Tips: Manajemen Waktu Emak Olshop 

Muri Handayani Mentor Bisnis Online Guru Penulis Buku Pengajar Pemateri Cara Jualan Online Perempuan Ibu Rumah Tangga Bandung Produsen Fashion Jilbab Sekolah Anak“Yakin cari uang demi anak?”
Ah pertanyaan itu selalu menohok! Katanya cari uang demi anak, dari pagi sampe malem ngurus jualan terus. Anak malah gak keurus.

Anak gak pengen rumah mewah. Cukup rumah sederhana tapi sering dipeluk ayah bundanya, ini lebih membuat mereka bahagia.

Anak gak perlu mobil bagus. Berpetualang keliling kota naik angkot sama ayah bundanya lebih seru.

Anak gak ngerti baju mahal. Habis mandi, ambil baju seadanya, dipakein bunda, lalu dicium ayah dan dibilang “anak ayah wangi banget nih….”

Ah baper deh kalo udah ngomongin masa kecil. Masa kecilku… masa kecilku… 😭😭😭 Bapak ibuku sibuk mencari nafkah. Kami, anak-anaknya, dirawat oleh pembantu 😭

Aku tau banget rasanya haus kasih sayang orang tua. Makanya Mak Muri dendam! Tentunya dendam yang baik ya..

Dendam yang menjadi motivasi. Kelak, anak-anakku gak boleh “kehilangan” kasih sayang orangtuanya. Kami harus hadir dalam kehidupan mereka.

Omset milyaran, tapi kerja dari pagi sampe malam, ketemu pagi lagi. Gak sempet nemenin anak main… ah ini bukan Mak Muri banget.

Biarlah omsetnya secukupnya
– cukup bayar cicilan utang
– cukup beli rumah cash
– cukup untuk biaya haji bareng keluarga besar
– cukup tabungan pendidikan anak sekolah ke luar negri
– cukup dana bangun masjid
– cukup beli berlian
😅 ahahahaa.. aamiin…

Boleh omset milyaran, tapi harus berpegang pada prinsip “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”.

Ketika ada KETIDAKSEIMBANGAN PERAN dalam hidup kita, maka harus ada yang dibenahi Mak. Dan semua kembali pada PRIORITAS.

Allah mah nanti gak akan tanya, omset kamu berapa?
Yang Allah tanya kan bagaimana kita mendidik dan merawat anak-anak yang sudah Allah titipkan.

Jadi.. kita ini Emak Rempong (boleh kalo mau bacanya Ibu Bangsa Rempong 😅) harus sadar diri. Allah cuma kasih 24 jam, dikurangi:
– tidur 6 jam
– Ibadah (solat ngaji) 2 jam
– dapur 3 jam
– cucian, jemuran, setrika 3 jam
– “kebutuhan suami” 1 jam (cukup gak Mak? 😅)
– rumah 1 jam
– mandi 0,5 jam
– mandiin dan suapin anak 2 jam
– istirahat/me time 1 jam
– ke pasar/tukang sayur + rumpi dikit 1 jam
– arisan/pengajian…
– nah sisanya baru kita gunakan untuk JUALAN ONLINE

Kira-kira… dengan sisa waktu hanya 2-4 jam sehari, apa bisa maksimal jalanin Olshop? Yang katanya sampingan tapi pengen hasilnya gede.

Maka solusinya ala Mak Muri adalah:
1. Pilih model bisnis yang waktunya fleksibel, sesuai dengan kerempongan masing-masing dan bisnis yang mudah dijalankan.
2. Kurangi jam tidur. Kerja sebelum subuh, disaat anak belum bangun, dan kerja malam hari setelah anak tidur. Capek donk Mak? Ya iyalah 😅
3. Gunakan aplikasi/tools pendukung. Cari aplikasi posting terjadwal, sehingga sepanjang hari, sosmed kita bisa tetap ada postingan tanpa kita harus sering pegang gadget.
4. Terapkan jam buka toko (jawab chat). Sesuaikan dengan ektifitas dan kultur di keluarga masing-masing. Cantumkan jam kerja Mak di sosmed, sehingga konsumen tau, jam berapa chatnya akan dijawab.
5. Kolaborasi dengan teman yang tingkat kerempongannya tidak sedahsyat kita. Bisa jadi dia fokus di jawab chat biar fast respon.
6. Cari perusahaan/jasa penyedia admin online yang bisa mengelola akun sosial media Mak ataupun terima jawabin chat. (Coming soon Mak Muri akan bantu sediakan, minta doanya ya…)
7. Rekrut karyawan. Kudu super sabar untuk mencari calon karyawan, ngajarinnya sampe bisa, evaluasi berkala, bentuk kultur kantor biar dia kerjanya betah dan loyal. Hitung gaji dan bonus yang menarik dll. Kalo Mak belum paham hal ini, boleh kita belajar bareng tgl 28 September secara online. Sampe pembagian jobdesnya nanti aku kasih tau juga. Tapi Mak cek kuota dulu ya, masih muat gak kelasnya, boleh japri bit.ly/wa-sbo

Lelah Mak… lelah banget ngurus keluarga iya, jalanin bisnis iya. Terkadang bukan hanya fisik kita aja yang lelah, batinpun kadang ikut lelah kan ya *Mak Muri curhat 😂

Aku hanya ingin berpesan ke Mak, jangan sampe kita super sibuk ngurus bisnis yang hasilnya cuma duit (iya cuma duit, gunakan kata CUMA!) tapi anak kita kehilangan kasih sayang dari kita. Kita gak bisa menikmati proses tumbuh kembang anak. Kita gak ada waktu bercengkrama dan mengapresiasi karya mereka.

Jangan biarkan mereka dekat dengan orang lain, tapi tidak dekat dengan ayah bundanya 😭😭😭

Gagal bisnis, bisa diulang lagi dari nol untuk memulai yang baru. Tapi gagal mendidik anak, gak bisa diulang Mak 😭 gak bisa kan anak-anak jadi kecil lagi.

Inget ya prinsip kita “Keluarga Keurus, Bisnis Jalan Terus”.

Kalo soal urusan jilbab sekolah, aku serahkan ke Mak Bunda Fanisya owner Fanisya Collection yang udah terbukti laris manis karena kwalitasnya baguuuusss… Naziya hari ini semangat sekolah pake jilbab barunya 😍 Alhamdulillah berhasil berangkat sekolah tanpa drama 😅

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cancel Order 1/2 Milyar, Waduuuuuh….!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ WOmanpreneurNgeri ya ketika apa yang kita utarakan di sosial media, diikuti orang lain. Jika itu baik alhamdulillah, tapi kalo ternyata tidak cukup baik, salah, buruk, sesat… Orang lain ikuti dan ternyata memberikan dampak negatif bagi hidup mereka. Astaghfirullah…

Tolong ya Mak, apa yang selama ini saya utarakan di sosial media, buku ataupun blog ambil yang baiknya aja. Sesuaikan dengan kondisi bisnis dan kehidupan Mak masing-masing.

Gak nyangka hari ini denger cerita dari Teh Rifara Flanel Craft Utisah yang langsung PHK semua karyawannya disaat aku posting tulisan di Channel Telegram https://t.me/sboplaza . Degdegser nyimak penuturannya… Tiap kata aku telaah, endingnya gimana nih… Alhadmulillah ternyata mereka merasa keputusannya benar. Karyawan yang sudah sulit mereka kelola, dikasih hati malah ngelunjak, akhirnya diselidiki hari itu juga.. jreng…jreng..jreng… (Jadi inget tragedi 2013 disaat akupun mem PHK semua karyawan, sediiiiih…)

Udah lama gak ketemu Teh Uti masyaAllah pertumbuhannya luar biasa. Aku lupa Teh Uti ini Alumni SBO angkatan berapa. Angkatan jadul hehehee..

Mak pernah ngalamin cancel order berapa pcs?
Pasti cuma secuil dibanding yang dialamin Teh Uti, 1.000 set gamis Mak ngeriiii…. Setengah milyar nilainya!  Aku kira cuma segitu.. eh ada produk kerudung dan tas juga yang dicancel sama mitranya. Belum lagi pengalamannya ditipu calo konveksi, gagal produksi puluhan sampe ratusan juta innalillahi… Sudah lebih dari 20 konveksi di beberapa kota dijabanin.

Aaaaah… mereka (Teh Uti dan suaminya) setrooong banget!

Hati ini berasa disayat-sayat (lebay wakakaaa…) tapi ya emang kaya gitu Mak ketika aku mendengar semua ceritanya. Duuuuh ya Allah kalo aku yang ngalamin, kayanya gak bisa sekuat Teh Uti. Ya Allah ternyata ujianku selama ini baru sebutir garam aja.

Entah kenapa terus terngiang obrolan kami siang tadi. Sorenya aku buka laptop dan sambil dengerin Ar-Rohmaan… Gak bisa dibendung.. air mata mengalir begitu aja.. Banyak hal yang luput aku syukuri, terlalu sibuk ngeluh, masih fokus pada kesulitan bukan langsung ke solusi. Baper…oh baper…

Buru-buru cari nutrisi (ilmu), biar cepet Move On dan Action. Buka bukunya Coach Fahmi halaman 296 yang berkenaan dengan kendala Teh Uti saat ini.

Ada lima kuasa sistem yang harus selalu dikendalikan yaitu:
1. SDM (Sumber Daya Manusia)
Dalam aktivitas harian bisnis, buatlah semua sumber daya manusia bekerja secara produktif dan tidak ada satupun sumber daya manusia di bisnis Anda yang ada di tempat kerja tapi tidak jelas apa hasilnya.

2. Promosi
Aktivitas vital dan jantungnya bisnis, produk yang hebat, berkualitas dan berdaya saing, akan menjadi produk yang sia-sia, jika tidak dipromosikan dengan tepat kepada Market Anda.

3. Finansial
Sistem keuangan organisasi menjadi salah satu tolak ukur organisasi. Inti dari bisnis adalah uang yang Anda hasilkan setiap harinya, uang yang anda kumpulkan setiap harinya serta uang yang keluar setiap harinya. Oleh karena itu, penting Anda melek finansial, dapat membaca kondisi keuangan perusahaan sebagai strategi dan kebijakan dalam menentukan kebijakan bisnis Anda.

4. Operasional Harian
Seorang business owner harus mampu menjalankan fungsi organisasinya dengan sangat baik. (Baca lengkapnya di buku ya). Ketika semua urusan operasional sudah tersistemasi, maka business owner akan punya waktu untuk berpikir yang lebih strategis untuk kemajuan perusahaan.

5. Stok/Aset
Ketersediaan stok harus cukup, jangan menumpuk stok di gudang dan juga jangan sampai kehabisan stok sehingga Anda gagal memenuhi permintaan pelanggan. (Baca lengkapnya di buku ya).

+++++++++++++
Padahal cuma 5 point ya Mak. Tapi kalo dijabarin dan dijadikan PR masyaAllah bikin puyeng hiiiksss… Tarik nafas dulu… Cari good mood biar terkumpul energi positif yang banyaaak…! Selain curhat ke Allah, baca Al-Qur’an, main sama anak, pacaran sama suami… aku lagi seneng menghias taman, eh kok jodoh ya Kaktus dan Succulentku ketemu dengan Pot Cantik dari Mak Ayudhya Serawaty owner Jual Pot Bunga alhamdulillah bikin hariku bahagiaaaa…

Oh iya rak kayunya itu karya pacarku Dwiputro Bowo Adiprabowo owner YUUKA  Plis jangan order dulu, karena antrian produksinya lagi padet hihihiiiii…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejek Datang”

Continue Reading

Tips Membangun Bisnis yang Diharapkan

Muri Handayani Mentor Bisnis Online Guru Penulis Buku Pengajar Pemateri Cara Jualan Online Perempuan Ibu Rumah Tangga Bandung Produsen Fashion+ Mak Muri udah enak ya bisnisnya sekarang bisa santai.
– Preeeett kata siapa? 
+ Karyawan udah banyak, mereka bisa jalan sendiri tanpa ditungguin.
– Tapi kamu gak tau kan aku masih berurai air mata untuk mempertahankan bisnis ini? Sepanjang bisnis berdiri, selama itu juga perjuangan tanpa henti. Perusahaan besar kelas dunia aja bisa bangkrut Mak, apalagi UKM kaya kita gini.
+ Trus bagaimana supaya bisa bertahan bisnisnya?
– Belajar tanpa henti, bergerak setiap hari, haus akan perubahan. Ya setiap saat kita berubah ke arah yang lebih baik.

Buka buku Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy karya Coach Fahmi, halaman 281.

Untuk membangun bisnis yang diharapkan, ada 3 pertanyaan yang harus kita mampu jawab yaitu:
1. What’s New. Sesuatu yang baru, sesuatu yang orang lain belum lakukan, apa yang baru di bisnis Anda. Apa yang bisa Anda tambahkan di bisnis ini, yang orang lain/kompetitor belum lakukan.

2. What’s Next. Apa berikutnya yang bisa saya berikan kepada customer saya. Pikirkanlah hal-hal yang tidak mungkin.

3. What’s Better. Apa yang bisa diperbaiki dari bisnis Anda. Apa yang bisa Anda lakukan saat ini yang bisa lebih baik dari kompetitor Anda. Proses apa yang mau Anda challenge.

++++++++

Sebagai pemilik bisnis yang juga merangkap CEO serta direktur bahkan manager dan termasuk staff  kita harus bisa menjawab 3 pertanyaa di itu Mak.

Aaaah Mak Muri, mana mungkin kepikiran hal itu, mana mungkin sempet, karena setiap hari sibuk ngurus postingan, jawabin orderan, bungkus paket, cek resi, periksa stok barang, kelola keuangan hingga cari supplier dll.

Itulah bedanya pedagang dengan pebisnis Mak  Pedagang hanya sibuk ngurus jualan aja, hidupnya habis untuk urusan teknis. Mau kaya gini selamanya? Gak kan?

Sekarang waktu yang tepat untuk bangun tim. Demi hidup yang lebih baik, demi waktu yang lebih banyak untuk keluarga, demi kebermanfaatkan yang lebih luas dan semua itu adalah ibadah. Bismillah.. Ada Allah yang akan kirim orang-orang terbaik untuk Mak. Tugas kita adalah memantaskan diri. Upgrade skill leadership bareng-bareng biar bisa diskusi dan denger berbagai kisah mereka yang sudah lebih dulu rekrut karyawan. Kaya apa sih suka dukanya, gimana cara kelolanya, berapa gajinya, supaya betah triknya apa? 

29 Juli 2018 insyaAllah berkumpul 100 Emak Setrooong pejuang ekonomi keluarga di Hotel Amaris Cihampelas Bandung. Gak cuma banyak ilmu, super banyak doorprize bertebaran disana. Tau donk kalo acara SBO itu kadang lebih banyak hadiahnya dari pesertanya hahahaaa…

Mak pastinya juga akan lihat aslinya aku hihihiii… Kalo aku pake jaket keren dari Mak Nia Divhours ini kaya masih 20an ya Mak  Plis jangan ngiri wakakakaaa… Asli itu efek jaketnya yang bikin awet muda ahahaa…

Salam Awet Muda… #eh

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ini Penyebab Bocornya Uang Bisnis yang Tidak Disadari

@grosir_deoyasmin (1)Capek gak jalanin bisnis Mak?
Udah capek jalanin bisnis masa gak ada hasilnya?
Trus sia-sia donk semua pengorbanan jiwa raga kita?

Lebih sedih lagi kalo liat anak-anak. Mereka sudah kehilangan waktu bersama bundanya, cuma kebagian sedikiiiit. Maklum bagi yang belum punya Tim (Karyawan), semua pekerjaan dari A-Z diurus sendiri. Sayapun dulu ngalamin kok, jadi tau gimana rasanya.

Hari ini saya gak akan bahas tentang Tim karena udah pada ikut kan kelasnya? Yang ketinggalan bisa ikut di angkatan ke 5, tgl 17 Juli 2018.

Tapi ternyata… kebocoran uang bisnis bisa berkaitan dengan perekrutan dan pengelolaan karyawan loh Mak. Saya udah ngalamin hihiiii.. Mak jangan ya, cukup saya aja.

1. Rekrut karyawan tanpa tahu apa jobdesnya. Dulu saya culun banget, main asal rekrut aja karena merasa sudah repot. Sehingga tidak seleksi dari awal berdasarkan kompetensi dan minatnya. Saya menempatkan orang yang salah di posisi yang salah. Akhirnya dia mengerjakan tugas yang berat (menurut dia), jadi deh kerjanya lama, banyak melakukan kesalahan, tidak efisien.

Perusahaan ruginya apa?
a. Harusnya pekerjaan tersebut dikerjakan dalam waktu 1 jam, misalnya, tapi selesai dalam waktu 3 jam. Artinya perusahaan harus membayar 3 kali lipat biaya tenaga kerjanya untuk pekerjaan yang harusnya bisa selesai dalam waktu 1 jam.
b. Kesalahan yang dilakukan karyawan yang berimbas langsung ke konsumen/klien berresiko hilangnya orderan, rusaknya nama baik, tidak menjadi konsumen loyal.
c. Karena pekerjaan karyawan satu dengan yang lainnya saling berkaitan, maka kinerja tiap orang itu akan berpengaruh juga dengan kinerja yang lain. Tim QC meloloskan produk cacat, akhirnya Tim Penjualan yang kena komplen dari konsumen. Sehingga jam kerja Tim Penjualan terbuang untuk mengurus komplen, padahal harusnya bisa untuk mengurus orderan atau followup konsumen lain.
Dll..

2. Owner tidak mempraktekan dulu pekerjaan yang akan didelegasikan ke karyawan. Seberapa perlu sih Mak?

Menurut saya ini penting. Karena kita kan harus mengukur beban kerja setiap karyawan ya. Sehingga tidak ada karyawan yang kelebihan pekerjaan yang menyebabkan tugasnya tidak selesai, atau sebaliknya, tidak ada karyawan yang santai dan nanggur.

Nganggurnya karyawan (gak ada kerjaan, udah selesai namun masih ada waktu) ini akar dari masalah. Nah loh.. Udah pada bacakan buku #EEJJatau #RAMSBO? Cek aja disana ya… Ngeri lah…

Posting di IG itu berapa menit, bikin desain itu berapa menit, download gambar berapa menit. Bungkus paket cara efektifnya gimana, rapihnya seperti apa, ngerjainnya berapa menit. Lipet kerudung cara cepetnya gimana, masukin ke plastiknya biar cepet seperti apa.

Bahkan saya menggunakan stopwatch untuk mengukur waktu pengerjaannya. Sehingga dalam waktu 1 jam, harus bisa menghasilkan berapa. Seharian jadi dapet berapa tuh?

Misalnya tim QC (Quality Control) kita bayar sehari 50.000 (ini belum termasuk THR, Kesehatan dan tunjangan lainnya). Yang dia hasilkan 100pcs.

Maka biaya QC per pcs adalah 50.000/100 = 500.

Ternyata ketika kita praktekin sendiri dan bekerja dengan efisien, sehari bisa menghasilkan 200pcs  Artinya tiap produk hanya perlu 250 rupiah. Wooow selama ini kita melakukan pemborosan/terjadi kebocoran uang 50% dari yang sudah kita bayarkan.

Coba hitung.. Pemborosan sehari 25.000 x 22 hari kerja = 550.000 sebulan.
Setahun jadi 6.600.000 wiiiih… ini bisa untuk bayar sekolah anak ya Mak!

Itu baru dari 1 karyawan. Coba cek karyawan yang lainnya. Posting di IG cuma 10 kali. Padahal kalo kerjanya efisien, benar, cekatan, tertata.. mungkin bisa 30 kali. Makin banyak posting, yang nyantol bisa makin banyak juga.

Aaaah sakit hatilah kalo dihitung 

3. Penghematan penggunaan ATK, Plastik, Solasi dll. Pake solasinya berapa banyak untuk 1 paket. Gak usah terlalu lebay, yang penting aman, kuat dan rapi. Plastik coba cari supplier lain yang lebih murah atau cari merk lain. Barangnya kecil, plastiknya besar, nah ini boros banget ya. Tugasnya owner nih ngajarin hemat ke semua Tim.

Emak-emak harus irit 

4. Promosi yang bikin cekak! Promosi itu harus ada hasilnya, walaupun tidak selalu dalam bentuk orderan. Tapi wajib kita evaluasi. Hasil yang setidaknya kita dapat itu:
– Branding
– Interaksi
– Follower
– Orderan
– Referensi
dll

5. Wajib seorang pemilik bisnis meningkatkan kapasitas dirinya. Biaya pengembangan diri owner (yang berkenaan dengan bisnis, kepemimpinan, pengelolan tim dll) boleh dibiayai oleh perusahaan. Namun yang jadi masalah… rajin ikut pelatihan/beli buku tapi gak ada eksekusinya Mak! Tekor deh perusahaan.

Udah segini dulu aja ya  5 point ini kalo diperbaiki insyaAllah bisa bantu keuangan bisnis jadi lebih baik. Janganlah zalim sama diri sendiri. Udah capek kerja, gak ada hasilnya, nanti muka jadi aseeeem heheheee…

Udah muka asem, keringet asem oh tidaaaak… Langsung semprot pake Deodorant Spray Yasmin dari Mak Ayu Sri Rahayu  Yang disemprot jangan mukanya ya Mak, tapi ketiaknya hihiiii…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Manajemen Waktu Emak Olshop

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Rak Kayu+ Mak Muri, gimana cara bagi waktu antara ngurus keluarga dan bisnis?
– Anak tidur, kita kerja. Anak belum bangun, kita kerja.
+ Trus kapan kita tidurnya?
–   Ya kalo ada waktunya hehehee… Tidur kok, cuma ya dikurangi porsinya. Karena siang kan kita ngurus rumah dan anak-anak. Seandainya kita bisa minta Allah tambahin waktunya sehari lebih dari 24 jam. Pasti tetap akan kurang  Ya kan…

Saya lebih senang memulai kerja di jam 3.30 pagi. Seger, tenang, nyaman. Biasanya jam segitu saya ngurus branding dan marketing buat RAZHA & SBO. Ataupun mengisi beberapa Kelas SBO.

Subuh, saya bangunin anak untuk persiapan sekolah. Bikin sarapan, bekal dll.

Kaka berangkat, adik belum bangun  Bunda lanjut kerja lagi. Biasanya jam segini Bi Mimin asistenku sudah datang. Bunda kasih instruksi dulu jobdesnya Bibi hari ini.

Okey lanjut kerja, ngejar jawabin chat, evaluasi kinerja karyawan dari hasil kemarin dan persiapan mau briefing apa hari ini.

Jam 8.30 Jadwal briefing karyawan. Menginstruksikan mereka apa yang harus dilakukan hari ini. Jam 9 kadang ada kelas online. Si Kecil main sama Ayah.

Jika saya tidak ada kelas, saya temenin anak main.

Jam 11 mantau Bibi, cek masakan udah jadi belom. Menyiapkan makanan untuk dikirim ke Kantor RAZHA, panggil ojek.

Jam 12an makan siang bersama karyawan SBO dan nyuapin Adik. Jam 1-an ngintip-ngintip kerjaan dikit, Biasanya jam 1an ngantuk Kadang berusaha mempertahankan, kadang tepar juga. Dengan dalih..Adik ayo bobo siang, bunda temenin. Beberapa detik kemudian bunda tidur, Adik kabur 

1.30 Kaka pulang, Bunda siapkan makan. Karena dia tidak begitu hobi makan, jadi harus ditemenin bunda biar semangat 

Jam 2 Kaka dan Adik main bersama. Bunda nemenin Ayah, sekedar elus-elus, selonjoran, senderan, pijet-pijet.

Cepet banget waktu berlalu, tau-taunya udah Ashar. Sore nengokin ke kantor. Kecuali kalo Adik/Kaka manggil-manggil Bunda. Gagal acara ngantornya Apalagi kalo merekanya lagi sangat saling mencintai (baca: saling gangguin sampe ada yang nangis).

Aktivitas main sore biasanya di luar rumah, main bola, sepeda, layangan, nyiram tanaman, main pistol air. Salah satu cara nyuruh anak mandi adalah dengan ajak mereka main pistol air  Adik gak hobi mandi soalnya hihihiii… sama kaya Bundanya #upsss

Catatan: Aktivitas harian seperti itu bisa terwujud jika Mak punya Tim (Karyawan). Kalo gak punya Tim, pastinya sepanjang hari mantengin orderan, posting, ngiklan, packing, ke supplier dll.

Dulu saya juga gitu kok, A-Z semua dikerjain sendiri, tanpa ART pula. Tapi Mak gak boleh kelamaan jadi wonderwomannya ya. Segera bangun Tim.

Kalo udah ada Tim bisa santai donk. Ya gak juga lah, kan mikirin gimana supaya omset bisa banyak untuk bayar gaji mereka heheee… Tapi pertumbuhan bisnis bisa lebih cepat Mak. Dibanding kita sendirian ngurusinnya, pasti sesempetnya dan sebisanya aja.

Capek ya Mak.. iya lah, mau dapet banyak, capeknya juga harus banyak Yang penting dirumah tetep cantik, jangan dasteran aja wakakaaaa…. Makasi Mak Farhati Atik owner NinaQu Scarf, suamiku lebih suka lihat aku pake jilbab segi 4. Kaya umur 20an katanya hihihiiii…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

TIPS: Cara Membuat Reseller Betah

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Gamis+ Mak kenapa ya dari 20 reseller, yang rajin order cuma 5 orang?
– Wih keren tuh ada 5 dari 20.
+ Kok keren?
– Aku… dari 600, cuma 60 wakakaaa… Itu cuma 10% nya loh. Sedangkan kamu 25%. Artinya kan kamu lebih bagus 

Mak, ketika kita main di sistem kemitraan (Distributor, Agen, Reseller, Dropship, Marketer), perlu kita pahami.. “TIDAK ADA MITRA YANG ABADI.”

Bener kan?

Buat Mak yang sekarang jadi produsen, dulunya kan juga jualan barang orang lain. Trus sekarang udah gak jualan lagi, hayooo ngaku.

Duluuu… Mak pernah jualan produk A, lalu pindah ke B, kemudian ke C. Bener kan? Hayooo ngaku 

Coba kita tanya sama diri sendiri, kenapa sih dulu kita gonta ganti barang dagangan?
1. Gak laku.
2. Gak sreg jualinnya.
3. Penjual lain banting harga.
4. Supplier tidak terima komplen.
5. Slowrespon.
6. Keuntungan kecil.
7. Susah dapet barang.
8. Penjualnya judes.
9. Barang tidak sebagus fotonya.
dll

Nah sekarang kita berkaca dari situ. Kita harus menjawab semua kegusaran para Mitra. Maka kita harus:
1. Menyediakan produk yang sudah hasil dari riset, bahwa produk tersebut memang dibutuhkan konsumen.
2. Tumbuhkan kecintaan Mitra terhadap produk. Temukan berbagai sudut pandang kebaikan dari produk yang kita jual. Tidak hanya dilihat dari fungsi produknya saja.
3. Pastikan kita bisa menjaga kestabilan harga. Jika ada Mitra yang nakal, jual dibawah harga standar, segera ambil tindakan.
4. Wajib kita bertanggung jawab atas semua keluhan konsumen. Berikan garansi kepuasan.
5. Era online seperti sekarang ini, semua serba cepat. Konsumen bisa cepat berpaling ke penjual lain jika kita melayani dengan lambat.
6. Keuntungan besar jangan hanya ada di pihak kita. Kesejahteraan Mitra wajib kita pikirkan juga. Jangan kasih untung kekecilan. Kan mereka juga butuh biaya marketing, operasional dll.
7. Pastikan ketersediaan barang bisa mencukupi permintaan. Jangan berikan harapan palsu hehee.. Terus berjuang untuk memenuhi permintaan, walaupun terasa berat. Saya tau rasanya wakakakaaa… curcol.
8. Terus evaluasi cara kita berkomunikasi dengan pelanggan. Berikan cinta dengan tulus, dari hati turun ke jari 
9. Jangan lebay foto produknya, ikan duyung jadi ikan lele ternyata hihihiiii…

Kalo gamis yang saya pake dari Mak Rella Suryani ini, aslinya lebih bagus dari fotonya  Baru aja saya bilang ke Mak Rella, bagian paling favoritku adalah khimarnya. Petnya cucok banget bikin tirus dan anti jenong wakaakaaa… Tau kan Mak aslinya seperti apa jidatku  Rellas Muslim House recommended! 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[Tips] Tahap Mendelegasikan Tugas ke Karyawan

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Seminar Wanita Gulali Rok Celana anak+ Mak Muri pernah bungkus paket sendiri?

– Pernah
+ Pernah beli kain sendiri?
– Pernah, bawa 2 anak blusukan cari supplier kain. Satu gandeng, satu gendong ^_^
+ Mak Muri pernah jawabin chat orderan sendiri?
– Pernah, dari sebelum anak bangun, sampe anak udah tidur hihihiii…
+ Kalo yang bagian ngiklan Mak Muri pernah?
– Dulu semuanya ya dikerjain sendiri dari A – Z. Tapi lama-lama suami dan anak protes. Emaknya cuma cinta sama Olshopnya. Yang dielus-elus cuma HP, suami gak kebagian jatah hihihiiii.. Karena badan rasanya udah remuk, jadi malam hari udah gak ada tenaga untuk tampil manis di depan suami.

Itu duluuu… Kalo sekarang harus setiap saat bisa tampil manis di depan suami dan anak-anak. Ya belum sesempurna itu sih, masih diperjuangkan hehee… Walaupun sekarang sudah ada karyawan, tetap beberapa pekerjaan masih saya pegang. Seperti bikin tulisan ini, saya yang merangkai sendiri ^_^

+ Jadi Mak Muri sekarang masih pegang bagian apa aja?
– Posisi saya di RAZHA & Gulali bagian Branding & Marketing. Untuk SBO saya juga pegang Branding & Marketing namun ada tambahan lain yaitu Product Development. Karena belum ada HRD, saya juga yang pegang.
+ Kenapa Mak Muri pilih bagian itu?
– Karena gak ada yang ngerjain wakakakaaa… Gak deng, saya merasa potensi dan minat saya disitu.
+ Bagaimana cara mengetahuinya?
– Ketika kita rela bangun (disaat orang masih asik tidur), untuk mengerjakan itu dan tidak mudah lelah saat melakukannya, saya merasa itu passion. Beda halnya ketika saya harus milih kain, ngurus penjahit. Haddeeeeh… baru sebentar aja udah sakit kepala 😂
+ Jadi Mak Muri yang postingin di Instagram, jawab comment, cari follower?
– Kalo lagi iseng aja hehee… Karena semua itu sudah ada yang ngerjain. Jadi saya ini Manajernya lah ceritanya. Tugasnya bikin konsep, menentukan target, mengajarkan ke Tim, memastikan Tim kerja dengan benar dengan cara memantau laporan harian dan mengevaluasi secara berkala.

Ini versi saya, tahapan pekerjaan yang saya delegasikan ke Tim/Karyawan dimulai dari tugas dengan resiko yang kecil.
1. QC (Quality Control), lipet, bungkus, masukin ke rak.
2. Ambil barang di rak, bungkus paket, catet, kirim ke kurir.
3. Mengelola sosial media/website (non Ads)
4. Menjawab chat orderan.
5. Pengembangan produk.
6. Produksi (mengurus ke makloon, beli kain, menentukan jumlah dan jadwal produksi).
7. Laporan keuangan.

Itu beberapa bagian dasar dalam Bisnis Online yang saya jalani. Tiap jenis bisnis, ada beberapa pekerjaan yang berbeda. Silahkan sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing. Belum tentu cara saya ini tepat atau cocok buat Mak.

Kalo sepatu dari Mba Arie Vidianita owner dari Elrazz gallery sih cocok di kaki aku. Nyaman dan cantiiiiiik 😍 Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 3

NGerjain Pak BiSalah satu hal yang menggerus profit adalah kerugian. Maka untuk bisa naikin profit, kita meminimalisir kerugian. Ya namanya bisnis, pasti ada aja ruginya ya Mak.

Yang jadi masalah adalah ketika kita gak tau dimana sumber kerugiannya?

Selama ini mungkin yang paling populer adalah kerugian akibat gagal produksi, ditipu konsumen, ditipu supplier, dicolong karyawan atau hal lainnya yang “sangat kasat mata”.

Sesungguhnya banyak kerugian terselubung, yang samar-samar, tidak terlihat namun kita merasakan perihnya gak ada cash saat karyawan mau gajian wakakakaaa… Gak cukup uangnya untuk bayar tagihan supplier. Duh sakitnya tuh bikin pengen makan Bakso 2 mangkok pake sambel yang banyak + cuka biar asem pedes nampol gitu Mak 

Mari kita jadi detektif sekarang Mak. Buka mata lebar-lebar, siapin kertas dan pulpen, jernihkan pikiran untuk bisa menilai secara objektif. Ketika ternyata nanti kesalahannya disebabkan oleh kita sendiri, ya siap terima 

3. Optimasi BMS (Branding, Marketing dan Selling)
Bukan PMS ya Mak hihihiiii.. tapi BMS  Karena pengen penjualan banyak, kita jor-joran ngeluarin biaya untuk urusan BMS ini. Katanya dengan BMS ini bisa berbanding lurus dengan OMSET yang masuk.

Secara umum bisa dinyatakan “benar” sih. Namun bisnis yang sehat itu bukan hanya berpatokan kepada omset, sebab… omset besar belum tentu profit besar. Bahkan belum tentu ada profitnya oh tidaaaaak….!!!

Mak udah pada mulai bikin laporan keuangan kan? Cubit nih kalo blom bikin  Lah itu buku #MBLKBO (Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online) pada beli tapi diapain? Jadi ganjelan pintu ya? 

Dari laporan keuangan, kita bisa lihat berapa besar biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Katanya ada yang bilang biaya promosi itu 10% dari omset bulan kemarin. Ada juga yang berani bakar duit sampe puluhan hingga ratusan juga untuk BMS 

Sekarang saya gak mau bahas berapa besarnya. Yang mau saya ocehkan kali ini adalah SEBERAPA EFEKTIF biaya yang sudah Mak keluarin untuk BMS terhadap OMSET dan NILAI PERUSAHAAN yang dihasilkan.

Mak tau gak orderan yang masuk itu berapa % hasil iklan dari FB, IG, FP, Web, WA, brosur, MP, repeat order, referensi konsumen, teman atau dari mana?

Sulit bagi kita untuk menilai apakah biaya BMS yang kita keluarkan itu membuahkan hasil atau tidak, jika kita tidak memiliki datanya. Investasikan sedikit waktu untuk menanyakan ke semua pelanggan yang datang, dari mana mereka mendapatkan informasinya.

– Bisa jadi ternyata orang-orang carinya di Google, menggunakan kata kunci, kemudian nyangkut ke web kita.
– Mungkin juga dia direferensiin temen.
– Ketika dia lagi mainan IG, search berdasar #, eh ketemu foto kita di top post.
– Lagi iseng buka FB, nemu postingan Mak Muri eh ada foto produk, klik nama yang di mention, order deh.
– Tau nama brand kita, karena sering denger jinglenya, penasaran, searching, order.

So… kita harus evaluasi betul semua biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Apakah ada yang perlu dikurangi, ditambah atau bahkan dihilangkan. Tidak semua channel iklan bisa cocok dengan bisnis kita dan target market kita.

Jadi jangan hamburkan uang di sembarang tempat.

Tata bahasa, konsep iklan, foto, jenis huruf, warna, cara penyampaian, waktu tayang dll. Semua juga berpengaruh. Sebelum merumuskan sebuah iklan, harus paham betul ini konsepnya seperti apa. Kalo bahasanya Pak Subiakto Priosoedarsono harus tahu DNA nya dulu.

Cara CS/Sales kita bersikap, menyambut pelanggan, menjawab chat juga harus sesuai dengan konsep BRANDING yang sedang kita bangun.

Duh jadi gak sabar nunggu tanggal 31 Maret. Belajar BRANDING lagi.. langsung bersama Pak Subiakto Priosoedarsono di Bandung. Siapa aja Mak yang juga akan dateng? Tegur aku ya Mak, aku kan kadang lupa wajahnya, soalnya beda dengan foto di FB wakakaaa…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Mudah Menghitung Biaya Penyusutan Alat

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan PrivateLaptop, HP, Printer, Modem, Kipas Angin, Timbangan, Sealer, Kalkulator dll. Kalo peralatan ini rusak, Mak ambil uangnya dari mana?

Minta sama suami 

Plis deh Mak, tobat  Kasian suami jadi investor tetap dan selamanya tanpa akhir wakakakaaa…

Semua peralatan kerja, jika rusak, ya ambilnya dari uang bisnis. Ini masuk biaya pengeluaran. Lebih enaknya kita sisihkan dari dana penyusutan alat. Semua barang yang kita pakai pasti ada umurnya. Panjang atau pendek usianya, tergantung tangan yang pake tuh barang ahahahaaa… Kalo orangnya apik, ya bisa panjang umur.

Tapi kalo orangnya sembrono, bisa cepet tewas tuh barangnya.
1. HP CS kesiram pembersih wajah oleh karyawan 
2. Laptop CS keinjek sama anak karyawan 
3. Mouse jatuh di tangga saat karyawan bawa ke atas 
4. Kabel sealer putus, entah diapain sama karyawan 
5. Printer macet, biaya benerin lebih mahal  jadi beli baru lagi.

Misalnya HP harga 1,6juta (baru beli kemarin untuk admin baru jadi masih inget harganya ). Berapa kira-kira usia penggunaan HP nya, 3 tahun kali ya.

Rp.1.600.000 dibagi 3 tahun, jadi Rp.533.333/tahun.
Rp. 533.333 dibagi 12 bulan, jadi Rp.44.444/bulan.

Jadi Mak harus nabung Rp.44.444 per bulan untuk 1 HP. Kalo HP lebih dari satu, ya tinggal dikali. Enaknya sih, ini langsung diambil tiap bulan, dan dicatat sebagai penyusutan alat. Lalu nanti uangnya pisahin rekening. Sehingga, jika suatu saat HP nya rusak, uangnya sudah ada.

Agar lebih akurat tabungannya, hitung dengan harga HP 3 tahun kedepan. Dengan perkiraan naik berapa % pertahun. Seiring dengan naiknya dollar juga.

Laptop harga 4 juta, masa pakai 4 tahun, per bulan jadi Rp.83.333

Misalnya ini biaya penyusutan per bulan di bisnis Mak:
– 3 laptop x Rp.83.333
– 2 HP x Rp.44.444
– Printer Rp.20.000
– 3 Mouse Rp.5.000
– Modem Rp.5.000
– Kipas Angin Rp.5.000
– Sealer Rp.5.000

Totalnya Rp.388.887 lumayan nih kalo ditabung tiap bulan, setahun 4 juta lebih. Belum lagi penyusutan peralatan seperti rak, meja, kursi dll.

Makanya kalo jualan jangan banting-banting harga  kerja rodi loh nanti jadinya 

Kalo aku.. jualan itu harus cukup juga untuk memenuhi biaya ke salon, piknik, ngebakso, pijet, beli perawatan kecantikan, olahraga dll. Duh kalo kita jualan murah meriah terus, margin tipis banget, kita gak bisa merawat badan, setres… apa donk nikmatnya bisnis?

Mak Siti Nurhasanah Shineskin terimakasih ya sudah ngenalin Shineskin ke aku, merawat wajah itu wajib, ibadah dan bikin suami bahagia karena pemandangan dirumah indah  Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJNangis bombay deh kalo udah salah ngitung harga jual  Saya sudah pernah ngalamin, nyesek Mak! Bukannya untung, malah buntung hiiiksss….!

Menurut saya, ada 2 cara untuk menghitung harga jual.
1. Dari harga jual menuju ke harga produksi.
2. Dari harga produksi menuju ke harga jual.

Untuk point 1, yang harus Mak lakukan adalah riset TARGET MARKET dan riset PASAR terlebih dahulu. Berapa sih harga jual di pasaran? Kompetitor jualnya berapa? Bukan berarti kita harus menentukan harga jual dibawah harga kompetitor. Kita bisa saja jual lebih mahal, namun dengan diiringi penambahan VALUE. Sehingga konsumen tetap rela bayar dengan harga lebih mahal, namun mendapatkan manfaat, kebahagiaan dan kepuasan lebih banyak.

Misalnya harga jual di pasaran Rp.100.000.
Ini saya coba bedah dengan potongan diskon di RAZHA.

Reseller disc.20%.
100.000 – 20.000 = 80.000

Agen disc. 30%.
100.000 – 30.000 = 70.000

Ditributor disc.40%.
100.000 – 40% = 60.0000

Maka misalnya distributor membeli ke RAZHA, omset masuknya adalah 60.000. Ini adalah harga terrendah yang masuk ke kas RAZHA.

Dari 60.000 ini harus bisa menutupi:
1. Harga Pokok Produksi
2. Biaya operasional
3. Biaya pengembangan bisnis
4. Biaya penyusutan alat
5. Pajak + Zakat
6. …..
7. ……
8. …..
9. KEUNTUNGAN

Nah 9 point di atas itu harus Mak buat serinciiiiiii mungkin. Jangan sampe ada biaya yang lupa Mak masukin. Padahal kita tetap membayarkannya.

Point 2 – 9 dihitung. Maka point 1 Mak juga nantinya bisa tahu berapa harga pokok produksi yang bisa dialokasikan. Sehingga besaran nilai point 1 sangat mempengaruhi jenis bahan yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan, harga jasa pembuatan, model dan harga kemasan produk dll.

Jika… misalnya… harga pokok produksi ada di angka 20.000. Maka Mak harus fokus mencari bahan baku yang kurang dari 20.000. Karena kan harus ada biaya jasa pembuatan, kemasan, foto produk, resiko reject dll.

Nah pusing kan jadi produsen? wakakakaaa…
Mau dapet untung banyak ya harus siap pusingnya banyak hihihiiii…

Walaupun lagi mumeeet.. dan pusiiiiing, dirumah tetep harus cantik demi suami ya Mak. Dapet pahala kan  Makasi ya Mak Erika Okta Viana aku makin cantik dan suami makin bahagia hihihiii… Lip Mate Cream Bearl favoritku niiih… recommended! @bearlbdgofficial

Orang lain mah ngaca pake cermin, Emak Olshop ngaca pake laptop ahahahaaa… Abaikan piring dan segala perabotan dapurnya, beginilah ruang kerja Emak Jaman Now 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading