Cara Menggali Keinginan dan Kebutuhan Konsumen

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Instagram Marketing Private BelajarWah asik ya toko sebelah laris banget. Kayanya jualan produk itu enak ya, gampang jualnya. ikut jualin ah..

Ealaaah… kok gak semanis dia hasilnya.

Ya gitu deh Mak, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau hehehee.. Kita gak tau aja, bisa jadi dia rumputnya sintetis 

Ketika kita melihat bisnis orang lain lebih sukses, yang dilihat bukan objek bisnisnya. Tetapi subjeknya, orang yang menjalankannya. Dia cara jalaninnya gimana, apa saja ilmu yang dia pelajari, strategi apa, konsepnya gimana, manajemen timnya seperti apa, jurus langitnya dll.

Hari ini saya mau sharing isi buku Hypnoselling Taktik Jualan Tanpa Penolakan karyanya Mas Darmawan Aji yang sedang proses PO. Eh aku udah dapet bukunya duluan donk hehehee… jangan ngiri ya 

Halaman 117, Rahasianya ada di Pertanyaan.

Banyak orang mengira bahwa penjual yang hebat adalah penjual yang banyak omong atau cerewet, benarkah demikian? Saya sih tidak sependapat. Saya justru paling tidak suka bertemu dengan penjual yang cerewet dan banyak omong. Menurut saya penjual yang hebat justru penjual yang bisa bertanya dengan tepat bukan sekedar menjelaskan. Questioning not telling. Karena kualitas pertanyaan sang penjual akan menentukan kualitas jawaban dari klien.

Orang hanya membeli produk yang mereka butuhkan. Maka, sebagai penjual kita diberi dua pilihan.

Pertama, memberitahu kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Kedua, bertanya kepada prospek tentang apa yang mereka butuhkan.

Cara pertama bisa kita lakukan bila prospek sudah benar-benar percaya penuh kepada kita. Namun pada banyak kasus, cara pertama berisiko memunculkan resistensi (perlawanan/penolakan). Mengapa? Karena orang secara umum tidak suka diberitahu tentang apa yang perlu mereka lakukan. Maka, cara kedua adalah cara terbaik untuk menyadarkan prospek terhadap kebutuhannya.

Ada tiga manfaat mengajukan pertanyaan dalam penjualan. Tapi sayangnya saya tidak akan bagikan sekarang, karena mau ngurus cucian dulu Mak hihihiii… Mumpung rada terang cuacanya. Selengkapnya Mak bisa baca di halaman 118. Eh udah pada sampe kan bukunya? Jika belum sampe bisa konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185 ya.

Jadi inget, terkadang ngurus konsumen, mirip dengan ngurus anak. Ketika kita memerintahkan anak untuk melakukan A, B, C. Dia akan merasa itu hanya kewajiban. Anak harus tahu dulu BIG WHY nya. Kenapa dia perlu melakukan A, apa manfaat dan kebutuhannya bagi dia. Ketika sang anak paham bahwa saat melakukan A dengan baik, dia akan mendapatkan manfaat untuk dirinya, maka diapun akan lebih semangat mengerjakannya. Bukan sebagai kewajiban, tetapi kebutuhan.

Mas Zhafran, foto donk pake koko dan sarung baru dari Tante Ummu Azizanowner Salama Sarung. Bagus nih bahannya adem jadi gak gerah kalo Mas sholat, trus praktis sarungnya jadi Mas gak repot. Seneng deh dia dan fotonya jadi bagus 

Selamat mencoba ya Mak jurusnya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Tiga Tahap Penjualan Menuju Closing

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Produsen Fashion Inner HijabAsiiiik bedah buku lagi ^_^ Buka halaman 151, buku Hypnowriting ya Mak.
 
Untuk membuat calon konsumen tahu, suka dan percaya maka kita perlu merancang konten promosi kita secara terencana. Secara sederhana, kita dapat menyederhanakan hirarki efek menjadi tiga tahap:
 
Pertama, tahap Awareness — bertujuan membuat calon konsumen mulai sadar dan tahu.
 
Kedua, tahap Consideration — bertujuan membuat calon konsumen suka, cocok dan percaya.
 
Ketika, tahap Action — bertujuan membuat calon konsumen membeli.
 
Tugas kita adalah membawa calon konsumen bergeser dari satu tahap ke tahap lainnya.
 
Copywriting sejatinya bertujuan untuk membantu pembaca untuk bergeser dari satu tahap keputusan ke tahap keputusan berikutnya. Maka, untuk itulah kita memerlukan tiga kategori konten berbeda. Saya sebut dengan konten C1, C2, C3.
 
Konten C1 — Awareness — calon konsumen menyadari masalah, kebutuhan dan keinginannya.
 
Konten C2 — Consideration — calon konsumen memilih produk yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhannya dan keinginannya. Membuat mereka SUKA dan PERCAYA dengan produk kita.
 
Konten C3 — Action — calon konsumen mengambil tindakan untuk membeli produk yang paling diinginkan.
 
+++++++
 
Jadi ketika bikin status, secara bergantian kita membuat konten dengan kategori C1, C2 dan C3 Mak. Tiap kategori gaya tulisan, isinya dan panjangnya berbeda. Karena audience kita berada di tahap pengambilan keputusan yang berbeda-beda.
 
Langsung praktek yuk.. Misalnya pagi konten C1, siangnya C2 dan malamnya C3. Belajar membuat copywriting sama seperti
belajar masak Mak ^_^ Butuh proses belajar dan praktek yang seriiiiiiing… Hingga akhirnya bisa menghasilkan copywriting yang bikin baper audience 😉 Lalu akhirnya mereka terhipnotis untuk order ^_^
 
Setelah Mak liat fotoku pake gamis Zaki Zakiah dari Mak Kiki Zakiah pasti terhipnotis dan bilang aku 10 tahun lebih muda kan.. ayo ngaku….ngakuuuu… 😀 Jangan ngiri ya :p Memang kenyataannya aku masih 20an kok hihihiiii…
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 Gaya Copywriting (edisi 2)

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online BelajarLihat edisi pertamanya dengan #7gayaCopywriting
 
5. The Summary (Ringkasan)
Ringkasan disukai pembaca. Baik mereka yang punya banyak waktu lebih-lebih bagi mereka yang tidak mempunyai banyak waktu. Ringkasan dapat menjadi titik awal untuk mengantarkan pembaca ke tulisan yang lebih panjang.
 
6. The News Story (Berita)
Berikan kepada pembaca siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana sejak awal tulisan Anda. Beritahu siapa melakukan apa di headline-nya. Pembaca menginginkan detail sebuah informasi dalam format yang mudah dibaca. Copywriting tipe ini membuat pembaca mendapatkan informasi kunci yang diperlukan secara lengkap untuk membeli sebuah produk. Tipe ini cocok untuk calon konsumen yang lebih suka informasi yang to the point. Bukan informasi yang bertele-tele.
 
7. The Journal (Catatan Harian)
Kadangkala kita hanya ingin mengeluarkan apa yang ada dalam benak kita. Apa yang kita pikirkan dan rasakan. Tulisan seperti ini lebih mengalir dan selalu menarik untuk dibaca. Karena sangat manusiawi. Cobalah mengubah subyek yang dingin atau kaku menjadi sesuatu yang lebih hangat, sesuatu yang tidak terduga. Copywriting di sosial media cocok menggunakan tipe ini.
 
Nah sudah 7 Gaya Copywriting yang kita tahu ya Mak. Sekarang tinggal kita praktekin secara berulang. Ya tentunya harus berulang Mak, karena bikin copywriting itu seperti masak. Butuh jam terbang untuk bisa menciptakan masakan yang rasanya paaassss dilidah dan disukai banyak orang.
 
Kalo segala kue dan cemilan dari Rahida Cookies ini maknyuuusss… nyaaammm…nyaaam… Kripik Pisang aneka rasa, Biji-Biji, Kue Karawo, Acar Ikan Pisang, Skipy.
 
Praktek bikin copywritingnya gunakan ‪#‎latihan7gayacopywriting‬ ya Mak. Mudah-mudahan bisa untuk saling kasih kritik dan saran 😉
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

7 Gaya Copywriting

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan Akademi Guru Online (2)Sudah pada sampe buku Hypnowriting-nya kan Mak? Yuk buka halaman 298.
 
Aturan sederhana dalam menulis copywriting adalah: jangan membuat copy yang membosankan. Seringkali, karena kita baru belajar, mengikuti langkah demi langkah copywriting malah membuat tulisan kita terlalu menjual. Efeknya adalah filter kritis pembaca menjadi aktif dan mulai muncul resistensi.
 
The Story (Cerita)
Cerita adalah inti dari komunikasi manusia. Semua orang menyukai cerita. Buat copywriting Anda menarik dengan menceritakan kisah dan cerita. Cerita membuat pembaca terkoneksi secara emosional dan mengidentifikasi dirinya dengan subyek di dalam tulisan.
 
The Q&A (Tanya Jawab)
Kadangkala, kita hanya ingin perytanyaan kita terjawab. Di sinilah FAQ atau Q&A bermanfaat. Dalam sebuah website, seringkali halaman tentang Q&A ini justru yang paling banyak dikunjungi oleh pembaca.
 
The How To (Tips)
Beberapa orang membutuhkan arahan. Copywriting dengan format “how to” yang menyajikan cara atau arahan akan sangat membantu pembaca. Orang-orang menyukai tips, cara, atau langkah-langkah untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih murah, lebih cepat.
 
The Letter (Surat)
Kapan terakhir kalinya Anda menerima surat yang tulus dalam inbox email Anda? Jika Anda seperti orang lain, sudah lama sekali kita menerima surat yang tulis dalam inbox kita. Copywriting dalam bentuk surat akan memudahkan kita terkoneksi dengan calon konsumen. Tentu saja dengan bahasa yang sepersonal mungkin.
 
Bersambung… #7gayaCopywriting
 
Okey sudah ada 4 Gaya Copywriting, kita praktek yuk Mak. Pada tiap gaya coba terapkan 1 kali dalam 1 hari. Misalnya hari ini gaya Story, besoknya Q&A, lusa Tips dan kemudian Surat. Gakpapa latihannya posting di FB saja Mak. Lalu mention saya dengan cantumkan #Latihan7GayaCopywriting
 
Baru diminta praktek aja langsung degdegan, panik, bingung, gak tau mau nulis apa hihihiii.. kalem… cari cemilan dulu aja Mak. Nih kaya saya, samping laptop berderet cemilan super enak @almondcrackers dai Saya Suka Cake & Pastry ^_^ yuummmmy…
 
Saya doain 2018 Mak sudah berhasil pandai bikin copywriting aamiiin…
 
Oh iya, sekalian ingetin, 26 November saya ada di Bekasi untuk Private Instagram Marketing. InsyaAllah masih ada kuota untuk Mak yang ketinggalan daftar, jangan ke saya daftarnya ya tapi ke WA 0812.5000.2308
 
Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading