SUKSES BESAR itu buah hasil dari SUKSES KECIL ⁣

Muri Handayani, bisnis online, guru, mentor, perempuan, jago jualan, hebat

Jangan lupa bersyukur atas keberhasilan kecilmu hari ini. Karena hal kecil itulah yang akan bisa mengantarkanmu ke KESUKSESAN BESAR. ⁣⁣
Jangan selalu menggerutu karena hari ini kamu belum mencapai target. Coba tengok… Banyak orang diluar sana yang tidak memiliki kesempatan seperti apa yang sudah Allah berikan kepadamu. ⁣⁣
⁣⁣
Namun, bukan berarti kita jadi santai dan malas. ⁣⁣
⁣⁣
Hanya saja, jangan sampai kita KUFUR NIKMAT.⁣⁣
⁣⁣
Alhamdulillah hari ini omset 1juta. Terimakasih ya Allah. Banyak di luar sana orang yang sampe banting harga belum juga dapet order. ⁣⁣
⁣⁣
Ya Allah.. Besok jika masih ada umur, ijinkan kami untuk bisa lebih rajin belajar, berikan energi yang besar untuk ACTION lebih optimal. Hilangkan rasa malas dan kebodohan. Tambahkan ilmu dan pemahaman yang baik. ⁣⁣
⁣⁣
Jadikan tiap lelah kami mengurus bisnis adalah ibadah.⁣⁣
⁣⁣
Terimakasih ya Allah atas⁣⁣
– anak-anak yang sehat dan soleh gak ngerecokin emaknya hari ini. ⁣⁣
– suami yang super baik dan sabar mau bantu ikut beresin rumah. ⁣⁣
– karyawan yang loyal dan mau berjuang besarkan bisnis bersama.⁣⁣
– konsumen yang baik banget gak pake nawar n langsung transfer.⁣⁣
– dipertemukan dengan para guru tempat menimba ilmu.⁣⁣
– kesehatan dan kesempatan memperbaiki diri hari ini. ⁣⁣
– follower naik 1.000 pekan ini. ⁣⁣
– reseller bertambah 2 orang. ⁣⁣
– mang kurir datang tepat waktu, gak kesorean.⁣⁣
Dll…. ⁣⁣

Duuuuh ya Allah.. Banyak banget kemudahan dan kesempatan yang Kau berikan. Rasanya gak sanggup ketik semua kebaikanMu ya Allah. ⁣⁣
⁣⁣
Jadikan kami hambaMu yang selalu lapang hati melihat semua kebaikanMu walau kadang dibungkus dengan rasa pedas, asem, sedikit pahit dll. Tapi kami yakin ini semua akan berbuah manis suatu hari nanti. ⁣⁣
⁣⁣
Terimakasih Allah sudah menakdirkanku sebagai Emak Olshop. ⁣⁣
⁣⁣
Semoga kami bisa menjalankan amanah ini dengan baik. ⁣⁣
⁣⁣
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
SAO (Sekolah Admin Online)
RAZHA (Produsen Inner Hijab)

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Penjualan Kita TURUN Mungkin Karena Ini

Muri Handayani, pebisnis online, wanita, jualan online, jago jualan, Emak-Emak Jago Jualan, Whatsapp, Mentor, guru, perempuan, hebat

Buka FB, mau posting iklan, eh malah scrolling trus nyangkut di postingan orang lain atau malah KEPOIN hidup orang lain 

Buka WA mau pasang status dan jawab chat konsumen, eh malah sibuk kepoin status WA mantan  Abis itu manjat chat di grup A, B, C, D….sampe Z.

Trus gak sadar, satu jam sudah terlewati tanpa mencapai tujuan awal.

Ada yang pernah ngalamin kaya gini?

Mungkin sekarang saatnya Mak mensortir grup ataupun channel WA yang Mak ikuti. Begitu juga di Telegram dll.

Jika ikut kelas udah selesai, keluar dari grup. Amankan dulu materinya supaya Mak bisa baca ulang.

Supaya bisa melekat ilmunya, harus langsung praktek. Berdasarkan pengalaman, kalo saya ikut pelatihan dan nunda ngerjain apa yang sudah dipelajari, dijamin gak akan kebuka lagi itu catatan. Bahkan udah lupa ikut kelas workshop ini itu.

Bisa jadi, ILMUNYA UDAH BASI! Karena kita baru buka 6 bulan atau bahkan setahun kemudian! Mubazir.

Punya grup WA alumni dari TK sampe Kuliah. Jika ada manfaat untuk bisnis, pengembangan diri dan urusan akhirat, boleh pertahankan.

Tapi harus ada yang namanya PRIORITAS. Lebih dulu buka scrolling chat yang isinya haha hihi aja, atau yang ada manfaatnya.

Lebih utamakan yang sifatnya sosial tapi sunnah atau yang WAJIB seperti NGERJAIN PR, PRAKTEK ILMU PEMASARAN, NINGKATIIN PENJUALAN sehingga bisa bayar utang, bayar umroh haji, beliin emas buat orang tua, nambah tabungan pendidikan anak-anak dll.

Terkadang.. disadari atau tidak, sosial media maupun social chat sudah mencuri hidup kita yang sangat berharga ini.

Jadi kehilangan prioritas antara tujuan hidup dengan kesenangan sesaat pengen eksis dan “dianggap” oleh mereka.

Padahal nanti urusan surga mah masing-masing… gak nunggu like comment dan share orang lain.. Makin banyak interaksi, gak jamin makin banyak peluang masuk surga.

Maka luruskan niat ketika Mak buka FB..

Ya Allah.. bismillah.. saya buka FB untuk ibadah, belajar dan mencari nafkah untuk keluarga, jadikan ini penggugur dosa serta amalan baikku. Jauhkan aku dari kesia-siaan.

Begitu juga saat buka WA, Telegram dll…

Bisnis online itu banyak godaan, karena berbanding lurus juga dengan banyaknya peluang penghasilan.

Maka kita butuh KEKUATAN untuk DISIPLIN dan TEGAS dalam mengoptimalkan waktu yang kita gunakan.

Semoga kita bisa mempertanggungjawabkan di hadapan Allah dengan jawaban yang bisa mendekatkan kita ke Surga aamiin…

Aku doakan, Mak bisa bertumbuh menjadi hamba Allah yang terus baik…baik…baik.. dalam segala hal yang Allah ridhoi aamiin..

#IniBukanMamahDedeh
#IniMasihMakMuri

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ini Rahasia Kenapa RAZHA Masih Bertahan di Tahun Ke 8

Muri Handayani, mentor bisnis, perjalanan bisnis, perempuan, guru bisnis, bisa, jago

Boleh… kali ini Mak boleh membully aku ahahaahaaa… Aku pun spontan ketawa ketika lihat foto ini lagi. Justru dengan menertawakan masa lalu, artinya kita sudah jauh lebih baik saat ini, aamiiin.. insyaAllah..

Mei 2011 kami merintis RAZHA dengan modal seadanya. Memang langsung fokus di pemasaran online. Jadi tentunya butuh foto produk. Suami saya kebetulan fotografer, tapi saat itu kami gak punya dana untuk bayar model.

Dengan kekuatan Adobe Photoshop, suami menyulapku jadi kinclong wakakakaaa….

Laku gak saat itu dengan foto model amatir?

Wiiih laku alhamdulillah.. izin Allah..

Bagi kami, penjualan sebanyak itu udah wah banget. Mungkin bagi orang lain kecil, tapi bagi kami, dengan penjualan sebanyak itu, kami bisa mengubah garis kehidupan.

Dulu… kami sempet ngerasain yang namanya Romantisme Mie Instan. Apaan tuh?

Makan Mie Instan sebungkus berdua, saking gak punya uang buat makan.

Oh iya, pernah juga dulu ngalamin gak mampu beli sendal jepit, yang harganya gak seberapa. Sekarang, kalo ke toko sepatu, tinggal tunjuk mau yang mana. Bahkan ada aja orang yang ngasih hadiah sendal, bahkan sepatu. Allah udah ganti semuanya, Allah bisa ngasih semuanya, asalkan kita SABAAAAR… Sabar Mak!

Sabar apapun skenario hidup yang Allah kasih untuk Mak saat ini. Memang harus kaya gini jalannya, karena kita juga yang pilih kok. Ini semua hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu.

Apakah RAZHA tiba-tiba besar?

Ya gak lah, udah gak kehitung berapa banyak air mata yang membasahi bantalku disaat aku gak kuat menahan semua ujian bisnis.

Keringat bercucuran ketika harus berjalan kaki, naik angkot, angkat barang berat, kehujanan, kepanasan, dicemooh orang, dihina sana sini 😭 Pernah aku sampe nangis di angkot 😭😭😭

Sabar Mak… sabar…

Sekalipun kita keturunan orang kaya, belum tentu bisa jalanin bisnis.

Mewarisi bisnis, bisa aja, tapi belum tentu bisnis tersebut bisa bertahan di tangan kita.

Mulai dari NOL, gak masalah kok. Intinya SABAR & BERTAHAN.

Karena banyak yang sabar, namun akhirnya mereka ganti bisnis, gak bertahan di bisnis yang dia geluti saat ini. Tergoda dengan rumput tetangga yang lebih hijau. Padahal dia gak tau, rumput tetangga itu sintetis, kaya rumput yang di halaman rumah Mak Muri hihihiiiii…

Entah sudah berapa kali aku mau tutup RAZHA. Tapi lagi-lagi Allah menguatkan hatiku melalui suami dan para sahabat. Karena merekalah yang membuatku mampu kembali menegakkan pundak, ketika gagal produksi puluhan juta, disaat karyawan menyebabkan kerugian, stok numpuk milyaran, gak dapet supplier kain, dimaki konsumen, barang hilang di kurir… aaaaahhhhhh…. sedap lah ujiannya kalo mau naik kelas.

Ya emang gitu Mak, gak ada bisnis yang mudah. Karena kalo mudah, semua orang udah kaya 😅 Bener apa bener?

Kalo Mak saat ini sedang kesulitan produksi, cari guru/mentor/pendamping/senior yang bisa diajak diskusi tentang produksi. Ikut komunitas, silaturahim, berkunjung ke mereka yang sudah berilmu lebih banyak dari kita.

Jika saat ini Mak mumet karena penjualan mandek, stok numpuk, bisnis rasanya mentok bahkan sekarang sedang menurun, jangan cepet-cepet ambil keputusan untuk tutup atau ganti bisnis. Sabar dulu sabar….

Cari teman diskusi (yang tentunya dia juga pebisnis ya), ikut komunitas wirausaha, baca buku, liat di YouTube berbagai video yang penuh ilmu, datengin senior, silaturahim.

Kita butuh dokter untuk menganalisa apa penyebab perusahaan kita sakit. Jangan sampe nanti malpraktek ya. Sakitnya apa, dikasih obatnya apa.

Mungkin, bisa jadi, selama ini kita malpraktek ke bisnis kita sendiri. Karena jalanin bisnis hanya modal nekat 😅 Aku pun dulu gitu kok Mak. Tapi sekarang mah udah tobat alhamdulillah.

Kalo gak ngerti suatu hal, cari ilmunya, cari gurunya, cari tau solusinya. Jangan pake jurus bimsalabim… 😂

Aku salut banget dengan salah satu komunitas di Tasik, namanya Muslimah Preneur yang aku tau dari Teh Najmi Nurul Haq. Mereka rela berbagi ilmu, tips, kiat, info… tanpa takut tersaingi. Justru dengan mengajar, kita malah tambah ilmu dari diskusi permasalahan orang lain. Semoga lahir Muslimah Prenur di seluruh Indonesia. Sehingga semakin banyak lapangan kerja yang tersedia aamiin..

InsyaAllah saya berangkat ke Tasik besok, minta doanya ya Mak untuk kesehatan anakku. Dia minta ikut, maunya nempel terus sama bunda. Semoga Allah izinkan kita kumpul disana hari Ahad ya Mak. Silaturahim dan berbagi ilmu untuk dunia akhirat insyaAllah..

Aku doakan juga Mak dan keluarga sehat semua. aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia

Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading

Bisnis itu orientasinya bukan UANG, tapi KETENANGAN HIDUP.

Muri Handayani, Mentor bisnis online, Guru, Penulis buku, Pengajar, Pemateri, Cara Jualan Online, Perempuan, Ibu Rumah Tangga, Bandung, Produsen fashion jilbab, Inner, Jilbab, Motivator

Tenang karena uang kontrakan rumah selama setahun kedepan sudah ada.

Tenang urusan biaya pendidikan anak-anak sudah cukup.
Tenang segala utang dan cicilan sudah lunas.
Tenang mau umroh dan haji sudah dibayar semua.
Tenang bisa bahagiain orang tua setiap hari.
Tenang bisa zakat dan sedekah sepuasnya kemana aja.
Tenang punya rumah cash tanpa riba.
Tenang mau punya impian bangun RS gratis, sekolah gratis, segala gratis. Kan punya uang banyak, jadi bisa wujudkan impian dengan tenang ^_^

FAKTANYA, saat menuju ke KETENANGAN HIDUP, kita harus melewati BANYAK HAL YANG BIKIN GAK TENANG 

1. Belajar banyak hal tanpa henti yang bikin puyeng dan lelah jiwa raga.
2. Praktek yang belum tentu langsung berhasil dan bahkan sering boncos.
3. Ngadepin konsumen yang bikin adrenalin naik turun.
4. Ulah Distributor, Agen, Reseller yang super ajaib menguras kesabaran.
5. Supplier, Penjahit, Kurir, Karyawan daaaan lainnyaa…. Realita hidup yang penuh dengan KETIDAKTENANGAN.

Ya itu lah FAKTANYA 

Ada “harga” yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan KETENANGAN HIDUP.

Jika sudah terlalu banyak KETIDAKTENANGAN di depan mata, rasanya pengen tutup aja deh bisnisnya. Nyerah… capeeeeek!!!

Eiiittt…. jangan langsung tutup Mak. Mending istirahat dulu, curhat sama Allah, silaturahim ke temen-temen yang bisa kasih energi positif, pacaran sama suami, liburan sama anak-anak.

Abis itu renungkan lagi. Apakah benar yang Mak perjuangkan ini sebanding dengan pengorbanannya?

Coba bandingkan…
Impian/Hasil yang didapat sebanding tidak dengan apa yang sudah ditinggalkan/dihilangkan/dikorbankan.

Sehari 5 jam ngurus bisnis, mengorbankan waktu untuk main sama anak, nemenin anak belajar, rumah berantakan, suami gak keurus, ibadah terbengkalai, kurang istirahat 

Trus ditambah lagi ada Mitra (Distributor, Agen, Reseller) yang nyebelin, menguras emosi. Yang ujungnya anak dan suami kecipratan judesnya kita 

Pikir… pikirin lagi masak-masak, apakah sebanding pengorbanan dengan hasilnya?

Misalnya jawaban Mak adalah “Gak sebanding Mak!”

Jadi langsung gulung tikar aja nih?

Ya jangan dulu, menurutku ada 2 pilihan:
1. Oke memang boleh gulung tikar, asalakan urusan keuangan sudah ada keran yang lain (gaji suami, usaha lain, warisan segunung, punya kontrakan banyak dll)
2. Gedein IMPIAN, TUJUAN, GOAL, HASIL. Sehingga pengorbanan akan terasa kecil jika dibandingkan hasil yang didapat. Jadinya sepadan lah air mata kita dibayar dengan
– Rumah cash 2 Milyar
– Haji bareng keluarga besar dengan jalur VVIP
– Umroh tiap tahun
– Sedekah 1 kg emas
– Bangun pesantren, RS dan pelayanan sosial lainnya.
– Ngabisin duit suka-suka, selama itu di jalan Allah.

Maka, jika saat ini tujuan Mak jualan/bisnis hanya untuk mendapatkan impian yang kecil, aaaah… sedih rasanya. Gak sebanding dengan pengorbanan kita. Waktu kita habis, hidup kita gak bisa diulang, masa kecil anak-anak akan hilang. Tapi kita hanya dapat lelah, setres, mumet, capek dan segenggam recehan.

Apalagi bagi mereka yang jualannya banting-banting harga! Plis deh… ngapain sih buang waktu hidup hanya untuk KERJA RODI!

Konsumen puas, kita lemas. 

Bagi Anda yang tidak nyaman bekerjasama dengan saya, dalam hal apapun, segera tinggalkan saya. Jangan habiskan hidup Anda untuk hal yang Anda rasa tidak nyaman. Hidup Anda sangat berharga. Raihlah kebahagiaan hidup untuk modal bahagia di akhirat.

Begitupun saya, saya akan tinggalkan apapun atau siapapun jika membuat hidup saya tidak nyaman. Hidup yang hanya sebentar di dunia, jangan hanya dijadikan beban dan mengalihkan waktumu dari urusan akhirat.

Luv u Mak…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

MENCIPTAKAN GENERASI PENGUSAHA, PERLUKAH?

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, penulis buku, bisnis online

Kalo biasanya aku yang bawa anak, di foto ini Moderatornya yang bawa anak 😁

Beginilah kami, Emak Setrooong yang pengen tetap bisa bermanfaat tidak hanya untuk keluarga sendiri.

Sekaligus memperkenalkan kepada anak-anak, berbagi itu bisa dengan berbagai cara. Berkarir itu bukan berarti mengorbankan keluarga. Berprestasi tetap bisa walaupun dari rumah.

Tahun lalu, cita-cita Naziya (anakku yang bungsu) mau punya pabrik Slime atau Playdoh. Itu karena doktrin Emaknya 😅 Dulu kami sering nonton tayangan TV Laptop si Unyil yang sering ke pabrik.

Tapi kini cita-citanya berubah. Dia mau jadi seperti Bunda katanya. Entah apa yang ada dibenaknya, anak usia 5 tahun. Mungkin dia seneng liat bundanya sering berada di rumah. Walaupun profesinya guru, tapi ngajarnya di rumah, jam kerjanya fleksibel. Bunda yang atur kapan ngajar, kapan libur, kapan nemenin main. Karena Bunda juga Kepala Sekolahnya 😁 Bebas atur sesuka Bunda.

Doktrin “menjadi pengusaha” menurut saya harus sejak dini. Kalo Jaman Old, orang tua kita tanya “sudah besar mau jadi apa?”

Guru
Dokter
Insinyur
Pilot

Coba lihat realita, berapa banyak guru yang mengantri untuk diangkat statusnya jadi karyawan tetap. Bukan lagi honorer, walaupun mereka sudah mengabdi sekian tahun. Bahkan akhirnya banyak yang menyerah, banting setir.

Miris ketika teman saya yang lulusan kedokteran bercerita realita di dunia mereka. Sulit masuk ke RS, harus pake “orang dalem” atau pelicin. -Semoga berita ini salah-

Jumlah pekerja tidak berbanding lurus dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Coba simak, tiap tahun ada berapa banyak lulusan sarjana? Belum lagi yang D3, D1, SMK dll.

Sedih deh… Tiap ada JobFair, ribuan orang datang berdesakan mencari pengharapan hidup lebih baik. Tapi kenyataannya, jumlah lapangan kerja yang tersedia hanya secuil dibanding jumlah orang yang datang.

Generasi kita nih, anak 80-an, dan generasi berikutnya, jangan lagi punya cita-cita “mau jadi apa”.

Sebaiknya kita gunakan kalimat:
“Mau bikin bisnis apa?”

Dari 1.000 pengangguran, Ada 20-30% yang jadi pebisnis, kan keren.

1 orang rekrut 50 tenaga kerja.
Ada 20 pebisnis x 50 karyawan = 1.000 orang punya penghasilan 😍

Cita-cita itu sebaiknya bukan hanya soal gengsi, passion, impian pribadi.

Cita-cita itu sesuatu yang bisa kita banggakan di akhirat. Menjadi pebisnis yang soleh, amanah, manfaat. (Hati bergetar ketika ngetik kalimat itu, karena diri ini masih jauh dari kriteria tersebut. Tapi, jangan nunggu sempurna untuk mengajak kebaikan. Berjuang bareng-bareng untuk bisa jadi baik.)

Berjuang jadi baik sendirian akan terasa berat. Tapi kalo rame-rame, ada yang saling menguatkan, nasehatin, jagain, semangatin.

Maaf ya aku gak mengucilkan para pekerja/profesional. Justru dengan banyak pebisnis, akan banyak lapangan kerja buat mereka yang masih mau jadi karyawan/profesional.

Kalo semua orang bercita-cita jadi pilot, gak ada yang jadi Pengusaha Maskapai Penerbangan.

Jika semua orang bercita-cita jadi guru, siapa yang mengelola Sekolahnya?

Dokter makin banyak, tapi rumah sakit sedikit, siapa donk yang sediakan sarananya?

Berperan sebagai dokter atau sebagai Pemilik Rumah Sakitnya, boleh aja. Tapi saya mah nyaranin yang baca tulisan ini jadi pengelola/pemilik/pengusaha di bidang kesehatan. Bangun RS yang banyak, fasilitas bagus, harga merakyat. Gak usah nunggu pemerintah. Kita bergerak, supaya pahalanya mengalir buat kita juga kan Mak.

Apapun cita-cita anakmu nanti, saya titip, cita-citanya yang bisa turut mensejahterakan Indonesia tercinta. Aamiin..

 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza
SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading

Temukan perbedaannya 😂

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, cara berbisnis online, penulis buku, mentor bisnis online, sekolah bisnis online, emak-emak jago jualan, jago jualan

Hayo yang mana Mak Muri? hihihiii…
Waktu terus berjalan, usia terus berkurang 😭Kesempatan untuk memperbaiki diri semakin sempit. Mungkin dulu masih sering baper, sekarang sudah harus lebih kalem dalam menyikapi segala hal.

– Konsumen bawel minta ini itu.
– Caci maki atas ketidakpuasan konsumen terhadap produk maupun pelayanan.
– Karyawan berulah.
– Gonta ganti sistem bisnis.
– Pasang surut romantika rumah tangga.
– Segudang tawa dan air mata ngurus anak.
– Utang, pengkhianatan, sikut kanan kiri, cemoohan dll…

Aaaah… ternyata itu semua Allah takdirkan untuk kita karena Allah sayang. Begitu cara Allah mendidik kita, menggembleng kita supaya bisa jadi manusia yang tangguh.

Jika hari ini masih terasa pahit, coba renungkan sejenak…

Allah sedang menyelamatkan kita dari hal lain yang lebih buruk.

2011 ada tragedi cancel order 1.000pcs. Seandainya dulu saya merasa itu merupakan musibah, dan saya memilih untuk menghardik takdir, entahlah… seperti apa nasib saya hari ini.

Untungnya Allah melembutkan hati saya, saya terima takdir cancel ordernya. Eh ternyata itu yang menjadi jalan rejeki kami hingga saat ini. Subhanallah…

Jangan biarkan setiap takdir yang datang, kita sikapi dengan kepicikan hati.

Positif.. positif.. positif…

Kalo terasa asem, tinggal tambah gula merah dan cabe. Jadi deh ngerujak hihihii…

Jika rasanya pahit, iris tipis, kasih udang rebon, tumis. Sedap deh tumis paria ^_^

Mak baca tulisan ini juga udah takdirnya Allah. Allah gerakkan jemari saya untuk ngetik. Allah arahkan mata Mak untuk lihat status Mak Muri.

Bismillah… hari ini dan seterusnya, kita berjuang menjadi pribadi yang semakin baik. Bukan hanya baik dimata manusia, tapi juga baik di hadapan Allah tentunya.

Ya Allah… lembutkan hati kami untuk bisa selalu bahagia menerima semua takdirMu.

Ya Allah… lapangkan hati kami dalam menghadapi ujian hidup yang Kau berikan.

Ya Allah… berikan kami sahabat yang selalu mengingatkan dalam kebaikan dan menggandeng tangan kami dengan erat untuk selalu berada di jalan yang Engkau ridhoi.

Bersahabat hingga surga… Ada yang berkenan jadi sahabat surgaku? 😘

 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia

Muri Handayani

SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza

SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ternyata Ini Penyebab Kita Sulit Mencapai Kesuksesan!

Muri Handayani, bisnis online, belajar online, cara berbisnis online, emak-emak jago jualan, sekolah bisnis online, Jago Jualan, Muri Handayani

Pantes aja jualanku gak laku, gara-gara toko sebelah.

Wajarlah dagangan saya sepi, banyak pesaing baru.
Stok jadi numpuk, konsumen diambil kompetitor.
Gak ada yang beli, karena penjual yang disana ngerebut pasar.
Pusat terima Reseller terus-terusan, jadi makin susah jualan.

Lagi jalan, tetiba jatoh karena kesandung batu, yang disalahin batunya 😅 Andaikan Si Batu bisa ngomong “halloooo salahku apa Mak?”

Anak kita kepeleset, trus nangis.
“Duh anak bunda kasian, sini-sini.. iiiih lantainya nakal ya, nih udah bunda pukul.. uuuh…uuuh… Dah ya nangisnya diem ya, kan udah bunda pukul lantainya.”

MIRIS!
PERUSAK MASA DEPAN ANAK!

Sehingga anak nantinya jadi PECUNDANG! Selalu menyalahkan orang lain atas segala kegagalan yang dia terima.

Gak dapet nilai bagus, dibilang soalnya susah, guru ngajarnya gak enak.

Belum dapet pekerjaan, nyalahin pemerintah.

Dipecat bos, nuding diskriminasi, gak adil, melanggar HAM.

Halllooo… NGACA pliiiis…!

+ Gak dapet nilai bagus, ya ngaku aja belajarnya kurang banyak. Cari donk referensi di luar, baca buku lebih banyak, ulas lebih dalam sehingga paham dan melekat.

+ Penduduk Indonesia lebih dari 260juta. 1 calon tenaga kerja bersaing dengan jutaan orang,belum lagi tenaga kerja dari luar negri. Jangan adu congor (You know congor? Congor is ngomong atau pendapat atau celotehan). Adu sklill/kemampuan/kinerja/prestasi/karya. Sadar diri kalo selama di sekolah dan kuliah hanya dapet teori. Lalu carilah ilmu lain yang bisa meningkatkan kompetensi diri. Kalo kita punya SKILL di atas orang lain, kita yang bakal dicari banyak perusahaan.

+ Berkali-kali jualan/bisnis, berkali-kali bangkrut, trus nyalahin pesaing dan perubahan zaman. Kalender aja tiap tahun berubah ya, apalagi kehidupan. Maka yang bisa bertahan dan bertumbuh adalah mereka yang SELALU MELAKUKAN PERUBAHAN.

Jangan nunggu orang lain atau keadaan berubah, baru kitanya ikut berubah. Justru kita yang wajib terus membuat perubahan.
– Evaluasi
– Memperbaiki diri
– Mengubah cara
– Menambah strategi
dll

Emang beda sih POLA pemain dengan penonton. Pemain berlatih terus menerus dan bertanding dengan sekuat jiwa raga. Penonton cuma ngoceh dan bully yang dilakukan Pemain.

Ustadz Kholid Syamhudi Lc:
Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak merubah keadaan suatu kaum yang berada dalam kenikmatan dan kesejahteraan, sehingga mereka merubahnya sendiri. Juga tidak merubah suatu kaum yang hina dan rendah, kecuali mereka merubah keadaan mereka sendiri. Yaitu dengan menjalankan sebab-sebab yang dapat mengantarnya kepada kemulian dan kejayaan. Inilah yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [Ar-Ra’d/13:11].

Dalam ayat yang mulia ini terkandung penjelasan, bahwasanya semua perkara di seluruh dunia ini terjadi dengan taqdir dan perintah-Nya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan sunnah- sunnah kauniyah dan syari’at dalam merubah nasib suatu kaum. Sehingga umat yang menjalankan sunnah-sunnah kauniyah dan syari’at untuk kejayaan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala merubahnya menjadi jaya.

Mau sampe kapan nyalahin keadaan?

2019 kita HIJRAH Pola Pikir ya Mak. Kita dan generasi berikutnya adalah penerus kejayaan Islam di muka bumi. aamiin…

Kita angkat derajat orangtua kita, dengan kita berprestasi di dunia dan akhirat. aamiin…

Selamat datang 2019, kami siap berprestasi! Kami siap merajai produk di Indonesia dengan karya anak bangsa. Terima kasih Mak Peni Farnaz Glow owner Farnazglow yang produknya menjadi jalan rejeki banyak orang dengan produknya yang laris manis masyaAllah. Barakallahu fiik…

 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza

SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Jemur Celana Dalem di Atas Kompor 😂

 

Muri Handayani, pelatihan bisnis online, cara berbisnis online, penulis buku, mentor bisnis, sekolah bisnis online, Emak-emak jago jualan

 

Mulailah bisnismu seadanya dulu, bersabar dalam prosesnya. Walaupun saat ini tinggal di kontrakan RSSSSS gak jadi halangan untuk mulai jualan online. Toh sangat sedikit konsumen yang mau datang langsung cek rumah kita. Tinggal pinter-pinternya kita aja mengalihkan mereka untuk gak dateng 😅

Inget banget ketika tahun 2008 saya dan suami menjalankan bisnis Fotografi. Gak punya kantor, apalagi studio foto. Kami tinggal di kontrakan yang kalo jemur baju keliatan tetangga 😅 Jadi kalo mau jemur pakaian dalem, jemurnya di kamar mandi atau bahkan di atas kompor. Serius Mak 😂 Dan waktu itu pas banget mertua dateng, aku gak sempet mindahin jemuran yang diatas kompornya. Hadeeeeh malu 😆

100% saya mempromosikan bisnis fotografi suami secara online. Alhamdulillah dalam waktu sebulan dapet puluhan klien.

Sebelum sesi pemotretan tentunya harus ada diskusi dengan klien. Bahas konsep, lokasi, properti foto dll. Gak mungkin kan klien dateng ke kontrakanku yang ada jemuran celana dalem di atas kompor? 😂

Jadi aku puter otak untuk bikin copywriting yang tepat.

Mba Tari, kita meetup nya di Blok M aja ya. Enak tengah-tengah. Mba Tari gak perlu dateng jauh-jauh ke tempat kami.

Alhamdulillah semua klien setuju dengan usulanku itu hihihiii…

Kalo ketemunya di cafe, pasti saya harus keluar biaya lumayan untuk pesan makan dan minum. Harus punya trik lagi supaya murah meriah budgetnya.

Mba Tari, ketemunya di A aja ya (resto fast food yang kala itu ada menu yang harganya cuma 5rb perak).

Supaya makin hemat, dalam waktu 1 hari saya bikin janji temu 2-3 klien. Tentunya di jam berbeda.

Maklum Emak Hemat wakakakaaa…

Begitu juga ketika saya memutuskan untuk mulai #SAO (Sekolah Admin Online). Gak punya ruang belajar atau kantor atau tempat yang mumpuni untuk menampung peserta SAO.

Jadilah rumahku disulap menjadi ruang belajar SAO. Supaya siangnya tetap bisa jadi tempat main anak-anak, kami membeli meja dan kursi yang bisa dilipat.

Alhamdulillah peserta memaklumi dengan kondisi ruanh belajar yang berdampingan dengan dapur 😅 Setiap hari mereka menghirup sedapnya masakan Bibi hihihiii…

Lantai bawah SAO, lantai atas kantor SBO. Saya tetap bisa kontrol jobdes Bibi di dapur, Mang Kebon di halaman, SBO di atas dan SAO di bawah.

Jangan tunggu sempurna!
Jalani apa yang ada.

Aku doain, Allah mudahkan semua urusanmu Mak sayang…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online) http://www.facebook.com/sboplaza

SAO (Sekolah Admin Online) https://www.instagram.com/sekolahadminonline.id/

“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ini yang Mengubah Hidup Mak Muri

Mau tau siapa yang mengubah hidup saya, dari Anak Supir Angkot menjadi Mak Muri yang sekarang?

Besok dan Lusa! Kesempatan Langka!

Saya akan kenalin Mak ke banyak guru saya di TDA Bandung. Merekalah yang membuat saya bisa tangguh seperti sekarang ini. Mereka yang mengajarkan saya dari NOL.

Mereka dengan latar belakang bisnis yang berbeda, memiliki keragaman sudut pandang, pengalaman, pola pikir, konsep, strategi dll…

Dari merekalah saya belajar A – Z segala tentang BISNIS. Bukan sekedar berdagang tapi berbisnis. Bagaimana bisnis harus seimbang dengan keharmonisan keluarga. Bagaimana bisnis harus bertujuan untuk ummat, bukan untuk perut sendiri.

Aaaaah pagi-pagi udah bikin mewek aja kalo inget perjalanan RAZHA dari tahun 2011. Semua berkat TDA Bandung, dan atas izin Allah, RAZHA bisa tetap bertahan hingga hari ini. MasyaAllah..

Aku cuma anak supir angkot. Tapi aku punya tekad untuk mengubah nasib. Aku bosan dihina, aku capek direndahkan, aku mau bangkit!

Doa, wajib! Tapi IKHTIAR DUNIA juga wajib.

RAZHA adalah bisnis saya yang ke 7. Bagaimana kabar 6 bisnis lainnya? Alhamdulilllah sudah gulung tikar semua hihihiiii…

Kenapa yang ke 7 ini bisa bertahan dan terus bertumbuh. Karena KAMI MENJALANKANNYA DENGAN ILMU.

Ya.. dulu saya gak pake ilmu, cuma sekedar nekat, sok tau, asal jalan.. akhirnya… jadi sering gonta ganti bisnis. Hasilnya NOL! Bahkan malah menyisakan UTANG!!

2011 kami mulai merintis RAZHA, alhamdulillah izin Allah, kenal dengan Bu Leny Puspadewi yang menjadi wasilah kecemplungnya saya ke TDA Bandung. Awalnya hanya saya yang rajin belajar di TDA Bandung, tapi lama-lama saya cemplungin juga suami untuk masuk ke TDA. Biar sefrekuensi dan menghindari fitnah, karena ada pria dan wanita yang ikut belajar di TDA.

MasyaAllah.. akhirnya malah suami yang lebih rajin berkecimpung di TDA hehehee….

Mau belajar produksi, langsung cari senior TDA yang bisnis produksinya sudah besar. MasyaAllah mereka dengan ringan mau membuka hati, memberikan waktu dan tenaganya untuk kami yang bukan siapa-siapanya mereka.

Mau belajar pemasaran, diajakin duduk bareng, belajar bareng, diskusi bareng dan sukses bareng-bareng dengan menerapkan strategi pemasaran yang sudah mereka gunakan.

Dulu saya ikut beberapa organisasi. Tapi cuma di TDA ini saya paling betah, dan sekarang satu-satunya organisasi yang menjadi keluarga bagi kami.

GRATIIIIS!!

Saya kaget ketika tahu bahwa acara besok tuh gratis. Dari mana biayanya? Patungan ^_^ Sponsornya ya para pengurus dan anggota TDA Bandung. Ditambah kerja keras panitia yang pontang panting cari ke sponsor lain untuk bisa menutupi semua biaya.

Panitia rela menggunakan waktunya yang sangat berharga (harusnya digunakan untuk ngurus bisnis dan keluarga) demi terlaksananya acara GELAR ILMU yang sangat langka ini. Kabarnya, ribuan orang sudah mendaftar. Mereka menyiapkan diri untuk bisa UPGRADE SKILL, BERJEJARING, CARI GURU, PENGALAMAN DAN WAWASAN.

Dari yang sudah berbisnis, baru sekedar berdagang hingga yang belum mulai bisnis.

Acara ini hanya untuk mereka yang mau mengubah nasib dirinya dan juga nasib bangsanya!

Sampai jumpa besok ya Mak di Pesta Wirausaha Jawa Barat.
Tolong tegur dan peluk aku okeh..

Muri Handayani

*InsyaAllah aku bawa banyak #BantalEmakSetrooong untuk doorprize ^_^

 

Continue Reading

Cara Melipatgandakan Rejeki

Rejeki itu bukan hanya OMSET atau PROFIT yang besar. Besarnya rejeki itu sesuai dengan BESARNYA RASA SYUKUR kita  Duh jadi melow…

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Supplier Tas Mukena Sarung CelanaBeberapa waktu lalu, akupun sedang down. Mak Muri juga manusia kan hehehee…

Sebagai manusia, yang dipikirin, bagaimana cara memperbanyak rejeki. Rasanya kuraaaaang aja.

Hingga suatu hari… Allah mengetuk hatiku..
– Itu rumah harga berapa? Dulu kamu berkali-kali jadi kontraktor loh (baca: kontrak sana, kontrak sini )
– 20 karyawan yang membersamaimu 7 tahun. Orang lain susah cari karyawan. Mau tuker posisi dengan mereka?
– Dikaruniai anak dan mereka sehat. Sedangkan orang lain ada yang gak punya anak atau anaknya dilanda sakit parah. Mau gantian dengan mereka?
– Bisa makan sesuka hati, bebas pilih. Orang lain ada yang gak makan berhari-hari. Mau cobain?
– Capek ngurus bisnis, mumet, setres, lelah, jenuh… ? Banyak mereka yang justru stres karena gak punya penghasilan. Kalo dituker posisinya mau gak?

Kalo lihat semua hal dengan kaca mata negatif, pasti hidup berasa sengsara banget. Dan Allah sudah memberi pilihan, mau bahagia sebab rasa syukur atau menderita karena kebanyakan ngeluh?

Suatu hari ada istri petani (di daerah rumahku ini sebagian profesinya petani) yang datang ke rumah menjajakan rengginang. Tanpa ditanya, dia semangat bercerita. “Bibi udah keliling kampung jualin ini laku banyak. Satu bungkus dapet untungnya 1.000 alhamdulillah.. bisa buat buka puasa dan sahur”

Deg! Kok rasanya aku kaya ketabok denger penuturannya. Cuma untung 1.000 bahagianya sampe bikin matanya berbinar-binar.

Ya Allah… Emak olshop yang sebulan untung jutaan, puluhan juta bahkan ada yang ratusan juta. Kerjanya lebih mudah, duduk manis depan laptop, mainan HP, tanpa harus keliling kampung panas-panas. Kami masiiiiiih aja ngeluh.

Sungguh, kalo Allah menghendaki kehidupan kita ditukar dengan mereka, kita mungkin gak akan sanggup. Astaghfirullah.. Ampuni kami ya Allah…

Mak.. Ramadhan sebentar lagi pergi.. Kita pol-polan mohon pengampunan Allah. Bersyukur yang banyaaaaaak! Kalo banyak ngeluh, itu muka makin kusut. Kasian jadi merusak pemandangan suami heheheee…

Bersyukur dengan suami “apa adanya”.
Bersyukur dengan anak “apa adanya”.
Bersyukur dengan tempat tinggal “apa adanya”.
Bersyukur dengan omset “apa adanya”.
Bersyukur dengan semua kehidupanmu dan dirimu “apa adanya”.

Tak usah pedulikan cemoohan, hinaan, cacian orang lain. Ocehan mereka gak penting! Yang penting itu cintanya Allah ke kita. Dah itu aja cukup..

Aku doain Mak dianugrahi anak-anak penghapal Al-Qur’an. Kita sebagai orang tua juga Allah beri kemampuan menghapal. Tidak ada kata terlambat. Kalo Allah kasih, tidak ada yang bisa menolaknya.

Syawal nanti kita berjuang lagi dan memantaskan diri untuk bisa mendapatkan amanah bisnis yang lebih besar dari Allah aamiin…

Selamat mudik.. Cek perlengkapannya, baju anak-anak buat lebaran jangan ketinggalan  Alhamdulillah Zhafran seneng banget dengan sarung celana, koko, peci dan sajadah dari Koko Gibran untuk lebaran. Makasi Tante Fina Elfiana

Oh iya, hari ini Koko Gibran juga ada LIVE SALE di Instagram @kokogibran, dan ada lomba foto di Fanpage Sarung Anak Koko Gibran 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading