan hasil riset konsumen. Saya udah ngalamin nih Mak yang kaya gini, bikin produk yang menurut saya bagus, sekali lagi..menurut saya bagus. Eh ternyata pas saya jual, gak laku ahahahahaa… Jadi saat kita mau produksi/pilih produk dari supplier, riset dulu apa kebutuhan dan keinginan pasar.
 
2. Salah satu cara mengenalkan produk adalah dengan BERIKLAN.
Saya udah rajin ngiklan kok, tapi gak ada respon 🙁 kenapa ya?
Yuk kita evaluasi Mak:
– Apakah kita sudah beriklan kepada orang yang tepat? Jangan-jangan jualan sambel ke orang yang gak doyan pedes. Jangan-jangan jualan panci ke anak kuliahan. Jangan-jangan jualan eskrim Magnum ke anak SD Negri.
– Apakah kita sudah tahu cara menyentuh hati konsumen? Kan katanya “sentuhlah dia tepat di hatinya, maka dia akan keluarin dompetnya :p ” Jangan-jangan kita gunakan iklan dengan bahasa alay, tapi jualinnya ke usia 30an. Jangan-jangan kita bahasanya bikin bosen orang karena diawali dengan DIJUAL, BELI YUK, CEPETAN ORDER.. Konsumen udah jenuh Mak cara seperti itu.
– Ah barang gitu aja mahal banget. Nah nah.. jangan-jangan pesan yang ingin kita sampaikan ke konsumen tidak didapat. Barangnya aslinya bagus, tapi fotonya tidak meyakinkan, tulisannya berasa kelas bawah, pelayannya kaya di kaki lima. Masa ngelayanin kelas menengah tapi chatnya berasa transaksi sama anak alay hehehee..
 
3. Poles terus konsep branding
Barangnya sama, harga lebih mahal, kenapa dia laku banget ya?
Coba intipin konsep brandingnya Mak. Banyak orang laris jualannya karena jago bikin baper konsumen.
 
4. Marketing Langit
Katanya rejeki itu gak ketuker ya Mak. Produk sama, cara jualan sama, harga sama, tapi dia lebih laris.. Intip lebih dalem Mak, ternyata mereka marketing langitnya lebih dahsyat. Ibadahnya jempol banget, berbakti sama orang tua selalu diutamakan, sedekahnya jorjoran, bisnisnya punya Visi Misi yang mulia…
 
Yang saya suka dari proses belajar menjadi pebisnis adalah bukan hanya soal jago jualan. Namun secara pribadi kemampuan diri, kedewasaan, pola pikir, hubungan saya dengan Allah, leadership, sosial…semua ikut terasah. Jadi kalo dibilang profit ataupun free cash yang saya dapat kecil, sesungguhnya saya mendapat jauuuuh lebih banyak dari itu Mak. Pembelajaran hidup yang tidak bisa dibeli dengan cara apapun, kecuali berdasarkan pengalaman sendiri.
 
Selamat menikmati prosesnya ya Mak. Saya doain Mak semua kuat jalanin prosesnya.. aamiin…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Jurus Ampuh Mengalahkan Kompetitor Bisnis dengan 9T

Muri Handayani Pengusaha Bisnis Online Pelatihan Pemateri Motivator Wanita Sekolah Bisnis Online Produsen Busana Muslim Fashion Kerudung
Tanpa sadar kalimat itu terlontar saat rumpi dengan Mba Enden Nina dan Mba Maria Ulfah Fathimah di rumahku, eh rumah mertua deng hehhehee… Maklum belom punya rumah sendiri, masih numpang. Target 5 buan lagi rumah mungilku jadi Mak, bismillah… bantuin doa ya teman-teman.
 
Kembali ke hasil rumpi Mak. Disadari atau tidak, kompetitor itu lahir setiap hari. Gak cuma satu, puluhan, mungkin ratusan. Kalo kita BAPER karena ada orang yang ngikutin bikin/jualin produk yang sama dengan kita, maka dijamin, tiap hari nangis di pojokan Mak ahahhahaa…
 

CAPEK Maaaaak, habis energi kita untuk BAPERin kompetitor. Kita pikirin atau enggak, kompetitor tetap akan lahir dan bertumbuhkan. Jadi buat apa buang waktumu yang sangat berharga itu?

 

TUGAS kita adalah:
 
1. Terus belajar
Tidak perlu semua hal dipelajari Mak. KIta fokus mempelajari ILMU yang bisa mendekatkan kita untuk mewujudkan IMPIAN. Fokus..fokus..fokus.. belajar..praktek..belajar..praktek..
 
2. Terus berinovasi
Dan ternyata inovasi itu bukan hanya di urusan PRODUK Mak. Setelah ikut workshopnya Pak Indrawan Nugroho tentang Rise Above The Crowd, disana saya terbuka wawasannya. Ternyata ada 10 tipe inovasi dalam bisnis. Doain ya semoga saya bisa kupas nanti 1-1. Saya bocorin dulu pointnya: Profit Model, Network, Structure, Process, Product Performance, Product System, Service, Channel, Brand, Customer Engagement.
 
3. Terus evaluasi
Dikritik itu bikin nyesek dada ya Mak. Tapi sesungguhnya dari kritik dan pendapat orang lain, kita bisa terus memperbaiki diri dan bertumbuh. Evaluasi dari berbagai bidang dan dilakukan secara berkala. Jangan duduk manis di zona nyaman. Jangan ngerasa udah paling hebat, paling laku, paling bagus. Tanpa disadari..kompetitor nyalip 1.000 langkah Mak!
 
4. Terus bangun tim
Alhamdulillah kemarin baru gese-geser lagi tim di SBO dan RAZHA. Tim itu dinamis, harus terus bertumbuh dan bertambah. Dari segi jumlah dan kemampuan. Untuk mendapatkan hasil yang berbeda (lebih banyak dan lebih baik) tentunya tidak bisa jika kita tidak tumbuhkan kemampuan dan kapasitas tim ya Mak.
 
5. Terus besarkan mimpi
Jika diawal mimpinya hanya untuk perut sendiri. Sekarang harus tobat hahahaaa… Ternyata Allah ciptakan kita dimuka bumi pasti ada Misi yang harus kita tuntaskan sebelum kita mati Mak. Tentunya Misi tersebut adalah untuk kesejahteraan ummat. Namun tiap orang ada bidang yang berbeda. Apakah di bidang kesehatan, kelestarian lingkungan, pendidikan, agama, perdamaian dll. Nah kita sebagai Emak-Emak yang suka jualan. Kita bisa memilih satu diantara bidang tersebut yang kita sokong melalui DONASI yang kita ambil dari hasil penjualan di bisnis kita Mak. Kalo memang gak mampu pergi ke hutan untuk nanam pohon, kita bisa salurkan dana ke tim relawan untuk pelaksanaannya.
 
6. Terus perbaiki sistem
Terkadang yang bikin kusut di bisnis itu bukan soal barang gak laku. Produk bagus, penjualan banyak tapi lama-lama kenapa makin banyak kekacauan. Salah kirim, terlambat, tidak terdeteksi orderan siapa, uang ditilep karyawan, karyawan saling iri kerjaan, barang hilang dll. Nah disini tugas kita sebagai pemimpin untuk membuat sistem yang mampu dijalankan dengan baik dan benar. Sehingga bisa bikin kita tidur nyenyak ahahhahaa… puyeng Mak tidur sambil mikirin kerjaan ^_^
 
7. Terus tambah jaringan
Dalam Islam kan diajarkan silaturahim ya, banyak sekali manfaatnya. Ikut komunitas, banyak diskusi, sering mendengar, namun hindari debat gak jelas wakkakakaa..
 
8. Terus putar modal + profit
Kedewasaan seseorang dinilai dari sebarapa mampu dia MENUNDA KESENANGAN. Makin besar penghasilan, makin besar pengeluaran aahhahaaa.. gw banget ini ^_^ bismillah 2017 saya mau tobat. Makanya lagi benahi pencatatan keuangan niih Mak.. doain ya Mak saya bisa istiqomah ^_^
 
9. Terus tingkatkan pelayanan
Saya rela bayar lebih mahal tapi pelayannya senyum, Dibanding toko sebelah yang ngasih harga murah tapi jutek wakakkaka.. Katanya karayawan/tim itu gambaran dari pemimpinnya. Nah kita ajak jutek ke karyawan, gimana mereka bisa ramah ke konsumen ya Mak? heheheee.. Secara berkesinambungan kita terus perbaiki diri dan tularkan ke karyawan.
 
Kompetitor jual lebih murah, gimana donk?
 
Biarin aja, liat deh nanti dia bisa bertahan hidup ga? ahahhaa… Dengan profit yang kecil, dijamin mereka ga bisa survive karena ga cukup memiliki dana untuk memperbesar tim, ikut pelatihan, biaya iklan, biaya branding, bonus untuk mitra, penyusutan perangkat kerja, dll.
 
Bisnis itu bukan hanya soal PRODUK & HARGA. Jauh lebih rumit, pusing deh hihihihiiii… Kalo ga siap pusing, jangan bisnis, dirumah aja main sama anak-anak.
 
Semangat berjuang Emak Setrooong, aku selalu ada untukmu #eeeaaaa
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Cara cek berapa pertumbuhan bisnis 2015 vs 2016

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online SBO Pengajar Perempuan Wanita Inspirasi Pembangun Ekonomi Rakyat Pejuang Ilmu Pembicara Nasional Motivator Pengusaha Praktisi

Pertumbuhan tidak hanya soal besaran omset yang masuk. Yuk coba kita cek pertumbuhan di berbagai bidang, temasuk pengembangan diri sang owner.

1. Omset

2. Profit. Sedih kalo point 1 besar, tapi point 2 hanya recehan ya Mak :p

3. Cash. Percuma point 1 & 2 nilainya besar, tapi cashnya menyedihkan wakakakaaa…

4. Jumlah Mitra. Untuk melihat sebarapa banyak peluang bisnis yang bisa kita ciptakan untuk masyarakat.

5. Jumlah orang yang terlibat dalam bisnis (karyawan, penjahit, kurir, supplier, pengrajin dll). Untuk melihat seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan untuk mengurangi jumlah pengangguran.

6. Donasi. Berapa besar keberkahan yang kita berikan untuk kepentingan ummat dari hasil kita berniaga.

7. Pertumbuhan diri owner. Sudah ikut pelatihan apa aja sepanjang 2016 daaaan sudah berapa banyak yang dimplementasikan dalam kehidupan? Makin pinter jualan, makin pinter ngatur keuangan, makin pinter manajemen waktu, makin pinter ngatur alur bisnis, makin pinter manajemen stock, makin pinter ngurus karyawan dll

8. Olshop itu bukan cuma soal ada barang dan ada konsumen. Tidak hanya kemampuan jualan yang diasah. Skill mengelola emosi diri juga menjadi hal penting ternyata Mak. Seberapa BAPER saat ada yang PHP, komplen, ngomel, kritik pedas.. Manajemen Hati juga penting. Yang dulunya gampang baper dan emosian, sekarang labih kalem dan berpikir posiif terus. Nah ini kemajuan namanya 😉

9. Kesuksesan Emak Olshop itu dilihat juga dari seberapa bahagia anak dan suaminya? Nah looooh… Kalo Emaknya super sibuk ngurus olshop tapi keluarga cemburu dan bersedih hati karena gak keurus, ini belum sukses menurutku Mak. Nah ini ada skalanya kalo saya.. Tingkat kebahagiaan anak dan suami atas hadirnya diriku. Misal dari 1 – 10 Mak merasa kebahagiaan suami dan anak ada di angka berapa? Kayanya saya masih di angka 7. Setuju gak Beyb Dwiputro Bowo Adiprabowo? 😀 Maaf ya aku belum sempurna untukmu #eeeaaaa…

Jika dirasa 2017 Emak pengen banget bisa ningkatin bisnis dari hal modal (uang) maupun tim, sepertinya mak butuh ilmu soal INVESTOR. Sama, saya juga lagi butuh ilmu cara mencari investor dan perhitungannya, biar gak salah soal hitungan bagi hasil dan sistem kerjasamanya. Oleh karena itu saya mengundang Pak Hernawan Adi Wibowo untuk bongkar ilmunya seputar Investor. 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Mohon maaf hanya yang serius mau ngembangin bisnisnya atau yang mau belajar jadi investor yang akan dilayani pendaftarannya oleh Admin SBO melalui inbox di www.facebook.com/sboplaza ya Mak.

Semoga Allah mampukan kita untuk terus tumbuh menjadi lebih ya Mak. Ditetapkan hatinya untuk teguh dalam menjalankan proses bisnis yang sedaaaaap rasanya ahahahahaa… Semangat berjuang Emak Setrooong 😉

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Suka duka menerapkan sistem DROPSHIP

Produsen Grosir Inner Ninja Jilbab Ciput Hijab Anak Tudung terlengkap RAZHA supplier Busana Muslim Fashion Baju
 
Ini bukan stock gudang Mak. Ini tumpukan barang bookingan dari Mitra. Mitra jual retail, dapet orderan, sambil nunggu di bayar konsumen, Mitra booking pesenan konsumen ke pusat. 2 rak ini gak cukup, sampe ada yang berserakan di lantai, gak kepoto, malu berantakan banget hahahahaaa…
 
Eh ada juga sebagian yang titipan Mitra. Jadi Mitra beli, namun gak dikirim ke rumahnya, disimpen di gudang RAZHA. Karena untuk mempermudah pengiriman mereka, Mitra gak repot packing. Duh enak banget ya Mitra RAZHA dimanjain ahahhahaa…
 
Ini juga memudahkan mereka misal ada yang pesen 5 warna, mereka punya stock 3 warna, yang 2 mereka gak punya, jadi bisa ambil dari stock gudang RAZHA. Mitra tinggal bayar yang 2 nya aja.
 
Kasian kalo Mitra harus nyetok di rumah, karena di RAZHA ada 52 warna. Mitra enak, gak repot. Tapi pusat yang ketumpuan rempongnya ahahahaaa… Tapi saya menerima resiko ini. Karena memang dari awal bangun RAZHA pengen banget bantu sebanyak-banyaknya Ibu Rumah Tangga punya penghasilan tanpa ribet.
 
Untuk mendapatkan fasilitas dropship, harus menjadi Mitra resmi RAZHA. Konsep ini baru saya terapkan mungkin 2 tahun terakhir Mak. Alhamdulillah OMSET NAIK. Namun dengan kerempongan yang juga naik :p
 
Gara-gara sistem dropship ini, saya harus nambah 1 karyawan bagian Admin Stock, jadi Mitra bisa tanya stock pada jam kerja dan dijawab secepat mungkin. Karena stock di RAZHA dalam hitungan menit bisa berubah atau bahkan habis. Bagian packing juga harus ditambah. Karena biasanya kirim puluhan sampai ratusan pcs langsung dalam 1 karung, sekarang perintilan Mak, kecil-kecil paketnya.
 
Sistem order, pembukuan, sistem stock, manjemen QC dll, semua harus beradaptasi dengan sistem dropship ini. Semua kerempongan itu berbuah manis alhamdulillah.
 
Hidup ini pilihan, Mak bisa terapkan sistem beli putus (Mitra nyetok) atau dropship. Semua ada kelebihan dan kekurangan, serta ada resiko yang harus ditanggung. Bisnis itu terkadang seperti seni Mak. Tidak ada yang salah dalam strateginya. Tinggal kita cobain aja, nanti akan kelihatan hasilnya. Lalu Mak pilih mana yang lebih nyaman bagi Mak dan mana yang lebih menguntungkan.
 
Ya iya lah kudu menguntungkan Mak hehehee jangan cuma karena ga enakan sama orang lain. Jangan kerja rodi. Harus berani membuat perubahan, pasti ada yang pro dan kontra di awal. Tapi ini kan bisnis Mak, suka-suka lo donk sebagai owner ahhahahaa..
 
Hanya mereka yang mampu beradaptasi dan berani melakukan perubahan yang akan BERTAHAN.
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

PARAAAAH banget! Jangan sampe kamu ngalamin kaya gini ya Mak :(

SBO Sekolah Bisnis Online Muri Handayani Pelatihan Bisnis Workshop Jualan Mengenal Ciri Kriteria Investor Modal Butuh Cari Ada salah satu sahabatku, bisnis fashion, Kita sebut dia Tari.
Tari kerjasama dengan temannya dalam bisnis tersebut. Temannya kita sebut saja Joko.

Sebenarnya Tari ini sudah berjalan bisnisnya sebelum bertemu Joko. Dengan keinginan membesarkan usahanya, Tari mengajak Jogo sebagai penanam modal/investor. Setelah konsultasi sana sini, akhirnya terbentuklah perjanjian kerjasama.

Berjalan hampir 3 tahun kerjasama mereka.

Mulailah disini terkuak keanehan yang bikin nangis dipojokan sambil makan Cheese Cake satu loyang, gak peduli berat badan.

Saya bertanya ke Tari..
Muri : Tari..tugas kamu apa aja di bisnismu?
Tari : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..
Muri : Okey…banyak juga ya.. Dapet GAJI berapa dari bisnismu?
Tari : Gak ada
Muri : WHAAAATTTT!!! Kerjaan sebanyak itu kamu gak digaji?
Tari : Kan ada dari sistem bagi hasil
Muri : Bagi hasilnya setiap bulan?
Tari : Iya
Muri : Gimana sistem bagi hasilnya?
Tari : Dari penjualan, dikurang HPP, lalu dibagi 2
Muri : (SHOCK…!) Penjualan dikurangi HPP, dibagi 2??? Untuk biaya karyawan, packing, internet, listrik, sewa tempat, tenaga kamu, biaya promosi dll itu siapa yang tanggung?
Tari : Aku
Muri : (gak bisa ngomong, langsung lemes)..

Coba kita bedah kasus Tari ini ya Mak. Anggap omset 100 juta. HPP (harga pokok produksi) 70 juta. Tari ada yang ambil dari produsen dan ada yang bikin sendiri. Dia jualnya grosiran, jadi margin tidak terlalu besar.

100 juta – 70 juta = 30 juta
30 juta dibagi 2 ke investor. 15 juta yang didapat Joko Sang Investor.
Apakah yang didapat Tari sama 15 juta? TIDAK!

Karena dia harus menanggung semua biaya pengeluaran.
– Karyawan 1 juta x 3 = 3 juta
– Listrik, Air, Internet, sewa tempat (masih di rumah Tari sebenarnya, tapi menurut saya harus masuk biaya sewa) = 2 juta
– Biaya packing = 500.000
– Promosi = 500.000
– ATK, Penyusutan Alat Kerja (Laptop, HP, Printer) = 1 juta
– THR Karyawan, Biaya Karyawan Sakit = 500.000
– lainnya

Kita asumsikan totalnya 7.5 juta
15 juta uang yang diterima Tari, dikurang biaya pengeluaran 7.5 juta. Maka Tari mendapat sisa 7.5 juta. Apakah ini keuntungan? BUKAN!

Bagaimana jika Tari sakit? Lalu siapa yang mengerjakan pekerjaan ini : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, konsep promosi, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..

Seharusnya Tari digaji, karena mengurus banyak pekerjaan. Dan sistem bagi hasil bukan dari margin (Penjualan dikurang HPP). Bagi hasil dari Penjualan – HPP – Pengeluaran – Profit ditahan, baru bisa dibagi hasil sisanya. Dan pembagian hasil tidak harus 50%.

Aaaahhhh… kemana saja saya selama ini, kenapa baru tahu sekarang kasus Tari

Saya di RAZHA itu digaji Mak. Karena saya kan kerja di RAZHA. Tugas saya Marketing, Branding, HRD. Jika saya nantinya merekrut orang HRD, maka gaji saya berkurang, karena pekerjaan saya berkurang.

Jadi.. selama hampir 3 tahun ini bisa dikatakan Tari kerja rodi Mak  Dia menjadi sapi perah Joko Sang Investor. Kabar terbaru, Tari sudah memperbaiki perhitungan kerjasama, namun Joko tidak terima, dia kadung keenakan dengan perjanjian yang pertama. Karena Tari sudah sadar, dia memutus kerjasama. Tapi sayangnya mereka juga jadi putus silaturahim

Amit amit Mak.. jangan sampe kamu ngalamin kaya gitu ya. Soal INVESTOR itu ada ilmunya juga Mak, sama halnya kita pengen laris jualan kan ada ilmunya. Nah untuk membesarkan bisnis dengan jalan terima investor, kita WAJIB tau ilmunya, biar gak sengsara.

Saya yakin betul dari kisah ini kita bisa petik banyak pelajaran. Alhamdulillah guru saya Pak Hernawan Adi Wibowo mau meluangkan waktunya untuk saya ajak berdiskusi soal INVESTOR, 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung.

Setelah Mak baca kisah ini, saya percaya Mak gak mau ngalamin kaya gini ya Mak. Tapi kita gak boleh parno juga Mak, jadi anti investor. Kita kan ingin membesarkan bisnis. Itu yang dilakukan Hijup.com makanya Mba Diajeng sekarang bisnisnya gedeeee banget. Jadi investor Mba Diajeng itu bukan hanya kasih modal Mak, tapi kasih coaching untuk pengembangan bisnisnya.

Ternyata ada cara cerdas untuk memilih investor, dan bagaimana caranya supaya kita dilirik investor ini juga ada ilmunya. Nah yang juga sangat penting adalah kita belajar membuat SURAT PERJANJIAN KERJASAMA yang “benar”, biar gak sengsara.

Aaaah saya gak sabar mau ajak Mak semua NAIK KELAS. Kita belajar bareng yuuk Mak sama Pak Guru Hernawan Adi Wibowo. Inget ya Mak 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Saya doain bisnis Mak semakin tumbuh besaaarrr sehingga SEMAKIN BANYAK MANFAAT bagi masyarakat. Biar bisa cepet berangkatin HAJI bareng orang tua ya Mak. aamiin..
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

NB: Ada harga Early Bird untuk ikut acaranya. Lebih murah daftar hari ini Mak, dijawab Admin SBO Senin sesuai urutan masuk chat di inbox ke Admin SBO

Continue Reading

Ssssttt…Jangan Bilang Siapa – Siapa Ya, Ini Harga Yang Harus Saya Bayar Untuk Mempertahankan RAZHA

PROMO JANUARI 2017 Diskon Discount 50% Inner NInja Ciput Antem Soul RAZHA Daleman Dalaman kerudung Anak Tudung JIlbab Hijab KhimarMasuk tahun ke 6 menjalankan RAZHA, sudah puluhan kali terucap SAYA MENYERAH  Nangis di pojokan kamar, udah ga kehitung berapa sering Mak.

Gagal produksi puluhan juta, cacat bahan yang tidak bisa diretur karena terlanjur dipotong, karyawan “berulah”, kurir bermasalah, konsumen komplen, mem-PHK semua karyawan, stres manajemen waktu antara bisnis dan keluarga (punya 2 balita homeschooling), manajemen keuangan kacau, tagihan supplier datang tapi ga ada cash dll.. cape ngetiknya karena banyak bgt penderitaanku ahahhahahaaaa… Oh nasibku Mak

Ya itulah HARGA yang harus saya BAYAR untuk bisa mempertahankan RAZHA selama hampir 6 tahun Mak. Makanya kalo ga mau “menderita” ga usah ikutan buka OnlineShop, jadi ibu rumah tangga aja lebih nikmat Jujur terkadang saya iri dengan ibu-ibu yang bisa punya banyak waktu untuk membuat masakan istimewa bagi keluarganya setiap hari. Lah saya…ga sempet. Sekalinya ada waktu, yang dipikirin kerjaan Olshop Mak

Tapi sekarang sih saya udah jarang baper  alhamdulillah… karena saya punya NOBEL PURPOSE yang sudah direvisi saat mengikuti Innovative Competitive by Indrawan Nugroho.

Untuk bisa Rise above the crowd memang SUSAH tetapi BISA! Supaya hati kita tetap KUAT disaat SUSAH, kita WAJIB memiliki Nobel Pupose (tujuan mulia, menurut pemahaman saya).

Saat ini saya menjalankan RAZHA sebagai pilot project dalam mengajar di SBO (Sekolah Bisnis Online). Saya mau MEYAKINKAN peserta (saat ini sudah ada lebih dari 2.210 alumni yang tersebar di belasan negara, 99% wanita) bahwa OnlineShop bisa mengubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik.

SBO membantu wanita untuk ikut berjuang (jihad) mencari nafkah demi meringankan beban suami, tanpa harus banyak keluar rumah.

Taukan berapa beban biaya pendidikan saat ini?
Taukan berapa harga rumah saat ini?
Taukan berapa biaya kesehatan saat ini?

Saya lahir di keluarga sederhana, ibu saya punya rumah makan kecil, berangkat subuh untuk kepasar lalu pulang diatas jam 9 malam. Ayah saya pernah menjadi supir angkot. Kami anak-anaknya merasa kekurangan kasih sayang karena kedua orang tua sibuk bekerja diluar. Pastilah seorang anak butuh didengarkan ceritanya selepas sekolah. Butuh tempat curhat ini itu. Butuh diapresiasi dll.

Itulah yang melatarbelakangi DENDAM (dendam positif tentunya) saya. Saya bertekad, anak-anak saya tidak boleh merasakan hal yang sama. Saya harus selalu HADIR dalam kehidupan mereka.

Silahkan googling apa penyebab kenakalan remaja saat ini. Sebagian besar karena kurangnya kehadiran orang tua dalam kehidupan mereka Mak.

Sebagai sarjana, saya ga mau nganggur donk, tapi ga mau kantoran. Alhamdulillah Allah tunjukin jalan di OnlineShop Mak. Bisa dikerjain dirumah dengan waktu yang fleksibel. Walaupun bisnis rumahan, tapi bisa menafkahi ratusan orang, asik kan Mak.

Jadi..kalo saya sedang lelah jiwa raga #eeehhh saya langsung mengingat kembali NOBEL PURPOSE Mak. Nah mumpung mau masuk 2017 nih. Ayo kita bikin Nobel Purpose Mak.

Apa Nobel Purpose (Tujuan Mulia dalam membangun bisnis)mu Mak? Cerita donk…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

7 alasan mengapa SEKARANG SAAT YANG TEPAT untuk Anda belajar bikin BRAND FASHION sendiri.

Produsen Inner Ninja Ciput Hijab Jilbab Gamis RAZHA Bisnis Fashion Supplier Tangan Pertama Anak Tudung

Ini berdasarkan pengalaman kami, lebih tepatnya PENGALAMAN PAHIT Mak  Saya tidak mau Mak ngerasain pahitnya.
1. Sekarang saat yang tepat cari KONVEKSI, karena banyak konveksi nganggur. Justru nanti 4 bln menjelang Ramadhan, penuuuuh semua. Apalah kita brand kecil yang baru mulai, konveksi pasti pilih orderan dari pemain besar.

2. Cari KAIN masih gampang, ga rebutan n ga banyak reject. Apalagi cari kain hitam menjelang Ramadhan, tuh si item rasanya udah kaya selebritis Mak, direbutin banyak orang. Kalo RAZHA ga kebagian kain hitam, para Mitra mulai bawel heheheee… Sudah beberapa tahun ngalamin kalo beli kain di bulan Ramadhan, persentase rejectnya lebih tinggi. Entah karena si pabrik bikinnya buru-buru atau suppliernya ngambil dari beberapa pabrik berbeda -yang penting ada stock-, bisa jadi seperti ini ya Mak.

3. Sebagai pemain baru, pasti awalnya bikin SAMPEL. Ga mungkin langsung jadi kan si sampelnya, kudu bolak balik revisi Mak. Kalo udah mepet Ramadhan, lah kapan beresnya? Orang lain udah panen, Mak masih berkutat di revisi.

4. Jangan pernah percaya janji KONVEKSI soal tenggat waktu Mak  kalo belum paham soal ini, silahkan cari di tulisan saya sebelumnya. Jadi kalo dia janji seminggu, bisa jadi artinya sebulan Mak. Masih mau mepet produksinya menjelang Ramadhan?

5. Kalo saya sih ga percaya dengan standar QUALITY CONTROL nya konveksi Mak. Tim RAZHA akan lakukan QC lagi. Dan ini makan waktu banget. Jadi inget teman saya DF (nama disamarkan, nanti dia nangis lagi kalo inget hiihihiiii..) percaya sama tim QC konveksi. Ealaaaah konsumen buanyaaak yg komplen. Akhirnya ribet deh urusannya..

6. FOTO PRODUK juga butuh waktu kan ya Mak. Cari fotografer yg cocok harga dan kwalitas. Seleksi model, makeup, properti dan konsep. Belum lagi proses edit yang kalo menjelang Ramadhan, itu antriiinya puanjaaang.

7. Maklum lah ya brand baru, pasti butuh waktu mengenalkan ke pemirsa  ayo semangat bikin konsep promo, marketing dan branding. Yang pada akhirnya disaat Panen Raya, kita bisa fokus selling dan CLOSING

Nah sebelum mulai ACTION ada beberapa hal yang harus kita pelajari biar ga kecebur jurang Mak huhuhuuu..
1. Apa itu manajemen produksi
2. Kenapa harus produksi
3. Apa yang harus disiapkan
4. Alur Produksi
5. Produksi sendiri VS Makloon
6. Jenis-jenis Makloon
7. Perjanjian kerjasama Makloon
8. SOP dan administrasi produksi

Terimakasih banyak sebelumnya Bu Guru Teh Rohmah sudah mau meluangkan waktunya untuk kami belajar semua point diatas pada 26 Januari 2017. Sayangnya tidak semua bisa ikut, karena hanya yang serius mau mempelajari dunia produksi saja yang akan dilayani Admin SBO melalui inbox di Sekolah Bisnis Online

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara yang tepat naik kelas dalam bisnis

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online SBO Jualan Mentor Pebisnis perempuan Motivator Pembicara Emak Emak Jago Jualan Penulis Buku

“Jangan pernah harapkan pekerjaan Anda lebih mudah, harapkan diri Anda lebih baik.” – E. James Rohn –

Jadi kebayang ujian anak sekolah. Ketika sudah kelas 4 SD, masa kita berharap ujiannya kaya anak kelas 1 SD. Pengennya yang mudah aja, gak mau yang sulit. Berharap dapet nilai 100, semua serba sempurna, pengen cepet selesai ngerjain soal, gak pake lama mikir.

Celakanya, kehidupan tidak seperti itu ya Mak. Semakin tinggi kita naik kelas, soal ujiannya pun semakin sulit. Lulus SD bukan berarti santai, ada pelajaran SMP yang jauh lebih sulit. Bahkan ketika masuk SMA pelajarannya semakin banyak. Apalagi kuliah, yang dosennya gak lagi menuntun detil seperti guru di bangku sekolah.

Ealaaah masuk dunia kerja, mungkin hanya 30% ilmu yang didapat selama 16 tahun mengenyam pendidikan yang bisa diterapkan di kantor. Apalagi bagi mereka yang kuliahnya apa…kerjanya apa ahhahaa.. seperti anak pertanian yang kerja di bank

Setiap hari kita akan terus dituntut untuk belajar Mak. Bukan hanya soal kerja, tentang ngurus anak dan menciptakan keluarga yang bahagia dunia akhirat juga butuh ilmu ya.

Anak makin besar, ujian orang tuanya juga makin besar.

Sama halnya dalam bisnis Mak. Dari awal mau mulai, sampe yang bisnisnya udah tahunan, ujiannya akan terus ada. Karena memang dengan cara seperti itulah bisnis akan bertumbuh. Kita gak bisa menghindar dan menolak.

Tugas kita adalah menghadapinya dan memenangkan ujian tersebut dengan nilai terbaik. Ingat…nilai terbaik bukan karena soalnya mudah, tetapi karena kitanya yang memiliki kemampuan lebih baik dari ujian sebelumnya.

Bagaimana caranya supaya bisa memiliki kemampuan yang lebih baik? Kita lihat aja Mak itu anak sekolah gimana caranya bisa naik kelas. Udah tau donk jawabannya BE-LA-JAR

Sepertinya saya harus koreksi do’a juga nih.
“Semoga Allah mudahkan segala urusanmu hari ini”
Sebaiknya menjadi “Semoga Allah mampukan kamu menjadi lebih baik hari ini”

Jadi.. jika kita mandeg dan berhenti berkembang, maka bisnis kita pun demikian. Ketika kita terus belajar dan karenanya bertumbuh, begitu pula bisnis kita Mak. Dan semakin baik kita memainkan bisnis, semakin banyak profit dan cash yang kita dapatkan. 😉

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara saya bangkit dari kegagalan bisnis, bisa Anda tiru

Muri Handayani SBO Sekolah Bisnis Online Emak Emak Jago Jualan Penulis Buku Pelatihan Mentor Pengajar Inspiratif Perempuan Pembicara Jualan Online Shop Meningkatkan Penjualan

Mungkin salah satu alasan kenapa saya bisa melangkah sejauh ini adalah karena saya membuat kesalahan lebih banyak dari orang lain Mak 😀Saya mengambil resiko, saya mau jatuh, saya nangis lebih sering dari orang lain ahahhahaaa..

Coba inget waktu anak kita latihan berjalan Mak. Ketika terjatuh pasti bangun lagi, mencoba lagi, jatoh lagi, coba lagi.. Bahkan terkadang diselingi tangisan, karena pas jatoh posisinya gak pas atau bahkan kejedot hihihhiiii… Pernah gak Mak ada orang tua yang bilang, “Okey kamu sudah jatuh 7 kali, cukup ya, kamu gak akan bisa berjalan, cukup merangkak aja.” Gak mungkin kan Mak ada orang tua yang kaya gitu?

Ketika kita gagal di bisnis pertama, bukan berarti kita ditakdirkan tidak bisa bisnis. Allah minta kita untuk BELAJAR dan terus berusaha dengan cara yang lain, cara yang lebih baik, cara yang sesuai.

Hapus kata menyerah dalam kamus kita Mak. Tanamkan kata BISA BISA BISA. Memang pasti bisa kok, kan Allah nggak pilih kasih, hanya saja kita belum menemukan cara yang tepat. Bagaimana cara menemukannya? Hanya dengan BELAJAR dan MENCOBA.

Kalo gak belajar, kita gak akan menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah. Dan kalo gak dicoba, ya kita gak tau cara itu benar atau salah, berhasil atau tidak.

Fokus pada PENYELESAIAN MASALAH, bukan pada objek masalahnyaya Mak. Okey..caranya gimana, caranya gimana, caranya gimana. Selama ini kita terlalu fokus pada masalahnya, kenapa ya gini, kok hasilnya gini, yah begini jadinya, duh kok begini.

Sekali lagi, FOKUS PADA PENYELESAIAN, CARI SOLUSI, TEMUKAN JALAN BARU, CARA BARU, KEKUATAN BARU.

Paham ya Mak! Mari kita pelukaaaannn…….

Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia. Semoga Allah menetapkan hati kita menjadi perempuan tangguh yang menjadi teladan bagi anak-anak kita. Menjadi penggerak perubahan peradaban menjadi lebih baik. Anak pejuang lahir dari ibu yang tegar! Merdeka ^_^

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ini penyebab SUKSESmu tertunda

muri-handayani-mentor-bisnis-online-perempuan-banjir-order-menaikkan-omset-sbo-sekolah-bisnis-onlineSama-sama dikasih waktu 24 jam sehari. Makanan juga dari hasil Bumi, bukan dari Mars kan ya Mak ahahhaa.. kenapa sih dia udah SUKSES, kita belom?
 
Ternyata hal mendasar yang harus kita lakukan adalah belajar CARA BERPIKIR yang baru, sebelum kita belajar cara melakukan hal yang baru Mak. Berapa banyak dari kita yang pasrah dengan nasib. Ya udah lah emang nasib keturunan orang miskin. Gak akan bisa lah bisnis, gak ada sejarahnya keluarga kita sukses bisnis. Bisnis segini aja udah syukur, gak usah neko-neko lah pengen besar.
 
Hayo ngaku siapa yang masih punya mindset seperti itu? sini aku cubit ^_^
 
Kita gak akan bisa bertahan di dunia bisnis kalo punya pola pikir yang seperti itu Mak. Jangan pernah posisikan diri kita sebagai korban. Iya korban nasib, korban genetik, korban turunan nenek moyang, korban sial, korban politik, korban kebijakan pemerintah, korban keadaan dll. Selama ini kita menyalahkan semua orang atas kesulitan hidup yang kita rasakan.
 
Mak.. cuma diri kita sendirilah yang dapat mengubah apa yang terjadi dalam kehidupan kita, termasuk juga dalam bisnis kita Mak. Tentunya dengan izin Allah. Kan Allah juga yang meminta kita untuk berjuang mengubah nasib, bukan pasrah pada nasib dan menyalahkan orang lain.
 
Kita gak bisa menyalahkan kompetitor, tim, partner, supplier atau siapapun ketika kita gagal. Karena sesungguhnya ketika kita menunjuk orang lain, ada 3 jadi yang menunjuk kepada diri kita. Cobain acungkan telunjuk kita ke orang lain Mak, jari tengah, jari manis dan jari kelingking mengarah kepada kita.
 
Jika kita menginginkan hasil bisnis yang luar biasa, kita harus benar-benar memiliki pertanggungjawaban atas hasil yang kita dapatkan dan juga bertanggung jawab terhadap tindakan yang sudah kita lakukan.
 
Percuma ikut pelatihan sana sini, kalo ujungnya gak bisa ngerjain PR lalu menyalahkan orang lain atas hasil yang kita dapatkan. Mak…sukses itu bukan dikasih, tapi dijemput oleh tangan kita sendiri, pake keringet kita sendiri dan terkadang butuh air mata.
 
Jangan pernah lelah evaluasi diri. Kritik dulu diri sendiri sebelum mengkritik orang lain. Perbaiki diri sendiri sebagai pemimpin, sebelum menyalahkan tim/karyawan/partner.
 
Semangat belajar Emak Setrooong!
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading