Belajar bikin Vlog

Belajar Vlog Muri Handayani Bisnis Online Tips Promosi Meningkatkan Penjualan Komunikasi

Berdasarkan data.. sejak tahun 2017, YouTube berhasil menyalip Facebook dan merebut Thropy juara Sosial Media Terpopuler di Indonesia.

Saya melihat ini sebagai fenomena menarik yang ujungnya selalu saya kaitkan dengan strategi promosi hihihiii… Mak Muri gitu, pikirannya “jualan” mulu wakakaa…

Kalo Mak kenal aku 8 tahun yang lalu, kalian akan terpukau (maaf lebay :p) dengan perubahan “jati diri” seorang Muri Handayani. Aku ini aslinya pemalu, cupu, kudet, kucel, dekil, bau badan 

Mak Muri yang kalian kenal hari ini adalah hasil dari perjuangan karena “UUD” (Ujung-Ujungnya Duit) ahahahaa… Maaf terlalu jujur. Saya gak munafik ah, kenyataannya gitu.

Proses transformasi diri seorang Mak Muri memang bertujuan untuk “Cari Makan”. Saya mengawali karir “ngoceh” sejak lulus kuliah. Menggeluti dunia MC (Master of Ceremony), pembawa acara. Mulai dari yang dibayar dengan Ucapan Terimakasih dan terkadang hanya dengan Nasi Bungkus. Dari yang gak ada penontonnya, acara gagal, dangdutan, promo produk di pasar tradisional, pernikahan dll. Namun kini, kalo ada yang ngundang Mak Muri, sejam itungannya jutaan #uhuk

Bukan soal bayaran perjam yang mau saya bahas pada LIVE hari ini, tapi yang ingin saya sharing adalah tentang betapa “kemampuan berbicara” bisa menunjang bisnis yang sedang saya geluti.

Bukan hanya untuk berbicara kepada calon konsumen (baik yang Cold, Warm, Hot) tapi ini berguna untuk kita bisa menjalin komunikasi yang baik kepada Tim Bisnis. Dan yang gak kalah penting adalah untuk keluarga. Mempunyai kemampuan berbicara yang baik mampu meningkatkan nilai keharmonisan suatu rumah tangga.

Aaaah panjang deh manfaatnya.. Cuuusss… buruan sekarang masak, nyuci, beresin rumah. Sebelum jam 10 udah pantengin grup ini ya… https://www.facebook.com/groups/202152760146223/?ref=br_rs

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading

Cara Sederhana Naikin Profit – 3

NGerjain Pak BiSalah satu hal yang menggerus profit adalah kerugian. Maka untuk bisa naikin profit, kita meminimalisir kerugian. Ya namanya bisnis, pasti ada aja ruginya ya Mak.

Yang jadi masalah adalah ketika kita gak tau dimana sumber kerugiannya?

Selama ini mungkin yang paling populer adalah kerugian akibat gagal produksi, ditipu konsumen, ditipu supplier, dicolong karyawan atau hal lainnya yang “sangat kasat mata”.

Sesungguhnya banyak kerugian terselubung, yang samar-samar, tidak terlihat namun kita merasakan perihnya gak ada cash saat karyawan mau gajian wakakakaaa… Gak cukup uangnya untuk bayar tagihan supplier. Duh sakitnya tuh bikin pengen makan Bakso 2 mangkok pake sambel yang banyak + cuka biar asem pedes nampol gitu Mak 

Mari kita jadi detektif sekarang Mak. Buka mata lebar-lebar, siapin kertas dan pulpen, jernihkan pikiran untuk bisa menilai secara objektif. Ketika ternyata nanti kesalahannya disebabkan oleh kita sendiri, ya siap terima 

3. Optimasi BMS (Branding, Marketing dan Selling)
Bukan PMS ya Mak hihihiiii.. tapi BMS  Karena pengen penjualan banyak, kita jor-joran ngeluarin biaya untuk urusan BMS ini. Katanya dengan BMS ini bisa berbanding lurus dengan OMSET yang masuk.

Secara umum bisa dinyatakan “benar” sih. Namun bisnis yang sehat itu bukan hanya berpatokan kepada omset, sebab… omset besar belum tentu profit besar. Bahkan belum tentu ada profitnya oh tidaaaaak….!!!

Mak udah pada mulai bikin laporan keuangan kan? Cubit nih kalo blom bikin  Lah itu buku #MBLKBO (Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online) pada beli tapi diapain? Jadi ganjelan pintu ya? 

Dari laporan keuangan, kita bisa lihat berapa besar biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Katanya ada yang bilang biaya promosi itu 10% dari omset bulan kemarin. Ada juga yang berani bakar duit sampe puluhan hingga ratusan juga untuk BMS 

Sekarang saya gak mau bahas berapa besarnya. Yang mau saya ocehkan kali ini adalah SEBERAPA EFEKTIF biaya yang sudah Mak keluarin untuk BMS terhadap OMSET dan NILAI PERUSAHAAN yang dihasilkan.

Mak tau gak orderan yang masuk itu berapa % hasil iklan dari FB, IG, FP, Web, WA, brosur, MP, repeat order, referensi konsumen, teman atau dari mana?

Sulit bagi kita untuk menilai apakah biaya BMS yang kita keluarkan itu membuahkan hasil atau tidak, jika kita tidak memiliki datanya. Investasikan sedikit waktu untuk menanyakan ke semua pelanggan yang datang, dari mana mereka mendapatkan informasinya.

– Bisa jadi ternyata orang-orang carinya di Google, menggunakan kata kunci, kemudian nyangkut ke web kita.
– Mungkin juga dia direferensiin temen.
– Ketika dia lagi mainan IG, search berdasar #, eh ketemu foto kita di top post.
– Lagi iseng buka FB, nemu postingan Mak Muri eh ada foto produk, klik nama yang di mention, order deh.
– Tau nama brand kita, karena sering denger jinglenya, penasaran, searching, order.

So… kita harus evaluasi betul semua biaya yang kita keluarkan untuk BMS. Apakah ada yang perlu dikurangi, ditambah atau bahkan dihilangkan. Tidak semua channel iklan bisa cocok dengan bisnis kita dan target market kita.

Jadi jangan hamburkan uang di sembarang tempat.

Tata bahasa, konsep iklan, foto, jenis huruf, warna, cara penyampaian, waktu tayang dll. Semua juga berpengaruh. Sebelum merumuskan sebuah iklan, harus paham betul ini konsepnya seperti apa. Kalo bahasanya Pak Subiakto Priosoedarsono harus tahu DNA nya dulu.

Cara CS/Sales kita bersikap, menyambut pelanggan, menjawab chat juga harus sesuai dengan konsep BRANDING yang sedang kita bangun.

Duh jadi gak sabar nunggu tanggal 31 Maret. Belajar BRANDING lagi.. langsung bersama Pak Subiakto Priosoedarsono di Bandung. Siapa aja Mak yang juga akan dateng? Tegur aku ya Mak, aku kan kadang lupa wajahnya, soalnya beda dengan foto di FB wakakaaa…

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”

Continue Reading