Cara Mudah Menjual Produk Mahal

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Fashion Inner HijabBanyak yang ngeluh ke saya ketika mau mulai ikut jualin produk RAZHA. “Mba Muri, Inner Hijab RAZHA kan mahal, susah jualnya.”

MAHAL itu relatif. Mahal buat siapa? Benerkan Mak?
Supaya bisa jualan produk “mahal” ada 2 kunci utamanya:
1. Jual ke orang yang tepat. Orang yang mampu dan mau membelinya.
2. Jual dengan cara yang cerdas.

Hayu ke rak buku, buka Hypnoselling halaman 185. Udah pada sampe kan bukunya? Jangan dijadiin pajangan 

Informasi yang sama dapat dipersepsikan berbeda bila dikatakan dengan cara yang berbeda. Demikian juga HARGA. Kita dapat menyebutkan harga yang sama dengann cara yang berbeda dan prospek menganggapnya berbeda. Ingat, orang membeli karena persepsi mereka. Maka, bentuk persepsi mereka agar mereka menganggap bahwa harga kita adalah HARGA YANG WAJAR untuk benefit yang sudah kita jelaskan. Maka, jangan pernah sebut harga produk tanpa dilengkapi alasan mengapa harga yang kita tawarkan wajar.

Bandingkan dengan harga lain.
Orang pada umumnya memiliki sedikit pengetahuan tentang harga produk seperti ini. Anda bisa membandingkannya dengan:
– Harga pesaing
– Harga asli
– Harga pabrikan
– Harga lama
– Harga normal

Dipecah harian.
Misalnya harga produk seharga 360.000, bisa dipakai setahun. “Sebenarnya kita hanya keluarin uang 1.000 per hari loh. Beda dengan produk sebelah, lebih murah sih cuma 100rb-an. Tapi tiga bulan habis. Jadinya 3.000 sehari. Jadi mana yang lebih murah?”

Bandingkan dengan pengeluaran lain.
Misalnya harga laptop 10 juta. Bisa dibuat lebih murah dengan pernyataan: Bila dipecah harian, harga laptop ini kurang dari harga secangkir kopi cafe yang biasa Anda minum setiap harinya.

Katakan berapa harga yang telah dibayar orang lain (ditempat kita atau di tempat orang lain).
“Di luar sana, Anda perlu membayar puluhan juta untuk mempelajari ilmu ini.”

Tambahkan bonus.
Jangan main banting harga, bermainlah di penambahan benefit. Pastikan saat Anda menjual benefit jauh lebih besar dari harga yang dibayarkan. Maka mereka akan membeli, membeli dan membeli lagi. Saat Anda berikan bonus, jangan lupa sertakan nilainya (Pastikan nilai bonusnya tetap masuk akal, jangan berlebihan).

Selanjutnya silahkan baca sendiri ya di halaman 187 ya Mak, pegel ngetiknya wakakakaa… Weekend mau nemenin anak-anak main, usahain bukan main gadget. Alhamdulillah ada Mainan Kayuku Agdia dari Mak Dini Maryani 😍 Za & Zi seneng banget 😘 recommended!

Oh iya, Saya lagi beresin persiapan untuk seminar “Menyelami Dunia Produksi” yang akan menghadirkan 3 pembicara di Jakarta. SBO sedang merangkul para produsen dan calon produsen untuk bisa memilih produk laris dan belajar cara meningkatkan benefit. Sehingga mereka gak main di area “perang harga”. Jual produk itu harus dengan harga “pantas”. Sehingga kita punya cukup dana untuk membiayai pertumbuhan bisnis yang kita tahu GAK MURAH.

Salam sayang untuk Produsen Indonesia, sampai jumpa 28 Januari di Sofyan Inn Tebet, Jakarta. Pastikan Mak sudah dapat alamat lengkapnya ketika daftar ke Admin SBO di WA 087824468185 ya. Luv u Mak.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ternyata OMSET 1 Milyar Mudah, Begini Caranya..

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJSiapa yang gak mau omset 1 Milyar per bulan? HIhihiiiii… pasti pada mau semua kan? Maklum, kita Emak Matre wakakakaaa… Ya iyalah kudu matre, biaya sekolah sekarang mahal ciiint…

Berangkatin Haji dan Umroh keluarga besar, ya pake duit. Sedian tempat tinggal yang nyaman buat keluarga, ngebangunnya pake duit, eh gak deng.. pake batu bata  tapi tetep belinya pake duit kan. Sekolahin semua ponakan dan sodara yang kurang mampu, duuuh nikmat banget kalo kita bisa selalu bantu mereka.

Mau sedekahin yang banyak buat Palestin, Rohingnya, Yatim, Pesantren, Masjid… sedaaap kalo kita bisa ngasihnya banyak ya Mak.

Yuk ah kita matre 

Berat gak sih 1 Milyar sebulan? Ya iyalah, kalo gampang, semua orang udah kaya ahahahaaa.. Tapi jangan dibikin pusing Mak. Kita bagi menjadi target harian aja.

1 Milyar dibagi 22 hari kerja = 45.500.000

Misalnya kita akan dapatkan ini dari:
Distributor 2 juta/hari x 10 = 20juta
Agen 1 juta/hari x 20 = 20juta
Reseller 500rb/hari x 11 = 5.500.000

Yang harus kita lakukan saat ini:
1. Menyediakan produk yang banyak, baik, laris.
2. Melakukan branding.
3. Memantapkan strategi Marketing.
4. Mencari Mitra sebanyak-banyaknya.
5. Merawat Mitra yang sudah ada.
6. Pengelolaan tim yang solid.
7. Sistem order, database, laporan keuangan dan semua pencatatan lainnya diperbaiki.
8. Manajemen keuangan yang baik, jangan dipake buat jajan terus 
9. Pikirin sendiri point berikutnya hihihiiiii…

Nah.. Allah akan kasih ini kepada orang yang pantas!
Masa iya barang dagangan kita cuma ada selusin tapi bisa punya omset 1 milyar?
Masa iya bisa punya orderan banyak tapi gak ngerti cara jualan?
Masa iya ngelayanian banyak pesanan tapi gak punya tim?
Masa iya bisa muterin uang sampe milyaran tapi gak punya pencatatan dan laporan keuangan?

Bisnis itu, seru-seru sedap ya Mak. Tugas kita cuma satu: MEMANTASKAN DIRI  Aku pake gamisnya Dzakiya Hijab Indonesia dari Mak Restu Dwipantes kan Mak?  recommended!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Calon Konsumen Akan Membeli Jika…

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi PenjualanBuka buku Hypnoselling halaman 182 yuk Mak. Udah pada sampe kan bukunya?

Seorang prospek akan membeli ketika benefit yang didapat lebih besar dari harga yang dibayarkan.

Apa yang dimaksud benefit? Benefit adalah keuntungan atau manfaat yang akan didapat oleh konsumen saat membeli produk kita. Secara sederhana ada dua macam benefit.

Pertama, benefit rasional. Terikat fungsi, bahan dan fitur produk.
Kedua, benefit emosional. Terkait gengsi, merk dan pelayanan.

Bagaimana dengan harga? Harga adalah biaya yang dibayarkan oleh seseorang untuk memiliki sebuah produk. Tidak terbatas pada uang, namun juga waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk membeli sebuah produk.

Bila harga yang dibayarkan lebih besar daripada benefit yang akan didapat, tentu saja orang tidak akan mau membelinya. Sebaliknya, bila benefit yang didapat jauh lebih banyak daripada harga yang dibayarkan, maka orang akan mau membelinya.

Maka, jangan sekali-kali menyebutkan harga sebelum calon konsumen mengerti manfaat dari produk Anda.

Nah bagaimana caranya agak calon konsumen memahami sejalas-jelasnya benefit dari produk kita? Bagaimana pula agar persepsi mereka terhadap benefit yang didapat lebih besar daripada harganya? Ikuti tiga tips berikut:
1. Deskripsikan benefit sejelas-jelasnya.
2. Bingkai harganya.
3. Tingkatkan benefit buat mereka.

Bingung Mak? Alhamdulillah  ini artinya kita diminta Allah untuk nambah ilmu lagi, ilmu yang ada saat ini belum cukup. Silahkan baca lengkapnya di halaman 184. InsyaAllah nanti saya bahas lagi di sini.

Saya tertarik dengan BENEFIT EMOSIONAL. Ini yang bisa kita ulik dengan cara BRANDING. Benefit Emosional sangat bisa membantu kita menjual produk dengan harga tinggi dan tetap laris manis, walaupun toko sebelah jualannya banting harga. Biarin aja dia banting harga, kita mah jangan ikutan kerja rodi kaya dia. Kita jualan harus punya keuntungan yang cukup untuk bisa memenuhi semua biaya operasional dan biaya pertumbuhan perusahaan.

Biaya pertumbuhan perusahaan sudah dibahas sama Mas Arif Budiyono di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” bulan kemarin di Bandung. Buat Mak yang ketinggalan, ada kesempatan kedua, 28 Januari akan digelar seminar “Menyelami Dunia Produksi” di Jakarta. Ini seminar pertama dan terakhir tahun 2018 di Jakarta. Tema ini saya gak akan buka lagi di Jakarta 

Jadi jangan heran kalo chatnya Admin SBO di WA 087824468185 antriiii banget  Pada mau ikut seminar yang benefitnya bisa melipatgandakan omset Mak jika dipraktekin.

Kalo melipatgandakan kebahagiaan, pake Khimar nya Saya Syar’i dari Mak Es Setyowati  Bahagia karena jadi makin cantik dan terlihat lebih muda hihihiiii…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Memahami Pola Prilaku Manusia, untuk Memudahkan Penjualan

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online SBOBagi Mak yang jualan masih dengan memberikan fasilitas chatting dengan konsumen, tentunya kita gak mau di PHP-in ya  Lain halnya jika konsumen membeli via website/Marketplace/Ecommerce yang tidak ada fasilitas chatting.

Jika Mak masih menyediakan ruang bagi konsumen untuk bertanya lebih detail tentang produk/pelayanan yang Mak jual, maka sangat perlu kita pelajari ilmu komunikasi. Jangan sampe, konsumen gagal beli cuma karena kita salah memilih kata. Produk sih bagus, tapi…. kita salah menggunakan tata bahasa atau kurang tepat dalam memilih katanya.

Saya juga masih belajar Mak, ini lagi buka buku HypnoSelling halaman 134. Kalo buku Mak belum sampe, coba konfirmasi Admin SBO melalui WA 087824468185, mudah-mudahan gak nyangkut di kurir.

Perilaku manusia memiliki pola. Bila kita memahami pola seseorang, kita akan lebih mudah memengaruhi mereka. Gunakan pola yang sama, dan mereka akan percaya pada kita. Pola-pola ini tercermin dari pilihan kata yang mereka lakukan. Di dalam ilmu NLP, pola-pola perilaku ini dikenal dengan istilah Meta Program.

Meta Program adalah program internal dalam diri seseorang yang mengatur bagaimana mereka:
– Termotivasi
– Memproses Informasi
– Mengambil Keputusan

Dalam konteks penjualan, mengenal tiga hal di atas memudahkan kita dalam melakukan banyak hal bukan?

KRITERIA adalah kata kunci yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih sesuatu. Kata kunci yang digunakan oleh seseorang sebagai label dari hal-hal yang ia anggap baik, tepat dan pas dalam konteks tertentu. Kata-kata ini menjadi pemicu bagi sebuah reaksi fisik dan emosional yang positif. Alan Pease mengistilahkan kriteria dengan “hot botton”.

Tujuan pertanyaan kriteria adalah untuk menemukan apa yang bernilai bagi pelanggan. Contoh pertanyaan untuk mengungkap kriteria:
– Apa yang Anda inginkan dari sebuah X?
– Apa yang Anda cari dari X?
– Apa yang penting bagi Anda terkait X?

Tanpa kriteria, kita akan memberikan solusi yang tidak sesuai dengan keinginan dari prospek kita.

Bayangkan skenario berikut:

Katakanlah Anda menjual berbagai jenis kerudung. Lalu datang seorang calon pembeli. Mana kira-kira yang potensi closingnya tinggi?

Skenario pertama: Anda tunjukkan berbagai macam kerudung ke dia. Katakan betapa cocoknya mereka menggunakan kerudung itu.

Skenario kedua: Anda bertanya dulu “Boleh tahu, kerudung seperti apa yang ibu cari? Untuk dipakai sendiri atau…?” Lalu Anda pilihkan kerudung yang sesuai dengan jawaban calon pembeli.

Kira-kira dari dua skenario sederhana di atas, mana yang potensi closingnya lebih tinggi? Tentu saja skenario kedua bukan?

+++++++

Gimana Mak? Sudah kebayangkan?

Dengan menggali keinginan konsumen terlebih dahulu, menurut saya akan meringankan pekerjaan kita.

+ Mba mau beli inner RAZHA donk.
– Mau inner apa Mba?
+ Coba lihat adanya apa?

Plis deh Mak, di RAZHA variant innernya banyak banget, kasian CS kalo harus kirimin semua foto ahahahaaa…. Dan waktunya jadi terpakai banyak untuk melayani satu konsumen.

+ Mba mau beli inner RAZHA donk.
– Mba butuh inner yang seperti apa? Menutupi kepala saja (ciput), inner ninja (hingga dada tapi membentuk leher) atau Inner syari yang seperti bergo?
+ Inner Syari seperti apa?
– Ini Mba fotonya, ada beberapa variant juga. Mba mau yang sederhana classic polos, atau yang ada modelnya?
+ Oh boleh yang classic aja, saya senengnya yang polos.
– Baik Mba, ini pilihan warnanya.

Nah lebih asik ya Mak kalo kita bisa tahu apa kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga kita menawarkan produk yang tepat kepada orang yang tepat, maka tingkat clossingnya insyaAllah lebih tinggi.

Coba yuk.. semoga Allah mudahkan urusan Mak. Omset meningkat, zakat sedekah juga meningkat  aamiin..

Kalo Bawang Goreng Brebes dari Mak Mel Malikha Mukhaemin sudah coba Mak? Ada yang pedesnya juga ternyata.. nyaaamm.. nyaammm… Apapun makannya, selalu ditemenin Bawang Goreng Brebes, eh bisa dicemil juga 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Menemukan Berbagai Solusi Masalah Bisnis dengan 4 Langkah Mudah

photo6145449115509696501Bagi Mak yang sudah jalanin bisnis hitungan bulan atau tahun, semakin paham ya Mak, bahwa masalah dalam bisnis itu bukan sekedar ada atau tidak ada penjualan. Tetapi dari hulu ke hilir bisnis, adaaaa aja masalahnya hihihiii…

Mari kita jernihkan pikiran untuk bisa menyelesaikan masalah 1-1. Kalo pikiran kusut, gak akan ada masalah yang beres. Yang ada malah makin mumet, bawaannya mau ngebakso mulu ahahahaaa… (curhat colongan )

Buka buku #RAMSBO Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online halaman 151. Mak Lya Herlyanti sudah jabarin panjang lebar tuh Mak, dengan contoh kasus RAZHA pada waktu itu, alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik setelah diomelin Mak Lya  Udah pada baca belom? Jangan-jangan masih kebungkus plastik bukunya ckckckck… ter..la…lu…

Ada 4 langkah mudah menemukan akar masalah dalam bisnis, lalu menemukan solusinya.
1. Tulis masalah-masalah yang terjadi dalam bisnis Anda.
– Kelewat kirim paket.
– Barang yang diorder tidak ada, padahal sudah order di web.
– Banyak bookingan yang menumpuk.
– Barang yang sampai ke konsumen, jumlahnya kurang.
– Barang yang sampai ke konsumen salah variant/warna.
– Barang yang dikirim luntur.

2. Tulis kondisi ideal yang diinginkan
– Semua paket terkirim.
– Barang pesanan mencukupi.
– Tidak ada barang bookingan yang menumpuk.
– Barang yang diterima konsumen sesuai pesanan.
– Produk yang diterima konsumen dalam kondisi bagus.

Untuk bisa mencapai kondisi yang diinginkan, maka diperlukan sebuah usaha peningkatan kinerja dalam bisnis. Kira-kira proses mana saja yang bisa diubah, diperbaiki atau dikurangi agar masalah bisa diselesaikan sesuai tujuan di awal.

3. Cari akar masalahnya dengan teknik “5 kali Why”
Biasanya tidak sampai 5 kali why, sudah ketemu akar masalahnya. Contohnya seperti ini:

Masalah: variant, warna dan jumlah barang yang diterima konsumen masih belum tepat.

Why 1 – Ada salah informasi dari kertas orderan yang diberikan CS ke gudang, ke bagian packing.

Why 2 – Masih menggunakan tulisan tangan di kertas ordernya.
– Petugas gudang salah ambil barang.
– Bagian packing kurang teliti cek barang dan tulisan.

Why 3 – Karena kertas orderan sepertinya tidak perlu menggunakan form tetap.
– Penyimpanan stok di gudang yang masih belum tertata baik, sehingga membuat celah kesalahan lebih besar.
– Di kertas dengan tullisan tangan itu kadang tidak terbaca jelas, penamaan yang berbeda, kode yang tidak sama.

Why 4 – Belum punya form order yang fix.
– Menyepelekan tata cara penyimpanan yang memudahkan. Kurang paham dengan prinsip penyimpanan.
– Tulisan yang tidak jelas

Why 5 – Belum sempat bikin form
– Belum belajar prinsip penyimpanan

4. Temukan solusinya
Setelah dibedah masalahnya dengan 5 kali why, selanjutanya munculkan solusi-solusi. Silahkan Anda brainstorming dulu. Semua ide biarkan liar bebas keluar, jangan dihentikan dan jangan disalahkan.

Solusi yang memungkinkan:
– Bikin form fix yang memudahkan bagian CS, gudang dan pakcing untuk mengambil pesanan tanpa tertukar variant, warna dan jumlah.
– Belajar tentang prinsip penyimpanan. Prinsip ini hanya 2, Mudah Disimpan dan Mudah Ditemukan.

Okey Mak, silahkan praktek dengan masalah Mak masing-masing ya. Jika ternyata saat ini masalah Mak adalah sulit menemukan karyawan, cobain juga dengan metode ini.

Yang penting: YAKIN ADA SOLUSINYA. KARENA ADA ALLAH YANG MEMBANTU KITA.

Kalo kalimat itu sudah kita imani, kita akan tenang menghadapi semua masalah. Semangat Emak Setrooong!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Memulai bisnis itu…

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Pengisi Seminar Meningkatkan Penjualan CreativepreneurMemulai bisnis itu
bukan seberapa besar modal uangmu
tetapi seberapa besar semangat belajarmu!

Belajar dari kesempitan
Belajar dari keterbatasan
Belajar dari kegagalan
Belajar dari cibiran
Belajar dari penolakan

Modal milyaran belum tentu kita bisa menjalankan bisnisnya.
Modal 100ribu, kuat proses belajarnya, setahun bisa jadi 1 milyar!

Gak percaya? Buktiin aja…  Kalo berhasil kabarin saya ya  Namun jika belum berhasil, jangan sungkan kabarin saya juga. Nanti kita belajar bareng.

Saya coba akan kenalin Mak dengan senior yang berbisnis di bidang yang sesuai. Karena setiap jenis bisnis itu keunikan penanganannya beda-beda. Pengalaman pahit mereka, akan jadi pelajaran manis bagi kita.

Cerita bangkrutnya mereka juga bisa jadi penyemangat kita Mak. Selama ini kita pikir, ujian kita ini paling dahsyat di muka bumi, ealaaah ternyata ujian mereka bisa 10 kali lipat bahkan lebih. Sejak itu, ujian kita akan berasa sebutir garam 

Langsung deh tuh rasa optimisme bisa hadir kembali. Pulang curhat sama senior, kita bisa move on dan gak baper lagi 

Cari komunitas Mak, saya rekomendasikan TDA. Coba cek di wilayah Mak masing-masing, siapa pengurus TDA nya.

Selain belajar dari senior, saya juga suka belajar dari buku. Tapi saya bukan tipe yang bisa menyelesaikan 1 buku langsung tuntas. Saya baca bukunya loncat-loncat. Gak urut halamannya. Saya lebih senang membaca berdasarkan kebutuhan. Pembahasan mana dulu nih yang sedang saya perlukan saat ini. 2 atau 3 buku bisa saya siapkan di tas. Untung tas dari Mba Vivi Lutfiah ini cukup untuk bawa buku-bukunya. Walapun kutu buku, tapi tas tetep kekinian kan ya Mak  Bangga pake produk Indonesia. Bangga menjadi pencinta Frombiita. Recommended!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Aku Anak Supir Angkot

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Kisah Sukses Pebisnis Online WanitaSeneng banget rasanya saat bapak pulang narik (kerja sebagai supir angkot). Karena pasti bapak bawa uang banyak. Kami an
ak-anaknya bertugas merapihkan lembaran uang yang didominasi dengan pecahan Rp.100 berwarna merah. Diselingi dengan tawa ketika saya dan kakak saling ejek saat melihat lembaran hijau bergambar orang utan, uang pecahan Rp.500. Eh lihat ada foto kamu disini hihihiiii…

Saya anak ke 2 dari 5 bersaudara. Ya bapak berprofesi sebagai supir angkot. Ibu pernah bekerja sebagai penjahit, tukang kredit, penjual kue hingga akhirnya memiliki warung nasi di jalan Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Disinilah saya lahir dan dibesarkan. Asli Betawi, namun 50% darah Jogja. Masa-masa sekolah sempat merasakan membantu ibu jualan nasi rames. Buka tutup warung dengan papan-papan panjang yang disusun. Jangan bayangkan ada rolling door pada masa itu.

Betawi… entah kenapa, prinsip yang dipegang warga betawi (saya melihat dari sosok bapak) hidup untuk hari ini. Besok ya gimana besok. Sebagai pribumi, konon katanya nenek moyang kami punya tanah luaaasss banget. Lebak Bulus, Bintaro, Ciputat, Parung dll.

Tapi apa yang terjadi sekarang? Tanah hampir tidak bersisa, bahkan sebagian anak cucu keturunannya hidup ngontrak sana sini. Usut punya usut, anak perempuan pada masanya tidak diprioritaskan masalah pendidikan. Toh nanti perempuan ke dapur.

Alhasil, sebagian dari anak cucu hidup dalam kondisi tidak baik saat ini. Uang habis untuk makan. Mau nikah, jual tanah. Mau makan, jual tanah. Mau sunatan, jual tanah. Mau haji, jual tanah. Mau apa aja, jual tanah.

Jual… jual… jual… habis lah asetnya. Masing-masing orang memikirkan “hidup untuk hari ini”, apa yang terjadi dengan anak cucu? Warisan harta tidak, warisan ilmupun tidak.

Walaupun bapak supir angkot, alhamdulillah bapak bertekad untuk memperbaiki generasinya. Bapak mau semua anaknya jadi sarjana, jangan seperti beliau yang hanya tamatan SMA. Alhamdulillah anaknya 4 jadi sarjana + 1 sedang kuliah saat ini. Izin Allah.

Ini bukan soal sarjananya, tetapi bagaimana membentuk POLA PIKIR yang lebih baik. Tidak hanya fokus untuk hidup hari ini, tetapi memiliki perencanaan untuk menabung demi masa depan. Tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi bagaimana hidupnya bisa bermanfaat untuk ummat.

Salah besar ketika yang perlu berilmu hanya laki-laki!

Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ibu juga harus memiliki pola pikir yang baik, berwawasan luas, jejaring luas, up to date. Ibu yang akan membantu anak merangkai mimpinya. Ya semua diawali dari mimpi, bukan mimpi yang kerdil, tetapi mimpi yang sangaaaaat tinggi, karena sang ibu yakin Allah bisa mewujudkannya. Yes… Allah yang akan mewujudkannya. Apa sih yang Allah gak bisa?

Ayo ibu tambah terus ilmunya, perluas wawasannya, berjejaring tanpa meninggalkan kewajiban di rumah. Biarlah kita tidak bisa menjadi jendral di luar sana, tetapi kita bisa membesarkan seorang jendral di rumah.

Belajar dan berkarya dari rumah sungguh indah dan penuh berkah insyaAllah… Bukan berarti dirumah tidak boleh berpakaian rapi dan cantik. Ada karyanya Mak Siti Rosi bertajuk SYLLA di Sylla Hijab Store cocok untuk digunakan sehari-hari dirumah atau saat pergi. Aw… aku sepertinya orang pertama yang menggunakan jilbab SYLLA ini, sebelum launching aku sudah punya hihiiii.. Gamis hitam SYLLA juga jadi kesayang  Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Menggali Keinginan dan Kebutuhan Konsumen

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram Marketing Private BelajarWah asik ya toko sebelah laris banget. Kayanya jualan produk itu enak ya, gampang jualnya. ikut jualin ah..

Ealaaah… kok gak semanis dia hasilnya.

Ya gitu deh Mak, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau hehehee.. Kita gak tau aja, bisa jadi dia rumputnya sintetis 

Ketika kita melihat bisnis orang lain lebih sukses, yang dilihat bukan objek bisnisnya. Tetapi subjeknya, orang yang menjalankannya. Dia cara jalaninnya gimana, apa saja ilmu yang dia pelajari, strategi apa, konsepnya gimana, manajemen timnya seperti apa, jurus langitnya dll.

Hari ini saya mau sharing isi buku Hypnoselling Taktik Jualan Tanpa Penolakan karyanya Mas Darmawan Aji yang sedang proses PO. Eh aku udah dapet bukunya duluan donk hehehee… jangan ngiri ya 

Halaman 117, Rahasianya ada di Pertanyaan.

Banyak orang mengira bahwa penjual yang hebat adalah penjual yang banyak omong atau cerewet, benarkah demikian? Saya sih tidak sependapat. Saya justru paling tidak suka bertemu dengan penjual yang cerewet dan banyak omong. Menurut saya penjual yang hebat justru penjual yang bisa bertanya dengan tepat bukan sekedar menjelaskan. Questioning not telling. Karena kualitas pertanyaan sang penjual akan menentukan kualitas jawaban dari klien.

Orang hanya membeli produk yang mereka butuhkan. Maka, sebagai penjual kita diberi dua pilihan.

Pertama, memberitahu kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Kedua, bertanya kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Cara pertama bisa kita lakukan bila prospek sudah benar-benar percaya penuh kepada kita. Namun pada banyak kasus, cara pertama berisiko memunculkan resistensi (perlawanan/penolakan). Mengapa? Karena orang secara umum tidak suka diberitahu tentang apa yang perlu mereka lakukan. Maka, cara kedua adalah cara terbaik untuk menyadarkan prospek terhadap kebutuhannya.

Ada tiga manfaat mengajukan pertanyaan dalam penjualan. Tapi sayangnya saya tidak akan bagikan sekarang, karena mau ngurus cucian dulu Mak hihihiii… Mumpung rada terang cuacanya. Selengkapnya Mak bisa baca di halaman 118. Eh udah pada sampe kan bukunya? Jika belum sampe bisa konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya.

Jadi inget, terkadang ngurus konsumen, mirip dengan ngurus anak. Ketika kita memerintahkan anak untuk melakukan A, B, C. Dia akan merasa itu hanya kewajiban. Anak harus tahu dulu BIG WHY nya. Kenapa dia perlu melakukan A, apa manfaat dan kebutuhannya bagi dia. Ketika sang anak paham bahwa saat melakukan A dengan baik, dia akan mendapatkan manfaat untuk dirinya, maka diapun akan lebih semangat mengerjakannya. Bukan sebagai kewajiban, tetapi kebutuhan.

Mas Zhafran, foto donk pake koko dan sarung baru dari Tante Ummu Azizanowner Salama Sarung. Bagus nih bahannya adem jadi gak gerah kalo Mas sholat, trus praktis sarungnya jadi Mas gak repot. Seneng deh dia dan fotonya jadi bagus 

Selamat mencoba ya Mak jurusnya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Creativity as a Problem Solver

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram MarketingSaya lupa kapan beli buku “Oh My Goodness buku pintar seorang Creative Junkies” by Yoris Sebastian. Saya cari buku ini ketika melihat Yoris di salah satu TV nasional. Saat itu membahas tentang kreativitas untuk bisnis atau apa gitu, saya lupa 😀
 
Buku ini sudah bolak balik saya baca. Segeerrr.. bikin saya merenung lagi, lagi dan lagi. Banyak sekali di dunia ini, orang yang menjalankan bisnis serupa (mirip-mirip) dan berhasil. Tidak jarang dari kita ikutan pengen juga, karena melihat kesuksesan mereka.
 
Tetapi ketika kita jalanin, kenapa hasilnya tidak sindah taman mereka ya ^_^ Kok kita tamannya kering kerontang ahahahaaa…
 
Ternyata ada 1 hal yang kita lupa Mak. Kreativitas!
 
Ya kita, gak bisa ATP (Amati, Tiru, Plek) bisnis orang lain. Ketika kita muncul dengan produk/konsep yang sama, tentunya konsumen tetap memilih produk yang “senior”. Sudah teruji dan terbukti. Sedangkan kita anak baru, yang masih diragukan karyanya.
 
Oh iya saya baru ngeh, anehnya ini buku, gak ada halamannya ahahahaaa.. Bertahun-tahun saya punya, baru sekarang sadar. Cuma ada Chapter. Nah yang sekarang saya mau bagikan ke Mak adalah Chapter 8. Creativity is a Problem Solver.
 
Dalam menentukan jenis bisnis yang akan Mak geluti, satu hal mendasar yang harus kita pikirkan pertama adalah Produk kita harus menjadi Problem Solver.
 
Ya jadi bukan bikin/jualan produk yang sekedar Mak suka.
 
Yoris Sebastian mengibaratkan, seorang yang kreatif harus seperti Doraemon. Mampu menjadi Problem Solver bagi setiap masalah yang ada di sekelilingnya.
 
Sebuah hasil kreativitas belum dianggap sukses bila belum mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar kita.
 
Sebenarnya sangat banyak masalah di sekeliling kita. Yang penting adalah bagaimana kita sensitif saja. Jadi saat ingin melakukan suatu inovasi, terkadang kita perlu keliling dan melihat masyarakat di sekitar kita.
 
Bisa loh bisnis disangkutkan dengan HOBI. Hobi + Permasalahan Masyarakat + Kreativitas, jadi deh tambah uang ^_^ Ayo kita jalan-jalan cari inspirasi Mak, boleh deh browsing dulu di internet kalo diluar lagi hujan terus sepanjang hari.
 
Saya kalo jalan-jalan sekarang lebih seneng pake backpack. Maklum bawa anak-anak, tangan harus siaga pegangin mereka setiap saat. Jadi lebih praktis pake backpack. Eh rejeki ya Mak, aku dapet Ganci Unyu dari Mak Nofia Putri Fatimah. Ya Allah disainnya super duper unyu. Sesuai banget dengan karakter aku. Love it so much! Jazakallah Mak Nofia Putri Fatimah. Aku mau pasang di backpack ah…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 tahun yang lalu…

Bayi Zhafran7 tahun yang lalu…

Ini bukan anak pertama saya. Zhafran Respati Adhi sebenarnya anak kandung ke 2 saya. Namun Allah hanya menitipkan sebentar sang kakak, 2,5 bulan saja dalam pelukan.

Kita gak pernah tahu Mak siapa duluan yang Allah panggil. Tua Muda bukan patokan.

Itulah sebabnya, saya paling gak bisa jauhan sama keluarga. Karena saya sudah pernah merasakan kehilangan. Biarlah hari-hari kami selalu berdekatan. Karena kita tidak pernah tahu berapa lagi sisa waktu untuk bersama.

Duh Mbak Muri kok pasang tarif kalo ngajar, kok mahal, kok panitia harus siapin akomodasinya banyak.

Mak.. aku gak jualan ilmu. Apalah aku ini cuma Emak Rempong yang doyan cuap-cuap. Bisnisnya sendiripun belum mapan. Masih kusut sana sini, masih butuh pembenahan ini itu, masih miskin ilmu.

Aku cuma minta diganti waktuku yang hilang untuk keluarga.
1 hari nemenin untuk keperluan orang lain. Harusnya saya bisa nemenin anak belajar, main, mijetin suami, nyuci, strika, beresin rumah atau sekedar jalanin hobi.

Semua pengorbanan meninggalkan keluarga itulah yang saya minta diganti. Ya kalo gak mau gakpapa. Prioritas saya yang paling berharga tetap keluarga. Karena nanti diakhirat yang dipertanyakan pertama adalah tanggung jawab kita terhadap diri sendiri dan keluarga. Bukan berapa banyak olshop yang sudah dibantu. Ini tetap dihitung, tapi bukan prioritas utamakan.

Keluarga… keluarga… keluarga…

Alasan ini juga yang membuat saya berkeras hati untuk ngomporin Mak RESIGN. Ya saya paham betul alasan utama kita kerja adalah kebutuhan ekonomi.

Tapi mencari rejeki itu bisa BANYAK CARA. Gak mesti ninggalin anak dari subuh sampe malem. Susah minta cuti ke kantor. Gak enak ijin terus jika ada keperluan keluarga. Sedih liat anak ternyata lebih deket sama pengasuh daripada ibunya 😓

Ya gak mesti jualan online kok. Cuma kebetulan aja saya udah nyicipin duluan manisnya jualan online. Kapanpun anak rewel butuh perhatian, saya bisa lepas gadget (jualan online). Nengokin orang tua (mudik) bisa sesuka hati tanpa harus nunggu jatah cuti. Toh di rumah mama masih bisa tetap ngiklanin produk secara online.

Saya gak pernah maksa Mak untuk RESIGN. Saya cuma nyumpahin aja, semoga setelah resign penghasilannya bisa 10 kali lipat. Karena mungkin ketika anak lebih bahagia dekat ibunya, Allah lebih ridho. Katanya anak titipan Allah, jangan dititipin lagi ke orang lain.

Ah masa kecilku… ya gitu deh. Masa kecil dan masa remajaku ada bersama pembantu dan TV. Orangtua berangkat subuh pulang jam 10 malam. Papaku supir angkot dan mamaku punya warung nasi kecil. Jam 9 baru tutup warung, sampe rumah jam 10an.

Aku tau rasanya jadi anak dengan kondisi seperti itu. Makanya aku gak mau ngulang apa yang dilakukan orang tuaku. Orangtuaku tidak salah, dengan pendidikan mereka yang hanya SMA dan SMEA, wawasan cara mencari nafkah ya disitu. Aku sangat bersyukur.

Alhamdulillah 4 anak jadi sarjana + 1 sedang kuliah. Nah dengan pendidikan yang lebih baik, wawasanku juga menjadi lebih baik dalam menentukan cara mencari nafkah. Gak harus setiap hari ninggalin rumah untuk dapat rupiah.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading