PARAAAAH banget! Jangan sampe kamu ngalamin kaya gini ya Mak :(

SBO Sekolah Bisnis Online Muri Handayani Pelatihan Bisnis Workshop Jualan Mengenal Ciri Kriteria Investor Modal Butuh Cari Ada salah satu sahabatku, bisnis fashion, Kita sebut dia Tari.
Tari kerjasama dengan temannya dalam bisnis tersebut. Temannya kita sebut saja Joko.

Sebenarnya Tari ini sudah berjalan bisnisnya sebelum bertemu Joko. Dengan keinginan membesarkan usahanya, Tari mengajak Jogo sebagai penanam modal/investor. Setelah konsultasi sana sini, akhirnya terbentuklah perjanjian kerjasama.

Berjalan hampir 3 tahun kerjasama mereka.

Mulailah disini terkuak keanehan yang bikin nangis dipojokan sambil makan Cheese Cake satu loyang, gak peduli berat badan.

Saya bertanya ke Tari..
Muri : Tari..tugas kamu apa aja di bisnismu?
Tari : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..
Muri : Okey…banyak juga ya.. Dapet GAJI berapa dari bisnismu?
Tari : Gak ada
Muri : WHAAAATTTT!!! Kerjaan sebanyak itu kamu gak digaji?
Tari : Kan ada dari sistem bagi hasil
Muri : Bagi hasilnya setiap bulan?
Tari : Iya
Muri : Gimana sistem bagi hasilnya?
Tari : Dari penjualan, dikurang HPP, lalu dibagi 2
Muri : (SHOCK…!) Penjualan dikurangi HPP, dibagi 2??? Untuk biaya karyawan, packing, internet, listrik, sewa tempat, tenaga kamu, biaya promosi dll itu siapa yang tanggung?
Tari : Aku
Muri : (gak bisa ngomong, langsung lemes)..

Coba kita bedah kasus Tari ini ya Mak. Anggap omset 100 juta. HPP (harga pokok produksi) 70 juta. Tari ada yang ambil dari produsen dan ada yang bikin sendiri. Dia jualnya grosiran, jadi margin tidak terlalu besar.

100 juta – 70 juta = 30 juta
30 juta dibagi 2 ke investor. 15 juta yang didapat Joko Sang Investor.
Apakah yang didapat Tari sama 15 juta? TIDAK!

Karena dia harus menanggung semua biaya pengeluaran.
– Karyawan 1 juta x 3 = 3 juta
– Listrik, Air, Internet, sewa tempat (masih di rumah Tari sebenarnya, tapi menurut saya harus masuk biaya sewa) = 2 juta
– Biaya packing = 500.000
– Promosi = 500.000
– ATK, Penyusutan Alat Kerja (Laptop, HP, Printer) = 1 juta
– THR Karyawan, Biaya Karyawan Sakit = 500.000
– lainnya

Kita asumsikan totalnya 7.5 juta
15 juta uang yang diterima Tari, dikurang biaya pengeluaran 7.5 juta. Maka Tari mendapat sisa 7.5 juta. Apakah ini keuntungan? BUKAN!

Bagaimana jika Tari sakit? Lalu siapa yang mengerjakan pekerjaan ini : Ngurus produksi dan supplier, penjahit, beli kain, ngurus pemotretan, membina Distributor dan Agen, rekap orderan dari Distributor prioritas, pembukuan, konsep promosi, ngurus karyawan (3 orang) dan lainnya..

Seharusnya Tari digaji, karena mengurus banyak pekerjaan. Dan sistem bagi hasil bukan dari margin (Penjualan dikurang HPP). Bagi hasil dari Penjualan – HPP – Pengeluaran – Profit ditahan, baru bisa dibagi hasil sisanya. Dan pembagian hasil tidak harus 50%.

Aaaahhhh… kemana saja saya selama ini, kenapa baru tahu sekarang kasus Tari

Saya di RAZHA itu digaji Mak. Karena saya kan kerja di RAZHA. Tugas saya Marketing, Branding, HRD. Jika saya nantinya merekrut orang HRD, maka gaji saya berkurang, karena pekerjaan saya berkurang.

Jadi.. selama hampir 3 tahun ini bisa dikatakan Tari kerja rodi Mak  Dia menjadi sapi perah Joko Sang Investor. Kabar terbaru, Tari sudah memperbaiki perhitungan kerjasama, namun Joko tidak terima, dia kadung keenakan dengan perjanjian yang pertama. Karena Tari sudah sadar, dia memutus kerjasama. Tapi sayangnya mereka juga jadi putus silaturahim

Amit amit Mak.. jangan sampe kamu ngalamin kaya gitu ya. Soal INVESTOR itu ada ilmunya juga Mak, sama halnya kita pengen laris jualan kan ada ilmunya. Nah untuk membesarkan bisnis dengan jalan terima investor, kita WAJIB tau ilmunya, biar gak sengsara.

Saya yakin betul dari kisah ini kita bisa petik banyak pelajaran. Alhamdulillah guru saya Pak Hernawan Adi Wibowo mau meluangkan waktunya untuk saya ajak berdiskusi soal INVESTOR, 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung.

Setelah Mak baca kisah ini, saya percaya Mak gak mau ngalamin kaya gini ya Mak. Tapi kita gak boleh parno juga Mak, jadi anti investor. Kita kan ingin membesarkan bisnis. Itu yang dilakukan Hijup.com makanya Mba Diajeng sekarang bisnisnya gedeeee banget. Jadi investor Mba Diajeng itu bukan hanya kasih modal Mak, tapi kasih coaching untuk pengembangan bisnisnya.

Ternyata ada cara cerdas untuk memilih investor, dan bagaimana caranya supaya kita dilirik investor ini juga ada ilmunya. Nah yang juga sangat penting adalah kita belajar membuat SURAT PERJANJIAN KERJASAMA yang “benar”, biar gak sengsara.

Aaaah saya gak sabar mau ajak Mak semua NAIK KELAS. Kita belajar bareng yuuk Mak sama Pak Guru Hernawan Adi Wibowo. Inget ya Mak 15 Januari 2017 di Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Saya doain bisnis Mak semakin tumbuh besaaarrr sehingga SEMAKIN BANYAK MANFAAT bagi masyarakat. Biar bisa cepet berangkatin HAJI bareng orang tua ya Mak. aamiin..
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

NB: Ada harga Early Bird untuk ikut acaranya. Lebih murah daftar hari ini Mak, dijawab Admin SBO Senin sesuai urutan masuk chat di inbox ke Admin SBO

Continue Reading

Ssssttt…Jangan Bilang Siapa – Siapa Ya, Ini Harga Yang Harus Saya Bayar Untuk Mempertahankan RAZHA

PROMO JANUARI 2017 Diskon Discount 50% Inner NInja Ciput Antem Soul RAZHA Daleman Dalaman kerudung Anak Tudung JIlbab Hijab KhimarMasuk tahun ke 6 menjalankan RAZHA, sudah puluhan kali terucap SAYA MENYERAH  Nangis di pojokan kamar, udah ga kehitung berapa sering Mak.

Gagal produksi puluhan juta, cacat bahan yang tidak bisa diretur karena terlanjur dipotong, karyawan “berulah”, kurir bermasalah, konsumen komplen, mem-PHK semua karyawan, stres manajemen waktu antara bisnis dan keluarga (punya 2 balita homeschooling), manajemen keuangan kacau, tagihan supplier datang tapi ga ada cash dll.. cape ngetiknya karena banyak bgt penderitaanku ahahhahahaaaa… Oh nasibku Mak

Ya itulah HARGA yang harus saya BAYAR untuk bisa mempertahankan RAZHA selama hampir 6 tahun Mak. Makanya kalo ga mau “menderita” ga usah ikutan buka OnlineShop, jadi ibu rumah tangga aja lebih nikmat Jujur terkadang saya iri dengan ibu-ibu yang bisa punya banyak waktu untuk membuat masakan istimewa bagi keluarganya setiap hari. Lah saya…ga sempet. Sekalinya ada waktu, yang dipikirin kerjaan Olshop Mak

Tapi sekarang sih saya udah jarang baper  alhamdulillah… karena saya punya NOBEL PURPOSE yang sudah direvisi saat mengikuti Innovative Competitive by Indrawan Nugroho.

Untuk bisa Rise above the crowd memang SUSAH tetapi BISA! Supaya hati kita tetap KUAT disaat SUSAH, kita WAJIB memiliki Nobel Pupose (tujuan mulia, menurut pemahaman saya).

Saat ini saya menjalankan RAZHA sebagai pilot project dalam mengajar di SBO (Sekolah Bisnis Online). Saya mau MEYAKINKAN peserta (saat ini sudah ada lebih dari 2.210 alumni yang tersebar di belasan negara, 99% wanita) bahwa OnlineShop bisa mengubah perekonomian keluarga menjadi lebih baik.

SBO membantu wanita untuk ikut berjuang (jihad) mencari nafkah demi meringankan beban suami, tanpa harus banyak keluar rumah.

Taukan berapa beban biaya pendidikan saat ini?
Taukan berapa harga rumah saat ini?
Taukan berapa biaya kesehatan saat ini?

Saya lahir di keluarga sederhana, ibu saya punya rumah makan kecil, berangkat subuh untuk kepasar lalu pulang diatas jam 9 malam. Ayah saya pernah menjadi supir angkot. Kami anak-anaknya merasa kekurangan kasih sayang karena kedua orang tua sibuk bekerja diluar. Pastilah seorang anak butuh didengarkan ceritanya selepas sekolah. Butuh tempat curhat ini itu. Butuh diapresiasi dll.

Itulah yang melatarbelakangi DENDAM (dendam positif tentunya) saya. Saya bertekad, anak-anak saya tidak boleh merasakan hal yang sama. Saya harus selalu HADIR dalam kehidupan mereka.

Silahkan googling apa penyebab kenakalan remaja saat ini. Sebagian besar karena kurangnya kehadiran orang tua dalam kehidupan mereka Mak.

Sebagai sarjana, saya ga mau nganggur donk, tapi ga mau kantoran. Alhamdulillah Allah tunjukin jalan di OnlineShop Mak. Bisa dikerjain dirumah dengan waktu yang fleksibel. Walaupun bisnis rumahan, tapi bisa menafkahi ratusan orang, asik kan Mak.

Jadi..kalo saya sedang lelah jiwa raga #eeehhh saya langsung mengingat kembali NOBEL PURPOSE Mak. Nah mumpung mau masuk 2017 nih. Ayo kita bikin Nobel Purpose Mak.

Apa Nobel Purpose (Tujuan Mulia dalam membangun bisnis)mu Mak? Cerita donk…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

7 alasan mengapa SEKARANG SAAT YANG TEPAT untuk Anda belajar bikin BRAND FASHION sendiri.

Produsen Inner Ninja Ciput Hijab Jilbab Gamis RAZHA Bisnis Fashion Supplier Tangan Pertama Anak Tudung

Ini berdasarkan pengalaman kami, lebih tepatnya PENGALAMAN PAHIT Mak  Saya tidak mau Mak ngerasain pahitnya.
1. Sekarang saat yang tepat cari KONVEKSI, karena banyak konveksi nganggur. Justru nanti 4 bln menjelang Ramadhan, penuuuuh semua. Apalah kita brand kecil yang baru mulai, konveksi pasti pilih orderan dari pemain besar.

2. Cari KAIN masih gampang, ga rebutan n ga banyak reject. Apalagi cari kain hitam menjelang Ramadhan, tuh si item rasanya udah kaya selebritis Mak, direbutin banyak orang. Kalo RAZHA ga kebagian kain hitam, para Mitra mulai bawel heheheee… Sudah beberapa tahun ngalamin kalo beli kain di bulan Ramadhan, persentase rejectnya lebih tinggi. Entah karena si pabrik bikinnya buru-buru atau suppliernya ngambil dari beberapa pabrik berbeda -yang penting ada stock-, bisa jadi seperti ini ya Mak.

3. Sebagai pemain baru, pasti awalnya bikin SAMPEL. Ga mungkin langsung jadi kan si sampelnya, kudu bolak balik revisi Mak. Kalo udah mepet Ramadhan, lah kapan beresnya? Orang lain udah panen, Mak masih berkutat di revisi.

4. Jangan pernah percaya janji KONVEKSI soal tenggat waktu Mak  kalo belum paham soal ini, silahkan cari di tulisan saya sebelumnya. Jadi kalo dia janji seminggu, bisa jadi artinya sebulan Mak. Masih mau mepet produksinya menjelang Ramadhan?

5. Kalo saya sih ga percaya dengan standar QUALITY CONTROL nya konveksi Mak. Tim RAZHA akan lakukan QC lagi. Dan ini makan waktu banget. Jadi inget teman saya DF (nama disamarkan, nanti dia nangis lagi kalo inget hiihihiiii..) percaya sama tim QC konveksi. Ealaaaah konsumen buanyaaak yg komplen. Akhirnya ribet deh urusannya..

6. FOTO PRODUK juga butuh waktu kan ya Mak. Cari fotografer yg cocok harga dan kwalitas. Seleksi model, makeup, properti dan konsep. Belum lagi proses edit yang kalo menjelang Ramadhan, itu antriiinya puanjaaang.

7. Maklum lah ya brand baru, pasti butuh waktu mengenalkan ke pemirsa  ayo semangat bikin konsep promo, marketing dan branding. Yang pada akhirnya disaat Panen Raya, kita bisa fokus selling dan CLOSING

Nah sebelum mulai ACTION ada beberapa hal yang harus kita pelajari biar ga kecebur jurang Mak huhuhuuu..
1. Apa itu manajemen produksi
2. Kenapa harus produksi
3. Apa yang harus disiapkan
4. Alur Produksi
5. Produksi sendiri VS Makloon
6. Jenis-jenis Makloon
7. Perjanjian kerjasama Makloon
8. SOP dan administrasi produksi

Terimakasih banyak sebelumnya Bu Guru Teh Rohmah sudah mau meluangkan waktunya untuk kami belajar semua point diatas pada 26 Januari 2017. Sayangnya tidak semua bisa ikut, karena hanya yang serius mau mempelajari dunia produksi saja yang akan dilayani Admin SBO melalui inbox di Sekolah Bisnis Online

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara yang tepat naik kelas dalam bisnis

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online SBO Jualan Mentor Pebisnis perempuan Motivator Pembicara Emak Emak Jago Jualan Penulis Buku

“Jangan pernah harapkan pekerjaan Anda lebih mudah, harapkan diri Anda lebih baik.” – E. James Rohn –

Jadi kebayang ujian anak sekolah. Ketika sudah kelas 4 SD, masa kita berharap ujiannya kaya anak kelas 1 SD. Pengennya yang mudah aja, gak mau yang sulit. Berharap dapet nilai 100, semua serba sempurna, pengen cepet selesai ngerjain soal, gak pake lama mikir.

Celakanya, kehidupan tidak seperti itu ya Mak. Semakin tinggi kita naik kelas, soal ujiannya pun semakin sulit. Lulus SD bukan berarti santai, ada pelajaran SMP yang jauh lebih sulit. Bahkan ketika masuk SMA pelajarannya semakin banyak. Apalagi kuliah, yang dosennya gak lagi menuntun detil seperti guru di bangku sekolah.

Ealaaah masuk dunia kerja, mungkin hanya 30% ilmu yang didapat selama 16 tahun mengenyam pendidikan yang bisa diterapkan di kantor. Apalagi bagi mereka yang kuliahnya apa…kerjanya apa ahhahaa.. seperti anak pertanian yang kerja di bank

Setiap hari kita akan terus dituntut untuk belajar Mak. Bukan hanya soal kerja, tentang ngurus anak dan menciptakan keluarga yang bahagia dunia akhirat juga butuh ilmu ya.

Anak makin besar, ujian orang tuanya juga makin besar.

Sama halnya dalam bisnis Mak. Dari awal mau mulai, sampe yang bisnisnya udah tahunan, ujiannya akan terus ada. Karena memang dengan cara seperti itulah bisnis akan bertumbuh. Kita gak bisa menghindar dan menolak.

Tugas kita adalah menghadapinya dan memenangkan ujian tersebut dengan nilai terbaik. Ingat…nilai terbaik bukan karena soalnya mudah, tetapi karena kitanya yang memiliki kemampuan lebih baik dari ujian sebelumnya.

Bagaimana caranya supaya bisa memiliki kemampuan yang lebih baik? Kita lihat aja Mak itu anak sekolah gimana caranya bisa naik kelas. Udah tau donk jawabannya BE-LA-JAR

Sepertinya saya harus koreksi do’a juga nih.
“Semoga Allah mudahkan segala urusanmu hari ini”
Sebaiknya menjadi “Semoga Allah mampukan kamu menjadi lebih baik hari ini”

Jadi.. jika kita mandeg dan berhenti berkembang, maka bisnis kita pun demikian. Ketika kita terus belajar dan karenanya bertumbuh, begitu pula bisnis kita Mak. Dan semakin baik kita memainkan bisnis, semakin banyak profit dan cash yang kita dapatkan. 😉

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara saya bangkit dari kegagalan bisnis, bisa Anda tiru

Muri Handayani SBO Sekolah Bisnis Online Emak Emak Jago Jualan Penulis Buku Pelatihan Mentor Pengajar Inspiratif Perempuan Pembicara Jualan Online Shop Meningkatkan Penjualan

Mungkin salah satu alasan kenapa saya bisa melangkah sejauh ini adalah karena saya membuat kesalahan lebih banyak dari orang lain Mak 😀Saya mengambil resiko, saya mau jatuh, saya nangis lebih sering dari orang lain ahahhahaaa..

Coba inget waktu anak kita latihan berjalan Mak. Ketika terjatuh pasti bangun lagi, mencoba lagi, jatoh lagi, coba lagi.. Bahkan terkadang diselingi tangisan, karena pas jatoh posisinya gak pas atau bahkan kejedot hihihhiiii… Pernah gak Mak ada orang tua yang bilang, “Okey kamu sudah jatuh 7 kali, cukup ya, kamu gak akan bisa berjalan, cukup merangkak aja.” Gak mungkin kan Mak ada orang tua yang kaya gitu?

Ketika kita gagal di bisnis pertama, bukan berarti kita ditakdirkan tidak bisa bisnis. Allah minta kita untuk BELAJAR dan terus berusaha dengan cara yang lain, cara yang lebih baik, cara yang sesuai.

Hapus kata menyerah dalam kamus kita Mak. Tanamkan kata BISA BISA BISA. Memang pasti bisa kok, kan Allah nggak pilih kasih, hanya saja kita belum menemukan cara yang tepat. Bagaimana cara menemukannya? Hanya dengan BELAJAR dan MENCOBA.

Kalo gak belajar, kita gak akan menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah. Dan kalo gak dicoba, ya kita gak tau cara itu benar atau salah, berhasil atau tidak.

Fokus pada PENYELESAIAN MASALAH, bukan pada objek masalahnyaya Mak. Okey..caranya gimana, caranya gimana, caranya gimana. Selama ini kita terlalu fokus pada masalahnya, kenapa ya gini, kok hasilnya gini, yah begini jadinya, duh kok begini.

Sekali lagi, FOKUS PADA PENYELESAIAN, CARI SOLUSI, TEMUKAN JALAN BARU, CARA BARU, KEKUATAN BARU.

Paham ya Mak! Mari kita pelukaaaannn…….

Allah Maha Membolak-balikkan hati manusia. Semoga Allah menetapkan hati kita menjadi perempuan tangguh yang menjadi teladan bagi anak-anak kita. Menjadi penggerak perubahan peradaban menjadi lebih baik. Anak pejuang lahir dari ibu yang tegar! Merdeka ^_^

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ini penyebab SUKSESmu tertunda

muri-handayani-mentor-bisnis-online-perempuan-banjir-order-menaikkan-omset-sbo-sekolah-bisnis-onlineSama-sama dikasih waktu 24 jam sehari. Makanan juga dari hasil Bumi, bukan dari Mars kan ya Mak ahahhaa.. kenapa sih dia udah SUKSES, kita belom?
 
Ternyata hal mendasar yang harus kita lakukan adalah belajar CARA BERPIKIR yang baru, sebelum kita belajar cara melakukan hal yang baru Mak. Berapa banyak dari kita yang pasrah dengan nasib. Ya udah lah emang nasib keturunan orang miskin. Gak akan bisa lah bisnis, gak ada sejarahnya keluarga kita sukses bisnis. Bisnis segini aja udah syukur, gak usah neko-neko lah pengen besar.
 
Hayo ngaku siapa yang masih punya mindset seperti itu? sini aku cubit ^_^
 
Kita gak akan bisa bertahan di dunia bisnis kalo punya pola pikir yang seperti itu Mak. Jangan pernah posisikan diri kita sebagai korban. Iya korban nasib, korban genetik, korban turunan nenek moyang, korban sial, korban politik, korban kebijakan pemerintah, korban keadaan dll. Selama ini kita menyalahkan semua orang atas kesulitan hidup yang kita rasakan.
 
Mak.. cuma diri kita sendirilah yang dapat mengubah apa yang terjadi dalam kehidupan kita, termasuk juga dalam bisnis kita Mak. Tentunya dengan izin Allah. Kan Allah juga yang meminta kita untuk berjuang mengubah nasib, bukan pasrah pada nasib dan menyalahkan orang lain.
 
Kita gak bisa menyalahkan kompetitor, tim, partner, supplier atau siapapun ketika kita gagal. Karena sesungguhnya ketika kita menunjuk orang lain, ada 3 jadi yang menunjuk kepada diri kita. Cobain acungkan telunjuk kita ke orang lain Mak, jari tengah, jari manis dan jari kelingking mengarah kepada kita.
 
Jika kita menginginkan hasil bisnis yang luar biasa, kita harus benar-benar memiliki pertanggungjawaban atas hasil yang kita dapatkan dan juga bertanggung jawab terhadap tindakan yang sudah kita lakukan.
 
Percuma ikut pelatihan sana sini, kalo ujungnya gak bisa ngerjain PR lalu menyalahkan orang lain atas hasil yang kita dapatkan. Mak…sukses itu bukan dikasih, tapi dijemput oleh tangan kita sendiri, pake keringet kita sendiri dan terkadang butuh air mata.
 
Jangan pernah lelah evaluasi diri. Kritik dulu diri sendiri sebelum mengkritik orang lain. Perbaiki diri sendiri sebagai pemimpin, sebelum menyalahkan tim/karyawan/partner.
 
Semangat belajar Emak Setrooong!
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Cara membangun BISNIS sama dengan cara membuat brownies

Apa sih yang biasanya dilakukan terlebih dulu dalam membuat brownies?
1. Pasti dibayangin dulu kan mau brownies yang seperti apa. Bentuk, rasa, tekstur dll.
2. Dicari dulu ilmunya (resep)
3. Dipelajari ilmunya perlahan, sambil bersiap mencari bahan.
4. Berjuang cari bahan. Pake modal uang, cari info penjual, pelajari perbedaan kwalitas produk dari berbagai merk.
5. Percobaan 1. Ikuti sesuai resep.
6. Gagal. Ternyata belum pengalaman mengenai pengaturan temperatur oven.
7. Bikin lagi, lakukan point 4.
8. Evaluasi point 6. Supaya tidak gagal lagi.
9. Gagal. Karena tekstur tidak sesuai yang diinginkan.
10. Evaluasi lagi
11. Lakukan point 4
12. …….
Saat berniat mau membangun BISNIS. Lakukan hal yang sama seperti point di atas.
1. Bermimpi yang tinggi. Ingin bisnis yang seperti apa. Rejeki Allah tidak terbatas loh, jadi jangan rendahkan mimpimu. Harus punya MIMPI supaya jelas arah bisnis mau kemana.
Lah kalo bikin kue ga tau tujuannya, aduk aja semua adonan, sejadinya. Dijamin gagal tuh kue hehehee…Bisa dimakan, tp ga jelas hehheee…
Memulai bisnis ga pake mimpi/tujuan. Maka kita yang menjalaninya akan asal”an, ngikutin arus, sedapetnya dll.
2. Cari ilmu bisnis. Supaya ga nyebur jurang. Belajar dari senior. Ikut komunitas bisnis. Baca buku bisnis. Invest di pelatihan bisnis.
Adonan kue juga pake takaran. Ga asal masukin semua bahan. Ada urutannya pula.
3. Jangan langsung beli kain, sebelum tau ilmu produksinya. Jangan nyetok produk sebelum tau cara jualnya.
4. Jangan nafsu pilih jenis bisnis. Jangan sembrono pilih supplier. Sabaaaar… bandingin dulu bbrp sumber. Maklum modal terbatas. Kalo punya pohon duit gpp suka-suka aja.
5. Mulai praktek. Ikut pelatihan jangan cuma ikut trend. Praktekin ilmunya!
6. Bangkrut? Santai aja.. saya sudah 6x gulung tikar. Saya pernah PHK semua karyawan. Artinya ada ilmu yang belum kita punya. Allah bukan menghina hambaNya. Tapi Allah ingin menaikkan derajatnya dengan cara upgrade ilmu.
7. Lanjuuuutkan point berikutnya sampe SUKSES dunia akhirat. Semoga Allah mudahkan segala urusanmu sahabat. Kalo browniesnya sudah berhasil, kabarin saya ya ^_^
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ini penyebab PENJUALAN kita kecil

Produsen Inner Ninja Ciput Hijab Jilbab Gamis RAZHA Bisnis Fashion Supplier Tangan Pertama Anak Tudung

Ternyata Hijup.com itu mulai dirintisnya 2011. Sama dengan RAZHA tapi kenapa beda nasib ya?  Saya sehari baru bisa seratusan paketnya. Sedangkan dia 500an

Setelah dianalisa  ternyata ada 1 hal kesalahan saya diawal. Apa yo tebak?

MIMPI saya kekecilan. Iya serius.. Mimpinya Mba Ajeng (owner Hijup.com) jauh lebih besar dari saya. Makanya sekarang pencapaiannya pun jauuuuh lebih besar.

Kok bisa sih MIMPI mempengaruhi pencapaian?

Karena besarnya MIMPI mempengaruhi besarnya DAYA & UPAYA yang akan kita lakukan. Cateeeet Mak!

Jika kita MIMPI nya pengen dapet 100, maka kita akan berlari untuk mendapat 100 kan ya. Yah sekalinya meleset bisa di 80 atau 90an lah. Sedangkan jika kita hanya ingin dapet 10, maka upaya kita pun akan fokus pada sepuluh. Ketika sudah dapet 8, 9 dan akhirnya 10, maka kita berpuas diri. Merasa berhasil mencapai IMPIAN. Padahal impian kita kekecilan Mak

Paham ya Mak. Jadi kalo Mak sekarang ini jalanin Bisnis Online sekedar sampingan, ya hasilnya segitu. Sedangkan mereka yang fokus pengen bebas riba, mau beli rumah cash, ingin pergi haji sekeluarga besar, target bisa sedekah 100 bungkus nasi setiap hari dan mau keliling dunia, pasti DAYA & UPAYA nya super duper Setrooong.

Hidup ini pilihan Mak. Mau bisa bermanfaat hanya untuk keluarga kecil Mak saja. Atau mau menjadi Emak Setrooong yang bisa menebar banyak manfaat untuk peradaban. Apapun pilihan Mak, jangan lupa istirahat ya Mak  Ngomongnya sambil ngaca

Tubuh kita punya hak untuk sehat dan bahagia. Untuk bisa membahagiakan orang lain dan menjaga kesehatan keluarga kita. Terkadang kita butuh orang lain untuk saling mengingatkan. Semangat cari sahabat yang mau mendukung MIMPI gila yang kita punya. Bukan sahabat yang menjatuhkan, mengejek, merendahkan dan tidak percaya akan MIMPI kita. Ketika kita yakin kebesaran Allah, maka disitulah kita juga bisa yakin bahwa semua MIMPI besar kita akan terwujud.

Mak percayakan Allah bisa melakukan segalanya? Termasuk mewujudkan IMPIAN besar kita ^_^

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

KERANGKA BISNIS ini wajib kamu pelajari jika ingin SUKSES

Pelatihan Bisnis Online Sekolah SBO Mentor Guru Perempuan Inspirasi Inspiratif Kisah Pengusaha Sukses Jualan Online Tips CaraBiar gak tersesat antara membangun bisnis dengan menjadi pedagang asongan heheheee… Mari sejenak kita lupakan cucian Mak 😀 Simak secuil ilmu dari Bradley J. Sugars dalam bukunya Instant Cashflow.
 
1. Jumlah Calon Pelanggan (Leads). Jumlah total pembeli potensial yang Anda hubungi atau yang menghubungi Anda. Juga dikenal sebagai prospek. Jumlah orang yang mengunjungi web/sosmed/chat ke Mak, belum tentu potensial, simak point berikut..
 
2. Conversion Rate, persentase orang yang membeli dibanding yang tidak membeli. Jika yang chat ke Mak 10 orang , namun yang transfer 3, artinya converstion rate Mak 30%. Jadi PR kita adalah meningkatkan nilai Conversion Rate ya Mak. Kalo saat ini baru di 30% usahakan naik jadi 40%, 60% dan seterusnya 😉 Cara naikinnya? Ada di materi SBO Kelas Utama ^_^ Bisa pake jurus Excellent Services.
 
3. Jumlah Pelanggan, ini adalah angka berapa banyak pelanggan berbeda yang Anda layani. Cara menghitungnya, point 1 dikali point 2 ya Mak.
 
4. Jumlah Transaksi, ini adalah satu dari 5 variabel utama. Sebagian pelanggan Mak ada yang beli seminggu sekali, setiap bulan, yang lain kadang-kadang, dan malah ada yang seumur hidup sekali ahahhaa… Nah yang kita ingin ketahui adalah jumlah rata-rata dari berapa kali pelanggan kita membeli dalam waktu satu tahun.
 
5. Penjualan Rata-Rata. Sebagian konsumen misal belanja 1 juta, sebagian belanja 200.000, tetapi yang kita bidik adalah rata-ratanya Mak. Tambahkan jumlah total penjualan dan bagi dengan jumlah penjualan.
 
6. Omset. Kalikan jumlah total pelanggan yang Anda layani dengan berapa kali rata-rata mereka kembali, lalu dengan jumlah rata-rata yang mereka belanjakan setiap kali order. Itulah omset Anda. Pelanggan x Transaksi x Rata-rata Penjualan = Omset. Jika ingin omset yang lebih tinggi artinya kita harus menghasilkan lebih banyak transaksi dan penjualan rata-rata yang lebih tinggi dengan jumlah total pelanggan yang Mak layani.
 
7. Margin, ini adalah persentase dari setiap penjualan yang berupa keuntungan. Dengan kata lain, jika Mak menjual sesuatu dengan harga 100.000 dan 25.000 adalah keuntungan, maka Mak memiliki margin sebesar 25%. Ingat: ini setelah semua biaya dikeluarkan.
 
8. Keuntungan. Kita tidak dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan, yang kita dapat adalah margin yang lebih besar pada omset yang kita dapatkan.
 
++++++++++++++++++++++++
Calon Pelanggan x Conversion Rate = Pelanggan
Pelanggan x Jumlah Transaksi x Rata-rata Penjualan = Omset
Omset x Margin = Keuntungan
 
+++++++++++++++++++++++++
CONTOH:
 
Calon Pelanggan (100) x Conversion Rate (20%) = Pelanggan (20)
Pelanggan (20) x Jumlah Transaksi (3) x Rata-rata Penjualan (300.000) = Omset (18.000.000)
Omset (18.000.000) x Margin (25%) = Keuntungan (4.500.000)
 
+++++++++++++++++++++++++
Dengan hanya menaikkan 10% di tiap area, kita akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa cetar Mak..
Calon Pelanggan (110) x Conversion Rate (22%) = Pelanggan (24,2)
Pelanggan (24,2) x Jumlah Transaksi (3,3) x Rata-rata Penjualan (330.000) = Omset (26.353.800)
Omset (26.353.800) x Margin (27.5%) = Keuntungan (7.247.295)
 
Paham ya Mak ^_^ Ya beginilah kalo bisnis, kudu ada yang dihitung, jangan pasrah sama keadaan ahahahaaa…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Strategi Move On dari KOMPETITOR

Muri Handayani SBO Sekolah Bisnis Online Jualan Pelatihan Workshop Mentor Produsen Busana Muslim Fashion Hijab Inspiratif Inspirasi Sukses Wanita Perempuan

Siapa yang masih sering baper kalo lihat kompetitor? ahahahaa… hayo ngaku Mak. Sama donk, aku juga masih hihihiiii…

Capek kan Mak dikit-dikit baper.. Aku bahkan pernah rasanya sampe agak mual di ulu hati kalo liat kompetitor yang satu itu. Entahlah kenapa, cuma ke dia doank ahhahaa… Trus langsung gak bisa nahan untuk terus kepoin akunnya dia. Tapi efek sampingnya adalah aku malah jadi BT Mak. Kacau semua hariku rasanya. Kasian anak-anak kadang kena imbas Emaknya yang lagi cemberut.

Kalo udah kaya gitu, yang rugi siapa? Ya aku lah.. Yang seharusnya bisa ngerjain banyak hal, produktif. Tapi karena baper bikin BT, akhirnya jadi ga ngerjain apa-apa. Kompetitor ya gak akan ngerasain apa-apa. Dia mah tetep aja semangat berkarya.

Jadi…baperin kompetitor itu perlu gak Mak?
Udah pada pinter kan, ga perlu saya jawab ahhahaa…

Kita kepo sama kompetitor itu perlu Mak, untuk riset. Nah yang ga boleh adalah bapernya itu loh  Gimana caranya donk bisa riset kompetitor tanpa baper?

1. Tentukan IMPIAN sebesar mungkin
2. Buatlah STRATEGI mencapai mimpi
3. Jabarkan dalam target tahunan, bulanan, mingguan hingga harian.
4. Tempel tuh point 1-3 di tempat yang mudah terlihat. Melotot pasti kalo udah lihat tugas segambreng ahahhaa… Ternyata banyak banget PR kita ya Mak.
5. Nah kalo udah seperti ini baru boleh kepoin kompetitor. Ketika melihat kompetitor, fokus pada point 3 Mak. Kita mau riset si kompetitor pada bagian apanya. Jangan keseluruhan kita kepoin Mak, buang waktu, kan PR kita banyak.
6. Fokus masa depan, fokus masa depan, fokus masa depan. Bikin pikrian sibuk kerja, sibuk ngurus anak, sibuk ngurus rumah. Jadi gak ada lagi waktu untuk baper

Inget ya Mak, baper itu bikin hidupmu sengsara, mau? Gak kan..

Smangat berjuang Emak Setrooong! Saatnya kita ubah BAPER (Bawa Perasaan) menjadi BA-nyaktrans-PER hahahaaayyy! Bismillah.. Bisa.. Bisa.. Bisa..! Aku bisa, kamu juga bisa ^_^

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading