Cara Memangkas Biaya untuk Meningkatkan Profit

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Creativepreneur Akademi Guru OnlineYakin hanya fokus pada jumlah OMSET?
Karena omset itu hanya ilusi  Omset besar belum tentu profitnya besar  Bahkan ada yang ternyata tidak ada keuntungan sama sekali karena biaya-biayanya yang sangat tinggi.

Ini juga sedang jadi PR di bisnis saya Mak. Emangnya Mak kira bisnis yang usianya hampir 7 tahun gak akan ada PR lagi?  PR bisnis itu sepanjang masa Mak, selama bisnisnya berjalan. Jadi kalo saat ini Mak yang baru mulai merintis tetapi males ngerjain PR, ya saya cuma bisa ikut bersedih aja. Karena kita belum pantas dikasih PR besar, sebab…PR kecil aja gak dikerjain.

Hidup ini pilihan.. mau sebatas jalanin bisnis sambilan atau mau serius dibesarkan supaya bisa besar juga manfaatnya untuk ummat.

Besarnya manfaat yang bisa kita berikan untuk ummat, bergantung juga seberapa sehat bisnis kita. Salah satu indikatornya adalah tidak minus, tidak rugi, tidak buntung. Harus ada untung.

Saya kutip 11 hal yang bisa kita lakukan untuk menekan biaya, dari buku Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy, halaman 161.
1. Mengurangi karyawan yang tidak efektif.
2. Mencari dan menemukan bahan baku alternatif.
3. Mencari dan menemukan supplier alternatif.
4. Memangkas proses.
5. Mempersingkat waktu.
6. Membuat takaran yang pas, tidak lebih dan tidak kurang.
7. Mengurangi dan menghilangkan kesalahan proses.
8. Memangkas biaya rutin (lebih hemat listrik, lebih hemat air dll)
9. Menggunakan alat pengganti atau mesin pengganti untuk proses lebih mudah, lebih hemat dan lebih cepat.
10. Meningkatkan keterampilan skill karyawan untuk proses maupun layanan yang lebij cepat, lebih praktis dan lebih profesional.
11. Menambah kapasitas (contohnya: untuk menghasilkan 200 unit diperlukan 5 orang karyawan, sekarang diubah dengan jumlah orang yang sama menghasilkan 2 kali lipat produksi).

Gimana Mak sudah mulai ada gambaran? Kira-kira point keberapa yang bisa segera Mak kerjakan? Iya lah segera, mencari celah keuntungan jangan ditunda 

Apalagi kalo didepan mata udah ada @mommskebab dari Mak Dinarri Susilo, gak bisa ditunda untuk segera dihabiskan  Soalnya ini jadi rebutan aku, suami dan anak-anak. Enaaaak banget 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Dengan Cara Ini Terhindar Rugi Tiap Bulan

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan UKMGimana sih Mak cara nentuin berapa omset minimal yang harus kita dapat tiap bulannya?

Angka minimal yang ketika kita dapatkan, maka semua tim bisa gajian dan biaya lainnya pun tercukupi. Kita gak bisa tebak-tebakan ya Mak berapa angkanya :p Semua harus berdasarkan data.

Mak gak akan menemukan data akurat selama belum pernah mencatat 😀 Hayooo sudah pada praktek buku #MBLKBO Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online?


Saya doain Mak dapet hidayah untuk mau mulai merapihkan keuangannya ya 😉 aamiin… Karena bisnis online itu bisa jadi bisnis besar jika memang kita mau serius jalaninnya. Salah satu indikator seriusnya adalah punya pencatatan dan laporan keuangan.

Hari ini saya masih ngulik bukunya Bradley J. Sugars yang berjudul “Instant Cashflow”. Di halaman 186 ada pembahasan “Biaya kerja sebagai persentase penjualan”.

Semua biaya yang muncul di dalam bisnis Anda perlu dihitung sebagai presentase penjualan. Ini memberi Anda ide berapa banyak penjualan yang harus Anda lakukan sebelum Anda mulai mendapat keuntungan. Untuk melakukan ini, cari tahu berapa banyak biaya yang Anda tanggung untuk menjalankan bisnis Anda setiap minggu.

Anda perlu menyertakan semua pengeluaran, dari gaji sampai alat tulis, tagihan listrik sampai yang sewa. Apapun yang perlu Anda bayar untuk terus berbisnis. Lalu tentukan berapa banyak penjualan yang dibutuhkan untuk menutup biaya tersebut sebelum Anda mulai mendapatkan keuntungan.

Setelah Anda mengidentifikasi angka ini, jelaskan kepada anggota tim Anda apa yang dibutuhkan untuk menjaga keuntungan yang didapat bisnis. Ini akan memotivasi mereka untuk meningkatkan penjualan dan mencapai gol mereka.

Petunjuk dan kiat:
1. Komunikasikan angka kepada semua anggota tim. Mereka perlu tahu apa yang harus dilakukan untuk terus berbisnis.
2. Buat sistem imbalan yang berfungsi setelah Anda mencapai titik impas.

Nah…gimana Mak, sudah mulai ada gambaran. Seperti ini contoh sederhananya versi saya.

Misal total biaya sebulan Rp.10 juta
Margin (selisih dari harga jual dengan HPP) yang didapat dari penjualan sebesar 20%.
Maka 10 juta adalah 20%-nya dari omset.

Catatan: Biaya tersebut tidak masuk biaya produksi. Karena biaya produksi masuk dalam HPP.

Sehingga angka minimal penjualan yang harus Mak dapatkan tiap bulannya adalah Rp.50 juta. Silahkan ambil kalkulator hihihiiii… Jadi ketika angka 50 juta tercapai, hati tenang karena semua bisa gajian, bisa bayar listrik, bisa sewa ini itu dll. Namun kita belum ada keuntungan.
Nah semangat deh kejar sisa penjualannya untuk jumlah keuntungan. Semoga Mak dapet keuntungan besar sehingga bisa bayar zakat dan sedekahnya besar. Bisa bayarin keluarga haji. Bisa beli rumah cash. Bisa lunasin hutang-hutang aamiiin…

Kalo bisnis bisa berjalan seperti itu terasa manis hidup ini ya Mak 😉 Semanis Srikaya Jam d’Rojali by Mak Popz Ummu Iffa Love it!

Semoga Allah mudahkan semua urusan Mak. aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Cara Sederhana Ini Bisa Memperbesar KEUNTUNGAN

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan PengajarLagi musim sepi penjualan.
Kondisi ekonomi sedang menurun.
Daya beli masyarakat menjadi lemah.
 
Ada sebagian orang yang mengatakan hal tersebut adalah penyebab anjloknya omset mereka. Sehingga dengan alasan itu, merekapun ikut lemes proses beriklannya.
 
Ah percuma ngiklan, konsumennya gak mampu beli.
 
Yakin? Masa sih? Emangnya Allah kasih rejeki pake musim? 😀
 
Tugas kita ikhtiar ya, bukan ngedumel heheheee… Terus saja mencoba dan berusaha meningkatkan penjualan. Marketing langit dan marketing buminya dipraktekin tanpa henti.
 
Okey.. sudah dicoba tapi masih belum mencapai target yang diinginkan. Jika seperti ini bisa jadi buntung, bukan untung. Sudah coba iklan sana sini, tapi belum ada hasilnya.
 
Kalem Mak.. ambil kertas dan pensil.
– Evaluasi konten iklan
– Evaluasi target audience
– Evaluasi waktu tayang
– Evaluasi dana iklan
– Evaluasi media iklan
 
Evaluasi hanya bisa dilakukan jika kita beriklan lebih dari 1 kali. Sehingga ada pembanding untuk dianalisa. Terkadang bukan salah iklannya, tetapi salah target audience yang kita sasar. Bisa jadi karena salah waktu tayang. Atau bahkan salah media iklannya.
 
Selama proses iklan berjalan, Mak bisa lakukan hal sederhana ini untuk meningkatkan jumlah keuntungan. Saya sedang bedah buku “Instant Cashflow” by Bradley J. Sugars.
 
Halaman 188: Kurangi Semua Biaya Sebesar 10 Persen
 
Hal ini tidak mudah dilakukan tetapi dengan sedikit usaha, Anda dapat mengurangi semua biaya paling tidak sebesar 10%. Langkah pertama adalah mengetahui biaya apa saja yang ada. Sebagian biaya lebih mudah dikurangi daripada yang lain. Tetapi biaya tetap yang lebih rendah berarti KEUNTUNGAN YANG LEBIH BESAR.
 
Jadi Anda perlu meluangkan waktu untuk hal ini. Mendapatkan penawaran harga dari sejumlah pemasok, subkontraktor, atau layanan penjualan adalah beberapa cara mengurangi biaya.
 
Petunjuk dan Kiat:
1. Lakukan selangkah demi selangkah. 1 persen perpekan, lalu dalam waktu 10 pekan Anda berhasil melakukannya.
2. Pilah setiap area bisnis Anda dan perhatikan secara individu.
3. Terus Audit setiap aspek operasi Anda.
4. Coba sertakan orang luar yang objektif dalam hal ini.
 
Saya yakin Mak udah mulai kebayang nih apa yang harus dilakukan sekarang. Bayangkan keuntungan Mak akan bertambah, maka proses pengerjaannya pasti dinikmati 😉 Fokus pada hasil ya Mak.
 
Seperti saat kita ngajarin anak belajar, gemes ya Mak kalo anak gak ngerti-ngerti heheheee… Tetapi dengan kita fokus pada hasilnya yaitu anak menjadi pintar, bermanfaat untuk ummat dan mendapat ridho Allah, maka kita jadi semangat mendidiknya. Kadang ya Anak ada malesnya untuk belajar. Untung dapet meja lipat yang super lucu dari Mak Nury Bunda Fahiem owner Grosir Meja. Naziya jadi semangat belajarnya ^_^ Recommended!
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading