Mak… udah berapa kali ganti bisnis?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ MarketingCoba kita cari cermin, ajak ngobrol orang yang ada di cermin.

+ Hai cantik…
– Hai juga cantik…
+ Kamu sudah berapa kali ganti bisnis?
– 6 Kali
+ Mau ganti sampe berapa kali?
– Maunya sih ini bisa tumbuh besar dan menikmati sukses.
+ Coba renungkan, apa yang menyebabkan 6 bisnisnya gagal?
– Hmmm… apa ya?
+ Kalo diminta untuk mengulang waktu, jalanin bisnis yang lama itu, bisa sukses kah?
– Ya gak akan, udah coba.
+ Berapa lama cobanya?
– Gak sampe setahun.
+ Sudah menggunakan cara apa saja menjalankannya?
+ Pemasarannya sudah pelajari caranya?
+ Startegi mencari konsumennya sudah dipelajari dari ahlinya?
+ Ilmu menjalan bisnisnya sudah belajar kemana aja?
+ Apa sudah dipraktekin 10.000 jam?
– Hmmmm… baru coba-coba, trus sepi, ya ganti lagi.
– Jadi… sepi itu bisa jadi bukan karena produknya yang jelek/gak laku ya, tapi karena gak punya ilmu menjalankan bisnis yang baik dan benar.
+ Sekalinya ada ilmu, prakteknya gak tahan banting. Baru gagal dikit udah nyerah, eh langsung ganti bisnis lain.
+ Ketika sudah ganti bisnis baru, sekali dua kali coba belum berhasil, eh ganti bisnis lagi.
+ Nah mau sampe kapan Mak cantik gonta ganti bisnisnya?
+ Mending ganti “cara menjalankan bisnisnya”
+ Ganti metode pemasarannya.
+ Ganti jam kerjanya, tadinya cuma sampingan, sekarang seriusin donk.
+ Ganti tontonannya, tadinya acara gosip, sekarang fokus cari ilmu bisnis.
+ Ganti bacaannya, tadinya tabloid dan koran, sekarang fokus dulu baca buku bisnis.
+ Ganti temannya, tadinya grupis sama orang yang pesimis, sekarang cari teman yang sesama pejuang bisnis. Supaya banyak yang menyemangati dan ada tempat diskusi.

Mak gak punya cermin? Sini aku kasih 

Aku sayang kamu Mak.. iya kamu… Terus semangat ya memperjuangkan bisnis yang sudah Mak jalani sekarang. Cobain dulu dengan cara TAMBAH ILMU + TAMBAH JAM KERJA. Minimal 10.000 jam kerja (dihitung jam kerjanya perhari dan diakumulasi). Praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek……

Capek?

Ya iyalah pasti, kan mau dapet omset milyaran  Kalo gak capek, nanti penghasilannya cuma bisa untuk beli kipas angin hihihiii…

Kalo lagi capek, males masak, makan nasi anget + Teri Kepo dari Mak Cinta Nasywa enaaaak banget rasanya. Bagi Mak yang dateng ke Seminar “Menyelami Dunia Produksi” 28 Januari 2018 di Jakarta, bisa cobain Teri Kepo 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[Tips CouplePreneur] Pengelola Keuangan Suami/Istri?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EndorseHujan dipagi hari bikin mager, saat ini di Cihanjuang 21 derajat celcius. Enaknya baca buku, memberikan nutrisi diri untuk memperkaya wawasan. “Couplepreneur Bikin Baper” karya Mba Fenny Ferawati jadi pilihanku hari ini. Halaman 99…

Siapa Pengelola Keuangan?

Pada dasarnya tidak ada teori yang mengharuskan suami atau istri yang memegang kendali atas pengelolaan keuangan. Meskipun sebagian besar pasangan menganut paham untuk menunjuk sang istri menjadi “Manajer Keuangan”, itu bukan suatu hal yang tidak bisa diganggu gugat.

Jika memang sang istri mampu mengelola dengan baik dan bisa dipercaya, maka seyogyanya sang istri yang mengelola. Namun jika dirasa sang suami yang lebih piawai mengatur keuangan, sah-sah saja jika kendali ada di tangan suami. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya keterbukaan di kedua belah pihak.

Lalu bagaimana jika berbisnis bersama?

Dalam suatu bisnis, profesionalitas harus terjaga. Pemegang keuangan tentu berdasarkan kompetensi. Siapa yang lebih mampu dalam artian memiliki ilmu yang mencukupi, dialah yang diberi tanggung jawab. Bahkan jika diperlukan, ada baiknya merekrut karyawan untuk bagian keuangan.

Kesalahan yang lazim dilakukan para couplepreneur adalah mencampur keuangan pribadi dengan usaha. Tanpa ada pemisahan keuangan, biasanya pelaku bisnis akan terkecoh dengan saldo yang bayak dan cenderung mendorong ke arah konsumtif. Padahal uang tersebut juga diperlukan untuk modal dan biaya operasional.

Tips:
1. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis.
2. Buat rincian pengeluaran rutin dan penting.
3. Miliki catatan keuangan bisnis dan catatan keuangan pribadi secara terpisah.

Kalo di bisnis Mak saat ini, yang pegang keuangan Mak atau suami?

Suami saya gak mau pegang uang, kalo butuh tinggal laporan dan mengajukan proposal hihiiii… Jadi semua ATM dan token saya yang pegang. Nah ini justru jadi ujian ahahahaa.. harus kuat iman 

Ya kalo lagi mumet urusan ngatur keuangan, paling enak “me time” dengan cara merawat diri. Bagi seorang Emak yang masih punya balita, susah untuk ke salon. Alhamdulillah ada Moayu dari Mba Yulia Astuti  Moayu Skin Care for Soft, Smooth & Glowing skin 

Mak sudah sampe halaman berapa baca buku Couplepreneur-nya? Kalo ada buku yang halamannya loncat, kosong ataupun rusak. Bisa ditukar jika Mak waktu itu ordernya di Admin SBO melalui WA 087824468185 ya.

NB: Sampai ketemu 28 Januari 2018 di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO. Inget kan lokasi acaranya di Sofyan Inn Tebet? Tolong datang tepat waktu ya Mak 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[TIPS BISNIS] Pilih Karyawan Mahir atau Karyawan Pemula?

RAZHA Produsen Inner Hijab Ciput Ninja Daleman Kerudung Jilbab Premium Anti Pusing Grosir Jualan Bandung PusatDisain grafis RAZHA yang Mak lihat ini, kira-kira menurut pendapat Mak, ini dibuat oleh amatir atau pro?  Kita sebagai UKM (bahkan calon UKM hihihiii…) tidak mudah untuk bisa mendapatkan karyawan yang tingkat ilmunya se-level mahir. Disainer yang membuat katalog warna produk RAZHA ini masih amatir loh Mak. Lumayan ya hasilnya 

Maklum, kalo mereka yang “MAHIR” pasti meminta bayaran yang tinggi. Ataupun mereka menginginkan kerja di tempat yang gedungnya bagus, ada karir yang jelas, segala tunjangan dan fasilitas lengkap. Apalah kita bisnis rumahan dengan fasilitas seadanya.

Oleh karena itu bagi kita yang baru mau rekrut karyawan pertama, atau karyawan baru ada 2-3 orang, ada 2 pilihan:
1. Rekrut dengan skill basic, namun tetap sesuai dengan bidangnya. Disini kita memerlukan kesabaran yang cukup banyak untuk bisa mengarahkan dia membuahkan hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk menjadi 1 disain seperti ini, saya bolak balik revisi.

Gak boleh sewot  Kita harus sadar bahwa yang kita rekrut ini bukan tingkat mahir. Dan kita pun tidak boleh menghina hasil karyawanya jelek. Justru kita harus motivasi dia untuk bisa terus belajar tanpa henti.

“Ya Anggap saja kamu disini sekolah/kuliah/kursus. Orang lain kalo kursus bayar mahal loh. Kamu disini gratis, fasilitas belajar diberikan, dan dikasih uang saku (gaji) pula. Kan enak banget tuh, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama.”

Konsep ini tidak berlaku bagi Mak yang ingin “gerak cepet”. Maka Mak sebaiknya pilih opsi ke 2.

2. Cari freelance saja. Banyak di luar sana orang “mahir” yang tidak mau terikat dengan perusahaan manapun. Karena mereka sudah cukup cerdas untuk tahu bahwa dengan metode freelance mereka bisa mendapatkan rupiah lebih banyak.

Bayaran untuk freelance dihitung per “produk” atau “jasa” yang diberikan. Tentunya akan lebih mahal dari point pertama. Namun saya bisa memastikan, bahwa selisihnya terkadang tipis.

Untuk karyawan amatir, Mak butuh mendidik dia 2-3 bulan bahkan lebih, untuk bisa meningkatkan skill dia menjadi mahir. Coba hitung berapa biaya gaji, fasilitas dan tunjangan yang Mak berikan selama “masa pendidikan” itu. Jika dibandingkan biaya jasa freelance, terkadang lebih murah yang freelance loh.

Dan keuntungan yang paling utama adalah hasilnya CEPAT + kita tidak mengeluarkan tenaga untuk mendidik dia. Sehingga waktu yang Mak perlukan untuk mendidik karyawan amatir bisa Mak manfaatkan untuk ngurus hal lain yang juga penting.

Bisa juga Mak kombinasikan seperti ini:
– Gunakan jasa freelance untuk membuat produk/jasa yang Mak inginkan untuk waktu cepat.
– Rekrut karyawan amatir untuk mempelajari hasil dari sang freelance. Berikan dia waktu untuk belajar dan berproses.

Ketika karyawan sudah mulai bisa, berikan tugas untuk mengerjakan pekerjaan dasar/ringan terlebih dahulu. Untuk pekerjaan rumit atau membutuhkan keahlian disain, gunakan jasa freelance yang pro.

Gimana, sudah mulai kebayang Mak? Yang masih bingung silahkan lambaikan tangan 

Selamat berproses Emak Setrooong!
Sampai ketemu 28 Januari 2018 di Jakarta untuk kita menikmati ilmu bergizi di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO. Tolong konfirmasi kehadirannya jangan ke saya ya, saya mah slowrespon, soalnya hari ini mau nyuci 2 ronde  Konfirmasinya ke Admin SBO WA 087824468185 (dijawab pada jam kerja).

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

KASIAN BANGET! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi OmsetSaya pun sama dengan Mak. Saya menjalani bisnis dari NOL. Saya bukan anak orang kaya yang bisa mulai bisnis dengan modal besar. Lagi pula, modal awal besar bukan jaminan bisnis bisa berjalan lancar dan mencapai kesuksesan. Ada teman saya buka salon di Jakarta, modal 1 Milyar. Gak nyampe setahun Mak, TUTUP!

Sudah pada tahukan RAZHA ini bisnis saya yang ke 7. Alhamdulillah 6 lainnya sudah gulung tikar semua  Kenapa ya gonta-ganti bisnis tapi gak sukses-sukses?

HOKI kamu di fashion.
Peruntungan kamu di Kuliner.
Kamu cocoknya di air 

Jangan percaya itu ya Mak, itu mah mitos. Setelah saya evaluasi diri, kenapa 6 bisnis lainnya gak panjang umur, ada dua kesalahan besarnya: GAK PUNYA ILMU & MUDAH MENYERAH!

Yes, jadi bukan soal MODAL.

+ Susah Mak Muri!
– Ya iyalah susah, kalo gampang, semua orang udah kaya Mak. 

Okey jadi paham ya Mak, kita harus:
1. Upgrade ilmu tanpa henti.
2. Berjuang dan bertahan sekuat tenaga.

Saya sadar betul, sebagian dari kita pengen banget bisnisnya cepet besar. Gatel pengen buru-buru cari investor. Saya bikin tulisan ini karena baru aja kemarin ada yang nangis bombay di rumah saya. Dia menerapkan sistem bagi hasil 50% untuk investor dari margin (selisih harga dari harga produk dengan penjualan)

Okey, kamu (pelaku bisnis) dapet 50% ya. Coba jawab ini:
– Yang bayar sewa tempat siapa?
+ Saya
– Yang bayar listrik siapa?
+ Saya
– Yang bayar iklan siapa?
+ Saya
– Yang bayar karyawan siapa?
+ Saya
– Yang bayar peralatan kerja siapa? Kalo si Laptop dan HP rusak, siapa yang beli?
+ Saya

Okey hitung. Dari 50% itu berapa sisanya setelah dipotong biaya-biaya? Kamu dapet berapa jadinya? 5% Mak 

Investor dapet 50%, dia yang menjalankan dapet 5%. Menurut Mak ini adil gak? Kalo saya sih gak mau jalanin seperti ini. Kerja rodi!

Sebelum kita napsu pengen cari investor, pelajari dulu beberapa hal ini:
1. Cara menghitung nilai perusaahaan Mak saat ini. Ketika investor kasih uang 50 juta misalnya, bukan berarti dia pemilik saham 100%. Bagi Mak yang bisnisnya sudah berjalan, tentunya juga punya aset. Diantaranya:
– Perlengkapan dan peralatan kerja.
– Brand yang sudah dibesarkan.
– Stok barang.
– Tempat kerja.
– Aset tak berwujud (HKI, BPOM, HALAL dll)
– Mitra (Distributor, Agen, Reseller) aktif.
– Data pelanggan.
– dll
Bisa jadi, nilai itu semua melebihi jumlah uang yang disetor investor. Misalnya dia 50juta, mungkin saja semua nilai Mak itu mencapai 200 juta. Sehingga nilai uang sang investor hanya 20% dari total saham.

2. Pelajari tentang Laporan keuangan. Mulai dari proses pencatatan, pembuatan laporan hingga membaca hasil laporan. Sampe urusan Laba/Rugi dan Neraca, ini Mak kudu paham.

3. Pelajari dan pilih sistem kerjasama investor secara syariah. Bagaimanapun lebih enak dan adem yang syariah menurut saya Mak. Harus ada hitam diatas putih ya Mak. Biar gak ada ribut di akhirnya nanti. Duit sensitif ya. Apalagi kalo investornya teman atau sodara. Aduh jangan sampe ya jadi putus silaturahim. Jadi Mak juga harus bikin surat perjanjian kerjasama dengan investornya.

Yang sudah dapet email eBook tentang SISTEM KERJASAMA DENGAN INVESTOR + BONUS SURAT PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN INVESTOR tinggal langsung praktek ya Mak. Jika masih ada yang belum jelas bisa japri saya. Atau ada yang emailnya belum masuk? Tolong konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185.

Karena ini bukan eBook gratisan, jadi jangan ada yang japri minta gratisan ya  Mental gratisannya harus dihapus, ke toilet aja bayar hihihiiii… Plis deh Mak Muri 

Udah ah kepanjangan nih tulisannya, mau nemenin Naziya belajar bercocok tanam. Panen strawberry satu biji aja seneng banget dia hihiii… Salam sayang untuk Mak Ratna Dewi Produsen Legging Anak Premium. Mak ini celana cuci kering pake  Jadi favoritnya Ziya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Penting Nih! Untuk Mengetahui Tahap-tahap Keputusan Pembelian oleh Konsumen

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan OmsetSemangat pagi Mak! Saya senang kalo bedah buku di pagi hari. Alhamdulillah urusan dapur udah beres. Waktunya sarapan ilmu buat bunda  Buku Hypnowriting jadi pilihan saya. Di halaman 131 cakep nih isinya.

Engel, Blackwell dan Kollat pada tahun 1968 mengungkapkan ada lima tahap pengambilan keputusan saat seseorang membeli sesuatu.

Tahap Pertama: Pengenalan Masalah/Kebutuhan
Mengenali masalah dan kebutuhan serta mengidentifikasi produk atau tipe produk yang diperlukan. Ini adalah tahap pertama dan terpenting dalam pengambilan keputusan konsumen. Pembelian tidak akan terjadi tanpa pengenalan kebutuhan. Nah, kebutuhan ini bisa terpicu karena stimulasi internal (seperti haus atau lapar) atau stimulus eksternal (seperti iklan atau getok tular).

Tahap Kedua: Pencarian Informasi
Setelah mengenali masalah atau kebutuhannya, konsumen akan mencari informasi produk yang akan memenuhi kebutuhannya. Tujuannya adalah menemukan solusi terbaik bagi masalahnya. Konsumen akan mencari informasi entah melalui media offline, online atau bertanya kepada temannya.

Tahap Ketiga: Evaluasi Alternatif
Konsumen mengevaluasi berbagai alternatif produk. Memilih produk yang paling cocok dan disukai. Proses evaluasi ini tidak selalu logis, bisa saja tidak logis, emosional atau dipengaruhi oleh pendapat-pendapat di luar dirinya (testimoni, rekomendasi ahli, dsb)

Tahap Keempat: Keputusan Pembelian
Setelah mengevaluasi beberapa opsi, konsumen akhirnya membeli salah satu produk yang paling cocok baginya. Philip Kotler mengatakan bahwa keputusan akhir ini bisa saja ‘terganggu’ oleh umpan balik negatif dari konsumen lain. Misalnya, Anda sudah melalui tiga tahap di atas, lalu hanya karena ada teman Anda bilang produk tersebut tidak bagus, Anda bisa saja tiba-tiba mengubah plihan Anda.

Tahap Kelima: Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli, konsumen akan membandingkan produk yang dibelinya dengan ekspektasi sebelumnya. Bisa saja ia merasa puas atau sebaliknya, tidak puas. Seringkali terjadi juga konsumen mengalami semacam disonansi kognitif (perasaan galau). Merasa bahwa mungkin jika ia membeli produk lain akan lebih bagus. Jika konsumen puas, mereka cenderung akan membeli ulang, bahkan merekomendasikan produk yang sama ke teman-temannya. Sehingga terciptalah loyaloitas. Sementara jika tidak puas, dia akan menyebarluaskan umpan balik negatif kepada teman-temannya. Entah melalui sosial media atau melalui obrolan getok tular yang dilakukan.

Tentu saja tidak semua konsumen melalui kelima tahap ini dalam membeli sebuah produk. Jika seseorang merasa ingin makan coklat, dan sudah tahu merk coklat favoritnya, bisa saja ia akan langsung ke tahap empat: keputusan pembelian, melewati tahap mencari informasi dan evaluasi.

Memahami lima tahap keputusan pembelian ini membantu kita mengetahui apa yag perlu dilakukan agar konsumen membeli produk kita. Memahami tahap-tahap ini juga membantu kita menentukan tahap-tahap dalam mempromosikan produk kita yaitu:
1. Menyadarkan konsumen akan masalah/kebutuhannya.
2. Menyediakan informasi/pengetahuan terkait produk kita.
3. Memberikan alasan kepada calon konsumen mengapa produk kita lebih baik daripada produk pesaing.
4. Mengajak konsumen membeli produk kita.

Inilah pentingnya promosi dan edukasi konsumen secara bertahap. Mulai dari menyadarkan mereka terhadap masalah/kebutuhannya sampai akhirnya mereka membeli produk kita.

Penting pula kita menyasar target market yang tepat, mereka yang memang memerlukan produk kita. Sehingga copy (tulisan) yang kita buat lebih tepat sasaran.

Ternyata ya memang harus sabar ya Mak menjalani proses edukasi, promosi hingga membuahkan penjualan. Sama halnya seperti kita mendidik anak, harus super duper sabaaaarrrrr… Terkadang dalam hati saya terbersit kalimat “lebih gampang ngurus konsumen daripada ngurus anak” hihihiiii… Mak ngerasa gitu juga gak sih?

Terus berjuang, terus minta bantuan Allah untuk kita bisa menjadi tauladan bagi anak-anak kita Mak. Mau punya anak soleh/solehah ya kitanya harus memantaskan diri. Pengen anak memiliki kesadaran diri untuk menutup aurat, ya kitanya gak boleh bosen memberikan contoh dan menasehati dengan lemah lembut. Mak Ummu Auliya Syifa owner Syifana Hijabkidzakan aku kenang selalu karena telah menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi anakku dalam berhijab. Nyaman jilbabnya dan Naziya suka banget. Love it!

Btw Mak, buku Hypnowritingnya sudah pada baca sampe halaman berapa? Atau masih ada yang nyangkut bukunya di kurir? Coba konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya untuk dibantu cek ke kurirnya.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Uwooow Gede Banget Pasar Potensial di Instagram Mak!

data instagramSilahkan simak datanya, ckckck… Tiap bulan ada lebih dari 45 juta akun Instagram aktif miliknya orang Indonesia Mak. Bayangkan… jika 1% nya saja merupakan calon target market kita wiiih… sedap nih. Artinya ada 450.000 akun yang bisa kita targetting. Misalnya dari situ 1% nya closing, maka ada 4.500 orderan Mak sebulan aseeeek…
 
Itu untuk konversi yang kecil. Kalo kita sudah jago naikin nilai konversinya jadi 2%, 3%, 5%.. wiiiih… sebulan bisa lebih dari 10.000 paket.
 
Skill tim yang harus kita siapkan untuk MEMANTASKAN DIRI mendapat ribuan orderan yaitu:
1. Instagram Marketing
2. Content
3. Selling
4. Stock Management
5. Service Excellent
 
5 point itu sudah sampai tingkat mana ilmu dan prakteknya Mak?
 
Hayu ah… udah 2018 nih! Masa mau gini-gini aja bisnis kita. Yang belum ada tim (karyawan) waktunya naik kelas ya. Jangan mau selamanya jadi wonderwoman. Sekarang eranya TUMBUH BERSAMA.
 
Untuk bisa melengkapi 5 point di atas, tentunya akan ada banyak pengorbanan dan perjuangan yang harus dibayar. Capek banget! Ya iyalah.. mau dapet orderan banyak masa gak mau capek preeeet… ^_^ Ngimpi disiang bolong itu namanya.
 
Untuk bisa punya ilmu Instagram Marketing, peserta harus siap mental dan fisik minimal 10 jam saat workshopnya. Peserta diwajibkan bawa laptop dan modem, karena ilmu Instagram Marketing bukan ilmu teori, jadi harus langsung praktek. Sehingga di rumah tinggal melanjutkan dan bersiap panen rejekinya. Teman-teman yang sudah daftar untuk Workshop Instagram Marketing 21 Januari, sudah dapat alamat lengkap acaranya kah? Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Tolong usahakan datang sebelum jam 8 pagi. Karena jam 8 kita sudah mulai okeh. Bagi yang masih bingung alamatnya, boleh hubungi lagi Admin SBO di WA 087824468185 ya.
 
Jaga kesehatan, karena perjuangan menuju sukses butuh stamina yang kuat dan tahan banting!
 
Salam Emak Setrooong!
Muri Handayani
Yang hari ini nyuci 2 ronde ^_^
Continue Reading

Mak… Aku rugi 40 juta!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ Glutaskin Baju MuslimSepanjang karir jadi produsen, itu nilai kegagalan tertinggi yang pernah saya alami. Curhatlah ke senior di TDA, maksud hati mau minta solusi. Eh malah diketawain doank 

+ Teh Muri… lebay amat baru rugi segitu langsung down. Saya rugi 100 juta biasa aja.
– Whaaat! 100 juta? Biasa aja?
+ Dulu awalnya saya juga stres banget. Panik tentunya. Tapi justru dengan panik, pikiran kusut, putus asa… ya gak akan ada solusi yang dateng. Karena solusi itu harus “dibaca dengan otak yang waras”. Allah kan kasih ujian + solusinya.
–  (Berusaha mencerna)
+ Teh Muri, percaya gak, ada orang yang buka bisnis, nilainya 1Milyar, tutup gak nyampe setahun.
– Ya Allah… itu duit semua? 
+ Iyalah… Dua kesalahan dia, memulai dengan modal besar dan menyerah pada ujian pertama. Jadi… bisnis gede atau kecil, cara suksesnya cuma 1 “BERTAHAN”.
– Jadi setelah rugi produksi 40 juta, saya harus tetep lanjutin jadi produsen nih?
+ Iya donk! Pelajari kenapa kemarin bisa gagal. Alhamdulillah ruginya baru di 40juta. Coba kalo Allah kasih “pelajaran produksinya” setelah di angka ratusan juta. Nangisnya pasti lebih kenceng ahhahahaaa…
+ Jadi, sekarang CARI ILMU LAGI TENTANG PRODUKSI. Memantaskan diri, supaya siap ketika Allah kasih orderan ratusan juta bahkan milyaran dalam sebulan. Mau kan?
– Ya iya donk…

Begitulah Mak kalo kita berada di komunitas yang sesama pebisnis. Kalo lagi down bukannya dibilang “sukurin, rasain, tuh kan gak bakat, gak akan bisa….”. Justru kita akan terus didorong untuk mencoba lagi, namun dengan memantaskan diri dalam keilmuan, supaya kerjanya gak asal-asalan.

Desember 2017 alhamdulillah lebih dari 100 orang sudah belajar di seminar SBO “Menyelami Dunia Produksi”. Masya Allah ilmu yang diberikan Mas Arif BudiyonoTeh Rohmah dan Bu Erita Zurahmi benar-benar ilmu teknis yang bisa langsung diterapkan.

Tau gak sih… Mas Arif Budiyono ini selisih umurnya hanya 1 tahun lebih tua dari saya, tapi… selisih omsetnya jauh banget ahahahahaaa… Maklum beda jam terbang  Saya mah masih anak baru 

Mas Arif, bisnisnya banyak Mak. Diantaranya:
Produsen baju anak http://mufee.id
Produsen perlengakapan manasik anak : http://qonita.com
Produsen seragam anak : http://rumahseragam.co.id
ERP Fashion : http://oms.web.id
Comming soon perlengkapan tk http://tokotk.com

Beliau juga pernah menjalani profesi sebagai IT Development and consultan, reposisi jadi jualan solusi : http://cinoxmedia.net

Pengalaman organisasi:
– Ketua TDA Bandung 2011
– BOD TDA pusat bidang peningkatan kapasitas anggota : 2013
– Korwil TDA Jabar : 2015
– BOD TDA Pusat bidang pengembangan wilayah : 2017-now
– Pengurus MES (Masyarakat Ekonoi Syariah) Jabar 2015-now

Pendidikan S1 teknik Informatika STT Telkom. Pernah nyobain S2 teknik Infortatika, major data mining STT Telkom, tapi galau  pindah ke S2 Manajement bisnis.

Selain sibuk ngurusin banyak bisnis, Mas Arif masih nyempetin bagi ilmunya di ERT (Entreprenuer Radio Talk) Trijaya FM.

Sudah pada kebagian tiket untuk Seminar “Menyelami Dunia Produksi” 28 Januari 2018 di Jakarta kan? Mas Arif akan menjadi pemateri pertamanya Mak  Selanjutnya ada Teh Rohmah yang akan bahas masalah teknis seputar manajemen produksi. Sampe printilannya cara ngurusin penjahit, ngitung harga jahit, sistem kerjasama dengan konveksi. Oh iya, Teh Rohmah akan kasih CONTOH SURAT PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN KONVEKSI.

Jangan harap dapet teori  Karena yang ngajar praktisi semua!

Ketik MAU jika Mak belum kebagian tiketnya, nanti Tim SBO akan bantu melalui japri. Karena chat WA 087824468185 lagi panjaaaaang banget antriannya  Gara-gara relaunching Buku #EEJJ

Tetap semangat ya Mak! Karena 2018 adalah tahun kejayaan kita. Ada Allah yang memampukan kita. aamiiin… Dan ada Mak Dewi Sri yang membuat kita cantik dan terus bahagia dengan karya-karyanya yang cetar membahana. Demeunaf selalu menjadi kesayanganku. Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

5 Hal Penting dalam Hypnowriting

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ Glutaskin Pengajar Jago JualanSuasana pagi segar, sambil nemenin anak sarapan, bunda mainkan jemarinya diatas laptop Beberapa bulan terakhir saya sedang asik memoles ilmu copywriting. Ada beberapa buku yang menjadi referensi saya, diantaranya Hypnowriting by Darmawan Aji. Sudah punya semua kan? Soalnya di kantor SBO stoknya tinggal dikit, mudah-mudahan Mak sudah kebagian.

Buka halaman 203 yuk Mak. Menurut pakar Hypnotic Writing, Joe Vitale, ada lima hal yang perlu diperhatikan saat kita membuat tulisan. Kelima hal ini akan membuat tulisan Anda memiliki efek hipnotik.

1. Keterlibatan. Semakin pembaca terlibat, semakin cenderung mereka membeli produk Anda.
2. Pilihan. Berikan pilihan yang sama-sama menguntungkan Anda dan pembaca. Satu produk yang ditawarkan untuk dibeli atau tidak dibeli bukanlah pilihan yang bagus.
3. Ego. Puaskan ego mereka, dengan tulus.
4. Imbalan. Berikan imbalan pada orang-orang yang mengikuti permintaan Anda. Beri mereka bonus, hadiah, tambahan yang tak terduga.
5. Keingintahuan. Ciptakan rasa penasaran dalam benak pembaca sejak awal.

Hasil akhir dari Hypnowriting adalah tulisan yang menjual tanpa kelihatan jualan. Ini penting. Banyak penjual yang copywritingnya terlalu berbau “jualan”. Efeknya, alarm dari pembaca berbunyi, dan filter kritisnya aktif. Akibatnya, mereka akhirnya tidak mau membeli jualan kita. Disinilah pentingnya kita memoles kalimat kita sehingga bisa menembus filter kritis mereka.

Hmmm… saya sedang mencerna pembahasan di atas, sebagian sudah saya terapkan, sebagiannya belum. Okey, kita praktek bareng-bareng ya Mak Supaya bisa bikin tulisan yang cantik. Secantik aku hari ini menggunakan gamis Elfana hijab dari Mak Umi Fadhilah owner www.elfanahijab.com Love it!

Saya doain Mak dimampukan Allah, pandai membuat tulisan yang tidak hanya sebatas artikel, tapi nantinya akan menjadi buku-buku best seller  aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Rahasia Closing Terpenting + 3 Prinsip

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ GlutaskinSaya gak pernah bosen beda buku yang satu ini. Ilmunya banyak yang bisa langsung saya praktekin Mak. Halaman 187, Buku Hypnoselling.

Rahasia terpenting sehingga Anda dapat menciptakan closing adalah: selalu asumsikan bahwa prospek Anda akan membeli dari Anda. Joe Girard, penjual terbaik di dunia pernah ditanya: “kapan Anda mulai mengasumsikan bahwa prospek akan membeli?” dia menjawab: “sejak pertama kali bertemu dengan prospek, saya selalu asumsikan bahwa ia akan membeli dari saya.”

Inilah mindset seorang penjual yang hebat!

Maka, saat Anda melakukan closing, Anda tidak akan bertanya: “Apakah Anda akan membeli produk ini?” Karena pertanyaan ini jelas jawabannya :”Tidak.” Alih-alih demikian, ajukan pertanyaan dan pernyataan yang mengasumsikan bahwa mereka akan membeli.

Ada tiga prinsip yang perlu Anda perhatikan:
1. Gunakan pernyataan yang mengasumsikan pembelian.
– Saya akan kirimkan tagihannya melalui email.
– Silahkan isi form pembelian di sini.
– InsyaAllah produk akan sampai di rumah Anda dalam tiga hari.
– Anak Anda akan senang dengan hadiah ini.

2. Bisa juga dengan pertanyaan “atau”
– Jadi, Ibu akan membeli tas yang berwarna merah atau coklat?
– Apakah barang akan dikirim ke rumah atau ke kantor?
– Transfernya mau ke BCA atau ke Muamalat?

3. Gunakan kata yang tepat
Jangan menggunakan kata “jika” atau “bila”, kedua ini adalah kata syarat yang mengasumsikan prospek bisa membeli bisa juga tidak. Gunakan alternatif berikut:
– Saat Anda membeli…
– Ketika Anda membeli…
– Sebelum Anda membeli..
– Setelah Anda membeli…

Semua kata di atas mengasumsikan bahwa prospek akan membeli. Sebagian contoh diatas saya buat versi Mak Muri  Supaya lebih cocok penerapannya dengan profesi kita sebagai Emak Olshop hehehee…

Ternyata HAL SEDERHANA seperti ini bisa berdampak secara psikologis bagi calon konsumen kita Mak. Jangan sampe kita memilih kata yang salah, sehingga membuat mereka langsung cepat menolak membeli. Padahal kita belum selesai menjelaskan manfaat dan keunggulan dari produk kita.

Selanjutnya Mak baca di halaman 189, ini lebih seru. 7 teknik closing yang merupakan turunan dari 3 prinsip di atas. Bagi yang bukunya belum sampe, bisa konfirmasi ke Admin SBO melalui WA 087824468185 ya.

Selamat praktek ya Mak, selamat naik kelas. Aku doain Mak banjir order aamiin.. Lalu segera bangun tim, sehingga Mak bisa punya banyak waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta. Jalan-jalan keliling Indonesia, mengenalkan indahnya alam Indonesia ke anak-anak kita. Duuh asik banget. Di foto ini, aku lagi di Sungai Martapura di Kalimantan. Ditemani Mba Indya Dewi distributor Glutaskin Kalseltengtimra. Mba Dewi yang energik, ceria dan inspiratif. Profesi utama beliau adalah ibu dari 2 anak, dosen dan distributor terbaik untuk produk Glutaskin tahun 2017. MasyaAllah Emak Setrooong. Selalu sehat dan cantik berkat Glutaskin 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Brondong yang satu ini JUTAWAN Mak  Dan masih jomblo pula  Yang mau cari mantu silahkan hihihiiii…

WhatsApp Image 2018-01-06 at 15.42.02Berawal dari silaturahim di Facebook. Mas Ridwan Muhamad Saleh akhirnya gabung di Kelas SBO. Disanalah kami semakin sering berkomunikasi. Tak lagi hanya saling berbalas comment seperti sebelumnya. Chat via WA pun berlanjut.

MasyaAllah… Usianya baru 20 tahun, tapi omsetnya ckckck… mantabh banget. Maaf gak bisa sebutin angka, rahasia perusahaan 

Indonesia punya aset anak bangsa seperti ini. Semangat juangnya harus bisa ditularkan ke para remaja di luar sana. Bayangkan, dia sudah mulai jualan sejak duduk di bangku SMA Mak. Gak pake malu, gak pake gengsi, gak pake males.

Bahkan dia bisa jawabin chat orderan itu sampe jam 2 malam. “Mba Muri, ini masih ada 600an chat yang belum sanggup saya buka. Belum lagi chat di A, di B dan di C.” 

Tidak hanya dunia online yang dia jamah. Offline pun dijabanin Mak. Duh kalah saya, Mak tahu kan saya ini aslinya pemalu, sampe detik ini, kalo saya disuruh jualan offline, aduuuuh malu Mak. Itulah kenapa saya memilih penjualan online, kan orang gak lihat muka saya saat berdagang hihihiii… Cukup pake copywriting yang bikin orang baper  Closing deh hihihiii…

Kebayang ya, ngurus promosi, ngelola ribuan produk, jawabain ratusan chat sambil kuliah pula. Dan bukan kuliah asal-asalan Mak. Saat ini Mas Ridwan Muhamad Saleh kuliah tanpa modal, alias dapet beasiswa  Ya Allah, rajin cari duit, rajin belajar pula. Pantesan aja masih jomblo  Gak sempet pacaran, bagus kan. Calon mantu idaman ini hihihiii…

Alhamdulillah hasil silaturahim kami tadi siang insyaAllah membuahkan hasil. Selasa kami akan tanda tangan kontrak kerja. Win-win solution  Saling menguntungkan dan fokus untuk tumbuh bersama. Sehingga semakin banyak manfaat yang bisa diberikan untuk puluhan penjahit (target saya di tahun 2018 bisa mencapai 100 penjahit) dan ratusan tim penjualan.

Skenario Allah itu sungguh indah. Padahal 3 hari yang lalu saya lagi nangis bombay, merasa down, gak semangat, bahkan hampir menyerah. Motivator juga butuh dimotivasi Mak wakakakaa…. #akumanusiabiasa Untunglah suami sering kasih pelukan #eh  Alhamdulillah izin Allah… Muri kembali bangkit. Demi kamu.. iya kamu.. Emak Setrooong! Saling menguatkan! Mari kita pelukan Maaaaaak! Pertolongan Allah sungguh dekat! Luv u.

Dream Big, Start Small, Act Now!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading