[Tips] Tahap Mendelegasikan Tugas ke Karyawan

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Seminar Wanita Gulali Rok Celana anak+ Mak Muri pernah bungkus paket sendiri?

– Pernah
+ Pernah beli kain sendiri?
– Pernah, bawa 2 anak blusukan cari supplier kain. Satu gandeng, satu gendong ^_^
+ Mak Muri pernah jawabin chat orderan sendiri?
– Pernah, dari sebelum anak bangun, sampe anak udah tidur hihihiii…
+ Kalo yang bagian ngiklan Mak Muri pernah?
– Dulu semuanya ya dikerjain sendiri dari A – Z. Tapi lama-lama suami dan anak protes. Emaknya cuma cinta sama Olshopnya. Yang dielus-elus cuma HP, suami gak kebagian jatah hihihiiii.. Karena badan rasanya udah remuk, jadi malam hari udah gak ada tenaga untuk tampil manis di depan suami.

Itu duluuu… Kalo sekarang harus setiap saat bisa tampil manis di depan suami dan anak-anak. Ya belum sesempurna itu sih, masih diperjuangkan hehee… Walaupun sekarang sudah ada karyawan, tetap beberapa pekerjaan masih saya pegang. Seperti bikin tulisan ini, saya yang merangkai sendiri ^_^

+ Jadi Mak Muri sekarang masih pegang bagian apa aja?
– Posisi saya di RAZHA & Gulali bagian Branding & Marketing. Untuk SBO saya juga pegang Branding & Marketing namun ada tambahan lain yaitu Product Development. Karena belum ada HRD, saya juga yang pegang.
+ Kenapa Mak Muri pilih bagian itu?
– Karena gak ada yang ngerjain wakakakaaa… Gak deng, saya merasa potensi dan minat saya disitu.
+ Bagaimana cara mengetahuinya?
– Ketika kita rela bangun (disaat orang masih asik tidur), untuk mengerjakan itu dan tidak mudah lelah saat melakukannya, saya merasa itu passion. Beda halnya ketika saya harus milih kain, ngurus penjahit. Haddeeeeh… baru sebentar aja udah sakit kepala 😂
+ Jadi Mak Muri yang postingin di Instagram, jawab comment, cari follower?
– Kalo lagi iseng aja hehee… Karena semua itu sudah ada yang ngerjain. Jadi saya ini Manajernya lah ceritanya. Tugasnya bikin konsep, menentukan target, mengajarkan ke Tim, memastikan Tim kerja dengan benar dengan cara memantau laporan harian dan mengevaluasi secara berkala.

Ini versi saya, tahapan pekerjaan yang saya delegasikan ke Tim/Karyawan dimulai dari tugas dengan resiko yang kecil.
1. QC (Quality Control), lipet, bungkus, masukin ke rak.
2. Ambil barang di rak, bungkus paket, catet, kirim ke kurir.
3. Mengelola sosial media/website (non Ads)
4. Menjawab chat orderan.
5. Pengembangan produk.
6. Produksi (mengurus ke makloon, beli kain, menentukan jumlah dan jadwal produksi).
7. Laporan keuangan.

Itu beberapa bagian dasar dalam Bisnis Online yang saya jalani. Tiap jenis bisnis, ada beberapa pekerjaan yang berbeda. Silahkan sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing. Belum tentu cara saya ini tepat atau cocok buat Mak.

Kalo sepatu dari Mba Arie Vidianita owner dari Elrazz gallery sih cocok di kaki aku. Nyaman dan cantiiiiiik 😍 Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Meningkatkan Penjualan dengan Cara Murah

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan ProdusenSemua strategi pemasaran itu baik menurut saya. Yang tidak baik adalah ketika strategi tersebut tidak membuahkan hasil  Bukannya untung, malah buntung.

Sebagian dari kita merupakan orang yang memiliki jiwa penasaran tingkat tinggi. Gak percaya kalo belum nyobain sendiri heheheee… Padahal orang lain sudah nyoba dan hasilnya boncos  mereka tetap kekeh penasaran dengan cara itu. Its ok, hidup ini pilihan ya Mak.

Sayapun masih tahap belajar. Hari ini coba buka lagi buku jadul, yang diterbitkan tahun 2011. Instant Cashflow by Bradley J. Sugars. Halaman 161.

Layani Hanya Pelanggan Kelas Atas
Sering kali dikatakan bahwa 80% penjualan perusahaan berasal dari 20% pelanggannya. Seorang pelanggan kelas atas biasanya menghabiskan lebih banyak uang dan tidak terlalu cerewet dibanding pelanggan kelas lain. Dengan memberikan layanan luar biasa kepada orang-orang yang ingin Anda ajak untuk melakukan bisnis bersama, Anda mendorong mereka untuk datang kembali.

Petunjuk dan Kiat:
1. Pahami siapa pelanggan terbaik Anda.
2. Selalu perlakukan mereka dengan sangat baik.
3. Pandang mereka sebagai nilai yang terus ada seumur hidup.
4. Tawarkan hadiah dan imbalan untuk kunjungan yang terus-menerus, dan dorong mereka untuk membawa teman.

Singkirkan Pelanggan Kelas C dan D
Kirimkan surat kepada pelanggan manapun yang tidak ingin Anda sertakan dalam bisnis. Pelanggan seperti ini biasanya paling menuntut, menawar berlebihan, dan terus terlambat membayar dan biasanya tidak butuh dorongan untuk membawa teman kelas C dan D lainnya. Dalam surat Anda, dengan sopan dan singkat jabarkan standar minimum yang Anda harapkan dari klien Anda. Dengan cara ini, mereka bisa memilih mengikuti atau berbelanja ke tempat lain.

Petunjuk dan Kiat:
1. Jangan katakan “pergi sana”, tetapi jelaskan apa yang Anda mau terima dan apa yang tidak. Mereka pasti paham.
2. Ingat bahwa tidak semua pelanggan itu pelanggan yang baik. Sebagian merugikan Anda dan lebih buruk lagi, mengalihkan perhatian Anda dari pelanggan kelas A.

++++++++

Gimana Mak, sudah mulai rela untuk melepaskan konsumen yang bawel, tukang nawar, cuma php, hit & run? 

Jadi ketika Mak memasukkan data konsumen ke data base sistem Mak, cantumkan juga kode. Misalnya A untuk konsumen yang baik, gak pake nawar, langsung transfer. B merupakan kategori konsumen yang gak pake nawar, tapi transfer butuh diingatkan. Pelanggan C dan D untuk mereka yang tukang nawar, transfer kurang, nanyain resi sesaat setelah transfer  Nelponin aja karena chat blom dijawab, bahkan nelpon pada malam hari. (curhat ).

Saya suka banget dengan point 2 di kalimat terakhirnya. “Mengalihkan perhatian Anda dari pelanggan kelas A”.

Jadi ngapain membuang waktu ngurusin konsumen kelas C dan D, yang super menyebalkan. Sedangkan konsumen A cuma butuh pelayanan dengan sedikit waktu dan sedikit perhatian, mereka langsung transfer. Ingat Mak, jam kerja karyawan kita itu kan kita bayar ya. Jadi kalo CS melayani pelanggan C dan D lamaaaa banget, maka biaya yang kita keluarkan juga jadi mahal.

Sekali lagi… hidup ini pilihan, mau pilih yang susah apa yang gampang? 

Mulai hari ini, coba kita tengok ke database pelanggan, mana yang termasuk kategori A, kita sambung lagi silaturahimnya. Berikan kasih sayang ke mereka  insyaAllah mereka memberikan transferannya ke kita hihihiii.. aamiin…

Kalo gamis Sabina yang manis ini pemberian dari Mak Ike Meillina Putri  Menemani perjalanan manisku ke Pekanbaru.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[Tips] Jualan Tanpa Ditolak 😍 Mau?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Endorse PrivateBerkali-kali harus elus dada ketika jelasin bahwa “tidak ada produk yang bisa ditawarkan ke semua orang”. Masih ada aja yang ngeyel, padahal udah dibahas di Kelas Utama SBO. Eh materinya kaga dibaca 

Cari bakso dulu biar ngilangin emosi 

Mak, kita ini sering kan ya ditolak calon konsumen (kita? saya kali wakakakaaaa….). Penolakan ada berbagai jurus. Alasan belum butuh, gak perlu, tidak suka, kemahalan, gak selera, gak enak, sudah punya, tidak diijinin suami, menghilang tanpa jejak  dll.

+ Ada gak sih orang jualan gak ditolak?
– Ada loh.
+ Ah masa?
– Juallah produk yang tepat, kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.
+ (Berpikir keras )
– Masalahnya, kita ini nawarin produk bukan pada orang yang tepat, tidak di saat yang tepat dan caranya juga tidak tepat.
+ (Makin kusut pikirannya  Gak mudeng)

Kalo menurut saya, dari sudut pandang Emak Rempong yang suka jualan online dan ogah rugi, kita gak boleh mubazir dalam hal dana, waktu dan tenaga untuk proses penjualan. Saya lebih baik jualan ke 10 orang yang tepat, dibanding ke 100 orang yang belum tentu tepat.

Jadi gini Mak, kita harus memilih dulu siapakah orang yang akan kita incer untuk ditawarin dagangan kita. Cara memilihnya adalah dengan menentukan TARGET MARKET. Langkah sederhananya gunakan kata kunci MAU + MAMPU. Ya, calon konsumen harus MAU terhadap produk kita dan MAMPU untuk membeli produk kita.

Ingat, gunakan kata DAN ya Mak, bukan ATAU. Karena orang yang MAU tetapi gak MAMPU bayar, ya dia bukan calon konsumen kita. Begitu juga sebaliknya, orang yang MAMPU bayar tapi gak MAU produk kita, dia gak akan beli.

Misalnya, anak kecil pasti suka eskrim kan ya, tapi anak yang sekolah di SD negri di pelosok, kita tawarin untuk beli Es Krim Magnum. Dia sih pasti MAU Es Krim Magnum, tapi belum tentu MAMPU bayarnya kan? Maka tidak akan terjadi penjualan.

Contoh ke 2, misalnya saya jualan tas seharga 100 ribu, tas kekinian, best seller. Syahrini MAMPU donk beli tas 100 ribu, tapi masalahnya Princess Syahrini itu GAK MAU tas 100 ribu-an. Dia mah maunya tas yang ratusan juta bahkan milyaran kan Mak. Maka pada kasus ini juga tidak ada penjualan.

Oleh karena itu, jika Mak ingin mudah jualannya, kenalin dulu siapakah jodoh konsumenmu? Hadirkanlah produk yang dibutuhkan, diinginkan dan disukai konsumen, serta dia mampu untuk membayarnya. Tawarkan pada waktu yang tepat dan dengan cara yang tepat.

– Gender
– Usia
– Domisili
– Tingkat Ekonomi
– Tingkat Pendidikan
– Kegiatan
– Status pernikahan
– Jumlah Anak
– Usia Anak
– Agama
– Yang diminati
– Selera
– dll
(Sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing.)

Semakin spesifik kita mengenal calon konsumen (Target Market) semakin mudah kita jualannya. Gak percaya? Iya lah.. percaya itu hanya kepada Allah  Jangan percaya celotehan saya, cobain aja sendiri, bisa terbukti ampuh atau ampuh banget 

Kalo alas kaki putih cantik dari Mak Dian Asmariani N owner Dian Footwear ini sih aku percaya banget produknya menggemaskan dan nyaman di kaki  Bisa custom model pula aw.. aw.. aw…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

80% Kesuksesan Closing Karena Ini

Muri Handayani Penulis Buku EEJJ Bisnis Jualan Online Trainer Wanita Motivator Bandung Jakarta Pelatihan WOrkshop Instagram Marketing Facebook Piyama AnakJangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa penyebab OMSET kita menurun adalah karena faktor luar (daya beli konsumen, politik, ekonomi global, musim dll).

Ambil cermin, trus ngaca  Halloooo kamu.. iya kamu yang di cermin, udah bener kah cara jualannya?

Ceritanya kita udah pinter nih datengin leads (calon konsumen), eh pas giliran chatting sama kita, 99% kabur  Nah loh kenapa? Tanyakan pada rumput yang bergoyang #eeaaa

Mungkin ini penyebabnya Mak. Ada di halaman 195 bukunya Mas Darmawan Aji yang berjudul Hypnoselling. Udah punya kan? Kalo bukunya belum sampe, silahkan konfirmasi ke WA 087824468185 ya, takutnya nyasar ke rumah mantan 

C.L.O.S.E ternyata ada singkatannya Mak, simak penjabaran Mas Aji:

Confidence
Tunjukkan kepercayaan diri. Orang tidak akan membeli dari orang yang ragu-ragu. Sayangnya banyak penjual yang tiba-tiba ragu saat waktunya closing.

Leading Question
Arahkan prospek dengan pertanyaan. Dalam penjualan, pertanyaan jauh lebih berdampak dibanding pernyataan. Keterampilan bertanya membedakan antara seorang penjual yang hebat dengan penjual rata-rata lainnya.

Observant
Penuh pengamatan, lihat respon mereka dengan baik, sesuaikan pendekatannya.

Sincerity
Lakukan dengan penuh ketulusan. Ingat kembali tujuan penjualan Anda. Tujuan penjualan adalah membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Easy Going
Jangan baperan, santai. Lakukan prosesnya dan lihat hasilnya.

+++++

Wiiidiiiiih… cakep kan tuh Mak kalo kita bisa memiliki 5 sikap C.L.O.S.E seperti diatas. Yang awalnya nilai CR (Closing Rate) kita masih di 10%, bisa bertahap naik jadi 20, 30, 50, 80.. sampe 99% hihiiii… aamiin.. Boleh donk MIMPI, kan yang penting kita mau MEMANTASKAN DIRI. Latihan tanpa henti ya Mak  Jangan pernah merasa udah pinter.

Nah yang jadi PR berikutnya adalah kita gak boleh pinter sendirian soal jualan. Nanti kita selamanya jadi Sales, bukan Owner donk  Maka kita harus mau dan mampu menduplikat skill kita ke tim.

Beberapa hari lalu saya tanya Bu Erita Zurahmi, beliau sudah memiliki 9 CS  Kalo saya baru ada 3 RAZHA + 3 SBO.

Jujur… skill CS saya masih amat sangat perlu ditingkatkan, nilai CR nya masih kecil banget menurut saya. Ini menjadi PR besar bagi kami. Alhamdulillah buku Hypnoselling menjadi bagian dari proses pembelajaran kami.

Secara bertahap saya praktekin dulu, lalu saya ajarkan ke tim. Iya, kitanya dulu yang kudu praktek Mak, biar tau, jurus tersebut ampuh gak 

Selain berguna untuk merebut hati konsumen, ilmu hypnoselling aku terapin juga untuk merebut hati anak hihihiiii… Bisa loh Mak, cobain aja. Kadar ngomelnya si Emak jadi berkurang, kalo kita pandai memilih kata yang tepat untuk mempengaruhi anak mengerjakan apa yang kita arahkan.

Nih.. Naziya dan Zhafran aja nurut aku minta foto yang akur hihihiii… Baru beres mandi, trus pake piyama dari Tante Nina owner Kios Kaos @Piyamaanak_twins. Bahagianya ya liat kakak adik akur alhamdulillah. Mudah-mudahan anak kita selamanya akur, saling menjaga, jadi anak soleh/solehah, bermanfaat untuk ummat dan Allah sempurnakan imannya. KIta kudu semangat ya Mak memantaskan diri jadi orang tuanya. Allah mampukan aamiin..

Salam SUKSES Online Shop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Karyawan Pinjem Uang, Kasih Gak Ya?

Tim SBOPada dasarnya manusia itu memiliki hati nurani yang baik. Penolong dan positif thinking. Namun sayangnya, ada sebagian manusia yang lemah imannya, sehingga mudah dihasut jin yang membisikkan kejahatan.

Ini kisah saya tahun lalu.. semoga bisa jadi pelajaran buat Mak. Pelajaran gratis, daripada ngalamin kerugian sendiri  mending simak aja ini..

Saya kena “ketipu” juga soal kasbon. Total 8jt-an tuh satu orang. Padahal gaji cuma 1jt-an. Baru kerja beberapa bulan.

Ternyata setelah dibongkar, dia minjem-minjem juga ke para karyawan lain. Sampe ada yang dipinjemin KTP nya untuk cicilan HP. Kasian yang minjemin, sampe diteror rentenir, didatengin ke rumahnya, Ibunya sampe setres. Yang ngutang siapa, yang ditagih siapa 

Makin dibongkar lagi, kisah drama dia tentang neneknya sakit lah apa alah.. itu bohong 

Kena deh dikadalin.

Hingga akhirnya kami (saya dan karyawan lain) merasa makin gak nyaman.

Terpaksa saya pecat dengan utang yang blom dibayar. Kamipun akhirnya bikin surat perjanjian bahwa dia akan cicil semampunya tiap bulan. Kasarnya, mau seribu perak juga gakpapa. Yang penting ada niat baik dari dia.

Alhamdulillah… sampe sekarang serebu perak juga gak balik 

Ya itu.. saya minjemin karena ga enakan, kasian dll.

Alhamdulillah dari kasus itu Allah kasih banyak pelajaran. Akhirnya kasbon di kantor pake peraturan. Maksimal senilai gaji. Pembayaran 25% dr gaji perbulannya. Jd 4x gajian beres. Gak boleh minjem lg sebelum yg itu lunas.

Sungguh..BIAYA BELAJAR ITU MAHAL pemirsa  jadi kalo ada pengalaman dari orang lain, disimak baik-baik dan percaya. Daripada ngalamin sendiri.. nyeseeeekk!!!! 

Bedain bisnis dan sedekah. Kalo Mak mau sedekah ya urusannya bukan kasbon. Kasih aja. Dan gak perlu baca artikel ini. Gak perlu diungkit-ungkit.

Ini untuk membuat bisnis kita punya keteraturan. Karena dalam bisnis kan ada pencatatan, alokasi dana, perputaran uang dll. Harus ada aturannya.

Pelajaran hidup itu mahal pemirsa 

Ya Allah mampukan kami menjadi pemimpin yang amanah dan mampu membawa bisnis ini ke jalan yang benar  aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 3

NGerjain Pak BiSalah satu hal yang menggerus profit adalah kerugian. Maka untuk bisa naikin profit, kita meminimalisir kerugian. Ya namanya bisnis, pasti ada aja ruginya ya Mak.

Yang jadi masalah adalah ketika kita gak tau dimana sumber kerugiannya?

Selama ini mungkin yang paling populer adalah kerugian akibat gagal produksi, ditipu konsumen, ditipu supplier, dicolong karyawan atau hal lainnya yang “sangat kasat mata”.

Sesungguhnya banyak kerugian terselubung, yang samar-samar, tidak terlihat namun kita merasakan perihnya gak ada cash saat karyawan mau gajian wakakakaaa… Gak cukup uangnya untuk bayar tagihan supplier. Duh sakitnya tuh bikin pengen makan Bakso 2 mangkok pake sambel yang banyak + cuka biar asem pedes nampol gitu Mak 

Mari kita jadi detektif sekarang Mak. Buka mata lebar-lebar, siapin kertas dan pulpen, jernihkan pikiran untuk bisa menilai secara objektif. Ketika ternyata nanti kesalahannya disebabkan oleh kita sendiri, ya siap terima 

3. Optimasi BMS (Branding, Marketing dan Selling)
Bukan PMS ya Mak hihihiiii.. tapi BMS  Karena pengen penjualan banyak, kita jor-joran ngeluarin biaya untuk urusan BMS ini. Katanya dengan BMS ini bisa berbanding lurus dengan OMSET yang masuk.

Secara umum bisa dinyatakan “benar” sih. Namun bisnis yang sehat itu bukan hanya berpatokan kepada omset, sebab… omset besar belum tentu profit besar. Bahkan belum tentu ada profitnya oh tidaaaaak….!!!

Mak udah pada mulai bikin laporan keuangan kan? Cubit nih kalo blom bikin  Lah itu buku #MBLKBO (Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online) pada beli tapi diapain? Jadi ganjelan pintu ya? 

Dari laporan keuangan, kita bisa lihat berapa besar biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Katanya ada yang bilang biaya promosi itu 10% dari omset bulan kemarin. Ada juga yang berani bakar duit sampe puluhan hingga ratusan juga untuk BMS 

Sekarang saya gak mau bahas berapa besarnya. Yang mau saya ocehkan kali ini adalah SEBERAPA EFEKTIF biaya yang sudah Mak keluarin untuk BMS terhadap OMSET dan NILAI PERUSAHAAN yang dihasilkan.

Mak tau gak orderan yang masuk itu berapa % hasil iklan dari FB, IG, FP, Web, WA, brosur, MP, repeat order, referensi konsumen, teman atau dari mana?

Sulit bagi kita untuk menilai apakah biaya BMS yang kita keluarkan itu membuahkan hasil atau tidak, jika kita tidak memiliki datanya. Investasikan sedikit waktu untuk menanyakan ke semua pelanggan yang datang, dari mana mereka mendapatkan informasinya.

– Bisa jadi ternyata orang-orang carinya di Google, menggunakan kata kunci, kemudian nyangkut ke web kita.
– Mungkin juga dia direferensiin temen.
– Ketika dia lagi mainan IG, search berdasar #, eh ketemu foto kita di top post.
– Lagi iseng buka FB, nemu postingan Mak Muri eh ada foto produk, klik nama yang di mention, order deh.
– Tau nama brand kita, karena sering denger jinglenya, penasaran, searching, order.

So… kita harus evaluasi betul semua biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Apakah ada yang perlu dikurangi, ditambah atau bahkan dihilangkan. Tidak semua channel iklan bisa cocok dengan bisnis kita dan target market kita.

Jadi jangan hamburkan uang di sembarang tempat.

Tata bahasa, konsep iklan, foto, jenis huruf, warna, cara penyampaian, waktu tayang dll. Semua juga berpengaruh. Sebelum merumuskan sebuah iklan, harus paham betul ini konsepnya seperti apa. Kalo bahasanya Pak Subiakto Priosoedarsono harus tahu DNA nya dulu.

Cara CS/Sales kita bersikap, menyambut pelanggan, menjawab chat juga harus sesuai dengan konsep BRANDING yang sedang kita bangun.

Duh jadi gak sabar nunggu tanggal 31 Maret. Belajar BRANDING lagi.. langsung bersama Pak Subiakto Priosoedarsono di Bandung. Siapa aja Mak yang juga akan dateng? Tegur aku ya Mak, aku kan kadang lupa wajahnya, soalnya beda dengan foto di FB wakakaaa…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 2

Muri Handayani Penulis Buku Emak Jago Jualan Komunitas Bisnis Perempuan Blogger Muslimah WanitaSetelah di bagian pertama kita bahas mengenai Analisa Beban Kerja, yang ke 2 akan kita cari tahu cara menaikkan PROFIT dari BERHEMAT peralatan dan perlengkapan kerja.

Tau gak bedanya Peralatan dengan Perlengkapan Mak? 

Peralatan adalah suatu alat ataupun bisa berbentuk tempat yang gunanya adalah untuk mendukung berjalannya pekerjaan. peralatan pada umumnya lebih tahan lama (masa manfaatnya lebih lama) jika dibandingkan dengan perlengkapan. Istilah peralatan pada akuntansi mengacu pada mesin, perabot dan peralatan kantor, kendaraan, komputer, perangkat elektronik dan mesin perkantoran.

Perlengkapan dalam akuntansi adalah suatu barang yang dimiliki perusahaan untuk melengkapi suatu pekerjaan atau kegiatan bisnis. Perlengkapan sifatnya lebih mudah habis (masa manfaatnya lebih pendek) jika dibandingkan dengan peralatan.
Contoh: alat tulis, plastik, solasi dll.

Sumber: belajarakuntansionline .com

2. Optimasi Peralatan dan Perlengkapan.
Beberapa kalimat sakti ini perlu kita jadikan panutan hidup Mak  Demi segenggam berlian hihihiii…
a. Kalo bisa sewa, kenapa harus beli?
b. Kalo masih bisa dipake, kenapa harus beli lagi?
c. Kalo cukup yang ini kenapa harus yang lebih mahal?
d. Kalo tanpa itu masih bisa, kenapa harus ada itu?
e. Kalo masih bisa dicari dulu, kenapa harus segera beli?

Bisnis itu kudu pelit, eh maksudnya hemat hihiii… beda tipis ya antara pelit dan hemat wakakakaa…

Saya akan jabarkan penerapan dari 5 kalimat sakti di atas.
a. Saya tidak memiliki kendaraan operasional. Padahal diperlukan untuk wara wiri ke kurir dan pembelian bahan baku serta perlengkapan dari ATK hingga kebutuhan produksi. Saya lebih memilih sewa kendaraan karena setelah dihitung menjadi lebih murah. Ingat, kendaraan itu ada biaya penyusutan, rusak, service, pajak dll.

Untuk wara wiri ke kurir yang tidak bisa ambil paket, saya menyewa motor karyawan dengan nominal RP.10.000/hari. Itupun jika sedang diperlukan, jika tidak diperlukan atau libur, ya saya gak bayar. Tentunya karyawan juga merasa diuntungkan, karena ke kurirnya deket, bensin gak nyampe 1/2 seliter  Dia masih ada lebihnya lumayan buat jajan.

Silahkan dihitung jika kita membeli motor, lumayan kalo cash belasan juga. Jika beli bekas, belum tentu motornya sehat, jangan-jangan kebengkel mulu. Kalo cicilan, ngeri ah RIBA.

Begitu juga kendaraan untuk membeli puluhan roll kain tiap bulannya. Untuk kapasitas produksi RAZHA, toko kain belum mau antar ke tempat, jadi kami masih ambil sendiri. Dulu saya sewa mobil suami, tapi saat ini kami sewa angkot  Ya angkot. Kapasitas angkot lebih besar, luas kan tengahnya kosong. Itu bisa muat 20 roll @25kg. Bandingkan jika kami membeli mobil operasional, bensin, pajak, perawatan, penyusutan harga dan harus ada supirnya. Kalo sewa angkot sekalian dengan supirnya  Jadi dari kantor, tim produksi naik ojek, lalu pulangnya ikut sama angkot.

Lain halnya jika mobil operasional di bisnis Mak diperlukan setiap hari, mungkin perlu dipertimbangkan beli atau sewa bulanan. Kalo di RAZHA paling sebulan 3 – 4 kali saja. Sejauh ini masih sangat hemat jika menggunakan angkot hihihiii…

Di lain sisi, dengan kita para UKM sewa angkot, kita sangat membantu mereka loh. Kasian sekarang makin sedikit orang yang mau naik angkot. Bagi-bagi rejeki sama mereka Mak, insyaAllah membawa berkah juga ke bisnis kita. Trus si abang angkotnya mau bantu gotongin kainnya ke gudang. Lumayan tuh 25kg x 20 roll heheeee… Nanti kasih tips aja ke dia.

b. Saya paling pelit urusan beli kertas. Semua kertas harus dipake 2 muka, bolak balik. Tau kan kertas itu dari pohon, tau kan hutan kita makin gundul? Nah dengan kita hemat kertas kita menjadi bagian dari penyelamatan bumi (lebay ). Tentunya hemat banget.

Mari kita hitung. Misalnya 1 bulan harusnya 2 rim, kita bisa hanya pake 1 rim. Lumayan hemat Rp.40.000 x 12 bulan = Rp.480.000

Bayangkan, dengan hemat kertas 1 rim sebulan, kita bisa dapet Rp.480.000 yang mana bisa kita gunakan untuk bayar listrik 1 bulan. Nah… lumayan kan. Ini baru urusan kertas, belum lagi dari penghematan yang lainnya.

c. Gunakan peralatan dan perlengkapan SESUAI KEBUTUHAN, bukan berpatokan pada KEINGINAN. Kalo ada pulpen yang seribuan, kenapa beli yang 5 ribuan. Beli selusin, toh pulpen gak akan basi hehee… Untuk yang baru mulai bisnis, gak perlu lah beli yang cantik-cantik atau yang canggih banget peralatan dan perlengkapan kerjanya. Patokannya terletak pada FUNGSI. Ya yang penting bisa dipake.

Laptop, gak perlu yang canggih banget. Telaah dulu si laptop ini mau dipake untuk apa. Kalo cuma buat CS yang kerjanya hanya menggunakan Ms. Office dan browser, ya gak perlu dengan spesifikasi untuk editting. Saran saya, jangan beli bekas, apalagi kita yang gak paham urusan teknis komputer. Kapok saya beli bekas, baru dipake bentar eh mati. Mending beli baru, tapi spesifikasi secukupnya dan ada garansi.

Kalo laptop bekas, kita gak tau dalemnya rusak gak, dia dulu pakenya seperti apa dan tentunya spesifikasi udah jauh ketinggalan dibanding laptop baru.

HP buat CS juga sama, gak usah yang canggih. Kan cuma buat jawab chat dan ngurus sosmed. Gak perlukan yang ada camera kekinian buat selfie hehee… Jangan install aplikasi yang gak diperlukan. Simepen semua foto produk, testimoni dll di laptop aja. Kan sekarang WA udah bisa di laptop.

Meja, kursi, printer, kipas angin dll. Beli sesuai kebutuhan saja dan fokus pada fungsi ya Mak. Jika sudah memenuhi nilai fungsi ya cukup dulu untuk saat ini.

d. Pikir betul-betul, apakah kita berneran butuh nambah rak? Yakin gak sih kalo gak punya itu bisnis turun? Masa sih kalo gak punya itu omset berkurang? Ya pokoknya perhitungkan secara PELIT dulu ya Mak ahahaa… Kalo ternyata butuh ya beli, tapi cek dulu point C diatas ya.

e. Nah ini yang cukup menyebalkan, gunting gak ketemu, beli lagi. Perasaan punya kalkulator 2 deh, karena 1 gak ketemu, beli lagi. Kayanya kemarin udah beli ini, lupa taronya, beli lagi. Meteran mana sih, gak ada, beli lagi deh.

Duh lama-lama nanti rumah kita penuh wakakkaa… Setelah barang digunakan, selalu letakkan pada tempatnya. Jadikan ini budaya di perusahaan kita dan juga di rumah. Gak mudah memang mengubah kebiasaan sehari-hari, namun ini bisa dilatih.

Karyawan/tim/anak buah itu ya tergantung bosnya  Kalo bosnya bisa menerapkan prinsip efisiensi dalam kehidupannya, orang-orang disekitarnya bisa ketularan. Saya ngetiknya harus sambil ngaca hahahaa.. sayapun masih terus belajar untuk bisa hemat… hemat… hemat.. huuufff… butuh keteguhan hati yang kuat ya Mak hihiii..

Sebenarnya masalah ini Mak Lya Herlyanti sudah menjabarkannya di buku #RAMSBO (Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online), hayooo sudah pada dibaca belum? Eh gosipnya Mak Lya Herlyanti akan bikin Kelas Online untuk membahas Jobdes, SOP dan KPI  Katanya sih 30 April. Semoga aja Mak berjodoh untuk berguru dengan Mak Lya yang merupakan seorang Konsultan SOP. aamiin…

BTW sampai ketemu tgl 31 Maret di Hotel Amaris Cihampelas Bandung di workshopnya Pak Subiakto Priosoedarsono ya Mak, aku pake kerudung hitam, Mak tegur aku duluan ya hehehee…

Kalo kerudung dan gamis abu ini, dari Mak Najmi Nurul Haq owner Amily Hijab yang produknya laris manis 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 1

WhatsApp Image 2016-11-15 at 14.22.053 hari lagi waktunya gajian (Emak Bos bacanya: menggaji ). InsyaAllah dicukupkan rejeki Mak untuk bisa bayar semua karyawannya dengan bayaran yang baik ya Mak aamiin…

Biaya gaji karyawan diambil dari?

Bukan dari profit kan ya Mak, diambil dari MARGIN. Apa itu margin, ya cari aja di google banyak penjelasannya  Hayo gak boleh males.

Dan tentu juga, gaji untuk karyawan gak boleh nombok terus dari uang pribadi kita ataupun minta lagi ke suami  Masih ada waktu 3 hari untuk berjibaku secara optimal ya Mak. Ikhtiar bumi dan langit.

Bagaimanapun…untuk membuat bisnis jadi besar, kita harus mempelajari STRATEGI KEUANGAN. Bukan hanya fokus menjual sebanyak-banyaknya. Kalo penjualan besar namun keuntungan kecil, dan akhirnya terus tergerus dengan biaya operasional, ya habis lah kita.

Untuk membesarkan bisnis kan juga perlu ada biaya pertumbuhan bisnis. Ini juga harus dipikirkan berapa alokasi dana yang harus disiapkan.

Hari ini saya mau sharing ke Mak tentang MENINGKATKAN KEUNTUNGAN, supaya kita punya uang tambahan untuk bisa diputar menjadi modal lagi..lagi…lagi… Sehingga yang dulu cuma bisa beli stok modal 6 juta, sekarang jadi milyaran, tanpa investor, tanpa bank, tanpa riba. aamiin…

Dulu saya hanya mengetahui bahwa keuntungan itu hanya dari selisih penjualan dikurangi harga modal produk dan biaya. Supaya dapet untung banyak, ya jual yang banyak.

Tanpa disadari, ketika penjualan meningkat, kesibukan pun bertambah. Semakin keteteran dan banyak hal lain gak keurus. Akhirnya saya memutuskan nambah karyawan lagi…lagi dan lagi..

Hingga akhirnya, ketika dihitung “secara matematika”, penjualan besar belum tentu keuntungannya berbanding lurus  So… apa yang salah?

Ternyata ada segi kebocoran dalam hal “efisiensi” yang tidak terkontrol. Nyesek Mak, capeknya banyak tapi untung bersihnya sama aja kaya jualan sedikit. 

Saya gak mau Mak ngalamin kaya gitu. Nih aku bisikin beberapa hal yang bisa kita HEMAT untuk bisa membesarkan nilai PROFIT.
1. Optimasi Kinerja Karyawan
Cek jobdes karyawan dengan seksama. Kalo perlu pantengin seharian tuh karyawan, dedikasikan aja dulu sehari gakpapa. Kalo karyawan Mak udah banyak, boleh per hari per divisi. Misalnya bagian QC (Quality Control). Perhatikan cara dia kerja, kecepatan, ketelitian, tahapan, posisi barang, penggunaan perlengkapan dan peralatan kerja.

Kalo Mak gaji dia sistem harian, kita bisa MENGHEMAT dengan cara meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya gaji dia sehari Rp.50.000 (Gaji bulanan dibagi jumlah hari kerja), dia selama ini hanya mampu mengerjakan QC 50 gamis. Artinya 1 gamis biaya QC nya seribu kan ya.

Coba perhatikan cara dia kerja, apa yang bisa kita ulik, sehingga dia bisa menghasilkan lebih dari 50pcs sehari. Apakah dari:
– Posisi kerja yang meletakkan barangnya berjauhan.
– Terlalu banyak ngobrol.
– Memang lelet orangnya.
– Dia tidak menikmati pekerjaannya (salah bidang).
– Tahapan pengerjaan yang kurang tepat.
– Prosedur yang menyulitkan.

Silahkan diobservasi ya Mak, lalu evaluasi dan revisi. Dengan target, dia bisa menghasilan misalnya 2x lipat. Yang tadinya 50, jadi 100. Ini artinya, per hari Mak sudah punya keuntungan Rp.25.000 loh.

Rp.25.000 x 22 hari kerja = Rp.550.000/bulan
Rp.550.000 x 12 bulan = Rp.6.600.000/tahun
Rp.6.600.000 x 5 tahun = Rp.33.000.000/5 tahun

Wooow ini baru efisiensi dari 1 karyawan saja Mak. Belum lagi dari karyawan lainnya. Kalo ternyata setelah di efisiensi dan dipadatkan pekerjaannya, ada karyawan yang gak kebagian pekerjaan, ya berhentikan saja.

Kecuali Mak bisa menciptakan pekerjaan baru yang juga pada akhirnya bisa ada timbal balik terhadap keuntungan perusahaan. Karyawan itu aset, aset itu harus memberikan keuntungan bagi perusahaan. Bukan malah menjadi beban!

Wah gak berasa udah jam segini, saya mau kedapur dulu hihihiiii.. trus lanjut bersiap briefing karyawan dan cek persiapan untuk tanggal 31 Maret, workshop BBB (Bisa Bikin Brand) bersama Pak Subiakto Priosoedarsonoguru favorit saya  Ilmu BRANDINGnya bisa melipatgandakan PROFIT karena konsumen dibikin jatuh cinta dengan brand kita. Jadi konsumen bukan hanya sekedar beli, tapi jadi pelanggan setia aseeek…

Yang gak asek adalah nunggu antrian chat kan ya Mak  Maaf ya Mak emang chat di WA Admin SBO 087824468185 setiap harinya antri. Makasi kesabarannya  Luv u..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Teknik Hypnotic Closing – Bagian 2

Muri Handayani (1)

(Hypnoselling, halaman 193)

– Trial Close
Ajukan pertanyaan untuk menguji kesiapan membeli dari prospek Anda. Pertanyaan ini secara implisit mengarahkan mereka ke transaksi/pembelian.

Contoh: “Menurut Anda masuk akal? Jadi bagaimana tahap selanjutnya?”

Jika Anda ingin mengetahui apakah prospek siap membeli, gunakan trial close atau alternate close.

“Seandainya Anda jadi pesan, produk ukuran berapa yang Anda perlukan?”
“Seandainya ANda jadi membeli produk ini, kapan sebaiknya produk ini saya kirim?”

– Alternate Close
Tawarkan pilihan yang keduanya berarti membeli. Bukan A atau B, melainkan A1 atau A2.

Contoh: “Jadi, Anda mau ambil dengan cara tunai atau kredit?”

Teknik closing dengan mengajukan sebuah piilhan. Bukan A atau B, melainkan A1 atau A2. Apapun pilihan mereka, mereka memilih A.

“Apakah Anda lebih suka membayar secara tunai atau transfer?”
“Apakah mau dikirim menggunakan paket YES atau Reguler?”

Anda bisa kombinasikan teknik Alternate Close ini dengan Trial Close.

Contoh: “Seandainya Anda jadi membeli, apakah Anda lebih suka membayar secara tunai atau transfer?

Teknik apapun yang Anda pakai, kuncinya adalah SELALU ASUMSIKAN MEREKA AKAN MEMBELI.

+++++++

Duh asik ya Mak, seandainya tiap hari kita bisa atur pikiran kita untuk selalu berprasangka positif dan optimis. Namun ketika Allah berkehendak belum closing, ya santai aja, gak usah pake bad mood. Langsung move on ke calon konsumen lain.

Ditolak satu, ya prospek lagi 10 

Orang yang Mak lihat sekarang sudah berada di puncak kesuksesan, mereka itu sudah mengalami puluhan, ratusan bahkan mungkin ribuan penolakan. Salah satu kunci penting kenapa mereka bisa SUKSES seperti ini adalah mereka mampu segera move on mencari konsumen lain. Tidak berlarut-larut meratapi penolakan.

Sehari cuma 24 jam. Setahun cuma 365 hari.

Kita melihat mereka kok kayanya cepet banget mencapai suksesnya. Sedangkan kita kok kayanya gini-gini aja. Ya itu Mak… mereka gak membuang banyak waktu dalam kesedihan. Ketika cara 1 gagal, mereka bergegas memikirkan dan melakukan cara 2. Bukan hanya mengulang cara 1 saja. Mereka upgrade skill dalam segala hal di bisnis.

Kenapa saya gunakan kata BISNIS, bukan JUALAN?

Karena untuk menjadi besar, tidak bisa hanya jualan. Harus membangun BISNIS.

Apa bedanya Mak? Hayooo jawab  Nanti aku kasih hadiah ah yang jawabannya “menarik” menurutku.

Sambil nunggu jawaban Mak, aku mau menikmati Legitta Olahan Pisang Khas Kota Tangerang dari Mak Tika Noor nyaaamm…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Teknik Hypnotic Closing – Bagian 1

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Brownies TangerangBedah buku lagi yuk Mak. Kali ini dari karyanya Mas Darmawan Aji“Hypnoselling”, salah satu buku pegangan aku dalam menjalankan bisnis online.

Cek halaman 192..

> Direct Close <

Langsung berikan instruksi kepada prospek apa yang mereka perlu lakukan untuk memiliki produk Anda. Asumsikan mereka akan membeli, lewati proses pembeliannya, langsung tanyakan pilihan mereka setelah membeli.

Contoh:
– Berapa banyak produk yang akan Anda order hari ini?
– Kapan sebaiknya produk ini saya kirim?

Lewati transaksi, langsung tanyakan fitur tambahan atau aksesoris terkait produk utama.

Contoh: Mobilnya mau dipasang kaca mobil sekalian bu?

++++++

Cukup 1 teknik dulu ya Mak. Saya mau berikan contoh yang berkenaan dengan Online Shop.

– Mba Tari jadi mau ambil langsung satu lusin? Muat satu kilo ciput RAZHA nya.
– Paketnya ikut pengiriman hari ini mau Mba Tari?
– Gamis yang itu cocok pake khimar yang ini Mba Tari, mau sekalian?
– Bukunya mau dikirim ke alamat rumah atau kantor Mba Tari? Saya bantu cek ongkirnya.
– Tas yang ini bisa senada warnanya dengan dompet yang ini Mba Tari, mau sekalian?

Saya juga banyak belajar membenahi kalimat untuk berdialog dengan anak. Mirip-mirip kaya saya chat ke konsumen hehehee..

– Ziya sarapannya mau buah naga dulu atau langsung sama apel?
+ Jadi kita jangan gunakan kalimat: Mau buah naga atau apel? Dia akan pilih salah satu. atau… Mau buah naga gak? Dia akan jawab “gak”.
– Mas Zhafran bekalnya ditambahin kurma sekalian mau?
– Setelah baca buku ini, mau ke buku yang A atau B?

Apapun hasil yang didapat dari jawaban konsumen atau anak, ya terima aja ya Mak hehehee.. Namun jangan pasrah, poles terus kemampuan tata bahasa kita sehingga orang yang berdialog dengan kita itu nyaman dan mau mengikuti apa perintah kita hihiiii… tapi bukan dengan cara hipnotis atau sihir ya 

Kalo Mak Yohana Camilan Cozzy sih udah berhasil hipnotis aku, rasa browniesnya itu loh bikin aku jatuh hati 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading