MENCIPTAKAN GENERASI PENGUSAHA, PERLUKAH?

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, penulis buku, bisnis online

Kalo biasanya aku yang bawa anak, di foto ini Moderatornya yang bawa anak 😁

Beginilah kami, Emak Setrooong yang pengen tetap bisa bermanfaat tidak hanya untuk keluarga sendiri.

Sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak, berbagi itu bisa dengan berbagai cara. Berkarir itu bukan berarti mengorbankan keluarga. Berprestasi tetap bisa walaupun dari rumah.

Tahun lalu, cita-cita Naziya (anakku yang bungsu) mau punya pabrik Slime atau Playdoh. Itu karena doktrin Emaknya 😅 Dulu kami sering nonton tayangan TV Laptop si Unyil yang sering ke pabrik.

Tapi kini cita-citanya berubah. Dia mau jadi seperti Bunda katanya. Entah apa yang ada dibenaknya, anak usia 5 tahun. Mungkin dia seneng liat bundanya sering berada di rumah. Walaupun profesinya guru, tapi ngajarnya di rumah, jam kerjanya fleksibel. Bunda yang atur kapan ngajar, kapan libur, kapan nemenin main. Karena Bunda juga Kepala Sekolahnya 😁 Bebas atur sesuka Bunda.

Doktrin “menjadi pengusaha” menurut saya harus sejak dini. Kalo Jaman Old, orang tua kita tanya “sudah besar mau jadi apa?”

Guru
Dokter
Insinyur
Pilot

Coba lihat realita, berapa banyak guru yang mengantri untuk diangkat statusnya jadi karyawan tetap. Bukan lagi honorer, walaupun mereka sudah mengabdi sekian tahun. Bahkan akhirnya banyak yang menyerah, banting setir.

Miris ketika teman saya yang lulusan kedokteran bercerita realita di dunia mereka. Sulit masuk ke RS, harus pake “orang dalem” atau pelicin. -Semoga berita ini salah-

Jumlah pekerja tidak berbanding lurus dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Coba simak, tiap tahun ada berapa banyak lulusan sarjana? Belum lagi yang D3, D1, SMK dll.

Sedih deh… Tiap ada JobFair, ribuan orang datang berdesakan mencari pengharapan hidup lebih baik. Tapi kenyataannya, jumlah lapangan kerja yang tersedia hanya secuil dibanding jumlah orang yang datang.

Generasi kita nih, anak 80-an, dan generasi berikutnya, jangan lagi punya cita-cita “mau jadi apa”.

Sebaiknya kita gunakan kalimat:
“Mau bikin bisnis apa?”

Dari 1.000 pengangguran, Ada 20-30% yang jadi pebisnis, kan keren.

1 orang rekrut 50 tenaga kerja.
Ada 20 pebisnis x 50 karyawan = 1.000 orang punya penghasilan 😍

Cita-cita itu sebaiknya bukan hanya soal gengsi, passion, impian pribadi.

Cita-cita itu sesuatu yang bisa kita banggakan di akhirat. Menjadi pebisnis yang soleh, amanah, manfaat. (Hati bergetar ketika ngetik kalimat itu, karena diri ini masih jauh dari kriteria tersebut. Tapi, jangan nunggu sempurna untuk mengajak kebaikan. Berjuang bareng-bareng untuk bisa jadi baik.)

Berjuang jadi baik sendirian akan terasa berat. Tapi kalo rame-rame, ada yang saling menguatkan, nasehatin, jagain, semangatin.

Maaf ya aku gak mengucilkan para pekerja/profesional. Justru dengan banyak pebisnis, akan banyak lapangan kerja buat mereka yang masih mau jadi karyawan/profesional.

Kalo semua orang bercita-cita jadi pilot, gak ada yang jadi Pengusaha Maskapai Penerbangan.

Jika semua orang bercita-cita jadi guru, siapa yang mengelola Sekolahnya?

Dokter makin banyak, tapi rumah sakit sedikit, siapa donk yang sediakan sarananya?

Berperan sebagai dokter atau sebagai Pemilik Rumah Sakitnya, boleh aja. Tapi saya mah nyaranin yang baca tulisan ini jadi pengelola/pemilik/pengusaha di bidang kesehatan. Bangun RS yang banyak, fasilitas bagus, harga merakyat. Gak usah nunggu pemerintah. Kita bergerak, supaya pahalanya mengalir buat kita juga kan Mak.

Apapun cita-cita anakmu nanti, saya titip, cita-citanya yang bisa turut mensejahterakan Indonesia tercinta. Aamiin..

 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia

Muri Handayani

SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza

SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Jemur Celana Dalem di Atas Kompor 😂

 

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, cara berbisnis online, penulis buku, mentor bisnis, sekolah bisnis online, Emak-emak jago jualan

 

Mulailah bisnismu seadanya dulu, bersabar dalam prosesnya. Walaupun saat ini tinggal di kontrakan RSSSSS gak jadi halangan untuk mulai jualan online. Toh sangat sedikit konsumen yang mau datang langsung cek rumah kita. Tinggal pinter-pinternya kita aja mengalihkan mereka untuk gak dateng 😅

Inget banget ketika tahun 2008 saya dan suami menjalankan bisnis Fotografi. Gak punya kantor, apalagi studio foto. Kami tinggal di kontrakan yang kalo jemur baju keliatan tetangga 😅 Jadi kalo mau jemur pakaian dalem, jemurnya di kamar mandi atau bahkan di atas kompor. Serius Mak 😂 Dan waktu itu pas banget mertua dateng, aku gak sempet mindahin jemuran yang diatas kompornya. Hadeeeeh malu 😆

100% saya mempromosikan bisnis fotografi suami secara online. Alhamdulillah dalam waktu sebulan dapet puluhan klien.

Sebelum sesi pemotretan tentunya harus ada diskusi dengan klien. Bahas konsep, lokasi, properti foto dll. Gak mungkin kan klien dateng ke kontrakanku yang ada jemuran celana dalem di atas kompor? 😂

Jadi aku puter otak untuk bikin copywriting yang tepat.

Mba Tari, kita meetup nya di Blok M aja ya. Enak tengah-tengah. Mba Tari gak perlu dateng jauh-jauh ke tempat kami.

Alhamdulillah semua klien setuju dengan usulanku itu hihihiii…

Kalo ketemunya di cafe, pasti saya harus keluar biaya lumayan untuk pesan makan dan minum. Harus punya trik lagi supaya murah meriah budgetnya.

Mba Tari, ketemunya di A aja ya (resto fast food yang kala itu ada menu yang harganya cuma 5rb perak).

Supaya makin hemat, dalam waktu 1 hari saya bikin janji temu 2-3 klien. Tentunya di jam berbeda.

Maklum Emak Hemat wakakakaaa…

Begitu juga ketika saya memutuskan untuk mulai #SAO (Sekolah Admin Online). Gak punya ruang belajar atau kantor atau tempat yang mumpuni untuk menampung peserta SAO.

Jadilah rumahku disulap menjadi ruang belajar SAO. Supaya siangnya tetap bisa jadi tempat main anak-anak, kami membeli meja dan kursi yang bisa dilipat.

Alhamdulillah peserta memaklumi dengan kondisi ruanh belajar yang berdampingan dengan dapur 😅 Setiap hari mereka menghirup sedapnya masakan Bibi hihihiii…

Lantai bawah SAO, lantai atas kantor SBO. Saya tetap bisa kontrol jobdes Bibi di dapur, Mang Kebon di halaman, SBO di atas dan SAO di bawah.

Jangan tunggu sempurna!
Jalani apa yang ada.

Aku doain, Allah mudahkan semua urusanmu Mak sayang…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza

SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Tips Mengatur Good Mood ala Mak Muri

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, cara berbisnis online, penulis buku, mentor bisnis online, sekolah admin online, motivator, EEJJ, jago jualanBagiku… Mengatur MOOD itu penting banget. Gak hanya untuk mengatur kebahagiaan kita sebagai personal dalam menjalankan hidup.

Ibu yang bad mood, dia akan lebih mudah marah ke anak.

Istri yang bad mood, lebih sering judes ke suami dan bawaannya ribut terus. 

Begitu juga peranku sebagai pengelola RAZHA, SBO dan SAO. Walaupun anggota tim alhamdulillah izin Allah terus bertambah, bukan berarti aku bisa langsung santai dan berlibur sepanjang waktu 😂

Mengatur dan mengevaluasi semua jobdes Anggota Tim masih menjadi tugasku.

Membedah, update dan evaluasi kurikulum di SBO dan SAO juga belum bisa aku lepas sepenuhnya.

Doain ya, bulan depan mau rekrut tim tingkat manajerial. Izinkan ya Allah…

Dengan tugas saat ini yang seabrek (you know seabrek? 😅 seabrek is banyak) aku gak bisa bekerja hanya ketika good mood saja.

Everyday everysecond… Aku harus berada di kondisi Good Mood. Bagaimana mungkin? Aku ini hanya manusia biasa yang kadang ada rasa BT, jenuh, males…

Ya gitu deh, kudu maksain bikin hati Good Mood. Toh pada kenyataannya, BAHAGIA itu SEDERHANA. Siang ini pindah posisi meja kerja, yang biasanya di meja makan di dapur, aku coba pindah menghadap halaman (parkiran 😅). Alhamdulillah dapet Good Mood..

BAHAGIA itu hak kita. Bahagia itu kita yang atur.

Jangan biarkan pendapat orang lain, cemoohan mereka, nyinyiran mak lampir atau orang-orang julid merusak Good Mood kita Mak.

Tutup kuping, pake kaca mata kuda. Fokus aja fokus sama IMPIAN, deadline, jobdes yang segunung. Sibukkan diri dengan hal PRODUKTIF. Rugi banget kita bersedih hati dengan nyinyiran mereka.

Disaat mereka benci kita, kita mah lagi sibuk cek transferan 😂 so what?!

Sibuk ngitung besok mau sedekah berapa lagi.
Sibuk cek bulan depan bikin acara sosial apa lagi.
Sibuk nentuin tahun depan siapa yang dikasih hadiah umroh lagi.
Sibuk bahagiain orangtua dengan cara apa lagi.

Kan enak Mak kalo punya profit dan sedekahnya banyak kaya gitu. Sibuk… Kita mah sibuk… Bahagiain orang lain. Sedangkan mereka tukang nyinyir sibuk ngusik kehidupan orang lain 😂

Aku doain, bisnis Mak makin bertumbuh dan bertambah. Berkah berlimpah aamiin… 

 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza

SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

 

Continue Reading