80% Kesuksesan Closing Karena Ini

Muri Handayani Penulis Buku EEJJ Bisnis Jualan Online Trainer Wanita Motivator Bandung Jakarta Pelatihan WOrkshop Instagram Marketing Facebook Piyama AnakJangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa penyebab OMSET kita menurun adalah karena faktor luar (daya beli konsumen, politik, ekonomi global, musim dll).

Ambil cermin, trus ngaca  Halloooo kamu.. iya kamu yang di cermin, udah bener kah cara jualannya?

Ceritanya kita udah pinter nih datengin leads (calon konsumen), eh pas giliran chatting sama kita, 99% kabur  Nah loh kenapa? Tanyakan pada rumput yang bergoyang #eeaaa

Mungkin ini penyebabnya Mak. Ada di halaman 195 bukunya Mas Darmawan Aji yang berjudul Hypnoselling. Udah punya kan? Kalo bukunya belum sampe, silahkan konfirmasi ke WA 087824468185 ya, takutnya nyasar ke rumah mantan 

C.L.O.S.E ternyata ada singkatannya Mak, simak penjabaran Mas Aji:

Confidence
Tunjukkan kepercayaan diri. Orang tidak akan membeli dari orang yang ragu-ragu. Sayangnya banyak penjual yang tiba-tiba ragu saat waktunya closing.

Leading Question
Arahkan prospek dengan pertanyaan. Dalam penjualan, pertanyaan jauh lebih berdampak dibanding pernyataan. Keterampilan bertanya membedakan antara seorang penjual yang hebat dengan penjual rata-rata lainnya.

Observant
Penuh pengamatan, lihat respon mereka dengan baik, sesuaikan pendekatannya.

Sincerity
Lakukan dengan penuh ketulusan. Ingat kembali tujuan penjualan Anda. Tujuan penjualan adalah membantu orang lain mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Easy Going
Jangan baperan, santai. Lakukan prosesnya dan lihat hasilnya.

+++++

Wiiidiiiiih… cakep kan tuh Mak kalo kita bisa memiliki 5 sikap C.L.O.S.E seperti diatas. Yang awalnya nilai CR (Closing Rate) kita masih di 10%, bisa bertahap naik jadi 20, 30, 50, 80.. sampe 99% hihiiii… aamiin.. Boleh donk MIMPI, kan yang penting kita mau MEMANTASKAN DIRI. Latihan tanpa henti ya Mak  Jangan pernah merasa udah pinter.

Nah yang jadi PR berikutnya adalah kita gak boleh pinter sendirian soal jualan. Nanti kita selamanya jadi Sales, bukan Owner donk  Maka kita harus mau dan mampu menduplikat skill kita ke tim.

Beberapa hari lalu saya tanya Bu Erita Zurahmi, beliau sudah memiliki 9 CS  Kalo saya baru ada 3 RAZHA + 3 SBO.

Jujur… skill CS saya masih amat sangat perlu ditingkatkan, nilai CR nya masih kecil banget menurut saya. Ini menjadi PR besar bagi kami. Alhamdulillah buku Hypnoselling menjadi bagian dari proses pembelajaran kami.

Secara bertahap saya praktekin dulu, lalu saya ajarkan ke tim. Iya, kitanya dulu yang kudu praktek Mak, biar tau, jurus tersebut ampuh gak 

Selain berguna untuk merebut hati konsumen, ilmu hypnoselling aku terapin juga untuk merebut hati anak hihihiiii… Bisa loh Mak, cobain aja. Kadar ngomelnya si Emak jadi berkurang, kalo kita pandai memilih kata yang tepat untuk mempengaruhi anak mengerjakan apa yang kita arahkan.

Nih.. Naziya dan Zhafran aja nurut aku minta foto yang akur hihihiii… Baru beres mandi, trus pake piyama dari Tante Nina owner Kios Kaos @Piyamaanak_twins. Bahagianya ya liat kakak adik akur alhamdulillah. Mudah-mudahan anak kita selamanya akur, saling menjaga, jadi anak soleh/solehah, bermanfaat untuk ummat dan Allah sempurnakan imannya. KIta kudu semangat ya Mak memantaskan diri jadi orang tuanya. Allah mampukan aamiin..

Salam SUKSES Online Shop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Teknik Hypnotic Closing – Bagian 2

Muri Handayani (1)

(Hypnoselling, halaman 193)

– Trial Close
Ajukan pertanyaan untuk menguji kesiapan membeli dari prospek Anda. Pertanyaan ini secara implisit mengarahkan mereka ke transaksi/pembelian.

Contoh: “Menurut Anda masuk akal? Jadi bagaimana tahap selanjutnya?”

Jika Anda ingin mengetahui apakah prospek siap membeli, gunakan trial close atau alternate close.

“Seandainya Anda jadi pesan, produk ukuran berapa yang Anda perlukan?”
“Seandainya ANda jadi membeli produk ini, kapan sebaiknya produk ini saya kirim?”

– Alternate Close
Tawarkan pilihan yang keduanya berarti membeli. Bukan A atau B, melainkan A1 atau A2.

Contoh: “Jadi, Anda mau ambil dengan cara tunai atau kredit?”

Teknik closing dengan mengajukan sebuah piilhan. Bukan A atau B, melainkan A1 atau A2. Apapun pilihan mereka, mereka memilih A.

“Apakah Anda lebih suka membayar secara tunai atau transfer?”
“Apakah mau dikirim menggunakan paket YES atau Reguler?”

Anda bisa kombinasikan teknik Alternate Close ini dengan Trial Close.

Contoh: “Seandainya Anda jadi membeli, apakah Anda lebih suka membayar secara tunai atau transfer?

Teknik apapun yang Anda pakai, kuncinya adalah SELALU ASUMSIKAN MEREKA AKAN MEMBELI.

+++++++

Duh asik ya Mak, seandainya tiap hari kita bisa atur pikiran kita untuk selalu berprasangka positif dan optimis. Namun ketika Allah berkehendak belum closing, ya santai aja, gak usah pake bad mood. Langsung move on ke calon konsumen lain.

Ditolak satu, ya prospek lagi 10 

Orang yang Mak lihat sekarang sudah berada di puncak kesuksesan, mereka itu sudah mengalami puluhan, ratusan bahkan mungkin ribuan penolakan. Salah satu kunci penting kenapa mereka bisa SUKSES seperti ini adalah mereka mampu segera move on mencari konsumen lain. Tidak berlarut-larut meratapi penolakan.

Sehari cuma 24 jam. Setahun cuma 365 hari.

Kita melihat mereka kok kayanya cepet banget mencapai suksesnya. Sedangkan kita kok kayanya gini-gini aja. Ya itu Mak… mereka gak membuang banyak waktu dalam kesedihan. Ketika cara 1 gagal, mereka bergegas memikirkan dan melakukan cara 2. Bukan hanya mengulang cara 1 saja. Mereka upgrade skill dalam segala hal di bisnis.

Kenapa saya gunakan kata BISNIS, bukan JUALAN?

Karena untuk menjadi besar, tidak bisa hanya jualan. Harus membangun BISNIS.

Apa bedanya Mak? Hayooo jawab  Nanti aku kasih hadiah ah yang jawabannya “menarik” menurutku.

Sambil nunggu jawaban Mak, aku mau menikmati Legitta Olahan Pisang Khas Kota Tangerang dari Mak Tika Noor nyaaamm…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Teknik Hypnotic Closing – Bagian 1

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Brownies TangerangBedah buku lagi yuk Mak. Kali ini dari karyanya Mas Darmawan Aji“Hypnoselling”, salah satu buku pegangan aku dalam menjalankan bisnis online.

Cek halaman 192..

> Direct Close <

Langsung berikan instruksi kepada prospek apa yang mereka perlu lakukan untuk memiliki produk Anda. Asumsikan mereka akan membeli, lewati proses pembeliannya, langsung tanyakan pilihan mereka setelah membeli.

Contoh:
– Berapa banyak produk yang akan Anda order hari ini?
– Kapan sebaiknya produk ini saya kirim?

Lewati transaksi, langsung tanyakan fitur tambahan atau aksesoris terkait produk utama.

Contoh: Mobilnya mau dipasang kaca mobil sekalian bu?

++++++

Cukup 1 teknik dulu ya Mak. Saya mau berikan contoh yang berkenaan dengan Online Shop.

– Mba Tari jadi mau ambil langsung satu lusin? Muat satu kilo ciput RAZHA nya.
– Paketnya ikut pengiriman hari ini mau Mba Tari?
– Gamis yang itu cocok pake khimar yang ini Mba Tari, mau sekalian?
– Bukunya mau dikirim ke alamat rumah atau kantor Mba Tari? Saya bantu cek ongkirnya.
– Tas yang ini bisa senada warnanya dengan dompet yang ini Mba Tari, mau sekalian?

Saya juga banyak belajar membenahi kalimat untuk berdialog dengan anak. Mirip-mirip kaya saya chat ke konsumen hehehee..

– Ziya sarapannya mau buah naga dulu atau langsung sama apel?
+ Jadi kita jangan gunakan kalimat: Mau buah naga atau apel? Dia akan pilih salah satu. atau… Mau buah naga gak? Dia akan jawab “gak”.
– Mas Zhafran bekalnya ditambahin kurma sekalian mau?
– Setelah baca buku ini, mau ke buku yang A atau B?

Apapun hasil yang didapat dari jawaban konsumen atau anak, ya terima aja ya Mak hehehee.. Namun jangan pasrah, poles terus kemampuan tata bahasa kita sehingga orang yang berdialog dengan kita itu nyaman dan mau mengikuti apa perintah kita hihiiii… tapi bukan dengan cara hipnotis atau sihir ya 

Kalo Mak Yohana Camilan Cozzy sih udah berhasil hipnotis aku, rasa browniesnya itu loh bikin aku jatuh hati 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Mengapa Ada Pelanggan yang Lari dari Kita?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Baju Anak– 1% karena meninggal dunia.
– 3 % karena pindah ke luar kota.
– 5% karena dipengaruhi teman.
– 9% karena persaingan harga.
– 14% karena tidak puas dengan produknya.
– 68% karena sikap acuh tak acuh/ketidakpedulian dari penjual/karyawan.

Data ini saya ambil dari buku Hypnoselling halaman 36.

Apa yang perlu Anda lakukan dan persiapkan agar pelanggan selalu ingat dan setia pada Anda?

Penjual yang sukses menyisihkan 20% waktunya untuk melakukan followup pada pelanggan yang sudah membeli dari mereka.
– Memastikan produk yang diterima sesuai dengan harapannya.
– Memberikan layanan ekstra/layanan tak terduga.
– Menanyakan kebutuhan lainnya.
– Menangani keluhan dengan segera.

Semua ini dilakukan dalam rangka membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. Di dalam proses tindak lanjut ini, Anda pun berkesempatan untuk mendapatkan referensi. Sehingga tidak akan pernah kehabisan calon prospek yang kiranya membutuhkan mereka.

Okey Mak, jadi sekarang gak boleh lagi bilang leads sepi. Yuk bongkar lagi database pelanggan yang sudah ada. Eh sudah punya database pelanggan kan?  Ngacung yang belum bikin.

Sederhana saja, bikin di excel. Beberapa data yang harus Mak catat:
– Nama
– Nama akun FB/IG
– Alamat
– HP
– Email
– Produk yang diminati
– Ukuran
– Tanggal pembelian
– dll

Sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing ya. Sama halnya dengan pemilihan busana untuk anak. Sesuaikan juga dengan anak kita. Kalo anak saya, walaupun perempuan, aktifnya sama kaya laki-laki  Jadi dia butuh pakaian yang nyaman untuk bergerak bebas, namun tetap solehah  Jazakallah Mak Reni Jaya owner @labella.ilovemoslem karyamu selama hampir 7 tahun ini menjadi kecintaan anak Indonesia. Sehat selalu sayangku, supaya bisa terus berkarya dan mensejahterakan ummat. aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading

Penting Nih! Untuk Mengetahui Tahap-tahap Keputusan Pembelian oleh Konsumen

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan OmsetSemangat pagi Mak! Saya senang kalo bedah buku di pagi hari. Alhamdulillah urusan dapur udah beres. Waktunya sarapan ilmu buat bunda  Buku Hypnowriting jadi pilihan saya. Di halaman 131 cakep nih isinya.

Engel, Blackwell dan Kollat pada tahun 1968 mengungkapkan ada lima tahap pengambilan keputusan saat seseorang membeli sesuatu.

Tahap Pertama: Pengenalan Masalah/Kebutuhan
Mengenali masalah dan kebutuhan serta mengidentifikasi produk atau tipe produk yang diperlukan. Ini adalah tahap pertama dan terpenting dalam pengambilan keputusan konsumen. Pembelian tidak akan terjadi tanpa pengenalan kebutuhan. Nah, kebutuhan ini bisa terpicu karena stimulasi internal (seperti haus atau lapar) atau stimulus eksternal (seperti iklan atau getok tular).

Tahap Kedua: Pencarian Informasi
Setelah mengenali masalah atau kebutuhannya, konsumen akan mencari informasi produk yang akan memenuhi kebutuhannya. Tujuannya adalah menemukan solusi terbaik bagi masalahnya. Konsumen akan mencari informasi entah melalui media offline, online atau bertanya kepada temannya.

Tahap Ketiga: Evaluasi Alternatif
Konsumen mengevaluasi berbagai alternatif produk. Memilih produk yang paling cocok dan disukai. Proses evaluasi ini tidak selalu logis, bisa saja tidak logis, emosional atau dipengaruhi oleh pendapat-pendapat di luar dirinya (testimoni, rekomendasi ahli, dsb)

Tahap Keempat: Keputusan Pembelian
Setelah mengevaluasi beberapa opsi, konsumen akhirnya membeli salah satu produk yang paling cocok baginya. Philip Kotler mengatakan bahwa keputusan akhir ini bisa saja ‘terganggu’ oleh umpan balik negatif dari konsumen lain. Misalnya, Anda sudah melalui tiga tahap di atas, lalu hanya karena ada teman Anda bilang produk tersebut tidak bagus, Anda bisa saja tiba-tiba mengubah plihan Anda.

Tahap Kelima: Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli, konsumen akan membandingkan produk yang dibelinya dengan ekspektasi sebelumnya. Bisa saja ia merasa puas atau sebaliknya, tidak puas. Seringkali terjadi juga konsumen mengalami semacam disonansi kognitif (perasaan galau). Merasa bahwa mungkin jika ia membeli produk lain akan lebih bagus. Jika konsumen puas, mereka cenderung akan membeli ulang, bahkan merekomendasikan produk yang sama ke teman-temannya. Sehingga terciptalah loyaloitas. Sementara jika tidak puas, dia akan menyebarluaskan umpan balik negatif kepada teman-temannya. Entah melalui sosial media atau melalui obrolan getok tular yang dilakukan.

Tentu saja tidak semua konsumen melalui kelima tahap ini dalam membeli sebuah produk. Jika seseorang merasa ingin makan coklat, dan sudah tahu merk coklat favoritnya, bisa saja ia akan langsung ke tahap empat: keputusan pembelian, melewati tahap mencari informasi dan evaluasi.

Memahami lima tahap keputusan pembelian ini membantu kita mengetahui apa yag perlu dilakukan agar konsumen membeli produk kita. Memahami tahap-tahap ini juga membantu kita menentukan tahap-tahap dalam mempromosikan produk kita yaitu:
1. Menyadarkan konsumen akan masalah/kebutuhannya.
2. Menyediakan informasi/pengetahuan terkait produk kita.
3. Memberikan alasan kepada calon konsumen mengapa produk kita lebih baik daripada produk pesaing.
4. Mengajak konsumen membeli produk kita.

Inilah pentingnya promosi dan edukasi konsumen secara bertahap. Mulai dari menyadarkan mereka terhadap masalah/kebutuhannya sampai akhirnya mereka membeli produk kita.

Penting pula kita menyasar target market yang tepat, mereka yang memang memerlukan produk kita. Sehingga copy (tulisan) yang kita buat lebih tepat sasaran.

Ternyata ya memang harus sabar ya Mak menjalani proses edukasi, promosi hingga membuahkan penjualan. Sama halnya seperti kita mendidik anak, harus super duper sabaaaarrrrr… Terkadang dalam hati saya terbersit kalimat “lebih gampang ngurus konsumen daripada ngurus anak” hihihiiii… Mak ngerasa gitu juga gak sih?

Terus berjuang, terus minta bantuan Allah untuk kita bisa menjadi tauladan bagi anak-anak kita Mak. Mau punya anak soleh/solehah ya kitanya harus memantaskan diri. Pengen anak memiliki kesadaran diri untuk menutup aurat, ya kitanya gak boleh bosen memberikan contoh dan menasehati dengan lemah lembut. Mak Ummu Auliya Syifa owner Syifana Hijabkidzakan aku kenang selalu karena telah menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi anakku dalam berhijab. Nyaman jilbabnya dan Naziya suka banget. Love it!

Btw Mak, buku Hypnowritingnya sudah pada baca sampe halaman berapa? Atau masih ada yang nyangkut bukunya di kurir? Coba konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya untuk dibantu cek ke kurirnya.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

5 Hal Penting dalam Hypnowriting

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ Glutaskin Pengajar Jago JualanSuasana pagi segar, sambil nemenin anak sarapan, bunda mainkan jemarinya diatas laptop Beberapa bulan terakhir saya sedang asik memoles ilmu copywriting. Ada beberapa buku yang menjadi referensi saya, diantaranya Hypnowriting by Darmawan Aji. Sudah punya semua kan? Soalnya di kantor SBO stoknya tinggal dikit, mudah-mudahan Mak sudah kebagian.

Buka halaman 203 yuk Mak. Menurut pakar Hypnotic Writing, Joe Vitale, ada lima hal yang perlu diperhatikan saat kita membuat tulisan. Kelima hal ini akan membuat tulisan Anda memiliki efek hipnotik.

1. Keterlibatan. Semakin pembaca terlibat, semakin cenderung mereka membeli produk Anda.
2. Pilihan. Berikan pilihan yang sama-sama menguntungkan Anda dan pembaca. Satu produk yang ditawarkan untuk dibeli atau tidak dibeli bukanlah pilihan yang bagus.
3. Ego. Puaskan ego mereka, dengan tulus.
4. Imbalan. Berikan imbalan pada orang-orang yang mengikuti permintaan Anda. Beri mereka bonus, hadiah, tambahan yang tak terduga.
5. Keingintahuan. Ciptakan rasa penasaran dalam benak pembaca sejak awal.

Hasil akhir dari Hypnowriting adalah tulisan yang menjual tanpa kelihatan jualan. Ini penting. Banyak penjual yang copywritingnya terlalu berbau “jualan”. Efeknya, alarm dari pembaca berbunyi, dan filter kritisnya aktif. Akibatnya, mereka akhirnya tidak mau membeli jualan kita. Disinilah pentingnya kita memoles kalimat kita sehingga bisa menembus filter kritis mereka.

Hmmm… saya sedang mencerna pembahasan di atas, sebagian sudah saya terapkan, sebagiannya belum. Okey, kita praktek bareng-bareng ya Mak Supaya bisa bikin tulisan yang cantik. Secantik aku hari ini menggunakan gamis Elfana hijab dari Mak Umi Fadhilah owner www.elfanahijab.com Love it!

Saya doain Mak dimampukan Allah, pandai membuat tulisan yang tidak hanya sebatas artikel, tapi nantinya akan menjadi buku-buku best seller  aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Rahasia Closing Terpenting + 3 Prinsip

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ GlutaskinSaya gak pernah bosen beda buku yang satu ini. Ilmunya banyak yang bisa langsung saya praktekin Mak. Halaman 187, Buku Hypnoselling.

Rahasia terpenting sehingga Anda dapat menciptakan closing adalah: selalu asumsikan bahwa prospek Anda akan membeli dari Anda. Joe Girard, penjual terbaik di dunia pernah ditanya: “kapan Anda mulai mengasumsikan bahwa prospek akan membeli?” dia menjawab: “sejak pertama kali bertemu dengan prospek, saya selalu asumsikan bahwa ia akan membeli dari saya.”

Inilah mindset seorang penjual yang hebat!

Maka, saat Anda melakukan closing, Anda tidak akan bertanya: “Apakah Anda akan membeli produk ini?” Karena pertanyaan ini jelas jawabannya :”Tidak.” Alih-alih demikian, ajukan pertanyaan dan pernyataan yang mengasumsikan bahwa mereka akan membeli.

Ada tiga prinsip yang perlu Anda perhatikan:
1. Gunakan pernyataan yang mengasumsikan pembelian.
– Saya akan kirimkan tagihannya melalui email.
– Silahkan isi form pembelian di sini.
– InsyaAllah produk akan sampai di rumah Anda dalam tiga hari.
– Anak Anda akan senang dengan hadiah ini.

2. Bisa juga dengan pertanyaan “atau”
– Jadi, Ibu akan membeli tas yang berwarna merah atau coklat?
– Apakah barang akan dikirim ke rumah atau ke kantor?
– Transfernya mau ke BCA atau ke Muamalat?

3. Gunakan kata yang tepat
Jangan menggunakan kata “jika” atau “bila”, kedua ini adalah kata syarat yang mengasumsikan prospek bisa membeli bisa juga tidak. Gunakan alternatif berikut:
– Saat Anda membeli…
– Ketika Anda membeli…
– Sebelum Anda membeli..
– Setelah Anda membeli…

Semua kata di atas mengasumsikan bahwa prospek akan membeli. Sebagian contoh diatas saya buat versi Mak Muri  Supaya lebih cocok penerapannya dengan profesi kita sebagai Emak Olshop hehehee…

Ternyata HAL SEDERHANA seperti ini bisa berdampak secara psikologis bagi calon konsumen kita Mak. Jangan sampe kita memilih kata yang salah, sehingga membuat mereka langsung cepat menolak membeli. Padahal kita belum selesai menjelaskan manfaat dan keunggulan dari produk kita.

Selanjutnya Mak baca di halaman 189, ini lebih seru. 7 teknik closing yang merupakan turunan dari 3 prinsip di atas. Bagi yang bukunya belum sampe, bisa konfirmasi ke Admin SBO melalui WA 087824468185 ya.

Selamat praktek ya Mak, selamat naik kelas. Aku doain Mak banjir order aamiin.. Lalu segera bangun tim, sehingga Mak bisa punya banyak waktu untuk menikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta. Jalan-jalan keliling Indonesia, mengenalkan indahnya alam Indonesia ke anak-anak kita. Duuh asik banget. Di foto ini, aku lagi di Sungai Martapura di Kalimantan. Ditemani Mba Indya Dewi distributor Glutaskin Kalseltengtimra. Mba Dewi yang energik, ceria dan inspiratif. Profesi utama beliau adalah ibu dari 2 anak, dosen dan distributor terbaik untuk produk Glutaskin tahun 2017. MasyaAllah Emak Setrooong. Selalu sehat dan cantik berkat Glutaskin 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Mudah Menjual Produk Mahal

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Fashion Inner HijabBanyak yang ngeluh ke saya ketika mau mulai ikut jualin produk RAZHA. “Mba Muri, Inner Hijab RAZHA kan mahal, susah jualnya.”

MAHAL itu relatif. Mahal buat siapa? Benerkan Mak?
Supaya bisa jualan produk “mahal” ada 2 kunci utamanya:
1. Jual ke orang yang tepat. Orang yang mampu dan mau membelinya.
2. Jual dengan cara yang cerdas.

Hayu ke rak buku, buka Hypnoselling halaman 185. Udah pada sampe kan bukunya? Jangan dijadiin pajangan 

Informasi yang sama dapat dipersepsikan berbeda bila dikatakan dengan cara yang berbeda. Demikian juga HARGA. Kita dapat menyebutkan harga yang sama dengann cara yang berbeda dan prospek menganggapnya berbeda. Ingat, orang membeli karena persepsi mereka. Maka, bentuk persepsi mereka agar mereka menganggap bahwa harga kita adalah HARGA YANG WAJAR untuk benefit yang sudah kita jelaskan. Maka, jangan pernah sebut harga produk tanpa dilengkapi alasan mengapa harga yang kita tawarkan wajar.

Bandingkan dengan harga lain.
Orang pada umumnya memiliki sedikit pengetahuan tentang harga produk seperti ini. Anda bisa membandingkannya dengan:
– Harga pesaing
– Harga asli
– Harga pabrikan
– Harga lama
– Harga normal

Dipecah harian.
Misalnya harga produk seharga 360.000, bisa dipakai setahun. “Sebenarnya kita hanya keluarin uang 1.000 per hari loh. Beda dengan produk sebelah, lebih murah sih cuma 100rb-an. Tapi tiga bulan habis. Jadinya 3.000 sehari. Jadi mana yang lebih murah?”

Bandingkan dengan pengeluaran lain.
Misalnya harga laptop 10 juta. Bisa dibuat lebih murah dengan pernyataan: Bila dipecah harian, harga laptop ini kurang dari harga secangkir kopi cafe yang biasa Anda minum setiap harinya.

Katakan berapa harga yang telah dibayar orang lain (ditempat kita atau di tempat orang lain).
“Di luar sana, Anda perlu membayar puluhan juta untuk mempelajari ilmu ini.”

Tambahkan bonus.
Jangan main banting harga, bermainlah di penambahan benefit. Pastikan saat Anda menjual benefit jauh lebih besar dari harga yang dibayarkan. Maka mereka akan membeli, membeli dan membeli lagi. Saat Anda berikan bonus, jangan lupa sertakan nilainya (Pastikan nilai bonusnya tetap masuk akal, jangan berlebihan).

Selanjutnya silahkan baca sendiri ya di halaman 187 ya Mak, pegel ngetiknya wakakakaa… Weekend mau nemenin anak-anak main, usahain bukan main gadget. Alhamdulillah ada Mainan Kayuku Agdia dari Mak Dini Maryani 😍 Za & Zi seneng banget 😘 recommended!

Oh iya, Saya lagi beresin persiapan untuk seminar “Menyelami Dunia Produksi” yang akan menghadirkan 3 pembicara di Jakarta. SBO sedang merangkul para produsen dan calon produsen untuk bisa memilih produk laris dan belajar cara meningkatkan benefit. Sehingga mereka gak main di area “perang harga”. Jual produk itu harus dengan harga “pantas”. Sehingga kita punya cukup dana untuk membiayai pertumbuhan bisnis yang kita tahu GAK MURAH.

Salam sayang untuk Produsen Indonesia, sampai jumpa 28 Januari di Sofyan Inn Tebet, Jakarta. Pastikan Mak sudah dapat alamat lengkapnya ketika daftar ke Admin SBO di WA 087824468185 ya. Luv u Mak.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading