Mengapa Ada Pelanggan yang Lari dari Kita?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Baju Anak– 1% karena meninggal dunia.
– 3 % karena pindah ke luar kota.
– 5% karena dipengaruhi teman.
– 9% karena persaingan harga.
– 14% karena tidak puas dengan produknya.
– 68% karena sikap acuh tak acuh/ketidakpedulian dari penjual/karyawan.

Data ini saya ambil dari buku Hypnoselling halaman 36.

Apa yang perlu Anda lakukan dan persiapkan agar pelanggan selalu ingat dan setia pada Anda?

Penjual yang sukses menyisihkan 20% waktunya untuk melakukan followup pada pelanggan yang sudah membeli dari mereka.
– Memastikan produk yang diterima sesuai dengan harapannya.
– Memberikan layanan ekstra/layanan tak terduga.
– Menanyakan kebutuhan lainnya.
– Menangani keluhan dengan segera.

Semua ini dilakukan dalam rangka membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan. Di dalam proses tindak lanjut ini, Anda pun berkesempatan untuk mendapatkan referensi. Sehingga tidak akan pernah kehabisan calon prospek yang kiranya membutuhkan mereka.

Okey Mak, jadi sekarang gak boleh lagi bilang leads sepi. Yuk bongkar lagi database pelanggan yang sudah ada. Eh sudah punya database pelanggan kan?  Ngacung yang belum bikin.

Sederhana saja, bikin di excel. Beberapa data yang harus Mak catat:
– Nama
– Nama akun FB/IG
– Alamat
– HP
– Email
– Produk yang diminati
– Ukuran
– Tanggal pembelian
– dll

Sesuaikan dengan bisnis Mak masing-masing ya. Sama halnya dengan pemilihan busana untuk anak. Sesuaikan juga dengan anak kita. Kalo anak saya, walaupun perempuan, aktifnya sama kaya laki-laki  Jadi dia butuh pakaian yang nyaman untuk bergerak bebas, namun tetap solehah  Jazakallah Mak Reni Jaya owner @labella.ilovemoslem karyamu selama hampir 7 tahun ini menjadi kecintaan anak Indonesia. Sehat selalu sayangku, supaya bisa terus berkarya dan mensejahterakan ummat. aamiin…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

 

Continue Reading

Tips Membuat Tulisan (Copywriting)

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan MarketingTerjual lebih dari 20.000 eksemplar buku #EEJJ Emak-Emak Jago Jualan  MasyaAllah.. Allahuakbar!

Apalah saya, Ibu Rumah Tangga yang aslinya pemalu, kuper (kurang pergaulan) dan culun. Aduuuh kalo Mak kenal saya dari masa sekolah, pasti akan tahu persis seperti apa sifat asli saya. Teman saya cuma sedikit. Itu pun saya dibilang ANEH, karena impian saya terlalu lebay katanya hahahaaa..

Biarin ajalah, toh ketika impian itu terwujud, saya yang menikmatinya, mereka hanya menonton wakakakaaa…

Jadi ketika hari ini saya sedang gembar-gemborkan untuk Emak Setrooong bisa punya omset 1 Milyar per bulan, banyak yang mencibir. Saya sih cuek aja, toh keberhasilan saya nanti gak ada hubungannya sama mereka. Saya hanya akan berfokus ke teman-teman yang mendukung saya. Duh Mak, hidup cuma sebentar, jangan habiskan waktu mendengarkan orang yang mencemooh kita.

Saya menghayal lagi nih, andaikan ada 100 Emak Setrooong yang bisa menjadi penulis seperti saya. Gak perlu tulisan yang super duper gimana gitu, cukup tulisan sederhana, dengan gaya bahasa sederhana, yang penting manfaatnya cukup berasa bagi pembaca.

Coba Mak buka buku Hypnowriting halaman 277. “Unlocking YourCreative Unconscious.”

Menulis adalah kegiatan kreatif, dan pada dasarnya setiap orang itu kreatif. Setiap orang memiliki potensi kreatif yang terpendam di dalam dirinya. Tugas kita adalah mempercayainya sehingga ia mau keluar dan menjelma menjadi karya nyata. Bagaimana caranya? Biarkan ia menjelma menjadi tindakan tanpa mengkritisinya. Mulailah menulis, dan apapun hasilnya, akui dan terimalah sebagai karya terbaik Anda saat ini.

Yakini pula, bila semakin sering Anda melatihnya, kualitas tulisan Anda semakin baik dan semakin baik.

Tulisan yang bagus adalah sebuah proses. Proses belajar dan proses praktik yang tidak berhenti. Kemauan menjalani proses inilah yang membedakan antara penulis yang bagus dengan selainnya. PENULIS YANG BAGUS DAN PRODUKTIF TIDAK BERHENTI KETIKA KARYANYA BURUK.

Nampol ya Mak kalimat terakhirnya. Intinya maju terus pantang mundur  Aku akan selalu ada untukmu eeeaaaaa… Seperti Jilbab Duo Warna dari Mak Nur Aini, ketika aku butuh hitam ataupun abu, sudah ada dalam satu jilbab, tinggal dibalik aja. Aseeeek kan…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Penting Nih! Untuk Mengetahui Tahap-tahap Keputusan Pembelian oleh Konsumen

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan OmsetSemangat pagi Mak! Saya senang kalo bedah buku di pagi hari. Alhamdulillah urusan dapur udah beres. Waktunya sarapan ilmu buat bunda  Buku Hypnowriting jadi pilihan saya. Di halaman 131 cakep nih isinya.

Engel, Blackwell dan Kollat pada tahun 1968 mengungkapkan ada lima tahap pengambilan keputusan saat seseorang membeli sesuatu.

Tahap Pertama: Pengenalan Masalah/Kebutuhan
Mengenali masalah dan kebutuhan serta mengidentifikasi produk atau tipe produk yang diperlukan. Ini adalah tahap pertama dan terpenting dalam pengambilan keputusan konsumen. Pembelian tidak akan terjadi tanpa pengenalan kebutuhan. Nah, kebutuhan ini bisa terpicu karena stimulasi internal (seperti haus atau lapar) atau stimulus eksternal (seperti iklan atau getok tular).

Tahap Kedua: Pencarian Informasi
Setelah mengenali masalah atau kebutuhannya, konsumen akan mencari informasi produk yang akan memenuhi kebutuhannya. Tujuannya adalah menemukan solusi terbaik bagi masalahnya. Konsumen akan mencari informasi entah melalui media offline, online atau bertanya kepada temannya.

Tahap Ketiga: Evaluasi Alternatif
Konsumen mengevaluasi berbagai alternatif produk. Memilih produk yang paling cocok dan disukai. Proses evaluasi ini tidak selalu logis, bisa saja tidak logis, emosional atau dipengaruhi oleh pendapat-pendapat di luar dirinya (testimoni, rekomendasi ahli, dsb)

Tahap Keempat: Keputusan Pembelian
Setelah mengevaluasi beberapa opsi, konsumen akhirnya membeli salah satu produk yang paling cocok baginya. Philip Kotler mengatakan bahwa keputusan akhir ini bisa saja ‘terganggu’ oleh umpan balik negatif dari konsumen lain. Misalnya, Anda sudah melalui tiga tahap di atas, lalu hanya karena ada teman Anda bilang produk tersebut tidak bagus, Anda bisa saja tiba-tiba mengubah plihan Anda.

Tahap Kelima: Perilaku Pasca Pembelian
Setelah membeli, konsumen akan membandingkan produk yang dibelinya dengan ekspektasi sebelumnya. Bisa saja ia merasa puas atau sebaliknya, tidak puas. Seringkali terjadi juga konsumen mengalami semacam disonansi kognitif (perasaan galau). Merasa bahwa mungkin jika ia membeli produk lain akan lebih bagus. Jika konsumen puas, mereka cenderung akan membeli ulang, bahkan merekomendasikan produk yang sama ke teman-temannya. Sehingga terciptalah loyaloitas. Sementara jika tidak puas, dia akan menyebarluaskan umpan balik negatif kepada teman-temannya. Entah melalui sosial media atau melalui obrolan getok tular yang dilakukan.

Tentu saja tidak semua konsumen melalui kelima tahap ini dalam membeli sebuah produk. Jika seseorang merasa ingin makan coklat, dan sudah tahu merk coklat favoritnya, bisa saja ia akan langsung ke tahap empat: keputusan pembelian, melewati tahap mencari informasi dan evaluasi.

Memahami lima tahap keputusan pembelian ini membantu kita mengetahui apa yag perlu dilakukan agar konsumen membeli produk kita. Memahami tahap-tahap ini juga membantu kita menentukan tahap-tahap dalam mempromosikan produk kita yaitu:
1. Menyadarkan konsumen akan masalah/kebutuhannya.
2. Menyediakan informasi/pengetahuan terkait produk kita.
3. Memberikan alasan kepada calon konsumen mengapa produk kita lebih baik daripada produk pesaing.
4. Mengajak konsumen membeli produk kita.

Inilah pentingnya promosi dan edukasi konsumen secara bertahap. Mulai dari menyadarkan mereka terhadap masalah/kebutuhannya sampai akhirnya mereka membeli produk kita.

Penting pula kita menyasar target market yang tepat, mereka yang memang memerlukan produk kita. Sehingga copy (tulisan) yang kita buat lebih tepat sasaran.

Ternyata ya memang harus sabar ya Mak menjalani proses edukasi, promosi hingga membuahkan penjualan. Sama halnya seperti kita mendidik anak, harus super duper sabaaaarrrrr… Terkadang dalam hati saya terbersit kalimat “lebih gampang ngurus konsumen daripada ngurus anak” hihihiiii… Mak ngerasa gitu juga gak sih?

Terus berjuang, terus minta bantuan Allah untuk kita bisa menjadi tauladan bagi anak-anak kita Mak. Mau punya anak soleh/solehah ya kitanya harus memantaskan diri. Pengen anak memiliki kesadaran diri untuk menutup aurat, ya kitanya gak boleh bosen memberikan contoh dan menasehati dengan lemah lembut. Mak Ummu Auliya Syifa owner Syifana Hijabkidzakan aku kenang selalu karena telah menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi anakku dalam berhijab. Nyaman jilbabnya dan Naziya suka banget. Love it!

Btw Mak, buku Hypnowritingnya sudah pada baca sampe halaman berapa? Atau masih ada yang nyangkut bukunya di kurir? Coba konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya untuk dibantu cek ke kurirnya.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

5 Hal Penting dalam Hypnowriting

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJ Glutaskin Pengajar Jago JualanSuasana pagi segar, sambil nemenin anak sarapan, bunda mainkan jemarinya diatas laptop Beberapa bulan terakhir saya sedang asik memoles ilmu copywriting. Ada beberapa buku yang menjadi referensi saya, diantaranya Hypnowriting by Darmawan Aji. Sudah punya semua kan? Soalnya di kantor SBO stoknya tinggal dikit, mudah-mudahan Mak sudah kebagian.

Buka halaman 203 yuk Mak. Menurut pakar Hypnotic Writing, Joe Vitale, ada lima hal yang perlu diperhatikan saat kita membuat tulisan. Kelima hal ini akan membuat tulisan Anda memiliki efek hipnotik.

1. Keterlibatan. Semakin pembaca terlibat, semakin cenderung mereka membeli produk Anda.
2. Pilihan. Berikan pilihan yang sama-sama menguntungkan Anda dan pembaca. Satu produk yang ditawarkan untuk dibeli atau tidak dibeli bukanlah pilihan yang bagus.
3. Ego. Puaskan ego mereka, dengan tulus.
4. Imbalan. Berikan imbalan pada orang-orang yang mengikuti permintaan Anda. Beri mereka bonus, hadiah, tambahan yang tak terduga.
5. Keingintahuan. Ciptakan rasa penasaran dalam benak pembaca sejak awal.

Hasil akhir dari Hypnowriting adalah tulisan yang menjual tanpa kelihatan jualan. Ini penting. Banyak penjual yang copywritingnya terlalu berbau “jualan”. Efeknya, alarm dari pembaca berbunyi, dan filter kritisnya aktif. Akibatnya, mereka akhirnya tidak mau membeli jualan kita. Disinilah pentingnya kita memoles kalimat kita sehingga bisa menembus filter kritis mereka.

Hmmm… saya sedang mencerna pembahasan di atas, sebagian sudah saya terapkan, sebagiannya belum. Okey, kita praktek bareng-bareng ya Mak Supaya bisa bikin tulisan yang cantik. Secantik aku hari ini menggunakan gamis Elfana hijab dari Mak Umi Fadhilah owner www.elfanahijab.com Love it!

Saya doain Mak dimampukan Allah, pandai membuat tulisan yang tidak hanya sebatas artikel, tapi nantinya akan menjadi buku-buku best seller  aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Mudah Menjual Produk Mahal

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan Produsen Fashion Inner HijabBanyak yang ngeluh ke saya ketika mau mulai ikut jualin produk RAZHA. “Mba Muri, Inner Hijab RAZHA kan mahal, susah jualnya.”

MAHAL itu relatif. Mahal buat siapa? Benerkan Mak?
Supaya bisa jualan produk “mahal” ada 2 kunci utamanya:
1. Jual ke orang yang tepat. Orang yang mampu dan mau membelinya.
2. Jual dengan cara yang cerdas.

Hayu ke rak buku, buka Hypnoselling halaman 185. Udah pada sampe kan bukunya? Jangan dijadiin pajangan 

Informasi yang sama dapat dipersepsikan berbeda bila dikatakan dengan cara yang berbeda. Demikian juga HARGA. Kita dapat menyebutkan harga yang sama dengann cara yang berbeda dan prospek menganggapnya berbeda. Ingat, orang membeli karena persepsi mereka. Maka, bentuk persepsi mereka agar mereka menganggap bahwa harga kita adalah HARGA YANG WAJAR untuk benefit yang sudah kita jelaskan. Maka, jangan pernah sebut harga produk tanpa dilengkapi alasan mengapa harga yang kita tawarkan wajar.

Bandingkan dengan harga lain.
Orang pada umumnya memiliki sedikit pengetahuan tentang harga produk seperti ini. Anda bisa membandingkannya dengan:
– Harga pesaing
– Harga asli
– Harga pabrikan
– Harga lama
– Harga normal

Dipecah harian.
Misalnya harga produk seharga 360.000, bisa dipakai setahun. “Sebenarnya kita hanya keluarin uang 1.000 per hari loh. Beda dengan produk sebelah, lebih murah sih cuma 100rb-an. Tapi tiga bulan habis. Jadinya 3.000 sehari. Jadi mana yang lebih murah?”

Bandingkan dengan pengeluaran lain.
Misalnya harga laptop 10 juta. Bisa dibuat lebih murah dengan pernyataan: Bila dipecah harian, harga laptop ini kurang dari harga secangkir kopi cafe yang biasa Anda minum setiap harinya.

Katakan berapa harga yang telah dibayar orang lain (ditempat kita atau di tempat orang lain).
“Di luar sana, Anda perlu membayar puluhan juta untuk mempelajari ilmu ini.”

Tambahkan bonus.
Jangan main banting harga, bermainlah di penambahan benefit. Pastikan saat Anda menjual benefit jauh lebih besar dari harga yang dibayarkan. Maka mereka akan membeli, membeli dan membeli lagi. Saat Anda berikan bonus, jangan lupa sertakan nilainya (Pastikan nilai bonusnya tetap masuk akal, jangan berlebihan).

Selanjutnya silahkan baca sendiri ya di halaman 187 ya Mak, pegel ngetiknya wakakakaa… Weekend mau nemenin anak-anak main, usahain bukan main gadget. Alhamdulillah ada Mainan Kayuku Agdia dari Mak Dini Maryani 😍 Za & Zi seneng banget 😘 recommended!

Oh iya, Saya lagi beresin persiapan untuk seminar “Menyelami Dunia Produksi” yang akan menghadirkan 3 pembicara di Jakarta. SBO sedang merangkul para produsen dan calon produsen untuk bisa memilih produk laris dan belajar cara meningkatkan benefit. Sehingga mereka gak main di area “perang harga”. Jual produk itu harus dengan harga “pantas”. Sehingga kita punya cukup dana untuk membiayai pertumbuhan bisnis yang kita tahu GAK MURAH.

Salam sayang untuk Produsen Indonesia, sampai jumpa 28 Januari di Sofyan Inn Tebet, Jakarta. Pastikan Mak sudah dapat alamat lengkapnya ketika daftar ke Admin SBO di WA 087824468185 ya. Luv u Mak.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Calon Konsumen Akan Membeli Jika…

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi PenjualanBuka buku Hypnoselling halaman 182 yuk Mak. Udah pada sampe kan bukunya?

Seorang prospek akan membeli ketika benefit yang didapat lebih besar dari harga yang dibayarkan.

Apa yang dimaksud benefit? Benefit adalah keuntungan atau manfaat yang akan didapat oleh konsumen saat membeli produk kita. Secara sederhana ada dua macam benefit.

Pertama, benefit rasional. Terikat fungsi, bahan dan fitur produk.
Kedua, benefit emosional. Terkait gengsi, merk dan pelayanan.

Bagaimana dengan harga? Harga adalah biaya yang dibayarkan oleh seseorang untuk memiliki sebuah produk. Tidak terbatas pada uang, namun juga waktu dan usaha yang dikeluarkan untuk membeli sebuah produk.

Bila harga yang dibayarkan lebih besar daripada benefit yang akan didapat, tentu saja orang tidak akan mau membelinya. Sebaliknya, bila benefit yang didapat jauh lebih banyak daripada harga yang dibayarkan, maka orang akan mau membelinya.

Maka, jangan sekali-kali menyebutkan harga sebelum calon konsumen mengerti manfaat dari produk Anda.

Nah bagaimana caranya agak calon konsumen memahami sejalas-jelasnya benefit dari produk kita? Bagaimana pula agar persepsi mereka terhadap benefit yang didapat lebih besar daripada harganya? Ikuti tiga tips berikut:
1. Deskripsikan benefit sejelas-jelasnya.
2. Bingkai harganya.
3. Tingkatkan benefit buat mereka.

Bingung Mak? Alhamdulillah  ini artinya kita diminta Allah untuk nambah ilmu lagi, ilmu yang ada saat ini belum cukup. Silahkan baca lengkapnya di halaman 184. InsyaAllah nanti saya bahas lagi di sini.

Saya tertarik dengan BENEFIT EMOSIONAL. Ini yang bisa kita ulik dengan cara BRANDING. Benefit Emosional sangat bisa membantu kita menjual produk dengan harga tinggi dan tetap laris manis, walaupun toko sebelah jualannya banting harga. Biarin aja dia banting harga, kita mah jangan ikutan kerja rodi kaya dia. Kita jualan harus punya keuntungan yang cukup untuk bisa memenuhi semua biaya operasional dan biaya pertumbuhan perusahaan.

Biaya pertumbuhan perusahaan sudah dibahas sama Mas Arif Budiyono di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” bulan kemarin di Bandung. Buat Mak yang ketinggalan, ada kesempatan kedua, 28 Januari akan digelar seminar “Menyelami Dunia Produksi” di Jakarta. Ini seminar pertama dan terakhir tahun 2018 di Jakarta. Tema ini saya gak akan buka lagi di Jakarta 

Jadi jangan heran kalo chatnya Admin SBO di WA 087824468185 antriiii banget  Pada mau ikut seminar yang benefitnya bisa melipatgandakan omset Mak jika dipraktekin.

Kalo melipatgandakan kebahagiaan, pake Khimar nya Saya Syar’i dari Mak Es Setyowati  Bahagia karena jadi makin cantik dan terlihat lebih muda hihihiiii…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Memahami Pola Prilaku Manusia, untuk Memudahkan Penjualan

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online SBOBagi Mak yang jualan masih dengan memberikan fasilitas chatting dengan konsumen, tentunya kita gak mau di PHP-in ya  Lain halnya jika konsumen membeli via website/Marketplace/Ecommerce yang tidak ada fasilitas chatting.

Jika Mak masih menyediakan ruang bagi konsumen untuk bertanya lebih detail tentang produk/pelayanan yang Mak jual, maka sangat perlu kita pelajari ilmu komunikasi. Jangan sampe, konsumen gagal beli cuma karena kita salah memilih kata. Produk sih bagus, tapi…. kita salah menggunakan tata bahasa atau kurang tepat dalam memilih katanya.

Saya juga masih belajar Mak, ini lagi buka buku HypnoSelling halaman 134. Kalo buku Mak belum sampe, coba konfirmasi Admin SBO melalui WA 087824468185, mudah-mudahan gak nyangkut di kurir.

Perilaku manusia memiliki pola. Bila kita memahami pola seseorang, kita akan lebih mudah memengaruhi mereka. Gunakan pola yang sama, dan mereka akan percaya pada kita. Pola-pola ini tercermin dari pilihan kata yang mereka lakukan. Di dalam ilmu NLP, pola-pola perilaku ini dikenal dengan istilah Meta Program.

Meta Program adalah program internal dalam diri seseorang yang mengatur bagaimana mereka:
– Termotivasi
– Memproses Informasi
– Mengambil Keputusan

Dalam konteks penjualan, mengenal tiga hal di atas memudahkan kita dalam melakukan banyak hal bukan?

KRITERIA adalah kata kunci yang menjadi pertimbangan utama dalam memilih sesuatu. Kata kunci yang digunakan oleh seseorang sebagai label dari hal-hal yang ia anggap baik, tepat dan pas dalam konteks tertentu. Kata-kata ini menjadi pemicu bagi sebuah reaksi fisik dan emosional yang positif. Alan Pease mengistilahkan kriteria dengan “hot botton”.

Tujuan pertanyaan kriteria adalah untuk menemukan apa yang bernilai bagi pelanggan. Contoh pertanyaan untuk mengungkap kriteria:
– Apa yang Anda inginkan dari sebuah X?
– Apa yang Anda cari dari X?
– Apa yang penting bagi Anda terkait X?

Tanpa kriteria, kita akan memberikan solusi yang tidak sesuai dengan keinginan dari prospek kita.

Bayangkan skenario berikut:

Katakanlah Anda menjual berbagai jenis kerudung. Lalu datang seorang calon pembeli. Mana kira-kira yang potensi closingnya tinggi?

Skenario pertama: Anda tunjukkan berbagai macam kerudung ke dia. Katakan betapa cocoknya mereka menggunakan kerudung itu.

Skenario kedua: Anda bertanya dulu “Boleh tahu, kerudung seperti apa yang ibu cari? Untuk dipakai sendiri atau…?” Lalu Anda pilihkan kerudung yang sesuai dengan jawaban calon pembeli.

Kira-kira dari dua skenario sederhana di atas, mana yang potensi closingnya lebih tinggi? Tentu saja skenario kedua bukan?

+++++++

Gimana Mak? Sudah kebayangkan?

Dengan menggali keinginan konsumen terlebih dahulu, menurut saya akan meringankan pekerjaan kita.

+ Mba mau beli inner RAZHA donk.
– Mau inner apa Mba?
+ Coba lihat adanya apa?

Plis deh Mak, di RAZHA variant innernya banyak banget, kasian CS kalo harus kirimin semua foto ahahahaaa…. Dan waktunya jadi terpakai banyak untuk melayani satu konsumen.

+ Mba mau beli inner RAZHA donk.
– Mba butuh inner yang seperti apa? Menutupi kepala saja (ciput), inner ninja (hingga dada tapi membentuk leher) atau Inner syari yang seperti bergo?
+ Inner Syari seperti apa?
– Ini Mba fotonya, ada beberapa variant juga. Mba mau yang sederhana classic polos, atau yang ada modelnya?
+ Oh boleh yang classic aja, saya senengnya yang polos.
– Baik Mba, ini pilihan warnanya.

Nah lebih asik ya Mak kalo kita bisa tahu apa kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga kita menawarkan produk yang tepat kepada orang yang tepat, maka tingkat clossingnya insyaAllah lebih tinggi.

Coba yuk.. semoga Allah mudahkan urusan Mak. Omset meningkat, zakat sedekah juga meningkat  aamiin..

Kalo Bawang Goreng Brebes dari Mak Mel Malikha Mukhaemin sudah coba Mak? Ada yang pedesnya juga ternyata.. nyaaamm.. nyaammm… Apapun makannya, selalu ditemenin Bawang Goreng Brebes, eh bisa dicemil juga 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Menggali Keinginan dan Kebutuhan Konsumen

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram Marketing Private BelajarWah asik ya toko sebelah laris banget. Kayanya jualan produk itu enak ya, gampang jualnya. ikut jualin ah..

Ealaaah… kok gak semanis dia hasilnya.

Ya gitu deh Mak, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau hehehee.. Kita gak tau aja, bisa jadi dia rumputnya sintetis 

Ketika kita melihat bisnis orang lain lebih sukses, yang dilihat bukan objek bisnisnya. Tetapi subjeknya, orang yang menjalankannya. Dia cara jalaninnya gimana, apa saja ilmu yang dia pelajari, strategi apa, konsepnya gimana, manajemen timnya seperti apa, jurus langitnya dll.

Hari ini saya mau sharing isi buku Hypnoselling Taktik Jualan Tanpa Penolakan karyanya Mas Darmawan Aji yang sedang proses PO. Eh aku udah dapet bukunya duluan donk hehehee… jangan ngiri ya 

Halaman 117, Rahasianya ada di Pertanyaan.

Banyak orang mengira bahwa penjual yang hebat adalah penjual yang banyak omong atau cerewet, benarkah demikian? Saya sih tidak sependapat. Saya justru paling tidak suka bertemu dengan penjual yang cerewet dan banyak omong. Menurut saya penjual yang hebat justru penjual yang bisa bertanya dengan tepat bukan sekedar menjelaskan. Questioning not telling. Karena kualitas pertanyaan sang penjual akan menentukan kualitas jawaban dari klien.

Orang hanya membeli produk yang mereka butuhkan. Maka, sebagai penjual kita diberi dua pilihan.

Pertama, memberitahu kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Kedua, bertanya kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Cara pertama bisa kita lakukan bila prospek sudah benar-benar percaya penuh kepada kita. Namun pada banyak kasus, cara pertama berisiko memunculkan resistensi (perlawanan/penolakan). Mengapa? Karena orang secara umum tidak suka diberitahu tentang apa yang perlu mereka lakukan. Maka, cara kedua adalah cara terbaik untuk menyadarkan prospek terhadap kebutuhannya.

Ada tiga manfaat mengajukan pertanyaan dalam penjualan. Tapi sayangnya saya tidak akan bagikan sekarang, karena mau ngurus cucian dulu Mak hihihiii… Mumpung rada terang cuacanya. Selengkapnya Mak bisa baca di halaman 118. Eh udah pada sampe kan bukunya? Jika belum sampe bisa konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya.

Jadi inget, terkadang ngurus konsumen, mirip dengan ngurus anak. Ketika kita memerintahkan anak untuk melakukan A, B, C. Dia akan merasa itu hanya kewajiban. Anak harus tahu dulu BIG WHY nya. Kenapa dia perlu melakukan A, apa manfaat dan kebutuhannya bagi dia. Ketika sang anak paham bahwa saat melakukan A dengan baik, dia akan mendapatkan manfaat untuk dirinya, maka diapun akan lebih semangat mengerjakannya. Bukan sebagai kewajiban, tetapi kebutuhan.

Mas Zhafran, foto donk pake koko dan sarung baru dari Tante Ummu Azizanowner Salama Sarung. Bagus nih bahannya adem jadi gak gerah kalo Mas sholat, trus praktis sarungnya jadi Mas gak repot. Seneng deh dia dan fotonya jadi bagus 

Selamat mencoba ya Mak jurusnya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Tiga Tahap Penjualan Menuju Closing

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Produsen Fashion Inner HijabAsiiiik bedah buku lagi ^_^ Buka halaman 151, buku Hypnowriting ya Mak.
 
Untuk membuat calon konsumen tahu, suka dan percaya maka kita perlu merancang konten promosi kita secara terencana. Secara sederhana, kita dapat menyederhanakan hirarki efek menjadi tiga tahap:
 
Pertama, tahap Awareness — bertujuan membuat calon konsumen mulai sadar dan tahu.
 
Kedua, tahap Consideration — bertujuan membuat calon konsumen suka, cocok dan percaya.
 
Ketika, tahap Action — bertujuan membuat calon konsumen membeli.
 
Tugas kita adalah membawa calon konsumen bergeser dari satu tahap ke tahap lainnya.
 
Copywriting sejatinya bertujuan untuk membantu pembaca untuk bergeser dari satu tahap keputusan ke tahap keputusan berikutnya. Maka, untuk itulah kita memerlukan tiga kategori konten berbeda. Saya sebut dengan konten C1, C2, C3.
 
Konten C1 — Awareness — calon konsumen menyadari masalah, kebutuhan dan keinginannya.
 
Konten C2 — Consideration — calon konsumen memilih produk yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Membuat mereka SUKA dan PERCAYA dengan produk kita.
 
Konten C3 — Action — calon konsumen mengambil tindakan untuk membeli produk yang paling diinginkan.
 
+++++++
 
Jadi ketika bikin status, secara bergantian kita membuat konten dengan kategori C1, C2 dan C3 Mak. Tiap kategori gaya tulisan, isinya dan panjangnya berbeda. Karena audience kita berada di tahap pengambilan keputusan yang berbeda-beda.
 
Langsung praktek yuk.. Misalnya pagi konten C1, siangnya C2 dan malamnya C3. Belajar membuat copywriting sama seperti
belajar masak Mak ^_^ Butuh proses belajar dan praktek yang seriiiiiiing… Hingga akhirnya bisa menghasilkan copywriting yang bikin baper audience 😉 Lalu akhirnya mereka terhipnotis untuk order ^_^
 
Setelah Mak liat fotoku pake gamis Zaki Zakiah dari Mak Kiki Zakiah pasti terhipnotis dan bilang aku 10 tahun lebih muda kan.. ayo ngaku….ngakuuuu… 😀 Jangan ngiri ya :p Memang kenyataannya aku masih 20an kok hihihiiii…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 Gaya Copywriting (edisi 2)

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online BelajarLihat edisi pertamanya dengan #7gayaCopywriting
 
5. The Summary (Ringkasan)
Ringkasan disukai pembaca. Baik mereka yang punya banyak waktu lebih-lebih bagi mereka yang tidak mempunyai banyak waktu. Ringkasan dapat menjadi titik awal untuk mengantarkan pembaca ke tulisan yang lebih panjang.
 
6. The News Story (Berita)
Berikan kepada pembaca siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana sejak awal tulisan Anda. Beritahu siapa melakukan apa di headline-nya. Pembaca menginginkan detail sebuah informasi dalam format yang mudah dibaca. Copywriting tipe ini membuat pembaca mendapatkan informasi kunci yang diperlukan secara lengkap untuk membeli sebuah produk. Tipe ini cocok untuk calon konsumen yang lebih suka informasi yang to the point. Bukan informasi yang bertele-tele.
 
7. The Journal (Catatan Harian)
Kadangkala kita hanya ingin mengeluarkan apa yang ada dalam benak kita. Apa yang kita pikirkan dan rasakan. Tulisan seperti ini lebih mengalir dan selalu menarik untuk dibaca. Karena sangat manusiawi. Cobalah mengubah subyek yang dingin atau kaku menjadi sesuatu yang lebih hangat, sesuatu yang tidak terduga. Copywriting di sosial media cocok menggunakan tipe ini.
 
Nah sudah 7 Gaya Copywriting yang kita tahu ya Mak. Sekarang tinggal kita praktekin secara berulang. Ya tentunya harus berulang Mak, karena bikin copywriting itu seperti masak. Butuh jam terbang untuk bisa menciptakan masakan yang rasanya paaassss dilidah dan disukai banyak orang.
 
Kalo segala kue dan cemilan dari Rahida Cookies ini maknyuuusss… nyaaammm…nyaaam… Kripik Pisang aneka rasa, Biji-Biji, Kue Karawo, Acar Ikan Pisang, Skipy.
 
Praktek bikin copywritingnya gunakan ‪#‎latihan7gayacopywriting‬ ya Mak. Mudah-mudahan bisa untuk saling kasih kritik dan saran 😉
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading