4 Hal Penyebab Tujuan Tidak Tercapai

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Laporan Keuangan Creativepreneur2017 tinggal 1 bulan lagi ya Mak. Apakah resolusi, target ataupun impian Mak di awal tahun 2017 sudah tercapai semua? Okey belum semua bisa tercapai, berapa persen kira-kira Mak? Mendekati 90%? Lebih dari 50%? Gak nyampe 50%? Atau cuma 10%? ^_^
 
Cuma Mak dan Allah yang tahu heheheee…
 
Baiklah… 2017 kita jadikan pelajaran. Jumlah pencapaian di 2018 harus jauuuuh lebih baik dari pencapaian 2017. Sekarang saatnya kita mulai evaluasi. Apa sajakah penyebab tidak tercapainya tujuan/goal/impian?
 
Kembali saya kutip dari buku Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy, halaman 169:
 
1. Orang-orang tidak tahu tujuan yang ingin dicapai.
Ketika organisasi atau perusahaan berada pada situasi tidak adanya kepemimpinan yang handal, hal ini mengakibatkan setiap orang yang terlibat dalam organisasi tidak mengetahui arah dan tujuan yang hendak dicapai. Masing-masing orang yang terlibat melakukan aktivitas, menjalankan proses berdasarkan atas apa yang dipahami.
 
2. Orang-orang tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
Apabila tujuan tidak diselaraskan, akan memunculkan salah pengertian atas tindakan yang hendak dilakukan. Setiap orang merasa benar atas apa yang dikerjakan.
 
3. Orang-orang tidak memiliki tolok ukur.
Tujuan atau goal sebuah perusahaan mejadi tolok ukur pencapaian keberhasilan perusahaan. Ketika tujuan tersebut tidak diketahui oleh para karyawan dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, maka tolok ukur keberhasilan perusahaan tidak bisa diciptakan.
 
4. Orang-orang tidak bertanggung jawab atas perkembangan dari pencapaian tujuan.
Ujung dari ketiga penyebab tidak tercapainya tujuan seperti di atas adalah orang-orang yang terlibat dalam perusahaan merasa tidak memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan dalam pencapaian tujuan perusahaan. Tidak jelas ini tanggung jawab siapa, tugas siapa. Pada akhirnya saling menyalahkan dan saling menuduh menjadi tindakan yang realistis.
 
Untuk itu diperlukan sebuah metode yang memudahkan setiap orang melihat kemajuan pencapaian tujuan mereka setiap hari. Salah satunya melalui papan score yang akan menjadi media yang akan memotivasi setiap orang untuk berusaha melakukan pencapaian dan menjadi yang terbaik.
 
Untuk menagih hasil progress yang dicapai tim melakukan pertemuan mingguan untuk mempertanggung jawabkan aoa yang telah dilakukan dan dicapai tersebut.
 
Aseeek nambah PR lagi Mak :p Kita bikin score board yuk.. Sebelum itu, kita perjelas dulu nih jobdes dan tanggung jawab pekerjaan A milik siapa, pekerjaan B untuk siapa. Maka dia yang akan bertanggung jawab terhadap hasil yang dia capai.
 
Kalo yang bertanggung jawab terhadap keremajaan kulit kita, tetap kenceng, mulus, glowing.. ya tentunya kita sendiri ya Mak. Demi membahagiakan suami tersayang 😉 Dan tentunya merawat tubuh yang diberikan Allah ini merupakan ibadah juga. Produk dari Berl Intense Lightening Series dan Body Serum WOW Lightening ini recommended untuk Mak tersayang. Terima kasih ya Mak Muliyani Olvah 😉 Kamu mencerahkan hariku…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Cara Menyampaikan Ketidaksetujuan yang Tidak Menimbulkan Konflik

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Motivator SBO Komunitas Pemberdayaan Perempuan RAMSBO Laporan KeuanganPernah selisih pendapat dengan suami soal kerjaan? Kita gak setuju dengan pendapatnya eh ujung-ujungnya malah ribut 😀
 
Mak menjalankan bisnis dengan partner/teman/sodara? Saling ngotot dengan pendapat masing-masing yang akhirnya jadi konflik?
 
Sedih ya Mak kalo itu terjadi… Pagi ini saya buka lagi bukunya Freddy Liong yang berjudul Morning Briefing @Work halaman 220. Sebenarnya ini tentang menyampaikan ketidaksetujuan bawahan dengan atasan. Tapi saya poles dikit supaya bisa kita terapkan di bisnis online kita.
 
Hindari 5 hal dibawah ini saat menyampaikan perbedaan pendapat:
1. Perkataan frontal yang berkesan menyerang, seperti “Saya tidak setuju.” atau “Itu tidak benar”, “Anda salah!”
2. Menyatakan ketidaksetujuan pada saat situasi sedang menghadapi banyak malasah berat.
3. Menunjukkan ekspresi wajah yang menentang, melawan, bermusuhan dan kurang sedap dipandang bila tidak setuju.
4. Menyatakan ketidaksetujuan dengan berargumentasi atau mengajak berdebat.
5. Menghasut dan memprovokasi orang lain untuk menyatakan ketidaksetujuan.
 
Nah berikut ini cara menyampaikan ketidaksetujuan yang baik:
1. Mulai dengan menggunakan kalimat tanya, bukan kalimat pernyataan. Bisa mulai dengan menanyakan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dan apa gambaran besar dari pendapat atau ide yang disampaikan.
2. Mengulangi pendapat atau ide yang telah disampaikan untuk memastikan apa yang dijelaskan olehnya sudah dimengerti dengan benar. Tahap ini untuk menghindari kesalahpahaman penafsiran terhadap pendapat atau ide yang telah disampaikan.
3. Kalaupun ternyata memang terjadi perdebatan pendapat atau ketidaksetujuan, tampung dulu pendapat atau ide mereka, kemudian cari atau minta waktu yang tepat untuk menjelaskan sudut pandang atau pendapat yang berbeda. Perlu diingat, tujuan menjelaskan pendapat atau ide yang berbeda bukan untuk menyalahkan atau meremehkan pendapat atau ide mereka, tapi untuk menunjukkan bahwa pemikiran atau pendapat lain yang disampaikan ini lebih efektif untuk mencapai sasaran yang dimaksud. Pastikan ide atau pendapat lain yang disampaikan terbukti mendukung untuk mencapai sasaran atau memenuhi kebutuhan dan kepentingan yang mereka maksud.
 
Cara menyampaikan ketidaksetujuan yang tidak menimbulkan konflik dan perdebatan adalah cara-cara yang didasari sikap hati yang menghargai orang lain. Pandangan yang positif terhadap orang lain. Keinginan hati untuk mencari win-win solution, saling menjaga kepentingan dan kebaikan bersama.
 
Bismillah.. semoga pada akhirnya bisa mencapai hasil yang diinginkan ya Mak, bukan hanya sedekar debat kusir. Ketika sudah mencapai kesepakatan yang baik, kita akur dengan partner/teman/sodara/suami tinggal kita eksekusi deh ide tersebut. Bisnis makin bertumbuh dan bisa menebar banyak manfaat aamiin…
 
Makan-makan deh heheheee… Kita traktir makan Siomay Raya Bintaro hasil tangannya Mak Ilyuna Saptarini 😉 Praktis, tinggal keluarin dari freezer, angetin, nyaaamm…nyaaammm…
 
Saya doain Mak yang berpartner bisa langgeng kerjasamanya aamiin…
 
Oh iya, buat Mak yang belum tau ada diskon 60% Buku Creativepreneur boleh colek Admin SBO di WA 087824468185, bentar lagi promonya tutup. Jadi mending hari ini aja chatnya Mak, mumpung inget.
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Mengembangkan Pasar Dengan Blue Ocean Strategy

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Buku CreativepreneurSaya memang belum ikut GBC (Grounded Business Coaching) Coach Dr. Fahmi. Karena saya takut (jujur nih) hahahaaa.. Takut makin banyak PR nya :p Tuntasin dulu PR dari hasil ikut pelatihan yang lalu, sebelum ikut pelatihan baru yang akhirnya semakin menumpuk PRnya 😀
 
Tetapi saya sangat menikmati bukunya Coach Fahmi. Sukses Membangun Bisnis dengan Grounded Strategy. Saya mau sharing ke Mak di halaman 209. Simak ya..
 
Konsep dasar blue ocean adalah VALUE INNOVATION, bagaimana kita mengalihkan diri dari persaingan di red ocean yang sangat kompetitif dan berdarah-darah menuju pada blue ocean yang membuat kompetisi jadi tidak relevan lagi. Value Innovation tidak selalu berupa inovasi teknologi, tetapi berupa inovasi untuk peningkatan keuntungan pelanggan yang disesuaikan dengan harga jual dan biaya.
 
Setiap strategi selalu mempunyai resiko yang harus dipertimbangkan dengan seksama. Formulasi dan eksekusi BOS (Blue Ocean Strategy) haruslah dilakukan dengan tepat dan cermat.
 
Red Ocean Strategy:
1. Bersaing pada market space yang sama.
2. Mengalahkan kompetitor yang sudah ada.
3. Eksploitasi demand yang sudah ada.
4. Mengikuti value cost trade off.
5. Aliansi sistem dan aktifitas pada differensiasi atau low cost.
 
Blue Ocean Strategy:
1. Menciptakan market space yang baru.
2. Kompetitor sudah tidak relevan lagi.
3. Menciptakan dan menangkap demand baru.
4. Memecahkan value cost trade off.
5. Aliansi sistem dan aktifitas mengejar differensiasi baru dan low cost.
 
Secara sistematis, BOS mengajak kita berpikir lebih jauh bagaimana value diciptakan dan ditawarkan kepada konsumen. Value bagi buyer menjadi alasan mengapa mereka membeli. Inovasi pada nilai akan menjaga bisnis selalu dalam keunggulan berkelanjutan.
 
Pada BOS terdapat 2 cara dalam menciptakan value innovation, yaitu melalui penghematan biaya dengan menghilangkan dan mengurangi biaya, dan mengangkat buyer value dengan meningkatkan dan menciptakan elemen baru yang tidak pernah ditawarkan oleh pesaing di industri.
 
Sudah mulai kebayang Mak? Kira-kira VALUE INNOVATION apa yang akan Mak ciptakan dalam bisnis Mak? Yang datang ke area SBO di FSN kemarin pada sesi Bu Ines Handayani pasti sudah tahu ya ada 11 point untuk menciptakan value.
 
Nah sekarang waktunya kita eksekusi Mak! Siap? Atau masih pusing? hahahaaa… Kalem Mak.. Cari dulu mood booster yang bisa ningkatin good mood kita dalam waktu sekejap. Biasanya apa yang Mak lakukan? Jalan-jalan keliling rumah sebentar, nyapa tetangga, atau malau beresin rumah, makan coklat atau ngebakso. Kalo saya ngeduren Mak hihihiii.. Kami sekeluarga suka banget duren. Dan buat saya, makan DURENO itu paling cepet naikin good mood. Praktis, tinggal buka kulkas, langsung nyam-nyam. Gak usah pake ribet cari duren dan buka kulitnya.
 
Nah ini inovasi kan ya. Jadi sekarang setiap kulkas Mak wajib ada isinya DURENO by Mas Eko Adi Prasetyo. Ketika lagi bad mood, tinggal buka kulkas, langsung sumringah lagi 😉 aseeeek….
 
Saya doain Allah mudahkan Mak dalam menemukan Value Innovation-nya aamiin…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Bisnis Merugi Karena Hal Sepele.. Ngeriiii…!

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Endorse
 
Semakin ku perdalam bukunya Freddy Liong, semakin mengiris-iris hatiku hiiikss… Ternyata masih buaaanyak banget yang harus kami benahi.
 
Saya gak mau pusing sendirian 😀 Saya mau ajak Mak untuk ikutan benahi tim kerjanya. Biar kita bisa sukses bareng-bareng ya Mak 😉
 
Saya buka halaman 56. Dan ini yang saya dapatkan..
 
20 kesalahan yang umum terjadi di tempat kerja. Sering kali terjadi berulang-ulang dan TIDAK DIPERBAIKI.
1. Tidak ada perencanaan kerja yang jelas dan terperinci.
2. Tidak berani bertanya ketika tidak memahami suatu penugasan.
3. Tidak mencatat informasi yang diberikan oleh atasan.
4. Kerja sama antar bagian tidak terkoordinasi.
5. Standar kerja tidak jelas dan tidak terukur.
6. Menyepelekan prosedur kerja yang telah ditetapkan.
7. Sistem pengawasan tidak ketat.
8. Malas berpikir dalam memecahkan masalah.
9. Tidak ada kesepakatan kerja antar bagian secara efektif.
10. Tidak berkonsentrasi/kurang perhatian saat diberi instruksi kerja oleh atasan.
11. Tidak menyusun prioritas harian sehingga tugas-tugas utama dan penting malah terabaikan.
12. Tidak mengelola berbagai gangguan yang muncul. Seperti teman yang ajak mengobrol, browsing website yang tidak berkaitan dengan pekerjaan, merokok yang berkepanjangan dll.
13. Kebiasaan menunda pekerjaan dan super sibuk ketika menjelang deadline.
14. Lupa meletakkan dokumen penting, sehingga butuh waktu lama untuk mencarinya.
15. Menghilangkan file di komputer.
16. Salam kirim e-mail.
17. Sistem prosedur kerja tidak jelas.
18. Tidak ada atau belum menguasai pekerjaan dengan baik.
19. Proses pemesanan dan pembelian barang terlambat.
20. Pengelolaan persediaan barang kurang efektif.
 
Haduuuh ampuuun… Cenut-cenut deh nih kepala saya hahahaa.. Dari 20 point diatas, yang mana yang menjadi PR Mak saat ini?
 
Ternyata kita terlalu sibuk belajar cara jualan aja. Cara mengelola tim dan sistem sangat terabaikan. Yuk ah waktunya kita tobat berjamaah. Cari posisi yang nyaman, ambil kertas dan pulpen. Sambil ditemani secangkir Kopi Abang Alfa dari Gorontalo by Bang Alwin S. Yunus.
 
– Kita catat semua PR.
– Pilih prioritas.
– Buat target pencapaian.
– Pastikan ada batas waktu yang harus dicapai.
– Mari kita eksekusi!
 
Semoga Allah mudahkan segala urusan Mak. aamiin.
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
 
Continue Reading

Menghindari Kesalahan yang Sama

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Guru

Saya lagi asik mempelajari bukunya Freddy Liong yang secara tidak sengaja saya lihat di salah satu toko buku online. Hmmm.. tetapi kalo saya tidak percaya dengan “ketidaksengajaan”. Karena sesungguhnya Allah sudah atur semuanya.

Mungkin ini petunjuk Allah untuk saya membenahi leadership dalam mengurus RAZHA dan SBO. Buku yang saya baca berjudul “Morning Briefing @Work” -Mencegah Kesalahan yang Sering Terjadi di Tempat Kerja-.

Saya mau share ke Mak halaman 54 dari buku ini yang sub judulnya adalah Menghindari Kesalahan yang Sama.

“Jangan memperbaiki permasalahan hanya dari permukaan, selalu temukan akar masalahnya.”

Pernah ngalamin salah kirim barang pesanan Mak?

Bukan soal kita bertanggung jawab atau tidak. Bukan soal ganti rugi ke konsumen. Tetapi kita harus menelusuri dimana letak kesalahan pada proses kerjanya?

Dulu saya pernah mendapati akar permasalahannya antara lain:
– Tulisan CS kurang rapi, sehingga bagian gudang salah membaca. Plis deh masalah sepele ini ternyata bisa jadi musibah ya Mak hihihiii..
– Susunan tumpukan kertas antara invoice dan catatan tambahan.
– Penandaan yang tidak seragam.

Alhamdulillah dari kesalahan yang dialami, bertahap kami terus memperbaiki sistem dan SOP nya. Hal printilan kaya gini penting gak penting tetap harus dikerjain ya Mak. Demi bertahan dalam proses pertumbuhan bisnis.

Nah saya mau kasih bocoran Mak tentang 4 langkah praktis untuk memastikan kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Ini masih dari bukunya Freddy Liong.

1. Tanamkan pola pikir pada anak buah Anda bahwa kesalahan yang sama adalah penghambat pencapaian target. Dengan menyadari hal ini, anak buah cenderung menghindari kesalahan sama yang terjadi berulang-ulang.

2. Lakukan tahapan “pemecahan masalah” untuk menemukan akar masalah. Jangan memperbaiki suatu permasalahan hanya dari permukaan. Selalu temukan akar masalah dan lakukan perbaikan berdasarkan akar masalah tersebut.

3. Lakukan tindakan koreksi berdasarkan akar masalah yang ditemukan. Selalu pastikan kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Ada beberapa cara untuk melakukan tindakan koreksi, yaitu:
– Rencanakan ulang, baik proses kerjanya maupun standar kerjanya.
– Koordinasi ulang orang-orang yang terlibat.
– Latih ulang orang-orang yang terkait.
– Semangati ulang orang-orang yang melaksanakan tugas tersebut.
– Evaluasi ulang secara ketat pelaksanaan rencana kerja baru.

4. Selalu lakukan tindakan pencegahan (preventif)
– Analisa apakah sistem dan prosedur kerja sudah lengkap dan jelas untuk setiap orang.
– Analisa apakah standar kerja sudah jelas dan semua orang sudah memahaminya.
– Disiplin menjalankan sistem prosedur yang telah ditetapkan. Sering kali kesalahan terjadi karena tidak patuh pada sistem yang ada atau bahkan belum memiliki sistem yang jelas.
– Tingkatkan koordinasi dengan berbagai orang dan bagian dengan tujuan mencapai kesamaan persepsi dalam tujuan serta proses kerja.
– Praktikkan proses perbaikan terus menerus.
– Praktikkan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin)
– Lakukan berbagai pelatihan untuk mengasah keterampilan.
– Lakukan berbagai sesi motivasi secara internal untuk memastikan semua orang tetap bersemangat dalam bekerja.

Huuufff.. PR kita banyak ya Mak untuk mengelola tim  Terus semangat untuk naik kelas dan semoga Allah memantaskan kita menjadi pempimpin yang baik dengan tim yang baik sesuai dengan impian kita. aamiin…

Kalo Mak punya mimpi main ke Gorontalo, wajib bawa oleh-oleh ini. Makanan tradisional yang enak banget untuk sesi ngemil. Cari aja di toko oleh-oleh Gorontalo, hampir di semua toko ada. Merknya “Mr. Kaleb Terbang” maknyuuusss… Atau bisa telpon langsung ke produsennya 0853-4101-0100.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Perencanaan Bisnis Gagal Karena Hal Ini -Part 2-

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Wanita

Judulnya beda dengan part 1 hihihiii.. Suka-suka saya aja lah ya  Kan yang penting ilmunya tersampaikan. (Penulis macam apa ini wakakakaaa…)

Saya mau curhat nih sebenernya… Boleh donk gantian saya yang curhat  Saya sedang banyak evaluasi diri. Khususnya soal kepemimpinan. Entah kenapa “greget”nya mulai berkurang ketika saya memikirkan RAZHA. Biasanya hati saya berbunga-bunga dikala sedang mendiskusikan RAZHA.

Setelah kemarin coaching ke Pak Fauzi, ketemulah akar permasalahannya. Yes.. akhir-akhir ini saya kurang mendampingi proses eksekusi harian RAZHA. Saya membuat perencanaan kerja, lalu saya sampaikan ke Tim RAZHA. Tetapi hanya sebatas itu, sudah lama saya tidak melakukan kontrol harian.

Kalo ditanya kenapa, pasti jawabannya seribu alasan. Rempong urusan anak, sibuk nulis buku ke 4, super repot karena pindahan rumah dll.

Ketika kita memilih bisnis, secara sadar kita tahu konsekuensinya adalah MAKIN CAPEK + REPOT. Jadi… rempong ini itu gak boleh jadi alesan kita gak ngurusin bisnis.

Okey sekarang kembali ke permasalahan “Bagaimana agar perencanaan dapat berjalan sesuai keinginan?”.

1. Lakukan briefing harian. Mak boleh pilih Pagi atau Sore. Misalnya Mak pilih pagi. Kita evaluasi pekerjaan kemarin, ada kendala apa dan pencapaian apa yang didapat kemarin. Kemudian kita juga bahas tugas-tugas dan prioritas kerja hari ini.

2. Uraikan dan jelaskan tugas hari ini secara terperinci, spesifik dan lengkap tentang apa saja instruksi kerjanya. Ingat pembahasan di Part 1 kemarin. Setelah Mak jabarkan tugasnya, minta mereka kembali menjelaskan apa yang mereka tangkap dari penjelasan Mak. Ini untuk memastikan bahwa dia mengerti apa yang Mak perintahkan.

3. Uraikan ukuran keberhasilan/standar kerja. Kata Mak Lya Herlyanti “Sesuatu yang tidak bisa diukur itu tidak bisa diatur”. Oleh karena itu semua pekerjaan harus bisa dinilai dan diukur secara objektif. Supaya bisa dievaluasi bersama-sama tingkat keberhasilannya.

Contoh:
– Penambahan follower Instagram 200 follower per hari.
– Posting di Instagram 20 foto perhari. 5 foto produk, 5 testimoni, 5 quotes, 5 promo/branding.
– Setiap postingan harus menggunakan 20 hastag yang sudah ditentukan. Setiap hastag harus muncul di top post.

Jika tidak mencapai target yang diinginkan, maka kita evaluasi apa penyebabnya. Apabila kita hanya sekedar mengelola sosial media tanpa tolak ukur keberhasilan, ya santai banget nanti kerjanya. Tidak bergairah gitu.. Gak ada goal yang kudu dicapai.

Sama seperti kita mendampingi anak-anak. Anak terkadang males belajar karena belum tahu apa tujuan belajar. Kenapa harus belajar? Kenapa harus pinter? Kenapa harus bisa?
Maka wajib kita mengarahkan anak-anak untuk memiliki cita-cita setinggi langit. Sehingga mereka akan sumringah dalam proses belajarnya. Lelah hari ini adalah bayaran untuk mencapai impian di hari esok. Hari esok pasti cerah karena ada Allah yang sayang dengan kita. Secerah Naziya karena dapet Boneka Aisya dari Tante Yeti Sumiati owner Ciloets Handmade Bandung 

Semoga Allah selalu mudahkan segala urusan Mak.. aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Membuat Tim Mengerti Apa yang Ditugaskan -Part 1-

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Pelatihan“Sebel deh… Udah dijelasin berkali-kali belom ngerti juga. Salah lagi…salah lagi.. Lemot banget sih ni orang.”
 
Kalem Mak… sabar.. Ngemil coklat dulu biar dapet good moodnya heheeee.. Pernah Mak ngalamin hal seperti itu? Ngajarin karyawan/tim udah bolak-balik dijelasin masih aja salah atau gak dikerjain. Dikerjain hanya saat pertama disuruh aja. Selanjutnya gak dikerjain lagi.
 
Prinsip kami.. ketika muridnya salah, maka yang salah adalah gurunya. Nah kok gitu?
 
Yang namanya murid itu kan “lugu” ya Mak 😀 Tugas gurulah yang membimbing dia sampe berhasil. Ada murid yang emang cekatan, cepet nangkep kalo dijelasin, tekun nyobain lagi.. lagi.. lagi.. sampe berhasil.
 
Nah yang jadi masalah kalo pas dapet murid yang lemot, lelet, kudu di tungguin baru dikerjain, besoknya udah lupa lagi. Apakah bisa sang guru menerapkan metode yang sama ke dua orang yang berbeda tersebut? Ya gak bisa Mak.
 
Bukan murid yang menyesuaikan guru. Tetapi gurulah yang seharusnya menyesuaikan dengan kemampuan murid.
 
Dalam menjalankan bisnis, kita sebagai pemimpin terkadang menyamaratakan kemampuan karyawan. Si A kalo dibilangin sekali langsung mantep kinerjanya. Beda dengan si B yang kudu berulang dijelasinnya. Maunya sih kita dapet karyawan yang tipe A semua ya Mak. Ini namanya kebanyakan ngelamun wakakakaaa… Ya elah Mak, kita kan bisnis rumahan. Ada yang mau kerja di tempat kita aja udah syukur hihihiii..
 
Justru Allah menghadirkan berragam tipe orang untuk melatih jiwa kepemimpinan kita Mak. Jangankan karyawan, anak kandung aja walaupun orang tuanya sama, pasti karakternya juga beda-bedakan.
 
“Orang yang bekerja cerdas adalah orang yang mampu mendefinisikan dan memahami standar kerja secara jelas.” Freddy Liong
 
Okey tugas kita sebagai pemimpin di bisnis adalah memastikan bahwa semua Tim mengerjakan apa yang kita perintahkan dengan hasil yang kita inginkan. Maka hal pertama yang wajib kita lakukan pertama adalah SIAPKAN ARAHAN.
 
1. Apa yang harus dilakukan?
2. Apa ukuran keberhasilan tugas tersebut?
3. Bagaimana melakukannya?
 
Pastikan sebelum memulai tugas, karyawan mempunyai persepsi yang sama tentang ketiga hal tersebut ya Mak. Penerima tugas harus menggunakan persepsi si pemberi tugas. Karyawan tidak boleh mengerjakan tugas berdasarkan asumsinya. Apa yang mereka kerjakan kudu sesuai dengan apa yang diperintahkan.
 
Bagaimana kita tahu kalo mereka paham apa yang kita tugaskan?
 
Setelah kita menjelaskan 3 point di atas, minta mereka menjelaskan ulang. Dengan begini kita bisa mengetahui apakah mereka mengerti dengan keterangan yang sudah kita jabarkan. Jangan-jangan kita ngoceh, dia mah ngelamun mikirin hal lain :p
 
“Okey sudah paham?
Sekarang kamu ceritain apa saja tugasnya.
Target yang dicapai.
Tahapan melakukannya jelaskan.”
 
Yuk praktek Mak. Gak cuma ke karyawan, ketika kita memberikan arahan ke anak bisa kita gunakan metode ini. Saat Naziya latihan sholat, kami menjelaskan kenapa harus sholat. Lalu kami minta Naziya menceritakan kembali penjelasannya. Alhamdulillah Naziya semangat belajar sholatnya, apalagi pake sejadah cantik Nafeesa Kidz karya Mak Nenden Nurjanah yang super best seller.
 
Semoga Allah mampukan Mak jadi pemimpin bisnis seperti Khodijah binti Khuwailid RA. aamiin…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading