PRODUK KITA DIBILANG MAHAL, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Sekolah Bisnis Online Muri Handayani SBO Pelatihan Workshop Marketing Pemateri Motivator Penulis Buku Pengisi Acara Meningkatkan Penjualan Strategi Penjualan MentorPasti donk pernah mengalami hal ini  Semurah-murahnya produk, kalo dapet konsumen bawel + pelit, bisa jadi produk kita dibilang mahal wakakakaa… Sebenernya bukan karena dia gak mampu beli. Tapi bagi sebagian Emak-Emak, bisa mendapatkan harga dari hasil nawar itu ada “kebahagiaan tersendiri” wakakakaa… Merasa beruntung, lebih hemat, menang dll.

Namun karakter kita yang kaya gitu akhirnya dihapal oleh para penjual. Sehingga sebagian penjual menaikkan harga di awal, untuk bersiap ketika ditawar  Ya gak semua penjual sih. Hanya sebagian penjual saja. Namun ini lebih banyak aku temukan di toko offline.

Misalnya di area Blok M, Jakarta (pada jamannya, gak tau sekarang, udah gak pernah kesana sekian tahun). Mereka bisa naikin hingga 2 kali lipat harga sebenarnya. Misalnya harga jual sebenarnya 50rb, penjual nawarin di awal 100rb.

Nah terjadilah negosiasi disini. Bahkan teman-teman saya dulu bilang, “Kudu kejam nawarnya, kalo enggak kita kejeblok. Karena abangnya naikin harga tinggi banget.”

Ya ini faktor sebab akibat menurut saya, kalo kita gak kejam nawarnya, mungkin si abang rela pasang harga pas, jadi gak terlalu tinggi. 

Tapi saya jarang menemui hal seperti ini di online. Ada lah dinaikin sedikit, tapi gak kejam naikinnya heheee…. Biasanya dinego kalo beli lebih dari 1. Ini masih oke lah.

Cuma beli satu, minta dikirim foto banyak, gonta ganti orderan, maunya free ongkir, trus harga ditawar sadis. wakakaka…. Kalo ada konsumen kaya gini rasanya pengen saya gigit itu HP nya 

Tenang Mak… istighfar… Kalo ada yang nyebelin gitu, langsung aja buka kulkas, kali aja masih ada eskrim biar bisa nenangin hati hihihiii…

Kita evaluasi yuk kenapa konsumen NAWAR:
1. Bisa jadi, kita beriklan ke orang yang salah/kurang tepat. Ayo buka lagi pelajaran di Kelas Utama SBO pada pembahasan Target Market. Dalam hal ini, kurang tepatnya dari segi kemampuan ekonomi.

Kita pahami dulu, produk kita ini masuk dalam kategori Primer, Sekunder atau Tersier. Dari sini kita bisa ukur, orang dengan penghasilan berapa yang mampu beli produk kita. Jika produk kita masuk dalam kelompok Tersier, maka anggaran yang mereka keluarkan kisaran di 10-20% dari penghasilannya. Kecuali tipe orang yang “gengsinya gede, yang penting gaya dulu dibanding makan sehat” wakakak….

Kalo harga produk kita 300rb, maka orang yang mampu beli produk kita, harus punya penghasilan minimal 1,5juta – 3 juta.

2. Konsumen belum paham value, keuntungan, manfaat yang didapatkan dari produk kita. Maka tugas kita lah yang menyampaikan itu semua.

Misalnya kita jualan skincare harga 300.000. Produk tersebut bisa digunakan selama 2 bulan. Kita bisa menjelaskan ke konsumen bahwa produk seharga 300.000 bisa digunakan 2 bulan (60 hari), jadi sehari cuma butuh 5.000 rupiah untuk bisa dapet wajah kinclong tanpa harus ke klinik kecantikan yang sekali datang harus bayar sekitar 200rb – 500rb.

Dengan memberikan pembanding (namun bukan dengan cara menjelekkan kompetitor ya Mak) kita bisa meyakinkan konsumen bahwa harga yang kita tawarkan itu ekonomis/murah/hemat/efisien dll.

Seperti Lip matte Farnaz Glow kesukaan aku ini, dari Mak Peni Farnaz Glowaweeet banget, gak mudah hilang, cukup sedikit saja bisa rata ke semua permukaan bibir.

3. Membandingkan dengan toko tetangga. Ya wajar namanya perempuan, kalo belanja tuh keliling dulu satu mall, baru pilih 1 toko wakakakaaa.. Kamu gitu gak sih Mak? 

Bisa jadi di toko sebelah, ada produk yang sama, tapi harga lebih murah. Nah kita ini sebagai penjual yang harus pinter-pinter pilih supplier yang mau berkomitmen MENJAGA KESTABILAN HARGA. Sehingga di pasar tidak ada saling banting-banting harga. Capek Mak jualan kaya gini, gak ada untungnya, cuma kerja rodi. Sayang umur kita dihabiskan cuma untuk kaya gini, gak sebanding dengan pengorbanan waktu dan tenaga kita. Padahal anak dan suami udah kehilangan waktu bersama kita, eh kita cuma jualannya kerja rodi.

Jadi kita yang harus pilih supplier/produsen yang mereka menjamin kestabilan harga. Kalo ada yang jual lebih murah, harus dipecat dari kemitraan.

Yuk ah jualan dengan cerdas! Sekali lagi… jangan mau jualan tapi untungnya gak jelas, kerja rodi! Kita ini bukan budaknya konsumen ya Mak. Harus ada keuntungan yang cukup buat gedein bisnis, berangkatin orang tua umroh/haji, belu rumah cash, biaya pendidikan anak-anak sampe mereka kuliah, lunasin segala utang/cicilan dll.

Aku doain Allah mudahkan semua urusanmu.
Allah kabulkan semua doa dan impianmu

Boleh SHARE jika bermanfaat untuk teman dan saudaramu 

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah BIsnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *