5 Hal Penting dalam Hypnowriting

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ Glutaskin Pengajar Jago JualanSuasana pagi segar, sambil nemenin anak sarapan, bunda mainkan jemarinya diatas laptop Beberapa bulan terakhir saya sedang asik memoles ilmu copywriting. Ada beberapa buku yang menjadi referensi saya, diantaranya Hypnowriting by Darmawan Aji. Sudah punya semua kan? Soalnya di kantor SBO stoknya tinggal dikit, mudah-mudahan Mak sudah kebagian.

Buka halaman 203 yuk Mak. Menurut pakar Hypnotic Writing, Joe Vitale, ada lima hal yang perlu diperhatikan saat kita membuat tulisan. Kelima hal ini akan membuat tulisan Anda memiliki efek hipnotik.

1. Keterlibatan. Semakin pembaca terlibat, semakin cenderung mereka membeli produk Anda.
2. Pilihan. Berikan pilihan yang sama-sama menguntungkan Anda dan pembaca. Satu produk yang ditawarkan untuk dibeli atau tidak dibeli bukanlah pilihan yang bagus.
3. Ego. Puaskan ego mereka, dengan tulus.
4. Imbalan. Berikan imbalan pada orang-orang yang mengikuti permintaan Anda. Beri mereka bonus, hadiah, tambahan yang tak terduga.
5. Keingintahuan. Ciptakan rasa penasaran dalam benak pembaca sejak awal.

Hasil akhir dari Hypnowriting adalah tulisan yang menjual tanpa kelihatan jualan. Ini penting. Banyak penjual yang copywritingnya terlalu berbau “jualan”. Efeknya, alarm dari pembaca berbunyi, dan filter kritisnya aktif. Akibatnya, mereka akhirnya tidak mau membeli jualan kita. Disinilah pentingnya kita memoles kalimat kita sehingga bisa menembus filter kritis mereka.

Hmmm… saya sedang mencerna pembahasan di atas, sebagian sudah saya terapkan, sebagiannya belum. Okey, kita praktek bareng-bareng ya Mak Supaya bisa bikin tulisan yang cantik. Secantik aku hari ini menggunakan gamis Elfana hijab dari Mak Umi Fadhilah owner www.elfanahijab.com Love it!

Saya doain Mak dimampukan Allah, pandai membuat tulisan yang tidak hanya sebatas artikel, tapi nantinya akan menjadi buku-buku best seller  aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Mudah Menjual Produk Mahal

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Fashion Inner HijabBanyak yang ngeluh ke saya ketika mau mulai ikut jualin produk RAZHA. “Mba Muri, Inner Hijab RAZHA kan mahal, susah jualnya.”

MAHAL itu relatif. Mahal buat siapa? Benerkan Mak?
Supaya bisa jualan produk “mahal” ada 2 kunci utamanya:
1. Jual ke orang yang tepat. Orang yang mampu dan mau membelinya.
2. Jual dengan cara yang cerdas.

Hayu ke rak buku, buka Hypnoselling halaman 185. Udah pada sampe kan bukunya? Jangan dijadiin pajangan 

Informasi yang sama dapat dipersepsikan berbeda bila dikatakan dengan cara yang berbeda. Demikian juga HARGA. Kita dapat menyebutkan harga yang sama dengann cara yang berbeda dan prospek menganggapnya berbeda. Ingat, orang membeli karena persepsi mereka. Maka, bentuk persepsi mereka agar mereka menganggap bahwa harga kita adalah HARGA YANG WAJAR untuk benefit yang sudah kita jelaskan. Maka, jangan pernah sebut harga produk tanpa dilengkapi alasan mengapa harga yang kita tawarkan wajar.

Bandingkan dengan harga lain.
Orang pada umumnya memiliki sedikit pengetahuan tentang harga produk seperti ini. Anda bisa membandingkannya dengan:
– Harga pesaing
– Harga asli
– Harga pabrikan
– Harga lama
– Harga normal

Dipecah harian.
Misalnya harga produk seharga 360.000, bisa dipakai setahun. “Sebenarnya kita hanya keluarin uang 1.000 per hari loh. Beda dengan produk sebelah, lebih murah sih cuma 100rb-an. Tapi tiga bulan habis. Jadinya 3.000 sehari. Jadi mana yang lebih murah?”

Bandingkan dengan pengeluaran lain.
Misalnya harga laptop 10 juta. Bisa dibuat lebih murah dengan pernyataan: Bila dipecah harian, harga laptop ini kurang dari harga secangkir kopi cafe yang biasa Anda minum setiap harinya.

Katakan berapa harga yang telah dibayar orang lain (ditempat kita atau di tempat orang lain).
“Di luar sana, Anda perlu membayar puluhan juta untuk mempelajari ilmu ini.”

Tambahkan bonus.
Jangan main banting harga, bermainlah di penambahan benefit. Pastikan saat Anda menjual benefit jauh lebih besar dari harga yang dibayarkan. Maka mereka akan membeli, membeli dan membeli lagi. Saat Anda berikan bonus, jangan lupa sertakan nilainya (Pastikan nilai bonusnya tetap masuk akal, jangan berlebihan).

Selanjutnya silahkan baca sendiri ya di halaman 187 ya Mak, pegel ngetiknya wakakakaa… Weekend mau nemenin anak-anak main, usahain bukan main gadget. Alhamdulillah ada Mainan Kayuku Agdia dari Mak Dini Maryani 😍 Za & Zi seneng banget 😘 recommended!

Oh iya, Saya lagi beresin persiapan untuk seminar “Menyelami Dunia Produksi” yang akan menghadirkan 3 pembicara di Jakarta. SBO sedang merangkul para produsen dan calon produsen untuk bisa memilih produk laris dan belajar cara meningkatkan benefit. Sehingga mereka gak main di area “perang harga”. Jual produk itu harus dengan harga “pantas”. Sehingga kita punya cukup dana untuk membiayai pertumbuhan bisnis yang kita tahu GAK MURAH.

Salam sayang untuk Produsen Indonesia, sampai jumpa 28 Januari di Sofyan Inn Tebet, Jakarta. Pastikan Mak sudah dapat alamat lengkapnya ketika daftar ke Admin SBO di WA 087824468185 ya. Luv u Mak.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Calon Konsumen Akan Membeli Jika…

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi PenjualanBuka buku Hypnoselling halaman 182 yuk Mak. Udah pada sampe kan bukunya?

Seorang prospek akan membeli ketika benefit yang didapat lebih besar dari harga yang dibayarkan.

Apa yang dimaksud benefit? Benefit adalah keuntungan atau manfaat yang akan didapat oleh konsumen saat membeli produk kita. Secara sederhana ada dua macam benefit.

Pertama, benefit rasional. Terikat fungsi, bahan dan fitur produk.
Kedua, benefit emosional. Terkait gengsi, merk dan pelayanan.

Bagaimana dengan harga? Harga adalah biaya yang dibayarkan oleh seseorang untuk memiliki sebuah produk. Tidak terbatas pada uang, namun juga waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk membeli sebuah produk.

Bila harga yang dibayarkan lebih besar daripada benefit yang akan didapat, tentu saja orang tidak akan mau membelinya. Sebaliknya, bila benefit yang didapat jauh lebih banyak daripada harga yang dibayarkan, maka orang akan mau membelinya.

Maka, jangan sekali-kali menyebutkan harga sebelum calon konsumen mengerti manfaat dari produk Anda.

Nah bagaimana caranya agak calon konsumen memahami sejalas-jelasnya benefit dari produk kita? Bagaimana pula agar persepsi mereka terhadap benefit yang didapat lebih besar daripada harganya? Ikuti tiga tips berikut:
1. Deskripsikan benefit sejelas-jelasnya.
2. Bingkai harganya.
3. Tingkatkan benefit buat mereka.

Bingung Mak? Alhamdulillah  ini artinya kita diminta Allah untuk nambah ilmu lagi, ilmu yang ada saat ini belum cukup. Silahkan baca lengkapnya di halaman 184. InsyaAllah nanti saya bahas lagi di sini.

Saya tertarik dengan BENEFIT EMOSIONAL. Ini yang bisa kita ulik dengan cara BRANDING. Benefit Emosional sangat bisa membantu kita menjual produk dengan harga tinggi dan tetap laris manis, walaupun toko sebelah jualannya banting harga. Biarin aja dia banting harga, kita mah jangan ikutan kerja rodi kaya dia. Kita jualan harus punya keuntungan yang cukup untuk bisa memenuhi semua biaya operasional dan biaya pertumbuhan perusahaan.

Biaya pertumbuhan perusahaan sudah dibahas sama Mas Arif Budiyono di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” bulan kemarin di Bandung. Buat Mak yang ketinggalan, ada kesempatan kedua, 28 Januari akan digelar seminar “Menyelami Dunia Produksi” di Jakarta. Ini seminar pertama dan terakhir tahun 2018 di Jakarta. Tema ini saya gak akan buka lagi di Jakarta 

Jadi jangan heran kalo chatnya Admin SBO di WA 087824468185 antriiii banget  Pada mau ikut seminar yang benefitnya bisa melipatgandakan omset Mak jika dipraktekin.

Kalo melipatgandakan kebahagiaan, pake Khimar nya Saya Syar’i dari Mak Es Setyowati  Bahagia karena jadi makin cantik dan terlihat lebih muda hihihiiii…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Memahami Pola Prilaku Manusia, untuk Memudahkan Penjualan

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online SBOBagi Mak yang jualan masih dengan memberikan fasilitas chatting dengan konsumen, tentunya kita gak mau di PHP-in ya  Lain halnya jika konsumen membeli via website/Marketplace/Ecommerce yang tidak ada fasilitas chatting.

Jika Mak masih menyediakan ruang bagi konsumen untuk bertanya lebih detail tentang produk/pelayanan yang Mak jual, maka sangat perlu kita pelajari ilmu komunikasi. Jangan sampe, konsumen gagal beli cuma karena kita salah memilih kata. Produk sih bagus, tapi…. kita salah menggunakan tata bahasa atau kurang tepat dalam memilih katanya.

Saya juga masih belajar Mak, ini lagi buka buku HypnoSelling halaman 134. Kalo buku Mak belum sampe, coba konfirmasi Admin SBO melalui WA 087824468185, mudah-mudahan gak nyangkut di kurir.

Perilaku manusia memiliki pola. Bila kita memahami pola seseorang, kita akan lebih mudah memengaruhi mereka. Gunakan pola yang sama, dan mereka akan percaya pada kita. Pola-pola ini tercermin dari pilihan kata yang mereka lakukan. Di dalam ilmu NLP, pola-pola perilaku ini dikenal dengan istilah Meta Program.

Meta Program adalah program internal dalam diri seseorang yang mengatur bagaimana mereka:
– Termotivasi
– Memproses Informasi
– Mengambil Keputusan

Dalam konteks penjualan, mengenal tiga hal di atas memudahkan kita dalam melakukan banyak hal bukan?

KRITERIA adalah kata kunci yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih sesuatu. Kata kunci yang digunakan oleh seseorang sebagai label dari hal-hal yang ia anggap baik, tepat dan pas dalam konteks tertentu. Kata-kata ini menjadi pemicu bagi sebuah reaksi fisik dan emosional yang positif. Alan Pease mengistilahkan kriteria dengan “hot botton”.

Tujuan pertanyaan kriteria adalah untuk menemukan apa yang bernilai bagi pelanggan. Contoh pertanyaan untuk mengungkap kriteria:
– Apa yang Anda inginkan dari sebuah X?
– Apa yang Anda cari dari X?
– Apa yang penting bagi Anda terkait X?

Tanpa kriteria, kita akan memberikan solusi yang tidak sesuai dengan keinginan dari prospek kita.

Bayangkan skenario berikut:

Katakanlah Anda menjual berbagai jenis kerudung. Lalu datang seorang calon pembeli. Mana kira-kira yang potensi closingnya tinggi?

Skenario pertama: Anda tunjukkan berbagai macam kerudung ke dia. Katakan betapa cocoknya mereka menggunakan kerudung itu.

Skenario kedua: Anda bertanya dulu “Boleh tahu, kerudung seperti apa yang ibu cari? Untuk dipakai sendiri atau…?” Lalu Anda pilihkan kerudung yang sesuai dengan jawaban calon pembeli.

Kira-kira dari dua skenario sederhana di atas, mana yang potensi closingnya lebih tinggi? Tentu saja skenario kedua bukan?

+++++++

Gimana Mak? Sudah kebayangkan?

Dengan menggali keinginan konsumen terlebih dahulu, menurut saya akan meringankan pekerjaan kita.

+ Mba mau beli inner RAZHA donk.
– Mau inner apa Mba?
+ Coba lihat adanya apa?

Plis deh Mak, di RAZHA variant innernya banyak banget, kasian CS kalo harus kirimin semua foto ahahahaaa…. Dan waktunya jadi terpakai banyak untuk melayani satu konsumen.

+ Mba mau beli inner RAZHA donk.
– Mba butuh inner yang seperti apa? Menutupi kepala saja (ciput), inner ninja (hingga dada tapi membentuk leher) atau Inner syari yang seperti bergo?
+ Inner Syari seperti apa?
– Ini Mba fotonya, ada beberapa variant juga. Mba mau yang sederhana classic polos, atau yang ada modelnya?
+ Oh boleh yang classic aja, saya senengnya yang polos.
– Baik Mba, ini pilihan warnanya.

Nah lebih asik ya Mak kalo kita bisa tahu apa kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga kita menawarkan produk yang tepat kepada orang yang tepat, maka tingkat clossingnya insyaAllah lebih tinggi.

Coba yuk.. semoga Allah mudahkan urusan Mak. Omset meningkat, zakat sedekah juga meningkat  aamiin..

Kalo Bawang Goreng Brebes dari Mak Mel Malikha Mukhaemin sudah coba Mak? Ada yang pedesnya juga ternyata.. nyaaamm.. nyaammm… Apapun makannya, selalu ditemenin Bawang Goreng Brebes, eh bisa dicemil juga 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Menggali Keinginan dan Kebutuhan Konsumen

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram Marketing Private BelajarWah asik ya toko sebelah laris banget. Kayanya jualan produk itu enak ya, gampang jualnya. ikut jualin ah..

Ealaaah… kok gak semanis dia hasilnya.

Ya gitu deh Mak, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau hehehee.. Kita gak tau aja, bisa jadi dia rumputnya sintetis 

Ketika kita melihat bisnis orang lain lebih sukses, yang dilihat bukan objek bisnisnya. Tetapi subjeknya, orang yang menjalankannya. Dia cara jalaninnya gimana, apa saja ilmu yang dia pelajari, strategi apa, konsepnya gimana, manajemen timnya seperti apa, jurus langitnya dll.

Hari ini saya mau sharing isi buku Hypnoselling Taktik Jualan Tanpa Penolakan karyanya Mas Darmawan Aji yang sedang proses PO. Eh aku udah dapet bukunya duluan donk hehehee… jangan ngiri ya 

Halaman 117, Rahasianya ada di Pertanyaan.

Banyak orang mengira bahwa penjual yang hebat adalah penjual yang banyak omong atau cerewet, benarkah demikian? Saya sih tidak sependapat. Saya justru paling tidak suka bertemu dengan penjual yang cerewet dan banyak omong. Menurut saya penjual yang hebat justru penjual yang bisa bertanya dengan tepat bukan sekedar menjelaskan. Questioning not telling. Karena kualitas pertanyaan sang penjual akan menentukan kualitas jawaban dari klien.

Orang hanya membeli produk yang mereka butuhkan. Maka, sebagai penjual kita diberi dua pilihan.

Pertama, memberitahu kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Kedua, bertanya kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Cara pertama bisa kita lakukan bila prospek sudah benar-benar percaya penuh kepada kita. Namun pada banyak kasus, cara pertama berisiko memunculkan resistensi (perlawanan/penolakan). Mengapa? Karena orang secara umum tidak suka diberitahu tentang apa yang perlu mereka lakukan. Maka, cara kedua adalah cara terbaik untuk menyadarkan prospek terhadap kebutuhannya.

Ada tiga manfaat mengajukan pertanyaan dalam penjualan. Tapi sayangnya saya tidak akan bagikan sekarang, karena mau ngurus cucian dulu Mak hihihiii… Mumpung rada terang cuacanya. Selengkapnya Mak bisa baca di halaman 118. Eh udah pada sampe kan bukunya? Jika belum sampe bisa konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya.

Jadi inget, terkadang ngurus konsumen, mirip dengan ngurus anak. Ketika kita memerintahkan anak untuk melakukan A, B, C. Dia akan merasa itu hanya kewajiban. Anak harus tahu dulu BIG WHY nya. Kenapa dia perlu melakukan A, apa manfaat dan kebutuhannya bagi dia. Ketika sang anak paham bahwa saat melakukan A dengan baik, dia akan mendapatkan manfaat untuk dirinya, maka diapun akan lebih semangat mengerjakannya. Bukan sebagai kewajiban, tetapi kebutuhan.

Mas Zhafran, foto donk pake koko dan sarung baru dari Tante Ummu Azizanowner Salama Sarung. Bagus nih bahannya adem jadi gak gerah kalo Mas sholat, trus praktis sarungnya jadi Mas gak repot. Seneng deh dia dan fotonya jadi bagus 

Selamat mencoba ya Mak jurusnya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Tiga Tahap Penjualan Menuju Closing

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Produsen Fashion Inner HijabAsiiiik bedah buku lagi ^_^ Buka halaman 151, buku Hypnowriting ya Mak.
 
Untuk membuat calon konsumen tahu, suka dan percaya maka kita perlu merancang konten promosi kita secara terencana. Secara sederhana, kita dapat menyederhanakan hirarki efek menjadi tiga tahap:
 
Pertama, tahap Awareness — bertujuan membuat calon konsumen mulai sadar dan tahu.
 
Kedua, tahap Consideration — bertujuan membuat calon konsumen suka, cocok dan percaya.
 
Ketika, tahap Action — bertujuan membuat calon konsumen membeli.
 
Tugas kita adalah membawa calon konsumen bergeser dari satu tahap ke tahap lainnya.
 
Copywriting sejatinya bertujuan untuk membantu pembaca untuk bergeser dari satu tahap keputusan ke tahap keputusan berikutnya. Maka, untuk itulah kita memerlukan tiga kategori konten berbeda. Saya sebut dengan konten C1, C2, C3.
 
Konten C1 — Awareness — calon konsumen menyadari masalah, kebutuhan dan keinginannya.
 
Konten C2 — Consideration — calon konsumen memilih produk yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Membuat mereka SUKA dan PERCAYA dengan produk kita.
 
Konten C3 — Action — calon konsumen mengambil tindakan untuk membeli produk yang paling diinginkan.
 
+++++++
 
Jadi ketika bikin status, secara bergantian kita membuat konten dengan kategori C1, C2 dan C3 Mak. Tiap kategori gaya tulisan, isinya dan panjangnya berbeda. Karena audience kita berada di tahap pengambilan keputusan yang berbeda-beda.
 
Langsung praktek yuk.. Misalnya pagi konten C1, siangnya C2 dan malamnya C3. Belajar membuat copywriting sama seperti
belajar masak Mak ^_^ Butuh proses belajar dan praktek yang seriiiiiiing… Hingga akhirnya bisa menghasilkan copywriting yang bikin baper audience 😉 Lalu akhirnya mereka terhipnotis untuk order ^_^
 
Setelah Mak liat fotoku pake gamis Zaki Zakiah dari Mak Kiki Zakiah pasti terhipnotis dan bilang aku 10 tahun lebih muda kan.. ayo ngaku….ngakuuuu… 😀 Jangan ngiri ya :p Memang kenyataannya aku masih 20an kok hihihiiii…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 Gaya Copywriting (edisi 2)

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online BelajarLihat edisi pertamanya dengan #7gayaCopywriting
 
5. The Summary (Ringkasan)
Ringkasan disukai pembaca. Baik mereka yang punya banyak waktu lebih-lebih bagi mereka yang tidak mempunyai banyak waktu. Ringkasan dapat menjadi titik awal untuk mengantarkan pembaca ke tulisan yang lebih panjang.
 
6. The News Story (Berita)
Berikan kepada pembaca siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana sejak awal tulisan Anda. Beritahu siapa melakukan apa di headline-nya. Pembaca menginginkan detail sebuah informasi dalam format yang mudah dibaca. Copywriting tipe ini membuat pembaca mendapatkan informasi kunci yang diperlukan secara lengkap untuk membeli sebuah produk. Tipe ini cocok untuk calon konsumen yang lebih suka informasi yang to the point. Bukan informasi yang bertele-tele.
 
7. The Journal (Catatan Harian)
Kadangkala kita hanya ingin mengeluarkan apa yang ada dalam benak kita. Apa yang kita pikirkan dan rasakan. Tulisan seperti ini lebih mengalir dan selalu menarik untuk dibaca. Karena sangat manusiawi. Cobalah mengubah subyek yang dingin atau kaku menjadi sesuatu yang lebih hangat, sesuatu yang tidak terduga. Copywriting di sosial media cocok menggunakan tipe ini.
 
Nah sudah 7 Gaya Copywriting yang kita tahu ya Mak. Sekarang tinggal kita praktekin secara berulang. Ya tentunya harus berulang Mak, karena bikin copywriting itu seperti masak. Butuh jam terbang untuk bisa menciptakan masakan yang rasanya paaassss dilidah dan disukai banyak orang.
 
Kalo segala kue dan cemilan dari Rahida Cookies ini maknyuuusss… nyaaammm…nyaaam… Kripik Pisang aneka rasa, Biji-Biji, Kue Karawo, Acar Ikan Pisang, Skipy.
 
Praktek bikin copywritingnya gunakan ‪#‎latihan7gayacopywriting‬ ya Mak. Mudah-mudahan bisa untuk saling kasih kritik dan saran 😉
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 Gaya Copywriting

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online (2)Sudah pada sampe buku Hypnowriting-nya kan Mak? Yuk buka halaman 298.
 
Aturan sederhana dalam menulis copywriting adalah: jangan membuat copy yang membosankan. Seringkali, karena kita baru belajar, mengikuti langkah demi langkah copywriting malah membuat tulisan kita terlalu menjual. Efeknya adalah filter kritis pembaca menjadi aktif dan mulai muncul resistensi.
 
The Story (Cerita)
Cerita adalah inti dari komunikasi manusia. Semua orang menyukai cerita. Buat copywriting Anda menarik dengan menceritakan kisah dan cerita. Cerita membuat pembaca terkoneksi secara emosional dan mengidentifikasi dirinya dengan subyek di dalam tulisan.
 
The Q&A (Tanya Jawab)
Kadangkala, kita hanya ingin perytanyaan kita terjawab. Di sinilah FAQ atau Q&A bermanfaat. Dalam sebuah website, seringkali halaman tentang Q&A ini justru yang paling banyak dikunjungi oleh pembaca.
 
The How To (Tips)
Beberapa orang membutuhkan arahan. Copywriting dengan format “how to” yang menyajikan cara atau arahan akan sangat membantu pembaca. Orang-orang menyukai tips, cara, atau langkah-langkah untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih murah, lebih cepat.
 
The Letter (Surat)
Kapan terakhir kalinya Anda menerima surat yang tulus dalam inbox email Anda? Jika Anda seperti orang lain, sudah lama sekali kita menerima surat yang tulis dalam inbox kita. Copywriting dalam bentuk surat akan memudahkan kita terkoneksi dengan calon konsumen. Tentu saja dengan bahasa yang sepersonal mungkin.
 
Bersambung… #7gayaCopywriting
 
Okey sudah ada 4 Gaya Copywriting, kita praktek yuk Mak. Pada tiap gaya coba terapkan 1 kali dalam 1 hari. Misalnya hari ini gaya Story, besoknya Q&A, lusa Tips dan kemudian Surat. Gakpapa latihannya posting di FB saja Mak. Lalu mention saya dengan cantumkan #Latihan7GayaCopywriting
 
Baru diminta praktek aja langsung degdegan, panik, bingung, gak tau mau nulis apa hihihiii.. kalem… cari cemilan dulu aja Mak. Nih kaya saya, samping laptop berderet cemilan super enak @almondcrackers dai Saya Suka Cake & Pastry ^_^ yuummmmy…
 
Saya doain 2018 Mak sudah berhasil pandai bikin copywriting aamiiin…
 
Oh iya, sekalian ingetin, 26 November saya ada di Bekasi untuk Private Instagram Marketing. InsyaAllah masih ada kuota untuk Mak yang ketinggalan daftar, jangan ke saya daftarnya ya tapi ke WA 0812.5000.2308
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading