Cara Hitung Bonus Karyawan

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Seminar WanitaKalo bagian penjualan, lebih mudah hitung bonusnya. Berdasarkan omset masuk dikali sekian rupiah atau nilai persentase yang ditetapkan. Namun untuk bagian administrasi, packing, sosmed… ini gimana ya cara hitungnya?

Kali ini saya mau sharing bagian sosmed.
1. Instagram
2. Facebook
3. Fanpage
4. Youtube

Sosmed lainnya saya gak mainin, 4 pilar itu aja yang kami optimasi. Bonus diberikan kepada karyawan untuk memacu performa mereka menjadi lebih baik, semakin baik, terus membaik.

Manusia itu ada 2 tipe, ini yang saya pahami.
1. Semangat kerja karena ingin ngejar penghasilan lebih banyak.
2. Semangat kerja karena takut hukuman.

Maka sistem bonus kurang mempan jika karyawan Mak tipe yang ke 2. Untuk tipe yang ke 2, konsepnya hukuman.

Misal:
– Kalo follower gak nambah 2.000/bulan, maka akan dapat peringatan pertama.
– Jika 3 bulan berturut-turut follower gak mencapai penambahan 2.000/bulan, maaf kita gak bisa lanjut kerjasama.

Nah.. dia takut dipecat Mak, baru deh kerjanya semangat.

Sedangkan untuk mereka yang matre kaya saya  Kudu diimingi bonus. Kalo kamu mendapat penambahan follower 2.000/bulan, ada bonus 100.000. Kalo lebih dari 2.000 follower, sisanya dihitung Rp.100 per follower. Jadi kalo ternyata dapetnya 3.000 follower, maka bonus jadi:
1. 0 – 2.000 > Rp.100.000
2. 2.001 – 3.000 > Rp.100 x 1.000 = Rp.100.000
3. 3.001 – dst > @Rp.200

Ini baru dari 1 akun. kan Emak Olshop punya banyak akun  Maka hati-hati hitung besaran bonusnya, jangan sampe kebobolan juga keuangan Mak.

Pertimbangkan juga gaji pokok dan transportnya.

Lebih canggih lagi jika yang dinilai “hasilnya” secara keseluruhan menggunakan point:
1. Jumlah follower
2. Muncul di Top Post
3. Jumlah interaksi (like, comment, share)
4. Leads yang diciptakan

Nah pusing kan Mak?  Iyalah, mau Omset 1 Milyar ya harus siap pusing. Tenang aku temenin kok  Yuk ah kapan-kapan kita jalan-jalan bareng, hangout Emak-Emak Olshop sambil ngopi cantik dan diskusi manis bahas bisnis. Kalo pergi pake sepatu yang nyaman ya, biar kuat cuci mata hihihiii.. Dian Footwear dari Mak Dian Asmariani N bikin aku jatuh hati…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Onlilne)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Pembagian Jobdes Tim Online Shop

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan KursusMak jangan kaget ya, kalo nanti saya berangkat umroh, semua hiruk pikuk kegiatan SBO dan RAZHA tetap berjalan. Jangan heran kalo nanti Kelas Utama SBO tetap berlangsung. Jangan bingung kalo chat curhatan Mak ada yang jawab. Jangan bertanya kenapa tetap posting padahal Mak Muri lagi umroh hihihiii…

Kantor SBO ada di rumah saya, saat ini ada 10 orang yang membersamai setiap Senin – Jumat. Merekalah yang mengelola berbagai hal kegiatan SBO dan sebagian RAZHA. Ya RAZHA hanya sebagian yang dikerjakan di tim ini. Karena Tim RAZHA yang sebagiannya lagi ada di Rumah Mertua Indah ^_^Disana juga ada 10 orang.

+ Ya ampun Mak Muri, bisnis gak seberapa besar, kok anggota timnya banyak banget sih?
– Ini sebagai wujud dari “patuh kepada suami” Mak.
+ Maksudnya?
– Suami mau, aku tetap adil membagi peran di rumah. Sebagai ibu, istri, anak, teman… Kalo aku sibuk ngurus bisnis, peran lainnya terabaikan/tidak optimal.
+ Emangnya kalo sedikit timnya, bisnis gak berajalan baik.
– Bisa kok berjalan. Ada temenku yang omsetnya 4 kali lipat dari RAZHA tapi jumlah karyawannya cuma 3 orang.
+ Nah itu dia bisa. Kenapa Mak Muri gak menggunakan cara dia?
– Karena kondisi keluargaku dengan keluarga dia berbeda Mak. Dia anaknya udah lebih besar, 2-2nya udah sekolah, dan pulang sekolahnya lebih sore. Sedangkan aku baru 1 yang sekolah, dan cuma setengah hari. Jadi aku perlu lebih banyak waktu untuk nemenin anak-anak main.
– Temanku itu, tidurnya bisa tengah malem. Kalo aku udah gak kuat Mak, dan jam 5 udah gak boleh kerja lagi sama suamiku. Sudah waktunya ngurus anak dan suami. Dan suamiku mau aku lebih banyak jaga kesehatan, karena kesehatan itu aset.
– Sedangkan temanku yang melewati “masa detox” pada malam hari, dia tidak baik kondisi kesehatannya, ditambah wajah berjerawat dan tidak menjaga berat badan. Maaf ya bukan ngatain gemuk, cuma… suamiku emang bawel kalo aku mulai gemuk ahahahaaa… Jadi aku harus punya waktu untuk olahraga, minimal lari atau berenang. Nah kalo aku sibuk banget sama bisnis, aku jadi gak bisa jaga badan Mak.
– Mamaku tinggal di luar kota, aku pengen bisa 3 hari dalam sepekan nengokin Mama. Kalo aku punya banyak beban kerja di bisnis, aku sulit ninggalin kerjaan. Maka aku lebih memilih untuk memiliki tim lebih banyak, aku lebih santai hehehee..
+ Oh gitu ya Mak. Jadi semua ini kembali ke pilihan cara menjalankan hidup ya.
– Iya Mak, tidak ada cara baku kok. Pilih yang paling nyaman dijalani dan sesuai dengan visi misi keluarga. Jangan sampai hidup yang cuma sementara ini kita jalani dengan berat hati.

Pembagian tugas Tim RAZHA:
1. Laporan Keuangan – 1
2. Packing dan Gudang – 1
3. Quality Control – 2
4. CS – 3
5. Asisten CS – 1
6. Stok – 1
7. CEO – 1

Untuk SBO:
1. Ads – 1
2. Disain Grafis – 1
3. IG – 2
4. Manajer operasional – 1
5. CS – 1
6. Asisten Mentor – 2
7. Personal Asisten – 1
8. FP & FB – 1

Lumayan berat kalo dihitung jumlah gaji dengan omset yang masuk. Tapi ya sudahlah, ini caraku menjalankan bisnis. Demi nurut sama suami, kan ridho suami itu sangat penting ya Mak demi keberkahan bisnis kita.

Silahkan diskusikan dengan suami dan tim Mak. Ini bisnis mau dijalankan dengan konsep seperti apa. Tentukan dulu yang utama Visi Keluarga, baru nanti lanjut ke Visi Bisnis. Sehingga Visi Bisnis tidak mengganggu Visi Keluarga.

Pusing sih ngerumusinnya ahahahaaa… Ya kalo udah pusing, cari cemilan Mak biar dapet Good Mood  Mak Titin Kustini owner Tin’s Kitchen Pizza Delivery nih yang jago bikin makanan enak.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[TIPS BISNIS] Pilih Karyawan Mahir atau Karyawan Pemula?

RAZHA Produsen Inner Hijab Ciput Ninja Daleman Kerudung Jilbab Premium Anti Pusing Grosir Jualan Bandung PusatDisain grafis RAZHA yang Mak lihat ini, kira-kira menurut pendapat Mak, ini dibuat oleh amatir atau pro?  Kita sebagai UKM (bahkan calon UKM hihihiii…) tidak mudah untuk bisa mendapatkan karyawan yang tingkat ilmunya se-level mahir. Disainer yang membuat katalog warna produk RAZHA ini masih amatir loh Mak. Lumayan ya hasilnya 

Maklum, kalo mereka yang “MAHIR” pasti meminta bayaran yang tinggi. Ataupun mereka menginginkan kerja di tempat yang gedungnya bagus, ada karir yang jelas, segala tunjangan dan fasilitas lengkap. Apalah kita bisnis rumahan dengan fasilitas seadanya.

Oleh karena itu bagi kita yang baru mau rekrut karyawan pertama, atau karyawan baru ada 2-3 orang, ada 2 pilihan:
1. Rekrut dengan skill basic, namun tetap sesuai dengan bidangnya. Disini kita memerlukan kesabaran yang cukup banyak untuk bisa mengarahkan dia membuahkan hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk menjadi 1 disain seperti ini, saya bolak balik revisi.

Gak boleh sewot  Kita harus sadar bahwa yang kita rekrut ini bukan tingkat mahir. Dan kita pun tidak boleh menghina hasil karyawanya jelek. Justru kita harus motivasi dia untuk bisa terus belajar tanpa henti.

“Ya Anggap saja kamu disini sekolah/kuliah/kursus. Orang lain kalo kursus bayar mahal loh. Kamu disini gratis, fasilitas belajar diberikan, dan dikasih uang saku (gaji) pula. Kan enak banget tuh, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama.”

Konsep ini tidak berlaku bagi Mak yang ingin “gerak cepet”. Maka Mak sebaiknya pilih opsi ke 2.

2. Cari freelance saja. Banyak di luar sana orang “mahir” yang tidak mau terikat dengan perusahaan manapun. Karena mereka sudah cukup cerdas untuk tahu bahwa dengan metode freelance mereka bisa mendapatkan rupiah lebih banyak.

Bayaran untuk freelance dihitung per “produk” atau “jasa” yang diberikan. Tentunya akan lebih mahal dari point pertama. Namun saya bisa memastikan, bahwa selisihnya terkadang tipis.

Untuk karyawan amatir, Mak butuh mendidik dia 2-3 bulan bahkan lebih, untuk bisa meningkatkan skill dia menjadi mahir. Coba hitung berapa biaya gaji, fasilitas dan tunjangan yang Mak berikan selama “masa pendidikan” itu. Jika dibandingkan biaya jasa freelance, terkadang lebih murah yang freelance loh.

Dan keuntungan yang paling utama adalah hasilnya CEPAT + kita tidak mengeluarkan tenaga untuk mendidik dia. Sehingga waktu yang Mak perlukan untuk mendidik karyawan amatir bisa Mak manfaatkan untuk ngurus hal lain yang juga penting.

Bisa juga Mak kombinasikan seperti ini:
– Gunakan jasa freelance untuk membuat produk/jasa yang Mak inginkan untuk waktu cepat.
– Rekrut karyawan amatir untuk mempelajari hasil dari sang freelance. Berikan dia waktu untuk belajar dan berproses.

Ketika karyawan sudah mulai bisa, berikan tugas untuk mengerjakan pekerjaan dasar/ringan terlebih dahulu. Untuk pekerjaan rumit atau membutuhkan keahlian disain, gunakan jasa freelance yang pro.

Gimana, sudah mulai kebayang Mak? Yang masih bingung silahkan lambaikan tangan 

Selamat berproses Emak Setrooong!
Sampai ketemu 28 Januari 2018 di Jakarta untuk kita menikmati ilmu bergizi di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO. Tolong konfirmasi kehadirannya jangan ke saya ya, saya mah slowrespon, soalnya hari ini mau nyuci 2 ronde  Konfirmasinya ke Admin SBO WA 087824468185 (dijawab pada jam kerja).

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading