Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Meja Kerja“Duh sebel deh, kita jual 50.000, eh dia jual 48.000, eh ada lagi yang 45.500. Pastilah konsumen cari yang lebih murah. Apalagi di marketplace bisa disortir harga paling murah.”

“Masa sih ada gamis 100.000, harga kain dan jahitnya aja gak cukup Mak. Kok dia bisa jual harga segitu? Katanya bahannya sama dengan yang aku pake, aku aja jualnya 230.000”

Ada yang pernah mengalami hal seperti itu Mak?

Gak semua sih, karena memang gak semua orang main di zona itu. “Zona Perang!” saya menyebutnya. Persaingan berdarah-darah, sadis, kejam, lebih kejam dari aktor antagonis di sinetron hihihiii…

Biasanya mereka yang berkelut di area itu mengandalkan satu keunggulan, yaitu HARGA MURAH. Jujur kalo saya gak mau main ranah itu. Karena saya meyakini, ketika kita jual murah, toko sebelah akan jual lebih murah. Eh toko depan lebih murah lagi. Eh yang dari luar negri sana bawa pake kapal besar penuh dengan barang muraaaaaaaaaaahhhh banget!

Bayangin aja Mak, jilbab harganya 9.000 perak! Bisa gak tuh ngalahin? ckckck…

Masih banyak juga sih orang yang kuat dengan perang sengit “HARGA MURAH”. Kalo saya mah gak sangguuup. Biasanya strategi mereka adalah faktor kelipatan, punya stok banyak. Bagi yang masih kecil kaya saya ini, gak bisa bertahan hidup. Dengan margin yang tipis dan jual sedikit, ya bangkrut 

Maka saya memilih jalan aman. Saya lebih senang bersaing di area BRANDING sesuai dengan ajaran guru saya Pak Subiakto Priosoedarsono. Saya tambahkan berbagai value untuk bisa mendongkrak nilai jual. Baik bisnis saya yang produk ataupun jasa. Dan saya mengambil segmen menengah atas, dimana kalangan itu tidak terlalu mempermasalahkan selisih harga yang lebih murah. Malahan produk kita gak akan laku kalo jual terlalu murah, begitu harga dinaikin eh malah laku. Padahal produknya sama hihihiii….

Dengan main di margin yang cukup – ya saya bilangnya cukup, bukan tinggi – kita akan punya cukup dana untuk membiayai proses pertumbuhan bisnis. Kata guru saya, Mas Arif Budiyono yang sudah 3 kali isi Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO dan bulan ini akan ada kelas onlinenya, biaya pertumbuhan bisnis itu cukup besar.

Misalnya untuk biaya riset, biaya pelatihan, biaya pendaftaran hak paten, biaya perijinan (seperti halal, BPOM, SNI), biaya legalitas PT, biaya merawat konsumen loyal, biaya sistem database dll. Semua itu butuh biaya yang tidak bisa kita cukupi dari menjual barang dengan margin kecil.

Dalam menentukan harga jual, ada beberapa hal yang harus Mak perhatikan:
a. Harga pasar (kompetitor)
b. Permintaan pasar
b. Target Market yang dituju
c. Value
d. Produk Substitusi (Pengganti)
e. Daya Beli
f. Peraturan pemerintah
dll

Silahkan temukan strategi bisnis Mak masing-masing. Mana yang lebih nyaman untuk Mak jalani. Ingat, bisnis itu kudu berpikir jangka panjang, kecuali kita hanya mau sekedar laku jualan. Hidup ini pilihan 

Untuk gamis, aku pilih Ziera Queen karyanya Mak Tia Ziera  aku terlihat seperti 20an aw..aw..aw… Plis jangan ngiri 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis, Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datan

Continue Reading

Meningkatkan Penjualan dengan Cara Murah

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan ProdusenSemua strategi pemasaran itu baik menurut saya. Yang tidak baik adalah ketika strategi tersebut tidak membuahkan hasil  Bukannya untung, malah buntung.

Sebagian dari kita merupakan orang yang memiliki jiwa penasaran tingkat tinggi. Gak percaya kalo belum nyobain sendiri heheheee… Padahal orang lain sudah nyoba dan hasilnya boncos  mereka tetap kekeh penasaran dengan cara itu. Its ok, hidup ini pilihan ya Mak.

Sayapun masih tahap belajar. Hari ini coba buka lagi buku jadul, yang diterbitkan tahun 2011. Instant Cashflow by Bradley J. Sugars. Halaman 161.

Layani Hanya Pelanggan Kelas Atas
Sering kali dikatakan bahwa 80% penjualan perusahaan berasal dari 20% pelanggannya. Seorang pelanggan kelas atas biasanya menghabiskan lebih banyak uang dan tidak terlalu cerewet dibanding pelanggan kelas lain. Dengan memberikan layanan luar biasa kepada orang-orang yang ingin Anda ajak untuk melakukan bisnis bersama, Anda mendorong mereka untuk datang kembali.

Petunjuk dan Kiat:
1. Pahami siapa pelanggan terbaik Anda.
2. Selalu perlakukan mereka dengan sangat baik.
3. Pandang mereka sebagai nilai yang terus ada seumur hidup.
4. Tawarkan hadiah dan imbalan untuk kunjungan yang terus-menerus, dan dorong mereka untuk membawa teman.

Singkirkan Pelanggan Kelas C dan D
Kirimkan surat kepada pelanggan manapun yang tidak ingin Anda sertakan dalam bisnis. Pelanggan seperti ini biasanya paling menuntut, menawar berlebihan, dan terus terlambat membayar dan biasanya tidak butuh dorongan untuk membawa teman kelas C dan D lainnya. Dalam surat Anda, dengan sopan dan singkat jabarkan standar minimum yang Anda harapkan dari klien Anda. Dengan cara ini, mereka bisa memilih mengikuti atau berbelanja ke tempat lain.

Petunjuk dan Kiat:
1. Jangan katakan “pergi sana”, tetapi jelaskan apa yang Anda mau terima dan apa yang tidak. Mereka pasti paham.
2. Ingat bahwa tidak semua pelanggan itu pelanggan yang baik. Sebagian merugikan Anda dan lebih buruk lagi, mengalihkan perhatian Anda dari pelanggan kelas A.

++++++++

Gimana Mak, sudah mulai rela untuk melepaskan konsumen yang bawel, tukang nawar, cuma php, hit & run? 

Jadi ketika Mak memasukkan data konsumen ke data base sistem Mak, cantumkan juga kode. Misalnya A untuk konsumen yang baik, gak pake nawar, langsung transfer. B merupakan kategori konsumen yang gak pake nawar, tapi transfer butuh diingatkan. Pelanggan C dan D untuk mereka yang tukang nawar, transfer kurang, nanyain resi sesaat setelah transfer  Nelponin aja karena chat blom dijawab, bahkan nelpon pada malam hari. (curhat ).

Saya suka banget dengan point 2 di kalimat terakhirnya. “Mengalihkan perhatian Anda dari pelanggan kelas A”.

Jadi ngapain membuang waktu ngurusin konsumen kelas C dan D, yang super menyebalkan. Sedangkan konsumen A cuma butuh pelayanan dengan sedikit waktu dan sedikit perhatian, mereka langsung transfer. Ingat Mak, jam kerja karyawan kita itu kan kita bayar ya. Jadi kalo CS melayani pelanggan C dan D lamaaaa banget, maka biaya yang kita keluarkan juga jadi mahal.

Sekali lagi… hidup ini pilihan, mau pilih yang susah apa yang gampang? 

Mulai hari ini, coba kita tengok ke database pelanggan, mana yang termasuk kategori A, kita sambung lagi silaturahimnya. Berikan kasih sayang ke mereka  insyaAllah mereka memberikan transferannya ke kita hihihiii.. aamiin…

Kalo gamis Sabina yang manis ini pemberian dari Mak Ike Meillina Putri  Menemani perjalanan manisku ke Pekanbaru.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Karyawan Pinjem Uang, Kasih Gak Ya?

Tim SBOPada dasarnya manusia itu memiliki hati nurani yang baik. Penolong dan positif thinking. Namun sayangnya, ada sebagian manusia yang lemah imannya, sehingga mudah dihasut jin yang membisikkan kejahatan.

Ini kisah saya tahun lalu.. semoga bisa jadi pelajaran buat Mak. Pelajaran gratis, daripada ngalamin kerugian sendiri  mending simak aja ini..

Saya kena “ketipu” juga soal kasbon. Total 8jt-an tuh satu orang. Padahal gaji cuma 1jt-an. Baru kerja beberapa bulan.

Ternyata setelah dibongkar, dia minjem-minjem juga ke para karyawan lain. Sampe ada yang dipinjemin KTP nya untuk cicilan HP. Kasian yang minjemin, sampe diteror rentenir, didatengin ke rumahnya, Ibunya sampe setres. Yang ngutang siapa, yang ditagih siapa 

Makin dibongkar lagi, kisah drama dia tentang neneknya sakit lah apa alah.. itu bohong 

Kena deh dikadalin.

Hingga akhirnya kami (saya dan karyawan lain) merasa makin gak nyaman.

Terpaksa saya pecat dengan utang yang blom dibayar. Kamipun akhirnya bikin surat perjanjian bahwa dia akan cicil semampunya tiap bulan. Kasarnya, mau seribu perak juga gakpapa. Yang penting ada niat baik dari dia.

Alhamdulillah… sampe sekarang serebu perak juga gak balik 

Ya itu.. saya minjemin karena ga enakan, kasian dll.

Alhamdulillah dari kasus itu Allah kasih banyak pelajaran. Akhirnya kasbon di kantor pake peraturan. Maksimal senilai gaji. Pembayaran 25% dr gaji perbulannya. Jd 4x gajian beres. Gak boleh minjem lg sebelum yg itu lunas.

Sungguh..BIAYA BELAJAR ITU MAHAL pemirsa  jadi kalo ada pengalaman dari orang lain, disimak baik-baik dan percaya. Daripada ngalamin sendiri.. nyeseeeekk!!!! 

Bedain bisnis dan sedekah. Kalo Mak mau sedekah ya urusannya bukan kasbon. Kasih aja. Dan gak perlu baca artikel ini. Gak perlu diungkit-ungkit.

Ini untuk membuat bisnis kita punya keteraturan. Karena dalam bisnis kan ada pencatatan, alokasi dana, perputaran uang dll. Harus ada aturannya.

Pelajaran hidup itu mahal pemirsa 

Ya Allah mampukan kami menjadi pemimpin yang amanah dan mampu membawa bisnis ini ke jalan yang benar  aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 3

NGerjain Pak BiSalah satu hal yang menggerus profit adalah kerugian. Maka untuk bisa naikin profit, kita meminimalisir kerugian. Ya namanya bisnis, pasti ada aja ruginya ya Mak.

Yang jadi masalah adalah ketika kita gak tau dimana sumber kerugiannya?

Selama ini mungkin yang paling populer adalah kerugian akibat gagal produksi, ditipu konsumen, ditipu supplier, dicolong karyawan atau hal lainnya yang “sangat kasat mata”.

Sesungguhnya banyak kerugian terselubung, yang samar-samar, tidak terlihat namun kita merasakan perihnya gak ada cash saat karyawan mau gajian wakakakaaa… Gak cukup uangnya untuk bayar tagihan supplier. Duh sakitnya tuh bikin pengen makan Bakso 2 mangkok pake sambel yang banyak + cuka biar asem pedes nampol gitu Mak 

Mari kita jadi detektif sekarang Mak. Buka mata lebar-lebar, siapin kertas dan pulpen, jernihkan pikiran untuk bisa menilai secara objektif. Ketika ternyata nanti kesalahannya disebabkan oleh kita sendiri, ya siap terima 

3. Optimasi BMS (Branding, Marketing dan Selling)
Bukan PMS ya Mak hihihiiii.. tapi BMS  Karena pengen penjualan banyak, kita jor-joran ngeluarin biaya untuk urusan BMS ini. Katanya dengan BMS ini bisa berbanding lurus dengan OMSET yang masuk.

Secara umum bisa dinyatakan “benar” sih. Namun bisnis yang sehat itu bukan hanya berpatokan kepada omset, sebab… omset besar belum tentu profit besar. Bahkan belum tentu ada profitnya oh tidaaaaak….!!!

Mak udah pada mulai bikin laporan keuangan kan? Cubit nih kalo blom bikin  Lah itu buku #MBLKBO (Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online) pada beli tapi diapain? Jadi ganjelan pintu ya? 

Dari laporan keuangan, kita bisa lihat berapa besar biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Katanya ada yang bilang biaya promosi itu 10% dari omset bulan kemarin. Ada juga yang berani bakar duit sampe puluhan hingga ratusan juga untuk BMS 

Sekarang saya gak mau bahas berapa besarnya. Yang mau saya ocehkan kali ini adalah SEBERAPA EFEKTIF biaya yang sudah Mak keluarin untuk BMS terhadap OMSET dan NILAI PERUSAHAAN yang dihasilkan.

Mak tau gak orderan yang masuk itu berapa % hasil iklan dari FB, IG, FP, Web, WA, brosur, MP, repeat order, referensi konsumen, teman atau dari mana?

Sulit bagi kita untuk menilai apakah biaya BMS yang kita keluarkan itu membuahkan hasil atau tidak, jika kita tidak memiliki datanya. Investasikan sedikit waktu untuk menanyakan ke semua pelanggan yang datang, dari mana mereka mendapatkan informasinya.

– Bisa jadi ternyata orang-orang carinya di Google, menggunakan kata kunci, kemudian nyangkut ke web kita.
– Mungkin juga dia direferensiin temen.
– Ketika dia lagi mainan IG, search berdasar #, eh ketemu foto kita di top post.
– Lagi iseng buka FB, nemu postingan Mak Muri eh ada foto produk, klik nama yang di mention, order deh.
– Tau nama brand kita, karena sering denger jinglenya, penasaran, searching, order.

So… kita harus evaluasi betul semua biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Apakah ada yang perlu dikurangi, ditambah atau bahkan dihilangkan. Tidak semua channel iklan bisa cocok dengan bisnis kita dan target market kita.

Jadi jangan hamburkan uang di sembarang tempat.

Tata bahasa, konsep iklan, foto, jenis huruf, warna, cara penyampaian, waktu tayang dll. Semua juga berpengaruh. Sebelum merumuskan sebuah iklan, harus paham betul ini konsepnya seperti apa. Kalo bahasanya Pak Subiakto Priosoedarsono harus tahu DNA nya dulu.

Cara CS/Sales kita bersikap, menyambut pelanggan, menjawab chat juga harus sesuai dengan konsep BRANDING yang sedang kita bangun.

Duh jadi gak sabar nunggu tanggal 31 Maret. Belajar BRANDING lagi.. langsung bersama Pak Subiakto Priosoedarsono di Bandung. Siapa aja Mak yang juga akan dateng? Tegur aku ya Mak, aku kan kadang lupa wajahnya, soalnya beda dengan foto di FB wakakaaa…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 2

Muri Handayani Penulis Buku Emak Jago Jualan Komunitas Bisnis Perempuan Blogger Muslimah WanitaSetelah di bagian pertama kita bahas mengenai Analisa Beban Kerja, yang ke 2 akan kita cari tahu cara menaikkan PROFIT dari BERHEMAT peralatan dan perlengkapan kerja.

Tau gak bedanya Peralatan dengan Perlengkapan Mak? 

Peralatan adalah suatu alat ataupun bisa berbentuk tempat yang gunanya adalah untuk mendukung berjalannya pekerjaan. peralatan pada umumnya lebih tahan lama (masa manfaatnya lebih lama) jika dibandingkan dengan perlengkapan. Istilah peralatan pada akuntansi mengacu pada mesin, perabot dan peralatan kantor, kendaraan, komputer, perangkat elektronik dan mesin perkantoran.

Perlengkapan dalam akuntansi adalah suatu barang yang dimiliki perusahaan untuk melengkapi suatu pekerjaan atau kegiatan bisnis. Perlengkapan sifatnya lebih mudah habis (masa manfaatnya lebih pendek) jika dibandingkan dengan peralatan.
Contoh: alat tulis, plastik, solasi dll.

Sumber: belajarakuntansionline .com

2. Optimasi Peralatan dan Perlengkapan.
Beberapa kalimat sakti ini perlu kita jadikan panutan hidup Mak  Demi segenggam berlian hihihiii…
a. Kalo bisa sewa, kenapa harus beli?
b. Kalo masih bisa dipake, kenapa harus beli lagi?
c. Kalo cukup yang ini kenapa harus yang lebih mahal?
d. Kalo tanpa itu masih bisa, kenapa harus ada itu?
e. Kalo masih bisa dicari dulu, kenapa harus segera beli?

Bisnis itu kudu pelit, eh maksudnya hemat hihiii… beda tipis ya antara pelit dan hemat wakakakaa…

Saya akan jabarkan penerapan dari 5 kalimat sakti di atas.
a. Saya tidak memiliki kendaraan operasional. Padahal diperlukan untuk wara wiri ke kurir dan pembelian bahan baku serta perlengkapan dari ATK hingga kebutuhan produksi. Saya lebih memilih sewa kendaraan karena setelah dihitung menjadi lebih murah. Ingat, kendaraan itu ada biaya penyusutan, rusak, service, pajak dll.

Untuk wara wiri ke kurir yang tidak bisa ambil paket, saya menyewa motor karyawan dengan nominal RP.10.000/hari. Itupun jika sedang diperlukan, jika tidak diperlukan atau libur, ya saya gak bayar. Tentunya karyawan juga merasa diuntungkan, karena ke kurirnya deket, bensin gak nyampe 1/2 seliter  Dia masih ada lebihnya lumayan buat jajan.

Silahkan dihitung jika kita membeli motor, lumayan kalo cash belasan juga. Jika beli bekas, belum tentu motornya sehat, jangan-jangan kebengkel mulu. Kalo cicilan, ngeri ah RIBA.

Begitu juga kendaraan untuk membeli puluhan roll kain tiap bulannya. Untuk kapasitas produksi RAZHA, toko kain belum mau antar ke tempat, jadi kami masih ambil sendiri. Dulu saya sewa mobil suami, tapi saat ini kami sewa angkot  Ya angkot. Kapasitas angkot lebih besar, luas kan tengahnya kosong. Itu bisa muat 20 roll @25kg. Bandingkan jika kami membeli mobil operasional, bensin, pajak, perawatan, penyusutan harga dan harus ada supirnya. Kalo sewa angkot sekalian dengan supirnya  Jadi dari kantor, tim produksi naik ojek, lalu pulangnya ikut sama angkot.

Lain halnya jika mobil operasional di bisnis Mak diperlukan setiap hari, mungkin perlu dipertimbangkan beli atau sewa bulanan. Kalo di RAZHA paling sebulan 3 – 4 kali saja. Sejauh ini masih sangat hemat jika menggunakan angkot hihihiii…

Di lain sisi, dengan kita para UKM sewa angkot, kita sangat membantu mereka loh. Kasian sekarang makin sedikit orang yang mau naik angkot. Bagi-bagi rejeki sama mereka Mak, insyaAllah membawa berkah juga ke bisnis kita. Trus si abang angkotnya mau bantu gotongin kainnya ke gudang. Lumayan tuh 25kg x 20 roll heheeee… Nanti kasih tips aja ke dia.

b. Saya paling pelit urusan beli kertas. Semua kertas harus dipake 2 muka, bolak balik. Tau kan kertas itu dari pohon, tau kan hutan kita makin gundul? Nah dengan kita hemat kertas kita menjadi bagian dari penyelamatan bumi (lebay ). Tentunya hemat banget.

Mari kita hitung. Misalnya 1 bulan harusnya 2 rim, kita bisa hanya pake 1 rim. Lumayan hemat Rp.40.000 x 12 bulan = Rp.480.000

Bayangkan, dengan hemat kertas 1 rim sebulan, kita bisa dapet Rp.480.000 yang mana bisa kita gunakan untuk bayar listrik 1 bulan. Nah… lumayan kan. Ini baru urusan kertas, belum lagi dari penghematan yang lainnya.

c. Gunakan peralatan dan perlengkapan SESUAI KEBUTUHAN, bukan berpatokan pada KEINGINAN. Kalo ada pulpen yang seribuan, kenapa beli yang 5 ribuan. Beli selusin, toh pulpen gak akan basi hehee… Untuk yang baru mulai bisnis, gak perlu lah beli yang cantik-cantik atau yang canggih banget peralatan dan perlengkapan kerjanya. Patokannya terletak pada FUNGSI. Ya yang penting bisa dipake.

Laptop, gak perlu yang canggih banget. Telaah dulu si laptop ini mau dipake untuk apa. Kalo cuma buat CS yang kerjanya hanya menggunakan Ms. Office dan browser, ya gak perlu dengan spesifikasi untuk editting. Saran saya, jangan beli bekas, apalagi kita yang gak paham urusan teknis komputer. Kapok saya beli bekas, baru dipake bentar eh mati. Mending beli baru, tapi spesifikasi secukupnya dan ada garansi.

Kalo laptop bekas, kita gak tau dalemnya rusak gak, dia dulu pakenya seperti apa dan tentunya spesifikasi udah jauh ketinggalan dibanding laptop baru.

HP buat CS juga sama, gak usah yang canggih. Kan cuma buat jawab chat dan ngurus sosmed. Gak perlukan yang ada camera kekinian buat selfie hehee… Jangan install aplikasi yang gak diperlukan. Simepen semua foto produk, testimoni dll di laptop aja. Kan sekarang WA udah bisa di laptop.

Meja, kursi, printer, kipas angin dll. Beli sesuai kebutuhan saja dan fokus pada fungsi ya Mak. Jika sudah memenuhi nilai fungsi ya cukup dulu untuk saat ini.

d. Pikir betul-betul, apakah kita berneran butuh nambah rak? Yakin gak sih kalo gak punya itu bisnis turun? Masa sih kalo gak punya itu omset berkurang? Ya pokoknya perhitungkan secara PELIT dulu ya Mak ahahaa… Kalo ternyata butuh ya beli, tapi cek dulu point C diatas ya.

e. Nah ini yang cukup menyebalkan, gunting gak ketemu, beli lagi. Perasaan punya kalkulator 2 deh, karena 1 gak ketemu, beli lagi. Kayanya kemarin udah beli ini, lupa taronya, beli lagi. Meteran mana sih, gak ada, beli lagi deh.

Duh lama-lama nanti rumah kita penuh wakakkaa… Setelah barang digunakan, selalu letakkan pada tempatnya. Jadikan ini budaya di perusahaan kita dan juga di rumah. Gak mudah memang mengubah kebiasaan sehari-hari, namun ini bisa dilatih.

Karyawan/tim/anak buah itu ya tergantung bosnya  Kalo bosnya bisa menerapkan prinsip efisiensi dalam kehidupannya, orang-orang disekitarnya bisa ketularan. Saya ngetiknya harus sambil ngaca hahahaa.. sayapun masih terus belajar untuk bisa hemat… hemat… hemat.. huuufff… butuh keteguhan hati yang kuat ya Mak hihiii..

Sebenarnya masalah ini Mak Lya Herlyanti sudah menjabarkannya di buku #RAMSBO (Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online), hayooo sudah pada dibaca belum? Eh gosipnya Mak Lya Herlyanti akan bikin Kelas Online untuk membahas Jobdes, SOP dan KPI  Katanya sih 30 April. Semoga aja Mak berjodoh untuk berguru dengan Mak Lya yang merupakan seorang Konsultan SOP. aamiin…

BTW sampai ketemu tgl 31 Maret di Hotel Amaris Cihampelas Bandung di workshopnya Pak Subiakto Priosoedarsono ya Mak, aku pake kerudung hitam, Mak tegur aku duluan ya hehehee…

Kalo kerudung dan gamis abu ini, dari Mak Najmi Nurul Haq owner Amily Hijab yang produknya laris manis 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 1

WhatsApp Image 2016-11-15 at 14.22.053 hari lagi waktunya gajian (Emak Bos bacanya: menggaji ). InsyaAllah dicukupkan rejeki Mak untuk bisa bayar semua karyawannya dengan bayaran yang baik ya Mak aamiin…

Biaya gaji karyawan diambil dari?

Bukan dari profit kan ya Mak, diambil dari MARGIN. Apa itu margin, ya cari aja di google banyak penjelasannya  Hayo gak boleh males.

Dan tentu juga, gaji untuk karyawan gak boleh nombok terus dari uang pribadi kita ataupun minta lagi ke suami  Masih ada waktu 3 hari untuk berjibaku secara optimal ya Mak. Ikhtiar bumi dan langit.

Bagaimanapun…untuk membuat bisnis jadi besar, kita harus mempelajari STRATEGI KEUANGAN. Bukan hanya fokus menjual sebanyak-banyaknya. Kalo penjualan besar namun keuntungan kecil, dan akhirnya terus tergerus dengan biaya operasional, ya habis lah kita.

Untuk membesarkan bisnis kan juga perlu ada biaya pertumbuhan bisnis. Ini juga harus dipikirkan berapa alokasi dana yang harus disiapkan.

Hari ini saya mau sharing ke Mak tentang MENINGKATKAN KEUNTUNGAN, supaya kita punya uang tambahan untuk bisa diputar menjadi modal lagi..lagi…lagi… Sehingga yang dulu cuma bisa beli stok modal 6 juta, sekarang jadi milyaran, tanpa investor, tanpa bank, tanpa riba. aamiin…

Dulu saya hanya mengetahui bahwa keuntungan itu hanya dari selisih penjualan dikurangi harga modal produk dan biaya. Supaya dapet untung banyak, ya jual yang banyak.

Tanpa disadari, ketika penjualan meningkat, kesibukan pun bertambah. Semakin keteteran dan banyak hal lain gak keurus. Akhirnya saya memutuskan nambah karyawan lagi…lagi dan lagi..

Hingga akhirnya, ketika dihitung “secara matematika”, penjualan besar belum tentu keuntungannya berbanding lurus  So… apa yang salah?

Ternyata ada segi kebocoran dalam hal “efisiensi” yang tidak terkontrol. Nyesek Mak, capeknya banyak tapi untung bersihnya sama aja kaya jualan sedikit. 

Saya gak mau Mak ngalamin kaya gitu. Nih aku bisikin beberapa hal yang bisa kita HEMAT untuk bisa membesarkan nilai PROFIT.
1. Optimasi Kinerja Karyawan
Cek jobdes karyawan dengan seksama. Kalo perlu pantengin seharian tuh karyawan, dedikasikan aja dulu sehari gakpapa. Kalo karyawan Mak udah banyak, boleh per hari per divisi. Misalnya bagian QC (Quality Control). Perhatikan cara dia kerja, kecepatan, ketelitian, tahapan, posisi barang, penggunaan perlengkapan dan peralatan kerja.

Kalo Mak gaji dia sistem harian, kita bisa MENGHEMAT dengan cara meningkatkan jumlah produk yang dihasilkan. Misalnya gaji dia sehari Rp.50.000 (Gaji bulanan dibagi jumlah hari kerja), dia selama ini hanya mampu mengerjakan QC 50 gamis. Artinya 1 gamis biaya QC nya seribu kan ya.

Coba perhatikan cara dia kerja, apa yang bisa kita ulik, sehingga dia bisa menghasilkan lebih dari 50pcs sehari. Apakah dari:
– Posisi kerja yang meletakkan barangnya berjauhan.
– Terlalu banyak ngobrol.
– Memang lelet orangnya.
– Dia tidak menikmati pekerjaannya (salah bidang).
– Tahapan pengerjaan yang kurang tepat.
– Prosedur yang menyulitkan.

Silahkan diobservasi ya Mak, lalu evaluasi dan revisi. Dengan target, dia bisa menghasilan misalnya 2x lipat. Yang tadinya 50, jadi 100. Ini artinya, per hari Mak sudah punya keuntungan Rp.25.000 loh.

Rp.25.000 x 22 hari kerja = Rp.550.000/bulan
Rp.550.000 x 12 bulan = Rp.6.600.000/tahun
Rp.6.600.000 x 5 tahun = Rp.33.000.000/5 tahun

Wooow ini baru efisiensi dari 1 karyawan saja Mak. Belum lagi dari karyawan lainnya. Kalo ternyata setelah di efisiensi dan dipadatkan pekerjaannya, ada karyawan yang gak kebagian pekerjaan, ya berhentikan saja.

Kecuali Mak bisa menciptakan pekerjaan baru yang juga pada akhirnya bisa ada timbal balik terhadap keuntungan perusahaan. Karyawan itu aset, aset itu harus memberikan keuntungan bagi perusahaan. Bukan malah menjadi beban!

Wah gak berasa udah jam segini, saya mau kedapur dulu hihihiiii.. trus lanjut bersiap briefing karyawan dan cek persiapan untuk tanggal 31 Maret, workshop BBB (Bisa Bikin Brand) bersama Pak Subiakto Priosoedarsonoguru favorit saya  Ilmu BRANDINGnya bisa melipatgandakan PROFIT karena konsumen dibikin jatuh cinta dengan brand kita. Jadi konsumen bukan hanya sekedar beli, tapi jadi pelanggan setia aseeek…

Yang gak asek adalah nunggu antrian chat kan ya Mak  Maaf ya Mak emang chat di WA Admin SBO 087824468185 setiap harinya antri. Makasi kesabarannya  Luv u..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Bingung Menentukan Gaji Karyawan Olshop? [Bagian Packing/Bungkus Paket]

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Praktisi PembicaraAlhamdulillah semakin banyak Emak Olshop yang mau seriusin Jualan Onlinenya. Bukan hanya “sekedar jualan”, tapi menjadikannya sebuah bisnis yang besar dan panjang umur. Bisnis besar yang bisa memberikan manfaat besar untuk ummat. aamiin…

Bukan saya meremehkan kekuatan Emak Setrooong. Saya justru memahami potensi Emak Setrooong. Namun.. karena waktu dan tenaganya tidak cukup untuk dibagi dalam semua perannya (sebagi ibu, istri, anak, adik, kakak, sosial, bisnis dll), maka saya sangat merekomendasikan Mak untuk bangun tim.

Ya rekrut karyawan ya Mak. Delegasikan tugas mulai dari pekerjaan teknis dengan resiko kecil dan mudah diajarkan. Saya mulai dari bagian packing (tukang bungkus paket).

Eiiit… bukan berarti bungkus paket bisa sembarangan loh. Harus ada SOP nya (Standard Operating Procedures). Yang mesti diperhatikan:
1. Barang yang diambil sesuai dengan pesanan.
2. Cara membungkusnya rapi.
3. Penulisan alamat sesuai, tulisan mudah dibaca dan bagus.
4. Pencatatan jumlah paket, kurir yang digunakan, jumlah ongkir, nama pengirim, dan nama tujuan.
5. Menghitung jumlah resi sesuai point 4.
6. Mengecek alamat tujuan dan harga ongkir sesuai point 4. Karena terkadang ada perbedaan nilai ongkir di web kurir dengan realitanya. Jika ternyata lebih kecil, kita jadi berhutang. Kalo lebih besar, artinya kita nombok.
7. Penyimpanan dan penghitungan stok perlengkapan packing (sealer, solasi, plastik, kertas alamat dll).
8. “Hukuman” jika ada kesalahan pengiriman yang disebabkan oleh bagian packing. Hal ini untuk membuat mereka kerja dengan teliti, namun tetap cekatan karena dikejar waktu.

Untuk penghitungan gajinya jangan “glondongan”, bisa dipecah ke beberapa bagian:
a. Gaji pokok.
b. Bonus berdasar jumlah paket. Jadi dia akan ikut berdoa “ya Allah hari ini paketnya yang banyak ya, jadi bonus saya ikut banyak.” Nah mau kan Mak didoain banyak orderan? 
c. Bonus berdasar performa (tidak melakukan kesalahan selama sebulan, maka dapet bonus, diberikan gabung dengan gaji). Kesalahan bisa berupa:
– Salah tempel alamat.
– Salah jumlah produk.
– Salah jenis produk.
– Salah warna produk.
d. Transport.
e. Makan.
f. Tunjangan lainnya.

Berapa besarannya?

Untuk karyawan baru, saya memang belum UMR. Boleh kok, kan kita masih UMKM. Masih boleh menggaji berdasarkan kemampuan bisnisnya.

Kalo saya patokannya:
– Cukup untuk transport. Makanya cari yang deket aja  1 kali naik angkot.
– Bisa untuk makan sebulan. Pilih yang jomblo, jadi biaya hidupnya masih kecil.
– Masih ada sisa untuk nabung.

Misalnya Rp.1.500.000.

Ini dibagi menjadi point A – F yang diatas itu ya Mak.
a. Gaji Pokok Rp.500.000
b. Bonus paket Rp.100 x 100 paket sehari x 22 hari kerja = Rp.220.000
c. Bonus performa. Jika selama sebulan tidak melakukan kesalahan sekalipun, dapet bonus Rp.120.000
d. Transport Rp.15.000 x 22 hari kerja = Rp.330.000. Jika tidak masuk, dengan alasan apapun, tidak dapat uang transport sesuai hari yang tidak masuknya.
e. Makan Rp.15.000 x 22 hari kerja = Rp.330.000. Ini juga sama, jika tidak masuk, dengan alasan apapun, tidak dapat uang transport sesuai hari yang tidak masuknya.
f. Tunjangan lainnya (THR, Tunjangan Pernikahan, Tunjangan Melahirkan, Tunjangan Kesehatan). Ini tidak saya berikan pada gaji bulanan.

Saya hitung point A sampai E ya, totalnya menjadi Rp.1.500.000. Belum termasuk tunjangan lainnya di point F.

Sederhana ya cara hitungnya. Kalo pusing, boleh lambaikan tangan  Kalo pusing ambil wudhu trus ngaji aja Mak, adeeem… Apalagi pake mukena cantik dari Mak Fiah Chusnin owner AnnidaQu Mukena makin adem jiwa raga  Rekal dari Mak Nury Bunda Fahiem juga menjadi sabahatku saat ngaji.

BTW.. Boleh intip berantakannya gudang RAZHA bagian packing  https://www.youtube.com/watch?v=p9V7Fov51u4&t=27s

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Mudah Menghitung Biaya Penyusutan Alat

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan PrivateLaptop, HP, Printer, Modem, Kipas Angin, Timbangan, Sealer, Kalkulator dll. Kalo peralatan ini rusak, Mak ambil uangnya dari mana?

Minta sama suami 

Plis deh Mak, tobat  Kasian suami jadi investor tetap dan selamanya tanpa akhir wakakakaaa…

Semua peralatan kerja, jika rusak, ya ambilnya dari uang bisnis. Ini masuk biaya pengeluaran. Lebih enaknya kita sisihkan dari dana penyusutan alat. Semua barang yang kita pakai pasti ada umurnya. Panjang atau pendek usianya, tergantung tangan yang pake tuh barang ahahahaaa… Kalo orangnya apik, ya bisa panjang umur.

Tapi kalo orangnya sembrono, bisa cepet tewas tuh barangnya.
1. HP CS kesiram pembersih wajah oleh karyawan 
2. Laptop CS keinjek sama anak karyawan 
3. Mouse jatuh di tangga saat karyawan bawa ke atas 
4. Kabel sealer putus, entah diapain sama karyawan 
5. Printer macet, biaya benerin lebih mahal  jadi beli baru lagi.

Misalnya HP harga 1,6juta (baru beli kemarin untuk admin baru jadi masih inget harganya ). Berapa kira-kira usia penggunaan HP nya, 3 tahun kali ya.

Rp.1.600.000 dibagi 3 tahun, jadi Rp.533.333/tahun.
Rp. 533.333 dibagi 12 bulan, jadi Rp.44.444/bulan.

Jadi Mak harus nabung Rp.44.444 per bulan untuk 1 HP. Kalo HP lebih dari satu, ya tinggal dikali. Enaknya sih, ini langsung diambil tiap bulan, dan dicatat sebagai penyusutan alat. Lalu nanti uangnya pisahin rekening. Sehingga, jika suatu saat HP nya rusak, uangnya sudah ada.

Agar lebih akurat tabungannya, hitung dengan harga HP 3 tahun kedepan. Dengan perkiraan naik berapa % pertahun. Seiring dengan naiknya dollar juga.

Laptop harga 4 juta, masa pakai 4 tahun, per bulan jadi Rp.83.333

Misalnya ini biaya penyusutan per bulan di bisnis Mak:
– 3 laptop x Rp.83.333
– 2 HP x Rp.44.444
– Printer Rp.20.000
– 3 Mouse Rp.5.000
– Modem Rp.5.000
– Kipas Angin Rp.5.000
– Sealer Rp.5.000

Totalnya Rp.388.887 lumayan nih kalo ditabung tiap bulan, setahun 4 juta lebih. Belum lagi penyusutan peralatan seperti rak, meja, kursi dll.

Makanya kalo jualan jangan banting-banting harga  kerja rodi loh nanti jadinya 

Kalo aku.. jualan itu harus cukup juga untuk memenuhi biaya ke salon, piknik, ngebakso, pijet, beli perawatan kecantikan, olahraga dll. Duh kalo kita jualan murah meriah terus, margin tipis banget, kita gak bisa merawat badan, setres… apa donk nikmatnya bisnis?

Mak Siti Nurhasanah Shineskin terimakasih ya sudah ngenalin Shineskin ke aku, merawat wajah itu wajib, ibadah dan bikin suami bahagia karena pemandangan dirumah indah  Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJNangis bombay deh kalo udah salah ngitung harga jual  Saya sudah pernah ngalamin, nyesek Mak! Bukannya untung, malah buntung hiiiksss….!

Menurut saya, ada 2 cara untuk menghitung harga jual.
1. Dari harga jual menuju ke harga produksi.
2. Dari harga produksi menuju ke harga jual.

Untuk point 1, yang harus Mak lakukan adalah riset TARGET MARKET dan riset PASAR terlebih dahulu. Berapa sih harga jual di pasaran? Kompetitor jualnya berapa? Bukan berarti kita harus menentukan harga jual dibawah harga kompetitor. Kita bisa saja jual lebih mahal, namun dengan diiringi penambahan VALUE. Sehingga konsumen tetap rela bayar dengan harga lebih mahal, namun mendapatkan manfaat, kebahagiaan dan kepuasan lebih banyak.

Misalnya harga jual di pasaran Rp.100.000.
Ini saya coba bedah dengan potongan diskon di RAZHA.

Reseller disc.20%.
100.000 – 20.000 = 80.000

Agen disc. 30%.
100.000 – 30.000 = 70.000

Ditributor disc.40%.
100.000 – 40% = 60.0000

Maka misalnya distributor membeli ke RAZHA, omset masuknya adalah 60.000. Ini adalah harga terrendah yang masuk ke kas RAZHA.

Dari 60.000 ini harus bisa menutupi:
1. Harga Pokok Produksi
2. Biaya operasional
3. Biaya pengembangan bisnis
4. Biaya penyusutan alat
5. Pajak + Zakat
6. …..
7. ……
8. …..
9. KEUNTUNGAN

Nah 9 point di atas itu harus Mak buat serinciiiiiii mungkin. Jangan sampe ada biaya yang lupa Mak masukin. Padahal kita tetap membayarkannya.

Point 2 – 9 dihitung. Maka point 1 Mak juga nantinya bisa tahu berapa harga pokok produksi yang bisa dialokasikan. Sehingga besaran nilai point 1 sangat mempengaruhi jenis bahan yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan, harga jasa pembuatan, model dan harga kemasan produk dll.

Jika… misalnya… harga pokok produksi ada di angka 20.000. Maka Mak harus fokus mencari bahan baku yang kurang dari 20.000. Karena kan harus ada biaya jasa pembuatan, kemasan, foto produk, resiko reject dll.

Nah pusing kan jadi produsen? wakakakaaa…
Mau dapet untung banyak ya harus siap pusingnya banyak hihihiiii…

Walaupun lagi mumeeet.. dan pusiiiiing, dirumah tetep harus cantik demi suami ya Mak. Dapet pahala kan  Makasi ya Mak Erika Okta Viana aku makin cantik dan suami makin bahagia hihihiii… Lip Mate Cream Bearl favoritku niiih… recommended! @bearlbdgofficial

Orang lain mah ngaca pake cermin, Emak Olshop ngaca pake laptop ahahahaaa… Abaikan piring dan segala perabotan dapurnya, beginilah ruang kerja Emak Jaman Now 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

KASIAN BANGET! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi OmsetSaya pun sama dengan Mak. Saya menjalani bisnis dari NOL. Saya bukan anak orang kaya yang bisa mulai bisnis dengan modal besar. Lagi pula, modal awal besar bukan jaminan bisnis bisa berjalan lancar dan mencapai kesuksesan. Ada teman saya buka salon di Jakarta, modal 1 Milyar. Gak nyampe setahun Mak, TUTUP!

Sudah pada tahukan RAZHA ini bisnis saya yang ke 7. Alhamdulillah 6 lainnya sudah gulung tikar semua  Kenapa ya gonta-ganti bisnis tapi gak sukses-sukses?

HOKI kamu di fashion.
Peruntungan kamu di Kuliner.
Kamu cocoknya di air 

Jangan percaya itu ya Mak, itu mah mitos. Setelah saya evaluasi diri, kenapa 6 bisnis lainnya gak panjang umur, ada dua kesalahan besarnya: GAK PUNYA ILMU & MUDAH MENYERAH!

Yes, jadi bukan soal MODAL.

+ Susah Mak Muri!
– Ya iyalah susah, kalo gampang, semua orang udah kaya Mak. 

Okey jadi paham ya Mak, kita harus:
1. Upgrade ilmu tanpa henti.
2. Berjuang dan bertahan sekuat tenaga.

Saya sadar betul, sebagian dari kita pengen banget bisnisnya cepet besar. Gatel pengen buru-buru cari investor. Saya bikin tulisan ini karena baru aja kemarin ada yang nangis bombay di rumah saya. Dia menerapkan sistem bagi hasil 50% untuk investor dari margin (selisih harga dari harga produk dengan penjualan)

Okey, kamu (pelaku bisnis) dapet 50% ya. Coba jawab ini:
– Yang bayar sewa tempat siapa?
+ Saya
– Yang bayar listrik siapa?
+ Saya
– Yang bayar iklan siapa?
+ Saya
– Yang bayar karyawan siapa?
+ Saya
– Yang bayar peralatan kerja siapa? Kalo si Laptop dan HP rusak, siapa yang beli?
+ Saya

Okey hitung. Dari 50% itu berapa sisanya setelah dipotong biaya-biaya? Kamu dapet berapa jadinya? 5% Mak 

Investor dapet 50%, dia yang menjalankan dapet 5%. Menurut Mak ini adil gak? Kalo saya sih gak mau jalanin seperti ini. Kerja rodi!

Sebelum kita napsu pengen cari investor, pelajari dulu beberapa hal ini:
1. Cara menghitung nilai perusaahaan Mak saat ini. Ketika investor kasih uang 50 juta misalnya, bukan berarti dia pemilik saham 100%. Bagi Mak yang bisnisnya sudah berjalan, tentunya juga punya aset. Diantaranya:
– Perlengkapan dan peralatan kerja.
– Brand yang sudah dibesarkan.
– Stok barang.
– Tempat kerja.
– Aset tak berwujud (HKI, BPOM, HALAL dll)
– Mitra (Distributor, Agen, Reseller) aktif.
– Data pelanggan.
– dll
Bisa jadi, nilai itu semua melebihi jumlah uang yang disetor investor. Misalnya dia 50juta, mungkin saja semua nilai Mak itu mencapai 200 juta. Sehingga nilai uang sang investor hanya 20% dari total saham.

2. Pelajari tentang Laporan keuangan. Mulai dari proses pencatatan, pembuatan laporan hingga membaca hasil laporan. Sampe urusan Laba/Rugi dan Neraca, ini Mak kudu paham.

3. Pelajari dan pilih sistem kerjasama investor secara syariah. Bagaimanapun lebih enak dan adem yang syariah menurut saya Mak. Harus ada hitam diatas putih ya Mak. Biar gak ada ribut di akhirnya nanti. Duit sensitif ya. Apalagi kalo investornya teman atau sodara. Aduh jangan sampe ya jadi putus silaturahim. Jadi Mak juga harus bikin surat perjanjian kerjasama dengan investornya.

Yang sudah dapet email eBook tentang SISTEM KERJASAMA DENGAN INVESTOR + BONUS SURAT PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN INVESTOR tinggal langsung praktek ya Mak. Jika masih ada yang belum jelas bisa japri saya. Atau ada yang emailnya belum masuk? Tolong konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185.

Karena ini bukan eBook gratisan, jadi jangan ada yang japri minta gratisan ya  Mental gratisannya harus dihapus, ke toilet aja bayar hihihiiii… Plis deh Mak Muri 

Udah ah kepanjangan nih tulisannya, mau nemenin Naziya belajar bercocok tanam. Panen strawberry satu biji aja seneng banget dia hihiii… Salam sayang untuk Mak Ratna Dewi Produsen Legging Anak Premium. Mak ini celana cuci kering pake  Jadi favoritnya Ziya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading