Cara ini menyelamatkan bisnis saya dari kebangkrutan

Muri Handayani Pengusaha Wanita Bisnis Online Guru Internet Marketing Pemula Gaptek Materi Dasar Jualan Menaikkan Omset
 
Banyak diantara kita yang belum mau bergerak untuk memulai bisnis dengan alasan tidak ada modal. Hmmm..apakah benar untuk memulai bisnis butuh modal uang? Beberapa hari yang lalu saya melakukan riset kecil-kecilan. Hasilnya sungguh mencengangkan!
 
Banyak dari partisipan yang menyatakan memulai bisnis modal NOL. Alias tidak memakai uang, pake sih tapi tidak seberapa. Mereka hanya mengoptimalkan apa yang sudah dimiliki. Smartphone.. iya cukup dengan smartphone dan kuota internet. Mereka memulainya dari dropship/affiliate suatu produk. Ada yang awalnya dropship, kini jadi distributor besar bahkan sudah jadi produsen.
 
Apa lagi yang dibutuhkan setelah itu? ILMU… Smartphone + Kuota Internet + Ilmu, ini adalah modal utama mereka. Belum sanggup ikut pelatihan berbayar Mak. Banyak kok yang kasih sharing gratisan. Tinggal cari di internet, browsing, seleksi, pelajari, praktek.
 
Nah disini tidak jarang orang yang tersesat. Kebanyakan yang dicari, gak jelas nyari apa, download segala macem, yang akhirnya cuma dikoleksi dan bingung mulai belajar dari mana hihiiihiii… Ini ngetiknya sambil berasa ngaca. Ya saya tuh dulu kaya gitu juga Mak :p
 
Hingga akhirnya saya gabung ke komunitas TDA. Eh btw… 25 Februari TDA Bandung mengadakan Kopdar Pengusaha Bandung, terbuka untuk umum. Infonya silahkan ke Dessy 0878.21633.098. Alhamdulillah disini saya menemukan banyak senior bisnis. Saya pepetin aja deh mereka Mak. Sering-sering ketemuan, ngobrol, curhat, minta solusi, dengerin nasehat mereka.
 
Ternyata ya memang lebih enak ada yang mendampingi ya Mak. Jelas gitu loh arahnya kemana. Apa dulu yang harus kita pelajari, harus ngapain dulu. Kita juga dulu sekolah pake guru ya, diajarin ABC dulu baru nanti berhitung perkalian belakangan. Nah terkadang kita kalo gak tau langkah-langkahnya, tiba-tiba aja mungkin kita pelajarinnya langsung tentang sastra bahasa, padahal belajar baca aja belum lancar ahahaaa… ampun deh, inget masa lalu.
 
Modal awal RAZHA, saya mengeluarkan uang pribadi Rp.6 juta Mak. Alhamdulillah sekarang nilainya sudah jauh berlipat dari itu. Dulu pernah mau ngajuin ke bank, alhamdulillah gak punya apapun untuk jaminannya, jadi ga berhasil minjem ke bank hehehee. Dulu mah saya kecewa gak dapet pinjeman bank. Eh ternyata sekarang saya sangat bersyukur, gak pinjem sepeserpun dari bank untuk bisnis. Alhamdulillah terhindar dari riba.
 
Nah Mak yang punya angan-angan pinjem ke Bank, sekalipun itu syariah, saya sarankan untuk TIDAK memilih langkah itu. Sabar Mak.. puterin aja modal yang ada. Gak punya sedikitpun? Jadi affiliate/dropship Mak, kan nanti dapet keuntungan dari situ.
 
1 produk keuntungan 20.000
Dibulan pertama, sebagai pemula, pasang target sehari laku 2.
40.000 x 22 hari kerja = 880.000
 
100.000 ambil buat internet
10.000 x 30 hari untuk makan = 300.000
Mana cukup 10.000? Masih bagus bisa makan Mak.. ya namanya juga lagi merintis. Sabaarrr…
 
Sisanya tabung untuk modal. Oh iya potong sedekah dulu.
Bulan ke 2 makin pinter jualan, naikin target laku 4 sehari.
 
80 x 22 hari kerja = 1.760.000
100.000 ambil untuk internet
10.000 x 30 hari untuk makan. Omset naik, jangan serta merta pengeluaran naik ya Mak. Sabaaarrr…
 
Invest untuk nambah ilmu jualan, kan biar makin jago dan membuat omset naik. Ikut pelatihan Mak.
Sisanya simpan untuk modal setelah dipotong sedekah.
 
Teruuusss bersabar dalam proses. Jangan ngiri dengan hijaunya rumput tetangga Mak. Karena bisa jadi ternyata dia rumput sintetis :p bisnisnya keliatan gede, eh ternyata hutangnya milyaran. Ini baru saya lihat dengan mata kepala saya sendiri kemarin. Gudangnya padeeeet banget isinya, eh ternyata dia ada hutang sama bank 6 Milyar. Dan yang bikin sedih, beberapa bulan kebelakang mereka selalu mengalami kerugian karena pengeluaran lebih besar dari penjualan. Duh kasian…
 
Jadi lebih baik bisnis kecil tapi bisa tidur nyenyak menurut saya. Daripada MAKSA punya bisnis gede tapi didatengin tagihan tiap hari hiiiksss…
 
Enaknya bisnis dari skala kecil itu, ketika ada kerugian, ruginya juga kecil kan Mak. Coba bayangkan… jika kita langsung modal 100 juta, produksi 70 juta, eh gagal karena gak punya cukup ilmu tentang produksi dan pemasaran. Nyesek kan! Teman saya ada yang bisnis salon Mak, modalnya 1 Milyar. Gak nyampe setahun, bangkrut. Innalillahi…
 
Okey kembali lagi soal muterin uang dari hasil penjualan. Ketika misalnya Mak sudah ada profit 2 juta-an sebulan. Mak bisa pecah dalam beberapa bagian:
1. Kebutuhan pokok (makan, listrik, air dll)
2. Internet, Pulsa, ATK
3. TABUNGAN EMAS
4. Penambahan Modal
5. Zakat & Sedekah
 
Point 3 ini saya telaten Mak. Nyicil tiap bulan segram-segram. Gak berasa loh, tabungan ternyata udah banyak. Bisa untuk penambahan modal barang, aset atau investasi ikut pelatihan untuk pengembangan bisnis.
 
Sebenarnya 2016 itu bisnis saya mengalami kenaikan sekitar 38% dari 2015. Tapi ada yang aneh, kok cash nya gak ada ahahahaaa… Dicatatan sih terlihat besar, tapi kenyataannya menyedihkan Mak :p Ternyata oh ternyata.. sebenernya ada sih uangnya tapi ya udah habis saya pakai untuk kepentingan pribadi. Pernah suatu hari saya mau gaji karyawan, uang gak cukup 🙁
Ngalamin juga disaat orderan lagi banyak, gak bisa beli kain, ya itu penyebabnya, cashnya gak ada. Akhirnya saya terpaksa harus obral beberapa produk dan meminta deposit ke Mitra.
 
2017 ini insyaAllah beneran mau tobat. Yang paling utama adalah memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Dari rek bisnis akan di transfer ke rek pribadi sebesar gaji di awal bulan. Selebihnya, gak boleh utak atik rek bisnis, gak bisa sembarangan pake token untuk transfer ini itu heheheee..
 
Alhamdulillah lumayan seger cashflow nya sekarang. Setelah saya merapihkan:
1. Catatan Persediaan Barang
2. Catatan Persediaan Bahan Baku
3. Catatan Kas & Bank
4. Catatan Pengeluaran
5. Catatan Penjualan
6. Catatan Penjualan per CS
7. Catatan Hutang
8. Catatan Piutang
9. Catatan Inventaris
10. Laporan Cash Flow
11. Laporan Laba Rugi
12. Laporan Neraca
13. Database Konsumen
14. Perhitungan Gaji dan Bonus
 
Kapan sih saat yang tepat ngurusin pembukuan? ya SEKARANG Mak! Jangan tunggu nanti udah kusut baru dibenahin. Untuk yang baru mulai gimana? Nah enak nih yang baru mulai, masih bisa rapih banget datanya. Bismillah besok saya dan teman-teman akan memulai program baru SBO, yaitu KMK (Kelompok Mentoring Keuangan) kelas perdana ^_^ Semoga bermanfaat untuk para peserta. amiin…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

BAHAYA Salah Menentukan Potensi Anak Berakibat Depresi.

TDA Perempuan Bandung
TDA Perempuan Bandung

Gemes ya bu disaat kita ngajarin anak tapi susaaah banget dia paham. Lamaaa banget disuruh menghapal. Rumah kaya kapal pecah kalo anak udah main. Kok susah banget ya disuruh beresin mainannya? Ngomooooong aja sepanjang hari, tanya ini itu hadeeeh :joy:

Jangan terlalu cepat menyimpulkan anak kita BODOH, Tidak Berbakat, Nakal, Rusuh, Cerewet, Pemalas, Lemot… Saya yakin kita semua tahu bahwa Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaanNya. Saya juga yakin Anda menginginkan yang terbaik bagi masa depan anak-anak Anda. Maka segala daya upaya akan kita lakukan untuk mencapainya.

Ketika sang anak belum berhasil meraih apa yang kita harapkan, apanya yang salah ya? Apakah sang anak yang kurang cukup keras mencapainya atau sang ibu yang salah cara memotivasinya? Atau bahkan sebenarnya kita salah memilih bidang yang ditekuninya?

Temukan jawabannya di acara kopdar WWC (TDA Perempuan Bandung):
Hari : Selasa, 29 November 2016
Jam : 11.00 – 14.00
Lokasi : Warung Twogether, Jl. Lodaya No.63
Pemateri : Esa Puspita

Acaranya GRATIS bunda, kita patungan biaya konsumsi dan kas WWC ya Rp. 60.000,-

Konfirmasi pendaftaran silahkan ke Vitri Andriane 0815-7375-5351
Rek Mandiri : 1300014129889 an Eva Herliyanti

Peserta terbatas hanya untuk 40 orang. Panitia hanya memproses yang sudah melakukan transfer dan tidak menerima pembayaran ditempat.

Continue Reading