Strategi Dagang “JUAL HARGA LEBIH MURAH” Apa Ini Tepat?

1Silahkan jika Mak mau mengambil strategi kompetisi bisnis dengan cara ini. Tidak salah, jika…. Setelah kita jual dengan harga MURAH, bisnis kita masih bisa berjalan dengan sehat.

Apa patokannya sehat?

Menurut saya, bisnis yang sehat itu:
– Bertumbuh setiap tahunnya. Dengan tolak ukur pertumbuhannya adalah nilai aset bertambah, kapasitas (kwantitas/kwalitas) Tim bertambah, jaringan pemasaran semakin luas, cash flow bernilai positif, pencapaian profit meningkat, kapasitas produksi/penjualan naik dll.
– Memiliki dana cadangan yang cukup untuk beberapa bulan bahkan ada yang beberapa tahun kedepan. Dana cadangan untuk operasional, meskpiun tidak terjadi penjualan.
– Punya dana yang cukup untuk melakukan pengembangan bisnis. Seperti membeli buku, ikut seminar/workshop dan pembinaan untuk timnya.
– Ada anggaran untuk piknik bersama Tim  Ini penting loh, bagaimanapun Tim juga turut andil dalam kesuksesan kita. Jangan hanya bercita-cita piknik dalam kota atau luar kota yang dekat. Coba pasang impian pikniknya berupa perjalanan spiritual ke tanah suci.

*Silahkan jabarkan kriteria bisnis sehat menurut Mak.

Semua “kesehatan” itu butuh uang untuk mewujudkannya kan ya Mak. Uangnya dari mana? Ya dari margin yang kita dapatkan saat penjualan. Maka ketika margin dikali jumlah penjualan namun tidak mencukupi untuk membuat perusahaan sehat, ya saya tidak akan memilih cara “Jual Harga Lebih Murah”.

Kalo bisa jual mahal, kenapa jual murah? 

Semakin besar margin yang bisa kita dapatkan, semakin leluasa kita dalam mengembangkan bisnis. Leluasa juga donk sedekahnya, leluasa kirim untuk orang tua, leluasa memberi disaat sodara kita membutuhkan… Aaaaah… leluasa banget deh untuk bisa lebih bermanfaat.

Yang menjadi PR berikutnya adalah bagaimana bisa menjual barang lebih mahal dengan HPP (harga pokok produksi) yang murah.

Bagaimana menyulap barang yang biasa, tapi konsumen menilainya luaaaaarrr biasa. Hal itu hanya bisa terwujud ketika kita menambahkan VALUE dan melakukan proses BRANDING yang tepat.

Pusing karena makin banyak PR?  Maafkan aku yang paling seneng ngasih PR 

Pahami juga prinsip rejeki. Rejeki itu dari Allah, bukan dari barang. Jadi jangan segan untuk mengganti barang dagangan jika dirasa persaingan disana sudah berdarah-darah. Ataupun barang yang sama/serupa tapi pindah kelas. Pilih jalan rejeki yang nyaman dalam kita melakukannya. DAN TIDAK MENZOLIMI DIRI SENDIRI!

Menjalani bisnis itu kudu bahagia. Sebahagia ketika aku menikmati sore dengan baca buku sambil nyemil kacang almond SiRacang dari Mak Widji Handayani 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Mudah Menghitung Biaya Penyusutan Alat

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan PrivateLaptop, HP, Printer, Modem, Kipas Angin, Timbangan, Sealer, Kalkulator dll. Kalo peralatan ini rusak, Mak ambil uangnya dari mana?

Minta sama suami 

Plis deh Mak, tobat  Kasian suami jadi investor tetap dan selamanya tanpa akhir wakakakaaa…

Semua peralatan kerja, jika rusak, ya ambilnya dari uang bisnis. Ini masuk biaya pengeluaran. Lebih enaknya kita sisihkan dari dana penyusutan alat. Semua barang yang kita pakai pasti ada umurnya. Panjang atau pendek usianya, tergantung tangan yang pake tuh barang ahahahaaa… Kalo orangnya apik, ya bisa panjang umur.

Tapi kalo orangnya sembrono, bisa cepet tewas tuh barangnya.
1. HP CS kesiram pembersih wajah oleh karyawan 
2. Laptop CS keinjek sama anak karyawan 
3. Mouse jatuh di tangga saat karyawan bawa ke atas 
4. Kabel sealer putus, entah diapain sama karyawan 
5. Printer macet, biaya benerin lebih mahal  jadi beli baru lagi.

Misalnya HP harga 1,6juta (baru beli kemarin untuk admin baru jadi masih inget harganya ). Berapa kira-kira usia penggunaan HP nya, 3 tahun kali ya.

Rp.1.600.000 dibagi 3 tahun, jadi Rp.533.333/tahun.
Rp. 533.333 dibagi 12 bulan, jadi Rp.44.444/bulan.

Jadi Mak harus nabung Rp.44.444 per bulan untuk 1 HP. Kalo HP lebih dari satu, ya tinggal dikali. Enaknya sih, ini langsung diambil tiap bulan, dan dicatat sebagai penyusutan alat. Lalu nanti uangnya pisahin rekening. Sehingga, jika suatu saat HP nya rusak, uangnya sudah ada.

Agar lebih akurat tabungannya, hitung dengan harga HP 3 tahun kedepan. Dengan perkiraan naik berapa % pertahun. Seiring dengan naiknya dollar juga.

Laptop harga 4 juta, masa pakai 4 tahun, per bulan jadi Rp.83.333

Misalnya ini biaya penyusutan per bulan di bisnis Mak:
– 3 laptop x Rp.83.333
– 2 HP x Rp.44.444
– Printer Rp.20.000
– 3 Mouse Rp.5.000
– Modem Rp.5.000
– Kipas Angin Rp.5.000
– Sealer Rp.5.000

Totalnya Rp.388.887 lumayan nih kalo ditabung tiap bulan, setahun 4 juta lebih. Belum lagi penyusutan peralatan seperti rak, meja, kursi dll.

Makanya kalo jualan jangan banting-banting harga  kerja rodi loh nanti jadinya 

Kalo aku.. jualan itu harus cukup juga untuk memenuhi biaya ke salon, piknik, ngebakso, pijet, beli perawatan kecantikan, olahraga dll. Duh kalo kita jualan murah meriah terus, margin tipis banget, kita gak bisa merawat badan, setres… apa donk nikmatnya bisnis?

Mak Siti Nurhasanah Shineskin terimakasih ya sudah ngenalin Shineskin ke aku, merawat wajah itu wajib, ibadah dan bikin suami bahagia karena pemandangan dirumah indah  Love it!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EEJJNangis bombay deh kalo udah salah ngitung harga jual  Saya sudah pernah ngalamin, nyesek Mak! Bukannya untung, malah buntung hiiiksss….!

Menurut saya, ada 2 cara untuk menghitung harga jual.
1. Dari harga jual menuju ke harga produksi.
2. Dari harga produksi menuju ke harga jual.

Untuk point 1, yang harus Mak lakukan adalah riset TARGET MARKET dan riset PASAR terlebih dahulu. Berapa sih harga jual di pasaran? Kompetitor jualnya berapa? Bukan berarti kita harus menentukan harga jual dibawah harga kompetitor. Kita bisa saja jual lebih mahal, namun dengan diiringi penambahan VALUE. Sehingga konsumen tetap rela bayar dengan harga lebih mahal, namun mendapatkan manfaat, kebahagiaan dan kepuasan lebih banyak.

Misalnya harga jual di pasaran Rp.100.000.
Ini saya coba bedah dengan potongan diskon di RAZHA.

Reseller disc.20%.
100.000 – 20.000 = 80.000

Agen disc. 30%.
100.000 – 30.000 = 70.000

Ditributor disc.40%.
100.000 – 40% = 60.0000

Maka misalnya distributor membeli ke RAZHA, omset masuknya adalah 60.000. Ini adalah harga terrendah yang masuk ke kas RAZHA.

Dari 60.000 ini harus bisa menutupi:
1. Harga Pokok Produksi
2. Biaya operasional
3. Biaya pengembangan bisnis
4. Biaya penyusutan alat
5. Pajak + Zakat
6. …..
7. ……
8. …..
9. KEUNTUNGAN

Nah 9 point di atas itu harus Mak buat serinciiiiiii mungkin. Jangan sampe ada biaya yang lupa Mak masukin. Padahal kita tetap membayarkannya.

Point 2 – 9 dihitung. Maka point 1 Mak juga nantinya bisa tahu berapa harga pokok produksi yang bisa dialokasikan. Sehingga besaran nilai point 1 sangat mempengaruhi jenis bahan yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan, harga jasa pembuatan, model dan harga kemasan produk dll.

Jika… misalnya… harga pokok produksi ada di angka 20.000. Maka Mak harus fokus mencari bahan baku yang kurang dari 20.000. Karena kan harus ada biaya jasa pembuatan, kemasan, foto produk, resiko reject dll.

Nah pusing kan jadi produsen? wakakakaaa…
Mau dapet untung banyak ya harus siap pusingnya banyak hihihiiii…

Walaupun lagi mumeeet.. dan pusiiiiing, dirumah tetep harus cantik demi suami ya Mak. Dapet pahala kan  Makasi ya Mak Erika Okta Viana aku makin cantik dan suami makin bahagia hihihiii… Lip Mate Cream Bearl favoritku niiih… recommended! @bearlbdgofficial

Orang lain mah ngaca pake cermin, Emak Olshop ngaca pake laptop ahahahaaa… Abaikan piring dan segala perabotan dapurnya, beginilah ruang kerja Emak Jaman Now 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

[Tips CouplePreneur] Pengelola Keuangan Suami/Istri?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan EndorseHujan dipagi hari bikin mager, saat ini di Cihanjuang 21 derajat celcius. Enaknya baca buku, memberikan nutrisi diri untuk memperkaya wawasan. “Couplepreneur Bikin Baper” karya Mba Fenny Ferawati jadi pilihanku hari ini. Halaman 99…

Siapa Pengelola Keuangan?

Pada dasarnya tidak ada teori yang mengharuskan suami atau istri yang memegang kendali atas pengelolaan keuangan. Meskipun sebagian besar pasangan menganut paham untuk menunjuk sang istri menjadi “Manajer Keuangan”, itu bukan suatu hal yang tidak bisa diganggu gugat.

Jika memang sang istri mampu mengelola dengan baik dan bisa dipercaya, maka seyogyanya sang istri yang mengelola. Namun jika dirasa sang suami yang lebih piawai mengatur keuangan, sah-sah saja jika kendali ada di tangan suami. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya keterbukaan di kedua belah pihak.

Lalu bagaimana jika berbisnis bersama?

Dalam suatu bisnis, profesionalitas harus terjaga. Pemegang keuangan tentu berdasarkan kompetensi. Siapa yang lebih mampu dalam artian memiliki ilmu yang mencukupi, dialah yang diberi tanggung jawab. Bahkan jika diperlukan, ada baiknya merekrut karyawan untuk bagian keuangan.

Kesalahan yang lazim dilakukan para couplepreneur adalah mencampur keuangan pribadi dengan usaha. Tanpa ada pemisahan keuangan, biasanya pelaku bisnis akan terkecoh dengan saldo yang bayak dan cenderung mendorong ke arah konsumtif. Padahal uang tersebut juga diperlukan untuk modal dan biaya operasional.

Tips:
1. Pisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis.
2. Buat rincian pengeluaran rutin dan penting.
3. Miliki catatan keuangan bisnis dan catatan keuangan pribadi secara terpisah.

Kalo di bisnis Mak saat ini, yang pegang keuangan Mak atau suami?

Suami saya gak mau pegang uang, kalo butuh tinggal laporan dan mengajukan proposal hihiiii… Jadi semua ATM dan token saya yang pegang. Nah ini justru jadi ujian ahahahaa.. harus kuat iman 

Ya kalo lagi mumet urusan ngatur keuangan, paling enak “me time” dengan cara merawat diri. Bagi seorang Emak yang masih punya balita, susah untuk ke salon. Alhamdulillah ada Moayu dari Mba Yulia Astuti  Moayu Skin Care for Soft, Smooth & Glowing skin 

Mak sudah sampe halaman berapa baca buku Couplepreneur-nya? Kalo ada buku yang halamannya loncat, kosong ataupun rusak. Bisa ditukar jika Mak waktu itu ordernya di Admin SBO melalui WA 087824468185 ya.

NB: Sampai ketemu 28 Januari 2018 di Seminar “Menyelami Dunia Produksi” SBO. Inget kan lokasi acaranya di Sofyan Inn Tebet? Tolong datang tepat waktu ya Mak 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

KASIAN BANGET! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi OmsetSaya pun sama dengan Mak. Saya menjalani bisnis dari NOL. Saya bukan anak orang kaya yang bisa mulai bisnis dengan modal besar. Lagi pula, modal awal besar bukan jaminan bisnis bisa berjalan lancar dan mencapai kesuksesan. Ada teman saya buka salon di Jakarta, modal 1 Milyar. Gak nyampe setahun Mak, TUTUP!

Sudah pada tahukan RAZHA ini bisnis saya yang ke 7. Alhamdulillah 6 lainnya sudah gulung tikar semua  Kenapa ya gonta-ganti bisnis tapi gak sukses-sukses?

HOKI kamu di fashion.
Peruntungan kamu di Kuliner.
Kamu cocoknya di air 

Jangan percaya itu ya Mak, itu mah mitos. Setelah saya evaluasi diri, kenapa 6 bisnis lainnya gak panjang umur, ada dua kesalahan besarnya: GAK PUNYA ILMU & MUDAH MENYERAH!

Yes, jadi bukan soal MODAL.

+ Susah Mak Muri!
– Ya iyalah susah, kalo gampang, semua orang udah kaya Mak. 

Okey jadi paham ya Mak, kita harus:
1. Upgrade ilmu tanpa henti.
2. Berjuang dan bertahan sekuat tenaga.

Saya sadar betul, sebagian dari kita pengen banget bisnisnya cepet besar. Gatel pengen buru-buru cari investor. Saya bikin tulisan ini karena baru aja kemarin ada yang nangis bombay di rumah saya. Dia menerapkan sistem bagi hasil 50% untuk investor dari margin (selisih harga dari harga produk dengan penjualan)

Okey, kamu (pelaku bisnis) dapet 50% ya. Coba jawab ini:
– Yang bayar sewa tempat siapa?
+ Saya
– Yang bayar listrik siapa?
+ Saya
– Yang bayar iklan siapa?
+ Saya
– Yang bayar karyawan siapa?
+ Saya
– Yang bayar peralatan kerja siapa? Kalo si Laptop dan HP rusak, siapa yang beli?
+ Saya

Okey hitung. Dari 50% itu berapa sisanya setelah dipotong biaya-biaya? Kamu dapet berapa jadinya? 5% Mak 

Investor dapet 50%, dia yang menjalankan dapet 5%. Menurut Mak ini adil gak? Kalo saya sih gak mau jalanin seperti ini. Kerja rodi!

Sebelum kita napsu pengen cari investor, pelajari dulu beberapa hal ini:
1. Cara menghitung nilai perusaahaan Mak saat ini. Ketika investor kasih uang 50 juta misalnya, bukan berarti dia pemilik saham 100%. Bagi Mak yang bisnisnya sudah berjalan, tentunya juga punya aset. Diantaranya:
– Perlengkapan dan peralatan kerja.
– Brand yang sudah dibesarkan.
– Stok barang.
– Tempat kerja.
– Aset tak berwujud (HKI, BPOM, HALAL dll)
– Mitra (Distributor, Agen, Reseller) aktif.
– Data pelanggan.
– dll
Bisa jadi, nilai itu semua melebihi jumlah uang yang disetor investor. Misalnya dia 50juta, mungkin saja semua nilai Mak itu mencapai 200 juta. Sehingga nilai uang sang investor hanya 20% dari total saham.

2. Pelajari tentang Laporan keuangan. Mulai dari proses pencatatan, pembuatan laporan hingga membaca hasil laporan. Sampe urusan Laba/Rugi dan Neraca, ini Mak kudu paham.

3. Pelajari dan pilih sistem kerjasama investor secara syariah. Bagaimanapun lebih enak dan adem yang syariah menurut saya Mak. Harus ada hitam diatas putih ya Mak. Biar gak ada ribut di akhirnya nanti. Duit sensitif ya. Apalagi kalo investornya teman atau sodara. Aduh jangan sampe ya jadi putus silaturahim. Jadi Mak juga harus bikin surat perjanjian kerjasama dengan investornya.

Yang sudah dapet email eBook tentang SISTEM KERJASAMA DENGAN INVESTOR + BONUS SURAT PERJANJIAN KERJASAMA DENGAN INVESTOR tinggal langsung praktek ya Mak. Jika masih ada yang belum jelas bisa japri saya. Atau ada yang emailnya belum masuk? Tolong konfirmasi ke Admin SBO di WA 087824468185.

Karena ini bukan eBook gratisan, jadi jangan ada yang japri minta gratisan ya  Mental gratisannya harus dihapus, ke toilet aja bayar hihihiiii… Plis deh Mak Muri 

Udah ah kepanjangan nih tulisannya, mau nemenin Naziya belajar bercocok tanam. Panen strawberry satu biji aja seneng banget dia hihiii… Salam sayang untuk Mak Ratna Dewi Produsen Legging Anak Premium. Mak ini celana cuci kering pake  Jadi favoritnya Ziya 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Dengan Cara Ini Terhindar Rugi Tiap Bulan

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan UKMGimana sih Mak cara nentuin berapa omset minimal yang harus kita dapat tiap bulannya?

Angka minimal yang ketika kita dapatkan, maka semua tim bisa gajian dan biaya lainnya pun tercukupi. Kita gak bisa tebak-tebakan ya Mak berapa angkanya :p Semua harus berdasarkan data.

Mak gak akan menemukan data akurat selama belum pernah mencatat 😀 Hayooo sudah pada praktek buku #MBLKBO Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online?


Saya doain Mak dapet hidayah untuk mau mulai merapihkan keuangannya ya 😉 aamiin… Karena bisnis online itu bisa jadi bisnis besar jika memang kita mau serius jalaninnya. Salah satu indikator seriusnya adalah punya pencatatan dan laporan keuangan.

Hari ini saya masih ngulik bukunya Bradley J. Sugars yang berjudul “Instant Cashflow”. Di halaman 186 ada pembahasan “Biaya kerja sebagai persentase penjualan”.

Semua biaya yang muncul di dalam bisnis Anda perlu dihitung sebagai presentase penjualan. Ini memberi Anda ide berapa banyak penjualan yang harus Anda lakukan sebelum Anda mulai mendapat keuntungan. Untuk melakukan ini, cari tahu berapa banyak biaya yang Anda tanggung untuk menjalankan bisnis Anda setiap minggu.

Anda perlu menyertakan semua pengeluaran, dari gaji sampai alat tulis, tagihan listrik sampai yang sewa. Apapun yang perlu Anda bayar untuk terus berbisnis. Lalu tentukan berapa banyak penjualan yang dibutuhkan untuk menutup biaya tersebut sebelum Anda mulai mendapatkan keuntungan.

Setelah Anda mengidentifikasi angka ini, jelaskan kepada anggota tim Anda apa yang dibutuhkan untuk menjaga keuntungan yang didapat bisnis. Ini akan memotivasi mereka untuk meningkatkan penjualan dan mencapai gol mereka.

Petunjuk dan kiat:
1. Komunikasikan angka kepada semua anggota tim. Mereka perlu tahu apa yang harus dilakukan untuk terus berbisnis.
2. Buat sistem imbalan yang berfungsi setelah Anda mencapai titik impas.

Nah…gimana Mak, sudah mulai ada gambaran. Seperti ini contoh sederhananya versi saya.

Misal total biaya sebulan Rp.10 juta
Margin (selisih dari harga jual dengan HPP) yang didapat dari penjualan sebesar 20%.
Maka 10 juta adalah 20%-nya dari omset.

Catatan: Biaya tersebut tidak masuk biaya produksi. Karena biaya produksi masuk dalam HPP.

Sehingga angka minimal penjualan yang harus Mak dapatkan tiap bulannya adalah Rp.50 juta. Silahkan ambil kalkulator hihihiiii… Jadi ketika angka 50 juta tercapai, hati tenang karena semua bisa gajian, bisa bayar listrik, bisa sewa ini itu dll. Namun kita belum ada keuntungan.
Nah semangat deh kejar sisa penjualannya untuk jumlah keuntungan. Semoga Mak dapet keuntungan besar sehingga bisa bayar zakat dan sedekahnya besar. Bisa bayarin keluarga haji. Bisa beli rumah cash. Bisa lunasin hutang-hutang aamiiin…

Kalo bisnis bisa berjalan seperti itu terasa manis hidup ini ya Mak 😉 Semanis Srikaya Jam d’Rojali by Mak Popz Ummu Iffa Love it!

Semoga Allah mudahkan semua urusan Mak. aamiin..

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”
Continue Reading

Bingung Menentukan Siapa yang Nanggung Ongkir Saat Konsumen Komplen?

Muri Handayani Sekolah Bisnis Online Penulis Buku Emak Jago Jualan Pebisnis Motivator Pembicara Pemateri Seminar Workshop Perempuan PenulisJangan terburu-buru ambil kesimpulan dalam kondisi marah/emosi/sebel/kecewa. Pasti donk itu yang kita rasain saat konsumen komplen. Biasanya apa aja sih yang dikomplen konsumen?

1. Salah kirim karena beda ukuran.
2. Salah kirim tidak sesuai jumlah pesanan.
3. Konsumen tidak terpuaskan.
4. Barang cacat.
5. Salah kirim karena alamat tertukar dengan konsumen lain.

Sebelum kita memutuskan siapa yang menanggung ongkir, ada baiknya kita telusuri dulu. Selidiki akar permasalahannya ada dimana.

Hal utama yang harus Mak lakukan pastinya mendengarkan semua celoteh konsumen. Jangan dibantah, jangan dipotong saat dia berbicara (jika melelui telepon), Mak cukup menjadi pendengar yang baik.

Baik Mba Tari, kami minta waktu untuk menelusuri masalah ini ya. Terima kasih atas informasinya. Terimakasih juga atas kesabrannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Yuk Mak kita cek dari bagian penjualan dulu.

– Periksa chat saat order, jika produk ternyata sesuai dengan apa yang ada di chat. Maka bisa jadi konsumennya yang lupa terhadap orderannya. Kita sertakan bukti chat ke dia. Maka jika dia mau tuker barang, ongkir dia yang tanggung.

– Oh ternyata kesalahan ada di kita karena CS salah rekap/catat. Maka ongkir kita yang tanggung.

– Jika posisi Mak sebagai dropshipper, dan kesalahan ada di pusat, maka ongkir pusat yang tanggung donk ya. Kalo pusat gak mau nanggung, ya gampang… cari supplier lain aja yang lebih baik pelayanannya 😉 Banyak kok.. contohnya RAZHA 😀

– Misal ternyata barang cacat karena kelalaian tim produksi kita, maka ongkir kita yang tanggung.

– Konsumen kesempitan, ukurannya sudah sesuai pesanan, tapi dia mau tuker. Ongkir ditanggung konsumen. Tapi kalo Mak mau berbaik hati dan menjadikan ini “excellent services” ya silahkan. Asalkan masih masuk dalam margin. Jangan nombok 😀

Penggantian ongkir ini jangan lupa Mak catat dalam biaya pengeluaran ya. Hal kecil dianggap sepele, lama-lama makin berantakan tuh keuangannya. Saya sih yakin.. Mak yang sudah punya buku #MBLKBO Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online pasti sudah pada praktek. Ya kan? Udah kan? Bener kan? hihihiii… cubit nih kalo belum pada praktek!

Kalo sudah pada praktek pasti sekarang sudah bisa senyum manis karena laporan keuangannya sudah beres 😉 Semanis kue-kuenya Mak Adilah Pasya Carrolina yang ngehits banget di Gorontalo. Adilah Cake & Cookies. Recommended!

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading