Mak… udah berapa kali ganti bisnis?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ MarketingCoba kita cari cermin, ajak ngobrol orang yang ada di cermin.

+ Hai cantik…
– Hai juga cantik…
+ Kamu sudah berapa kali ganti bisnis?
– 6 Kali
+ Mau ganti sampe berapa kali?
– Maunya sih ini bisa tumbuh besar dan menikmati sukses.
+ Coba renungkan, apa yang menyebabkan 6 bisnisnya gagal?
– Hmmm… apa ya?
+ Kalo diminta untuk mengulang waktu, jalanin bisnis yang lama itu, bisa sukses kah?
– Ya gak akan, udah coba.
+ Berapa lama cobanya?
– Gak sampe setahun.
+ Sudah menggunakan cara apa saja menjalankannya?
+ Pemasarannya sudah pelajari caranya?
+ Startegi mencari konsumennya sudah dipelajari dari ahlinya?
+ Ilmu menjalan bisnisnya sudah belajar kemana aja?
+ Apa sudah dipraktekin 10.000 jam?
– Hmmmm… baru coba-coba, trus sepi, ya ganti lagi.
– Jadi… sepi itu bisa jadi bukan karena produknya yang jelek/gak laku ya, tapi karena gak punya ilmu menjalankan bisnis yang baik dan benar.
+ Sekalinya ada ilmu, prakteknya gak tahan banting. Baru gagal dikit udah nyerah, eh langsung ganti bisnis lain.
+ Ketika sudah ganti bisnis baru, sekali dua kali coba belum berhasil, eh ganti bisnis lagi.
+ Nah mau sampe kapan Mak cantik gonta ganti bisnisnya?
+ Mending ganti “cara menjalankan bisnisnya”
+ Ganti metode pemasarannya.
+ Ganti jam kerjanya, tadinya cuma sampingan, sekarang seriusin donk.
+ Ganti tontonannya, tadinya acara gosip, sekarang fokus cari ilmu bisnis.
+ Ganti bacaannya, tadinya tabloid dan koran, sekarang fokus dulu baca buku bisnis.
+ Ganti temannya, tadinya grupis sama orang yang pesimis, sekarang cari teman yang sesama pejuang bisnis. Supaya banyak yang menyemangati dan ada tempat diskusi.

Mak gak punya cermin? Sini aku kasih 

Aku sayang kamu Mak.. iya kamu… Terus semangat ya memperjuangkan bisnis yang sudah Mak jalani sekarang. Cobain dulu dengan cara TAMBAH ILMU + TAMBAH JAM KERJA. Minimal 10.000 jam kerja (dihitung jam kerjanya perhari dan diakumulasi). Praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek……

Capek?

Ya iyalah pasti, kan mau dapet omset milyaran  Kalo gak capek, nanti penghasilannya cuma bisa untuk beli kipas angin hihihiii…

Kalo lagi capek, males masak, makan nasi anget + Teri Kepo dari Mak Cinta Nasywa enaaaak banget rasanya. Bagi Mak yang dateng ke Seminar “Menyelami Dunia Produksi” 28 Januari 2018 di Jakarta, bisa cobain Teri Kepo 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[TIPS BISNIS] Pilih Karyawan Mahir atau Karyawan Pemula?

RAZHA Produsen Inner Hijab Ciput Ninja Daleman Kerudung Jilbab Premium Anti Pusing Grosir Jualan Bandung PusatDisain grafis RAZHA yang Mak lihat ini, kira-kira menurut pendapat Mak, ini dibuat oleh amatir atau pro?  Kita sebagai UKM (bahkan calon UKM hihihiii…) tidak mudah untuk bisa mendapatkan karyawan yang tingkat ilmunya se-level mahir. Disainer yang membuat katalog warna produk RAZHA ini masih amatir loh Mak. Lumayan ya hasilnya 

Maklum, kalo mereka yang “MAHIR” pasti meminta bayaran yang tinggi. Ataupun mereka menginginkan kerja di tempat yang gedungnya bagus, ada karir yang jelas, segala tunjangan dan fasilitas lengkap. Apalah kita bisnis rumahan dengan fasilitas seadanya.

Oleh karena itu bagi kita yang baru mau rekrut karyawan pertama, atau karyawan baru ada 2-3 orang, ada 2 pilihan:
1. Rekrut dengan skill basic, namun tetap sesuai dengan bidangnya. Disini kita memerlukan kesabaran yang cukup banyak untuk bisa mengarahkan dia membuahkan hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan. Untuk menjadi 1 disain seperti ini, saya bolak balik revisi.

Gak boleh sewot  Kita harus sadar bahwa yang kita rekrut ini bukan tingkat mahir. Dan kita pun tidak boleh menghina hasil karyawanya jelek. Justru kita harus motivasi dia untuk bisa terus belajar tanpa henti.

“Ya Anggap saja kamu disini sekolah/kuliah/kursus. Orang lain kalo kursus bayar mahal loh. Kamu disini gratis, fasilitas belajar diberikan, dan dikasih uang saku (gaji) pula. Kan enak banget tuh, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama.”

Konsep ini tidak berlaku bagi Mak yang ingin “gerak cepet”. Maka Mak sebaiknya pilih opsi ke 2.

2. Cari freelance saja. Banyak di luar sana orang “mahir” yang tidak mau terikat dengan perusahaan manapun. Karena mereka sudah cukup cerdas untuk tahu bahwa dengan metode freelance mereka bisa mendapatkan rupiah lebih banyak.

Bayaran untuk freelance dihitung per “produk” atau “jasa” yang diberikan. Tentunya akan lebih mahal dari point pertama. Namun saya bisa memastikan, bahwa selisihnya terkadang tipis.

Untuk karyawan amatir, Mak butuh mendidik dia 2-3 bulan bahkan lebih, untuk bisa meningkatkan skill dia menjadi mahir. Coba hitung berapa biaya gaji, fasilitas dan tunjangan yang Mak berikan selama “masa pendidikan” itu. Jika dibandingkan biaya jasa freelance, terkadang lebih murah yang freelance loh.

Dan keuntungan yang paling utama adalah hasilnya CEPAT + kita tidak mengeluarkan tenaga untuk mendidik dia. Sehingga waktu yang Mak perlukan untuk mendidik karyawan amatir bisa Mak manfaatkan untuk ngurus hal lain yang juga penting.

Bisa juga Mak kombinasikan seperti ini:
– Gunakan jasa freelance untuk membuat produk/jasa yang Mak inginkan untuk waktu cepat.
– Rekrut karyawan amatir untuk mempelajari hasil dari sang freelance. Berikan dia waktu untuk belajar dan berproses.

Ketika karyawan sudah mulai bisa, berikan tugas untuk mengerjakan pekerjaan dasar/ringan terlebih dahulu. Untuk pekerjaan rumit atau membutuhkan keahlian disain, gunakan jasa freelance yang pro.

Gimana, sudah mulai kebayang Mak? Yang masih bingung silahkan lambaikan tangan 

Selamat berproses Emak Setrooong!
Sampai ketemu 28 Januari 2018 di Jakarta untuk kita menikmati ilmu bergizi di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO. Tolong konfirmasi kehadirannya jangan ke saya ya, saya mah slowrespon, soalnya hari ini mau nyuci 2 ronde  Konfirmasinya ke Admin SBO WA 087824468185 (dijawab pada jam kerja).

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading