Cara PECAT Karyawan

zayuna (2)+ Mak Muri, Adminku minta ijin ikut jualin produk yang saya jual. Tapi kan dia kerja ngurusin orderan di tokoku. Kalo nanti dia jadinya ambil semua pelanggan gimana?
– Gak boleh! Aku pernah ngalamin, ribet lah. Kasih pilihan aja. Kamu mau jadi admin disini atau mau jadi reseller? Kalo jadi reseller kerja di rumahnya, gak dapet gaji.
+ Oh gitu… Tanya lagi Mak. Lagi rapi-rapi data, ternyata Admin gak nyatet penjualan dari tanggal 26 Jan 2017. Jadi gak jelas barang keluar masuknya.
– Ya Allah Mak, udah setahun itu. Kemana aja bosnya?
+ Iya Mak aku masih kerja di kantor orang. Duh sedih euy jadi gak konsen kerja.
– PECAT AJA!
+ Sepertinya memang sudah waktunya aku terjun langsung dan makin fokus di bisnis. Bismillah..aku ajukan resign akhir bulan ini.
– Allah mudahkan..aamiin…

Mak, kalo pecat orang jangan ragu-ragu  Ketika semua permasalahannya sudah jelas. Ya PECAT AJA!

Kok gitu Mak Muri? Gak kasian?

Lah.. buktinya dia gak kasian sama kita Mak. Kita kasian terus sama dia, tapi dia menjadi belatung yang menggerogoti kita dari dalam. Trus yang kasian sama bisnis kita siapa?

Gini Mak… Bisnis kita bisa besar, bisa memberi manfaat untuk banyak orang, jika… bisnis kita dalam kondisi SEHAT & MENGUNTUNGKAN. Nah, jika ada belatung yang menggerogoti bisnis kita dari dalam, lama kelamaan bisnis kita busuk. Lalu manfaat kebaikan apa yang bisa kita berikan untuk keluarga dan ummat?

Kalo bisnis kita sehat, bisa menghasilkan banyak buah. Asikkan buahnya bisa kita bagi-bagiin ke banyak orang.

Tahapannya gini:
1. Evaluasi pekerjaan.
2. Perbaiki Jobdes dan SOP (cek buku #RAMSBO)
3. Beri waktu memperbaiki diri dengan mengikuti jobdes dan SOP yang baru.
4. Jika tidak bisa berubah, ngedumelan, protes, muka cemberut. PECAT AJA!

Maaf ya, saya kasian sama kamu, tertekan kerja disini. Padahal gajinya gak seberapa. Saya mah bos yang tidak baik untuk kamu. Semoga Allah kasih kamu rejeki lebih baik, tempat kerja lebih baik, bos lebih baik. Nih gaji kamu + sedikit tambahan buat keluarga kamu. Maaf lahir batin ya.

Dia move on + kita move on! Itulah hidup.. Ada pertemuan, ada juga perpisahan. Kalem aja! Ada Allah yang akan jaga dia, dia gak akan sengsara seperti dramanya kita mikirin dia. Rejeki dia itu bukan dari kita, tapi dari Allah.

Setelah mecat, cobain Mak piknik bentar, untuk ngecas optimisme dan positif thinking. Semua pebisnis pasti pernah kok mecat, bukan suatu aib mecat seseorang. Memang seperti inilah proses menjalankan bisnis. Jangan lupa, jalan-jalannya pake baju yang cantik dari Mak Noviani Zayuna biar kitanya happy  Ajak suami nonton beruduaan di bioskop atau sekedar makan bubur ayam 

Selamat berproses ya Mak.. Allah kuatkan Mak  aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Pembagian Jobdes Tim Online Shop

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan KursusMak jangan kaget ya, kalo nanti saya berangkat umroh, semua hiruk pikuk kegiatan SBO dan RAZHA tetap berjalan. Jangan heran kalo nanti Kelas Utama SBO tetap berlangsung. Jangan bingung kalo chat curhatan Mak ada yang jawab. Jangan bertanya kenapa tetap posting padahal Mak Muri lagi umroh hihihiii…

Kantor SBO ada di rumah saya, saat ini ada 10 orang yang membersamai setiap Senin – Jumat. Merekalah yang mengelola berbagai hal kegiatan SBO dan sebagian RAZHA. Ya RAZHA hanya sebagian yang dikerjakan di tim ini. Karena Tim RAZHA yang sebagiannya lagi ada di Rumah Mertua Indah ^_^Disana juga ada 10 orang.

+ Ya ampun Mak Muri, bisnis gak seberapa besar, kok anggota timnya banyak banget sih?
– Ini sebagai wujud dari “patuh kepada suami” Mak.
+ Maksudnya?
– Suami mau, aku tetap adil membagi peran di rumah. Sebagai ibu, istri, anak, teman… Kalo aku sibuk ngurus bisnis, peran lainnya terabaikan/tidak optimal.
+ Emangnya kalo sedikit timnya, bisnis gak berajalan baik.
– Bisa kok berjalan. Ada temenku yang omsetnya 4 kali lipat dari RAZHA tapi jumlah karyawannya cuma 3 orang.
+ Nah itu dia bisa. Kenapa Mak Muri gak menggunakan cara dia?
– Karena kondisi keluargaku dengan keluarga dia berbeda Mak. Dia anaknya udah lebih besar, 2-2nya udah sekolah, dan pulang sekolahnya lebih sore. Sedangkan aku baru 1 yang sekolah, dan cuma setengah hari. Jadi aku perlu lebih banyak waktu untuk nemenin anak-anak main.
– Temanku itu, tidurnya bisa tengah malem. Kalo aku udah gak kuat Mak, dan jam 5 udah gak boleh kerja lagi sama suamiku. Sudah waktunya ngurus anak dan suami. Dan suamiku mau aku lebih banyak jaga kesehatan, karena kesehatan itu aset.
– Sedangkan temanku yang melewati “masa detox” pada malam hari, dia tidak baik kondisi kesehatannya, ditambah wajah berjerawat dan tidak menjaga berat badan. Maaf ya bukan ngatain gemuk, cuma… suamiku emang bawel kalo aku mulai gemuk ahahahaaa… Jadi aku harus punya waktu untuk olahraga, minimal lari atau berenang. Nah kalo aku sibuk banget sama bisnis, aku jadi gak bisa jaga badan Mak.
– Mamaku tinggal di luar kota, aku pengen bisa 3 hari dalam sepekan nengokin Mama. Kalo aku punya banyak beban kerja di bisnis, aku sulit ninggalin kerjaan. Maka aku lebih memilih untuk memiliki tim lebih banyak, aku lebih santai hehehee..
+ Oh gitu ya Mak. Jadi semua ini kembali ke pilihan cara menjalankan hidup ya.
– Iya Mak, tidak ada cara baku kok. Pilih yang paling nyaman dijalani dan sesuai dengan visi misi keluarga. Jangan sampai hidup yang cuma sementara ini kita jalani dengan berat hati.

Pembagian tugas Tim RAZHA:
1. Laporan Keuangan – 1
2. Packing dan Gudang – 1
3. Quality Control – 2
4. CS – 3
5. Asisten CS – 1
6. Stok – 1
7. CEO – 1

Untuk SBO:
1. Ads – 1
2. Disain Grafis – 1
3. IG – 2
4. Manajer operasional – 1
5. CS – 1
6. Asisten Mentor – 2
7. Personal Asisten – 1
8. FP & FB – 1

Lumayan berat kalo dihitung jumlah gaji dengan omset yang masuk. Tapi ya sudahlah, ini caraku menjalankan bisnis. Demi nurut sama suami, kan ridho suami itu sangat penting ya Mak demi keberkahan bisnis kita.

Silahkan diskusikan dengan suami dan tim Mak. Ini bisnis mau dijalankan dengan konsep seperti apa. Tentukan dulu yang utama Visi Keluarga, baru nanti lanjut ke Visi Bisnis. Sehingga Visi Bisnis tidak mengganggu Visi Keluarga.

Pusing sih ngerumusinnya ahahahaaa… Ya kalo udah pusing, cari cemilan Mak biar dapet Good Mood  Mak Titin Kustini owner Tin’s Kitchen Pizza Delivery nih yang jago bikin makanan enak.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Tips Supaya Tidak Kapok Bisnis!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Motivator Wanita“Mak… kayanya aku gak hoki di bisnis ya. Udah jualan ini gagal, jualan itu gagal, ganti lagi ya gagal lagi…”

Kalem Mak, baru juga beberapa kali gagal. Banyak yang mereka harus melalui puluhan kegagalan untuk bisa akhirnya menikmati kesuksesan.

Coba hitung, berapa kali ujian yang harus kita tempuh dari pertama sekolah hingga akhirnya jadi Sarjana? SD 6 kali + SMP 3 kali + SMA 3 kali + Kuliah berkali-kali 

Tentunya makin tinggi tingkat pendidikannya, soal ujiannya pun makin sulit ya Mak. Masa iya anak kuliahan ujiannya 1 + 1 = 2 

RAZHA alhamdulillah bisa bertahan hingga masuk tahun ke 7 ya juga gak mudah Mak. Dan Mak tau kan, RAZHA ini bisnis saya yang ke 7, alhamdulillah bisnis lainnya sudah tutup semua hihihii…

The Power of Kepepet!

Ya itu, yang menggerakkan kami (saya dan suami) supaya tetap berada di jalur bisnis. Alhamdulilah, Allah umpetin semua ijazah kami (baca: hilang)  Dari ijazah TK sampe kuliah Mak. Entah dimana gerangan keberadaannya.

Jadi, kalo gak bisnis, kami gak ada penghidupan. Bukan berarti Mak buang semua ijazahnya ya hahahaaa… Ijazah diperlukan juga untuk ngurus bikin paspor dll.

Intinya, HILANGKAN PILIHAN!

Tidak ada pilihan lain, hanya BISNIS. Lalu temukan BIG WHY. Apa alasan terkuat untuk Mak bertahan dalam menahan rasa sakit dalam proses mempertahankan dan menumbuhkan bisnis.

Sama seperti melahirkan Mak. Ya Allah sakitnya luar biasa kan. Tapi, pada gak kapok punya anak  Jaman Now masih ada aja yang anaknya 12. Artinya dia 12 kali merasakan rasa sakitnya.

Karena penasaran saya iseng tanya.
+ Umm.. anak yang ke 10-12 itu masih pake ngeden gak? Apa tinggal uhuk trus keluar gitu anaknya?
– Ya gak lah, tetep aja ngeden 
+ Tetep sakit ya?
– Ya sama aja Umm.

Nah kan, gak kapok melahirkan. Kita juga jangan kapok kalo ada konsumen PHP, supplier nipu, karyawan bertingkah, keuangan amburadul. Namun kita juga jangan sampe jatoh ke lubang yang sama. Itu BODOH namanya. Kan Islam mengajarkan kita untuk mengerjakan sesuatu dengan ilmu.

Dan dalam mencari ilmu itu gak boleh ada batasan puas, udah pinter, udah cukup, udah jago. Kita harus selalu haus ilmu, dan berkomitmen PRAKTEKIN tuh ilmunya. Jangan jadi kolektor ilmu ya, cuma dipajang doang 

Kapok sih makan pedes, eh besok-besok makan sambel lagi. Ya gitu Mak, walaupun perjalanan bisnis terasa pedas seperti sambel dari Dapur Ayu Catering kita gak boleh kapok. Coba lagi dan coba terus, kita gak pernah tau, ternyata kesuksesan itu tinggal 2 langkah lagi di depan kita.

Allah sebaik-baik penolong… Terus semangat minta pertolongan Allah ya Emak Setrooong.. Aku padamu 

BTW.. Seminar Produksi Maret diselenggarakan di Bandung lagi ya, maaf gak bisa ke kota lain. Saya mengurangi kegiatan keluar kota. Mak aja yang kejar ilmunya ke Bandung ya. Allah mudahkan aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[IDE BISNIS] Bisnis yang satu ini cuma modal silaturahim

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Jasa IklanThe Power of Kepepet sering kali bisa memaksa saya untuk melakukan sesuatu lebih giat  Entah ini bisa berhasil atau tidak bagi Mak. Kalo saya sih berhasil ahahaa…

Tahun 2008 Saya dan calon suami kala itu sedang merencanakan pernikahan. Kami tidak punya tabungan sama sekali, tidak punya penghasilan yang jelas dan malu untuk minta ke orang tua.

Namun saya berkeras hati untuk mau menikah di tahun 2008.

Diawali dengan membuat konsep pernikahan yang sederhana, dengan kata lain, yang penggunaan dananya sedikit  Maklum gak punya duit.

Okey kami sepakat tidak ada resepsi, hanya pernikahan di pelataran rumah saya dan makan-makan. Kami pun tidak mencetak undangan. Hanya keluarga dan sabahat. Jadi jangan baper jika saat itu Mak gak diundang, bingung kasih makan apa 

Hitung…hitung.. Tetap perlu sewa tenda kecil seukuran halaman yang kira-kira 5 x 5m, konsumsi, mas kawin, urusan KUA, hantaran dll. Dari kita untuk kita 

Hanya tersisa beberapa bulan saja untuk memenuhi semua biaya itu. Sebagai pengangguran, kami punya banyak waktu luang (ya iyalah ) sehingga punya kebebasan waktu untuk eksplorasi ide. Kami perlu uang besar dalam waktu singkat. Terwujudlah:
1. Dance competition  Maaf waktu itu sayapun mengalami masa jahiliah.
2. Kids Fashion Show competition  Masih belum insyaf
3. Lomba Tari TK
4. Penyewaan stand mall untuk promosi. Saya sewa ke mall, lalu saya cari perusahaan/bisnis yang mau pameran di mall tersebut.
5. Jasa Foto Prewedding, spesialis outdoor. Karena calon suami saya punya ilmu fotografi namun tidak punya studio. Jadi kami tutupi kelemahan dengan menjadikannya kelebihan. Ya kami spesialis foto outdoor  Sayapun menjadi makeup artist dan pengarah gaya dadakan.

Semua bisnis tersebut tanpa modal, ya ada sih tentunya. Biaya transport, pulsa, cetak proposal, makeup dll. Kalo camera memang sudah punya. Jadi kami mengoptimasikan yang ada saja.

Lalu bagaimana semua bisnis tersebut bisa berjalan?
Eh saya sudah bahas “Bisnis Modal Silaturahim” di buku CREATIVEPRENEUR bab 11.

Yang saya lakukan untuk mempersiapkan acara:
1. Membuat konsep acara.
2. Mencari lokasi acara.
3. Menghitung hadiah yang menggiurkan agar banyak yang daftar.
4. Membuat proposal dan mencari sponsor.
5. Mencari peserta.
6. Pelaksanaan

Apakah semua berhasil, dalam artian untung? Ya gak juga, ada yang rugi dan ada juga yang impas  Namanya juga ikhtiar Mak.

Tapi saya gak kapok. Setelah alhamdulillah akhirnya berhasil menikah dengan dana dadakan dan seadanya. Kamipun melanjutkan profesi Event Organizer ini, dulu kami menamakannya HIKARU Event Organizer. Gak ada yang kenal kan? 

Sekitar tahun 2012 kami kembali menggeluti profesi ini. Namun dengan konsep yang berbeda. Ketika sebelum menikah, kami melakukan promo, mencari sponosor dan peserta secara offline. Pada tahun 2012 kami full online. Karena saat itu sudah kenal dunia Multiply dan Facebook. Bisnis RAZHA pun sudah berjalan.

Hijab Photo Contest!

Wiiiih booming banget nih. Saya paling males bikin proposal, jadi untuk mengajukan ke sponsor cukup menggunakan media chatting BBM kala itu.

– Sponsor untuk hadiah dari para produsen fashion, kuliner dll.
– Keuntungan kami dari biaya pendaftaran peserta.
– Pemotretan dilakukan di kantor RAZHA yang ukuran studionya cuma 4 x 3m.
– Pemilihan pemenang dilakukan secara online.

Alhamdulillah selama beberpa bulan kami bisa menyelenggarakan acara ini berturut-turut. Dengan keuntungan yang lumayan. Suami sebagai fotografer dan editor. Saya promosi, pendaftaran, makeup artist dan pengarah gaya.

Kemudian akhirnya bosen  dan makin sibuk ngurus RAZHA yang alhamdulillah terus bertumbuh, izin Allah.

Nah sekarang kami mulai aktif lagi bikin acara namun dengan konsep dan cara yang berbeda. Dibawah bendera SBO kami fokus menyelenggarakan acara dengan konsep edukasi. Kegiatannya secara online dan offline.

Langkah sederhananya seperti ini:
1. Cari Target Market.
2. Pelajari apa kebutuhan mereka.
3. Cari narasumber yang bisa memenuhi kebutuhan mereka.
4. Buat konsep acara.
5. Cari sponsor.
6. Cari peserta.
7. Pelaksanaan 

Kalo kita jualan produk, kita fokus kepada kepuasan konsumen terhadap produk yang mereka beli. Nah begitu juga dengan “jualan acara”. Fokus kita kepada kepuasan peserta terhadap manfaat yang mereka dapatkan. Samalah dengan bisnis produk, di bisnis jasapun ada aja yang komplen Bagus loh ada yang komplen, disitulah tugas kita untuk evaluasi diri agar bisa naik kelas 

Kalo produknya Sylla Hijab Store dari Mak Siti Rosi sih aku gak pernah komplen. Gamis yang saya pake ini dari bahan kaos, tau gak mak, ini gamis cuci kering pake Kirain aku aja yang suka, produk ini ternyata bestsellernya SYLLA, sampe relaunch berkali-kali ckckck…

BTW… Catet ya, 31 Maret ada Pak Subiakto, pakar branding tingkat nasional, yang pengalamannya sudah puluhan tahun, akan dateng ke Bandung. Mak yang mau barengan sama aku untuk diskusi dan belajar dengan Pak Bi, boleh japri WA 087824468185. Maaf aku gak terima banyak, soalnya ini aku mau sesi lebih private biar bisa puas curhatin branding bisnisku ke Pak Bi 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Mengapa Ada Pelanggan yang Lari dari Kita?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Baju Anak– 1% karena meninggal dunia.
– 3 % karena pindah ke luar kota.
– 5% karena dipengaruhi teman.
– 9% karena persaingan harga.
– 14% karena tidak puas dengan produknya.
– 68% karena sikap acuh tak acuh/ketidakpedulian dari penjual/karyawan.

Data ini saya ambil dari buku Hypnoselling halaman 36.

Apa yang perlu Anda lakukan dan persiapkan agar pelanggan selalu ingat dan setia pada Anda?

Penjual yang sukses menyisihkan 20% waktunya untuk melakukan followup pada pelanggan yang sudah membeli dari mereka.
– Memastikan produk yang diterima sesuai dengan harapannya.
– Memberikan layanan ekstra/layanan tak terduga.
– Menanyakan kebutuhan lainnya.
– Menangani keluhan dengan segera.

Semua ini dilakukan dalam rangka membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. Di dalam proses tindak lanjut ini, Anda pun berkesempatan untuk mendapatkan referensi. Sehingga tidak akan pernah kehabisan calon prospek yang kiranya membutuhkan mereka.

Okey Mak, jadi sekarang gak boleh lagi bilang leads sepi. Yuk bongkar lagi database pelanggan yang sudah ada. Eh sudah punya database pelanggan kan?  Ngacung yang belum bikin.

Sederhana saja, bikin di excel. Beberapa data yang harus Mak catat:
– Nama
– Nama akun FB/IG
– Alamat
– HP
– Email
– Produk yang diminati
– Ukuran
– Tanggal pembelian
– dll

Sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing ya. Sama halnya dengan pemilihan busana untuk anak. Sesuaikan juga dengan anak kita. Kalo anak saya, walaupun perempuan, aktifnya sama kaya laki-laki  Jadi dia butuh pakaian yang nyaman untuk bergerak bebas, namun tetap solehah  Jazakallah Mak Reni Jaya owner @labella.ilovemoslem karyamu selama hampir 7 tahun ini menjadi kecintaan anak Indonesia. Sehat selalu sayangku, supaya bisa terus berkarya dan mensejahterakan ummat. aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading

Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJNangis bombay deh kalo udah salah ngitung harga jual  Saya sudah pernah ngalamin, nyesek Mak! Bukannya untung, malah buntung hiiiksss….!

Menurut saya, ada 2 cara untuk menghitung harga jual.
1. Dari harga jual menuju ke harga produksi.
2. Dari harga produksi menuju ke harga jual.

Untuk point 1, yang harus Mak lakukan adalah riset TARGET MARKET dan riset PASAR terlebih dahulu. Berapa sih harga jual di pasaran? Kompetitor jualnya berapa? Bukan berarti kita harus menentukan harga jual dibawah harga kompetitor. Kita bisa saja jual lebih mahal, namun dengan diiringi penambahan VALUE. Sehingga konsumen tetap rela bayar dengan harga lebih mahal, namun mendapatkan manfaat, kebahagiaan dan kepuasan lebih banyak.

Misalnya harga jual di pasaran Rp.100.000.
Ini saya coba bedah dengan potongan diskon di RAZHA.

Reseller disc.20%.
100.000 – 20.000 = 80.000

Agen disc. 30%.
100.000 – 30.000 = 70.000

Ditributor disc.40%.
100.000 – 40% = 60.0000

Maka misalnya distributor membeli ke RAZHA, omset masuknya adalah 60.000. Ini adalah harga terrendah yang masuk ke kas RAZHA.

Dari 60.000 ini harus bisa menutupi:
1. Harga Pokok Produksi
2. Biaya operasional
3. Biaya pengembangan bisnis
4. Biaya penyusutan alat
5. Pajak + Zakat
6. …..
7. ……
8. …..
9. KEUNTUNGAN

Nah 9 point di atas itu harus Mak buat serinciiiiiii mungkin. Jangan sampe ada biaya yang lupa Mak masukin. Padahal kita tetap membayarkannya.

Point 2 – 9 dihitung. Maka point 1 Mak juga nantinya bisa tahu berapa harga pokok produksi yang bisa dialokasikan. Sehingga besaran nilai point 1 sangat mempengaruhi jenis bahan yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan, harga jasa pembuatan, model dan harga kemasan produk dll.

Jika… misalnya… harga pokok produksi ada di angka 20.000. Maka Mak harus fokus mencari bahan baku yang kurang dari 20.000. Karena kan harus ada biaya jasa pembuatan, kemasan, foto produk, resiko reject dll.

Nah pusing kan jadi produsen? wakakakaaa…
Mau dapet untung banyak ya harus siap pusingnya banyak hihihiiii…

Walaupun lagi mumeeet.. dan pusiiiiing, dirumah tetep harus cantik demi suami ya Mak. Dapet pahala kan  Makasi ya Mak Erika Okta Viana aku makin cantik dan suami makin bahagia hihihiii… Lip Mate Cream Bearl favoritku niiih… recommended! @bearlbdgofficial

Orang lain mah ngaca pake cermin, Emak Olshop ngaca pake laptop ahahahaaa… Abaikan piring dan segala perabotan dapurnya, beginilah ruang kerja Emak Jaman Now 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Dulu Modal 6 Juta, Sekarang Jadi 1 Milyar, Begini Caranya

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Bimbingan BisnisEntahlah kenapa pagi ini melow.. Sambil ngetik, sambil menahan air mata, supaya keyboardnya tetap kelihatan. Kalo ketutup air mata susah ngetiknya 

Sekitar 3 bulan lagi, RAZHA insyaAllah genap 7 tahun. Perjalanan yang tidak mudah. Tiba-tiba serasa melihat film yang diputar kembali. Diawali tahun 2011 yang masih wonderwoman. Semua dikerjain sendiri dari A-Z. Kemudian bertahap rekrut karyawan. Hingga 2013 memPHK semua karyawan. Lalu lanjut bangkit, namun tak seindah kisah dongeng. Ujian demi ujian datang silih berganti. Bukan hanya peluh yang bercucuran, air mata pun sering membasahi pipi ini.

Tak mau aku munafik, aku bukan ibu yang ideal. Aku masih acap kali tak bisa menahan emosiku dikala lelah jiwa raga menjalankan bisnis, lalu anak rewel. Ya Allah maafkan aku yang masih suka membentak dan memarahi anak-anakku. Mereka hanyalah anak kecil yang rindu bermain dengan ibunya. Mereka mencari perhatian dengan caranya  Ya Allah beri aku kesempatan memperbaiki diri dan membayar semua waktuku yang hilang untuk masa kecil mereka yang sudah aku abaikan.

Melihat foto ini, tatap matanya, senyumnya.. masyaAllah…  Terimakasih atas kesabaranmu nak, terimakasih atas ridhomu mengijinkan bunda bekerja nak. Doakan ibu bisa menjadi tauladan bagimu. Doakan ibu bisa segera menikmati masa pensiun muda. Dimana bisnis bisa berjalan autopilot, bunda bisa sepuasnya bermain bersamamu.

+ Mak Muri bagaimana caranya supaya bertahan 7 tahun bisnisnya?
– Ya cuma satu caranya Mak, BERTAHAN. Apapun hujan badai yang menghantam, terus perjuangkan dan pertahankan.

Yes, gak perlu tips macem-macem Mak sebenarnya. Mak jalani bisnis yang penting mindsetnya BISNIS INI MENJADI BESAR DAN AUTOPILOT. Maka kita tinggal memantaskan diri bagaimana supaya bisnis besar dan bukan hanya sampingan yang penghasilannya seadanya. Kita harus punya TARGET!

Alhamdulillah selama RAZHA berjalan, saya gak pake pinjaman bank. Cukup dari sahabat, ibu dan mertua yang patungan modal  Modal pribadi saya 6 juta. Lalu bagaimana caranya hingga bisa punya stok 1 Milyar?

– Menghitung harga jual yang benar. Jangan sampai gak ada keuntungan untuk perusahaan. Yes! Aku bilangnya perusahaan loh Mak. Karena keuntungan yang buat kita pribadi (pekerja) itu namanya gaji. Jadi setelah dipotong bahan baku, semua biaya iklan, biaya operasional dan termasuk gaji kita, harus masih ada keuntungan untuk perusahaan.

– Sehingga perusahaan bisa bertumbuh dan bertambah modalnya dari profit yang ditahan. Misalnya bulan ini perusahaan dapet profit 5 juta. Maka dari 6 juta + 5 juta, ini udah jadi 11 juta. Bulan depan ada keuntungan lagi, puterin lagi. Teruuuuussss lakukan ini. Jadi secara matematika, jika modal awal saya 6 juta, lalu dapet tambahan modal dari teman dan keluarga, lalu saya puteriiiiin terus keuntungannya, insyaAllah bisa jadi 1 Milyar 

– Impiannya jangan kekecilan. Nanti kita merasa cukup puas dengan hanya 100juta. Saya lagi geregetan nih pengen 1 Milyar sebulan  Teman-teman saya yang lain sudah sampai, bahkan melewati 1M perbulan. Ngiri deh… Berlomba-lomba dalam kebaikan boleh kok. Dengan bisnis semakin besar, zakat dan sedekahnya makin besar asik kan  Kebermanfaatan hidup kita semakin besar. Tabungan akhirat nih.

– Ngotot belajar, gigih praktek, hadapi semua ujian. Di point ini memang gak semua orang kuat. Apalagi yang masih mental gratisan, disuruh belajar mintanya gratisan terus. Masa mau punya penghasilan 1 Milyar ilmunya masih basic aja. Belajar donk dari ahlinya, kejar para mentor, lahap banyak buku, duduk manis di berbagai workshop.

2018 katanya masa sulit dan keras bagi pebisnis. Khususnya para produsen. Karena produk Made In China semakin menyesakkan jiwa. Jilbab harga 9.000 perak made in China, nyesek gak tuh. Tapi kalem aja sih Mak, karena kita gak hanya jualan komoditi, kita main dibranding, supaya konsumen beli karena cinta dengan merk kita.

2018, kami siap menghadapi ujian untuk naik kelas!
Siap memantaskan diri untuk 1 MIlyar per bulan!

Kita sebagai ibu, juga harus mempersiapkan mental anak-anak kita ya Mak. Jangan hanya kasih ikan, tapi berikan kailnya, hingga mereka mahir memancing. Prakteknya bisa mulai dari sekarang, kasih bibit dan ajarin bercocok tanam. Ajarkan bersabar menunggu hasil dan telaten dalam merawat tanamannya. Makasi Mak Baiq Dewi owner Bibit Seribuan. Aneka bibit buah dan bunganya sudah kami tanam. Nanti aku kabarin kalo sudah panen  Jazakallah..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Tips Membuat Tulisan (Copywriting)

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan MarketingTerjual lebih dari 20.000 eksemplar buku #EEJJ Emak-Emak Jago Jualan  MasyaAllah.. Allahuakbar!

Apalah saya, Ibu Rumah Tangga yang aslinya pemalu, kuper (kurang pergaulan) dan culun. Aduuuh kalo Mak kenal saya dari masa sekolah, pasti akan tahu persis seperti apa sifat asli saya. Teman saya cuma sedikit. Itu pun saya dibilang ANEH, karena impian saya terlalu lebay katanya hahahaaa..

Biarin ajalah, toh ketika impian itu terwujud, saya yang menikmatinya, mereka hanya menonton wakakakaaa…

Jadi ketika hari ini saya sedang gembar-gemborkan untuk Emak Setrooong bisa punya omset 1 Milyar per bulan, banyak yang mencibir. Saya sih cuek aja, toh keberhasilan saya nanti gak ada hubungannya sama mereka. Saya hanya akan berfokus ke teman-teman yang mendukung saya. Duh Mak, hidup cuma sebentar, jangan habiskan waktu mendengarkan orang yang mencemooh kita.

Saya menghayal lagi nih, andaikan ada 100 Emak Setrooong yang bisa menjadi penulis seperti saya. Gak perlu tulisan yang super duper gimana gitu, cukup tulisan sederhana, dengan gaya bahasa sederhana, yang penting manfaatnya cukup berasa bagi pembaca.

Coba Mak buka buku Hypnowriting halaman 277. “Unlocking YourCreative Unconscious.”

Menulis adalah kegiatan kreatif, dan pada dasarnya setiap orang itu kreatif. Setiap orang memiliki potensi kreatif yang terpendam di dalam dirinya. Tugas kita adalah mempercayainya sehingga ia mau keluar dan menjelma menjadi karya nyata. Bagaimana caranya? Biarkan ia menjelma menjadi tindakan tanpa mengkritisinya. Mulailah menulis, dan apapun hasilnya, akui dan terimalah sebagai karya terbaik Anda saat ini.

Yakini pula, bila semakin sering Anda melatihnya, kualitas tulisan Anda semakin baik dan semakin baik.

Tulisan yang bagus adalah sebuah proses. Proses belajar dan proses praktik yang tidak berhenti. Kemauan menjalani proses inilah yang membedakan antara penulis yang bagus dengan selainnya. PENULIS YANG BAGUS DAN PRODUKTIF TIDAK BERHENTI KETIKA KARYANYA BURUK.

Nampol ya Mak kalimat terakhirnya. Intinya maju terus pantang mundur  Aku akan selalu ada untukmu eeeaaaaa… Seperti Jilbab Duo Warna dari Mak Nur Aini, ketika aku butuh hitam ataupun abu, sudah ada dalam satu jilbab, tinggal dibalik aja. Aseeeek kan…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Mak… udah berapa kali ganti bisnis?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ MarketingCoba kita cari cermin, ajak ngobrol orang yang ada di cermin.

+ Hai cantik…
– Hai juga cantik…
+ Kamu sudah berapa kali ganti bisnis?
– 6 Kali
+ Mau ganti sampe berapa kali?
– Maunya sih ini bisa tumbuh besar dan menikmati sukses.
+ Coba renungkan, apa yang menyebabkan 6 bisnisnya gagal?
– Hmmm… apa ya?
+ Kalo diminta untuk mengulang waktu, jalanin bisnis yang lama itu, bisa sukses kah?
– Ya gak akan, udah coba.
+ Berapa lama cobanya?
– Gak sampe setahun.
+ Sudah menggunakan cara apa saja menjalankannya?
+ Pemasarannya sudah pelajari caranya?
+ Startegi mencari konsumennya sudah dipelajari dari ahlinya?
+ Ilmu menjalan bisnisnya sudah belajar kemana aja?
+ Apa sudah dipraktekin 10.000 jam?
– Hmmmm… baru coba-coba, trus sepi, ya ganti lagi.
– Jadi… sepi itu bisa jadi bukan karena produknya yang jelek/gak laku ya, tapi karena gak punya ilmu menjalankan bisnis yang baik dan benar.
+ Sekalinya ada ilmu, prakteknya gak tahan banting. Baru gagal dikit udah nyerah, eh langsung ganti bisnis lain.
+ Ketika sudah ganti bisnis baru, sekali dua kali coba belum berhasil, eh ganti bisnis lagi.
+ Nah mau sampe kapan Mak cantik gonta ganti bisnisnya?
+ Mending ganti “cara menjalankan bisnisnya”
+ Ganti metode pemasarannya.
+ Ganti jam kerjanya, tadinya cuma sampingan, sekarang seriusin donk.
+ Ganti tontonannya, tadinya acara gosip, sekarang fokus cari ilmu bisnis.
+ Ganti bacaannya, tadinya tabloid dan koran, sekarang fokus dulu baca buku bisnis.
+ Ganti temannya, tadinya grupis sama orang yang pesimis, sekarang cari teman yang sesama pejuang bisnis. Supaya banyak yang menyemangati dan ada tempat diskusi.

Mak gak punya cermin? Sini aku kasih 

Aku sayang kamu Mak.. iya kamu… Terus semangat ya memperjuangkan bisnis yang sudah Mak jalani sekarang. Cobain dulu dengan cara TAMBAH ILMU + TAMBAH JAM KERJA. Minimal 10.000 jam kerja (dihitung jam kerjanya perhari dan diakumulasi). Praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek……

Capek?

Ya iyalah pasti, kan mau dapet omset milyaran  Kalo gak capek, nanti penghasilannya cuma bisa untuk beli kipas angin hihihiii…

Kalo lagi capek, males masak, makan nasi anget + Teri Kepo dari Mak Cinta Nasywa enaaaak banget rasanya. Bagi Mak yang dateng ke Seminar “Menyelami Dunia Produksi” 28 Januari 2018 di Jakarta, bisa cobain Teri Kepo 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[Tips CouplePreneur] Pengelola Keuangan Suami/Istri?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EndorseHujan dipagi hari bikin mager, saat ini di Cihanjuang 21 derajat celcius. Enaknya baca buku, memberikan nutrisi diri untuk memperkaya wawasan. “Couplepreneur Bikin Baper” karya Mba Fenny Ferawati jadi pilihanku hari ini. Halaman 99…

Siapa Pengelola Keuangan?

Pada dasarnya tidak ada teori yang mengharuskan suami atau istri yang memegang kendali atas pengelolaan keuangan. Meskipun sebagian besar pasangan menganut paham untuk menunjuk sang istri menjadi “Manajer Keuangan”, itu bukan suatu hal yang tidak bisa diganggu gugat.

Jika memang sang istri mampu mengelola dengan baik dan bisa dipercaya, maka seyogyanya sang istri yang mengelola. Namun jika dirasa sang suami yang lebih piawai mengatur keuangan, sah-sah saja jika kendali ada di tangan suami. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya keterbukaan di kedua belah pihak.

Lalu bagaimana jika berbisnis bersama?

Dalam suatu bisnis, profesionalitas harus terjaga. Pemegang keuangan tentu berdasarkan kompetensi. Siapa yang lebih mampu dalam artian memiliki ilmu yang mencukupi, dialah yang diberi tanggung jawab. Bahkan jika diperlukan, ada baiknya merekrut karyawan untuk bagian keuangan.

Kesalahan yang lazim dilakukan para couplepreneur adalah mencampur keuangan pribadi dengan usaha. Tanpa ada pemisahan keuangan, biasanya pelaku bisnis akan terkecoh dengan saldo yang bayak dan cenderung mendorong ke arah konsumtif. Padahal uang tersebut juga diperlukan untuk modal dan biaya operasional.

Tips:
1. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis.
2. Buat rincian pengeluaran rutin dan penting.
3. Miliki catatan keuangan bisnis dan catatan keuangan pribadi secara terpisah.

Kalo di bisnis Mak saat ini, yang pegang keuangan Mak atau suami?

Suami saya gak mau pegang uang, kalo butuh tinggal laporan dan mengajukan proposal hihiiii… Jadi semua ATM dan token saya yang pegang. Nah ini justru jadi ujian ahahahaa.. harus kuat iman 

Ya kalo lagi mumet urusan ngatur keuangan, paling enak “me time” dengan cara merawat diri. Bagi seorang Emak yang masih punya balita, susah untuk ke salon. Alhamdulillah ada Moayu dari Mba Yulia Astuti  Moayu Skin Care for Soft, Smooth & Glowing skin 

Mak sudah sampe halaman berapa baca buku Couplepreneur-nya? Kalo ada buku yang halamannya loncat, kosong ataupun rusak. Bisa ditukar jika Mak waktu itu ordernya di Admin SBO melalui WA 087824468185 ya.

NB: Sampai ketemu 28 Januari 2018 di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO. Inget kan lokasi acaranya di Sofyan Inn Tebet? Tolong datang tepat waktu ya Mak 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading