KASIAN BANGET! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi OmsetSaya pun sama dengan Mak. Saya menjalani bisnis dari NOL. Saya bukan anak orang kaya yang bisa mulai bisnis dengan modal besar. Lagi pula, modal awal besar bukan jaminan bisnis bisa berjalan lancar dan mencapai kesuksesan. Ada teman saya buka salon di Jakarta, modal 1 Milyar. Gak nyampe setahun Mak, TUTUP!

Sudah pada tahukan RAZHA ini bisnis saya yang ke 7. Alhamdulillah 6 lainnya sudah gulung tikar semua  Kenapa ya gonta-ganti bisnis tapi gak sukses-sukses?

HOKI kamu di fashion.
Peruntungan kamu di Kuliner.
Kamu cocoknya di air 

Jangan percaya itu ya Mak, itu mah mitos. Setelah saya evaluasi diri, kenapa 6 bisnis lainnya gak panjang umur, ada dua kesalahan besarnya: GAK PUNYA ILMU & MUDAH MENYERAH!

Yes, jadi bukan soal MODAL.

+ Susah Mak Muri!
– Ya iyalah susah, kalo gampang, semua orang udah kaya Mak. 

Okey jadi paham ya Mak, kita harus:
1. Upgrade ilmu tanpa henti.
2. Berjuang dan bertahan sekuat tenaga.

Saya sadar betul, sebagian dari kita pengen banget bisnisnya cepet besar. Gatel pengen buru-buru cari investor. Saya bikin tulisan ini karena baru aja kemarin ada yang nangis bombay di rumah saya. Dia menerapkan sistem bagi hasil 50% untuk investor dari margin (selisih harga dari harga produk dengan penjualan)

Okey, kamu (pelaku bisnis) dapet 50% ya. Coba jawab ini:
– Yang bayar sewa tempat siapa?
+ Saya
– Yang bayar listrik siapa?
+ Saya
– Yang bayar iklan siapa?
+ Saya
– Yang bayar karyawan siapa?
+ Saya
– Yang bayar peralatan kerja siapa? Kalo si Laptop dan HP rusak, siapa yang beli?
+ Saya

Okey hitung. Dari 50% itu berapa sisanya setelah dipotong biaya-biaya? Kamu dapet berapa jadinya? 5% Mak 

Investor dapet 50%, dia yang menjalankan dapet 5%. Menurut Mak ini adil gak? Kalo saya sih gak mau jalanin seperti ini. Kerja rodi!

Sebelum kita napsu pengen cari investor, pelajari dulu beberapa hal ini:
1. Cara menghitung nilai perusaahaan Mak saat ini. Ketika investor kasih uang 50 juta misalnya, bukan berarti dia pemilik saham 100%. Bagi Mak yang bisnisnya sudah berjalan, tentunya juga punya aset. Diantaranya:
– Perlengkapan dan peralatan kerja.
– Brand yang sudah dibesarkan.
– Stok barang.
– Tempat kerja.
– Aset tak berwujud (HKI, BPOM, HALAL dll)
– Mitra (Distributor, Agen, Reseller) aktif.
– Data pelanggan.
– dll
Bisa jadi, nilai itu semua melebihi jumlah uang yang disetor investor. Misalnya dia 50juta, mungkin saja semua nilai Mak itu mencapai 200 juta. Sehingga nilai uang sang investor hanya 20% dari total saham.

2. Pelajari tentang Laporan keuangan. Mulai dari proses pencatatan, pembuatan laporan hingga membaca hasil laporan. Sampe urusan Laba/Rugi dan Neraca, ini Mak kudu paham.

3. Pelajari dan pilih sistem kerjasama investor secara syariah. Bagaimanapun lebih enak dan adem yang syariah menurut saya Mak. Harus ada hitam diatas putih ya Mak. Biar gak ada ribut di akhirnya nanti. Duit sensitif ya. Apalagi kalo investornya teman atau sodara. Aduh jangan sampe ya jadi putus silaturahim. Jadi Mak juga harus bikin surat perjanjian kerjasama dengan investornya.

Yang sudah dapet email eBook tentang SISTEM KERJASAMA DENGAN INVESTOR + BONUS SURAT PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN INVESTOR tinggal langsung praktek ya Mak. Jika masih ada yang belum jelas bisa japri saya. Atau ada yang emailnya belum masuk? Tolong konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185.

Karena ini bukan eBook gratisan, jadi jangan ada yang japri minta gratisan ya  Mental gratisannya harus dihapus, ke toilet aja bayar hihihiiii… Plis deh Mak Muri 

Udah ah kepanjangan nih tulisannya, mau nemenin Naziya belajar bercocok tanam. Panen strawberry satu biji aja seneng banget dia hihiii… Salam sayang untuk Mak Ratna Dewi Produsen Legging Anak Premium. Mak ini celana cuci kering pake  Jadi favoritnya Ziya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Ternyata OMSET 1 Milyar Mudah, Begini Caranya..

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJSiapa yang gak mau omset 1 Milyar per bulan? HIhihiiiii… pasti pada mau semua kan? Maklum, kita Emak Matre wakakakaaa… Ya iyalah kudu matre, biaya sekolah sekarang mahal ciiint…

Berangkatin Haji dan Umroh keluarga besar, ya pake duit. Sedian tempat tinggal yang nyaman buat keluarga, ngebangunnya pake duit, eh gak deng.. pake batu bata  tapi tetep belinya pake duit kan. Sekolahin semua ponakan dan sodara yang kurang mampu, duuuh nikmat banget kalo kita bisa selalu bantu mereka.

Mau sedekahin yang banyak buat Palestin, Rohingnya, Yatim, Pesantren, Masjid… sedaaap kalo kita bisa ngasihnya banyak ya Mak.

Yuk ah kita matre 

Berat gak sih 1 Milyar sebulan? Ya iyalah, kalo gampang, semua orang udah kaya ahahahaaa.. Tapi jangan dibikin pusing Mak. Kita bagi menjadi target harian aja.

1 Milyar dibagi 22 hari kerja = 45.500.000

Misalnya kita akan dapatkan ini dari:
Distributor 2 juta/hari x 10 = 20juta
Agen 1 juta/hari x 20 = 20juta
Reseller 500rb/hari x 11 = 5.500.000

Yang harus kita lakukan saat ini:
1. Menyediakan produk yang banyak, baik, laris.
2. Melakukan branding.
3. Memantapkan strategi Marketing.
4. Mencari Mitra sebanyak-banyaknya.
5. Merawat Mitra yang sudah ada.
6. Pengelolaan tim yang solid.
7. Sistem order, database, laporan keuangan dan semua pencatatan lainnya diperbaiki.
8. Manajemen keuangan yang baik, jangan dipake buat jajan terus 
9. Pikirin sendiri point berikutnya hihihiiiii…

Nah.. Allah akan kasih ini kepada orang yang pantas!
Masa iya barang dagangan kita cuma ada selusin tapi bisa punya omset 1 milyar?
Masa iya bisa punya orderan banyak tapi gak ngerti cara jualan?
Masa iya ngelayanian banyak pesanan tapi gak punya tim?
Masa iya bisa muterin uang sampe milyaran tapi gak punya pencatatan dan laporan keuangan?

Bisnis itu, seru-seru sedap ya Mak. Tugas kita cuma satu: MEMANTASKAN DIRI  Aku pake gamisnya Dzakiya Hijab Indonesia dari Mak Restu Dwipantes kan Mak?  recommended!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Memangkas Biaya untuk Meningkatkan Profit

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Creativepreneur Akademi Guru OnlineYakin hanya fokus pada jumlah OMSET?
Karena omset itu hanya ilusi  Omset besar belum tentu profitnya besar  Bahkan ada yang ternyata tidak ada keuntungan sama sekali karena biaya-biayanya yang sangat tinggi.

Ini juga sedang jadi PR di bisnis saya Mak. Emangnya Mak kira bisnis yang usianya hampir 7 tahun gak akan ada PR lagi?  PR bisnis itu sepanjang masa Mak, selama bisnisnya berjalan. Jadi kalo saat ini Mak yang baru mulai merintis tetapi males ngerjain PR, ya saya cuma bisa ikut bersedih aja. Karena kita belum pantas dikasih PR besar, sebab…PR kecil aja gak dikerjain.

Hidup ini pilihan.. mau sebatas jalanin bisnis sambilan atau mau serius dibesarkan supaya bisa besar juga manfaatnya untuk ummat.

Besarnya manfaat yang bisa kita berikan untuk ummat, bergantung juga seberapa sehat bisnis kita. Salah satu indikatornya adalah tidak minus, tidak rugi, tidak buntung. Harus ada untung.

Saya kutip 11 hal yang bisa kita lakukan untuk menekan biaya, dari buku Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy, halaman 161.
1. Mengurangi karyawan yang tidak efektif.
2. Mencari dan menemukan bahan baku alternatif.
3. Mencari dan menemukan supplier alternatif.
4. Memangkas proses.
5. Mempersingkat waktu.
6. Membuat takaran yang pas, tidak lebih dan tidak kurang.
7. Mengurangi dan menghilangkan kesalahan proses.
8. Memangkas biaya rutin (lebih hemat listrik, lebih hemat air dll)
9. Menggunakan alat pengganti atau mesin pengganti untuk proses lebih mudah, lebih hemat dan lebih cepat.
10. Meningkatkan keterampilan skill karyawan untuk proses maupun layanan yang lebij cepat, lebih praktis dan lebih profesional.
11. Menambah kapasitas (contohnya: untuk menghasilkan 200 unit diperlukan 5 orang karyawan, sekarang diubah dengan jumlah orang yang sama menghasilkan 2 kali lipat produksi).

Gimana Mak sudah mulai ada gambaran? Kira-kira point keberapa yang bisa segera Mak kerjakan? Iya lah segera, mencari celah keuntungan jangan ditunda 

Apalagi kalo didepan mata udah ada @mommskebab dari Mak Dinarri Susilo, gak bisa ditunda untuk segera dihabiskan  Soalnya ini jadi rebutan aku, suami dan anak-anak. Enaaaak banget 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Dengan Cara Ini Terhindar Rugi Tiap Bulan

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan UKMGimana sih Mak cara nentuin berapa omset minimal yang harus kita dapat tiap bulannya?

Angka minimal yang ketika kita dapatkan, maka semua tim bisa gajian dan biaya lainnya pun tercukupi. Kita gak bisa tebak-tebakan ya Mak berapa angkanya :p Semua harus berdasarkan data.

Mak gak akan menemukan data akurat selama belum pernah mencatat 😀 Hayooo sudah pada praktek buku #MBLKBO Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online?


Saya doain Mak dapet hidayah untuk mau mulai merapihkan keuangannya ya 😉 aamiin… Karena bisnis online itu bisa jadi bisnis besar jika memang kita mau serius jalaninnya. Salah satu indikator seriusnya adalah punya pencatatan dan laporan keuangan.

Hari ini saya masih ngulik bukunya Bradley J. Sugars yang berjudul “Instant Cashflow”. Di halaman 186 ada pembahasan “Biaya kerja sebagai persentase penjualan”.

Semua biaya yang muncul di dalam bisnis Anda perlu dihitung sebagai presentase penjualan. Ini memberi Anda ide berapa banyak penjualan yang harus Anda lakukan sebelum Anda mulai mendapat keuntungan. Untuk melakukan ini, cari tahu berapa banyak biaya yang Anda tanggung untuk menjalankan bisnis Anda setiap minggu.

Anda perlu menyertakan semua pengeluaran, dari gaji sampai alat tulis, tagihan listrik sampai yang sewa. Apapun yang perlu Anda bayar untuk terus berbisnis. Lalu tentukan berapa banyak penjualan yang dibutuhkan untuk menutup biaya tersebut sebelum Anda mulai mendapatkan keuntungan.

Setelah Anda mengidentifikasi angka ini, jelaskan kepada anggota tim Anda apa yang dibutuhkan untuk menjaga keuntungan yang didapat bisnis. Ini akan memotivasi mereka untuk meningkatkan penjualan dan mencapai gol mereka.

Petunjuk dan kiat:
1. Komunikasikan angka kepada semua anggota tim. Mereka perlu tahu apa yang harus dilakukan untuk terus berbisnis.
2. Buat sistem imbalan yang berfungsi setelah Anda mencapai titik impas.

Nah…gimana Mak, sudah mulai ada gambaran. Seperti ini contoh sederhananya versi saya.

Misal total biaya sebulan Rp.10 juta
Margin (selisih dari harga jual dengan HPP) yang didapat dari penjualan sebesar 20%.
Maka 10 juta adalah 20%-nya dari omset.

Catatan: Biaya tersebut tidak masuk biaya produksi. Karena biaya produksi masuk dalam HPP.

Sehingga angka minimal penjualan yang harus Mak dapatkan tiap bulannya adalah Rp.50 juta. Silahkan ambil kalkulator hihihiiii… Jadi ketika angka 50 juta tercapai, hati tenang karena semua bisa gajian, bisa bayar listrik, bisa sewa ini itu dll. Namun kita belum ada keuntungan.
Nah semangat deh kejar sisa penjualannya untuk jumlah keuntungan. Semoga Mak dapet keuntungan besar sehingga bisa bayar zakat dan sedekahnya besar. Bisa bayarin keluarga haji. Bisa beli rumah cash. Bisa lunasin hutang-hutang aamiiin…

Kalo bisnis bisa berjalan seperti itu terasa manis hidup ini ya Mak 😉 Semanis Srikaya Jam d’Rojali by Mak Popz Ummu Iffa Love it!

Semoga Allah mudahkan semua urusan Mak. aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Cara Sederhana Ini Bisa Memperbesar KEUNTUNGAN

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan PengajarLagi musim sepi penjualan.
Kondisi ekonomi sedang menurun.
Daya beli masyarakat menjadi lemah.
 
Ada sebagian orang yang mengatakan hal tersebut adalah penyebab anjloknya omset mereka. Sehingga dengan alasan itu, merekapun ikut lemes proses beriklannya.
 
Ah percuma ngiklan, konsumennya gak mampu beli.
 
Yakin? Masa sih? Emangnya Allah kasih rejeki pake musim? 😀
 
Tugas kita ikhtiar ya, bukan ngedumel heheheee… Terus saja mencoba dan berusaha meningkatkan penjualan. Marketing langit dan marketing buminya dipraktekin tanpa henti.
 
Okey.. sudah dicoba tapi masih belum mencapai target yang diinginkan. Jika seperti ini bisa jadi buntung, bukan untung. Sudah coba iklan sana sini, tapi belum ada hasilnya.
 
Kalem Mak.. ambil kertas dan pensil.
– Evaluasi konten iklan
– Evaluasi target audience
– Evaluasi waktu tayang
– Evaluasi dana iklan
– Evaluasi media iklan
 
Evaluasi hanya bisa dilakukan jika kita beriklan lebih dari 1 kali. Sehingga ada pembanding untuk dianalisa. Terkadang bukan salah iklannya, tetapi salah target audience yang kita sasar. Bisa jadi karena salah waktu tayang. Atau bahkan salah media iklannya.
 
Selama proses iklan berjalan, Mak bisa lakukan hal sederhana ini untuk meningkatkan jumlah keuntungan. Saya sedang bedah buku “Instant Cashflow” by Bradley J. Sugars.
 
Halaman 188: Kurangi Semua Biaya Sebesar 10 Persen
 
Hal ini tidak mudah dilakukan tetapi dengan sedikit usaha, Anda dapat mengurangi semua biaya paling tidak sebesar 10%. Langkah pertama adalah mengetahui biaya apa saja yang ada. Sebagian biaya lebih mudah dikurangi daripada yang lain. Tetapi biaya tetap yang lebih rendah berarti KEUNTUNGAN YANG LEBIH BESAR.
 
Jadi Anda perlu meluangkan waktu untuk hal ini. Mendapatkan penawaran harga dari sejumlah pemasok, subkontraktor, atau layanan penjualan adalah beberapa cara mengurangi biaya.
 
Petunjuk dan Kiat:
1. Lakukan selangkah demi selangkah. 1 persen perpekan, lalu dalam waktu 10 pekan Anda berhasil melakukannya.
2. Pilah setiap area bisnis Anda dan perhatikan secara individu.
3. Terus Audit setiap aspek operasi Anda.
4. Coba sertakan orang luar yang objektif dalam hal ini.
 
Saya yakin Mak udah mulai kebayang nih apa yang harus dilakukan sekarang. Bayangkan keuntungan Mak akan bertambah, maka proses pengerjaannya pasti dinikmati 😉 Fokus pada hasil ya Mak.
 
Seperti saat kita ngajarin anak belajar, gemes ya Mak kalo anak gak ngerti-ngerti heheheee… Tetapi dengan kita fokus pada hasilnya yaitu anak menjadi pintar, bermanfaat untuk ummat dan mendapat ridho Allah, maka kita jadi semangat mendidiknya. Kadang ya Anak ada malesnya untuk belajar. Untung dapet meja lipat yang super lucu dari Mak Nury Bunda Fahiem owner Grosir Meja. Naziya jadi semangat belajarnya ^_^ Recommended!
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading