Ini Rahasia Kenapa RAZHA Masih Bertahan di Tahun Ke 8

Muri Handayani, mentor bisnis, perjalanan bisnis, perempuan, guru bisnis, bisa, jago

Boleh… kali ini Mak boleh membully aku ahahaahaaa… Aku pun spontan ketawa ketika lihat foto ini lagi. Justru dengan menertawakan masa lalu, artinya kita sudah jauh lebih baik saat ini, aamiiin.. insyaAllah..

Mei 2011 kami merintis RAZHA dengan modal seadanya. Memang langsung fokus di pemasaran online. Jadi tentunya butuh foto produk. Suami saya kebetulan fotografer, tapi saat itu kami gak punya dana untuk bayar model.

Dengan kekuatan Adobe Photoshop, suami menyulapku jadi kinclong wakakakaaa….

Laku gak saat itu dengan foto model amatir?

Wiiih laku alhamdulillah.. izin Allah..

Bagi kami, penjualan sebanyak itu udah wah banget. Mungkin bagi orang lain kecil, tapi bagi kami, dengan penjualan sebanyak itu, kami bisa mengubah garis kehidupan.

Dulu… kami sempet ngerasain yang namanya Romantisme Mie Instan. Apaan tuh?

Makan Mie Instan sebungkus berdua, saking gak punya uang buat makan.

Oh iya, pernah juga dulu ngalamin gak mampu beli sendal jepit, yang harganya gak seberapa. Sekarang, kalo ke toko sepatu, tinggal tunjuk mau yang mana. Bahkan ada aja orang yang ngasih hadiah sendal, bahkan sepatu. Allah udah ganti semuanya, Allah bisa ngasih semuanya, asalkan kita SABAAAAR… Sabar Mak!

Sabar apapun skenario hidup yang Allah kasih untuk Mak saat ini. Memang harus kaya gini jalannya, karena kita juga yang pilih kok. Ini semua hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu.

Apakah RAZHA tiba-tiba besar?

Ya gak lah, udah gak kehitung berapa banyak air mata yang membasahi bantalku disaat aku gak kuat menahan semua ujian bisnis.

Keringat bercucuran ketika harus berjalan kaki, naik angkot, angkat barang berat, kehujanan, kepanasan, dicemooh orang, dihina sana sini 😭 Pernah aku sampe nangis di angkot 😭😭😭

Sabar Mak… sabar…

Sekalipun kita keturunan orang kaya, belum tentu bisa jalanin bisnis.

Mewarisi bisnis, bisa aja, tapi belum tentu bisnis tersebut bisa bertahan di tangan kita.

Mulai dari NOL, gak masalah kok. Intinya SABAR & BERTAHAN.

Karena banyak yang sabar, namun akhirnya mereka ganti bisnis, gak bertahan di bisnis yang dia geluti saat ini. Tergoda dengan rumput tetangga yang lebih hijau. Padahal dia gak tau, rumput tetangga itu sintetis, kaya rumput yang di halaman rumah Mak Muri hihihiiiii…

Entah sudah berapa kali aku mau tutup RAZHA. Tapi lagi-lagi Allah menguatkan hatiku melalui suami dan para sahabat. Karena merekalah yang membuatku mampu kembali menegakkan pundak, ketika gagal produksi puluhan juta, disaat karyawan menyebabkan kerugian, stok numpuk milyaran, gak dapet supplier kain, dimaki konsumen, barang hilang di kurir… aaaaahhhhhh…. sedap lah ujiannya kalo mau naik kelas.

Ya emang gitu Mak, gak ada bisnis yang mudah. Karena kalo mudah, semua orang udah kaya 😅 Bener apa bener?

Kalo Mak saat ini sedang kesulitan produksi, cari guru/mentor/pendamping/senior yang bisa diajak diskusi tentang produksi. Ikut komunitas, silaturahim, berkunjung ke mereka yang sudah berilmu lebih banyak dari kita.

Jika saat ini Mak mumet karena penjualan mandek, stok numpuk, bisnis rasanya mentok bahkan sekarang sedang menurun, jangan cepet-cepet ambil keputusan untuk tutup atau ganti bisnis. Sabar dulu sabar….

Cari teman diskusi (yang tentunya dia juga pebisnis ya), ikut komunitas wirausaha, baca buku, liat di YouTube berbagai video yang penuh ilmu, datengin senior, silaturahim.

Kita butuh dokter untuk menganalisa apa penyebab perusahaan kita sakit. Jangan sampe nanti malpraktek ya. Sakitnya apa, dikasih obatnya apa.

Mungkin, bisa jadi, selama ini kita malpraktek ke bisnis kita sendiri. Karena jalanin bisnis hanya modal nekat 😅 Aku pun dulu gitu kok Mak. Tapi sekarang mah udah tobat alhamdulillah.

Kalo gak ngerti suatu hal, cari ilmunya, cari gurunya, cari tau solusinya. Jangan pake jurus bimsalabim… 😂

Aku salut banget dengan salah satu komunitas di Tasik, namanya Muslimah Preneur yang aku tau dari Teh Najmi Nurul Haq. Mereka rela berbagi ilmu, tips, kiat, info… tanpa takut tersaingi. Justru dengan mengajar, kita malah tambah ilmu dari diskusi permasalahan orang lain. Semoga lahir Muslimah Prenur di seluruh Indonesia. Sehingga semakin banyak lapangan kerja yang tersedia aamiin..

InsyaAllah saya berangkat ke Tasik besok, minta doanya ya Mak untuk kesehatan anakku. Dia minta ikut, maunya nempel terus sama bunda. Semoga Allah izinkan kita kumpul disana hari Ahad ya Mak. Silaturahim dan berbagi ilmu untuk dunia akhirat insyaAllah..

Aku doakan juga Mak dan keluarga sehat semua. aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia

Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading

Bisnis itu orientasinya bukan UANG, tapi KETENANGAN HIDUP.

Muri Handayani, Mentor bisnis online, Guru, Penulis buku, Pengajar, Pemateri, Cara Jualan Online, Perempuan, Ibu Rumah Tangga, Bandung, Produsen fashion jilbab, Inner, Jilbab, Motivator

Tenang karena uang kontrakan rumah selama setahun kedepan sudah ada.

Tenang urusan biaya pendidikan anak-anak sudah cukup.
Tenang segala utang dan cicilan sudah lunas.
Tenang mau umroh dan haji sudah dibayar semua.
Tenang bisa bahagiain orang tua setiap hari.
Tenang bisa zakat dan sedekah sepuasnya kemana aja.
Tenang punya rumah cash tanpa riba.
Tenang mau punya impian bangun RS gratis, sekolah gratis, segala gratis. Kan punya uang banyak, jadi bisa wujudkan impian dengan tenang ^_^

FAKTANYA, saat menuju ke KETENANGAN HIDUP, kita harus melewati BANYAK HAL YANG BIKIN GAK TENANG 

1. Belajar banyak hal tanpa henti yang bikin puyeng dan lelah jiwa raga.
2. Praktek yang belum tentu langsung berhasil dan bahkan sering boncos.
3. Ngadepin konsumen yang bikin adrenalin naik turun.
4. Ulah Distributor, Agen, Reseller yang super ajaib menguras kesabaran.
5. Supplier, Penjahit, Kurir, Karyawan daaaan lainnyaa…. Realita hidup yang penuh dengan KETIDAKTENANGAN.

Ya itu lah FAKTANYA 

Ada “harga” yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan KETENANGAN HIDUP.

Jika sudah terlalu banyak KETIDAKTENANGAN di depan mata, rasanya pengen tutup aja deh bisnisnya. Nyerah… capeeeeek!!!

Eiiittt…. jangan langsung tutup Mak. Mending istirahat dulu, curhat sama Allah, silaturahim ke temen-temen yang bisa kasih energi positif, pacaran sama suami, liburan sama anak-anak.

Abis itu renungkan lagi. Apakah benar yang Mak perjuangkan ini sebanding dengan pengorbanannya?

Coba bandingkan…
Impian/Hasil yang didapat sebanding tidak dengan apa yang sudah ditinggalkan/dihilangkan/dikorbankan.

Sehari 5 jam ngurus bisnis, mengorbankan waktu untuk main sama anak, nemenin anak belajar, rumah berantakan, suami gak keurus, ibadah terbengkalai, kurang istirahat 

Trus ditambah lagi ada Mitra (Distributor, Agen, Reseller) yang nyebelin, menguras emosi. Yang ujungnya anak dan suami kecipratan judesnya kita 

Pikir… pikirin lagi masak-masak, apakah sebanding pengorbanan dengan hasilnya?

Misalnya jawaban Mak adalah “Gak sebanding Mak!”

Jadi langsung gulung tikar aja nih?

Ya jangan dulu, menurutku ada 2 pilihan:
1. Oke memang boleh gulung tikar, asalakan urusan keuangan sudah ada keran yang lain (gaji suami, usaha lain, warisan segunung, punya kontrakan banyak dll)
2. Gedein IMPIAN, TUJUAN, GOAL, HASIL. Sehingga pengorbanan akan terasa kecil jika dibandingkan hasil yang didapat. Jadinya sepadan lah air mata kita dibayar dengan
– Rumah cash 2 Milyar
– Haji bareng keluarga besar dengan jalur VVIP
– Umroh tiap tahun
– Sedekah 1 kg emas
– Bangun pesantren, RS dan pelayanan sosial lainnya.
– Ngabisin duit suka-suka, selama itu di jalan Allah.

Maka, jika saat ini tujuan Mak jualan/bisnis hanya untuk mendapatkan impian yang kecil, aaaah… sedih rasanya. Gak sebanding dengan pengorbanan kita. Waktu kita habis, hidup kita gak bisa diulang, masa kecil anak-anak akan hilang. Tapi kita hanya dapat lelah, setres, mumet, capek dan segenggam recehan.

Apalagi bagi mereka yang jualannya banting-banting harga! Plis deh… ngapain sih buang waktu hidup hanya untuk KERJA RODI!

Konsumen puas, kita lemas. 

Bagi Anda yang tidak nyaman bekerjasama dengan saya, dalam hal apapun, segera tinggalkan saya. Jangan habiskan hidup Anda untuk hal yang Anda rasa tidak nyaman. Hidup Anda sangat berharga. Raihlah kebahagiaan hidup untuk modal bahagia di akhirat.

Begitupun saya, saya akan tinggalkan apapun atau siapapun jika membuat hidup saya tidak nyaman. Hidup yang hanya sebentar di dunia, jangan hanya dijadikan beban dan mengalihkan waktumu dari urusan akhirat.

Luv u Mak…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

MENCIPTAKAN GENERASI PENGUSAHA, PERLUKAH?

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, penulis buku, bisnis online

Kalo biasanya aku yang bawa anak, di foto ini Moderatornya yang bawa anak 😁

Beginilah kami, Emak Setrooong yang pengen tetap bisa bermanfaat tidak hanya untuk keluarga sendiri.

Sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak, berbagi itu bisa dengan berbagai cara. Berkarir itu bukan berarti mengorbankan keluarga. Berprestasi tetap bisa walaupun dari rumah.

Tahun lalu, cita-cita Naziya (anakku yang bungsu) mau punya pabrik Slime atau Playdoh. Itu karena doktrin Emaknya 😅 Dulu kami sering nonton tayangan TV Laptop si Unyil yang sering ke pabrik.

Tapi kini cita-citanya berubah. Dia mau jadi seperti Bunda katanya. Entah apa yang ada dibenaknya, anak usia 5 tahun. Mungkin dia seneng liat bundanya sering berada di rumah. Walaupun profesinya guru, tapi ngajarnya di rumah, jam kerjanya fleksibel. Bunda yang atur kapan ngajar, kapan libur, kapan nemenin main. Karena Bunda juga Kepala Sekolahnya 😁 Bebas atur sesuka Bunda.

Doktrin “menjadi pengusaha” menurut saya harus sejak dini. Kalo Jaman Old, orang tua kita tanya “sudah besar mau jadi apa?”

Guru
Dokter
Insinyur
Pilot

Coba lihat realita, berapa banyak guru yang mengantri untuk diangkat statusnya jadi karyawan tetap. Bukan lagi honorer, walaupun mereka sudah mengabdi sekian tahun. Bahkan akhirnya banyak yang menyerah, banting setir.

Miris ketika teman saya yang lulusan kedokteran bercerita realita di dunia mereka. Sulit masuk ke RS, harus pake “orang dalem” atau pelicin. -Semoga berita ini salah-

Jumlah pekerja tidak berbanding lurus dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Coba simak, tiap tahun ada berapa banyak lulusan sarjana? Belum lagi yang D3, D1, SMK dll.

Sedih deh… Tiap ada JobFair, ribuan orang datang berdesakan mencari pengharapan hidup lebih baik. Tapi kenyataannya, jumlah lapangan kerja yang tersedia hanya secuil dibanding jumlah orang yang datang.

Generasi kita nih, anak 80-an, dan generasi berikutnya, jangan lagi punya cita-cita “mau jadi apa”.

Sebaiknya kita gunakan kalimat:
“Mau bikin bisnis apa?”

Dari 1.000 pengangguran, Ada 20-30% yang jadi pebisnis, kan keren.

1 orang rekrut 50 tenaga kerja.
Ada 20 pebisnis x 50 karyawan = 1.000 orang punya penghasilan 😍

Cita-cita itu sebaiknya bukan hanya soal gengsi, passion, impian pribadi.

Cita-cita itu sesuatu yang bisa kita banggakan di akhirat. Menjadi pebisnis yang soleh, amanah, manfaat. (Hati bergetar ketika ngetik kalimat itu, karena diri ini masih jauh dari kriteria tersebut. Tapi, jangan nunggu sempurna untuk mengajak kebaikan. Berjuang bareng-bareng untuk bisa jadi baik.)

Berjuang jadi baik sendirian akan terasa berat. Tapi kalo rame-rame, ada yang saling menguatkan, nasehatin, jagain, semangatin.

Maaf ya aku gak mengucilkan para pekerja/profesional. Justru dengan banyak pebisnis, akan banyak lapangan kerja buat mereka yang masih mau jadi karyawan/profesional.

Kalo semua orang bercita-cita jadi pilot, gak ada yang jadi Pengusaha Maskapai Penerbangan.

Jika semua orang bercita-cita jadi guru, siapa yang mengelola Sekolahnya?

Dokter makin banyak, tapi rumah sakit sedikit, siapa donk yang sediakan sarananya?

Berperan sebagai dokter atau sebagai Pemilik Rumah Sakitnya, boleh aja. Tapi saya mah nyaranin yang baca tulisan ini jadi pengelola/pemilik/pengusaha di bidang kesehatan. Bangun RS yang banyak, fasilitas bagus, harga merakyat. Gak usah nunggu pemerintah. Kita bergerak, supaya pahalanya mengalir buat kita juga kan Mak.

Apapun cita-cita anakmu nanti, saya titip, cita-citanya yang bisa turut mensejahterakan Indonesia tercinta. Aamiin..

 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading